Rotating Biological Contactor

Top PDF Rotating Biological Contactor:

Pengaruh Variasi Waktu Tinggal Terhadap Kadar BOD dan COD Limbah Tapioka dengan Metode Rotating Biological Contactor The Effect of Time Detention for COD and BOD Value of Cassava Flour Waste Water Using Rotating Biological Contactor Method

Pengaruh Variasi Waktu Tinggal Terhadap Kadar BOD dan COD Limbah Tapioka dengan Metode Rotating Biological Contactor The Effect of Time Detention for COD and BOD Value of Cassava Flour Waste Water Using Rotating Biological Contactor Method

Limbah cair tapioka memiliki karakteristik antara lain seperti mempunyai kenampakan keruh, berwarna keruh, berbau menyengat dan sedikit berbusa pada permukaannya serta kandungan glukosida sianogenik yang bersifat toxic . Metode dalam penelitian ini adalah deskripstif kuantitatif dimana alat pengolahan limbah yang digunakan adalah Rotating Biological Contactor untuk menurunkan kadar COD, BOD, TSS, dan meningkatkan nilai pH pada limbah cair tepung tapioka dengan variasi waktu tinggal antara 12, 24, 32 dan 48 jam dengan kecepatan putaran sebesar 100 rpm. Sementara waktu tinggal 24 jam yang pada penelitian terdahulu menunjukkan kadar nutrisi BOD sebesar 92.06%, TSS 94.56% dan pH meningkat 47.56%.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan waktu tinggal 48 jam, reaktor Rotating Biological Contactor terbukti dapat menurunkan kandungan CODsebesar 97.9%,BODturun sebesar 96.1%, TSS turun sebesar 89.63%dan peningkatan nilai pH sebesar 47.4% dan kondisi limbah belum diolah, dalam penelitian ini waktu tinggal 48 jam mempengaruhi nilai konsentrasi BOD dan COD dengan jumlah penurunan yang memenuhi baku mutu, dimana dengan waktu tinggal yang lebih lama maka kontak limbah dengan bakteri biofilm akan semakin lama sehingga memberikan efisiensi penurunan konsentrasi BOD dan COD.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT DENGAN PROSES ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT DENGAN PROSES ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC

Rotating Biological Contactor is biological wastewater treatment by using rotated discs which are turned around by axis with the certain speed. RBC has some advantages, for example the ease in operating, not require large area, some variations of parameter that could be controlled such as the speed of rotation disc, resirculation and detention time. The RBC reactor which was used in this study consisted of three stages. Each stage had 10 discs as the media for attaching the microbes. The laboratory scale RBC reactor was made of polyvinyl chlorid. The design was as follows : the diameter of disc : 0,2 m, the length of the reactor : 0,3 m, submerged disc : 40 % and the volume of each stage : 3,6 l. This reserched used aerobic reactor, it called RBC and the variations are rotating disc 4 rpm, 6 rpm, 8 rpm, 10 rpm and 12 rpm, and detention time (td)1 hours, 1.5 hours, 2 hours, 2.5 hours, and 3 hours. Sample for this research is wastewater from General Hospital Haji, Surabaya. The parameter are COD and TSS. The result in this research shows that variations which efective to remove COD, are in rotating disc 4 rpm with 3 hours of detention time at 91,74 %. The result in this research shows that variations which efective to remove TSS, are in rotating disc 4 rpm with 3 hours of detention time at 94,70 %.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Transfer Oksigen Fisik Berdasarkan Kekasaran Permukaan Dan Komponen Kecepatan Kontaktor Di Rotating Biological Contactor - ITS Repository

Transfer Oksigen Fisik Berdasarkan Kekasaran Permukaan Dan Komponen Kecepatan Kontaktor Di Rotating Biological Contactor - ITS Repository

