Ronggeng Dukuh Paruk

Top PDF Ronggeng Dukuh Paruk:

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH  ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) Stuktur yang membangun dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan novel Sintren karya Dining Widya Yudhistira , (2) Mendeskripsikan aspek gender yang terdapat dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dan novel Sintren karya Dianing Widya Yudhistira menggunakan kajian interteks

10 Baca lebih lajut

TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI (Tinjauan Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan)

TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI (Tinjauan Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan)

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) menjelaskan struktur novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dengan Tinjauan Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan dapat memberikan gambaran bagi guru ketika membimbing siswa untuk menganalisis novel tersebut; 2) mendeskripsikan nilai pendidikannovel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari (Tinjauan Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan)untuk memperoleh pengetahuan tentang nilai-nilai pendidikan; 3) menjelaskan latar belakang sosial budaya novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk untuk memperoleh kemudahan dalam mengapresiasi karya sastra; 4) menjelaskan relevansi struktur dan tinjauan sosiologi sastra dalam Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk dengan pembelajaran sastra Indonesia untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan di bidang sastra.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

 BAB I   Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

BAB I Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

Salah satu novel yang memiliki konflik yang menarik yaitu trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Psikologi sastra adalah analisis teks dengan mempertimbangkan relevansi dan peranan studi psikologis (Ratna, 2013:350). Dengan memusatkan perhatian pada tokoh utama, maka dapat dianalisis konflik batin yang bertentangan dengan psikologis. Dalam novel ini Ahmad Tohari menggambarkan seorang wanita yang dijadikan sebagai ronggeng. Saat akan dilaksanakannya malam buka klambu, si ronggeng atau Srintil tidak ingin menyerahkan kehormatannya kepada laki- laki lain kecuali Rasus. Akan tetapi awal pertama kali Rasus tidak mau. Sejak saat inilah timbul konflik-konflik baru yang salah satunya Srintil tidak ingin melayani laki-laki lain selain Rasus karena dia menginginkan sebuah pernikahan dan mempunyai seorang anak.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KAJIAN STILISTIKA ASPEK BAHASA FIGURATIF NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

KAJIAN STILISTIKA ASPEK BAHASA FIGURATIF NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

Novel Ronggeng Dukuh Paruk (RDP) karya Ahmad Tohari dipandang oleh para pengamat sastra sebagai salah satu fiksi Indo- nesia mutakhir yang memenuhi kriteria sastra literer dalam teori Hugh (dalam Aminuddin, 1990: 45). Kriteria itu adalah (1) relevansi nilai- nilai eksistensi manusia yang terdeskripsikan melalui jalan seni, imajinasi, dan rekaan yang membentuk kesatuan yang utuh, selaras, serta memiliki kepaduan dalam pencapaian tujuan tertentu (integrity, harmony, dan unity); (2) daya ungkap, keluasan, dan daya pukau yang disajikan lewat bentuk (texture) serta penataan unsur-unsur kebahasaan dan struktur verbalnya (adanya consonantia dan klaritas). Struktur novel dengan segala sesuatu yang dikomunikasikan, menurut Fowler (1977: 3), selalu dikontrol langsung oleh manipulasi bahasa pengarang. Demi efektivitas pengung- kapan, bahasa sastra disiasati, dimanipulasi, dieksploitasi, dan diberdayakan sedemikian rupa melalui stilistika. Oleh karena itu, bahasa karya sastra memiliki kekhasan yang berbeda dengan karya nonsastra (Wellek dan Warren, 1989: 15). Kekhasan bahasa sastra adalah penuh ambiguitas dan memiliki kategori- kategori yang tidak beraturan dan terkadang tidak rasional, asosiatif, konotatif, dan mengacu pada teks lain atau karya sastra yang lahir sebelumnya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK  Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

