Return on Asset (ROA) dan Deposito Syariah

Top PDF Return on Asset (ROA) dan Deposito Syariah:

PENGARUH PENDAPATAN BANK, DANA PIHAK KETIGA (DPK), RETURN ON ASSET (ROA) TERHADAP BAGI HASIL DEPOSITO MUDHARABAH PADA BNI SYARIAH TAHUN 2012-2017 - UMBY repository

PENGARUH PENDAPATAN BANK, DANA PIHAK KETIGA (DPK), RETURN ON ASSET (ROA) TERHADAP BAGI HASIL DEPOSITO MUDHARABAH PADA BNI SYARIAH TAHUN 2012-2017 - UMBY repository

Eksistensi bank syariah sendiri di Indonesia secara formal telah dimulai sejak tahun 1992 dengan diberlakukannya UU No.7 tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 10 tahun 1998. Dalam Undang-Undang tersebut tertulis bahwa bank umum melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah (bank syariah) yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Undang-Undang tersebut memberi kebebasan kepada bank dalam menentukan jenis imbalan yang akan diberikan kepada nasabah, baik berupa bunga ataupun keuntungan bagi hasil, termasuk keleluasaan penentuan tingkat bunga sampai 0 (nol) dan merupakan hal baru dalam kerangka mekanisme sistem perbankan pada umumnya (Khasanah, 2012).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - Analisis pengaruh bopo, car, npf, fdr dan inflasi terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah dengan roa sebagai variabel moderasi pada bank umum syariah - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - Analisis pengaruh bopo, car, npf, fdr dan inflasi terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah dengan roa sebagai variabel moderasi pada bank umum syariah - Perbanas Institutional Repository

Penelitian ini meneliti tentang pengaruh non performing financing dan financing to deposit ratio terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah dengan return on asset sebagai variabel moderasi (studi kasus pada Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2011-2015). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa financing to deposit ratio (FDR) dan non performing financing (NPF) tidak berpengaruh terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah. Dan dari hasil pengujian return on asset mampu memoderasi pengaruh antara hubangan financing to deposit ratio (FDR) dan non performing financing (NPF), maka di dapatkan kesimpulan jika return on asset dapat sebagai moderator dan menjadi variabel bebas yang dapat mempengaruhi tingkat bagi hasil deposito mudharabah. Persamaan :
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Pengaruh Return on Asset, Biaya Operasional Pendapatan Operasional dan Non Performing Financing Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

Pengaruh Return on Asset, Biaya Operasional Pendapatan Operasional dan Non Performing Financing Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

LAMPIRAN Lampiran 1 Hasil perhitungan rasio Return on Asset ROA, Biaya Operasional Pendapatan Operasional BOPO, Non Performing Financing NPF dan Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudha[r]

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Return on Asset, Biaya Operasional Pendapatan Operasional dan Non Performing Financing Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

Pengaruh Return on Asset, Biaya Operasional Pendapatan Operasional dan Non Performing Financing Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

Mesra, 2014 .” Pengaruh Current Asset Ratio (CAR), Financing Debt Ratio (FDR), Non Performing Financing (NPF), Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Inflasi, Return on Asset (ROA), Suku Bunga terhadap Return Bagi hasil Deposito Mudharabah”.

4 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori. 1. Perbankan Syariah. - ANALISIS PENGARUH FDR, NPF, ROA, ROE, DAN DANA PIHAK KETIGA TERHADAP PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA PERBANKAN SYARIAH DIINDONESIA - repository perpustakaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori. 1. Perbankan Syariah. - ANALISIS PENGARUH FDR, NPF, ROA, ROE, DAN DANA PIHAK KETIGA TERHADAP PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA PERBANKAN SYARIAH DIINDONESIA - repository perpustakaan

Return on Equity (ROE) merupakan rasioyang menggambarkan keuntungan yang dapat diberikan kepada pemilik perusahaan atas modal yang sudah diinvestasikan. Semakin tinggi return on asset maka perusahaan mampu memberikan keuntungan lebih baik dibandingkan bila dan modal ditempatkan dalam bentuk tabungan atau deposito dibank.Hal ini didukung oleh penelitian prastanto (2013) dengan hasil penelitian yang menunjukan return on Equity (ROE) berpengaruh positif signifikan terhadap pembiayaan murabahah.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Return On Asset,Bopo Dan suku Bunga Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah Bank Umum Syariah

Pengaruh Return On Asset,Bopo Dan suku Bunga Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah Bank Umum Syariah

