Realisasi Penerimaan Pajak

Top PDF Realisasi Penerimaan Pajak:

Analisis Perbedaan Antara Anggaran Dan Realisasi Penerimaan Pajak Di Sumatera Bagian Utara

Analisis Perbedaan Antara Anggaran Dan Realisasi Penerimaan Pajak Di Sumatera Bagian Utara

Dalam pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan paired sample T test, melihat apakah ada perbedaan anggaran dengan realisasi penerimaan pajak. Dasar analisis pengambilan keputusan dengan membandingkan t hitung dengan t label. Analisis tambahan dilakukan untuk dapat memprediksi jumlah anggaran dan realisasi penerimaan pajak untuk tahun 2003 sampai 2005.

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Pengukuran Potensi Pajak terhadap Penetapan Target Penerimaan Pajak dan Dampaknya pada Realisasi Penerimaan Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sumedang.

Pengaruh Pengukuran Potensi Pajak terhadap Penetapan Target Penerimaan Pajak dan Dampaknya pada Realisasi Penerimaan Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sumedang.

Berdasarkan fenomena, teori dan pendapat yang telah diuraikan sebelumnya, terlihat masih terdapat permasalahan dalam hal penerimaan pajak, dimana penerimaan pajak sebagai tujuan utama Direktorat Jenderal Pajak dalam hal ini Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sumedang belum dilakukan secara optimal. Belum tercapainya optimalisasi penerimaan pajak diantaranya dapat disebabkan karena kurang tepatnya penetapan target pajak yang dilakukan dan menelaah potensi pajak yang dimiliki pada setiap wilayah. Sehingga harapannya dengan penetapan potensi pajak yang dilakukan dengan optimal dapat menetapkan target dengan tepat dan penerimaan pajak dapat diperoleh dengan maksimalsehingga dapat memberikan kontribusi lebih baik pada struktur APBN Indonesia.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN TERHADAP REALISASI PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA PALEMBANG - Bina Darma e-Journal

PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN TERHADAP REALISASI PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA PALEMBANG - Bina Darma e-Journal

Berdasarkan tabel 3.1 dapat dilihat dan dianalisis bahwa tingkat efektivitas penerimaan PBB perdesaan dan perkotaan kota Palembang tahun 2012-2013 mengalami perubahan dengan tingkat efektivitas tertinggi pada 2015 sebesar 102,75% dengan kriteria Sangat Efektif , sedangkan terendah pada tahun 2012 sebesar 91,11% dengan kriteria Efektif. Pencapaian target penerimaan PBB Perdesaan dan Perkotaan untuk ketiga tahun tersebut semuanya belum (tidak) mencapai target tetapi untuk tahun 2015 telah mencapai target 102,57% sebagaimana yang telah ditetapkan. Penyebab dari keadaan tersebut adalah :
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

EVALUASI REALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KABUPATEN KLATEN TAHUN 2007-2011  Evaluasi Realisasi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Di Kabupaten Klaten Tahun 2007-2011.

EVALUASI REALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KABUPATEN KLATEN TAHUN 2007-2011 Evaluasi Realisasi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Di Kabupaten Klaten Tahun 2007-2011.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kabupaten Klaten dengan target penerimaan PBB yang telah ditetapkan untuk periode tahun 2007-2011. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran atau informasi kepada Kabupaten Klaten dalam meningkatkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan untuk periode selanjutnya.

14 Baca lebih lajut

EVALUASI REALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KABUPATEN KLATEN TAHUN 2007-2011  Evaluasi Realisasi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Di Kabupaten Klaten Tahun 2007-2011.

EVALUASI REALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KABUPATEN KLATEN TAHUN 2007-2011 Evaluasi Realisasi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Di Kabupaten Klaten Tahun 2007-2011.