Pada dekade terakhir, mulai dipikirkan memperluas permukaan media kontak. Pada penelitian sebelumnya, untuk memperluas media kontak, diameter disk dibuat besar. Tetapi berpengaruh pada cepat ausnya as sebagai penghubung disk dengan motor. Untuk itu pada dekade terakhir, mulai dikembangkan bahan dan bentuk media, yang bertujuan memperluas media kontak. Beberapa penelitian yang memodifikasi media kontak untuk diaplikasikan pada pengolahan limbah, yaitu berbentuk pipa (Kargi, 2001). bergelombang (Mba,D., 2003), packed cake RBC, (Sirianuntapiboon and Chuamkaew, 2007); rotating drum (Sima et al., 2012), net-like rotating biological contactor (NRBC) (Chen, 2007), permukaan disk bergerigi-berbelah (Hendrasarie et al., 2014). Modifikasi disk tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kinerja RBC. Hal ini dibuktikan dalam penelitian Hendrasarie et al. (2014), yang diaplikasikan pada limbah tahu, COD influen 637.52-2370 mg/l, didapat nilai Organic Surface Loading (OSL) sebesar 11.91 sampai dengan 47.33 g/m 2 ,hari (Kriteria dari Metcalf & Edy, 2004, 8-20 g/m 2 .hari). Nilai yang melebihi dari desain kriteria untuk disk bentuk datar. b. Kecepatan Putaran Disk ()
Baca lebih lanjut

182 Baca lebih lajut

Efektivitas Penurunan Konsentrasi Limbah Cair Industri Tapioka Dengan Metode Rotating Biological Contactor Effectivity in Decreasing Pollutant Consentration of Tapioca Industrial Liquid Waste with Rotating Biological Contactor Method

Efektivitas Penurunan Konsentrasi Limbah Cair Industri Tapioka Dengan Metode Rotating Biological Contactor Effectivity in Decreasing Pollutant Consentration of Tapioca Industrial Liquid Waste with Rotating Biological Contactor Method

Limbah cair tepung tapioka mempunyai kandungan bahan organik yang tinggi sehingga diperlukan proses pengolahan yang tepat sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menguraikan senyawa organik tersebut adalah dengan pengolahan biologi Rotating Biological Contactor (RBC). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besarnya penurunan kandungan Sianida, BOD, TSS dan pH limbah cair tepung tapioka dengan metode RBC pada kecepatan putaran cakram 50 dan 100 rpm. Kandungan awal BOD sebesar 1217 mgL -1 ,TSS sebesar 1126 mgL -1 , Sianida sebesar 0.28 mgL -1 dan pH sebesar 4.3. Nilai
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Perancangan IPAL Medis dengan Teknologi Anaerobic Filter dan Rotating Biological Contactor Di Rumah Sakit Kelas B Surabaya - ITS Repository

Perancangan IPAL Medis dengan Teknologi Anaerobic Filter dan Rotating Biological Contactor Di Rumah Sakit Kelas B Surabaya - ITS Repository

Limbah cair rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemar bagi lingkungan yang dapat memberi dampak negatif berupa gangguan terhadap kesehatan, kehidupan biotik sehingga harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Dalam kegiatan di rumah sakit kelas B menghasilkan limbah cair yang digolongkan sebagai limbah medis dan limbah non-medis atau domestik. Limbah cair medis berasal dari ruang operasi, laboraturium, dan radiologi gedung rumah sakit. Pada pengolahan air limbah di salah satu rumah sakit B belum dilakukan pemisahan antara pengolahan air limbah medis dan non medis. Limbah medis yang dihasilkan memiliki kandungan zat pencemar. Oleh karena itu diperlukan adanya unit pengolahan yang dapat mengolah air limbah medis yang dihasilkan oleh rumah sakit. Tujuan perencanaan kali ini adalah memperoleh desain rinci IPAL medis dengan proses Anaerobic Filter dan Rotating Biological Contactor di Rumah Sakit Kelas B, mendapatkan nilai Bill Of Quantity (BOQ) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan dan operasional masing masing IPAL, dan membandingkan perbandingan dua alternatif dari segi volume, efisiensi pengolahan, serta biaya konstruksi.
Baca lebih lanjut

169 Baca lebih lajut

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT DENGAN PROSES ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC.

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT DENGAN PROSES ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC.