Kekuatan profitabilitas pada bank syariah di Indonesia sebagaimana yang diperlihatkan dalam rasio Return On Asset (ROA) ditentukan oleh kegiatan transformasi asset dari posisi pasiva khususnya dana pihak ketiga ke dalam aktiva produktif (Loanable funds) seperti pembiayaan atau investasi syariah yang memberikan keuntungan bagi bank. Kegiatan transportasi asset tersebut akan mempengaruhi bank syariah dalam memperoleh keuntungan usaha dalam setiap periode. Rasio Return On Asset (ROA) pada bank syariah di Indonesia dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Return on Asset, Biaya Operasional Pendapatan Operasional dan Non Performing Financing Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

Pengaruh Return on Asset, Biaya Operasional Pendapatan Operasional dan Non Performing Financing Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

perbankan syariah adalah deposito mudharabah. Dari tahun ke tahun deposito mudharabah ini pada perbankan syariah terus meningkat. Salah satu hal yang mempengaruhinya adalah tingkat bagi hasil yang diberikan kepada nasabah deposan yang lebih konvetitif terhadap bunga yang ditawarkan bank konvensional. Pada perkembangan saat ini ada indikasi dalam penetapannya return bagi hasil yang diterima pada nasabah deposan mengacu pada tingkat suku bunga bank konvensional. Tingginya tingkat bagi hasil yang ditawarkan perbankan syariah tidak terlepas dari besarnya permodalan, pembiayaan dan kualitas asset bank yang dapat dilihat dari tingkat Return on Asset (ROA),Biaya operasioanl pendapatan operasional (BOPO), dan Non Performing Financing (NPF).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH ROA, BOPO, FDR, CAR DAN NPF TERHADAP TINGKAT BAGI HASIL DEPOSITO MUDHARABAH PADA BANK UMUM SYARIAH INDONESIA TAHUN 2012-2016 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat

ANALISIS PENGARUH ROA, BOPO, FDR, CAR DAN NPF TERHADAP TINGKAT BAGI HASIL DEPOSITO MUDHARABAH PADA BANK UMUM SYARIAH INDONESIA TAHUN 2012-2016 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat

Rahmawaty dan Yudina (2015) dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh Return On Asset (ROA), Financing to Deposit Ratio (FDR) Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah pada Bank Umum Syariah. penelitian ini bertujuan untuk menguji baik secara simultan maupun parsial pengaruh ROA dan FDR terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah pada bank syariah yang tercatat di bank Indonesia dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan sampel penelitian ini berjumlah 35 observasi. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan tahunan bank yang dipublikasikan di situs resmi bank. Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linear berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) ROA dan FDR secara simultan berpengaruh terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabha. (2) ROA tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah. Hal ini dapat dilihat dari nilai ROA memiliki signifikansi sebesar 0,135 (13,5%) atau berada di atas taraf signifikan 0,05 (5%). (3) FDR tidak berpengaruh signifikan tehadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah. Hal ini dapat ditunjjukan dengan niliai signifikansi 0,12 (12,8%) atau berada di atas taraf signifikansi 0,05 (5%).
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Pengaruh Return on Asset, Biaya Operasional Pendapatan Operasional dan Non Performing Financing Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

Pengaruh Return on Asset, Biaya Operasional Pendapatan Operasional dan Non Performing Financing Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

Menurut Harahap (2011:305) menyatakan return on asset adalah rasio yang menggambarkan perputaran aktiva diukur dari total aktiva. Rasio ini semakin besar maka semakin baik, salah satu hal yang paling penting untuk melihat prospek dari suatu perusahaan dimasa yang akan datang dapat dilihat dari return on asset. Apabila rasio return on asset dari suatu perusahaan mengalami kenaikan maka kinerja perusahaan dianggap baik dan akan meningkatkan daya tarik investor untuk menanamkan modalnya diperusahaan tersebut secara otomatis harga saham perusahaan tersebut akan mengalami kenaikan, sebaliknya apabila rasio return on asset suatu perusahaan mengalami penurunan maka perusahaan tersebut akan dianggap mempunyai kinerja yang buruk oleh investor sehingga investor tidak akan menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Untuk melihat besarnya rasio return on asset dari suatu perusahaan dapat digunakan rumus sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Pengaruh Return on Asset, Biaya Operasional Pendapatan Operasional dan Non Performing Financing Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

Pengaruh Return on Asset, Biaya Operasional Pendapatan Operasional dan Non Performing Financing Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