The study has two aims. First, it is describing the diction in the novel Ronggeng Dukuh Paruk (RDP) by Ahmad Tohari: Stylistic Analysis. Second, Its to describe relevancy with the Indonesian Instructional Material of Senior High School. It used a qualitative-descriptive method. Its object was the diction of the novel and its relevancy with the Indonesian instructional material of Senior. The data included the diction of the novel. Similarly, the standardized and basic competencies (SKKD) of the Indonesian course of Senior High School in relevancy with the diction. The data gathering employed a referential technique. The data analysis applied an intralingua method with the HBSP technique, semiotic model, including heuristic and hermeneutic, and comparative analysis. The findings of the study show that the diction of the novel could be grouped into eight words: connotative, concrete, addressing, proper name, borrowing, natural reality, Javanese imperative, Javanese vocabulary. The connotative word was the most dominant. The relevancy of the diction with the SKKD of the Indonesian course was stated in KD 7.2: the students analyze the intrinsic and extrinsic structures of the Indonesian / translated novel and KD 5.2, the students explain the intrinsic structures of the novel. The relevancy could be for a reference to Indonesian instructional materials of Senior High School.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISIS FEMINISME RADIKAL NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI MAWADDAH MUS Universitas Cokroaminoto Palopo mawaddahgmail.com Abstrak - Tidak berjudul

ANALISIS FEMINISME RADIKAL NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI MAWADDAH MUS Universitas Cokroaminoto Palopo mawaddahgmail.com Abstrak - Tidak berjudul

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur feminisme radikal yang terdapat pada teks-teks di dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Deskriptif analisis merupakan metode yang mendeskripsikan fakta-fakta dan kemudian disusul dengan analisisnya. Fakta- fakta yang dideskripsikan berupa teks feminis yang terdapat pada novel Ronggeng Dukuh Paruk secara logis. Bentuk feminisme tersebut dianalisis melalui aspek gender. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat unsur feminisme radikal dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk yang ditinjau dari aspek ketidakadilan gender, diantaranya: pertama, dari segi subordinasi yang dialami tokoh utama berupa tidak adanya kesempatan dalam memilih dan memutuskan jalan hidupnya. Kedua, stereotip yang dialami tokoh utama, menunjukkan bahwa posisi perempuan dianggap rendah karena pemberian label negatif dari masyarakat terutama kaum laki-laki. Ketiga, tindakan kekerasan yang dialami tokoh utama berupa kekerasan fisik, pelecehan seksual, pelacuran, kekerasan verbal, dan kekerasan terselubung. Keempat, beban ganda yang tergambar pada novel menunjukkan bahwa posisi perempuan tidak hanya bertanggung jawab dalam satu peran, melainkan menjalani peran lebih dari satu dalam kehidupannya. Kelima, dari segi eksploitasi ekonomi dialami tokoh utama sejak kecil untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan masyarakat Dukuh Paruk. Keenam, ketidakadilan gender di lingkungan sosial yang dialami tokoh utama berupa pembatasan peran dan pengucilan dari masyarakat.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Ronggeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA

Ronggeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan ronggeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari yang diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan objektif sastra. Pendekatan objektif analisis ini menitikberatkan pada kebudayaan dan kepercayaan masyarakat terhadap ronggeng dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk sebagai kajian penelitian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa permasalahan ronggeng dalam kebudayaan Banyumas yang terdapat dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk meliputi: 1) fungsi ronggeng sebagai kesenian, meliputi: fungsi upacara ritual, hiburan, dan pertunjukan. 2) syarat-syarat menjadi ronggeng dalam kebudayaan Banyumas yang meliputi: masuknya indang arwah Ki Secamenggala, upacara pemandian di depan makam Ki Secamenggala, dan upacara bukak- klambu. 3) fungsi penari ronggeng di kebudayaan Banyumas, meliputi: penari, penghibur, dan pembawa keberkahan. 4) pandangan masyarakat terhadap ronggeng, dalam masyarakat Dukuh Paruk, ronggeng dianggap sebagai milik umum, pembawa keberkahan, dan simbol Dukuh Paruk. Namun, di luar masyarakat Dukuh Paruk ronggeng dianggap sebagai penghibur, pelacur, dan sundal. Dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, novel Ronggeng Dukuh Paruk dapat digunakan sebagai materi agar peserta didik dapat membangun karakter, kritis, menghargai dan menghormati sesama manusia, bertanggung jawab dan dapat memahami serta menyikapi nilai budaya dan nilai moral yang disampaikan dengan jelas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

Ronngeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA “suatu tinjauan objektif”

Ronngeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA “suatu tinjauan objektif”