Pajak adalah salah satu unsur terbesar dalam menghasilkan pendapatan daerah serta untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Pemerintah pusat telah memberikan bagian penerimaan yang berasal dari pajak pusat untuk kegiatan pembiayaan dan pembangunan bagi pemerintah daerah. Saat ini pajak pusat yang sebagian penerimaannya telah diberikan kepada pemerintah daerah antara lain Pajak Bumi dan Bangunan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, Pajak Penghasilan. Sebagian besar yang telah diberikan seperti Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan atas Tanah dan Bangunan, Sedangkan pajak lainnya masih sebagian kecil. Pembagian penerimaan pajak pusat pemerintah daerah merupakan contoh penerapan desentralisasi fiskal di Indonesia.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

STUDI FENOMENOLOGIS TERHADAP PENURUNAN REALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PEDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) TAHUN PAJAK 2014.

STUDI FENOMENOLOGIS TERHADAP PENURUNAN REALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PEDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) TAHUN PAJAK 2014.

Hasil penelitian ini diketahui pengetahuan Wajib Pajak tentang fungsI PBB-P2 sebagai sumber pendapatan APBD Kota Salatiga, dan pengetahuan tentang mekanisme pembayaran PBB-P2, serta pengetahuan tentang berapa tarif yang dibebankan pada tahun tersebut berikut dendanya jika menunggak sangatlah tinggi. Selain dari pengetahuan Wajib Pajak, pelayanan Yang diberikan petugas Pajak Kelurahan Bugel kepada Wajib Pajak PBB-P2 sangat baik. Apalagi untuk pengenaan sanksi denda berupa uang 2% dari tarif PBB-P2 terutangnya, sangat mempengaruhi terhadap ketaatan Wajib Pajak dalam membayar PBB-P2.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Realisasi Penerimaan Dan Upaya Peningkatan Pajak Restoran Pada Dinas Pendapatan Daerah  Kabupaten Langkat

Realisasi Penerimaan Dan Upaya Peningkatan Pajak Restoran Pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Langkat

6. Adanya masalah-masalah yang sering dihadapi Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Langkat dalam pelaksanaan pemungutan Pajak Restoran, sehingga mempengaruhi realisasi penerimaan Pajak Restoran yang seharusnya dapat lebih dioptimalkan. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran dan kepatuhan Wajib Pajak akan kewajiban perpajakan. Selain itu, masih kurangnya penyuluhan dan sosialisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat kepada masyarakat tentang Pajak Restoran.

Baca lebih lajut

1 PENERAPAN TAX AMNESTY PADA KANWIL DIREKTORAT JENDERAL PAJAK SUMUT I Magdalena Judika Siringoringo

1 PENERAPAN TAX AMNESTY PADA KANWIL DIREKTORAT JENDERAL PAJAK SUMUT I Magdalena Judika Siringoringo

Berdasarkan Tabel 4 tersebut dijelaskan bahwa adanya kontribusi penerimaan amnesti pajak terhadap realisasi penerimaan pajak tahun 2016, dalam hal ini merupakan uang tebusan periode pertama sebesar Rp 427.803.616.027,- dan periode kedua sebesar Rp 59.813.152.444,-. Sehingga jumlah penerimaan pajak dalam hal ini merupakan uang tebusan dari amnesti pajak periode pertama dan kedua memberikan kontribusi sebesar 31,87% dari realisasi penerimaan pajak tahun 2016 sebesar Rp 1.529.852.984.416,- dengan jumlah Wajib Pajak yang mengikuti Amnesti Pajak periode pertama sebesar 4.624 dan periode kedua sebesar 1.527 Dari jumlah Wajib pajak yang mengikuti Amnesti Pajak periode pertama dan periode kedua, persentasenya adalah 5,80% dari total jumlah wajib pajak tahun 2016 adalah 105.954. Menurut pegawai pajak di bagian pusat data dan informasi, bahwa tidak adanya jumlah target wajib pajak yang diharapkan mengikuti amnesti pajak periode pertama dan periode kedua oleh kantor KPP Pratama Medan Petisah, karena amnesti pajak merupakan hak atas setiap wajib pajak untuk memanfaatkan fasilitas amnesti pajak. dan berdasarkan tabel 4 dijelaskan juga bahwa kebijakan amnesti pajak membawa pengaruh yang positif untuk meningkatkan penerimaan pajak
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK HOTEL TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (Studi di Pemerintah Daerah Kota Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK HOTEL TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (Studi di Pemerintah Daerah Kota Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Yang bertanda tangan dibawah ini saya, Irwan Syah, menyatakan bahwa skripsi dengan judul : Efektivitas dan Kontribusi Pajak Hotel terhadap Pendapatan Asli Daerah (Studi di Pemerintah Daerah Kota Semarang), adalah hasil tulisan saya sendiri. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain, yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan/atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin itu, atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan penulis aslinya.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI (PPh OP) TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PADA KANTOR PELAYANANPAJAK PATI.

