Return To Scale

Top PDF Return To Scale:

Analisis Produktivitas Dengan Menggunakan Fungsi Produksi Cobb-Douglas Dalam Menentukan Return To Scale Pada PT. Perkebunan Nusantara IV Sawit Langkat

Analisis Produktivitas Dengan Menggunakan Fungsi Produksi Cobb-Douglas Dalam Menentukan Return To Scale Pada PT. Perkebunan Nusantara IV Sawit Langkat

Persamaan Cobb Douglas Dengan menggunakan parameter-parameter yaitu koefisien intersep dan koefisien masing-masing variabel yang diperoleh dari perhitungan seperti yang ditunjukkan lam[r]

114 Baca lebih lajut

S PEK 1206062 Chapter3

S PEK 1206062 Chapter3

Dalam DEA terdapat metode non parametrik yang terbagi dalam dua bagian yaitu Constant return to scale (CRS) dan Variable Return to Scale (VRS). Model CRS mengasusmsikan bahwa rasio antara penambahan input dan output adalah sama. Artinya, jika ada tambahan input sebesar x kali,maka output akan meningkat sebesar x kali juga. Asumsi lain yang digunakan dalam model ini adalah bahwa setiap perusahaan atau unit pembuat keputusan (UPK) beroperasi pada skala yang optimal. Rumus dari Constant return to scale dapat dituliskan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

TECHNICAL EFFICIENCY OF WATERMELON FARMING IN BLAMBANGAN VILLAGE, MUNCAR SUB-DISTRICT, BANYUWANGI, EAST-JAVA, INDONESIA

TECHNICAL EFFICIENCY OF WATERMELON FARMING IN BLAMBANGAN VILLAGE, MUNCAR SUB-DISTRICT, BANYUWANGI, EAST-JAVA, INDONESIA

ABSTRACT: Small-scale farmers in Blambangan Village, Banyuwangi, East Java, Indonesia take risk decision in growing watermelon. Assuming that farmers are rational, they will be able to overcome many obstacles regarding the risky watermelon farming. However, in term of efficiency farmers have vary among them and this is the interested topic to be observed more. In line with this thought, this study has several objectives: (1) to analyze the level of technical efficiency of the use of factors of production in farming watermelons in the research area, and (2) to analyze the ratio between actual input and optimum input that should be used in the research area. The method used is Data Envelopment Analysis (DEA) approach. The value of technical efficiency in this study is based on input-oriented and measurement of technical efficiency use DEA VRS (Variable Return to Scale). The results show that the average technical efficiency of respondent farmers are equal to 0.901. There are 11 respondents in state of Constant Return to Scale (CRS), 8 respondents in state of Increasing Return to Scale (IRS), and 2 respondents in state of Decreasing Return to Scale (DRS). There slack for all inputs used.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH IRIGASI TEKNIS DAN TADAH HUJAN KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH IRIGASI TEKNIS DAN TADAH HUJAN KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

2. Secara teknis, penggunaan input pada usahatani padi sawah irigasi teknis dan tadah hujan belum efisien yaitu proses produksi berada pada daerah II (Constan return to scale) untuk irigasi teknis dan daerah I (Increasing return to scale) untuk tadah hujan, begitupun secara ekonomi penggunaan input juga tidak efisien, yaitu terlihat pada nisbah Nilai Produk Marjinal (NPMxi) dengan Biaya Korbanan marjinal (BKMxi/Pxi) masing-masing variabel tidak sama dengan satu.

13 Baca lebih lajut

ANALISIS SKALA EKONOMIS PADA INDUSTRI KERAJINAN TAS KULIT DI KOTA DENPASAR.

ANALISIS SKALA EKONOMIS PADA INDUSTRI KERAJINAN TAS KULIT DI KOTA DENPASAR.