Rotating Biological Contactor (RBC) adalah suatu proses perngolahan air limbah secara biologis yang terdiri atas cakram melingkar yang diputar oleh poros dengan kecepatan tertentu. RBC mempunyai beberapa keuntungan, antara lain mudah dioperasikan, mudah dalam perawatan, tidak membutuhkan banyak lahan, beberapa variasi parameter dapat di kontrol seperti kecepatan putar cakram, resirkulasi, dan waktu detensi. Reaktor RBC yang digunakan di dalam penelitian ini terdiri dari 3 bagian dan setiap bagian memilki piringan (cakram) sebagai media tempat menempel mikroba sebanyak 10 buah. RBC skala laboratorium terbuat dari polyvinylchloride. Rancangan RBC sebagai berikut : diameter piringan 0,2 m, piringan terendam sebesar 40 %, panjang reaktor 0,3 m dan volume setiap bagian 3,6 liter. Penelitian ini menggunakan reaktor aerobik yaitu RBC. Variasi yang digunakan adalah kecepatan putar cakram, yaitu 4 rpm,6 rpm, 8 rpm, 10 rpm dan 12 rpm dan waktu detensi (td) 1 jam, 1,5 jam, 2 jam, 2,5 jam, dan 3 jam. Sedangkan sampel yang digunakan limbah cair Rumah Sakit Umum (RSU) Haji, Surabaya. Parameter yang diteliti adalah COD dan TSS. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa variabel yang paling efektif dalam meremoval COD adalah dengan kecepatan putar cakram 4 rpm dengan waktu detensi 3 jam sebesar 91,74 %. Penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa variabel yang paling efektif dalam meremoval TSS adalah dengan kecepatan putar cakram 4 rpm dengan waktu detensi 3 jam sebesar 94,70 %.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR DISC DATAR DAN BALING-

ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR DISC DATAR DAN BALING-

The objective research is to determine the efficiency of the propeller disc and flat disc on waste water treatment with Rotating Biological Contactor method. This study varying the type of disc and disc rotational speed to reduce the content of BOD, COD, and TSS in tofu wastewater. Propeller disc may increase dissolved oxygen in the water compared to a flat disc and more reduce TSS in wastewater. However, reduction in BOD and COD is higher than the flat disc on the disc proprller because the turbulent motion from propeller in the reactor waste can release biofilm which is a microorganisms to degrade BOD, COD and TSS. Speed of 30 rpm is better than 80 rpm. Rapid rotation would reduce the biofilm efficiency. Waste treatment using Rotating Biological Contactor methods with flat disc and speed of 30 rpm for 6 hours result in an efficiency of 38.318%.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Perbandingan Desain Ipal Anaerobic Biofilter dengan Rotating Biological Contactor untuk Limbah Cair Tekstil di Surabaya

Perbandingan Desain Ipal Anaerobic Biofilter dengan Rotating Biological Contactor untuk Limbah Cair Tekstil di Surabaya

Sistem pengolahan IPAL menggunakan Anaerobic Biofilter memiliki kelebihan menyisihkan bahan organik yang tinggi, kebutuhan lahan yang relatif tidak besar, dan biaya operasi yang murah dibandingkan dengan sistem lumpur aktif atau tangki aerasi karena menggunakan proses aerasi [2]. Aerobic Rotating Biological Contactor juga memiliki kelebihan yang sama dengan anaerobic biofilter maka diperlukan perencanaan lebih lanjut untuk membandingkan kedua pengolahan ini. Pengolahan dengan aerobic pada limbah tekstil dapat menghlangkan kadar COD 39-51% sebesar dan kadar warna sebesar 20-42% [3].
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Rancangan Unit Instalasi Pengolahan Air Limbah dengan Pengolahan Biologis Attached Growth

Rancangan Unit Instalasi Pengolahan Air Limbah dengan Pengolahan Biologis Attached Growth