KONTRIBUSI PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI (PPh OP) TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PADA KANTOR PELAYANANPAJAK PATI.

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pati merupakan lembaga yang berada di bawah kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Jawa Tengah I. KPP Pratama Pati memiliki wilayah kerja Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang. Sebelum menjadi KPP Pratama Pati, wilayah kerja juga mencakup Kabupaten Blora, namun sejak berdirinya KPP Pratama Blora pada tanggal 6 November 2007 Kabupaten Blora dan Cepu berada dalam wilayah KPP Pratama Cepu.

Baca lebih lajut

Pengaruh Pemahaman Wajib Pajak, Kesadaran Perpajakan Wajib Pajak, dan Kepatuhan Wajib Pajak Terhadap Keberhasilan Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan (Studi Kasus di Kelurahan Wates Kecamatan Magersari Mojokerto)

Pengaruh Pemahaman Wajib Pajak, Kesadaran Perpajakan Wajib Pajak, dan Kepatuhan Wajib Pajak Terhadap Keberhasilan Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan (Studi Kasus di Kelurahan Wates Kecamatan Magersari Mojokerto)

Pemerintah berusaha keras untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, apalagi dalam kondisi politik Indonesia pada saat ini terutama pada saat terjadinya kenaikan BBM akan sangat berdampak besar pada perekonomian Indonesia, tidak stabilnya situasi dan kondisi perekonomian Indonesia menyebabkan pendapatan pemerintah berkurang, oleh karena itu pemerintah berusaha meningkatkan peranan Sumber Penerimaan Negara terutama berasal dari Non Migas dan penerimaan ini sebagian akan ditingkatkan melalui penerimaan dari sektor pajak. Pajak sebagai iuran wajib pajak yang diberikan oleh rakyat kepada pemerintahnya, selain Pajak Pendapatan dan Pajak Penghasilan maka Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB juga memberikan peranan penting dalam Sumber Pembiayaan Daerah, (Gardinia, 2006 : 10-11).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstensifikasi Pajak dan Pencairan Tunggakan Pajak Terhadap Penerimaan Pajak (Studi Kasus pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Majalaya 2013-2015)

Pengaruh Ekstensifikasi Pajak dan Pencairan Tunggakan Pajak Terhadap Penerimaan Pajak (Studi Kasus pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Majalaya 2013-2015)

Pelaksanaan ekstensifikasi pajak adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh Ditjen Paj ak dalam rangka meningkatkan penerimaan pajak, salah satu contoh pelaksanaan ekstensifikasi pajak adalah dengan melakukan sensus pajak, sensus pajak yang dilaksanakan pada tahun 2012 dapat menambah jumlah NPWP sebanyak dua juta, k egiatan ekstensifikasi pajak dilaksanakan dalam kaitannya dengan tugas-tugas dinas perpajakan dengan para wajib pajak salah satunya dengan perluasan basis pajak dengan membentuk Pusat Data Pajak dan melakukan bedah Wajib Pajak (Gustina, 2013).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Wajib Pajak Melakukan Tax Offenses, Tax Fraud, dan Tax Evasion (Studi Empiris di KPP Pratama Medan-Polonia)

