Realisasi Penerimaan Pajak

Top PDF Realisasi Penerimaan Pajak:

PERBANDINGAN ANTARA REALISASI PENERIMAAN PAJAK DENGAN POTENSI PAJAK UNTUK MENGETAHUI KONDISI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DAERAH SURAKARTA TAHUN 2004-2008.

PERBANDINGAN ANTARA REALISASI PENERIMAAN PAJAK DENGAN POTENSI PAJAK UNTUK MENGETAHUI KONDISI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DAERAH SURAKARTA TAHUN 2004-2008.

1 PERBANDINGAN ANTARA REALISASI PENERIMAAN PAJAK DENGAN POTENSI PAJAK UNTUK MENGETAHUI KONDISI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DAERAH SURAKARTA TAHUN 2004-2008 TUGAS AKHIR Disusun un[r]

6 Baca lebih lajut

Target Dan Realisasi Penerimaan Pajak Hiburan Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan

Target Dan Realisasi Penerimaan Pajak Hiburan Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan

Melalui Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) ini, penulis ingin mengetahui seberapa besar target dan realisasi penerimaan pajak hiburan sebagai salah satu sumber penerimaan daerah, terkhususnya di Kota Medan. Oleh sebab itu, penulis mengambil judul “ TARGET DAN REALISASI PENERIMAAN PAJAK HIBURAN PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA MEDAN “. Yang nantinya menjadi salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Program Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

60 Baca lebih lajut

PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN TERHADAP REALISASI PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA PALEMBANG - Bina Darma e-Journal

PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN TERHADAP REALISASI PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA PALEMBANG - Bina Darma e-Journal

Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan diserahkan secara penuh kepada daerah untuk meningkatkan penerimaan daerah sehingga dapat menunjang pembiayaan untuk keperluan belanja rutin dan belanja pembangunan serta mensejahterakan penduduk daerahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis realisasi penerimaan PBB Perdesaan dan Perkotaan dengan targetnya, dan kontribusi penerimaan PBB perdesaan dan Perkotaan terhadap realisasi penerimaan Pajak Daerah pada Dinas Pendapatan daerah kota Palembang pada tahun 2012 sampai tahun 2015. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data data yang diperlukan yang berhubungan dengan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan yang berpengaruh terhadap pendapatan daerah. Hasil analisis Efektivitas pencapaian target penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan pada dinas Pendapatan Daerah kota Palembang Keefektifitasnya dari tahun 2012 sampai tahun 2015 meningkat meskipun belum mencapai target . Pada tahun 2012 sebesar 91,11% dengan kriteria efektif, tahun 2013 sebesar 95,35% dengan kriteria efektif, tahun 2014 sebesar 82,22% dengan kriteria cukup efektif, dan tahun 2015 dengan kriteria Sangat Efektif. Kontribusi realisasi penerimaan PBB perdesaan dan Perkotaan terhadap seluruh penerimaan pajak daerah pada Dinas Pendapatan kota Palembang menunjukkan kriteria sedang, karena dari tahun 2012 sampai tahun 2015 menurun bahkan tidak mencapai 30%. Saran bagi Dinas Pendapatan Daerah untuk meningkatkan pelayanan dan penyuluhan kepada wajib pajak PBB Perdesaan dan Perkotaan sehingga akan berpengaruh banyaknya wajib pajak yang akan mematuhi kewajibannya untuk membayar pajak.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

EVALUASI REALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KABUPATEN KLATEN TAHUN 2007-2011  Evaluasi Realisasi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Di Kabupaten Klaten Tahun 2007-2011.

EVALUASI REALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KABUPATEN KLATEN TAHUN 2007-2011 Evaluasi Realisasi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Di Kabupaten Klaten Tahun 2007-2011.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kabupaten Klaten dengan target penerimaan PBB yang telah ditetapkan untuk periode tahun 2007-2011. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran atau informasi kepada Kabupaten Klaten dalam meningkatkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan untuk periode selanjutnya.

14 Baca lebih lajut

Analisis Perbedaan Antara Anggaran Dan Realisasi Penerimaan Pajak Di Sumatera Bagian Utara

Analisis Perbedaan Antara Anggaran Dan Realisasi Penerimaan Pajak Di Sumatera Bagian Utara

Dalam pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan paired sample T test, melihat apakah ada perbedaan anggaran dengan realisasi penerimaan pajak. Dasar analisis pengambilan keputusan dengan membandingkan t hitung dengan t label. Analisis tambahan dilakukan untuk dapat memprediksi jumlah anggaran dan realisasi penerimaan pajak untuk tahun 2003 sampai 2005.