Pada umumnya industri kerajinan tas kulit di kota Denpasar memiliki beberapa kendala antara lain industri sejenis berbasis modal kuat mendominasi dalam proses pemasaran dan proses produksi, persaingan usaha yang ketat serta pengunaan tenaga kerja yang belum optimal, sangat berpengaruh terhadap proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial modal dan tenaga kerja terhadap produksi industri kerajinan tas kulit di Kota Denpasar, serta mengetahui skala ekonomis dan sifat produksi industri kerajinan tas kulit di Kota Denpasar, dengan teknik analisis linier linear berganda yang di transformasikan dengan model Cobb-Douglass. Penelitian ini menggunakan sebanyak 67 pengusaha sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan maupun parsial, tenaga kerja dan modal berpengaruh signifikan terhadap industri kerajinan tas kulit (p <0,05). Skala ekonomis industri kerajinan tas kulit di Kota Denpasar adalah Increasing Return To Scale dengan jumlah koefisien regresi sebesar 1,484. Sifat produksi industri kerajinan tas kulit di Kota Denpasar adalah padat karya di tunjukan oleh koefisien regresi tenaga kerja lebih besar dari modal.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

TAP.COM -   ANALISIS USAHATANI UBI KAYU (MANIHOT ... - JURNAL UMSU 343 409 1 PB

TAP.COM - ANALISIS USAHATANI UBI KAYU (MANIHOT ... - JURNAL UMSU 343 409 1 PB

Dari fungsi Cobb Douglass diperoleh nilai elastisitas total sebesar 1,06 > 1 yang berarti bahwa pendapatan petani ubi kayu berada dalam keadaan increasing return to scale atau cenderung [r]

8 Baca lebih lajut

S PEM 1001632 Chapter3

S PEM 1001632 Chapter3

Return to Scale (RTS) adalah suatu ciri dari fungsi produksi yang menunjukkan hubungan antara perbandingan perubahan semua input (dengan skala perubahan yang sama) terhadap perubahan Output yang diakibatkannya. Terdapat tiga kondisi keadaan Return To Scale ini, yaitu (Soekartawi, 1994: 42) : 1. Decreasing Returns to Scale , bila ∑bi < 1. K ondisi berarti bahwa proporsi

15 Baca lebih lajut

ANALISIS PRODUKSI DAN PROSPEK PENGEMBANGAN BUDIDAYA TEMBAKAU BAWAH

ANALISIS PRODUKSI DAN PROSPEK PENGEMBANGAN BUDIDAYA TEMBAKAU BAWAH

memberikan pengaruh secara nyata, sedangkan variabel tenaga kerja berpengaruh secara nyata terhadap budidaya TBN. Budidaya berada pada kondisi decreasing return to scale dengan nilai elastisitas input usahatani 0.95 atau berada pada daerah rasional. Budidaya TBN di PTPN X Kebun Ajong Gayasan Jember belum mencapai kapasitas maksimumnya karena efisien secara teknis tetapi tidak dan belum efisien secara ekonomis.

11 Baca lebih lajut

Pineapple Chips Business Efficiency Analysis In Kampar Regency Riau Province Using Data Envelopment Analysis (DEA) Method | Oktari | Agro Ekonomi 22985 68925 1 PB

Pineapple Chips Business Efficiency Analysis In Kampar Regency Riau Province Using Data Envelopment Analysis (DEA) Method | Oktari | Agro Ekonomi 22985 68925 1 PB

Pineapple chips is a processed product made of pineapple produced in Kampar Regency. Eficient pineapple chips processing will produce both an added value and high proit. The purpose of this research was to determine the level of relative eficiency of pineapple chips business in Kampar Regency in Riau Province. The level of eficiency achieved is a relection of the quality of good performance. This research used Data Envelopment Analysis (DEA) method to measure the level of eficiency. An analysis using Data Envelopment Analysis (DEA) method with Constant Return to Scale (CRS) assumption through input oriented approach was done to understand the levels of the pineapple chips producers relative eficiency. The research result showed that Most of the pineapple chips producers in Kampar Regency had not been eficient in relative terms, in which from the total of 21 pineapple chips producers, 8 producers were eficient (38,10%) and 13 producers had not been eficient (61,90%). The eficient producers should be a reference for ineficient producer in using inputs. By referring to the eficient producers, it is expected that the ineficient producers could use the input optimally so that the processing pineapple chips business could reach an eficient condition. Keywords: Data Envelopment Analysis, Pineapple Chips, Relative Eficiency
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Analisis Fungsi Produksi Tanaman Kedelai di Pulau Jawa Tahun 2010