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Wajib Pajak Melakukan Tax Offenses, Tax Fraud, dan Tax Evasion (Studi Empiris di KPP Pratama Medan-Polonia)

Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “Faktor-Faktor yang Menyebabkan Wajib Pajak Melakukan Tax Offenses, Tax Fraud, dan Tax Evasion (Studi Empiris di KPP Pratama Medan-Polonia)” adalah benar hasil karya saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik guna menyelesaikan beban akademik pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Baca lebih lajut

ANALISIS PERKEMBANGAN DAN PERBEDAAN PENERIMAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR SEBELUM DAN SESUDAH PENETAPAN PERATURAN DAERAH PROPINSI DIY NO. 1 TAHUN 2002

ANALISIS PERKEMBANGAN DAN PERBEDAAN PENERIMAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR SEBELUM DAN SESUDAH PENETAPAN PERATURAN DAERAH PROPINSI DIY NO. 1 TAHUN 2002

Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dari penetapan Peraturan Daerah Propinsi DIY No.1 Tahun 2002 terhadap realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Berrnotor, terbukti dengan terus meningkatnya rata-rata persentase penerimaan Pajak Kendaraan Berrnotor selama tiga tahun setelah penetapan peraturan daerah yaitu sebesar 135,68 %; dibandingkan dengan rata- rata tiga tahun sebelum penetapan peraturan daerah yaitu sebesar 119,45 %. Selisih rata- rata tiga tahun sebelum dan sesudah penetapan peraturan daerah adalah. sebesar 16,23 %. Dengan menggunakan taraf signifikan sebesar 5% diperoleh nilai t-hitung sebesar -3,433, sedangkan nilai t-tabel sebesar -2,776. karena t-hitung lebih besar dari t-tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi setelah penetapan Peraturan Daerah Propinsi DIY No.1 Tahun 2002 berpengaruh secara signifikan terhadap relisasi penerimaan Pajak Daerah dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

24 calk pos lra kppn

24 calk pos lra kppn

Data diambil dari LRA , menjelaskan tentang a. Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah yang terdiri dari Penerimaan Perpajakan, Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Penerimaan Hibah. b. Realisasi Belanja yang terdiri dari : Realisasi Belanja Pemerintah Pusat dan Realisasi Belanja Daerah. c. Realisasi Pembiayaan

Baca lebih lajut

ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PAJAK BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR DAN PAJAK BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN

ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PAJAK BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR DAN PAJAK BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN

Menurut Siti Resmi (2016, h.6) Teori Asas Gaya Beli ini tidak mempersoalkan asal mula negara memungut pajak, melainkan hanya melihat pada efeknya dan memandang efek yang baik itu sebagai dasar keadilannya. Menurut teori ini, fungsi pemungutan pajak disamakan dengan pompa yaitu mengambilgaya beli dari rumah tangga dalam masyarakat untuk rumah tangga negara dan kemudian menyalurkannya kembali ke masyarakat dengan maksud untuk memelihara hidup masyarakat dan untuk membawanya ke arah tertentu.

12 Baca lebih lajut

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PENERIMAAN PBB-P2 TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA MOJOKERTO TUGAS AKHIR - Analisis efektivitas dan kontribusi penerimaan Pbb-p2 terhadap pendapatan asli daerah Di kota mojokerto - Perbanas Institutional Reposito

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PENERIMAAN PBB-P2 TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA MOJOKERTO TUGAS AKHIR - Analisis efektivitas dan kontribusi penerimaan Pbb-p2 terhadap pendapatan asli daerah Di kota mojokerto - Perbanas Institutional Reposito