5 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN ANTARA REALISASI PENERIMAAN PAJAK DENGAN POTENSI PAJAK UNTUK MENGETAHUI KONDISI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DAERAH SURAKARTA TAHUN 2004 2008

PERBANDINGAN ANTARA REALISASI PENERIMAAN PAJAK DENGAN POTENSI PAJAK UNTUK MENGETAHUI KONDISI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DAERAH SURAKARTA TAHUN 2004 2008

1 PERBANDINGAN ANTARA REALISASI PENERIMAAN PAJAK DENGAN POTENSI PAJAK UNTUK MENGETAHUI KONDISI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DAERAH SURAKARTA TAHUN 2004-2008 TUGAS AKHIR Disusun un[r]

5 Baca lebih lajut

ANALISIS POTENSI DAN REALISASI PENERIMAAN PAJAK RESTORAN DI KECAMATAN SUKOHARJO TAHUN 2016.

ANALISIS POTENSI DAN REALISASI PENERIMAAN PAJAK RESTORAN DI KECAMATAN SUKOHARJO TAHUN 2016.

REALISASI PENERIMAAN PAJAK RESTORAN DI KECAMATAN SUKOHARJO TAHUN 2016”. Tugas Akhir ini disusun untuk melengkapi syarat tercapainya gelar Ahli Madya pada Program Studi Diploma III Perpajakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menyukseskan penyusunan Tugas Akhir ini:

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Pengukuran Potensi Pajak terhadap Penetapan Target Penerimaan Pajak dan Dampaknya pada Realisasi Penerimaan Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sumedang.

Pengaruh Pengukuran Potensi Pajak terhadap Penetapan Target Penerimaan Pajak dan Dampaknya pada Realisasi Penerimaan Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sumedang.

Target penerimaan pajak dalam APBN selama ini dianggap mencerminkan potensi pajak yang dipungut pemerintah. Perhitungan target penerimaan pajak dalam APBN selama ini menggunakan pendekatan elastisitas dimana target penerimaan pajak dihasilkan dari persamaan regresi dan historis penerimaan pajak sebelumnya dan pendapatan nasional sebagai tax base dengan memperhitungkan dampak perubahan peraturan perpajakan. Apabila angka target penerimaan pajak yang dihasilkan dari persamaan regresi tersebut dianggap sebagai potensi penerimaan pajak, maka tentu saja kinerja penerimaan pajak akan lebih baik, namun pada kenyataannya tidak demikian. Antara potensi pajak yang ada masih belum tergali dengan baik, hal ini terbukti masih adanya pencapaian realisasi penerimaan pajak melebihi target yang telah ditetapkan, sedangkan tax ratio yang telah dicapai masih kecil baru mencapai 11,4 % untuk tahun 2010.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

EVALUASI REALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KABUPATEN KLATEN TAHUN 2007-2011  Evaluasi Realisasi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Di Kabupaten Klaten Tahun 2007-2011.

EVALUASI REALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KABUPATEN KLATEN TAHUN 2007-2011 Evaluasi Realisasi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Di Kabupaten Klaten Tahun 2007-2011.

Pajak adalah salah satu unsur terbesar dalam menghasilkan pendapatan daerah serta untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Pemerintah pusat telah memberikan bagian penerimaan yang berasal dari pajak pusat untuk kegiatan pembiayaan dan pembangunan bagi pemerintah daerah. Saat ini pajak pusat yang sebagian penerimaannya telah diberikan kepada pemerintah daerah antara lain Pajak Bumi dan Bangunan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, Pajak Penghasilan. Sebagian besar yang telah diberikan seperti Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan atas Tanah dan Bangunan, Sedangkan pajak lainnya masih sebagian kecil. Pembagian penerimaan pajak pusat pemerintah daerah merupakan contoh penerapan desentralisasi fiskal di Indonesia.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

STUDI FENOMENOLOGIS TERHADAP PENURUNAN REALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PEDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) TAHUN PAJAK 2014.

STUDI FENOMENOLOGIS TERHADAP PENURUNAN REALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PEDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) TAHUN PAJAK 2014.