Alternatif pengolahan biologis kedua adalah rotating biological contactor (RBC). Pada studi kasus ini dibutuhkan enam tahap untuk mendapatkan BOD efluen sebesar 15 mg/L. RBC yang dirancang memiliki empat buah train dan menggunakan disk dengan jumlah shaft sebanyak 18 buah. Menurut Cortez et al. (2008), jenis media yang digunakan untuk air limbah PT. L adalah polietilen dengan nilai submergence 37% dan waktu retensi hidraulik (HRT) 16 jam. Penelitian yang dilakukan Friedler et al. (2005) menunjukkan bahwa efisiensi penyisihan TSS, COD, dan BOD untuk air limbah hasil pencucian adalah sebesar 63%, 71%, dan 89%. RBC pengolahan air limbah rumah potong hewan memiliki efiseiensi penyisihan BOD 24-53%, lemak 66-80%, dan TSS 62-73% (Mattal 2004).
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Flavour Industry Wastewater Management C (1)

Flavour Industry Wastewater Management C (1)

therefore the treatment has been carried out on the end-of pipe wastewater. The wastewater is characterized by high values of COD, BOD, TSS and Oil and grease 4646, 2298, 1790 and 626 mg/l respectively. Primary sedimentation of the wastewater for four hours reduced the COD, BOD, TSS and Oil and grease by 43, 47, 80 and 74%, respectively. For the treatment of the produced wastewater, the biological treatment process such as activated sludge, rotating biological contactor (RBC), up-flow anaerobic sludge bed reactor (UASB) have been selected. The results from each treatment process proved to be efficient for the treatment of such wastewater. The treated wastewater characteristics are in compliance with the Egyptian law which regulates the discharge of industrial wastewater to the sewerage system. The RBC was selected and installed by the factory as it has the advantage of low operating and maintenance costs. The factory RBC performance was monitored; characteristics of the treated effluent in terms of oil and grease, COD, BOD and TSS were 27, 362, 139 and 95 mg/l, respectively.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Flavour Industry Wastewater Management C (3)

Flavour Industry Wastewater Management C (3)

therefore the treatment has been carried out on the end-of pipe wastewater. The wastewater is characterized by high values of COD, BOD, TSS and Oil and grease 4646, 2298, 1790 and 626 mg/l respectively. Primary sedimentation of the wastewater for four hours reduced the COD, BOD, TSS and Oil and grease by 43, 47, 80 and 74%, respectively. For the treatment of the produced wastewater, the biological treatment process such as activated sludge, rotating biological contactor (RBC), up-flow anaerobic sludge bed reactor (UASB) have been selected. The results from each treatment process proved to be efficient for the treatment of such wastewater. The treated wastewater characteristics are in compliance with the Egyptian law which regulates the discharge of industrial wastewater to the sewerage system. The RBC was selected and installed by the factory as it has the advantage of low operating and maintenance costs. The factory RBC performance was monitored; characteristics of the treated effluent in terms of oil and grease, COD, BOD and TSS were 27, 362, 139 and 95 mg/l, respectively.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

OPTIMALISASI PENAMBAHAN OKSIGEN PADA ROTATING BIOLOGICAL CONTRACTOR (RBC) MEDIA BERGERIGI UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN ORGANIK LIMBAH TEMPE.

OPTIMALISASI PENAMBAHAN OKSIGEN PADA ROTATING BIOLOGICAL CONTRACTOR (RBC) MEDIA BERGERIGI UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN ORGANIK LIMBAH TEMPE.

Rotating Biological Contactor (RBC) bentuk media bergerigi merupakan suatu proses pengolahan limbah secara biologis, yang terdiri atas disc melingkar yang diputar oleh poros dengan kecepatan tertentu, untuk menurunkan parameter organik seperti COD atau BOD bahkan mampu menurunkan nitrat dan nitrit dengan sistem pertumbuhan mikroorganisme dengan cara melekat atau menempel. Dengan sistem pertumbuhan seperti ini maka lumpur yang dihasilkan tidak banyak jika dibandingkan dengan Activated Sludge (Lumpur aktif).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Studi Sistem Eksitasi Dengan Menggunakan Permanent Magnet Generator (Aplikasi Pada Generator Sinkron Di PLTD PT. Manunggal Wiratama)