Berdasarkan Pasal 5 Undang – Undang Pajak Bumi dan Bangunan, tarif pajak yang dikenakan atas objek pajak adalah tarif tunggal sebesar 0,5%. Berdasarkan ketentuan tarif ini pajak yang dibayar selalu akan berubah sesuai dengan jumlah yang dikenakannya. Dengan semakin besar jumlah yang dipakai sebagai dasar pengenaan (NJOP) semakin besar utang pajaknya, akan tetapi kenaikan tersebut diperoleh dengan persentase yang sama (0,5%), tarif seperti ini disebut juga tarif sebanding. Penerapan PBB ini berlaku sejak diberlakukannya Undang – Undang Nomor 12 tahun 1985 tentang PBB pada tanggal 1 Januari 1986. Banyak masyarakat umum yang salah menafsirkan besarnya kenaikan PBB adalah akibat kenaikan tarif, padahal tarif tersebut sejak tahun 1986 sampai dengan saat ini tidak berubah, tetap 0,5%. Kenaikan PBB yang terjadi setiap tahun adalah karena kenaikan dasar pengenaan PBB (NJOP PBB) akibat naiknya harga tanah ataupun kenaikan material dan upah kerja untuk bangunan. Berdasarkan UU Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (UU PDRD) pasal 80 ayat 1 dan ayat 2, besarnya tarif PBB Perdesaan dan Perkotaan paling tinggi 0,3% dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS EFEKTIFITAS PENERIMAAN PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN KARANGANYAR.

ANALISIS EFEKTIFITAS PENERIMAAN PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN KARANGANYAR.

Penerimaan pajak restoran sangat potensial untuk meningkatkan penerimaan daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Tingkat efektifitas penerimaan pajak restoran. (2) Kontribusi penerimaan pajak restoran terhadap pendapatan asli daerah. (3) Kendala pemungutan pajak restoran di Kabupaten Karanganyar tahun 2010-2012.

Baca lebih lajut

ANALISIS PENERIMAAN PAJAK DAN PENCAIRAN

ANALISIS PENERIMAAN PAJAK DAN PENCAIRAN

Analisis deskriftif, yaitu metode dengan menguraikan atau memaparkan hasil penelitian untuk kemudian diadakan interprestasi berdasarkan landasan teori yang disususun. Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis deskriptif dan sistematik dalam bentuk kalimat atas permasalahan yang penulis bahas, disini penulis hanya membahas penerimaan pajak, pencairan tunggakan pajak terhadap target penerimaan pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bekasi Utara.

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ANALISIS PERBEDAAN PAJAK PENGHASILAN TERUTANG BERDASARKAN NORMA PENGHITUNGAN DENGAN PPH FINAL WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI USAHAWAN DI BIDANG USAHA JASA PADA KPP PRATAMA PURWOREJO.

PENDAHULUAN ANALISIS PERBEDAAN PAJAK PENGHASILAN TERUTANG BERDASARKAN NORMA PENGHITUNGAN DENGAN PPH FINAL WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI USAHAWAN DI BIDANG USAHA JASA PADA KPP PRATAMA PURWOREJO.

4,8miliar menghitung pajak penghasilan dengan menggunakan norma penghitungan.Dalam Keputusan Dirjen Pajak KEP-536/PJ.2/2000 tentang Norma Penghitungan Penghasilan Neto Bagi Wajib Pajak Yang Dapat Menghitung Penghasilan Neto Dengan Menggunakan Norma Penghitungan bahwa penghasilan neto bagi tiap jenis usaha dihitung dengan cara mengalikan angka presentase Norma Penghitungan. Selanjutnya untuk menghitung besarnya pajak penghasilan yang terutang oleh Wajib Pajak Orang Pribadi sebelum dilakukan penerapan tarif umum terlebih dahulu dihitung Penghasilan Kena Pajak dengan mengurangkan Penghasilan Tidak Kena Pajak dari penghasilan neto.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...