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan ronggeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari yang diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan objektif sastra. Pendekatan objektif analisis ini menitikberatkan pada kebudayaan dan kepercayaan masyarakat terhadap ronggeng dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk sebagai kajian penelitian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa permasalahan ronggeng dalam kebudayaan Banyumas yang terdapat dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk meliputi: 1) fungsi ronggeng sebagai kesenian, meliputi: fungsi upacara ritual, hiburan, dan pertunjukan. 2) syarat-syarat menjadi ronggeng dalam kebudayaan Banyumas yang meliputi: masuknya indang arwah Ki Secamenggala, upacara pemandian di depan makam Ki Secamenggala, dan upacara bukak- klambu. 3) fungsi penari ronggeng di kebudayaan Banyumas, meliputi: penari, penghibur, dan pembawa keberkahan. 4) pandangan masyarakat terhadap ronggeng, dalam masyarakat Dukuh Paruk, ronggeng dianggap sebagai milik umum, pembawa keberkahan, dan simbol Dukuh Paruk. Namun, di luar masyarakat Dukuh Paruk ronggeng dianggap sebagai penghibur, pelacur, dan sundal. Dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, novel Ronggeng Dukuh Paruk dapat digunakan sebagai materi agar peserta didik dapat membangun karakter, kritis, menghargai dan menghormati sesama manusia, bertanggung jawab dan dapat memahami serta menyikapi nilai budaya dan nilai moral yang disampaikan dengan jelas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

View of DIKSI SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

View of DIKSI SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

Abstract: This study was conducted with the aim to describe the meaning of sexuality diction contained in the trilogy novel of Ronggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari. Data were collected by using a technique of library, seeing and recording. The collected data was then analyzed using flow analysis consisting of three flow of activities occured simultaneously, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that there are 11 (eleven) diction concerning sexuality in the trilogy novel of Ronggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari, namely (a) bukak-klambu, (b) virginitas, (c) tonggak sejarah biologis, (d) mucikari atau induk semang, (e) dengus napas lembu jantan, (f) sundal/persundalan, (g) lingga, (h) rajasinga, (i) gendak, (j) pacak gulu, and (k) gowok.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

RONGGENG DUKUH PARUK AHMAD TOH ARI SEBAG

RONGGENG DUKUH PARUK AHMAD TOH ARI SEBAG

Agaknya kondisi-kondisi untuk mengungkap dan mengakui kebenaran sejarah kini sudah terpenuhi. Waktu sudah mencairkan emosi, kedewasaan sikap dan kejujuran sudah kita miliki sebagai bangsa. Di tahun 2003 ini, dalam suasana dan semangat reformasi yang mudah- mudahan masih terasa, kembali novel Ronggeng Dukuh Paruk diterbitkan dalam edisinya yang lengkap. Trilogi itu: Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dinihari, dan Jentera Bianglala, kini diterbitkan dalam sebuah buku saja yang diberi judul Ronggeng Dukuh Paruk. Yang menarik perhatian adalah, dalam terbitannya yang baru, novel ini sudah dilengkapi dengan bagian-bagian yang selama 22 tahun belakangan ini tersensor. Semuanya kini tersajikan dalam sebuah edisi yang utuh, yang tentu saja memungkinkan pembaca menangkap dan memahaminya dengan lebih utuh.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ronggeng dukuh paruk

ronggeng dukuh paruk

Aku berdiri di bagian depan. Seandainya ada orang Dukuh Paruk mampu berbicara masalah apresiasi, maka alangkah baik bila diadakan pengukuran. Apresiasi siapakah yang paling dalam atas pertunjukan ronggeng Srintil di pekuburan itu. Secara angkuh aku dapat memastikan apresiasikulah yang paling dalam. Aku bukan hanya sekedar melihat Srintil meronggeng, melenggang lenggok dan bertembang. Aku tidak hanya mendengar keserasian bunyi calung, gendang dan gong tiup yang menghasilkan irama indah. Juga aku bukan hanya terkesan oleh lentuk leher Srintil, goyang pundaknya atau lentik jemarinya. Lebih dari itu. Karena aku melihat Srintil lebih daripada seorang perawan kecil yang menjadi ronggeng. Pada saat seperti itu kerinduanku akan kehadiran Emak terobati. Pada saat seperti itu hilang angan-angan apakah Emak melarikan diri bersama mantri itu. Atau mati dan mayatnya dicincang-cincang. Yang memenuhi jiwaku adalah kenyataan Srintil sedang menari,
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Ronggeng Dukuh Paruk : Perjuangan Perempuan Subaltern Melawan Dominasi Patriarki cover