Hasil penelitian ini secara simultan menunjukkan bahwa return on asset, biaya operasional pendapatan operasional, dan non performing financing mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah pada bank umum syariah di Indonesia. Hasil penelitian secara persial menunjukkan bahwa return on asset dan non performing financing mempunyai pengaruh negatif dan signifikan, sedangkan biaya operasional dan pendapatan operasional mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah pada bank umum syariah di Indonesia.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Return On Asset Biaya

Analisis Pengaruh Return On Asset Biaya

1. Return On Asset merupakan alat pengukur kinerja keuangan yang paling sering digunakan, karena dari rasio tersebut para pemegang kepentingan dapat mengukur keadaan perusahaan dan melihat sebaik apa perusahaan tersebut dapat menghasilkan laba dalam mengelola asetnya. Karena dapat berdampak pada kepercayaan investor dan para pemilik deposito pada perbankan tersebut. Oleh karena itu, disarankan bagi perbankan syariah agar selalu memanfaatkan aset yang dimiliki untuk menghasilkan keuntungan semaksimal mungkin sehingga dapat memberikan bagi hasil yang lebih baik untuk nasabahnya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Return on Asset, Biaya Operasional Pendapatan Operasional dan Non Performing Financing Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

Pengaruh Return on Asset, Biaya Operasional Pendapatan Operasional dan Non Performing Financing Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

Hasil penelitian ini secara simultan menunjukkan bahwa return on asset, biaya operasional pendapatan operasional, dan non performing financing mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah pada bank umum syariah di Indonesia. Hasil penelitian secara persial menunjukkan bahwa return on asset dan non performing financing mempunyai pengaruh negatif dan signifikan, sedangkan biaya operasional dan pendapatan operasional mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah pada bank umum syariah di Indonesia.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

DENGAN RETURN ON ASSET SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI KASUS PADA BANK UMUM SYARIAH) ARTIKEL ILMIAH

DENGAN RETURN ON ASSET SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI KASUS PADA BANK UMUM SYARIAH) ARTIKEL ILMIAH

Koefisien determinan ( ) mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen.Nilai koefisien determinan adalah antara nol dan satu. Nilai yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan varian variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-va- riabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Banyak peneliti menganjurkan untuk me- nggunakan nilai Adjusted pada saat mengevaluasi mana model regresi terbaik (Imam, 2011:97). Berdasarkan hasil pengujian tabel 4.16 menunjukkan nilai = 6,8% artinya non performing financing dan financing to deposit ratio se- cara silmutan dapat menjelaskan tingkat bagi hasil deposito mudharabah sebesar 6,8% sedangkan sisanya 93,2% dijelaskan oleh variabel lain diluar dari penelitian ini.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - Analisis rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan kebijakan dividen terhadap perubahan laba pada perusahaan food and beverage - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - Analisis rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan kebijakan dividen terhadap perubahan laba pada perusahaan food and beverage - Perbanas Institutional Repository

Efek Indonesia. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Current Ratio, Debt to Total Asset, Total Asset TurnOver, Return On Equity, Return On Asset, dan Gross Profit Margin. Sampel penelitian ini adalah 9 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini : Dari hasil perhitungan regresi linier berganda diketahui adanya pengaruh Current Ratio, Debt to Equity, Total Asset Turn Over, Return On Equity, Return On Asset Dan Gross Profit Margin terhadap perubahan laba karena koefisien regresi ≠ 0. Berdasarkan hasil uji F diketahui bahwa nilai sig < 0,05 sehingga dapat diambil simpulan bahwa rasio keuangan yang terdiri atas Current Ratio, Debt to Equity, Total Asset Turn Over, Return On Equity, Return On Asset, dan Gross Profit Marginsecara simultan berpengaruh terhadap perubahan laba. Dari hasil uji t diketahui bahwa variabel bebas Current Ratio, Return On Equity, dan Return On Asset secara parsial berpengaruh terhadap perubahan laba karena nilai sig < 0,05. Sedangkan variabel bebas Debt to Equity, Total Asset Turn Over, dan Gross Profit Margin secara parsial tidak berpengaruh terhadap perubahan laba karena nilai sig > 0,05.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - PENGARUH PEMBIAYAAN JUAL BELI, PEMBIAYAAN BAGI HASIL, NON PERFORMING FINANCING (NPF),FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR) DAN INFLASI TERHADAP PROFITABILITAS BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA - Unissula Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - PENGARUH PEMBIAYAAN JUAL BELI, PEMBIAYAAN BAGI HASIL, NON PERFORMING FINANCING (NPF),FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR) DAN INFLASI TERHADAP PROFITABILITAS BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA - Unissula Repository