Analisis Fungsi Produksi Tanaman Kedelai di Pulau Jawa Tahun 2010

Pertanian tanaman kedelai di pulau Jawa berada dalam skala usaha increasing return to scale, yang berarti setiap penambahan input secara keseluruhan sebesar satu persen diperkirakan aka[r]

156 Baca lebih lajut

EFISIENSI TEKNIK PERBANKAN INDONESIA PASCAKRISIS EKONOMI: SEBUAH STUDI EMPIRIS PENERAPAN MODEL DEA

EFISIENSI TEKNIK PERBANKAN INDONESIA PASCAKRISIS EKONOMI: SEBUAH STUDI EMPIRIS PENERAPAN MODEL DEA

Hasil Perhitungan Efisiensi Perbankan dengan Metode Constant Return to Scale Hasil analisis dengan metode constant return to scale menunjukkan bahwa pada tahun 2000 bank yang memiliki efisiensi paling kecil adalah Bank Pembangunan Daerah DKI atau yang lebih dikenal dengan bank DKI yaitu sebesar 12,86 persen (lihat tabel 3). Sementara bank yang sudah mencapai efisiensi 100 persen ada 5 bank yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), bank mandiri, BCA, bank danamon dan bank jabar. Inefisiensi bank DKI ini disebabkan oleh alokasi input yang kurang maksimal untuk memperoleh output. Variabel yang belum dialokasikan maksimal adalah aktiva yang masih menca- pai 7,3 persen dan harus ditingkatkan peng- gunaan inputnya sebesar 92,7 persen. Pada aktiva ini terjadi pemborosan aset karena target efisiensi seharusnya 4.542.969.9 ribu namun dialokasikan sebesar 62159479.0 ribu. Penggunaan tenaga kerja juga demi- kian. Seharusnya bank Jabar mempekarjakan 116 karyawan, namun yang terjadi jumlah
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Analisis Efisiensi Perbankan Syariah Di Indonesia Pascakrisis Finansial Global 2008 Dengan Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA)

Analisis Efisiensi Perbankan Syariah Di Indonesia Pascakrisis Finansial Global 2008 Dengan Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA)

Pengukuran efisiensi pada perbankan syariah dengan metode DEA dan asumsi constant return to scale, serta pendekatan intermediasi dalam penggunaan variabel, memberikan suatu kesimpulan bahwa pada BUS hanya ada satu bank yang mencapai efisiensi 100% secara konsisten mulai tahun 2010-2014, yaitu Bank Maybank Syariah, dan terdapat satu bank yang tidak pernah mencapai efisiensi sempurna yaitu Bank Rakyat Indonesia Syariah, sementara tingkat efisiensi pada sembilan bank yang lain mengalami fluktuasi. Fenomena menarik juga terjadi pada UUS, terdapat satu bank yang mencapai efisiensi sempurna secara istikamah yaitu Bank Permata, dan dua bank yang selalu inefisien yaitu Bank Danamon dan BPD Riau, sementara gejolak efisiensi juga dialami pada sembilan UUS yang lain. Nilai efisiensi yang ditemukan juga menunjukkan bahwa secara umum perbankan syariah di Indonesia tidak terpengaruh imbas krisis suprime mortgage 2008.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

isprs archives XLI B2 139 2016

isprs archives XLI B2 139 2016

Existing studies mostly focus on matching of features at identical or similar scales and use characteristics of features as criteria. However, feature characteristics are much different in multi-scale representations, which makes existing methods inapplicable. In this paper, we propose a matching method based on ARG, the feature characteristics and relations between features are exploited as constraints to improve accuracy. The experiments demonstrate that this method is able to deal with complex situations such as one-many, many-many and is applicable to multi-scale representations.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pain Monitor And Recorder.