Studi Sistem Eksitasi Dengan Menggunakan Permanent Magnet Generator (Aplikasi Pada Generator Sinkron Di PLTD PT. Manunggal Wiratama)

tegangan sehingga pengontrolan tegangan yang dihasilkan oleh rotating rectifier diatur oleh thyristor rectifier yang terdapat pada AVR MX321. Rotating Diodes ini terletak pada poros utama dan ikut berputar. Bagian utama dari rotating diodes ini adalah dioda silikon yang dipasang dengan kuat pada permukaan sebuah roda atau wheel berbentuk drum yang terbuat dari campuran baja berkekuatan tinggi. Rectifier wheel dipasang dengan kuat pada poros dan dapat menahan besarnya gaya rotasi dan torsi hubung singkat. Pada rangkaian penyearah gelombang penuh tiga fasa ini ada enam buah dioda yang digunakan dan dilengkapi dengan Surge Suppressors, seperti pada Gambar 4.14 berikut ini :
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

STUDI PROFIL TEGANGAN KELUARAN GENERATOR SINKRON 1 FASA PADA DISSECTIBLE MACHINE MODEL 62-005 BUATAN FEEDC - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

STUDI PROFIL TEGANGAN KELUARAN GENERATOR SINKRON 1 FASA PADA DISSECTIBLE MACHINE MODEL 62-005 BUATAN FEEDC - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Motor induksi merupakan motor AC yang paling banyak digunakan karena kesederhanaannya, konstruksinya yang kuat, dan karakteristik kerjanya yang baik. Penamaannya berasal dari kenyataannya bahwa arus rotor motor induksi bukan diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic field) yang dihasilkan oleh arus stator.

Baca lebih lajut

OPTIMASI GEOMETRI ROTATING DISK BERTINGKAT UNTUK MEMINIMALKAN TEGANGAN TANGENSIAL MAKSIMUM DAN RATA-RATA MENGGUNAKAN MATLAB - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

OPTIMASI GEOMETRI ROTATING DISK BERTINGKAT UNTUK MEMINIMALKAN TEGANGAN TANGENSIAL MAKSIMUM DAN RATA-RATA MENGGUNAKAN MATLAB - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Rotating disk berputar dengan kecepatan sudut ω (rad/s) dengan sumbu putar atau axis of rotation ditengah (pada porosnya).Tekanan yang bekerja dapat dari dalam maupun dari luar. Dari dalam misalnya diakibatkan tegangan susut pada hasil proses pemasangan poros dengan piringan. Tekanan gas yang bekerja pada sudu turbin dapat mengakibatkan tekanan luar yang bekerja pada rotating disk. Karena bentuk piringan simetris maka biasanya pemodelan profilnya hanya ditunjukan pada setengah bagian

Baca lebih lajut

PENURUNAN KADAR BOD LIMBAH CAIR SECARA PROSES BIOLOGI DENGAN TIPE ROTATING BIOLOGICAL CONTACTORS (RBCs).

PENURUNAN KADAR BOD LIMBAH CAIR SECARA PROSES BIOLOGI DENGAN TIPE ROTATING BIOLOGICAL CONTACTORS (RBCs).

Penelitian pengolahan limbah cair perlu dilihat karakteristik limbah cair yang dihasilkan, Limbah cair dengan kadar BOD yang tinggi, untuk menrunkan hingga memenuhi baku mutu limbah cair dapat dilakukan dengan pengolahan secara biologi, diantaranya dapat digunakan alat Rotating Biological Contactors (RBCs). Setlah dilakukan pengolahan dengan RBCs diharapkan dapat menurunkan kadar BOD yang terkandung dalam air limbah tersebut sehingga dapat memenuhi syarat baku mutu dan siap dibuang ke lingkungan sekitarnya.

Baca lebih lajut

APLIKASI ROTARY BIOLOGICAL CONTACTOR UNTUK MENURUNKAN POLUTAN LIMBAH CAIR DOMESTIK RUMAH SUSUN WONOREJO SURABAYA.

APLIKASI ROTARY BIOLOGICAL CONTACTOR UNTUK MENURUNKAN POLUTAN LIMBAH CAIR DOMESTIK RUMAH SUSUN WONOREJO SURABAYA.