Ronggeng Dukuh Paruk : Perjuangan Perempuan Subaltern Melawan Dominasi Patriarki cover

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat, karunia dan ridha-Nya, sehingga penyusunan tesis yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk: Perjuangan Perempuan Subaltern Melawan Dominasi Patriarki dapat terselesaikan. Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada: Dra. Sri Kusumo Habsari, M.Hum., Ph.D dan Sahid Teguh Widodo, S.S., M.Hum., Ph.D yang telah sabar memberikan arahan, petunjuk, dan bimbingan dalam proses penyusunan tesis hingga terwujud.

9 Baca lebih lajut

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

Salah satu novelis besar di Indonesia adalah Ahmad Tohari. Namanya melejit lewat novel berjudul Ronggeng Dukuh Paruk. Dia dilahirkan di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah pada tanggal 13 Juni 1948. Pendidikan terakhirnya adalah di tingkat SMA. Cerpennya berjudul “Jasa-jasa buat Sanwirya” mendapat Hadiah Hiburan Sayembara Kincir Emas 1975 yang diselenggarakan Radio Nederland Wereldomroep. Novelnya Di Kaki Bukit Cibalak (1986) mendapat salah satu hadiah Sayembara Penulisan Roman DKJ 1979. Novel Kubah (1980) dan Jantera Bianglala (1986) meraih hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P&K. Novel lainnya berjudul Lintang Kemukus Dini Hari (1986), Bekisar Merah (1993), dan Lingkar Tanah Lingkar Air (1995). Selain itu, beberapa kumpulan cerpen juga telah dihasilkannya, yakni Senyum Karyamin (1989) dan Nyanyian Malam (2000). Pada tahun 1995, dia menerima Hadiah Sastra ASEAN.
Baca lebih lanjut

178 Baca lebih lajut

MAJAS NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN IMPLEMENTASINYA  Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

MAJAS NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN IMPLEMENTASINYA Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

Pelukisan indah terbaca pada data (2), majas personifikasi terlihat pada “tetes embun menimbulkan suara desahan-desahan musik serempak” suasana pagi tampak di segala pepohonan terdapat embun yang secara bergantian menetes, dengan demikian menimbulkan suara-suara bagai musik yang serempak. Tohari menggambarkan kehidupan Dukuh Paruk yang masih alami sama sekali belum tersetuh teknologi modern, setiap pagi hanya dihiasi, dihibur oleh suara musik dari tetes- tetes embun yang berjatuhan dari atas pohon. Pelukisan majas personifikasi terlihat pada data (3), “sedang dipagelarkan merdunya harmoni alam”. Tohari melukiskan sebuah pohon dengan daunnya yang tampak subur, rimbun, segar sehingga terlihat indah dan asri serta selaras dengan alam. Sehingga membentuk majas personifikasi yang indah, dan tercipta suatu kesan yang tidak bosan untuk dibaca.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

DAFTAR PUSTAKA Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Fathurohman, Irfai. 2011. “Aspek Citraan dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika dan Implementasi dalam Pembelajaran Sastra di SMK Tamansiswa Banjarnegara”. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.

4 Baca lebih lajut

Utilitas Bahasa Dalam Mengkonstruksi Hegemoni Kekuasaan Pada Novel Ronggeng Dukuh Paruk: Perspektif Antropologi Linguistik

Utilitas Bahasa Dalam Mengkonstruksi Hegemoni Kekuasaan Pada Novel Ronggeng Dukuh Paruk: Perspektif Antropologi Linguistik

Hegemoni tidaklah menjadi ranah kehidupan sosial kemasyarakatan tetapi telah memasuki wilayah sastra sebagaimana yang terdapat dalam Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Ketiga novel tersebut yakni Ronggeng Dukuh Paruk (RDP), Lintang Kemukus Dini Hari (LKDH), serta Jantera Bianglala (JB). Dalam novel tersebut diungkapkan kehidupan ronggeng beserta persoalannya dikemas secara terpadu dan menarik. Berbagai fenomena kehidupan tentang masyarakat Dukuh Paruk beserta tatanan sosial yang dihadirkan menarik untuk dikaji secara komprehensif. Secara keseluruhan berikut ini akan dibahas bagaimana beroperasinya hegemoni kekuasaan yang diungkapkan melalui teks dengan sistem penanda bahasa yang digunakan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Menggali Kearifan Lokal pada Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