Untuk rasio NPF seharusnya memberikan pengaruh negatif terhadap profitabilitas. Akan tetapi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio NPF justru berpengaruh positif terhadap ROA. Kemungkinan penjelasan yang dapat diberikan adalah return dari penyaluran dana selain pembiyaan seperti penempatan pada bank lain, investasi surat berharga, atau penyertaan mampu menutupi kerugian yang terjadi atas pembiyaan bermasalah, sehingga NPF seolah-olah berpengaruh positif tehadap ROA. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pembiayaan bagi hasil berpengaruh signifikan negatif terhadap profitabilitas yang diproksikan melalui Return on Asset (ROA) pada bank umum syariah di Indonesia. Pembiayaan bagi hasil seharusnya diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas bank syariah. Berpengaruh negatifnya pembiayaan bagi hasil ini mengindikasikan bahwa pembiyaan bagi hasil yang disalurkan masih belum produktif serta masih kurang diminatinya pembiayaan bagi hasil pada perbankan syariah.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Analisis Rasio Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan pada PT. Astra International Tbk yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Analisis Rasio Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan pada PT. Astra International Tbk yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Return on Asset ROA Tahun LabaBersih Total Aset Return on Asset ROA Standar Rata-Rata Industri Sumber : Data diolahdariLaporanKeuangan Audited PT.. Return on Equity ROE Tahu[r]

7 Baca lebih lajut

2.1 Definisi Variabel 2.1.1 Pengertian Current Ratio (CR) - PENGARUH CURRENT RATIO (CR), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), TOTAL ASSET TURNOVER (TATO) DANRETURN ON ASSET(ROA) TERHADAP PERUBAHAN LABA (Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Makanan dan Minuman yang Te

2.1 Definisi Variabel 2.1.1 Pengertian Current Ratio (CR) - PENGARUH CURRENT RATIO (CR), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), TOTAL ASSET TURNOVER (TATO) DANRETURN ON ASSET(ROA) TERHADAP PERUBAHAN LABA (Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Makanan dan Minuman yang Te

Pengertian Total asset turnover menurut Kasmir (2008:185) “ Total asset turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dar i setiap rupiah yang dihasilkan”. Dan juga p engertian Total asset turnover menurut Brigham (2001:75) “ Total asset turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva perusahaan, rasio ini dihitung dengan membagi penjualan dengan total aktiva. Sedangkan pengertian Total asset turnover menurut Lukman syamsuddin (2000:62) adalah:
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - ANALISIS PENGARUH FDR, BOPO, NPF DAN DPK TERHADAP PROFITABILITAS BANK UMUM SYARIAH (Pada Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun 2011-2013) - Perbanas Institutional Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - ANALISIS PENGARUH FDR, BOPO, NPF DAN DPK TERHADAP PROFITABILITAS BANK UMUM SYARIAH (Pada Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun 2011-2013) - Perbanas Institutional Repository

atau yang dalam istilah perbankan syariah Non Performing Financing (NPF) maka kinerja bank semakin buruk dan profitabilitasnya rendah. Non Performing Loan (NPL) yang diteliti Limpaphayom dan Polwitoon (2004), menunjukkan bahwa NPL, berpengaruh positif terhadap ROA. Hasil penelitian Limpaphayom dan Polwitoon (2004) bertentangan dengan penelitian yang dilakuakan Gelos (2006) yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan negatif NPL terhadap ROA.

8 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN SUKARELA DALAM LAPORAN TAHUNAN (STUDI PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN SUKARELA DALAM LAPORAN TAHUNAN (STUDI PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA)

 ISSN: 1978-1520 dilakukan oleh Bank Muamalat pada tahun 2013 sebesar 0,565, sedangkan pengungkapan terendah dilakukan oleh Bank Syariah Mandiri pada tahun 2010 yaitu 0,080. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa tingkat pengungkapan sukarela pada perbankan syariah belum mempunyai standar baku terkait pengungkapan sukarela. Oleh karena itu, tingkat pengungkapan sukarela setiap bank dan setiap tahun berbeda-beda. Manajemen memiliki beberapa pertimbangan dalam mengungkapkan informasi secara sukarela, salah satunya adalah faktor biaya dan manfaat. Manajer akan mengungkapkan informasi secara sukarela apabila manfaat yang diperoleh lebih besar dari biaya yang dikeluarkan (Suripto, 1999). 2. Kajian Teoritis Dan Pengembangan Hipote
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...