Pain Monitor And Recorder.

The scope of this project is to measure and record the pain level of the patient. However, the measuring process require the patient themself to insert the input. This process is inserted manually since the patient knows better about what type of pain that they are facing. The recording process will take place after the pain monitor receives the data. The process of measuring, recording and displaying the data gathered from the patient is not the same as the existing pain tools. Therefore the scope of the project to explain the measuring, recording and displaying process. The component are use as follow:-
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Hamilton Anxiety Scale dan Death Anxiety Scale

Hamilton Anxiety Scale dan Death Anxiety Scale

Bagian – bagian buku yang digunakan dalam bibliotherapi kali ini adalah: Bagian I: Membantu Dokter Mendiagnosis Penyakit; Penyakit Sering Kali Tidak Berdiri Sendiri; Pengaruh Kebahagiaa[r]

45 Baca lebih lajut

04 Pengukuran dan penskalaan

04 Pengukuran dan penskalaan

consumer is asked to sample two different products and select the one with the most appealing taste. The test is done in private and a minimum of 1,000 responses is considered an adequate sample. A blind taste test for a soft drink, where imagery, self-perception and brand reputation are very important

28 Baca lebih lajut

Directory UMM :Data Elmu:jurnal:E:Ecological Economics:Vol32.Issue2.Feb2000:

Directory UMM :Data Elmu:jurnal:E:Ecological Economics:Vol32.Issue2.Feb2000:

Scale is most overtly addressed by micro- economists interested in the question of economies of scale and optimization problems. Economies of scale (or increasing returns to scale) refer to the phenomena in which an increase of inputs within some range results in more than proportional increase of outputs (Samuelson, 1973[1955], p. 28). The quantity or magnitude of objects in both the input and output streams of a productive process represents certain levels of the process. Many propositions found in economics are expressed in terms of the relationship between the level of inputs and outputs, followed by sug- gestions on how to make decisions that optimize results. The law of diminishing returns refers to the diminishing amount of extra output that re- sults when the quantity of an input factor is successively increased (while other factors are fixed). The law of increasing costs refers to the ever-increasing amount of the other good that should be sacrificed in order to obtain equal extra amount of one good (ibid.: 25 – 29). The optimal combination of inputs is a combination of input factors that minimizes the cost of a given amount of output and is achieved by equalizing marginal productivity of every input factor. The optimum population for a society is the size of population that maximizes per capita income for given re- sources and technology of the society (Mc- Connell, 1969, p. 352).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Slide PSI 303 Kuliah VIII Tes Intelegensi Individual

Slide PSI 303 Kuliah VIII Tes Intelegensi Individual

 Menyelesaikan verbal scale terlebih dahulu  Kemudian menyelesaikan performance scale Bergantian menyelesaikan verbal scale dengan performance scale untuk menghindari kebosana[r]

13 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL INDEKS GANDA DALAM MENENTUKAN PRIORITAS PORTOFOLIO Pada Saham LQ-45 Yang Tercatat di Bursa Efek Jakarta

PENERAPAN MODEL INDEKS GANDA DALAM MENENTUKAN PRIORITAS PORTOFOLIO Pada Saham LQ-45 Yang Tercatat di Bursa Efek Jakarta

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Indeks ganda dalam menentukan return ekspektasi, variance dan covariance yang akan membentuk suatu prioritas portofolio sedang Model Indeks Tunggal digunakan untuk menghitung portofolkio yang optimal periode Februari 2003- Januari 2005. dengan menghitung :

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...