Menggali Kearifan Lokal pada Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

Dalam kesempatan Tohari menonton kesenian ronggeng, sang ronggeng menari dengan sensual, dengan tubuh indah dan goyang pinggulnya yang membuat para penonton naik birahi. Ketika itu dua pejabat dan seorang ustadz di sebelahnya menundukkan muka, tidak mau melihat ronggeng tersebut karena menurut mereka aib menonton hal itu. Namun, Tohari asyik- asyik saja melihat semua itu. Ketika ditanya, mengapa asyik saja menonton? Tohari menjelaskan bahwa ―Mata harus dijaga dari maksiat‖ itu dalilnya jelas dan tak mengada -ada. Akan tetapi masalahnya ada dalil lain dari al-Quran untuk orang-orang khusus dan yang lain juga. Dalil lain yang juga sama-sama dalam al- Quran berbunyi, ―Apa pun yang Kaulihat di situlah wajah Tuhan.‖ Jadi, menurut Tohari, pada pantat ronggeng pun ada wajah Tuhan (http: annarnellis. blogs.friendster.com/arne/2007/2/ wajah_tuhan_di_html, diakses tanggal 10 Juni 2007). Data berikut ilustrasinya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

Leksia di atas digolongkan dalam kode pembacaan proaretik. Karena terdapat tindakan yang membuahkan dampak. Pada kalimat Tentara itu tak merasa salah ketika tangannya menggamit pantat Srintil. Tak diduganya Srintil membalas dengan tatapan mata amarah. Yang berarti walaupun para tentara dapat menyentuh tubuh Srintil membalas dengan tatapan amarah pada para tentara yang menggodanya dengan sesuka hati karena seorang ronggeng sudah pasti banyak disuka oleh para laki-laki. Pada leksia di atas maka menunjukkan adanya diskriminasi dalam bentuk pelecehan terhadap tokoh perempuan yaitu srintil, dengan mudahnya para laki-laki tentara tersebut menyentuh bagian tubuh srintil dengan sesuka hati didepan umum, seakan tak dihargai srintil sebenarnya tidak menyukainya dan tidak dapat melawan.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

Leksia di atas digolongkan dalam kode pembacaan proaretik. Karena terdapat tindakan yang membuahkan dampak. Pada kalimat Tentara itu tak merasa salah ketika tangannya menggamit pantat Srintil. Tak diduganya Srintil membalas dengan tatapan mata amarah. Yang berarti walaupun para tentara dapat menyentuh tubuh Srintil membalas dengan tatapan amarah pada para tentara yang menggodanya dengan sesuka hati karena seorang ronggeng sudah pasti banyak disuka oleh para laki-laki. Pada leksia di atas maka menunjukkan adanya diskriminasi dalam bentuk pelecehan terhadap tokoh perempuan yaitu srintil, dengan mudahnya para laki-laki tentara tersebut menyentuh bagian tubuh srintil dengan sesuka hati didepan umum, seakan tak dihargai srintil sebenarnya tidak menyukainya dan tidak dapat melawan.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

Perkembangan (kapitalisasi) sosial mengantarkan seni hiburan rakyat ini ‘dipaksakan hidup’ dengan imbalan. Upah pertunjukan dan tradisi saweran dalam pentas ronggeng telah menggeser makna dirinya yang bersifat ‘sakral’ menjadi ‘profan’. Masyarakat yang semula menggunakan ronggeng untuk upacara tasyakuran dan menambah kerukunan antarwarga mulai kehilangan keseimbangan kosmosnya. Ronggeng seolah menjadi lahan baru tempat sejumlah orang bisa mengais rezeki. Tak heran kalau banyak perempuan muda di desa mulai melirik belajar menari dan menyanyi untuk segera pentas ronggeng. Bahkan ketika grup-grup ronggeng mulai berdesakan dan kondisi ekonomi di pedesaan terasa kandas, banyak grup ronggeng yang melakukan migrasi ke kota untuk menjajakan kebolehannya dengan berkeliling.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Show all 857 documents...