Hasil penelitian ini diketahui pengetahuan Wajib Pajak tentang fungsI PBB-P2 sebagai sumber pendapatan APBD Kota Salatiga, dan pengetahuan tentang mekanisme pembayaran PBB-P2, serta pengetahuan tentang berapa tarif yang dibebankan pada tahun tersebut berikut dendanya jika menunggak sangatlah tinggi. Selain dari pengetahuan Wajib Pajak, pelayanan Yang diberikan petugas Pajak Kelurahan Bugel kepada Wajib Pajak PBB-P2 sangat baik. Apalagi untuk pengenaan sanksi denda berupa uang 2% dari tarif PBB-P2 terutangnya, sangat mempengaruhi terhadap ketaatan Wajib Pajak dalam membayar PBB-P2.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PAJAK BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR DAN PAJAK BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN

ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PAJAK BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR DAN PAJAK BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN

kendaraan alat berat, pajak kendaraan bermotor dan pajak air permukaan yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Hal itu dilakukan dengan menindak lanjuti regulasi yang dimaksud dalam cara untuk meningkatan pendapatan daerah Provinsi Sumatera Selatan selain PKB dan BBNKB, salah satu cara yang dilakukan saat ini adalah membentuk tim dilapangan khususnya UPTB (Unit Pelaksanaan Tugas Badan) yang tersebar di 17 Kab/Kota yang melaksanakan tugas pokok dan fungsinya untuk menagih pajak daerah (Metrosumatera,2017). Tidak hanya itu peningkatan pendapatan dari sektor pajak dapat dilakukan dengan cara memperbanyak mobil Samsat keliling dan terus berkoordinasi dengan UPTD Samsat yang ada dikabupaten/kota Sumatera Selatan, agar mempermudah masyarat dalam pembayaran pajak seperti yang diungkapkan oleh Marwan Fansuri sebagai kepala badan pendapatan daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumselupdate, 2017). Hal ini dilakukan pemerintah sebagai upaya untuk menggali dan meningkatkan potensi pajak asli daerah sumatera selatan terumana pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor. Berikut adalah realisasi penerimaan Pajak kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor tahun 2013-2017 di provinsi Sumatera Selatan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ANALISIS PERKEMBANGAN DAN PERBEDAAN PENERIMAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR SEBELUM DAN SESUDAH PENETAPAN PERATURAN DAERAH PROPINSI DIY NO. 1 TAHUN 2002

ANALISIS PERKEMBANGAN DAN PERBEDAAN PENERIMAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR SEBELUM DAN SESUDAH PENETAPAN PERATURAN DAERAH PROPINSI DIY NO. 1 TAHUN 2002

Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dari penetapan Peraturan Daerah Propinsi DIY No.1 Tahun 2002 terhadap realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Berrnotor, terbukti dengan terus meningkatnya rata-rata persentase penerimaan Pajak Kendaraan Berrnotor selama tiga tahun setelah penetapan peraturan daerah yaitu sebesar 135,68 %; dibandingkan dengan rata- rata tiga tahun sebelum penetapan peraturan daerah yaitu sebesar 119,45 %. Selisih rata- rata tiga tahun sebelum dan sesudah penetapan peraturan daerah adalah. sebesar 16,23 %. Dengan menggunakan taraf signifikan sebesar 5% diperoleh nilai t-hitung sebesar -3,433, sedangkan nilai t-tabel sebesar -2,776. karena t-hitung lebih besar dari t-tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi setelah penetapan Peraturan Daerah Propinsi DIY No.1 Tahun 2002 berpengaruh secara signifikan terhadap relisasi penerimaan Pajak Daerah dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK HOTEL TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (Studi di Pemerintah Daerah Kota Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK HOTEL TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (Studi di Pemerintah Daerah Kota Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Efektivitas adalah suatu keadaan yang terjadi sebagai akibat yang dikehendaki. Bila konsep efektivitas dikaitkan dengan pemungutan pajak, terutama penerimaan pajak hotel, maka efektivitas yang dimaksudkan adalah seberapa besar realisasi penerimaan pajak hotel berhasil mencapai potensi yang seharusnya dicapai pada suatu periode tertentu (Halim, 2004). Perhitungan efektivitas pajak hotel dapat dilihat dari perbandingan data berupa realisasi dengan potensi penerimaan pajak hotel. Potensi pajak hotel dihitung dari tarif pajak dikalikan total pendapatan hotel selama satu tahun dengan tingkat hunian ( accoupancy ) hotel mencapai 45% (sesuai ketetapan PHRI). Rasio efektivitas pajak hotel dianggap baik apabila rasio ini mencapai angka minimal 1 atau 100%. Dari perhitungan tersebut dilakukan intepretasi dengan menggunakan kriteria efektivitas pajak.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...