Teknologi pengolahan limbah cair domestik dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu secara fisika, kimia dan biologi. Mengingat limbah cair domestik Rusun Wonorejo tidak memiliki kandungan organik dan TSS yang tinggi maka limbah tersebut dapat diturunkan dengan menggunakan proses biologi secara aerob. Banyak proses biologi yang dapat digunakan dalam mendegradasi bahan organik tersebut, salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi Rotary Biological Contactor (RBC). Reaktor tersebut mempunyai prinsip yang berbeda dengan pengolahan biologi yang lainnya, yaitu dengan pertumbuhan bakteri yang menempel pada media. RBC merupakan jawaban terhadap berbagai kelemahan dari sistem pengolahan limbah biologi lainnya yang selama ini dipakai, terutama dalam hal rendahnya energi yang dibutuhkan, mudah dalam perawatan dan pengoperasian, tidak membutuhkan lahan yang luas dan tahan terhadap perubahan beban mendadak serta mempunyai kinerja proses yang tinggi
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pemanfaatan sistem rotary biological contactor menggunakan kultur Omphalina sp yang diimobilisasi pada tandan kosong kelapa sawit untuk

Pemanfaatan sistem rotary biological contactor menggunakan kultur Omphalina sp yang diimobilisasi pada tandan kosong kelapa sawit untuk

Penelitian lanjut penggunaan Omphalina sp. untuk biosorpsi logam berat adalah mengembang- kan teknik aplikasinya untuk memudahkan dalam penerapannya di lapang pada masa yang akan datang. Teknik aplikasi biosorpsi logam berat pada limbah cair dapat dilakukan antara lain dengan teknik feed-batch, batch, packed-batch, dan rotary biological contactor (RBC). Teknik RBC pada prinsipnya adalah teknik penurunan kandungan logam berat oleh agen mikroba imobil yang ditempatkan dalam keranjang silinder yang berputar pada porosnya dalam suatu bak reaktor berisi cairan limbah. Kontak antara mikroba imobil dalam tabung silinder berputar dengan limbah akan terjadi aerasi dan sekaligus penyerapan logam berat secara kontinu. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan kultur Omphalina sp. dalam TKKS untuk biosorpsi logam Cu 2+ dan Hg 2+ yang diaplikasikan dengan teknik RBC.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DENGAN MENGGUNAKAN ROTARY BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC).

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DENGAN MENGGUNAKAN ROTARY BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC).

Rotary Biological Contactor (RBC) terdiri dari cakram berbentuk lingkaran yang terbuat dari bahan polysterene atau polyvinyle chloride yang dipasang secara vertikal dengan menghubungkan satu sama lain dengan satu sumbu (Marsono, 1996 dalam Rizka. N, 2010)). Seluruh rancangan tersebut ditempatkan ke dalam suatu tangki atau tank dengan cakram kira - kira separuh terendam di atas permukaan cairan. Mikroorganisme ditumbuhkan pada permukaan cakram dan perputaran cakram tersebut membawa seluruh mikroorganisme kontak dengan air limbah dan membiarkan mikroorganisme mengurangi bahan organik tersebut (Grady and Lim, 1980). Cakram tersebut separuh terendam kira – kira 40 persen di dalam tank yang berisi air limbah, dan perputaran cakram sangat pelan yaitu sekitar 1 – 1.6 revolusi per menit. Kedalamannya adalah 70 sampai 90 persen dan unit penggerak udara digunakan untuk menyediakan oksigen dan putaran. Oleh karena kandungan oksigen rendah di dalam air limbah, degradasi biologi dikerjakan dengan unit perendam dan kemungkinan oksigen dapat menjadi terbatas (Metcalf and Eddy,2004).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Resveratrol derivatif and biological activity

Resveratrol derivatif and biological activity

This research we concluded that resveratrol derivative isolated from the stem bark of Hopea consist of dimer, trimer, and tetramer resveratrol. Some compounds have biological activity as antioxidant and cytotoxic effect against Raji and HeLa-S3 lines cell. Hopeaphenol showed the highest activity as antioxidant. Whereas ampelopsin H and vaticanol B gives the highest cytotoxic effect against HeLa-S3 and Raji.

19 Baca lebih lajut

Show all 1013 documents...