Rotating Biological Contactor

Top PDF Rotating Biological Contactor:

ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR DISC DATAR DAN BALING-

ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR DISC DATAR DAN BALING-

Rotating Biological Contactor merupakan adaptasi dari proses pengolahan air limbah dengan biakan melekat. Sistem tersebut memodifikasi pelekatan mikroorganisme dengan putaran motor drive system yang dapat memutar disk sehingga ada bagian yang terendam air dan ada bagian yang terpapar oksigen. Perputaran media tersebut merupakan proses aerasi. Media yang dipakai dalam menumbuhkan mikroba pada RBC yaitu berupa piring (disk) tipis berbentuk bulat yang dipasang berjajar-jajar (BPPT, 2001). Apabila media pada RBC didesain sedikit melengkung menyerupai baling-baling maka poros baling-baling yang berputar menghasilkan gerakan turbulensi yang pada akhirnya menghasilkan gelembung-gelembung halus sehingga meningkatkan kadar oksigen terlarut di reaktor RBC.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Efektivitas Penurunan Konsentrasi Limbah Cair Industri Tapioka Dengan Metode Rotating Biological Contactor Effectivity in Decreasing Pollutant Consentration of Tapioca Industrial Liquid Waste with Rotating Biological Contactor Method

Efektivitas Penurunan Konsentrasi Limbah Cair Industri Tapioka Dengan Metode Rotating Biological Contactor Effectivity in Decreasing Pollutant Consentration of Tapioca Industrial Liquid Waste with Rotating Biological Contactor Method

Limbah cair tepung tapioka mempunyai kandungan bahan organik yang tinggi sehingga diperlukan proses pengolahan yang tepat sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menguraikan senyawa organik tersebut adalah dengan pengolahan biologi Rotating Biological Contactor (RBC). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besarnya penurunan kandungan Sianida, BOD, TSS dan pH limbah cair tepung tapioka dengan metode RBC pada kecepatan putaran cakram 50 dan 100 rpm. Kandungan awal BOD sebesar 1217 mgL -1 ,TSS sebesar 1126 mgL -1 , Sianida sebesar 0.28 mgL -1 dan pH sebesar 4.3. Nilai
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Perbandingan Desain Ipal Anaerobic Biofilter dengan Rotating Biological Contactor untuk Limbah Cair Tekstil di Surabaya

Perbandingan Desain Ipal Anaerobic Biofilter dengan Rotating Biological Contactor untuk Limbah Cair Tekstil di Surabaya

Rumus 18 sampai 24 menghasilkan dimensi Rotating Biological Contactor panjang 2,7 m, lebar 2,7 m dan kedalaman 1m. Gambar denah dan potongan unit Rotating Biological Contactor dapat dilihat pada gambar 6. (a) (b) (c) Gambar 6. Gambar (a) Denah Unit RBC, (b) Potongan A-A RBC, (c) Potongan B-B RBC. F. Adsorbsi arang batok kelapa Unit adsorbsi akan diletakkan setelah unit pengolahan sekunder dari masing-masing alternatif. Arah aliran dari adasorbsi ini adalah horizontal, arah aliran ini dipilih karena tidak memerlukan pompa untuk mengalirkan air limbah sehingga biaya operasi dapat diminimalkan. Reaktor yang digunakan berupa pipa pvc dengan panjang 3 meter, hal ini dipilih karena pipa pvc yang ada dipasaran berkisar 6 meter yang dikira terlalu panjang maka panjang pipa dibagi 2 menjadi 3 meter. Rumus yang digunakan untuk menghitung dimensi adsorbsi arang batok kelapa sebagai berikut [8]. M = Q/vb/massa karbon (25)
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Transfer Oksigen Fisik Berdasarkan Kekasaran Permukaan Dan Komponen Kecepatan Kontaktor Di Rotating Biological Contactor - ITS Repository

Transfer Oksigen Fisik Berdasarkan Kekasaran Permukaan Dan Komponen Kecepatan Kontaktor Di Rotating Biological Contactor - ITS Repository

Pada dekade terakhir, mulai dipikirkan memperluas permukaan media kontak. Pada penelitian sebelumnya, untuk memperluas media kontak, diameter disk dibuat besar. Tetapi berpengaruh pada cepat ausnya as sebagai penghubung disk dengan motor. Untuk itu pada dekade terakhir, mulai dikembangkan bahan dan bentuk media, yang bertujuan memperluas media kontak. Beberapa penelitian yang memodifikasi media kontak untuk diaplikasikan pada pengolahan limbah, yaitu berbentuk pipa (Kargi, 2001). bergelombang (Mba,D., 2003), packed cake RBC, (Sirianuntapiboon and Chuamkaew, 2007); rotating drum (Sima et al., 2012), net-like rotating biological contactor (NRBC) (Chen, 2007), permukaan disk bergerigi-berbelah (Hendrasarie et al., 2014). Modifikasi disk tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kinerja RBC. Hal ini dibuktikan dalam penelitian Hendrasarie et al. (2014), yang diaplikasikan pada limbah tahu, COD influen 637.52-2370 mg/l, didapat nilai Organic Surface Loading (OSL) sebesar 11.91 sampai dengan 47.33 g/m 2 ,hari (Kriteria dari Metcalf & Edy, 2004, 8-20 g/m 2 .hari). Nilai yang melebihi dari desain kriteria untuk disk bentuk datar. b. Kecepatan Putaran Disk ()
Baca lebih lanjut

182 Baca lebih lajut

Pengaruh Variasi Waktu Tinggal Terhadap Kadar BOD dan COD Limbah Tapioka dengan Metode Rotating Biological Contactor The Effect of Time Detention for COD and BOD Value of Cassava Flour Waste Water Using Rotating Biological Contactor Method

Pengaruh Variasi Waktu Tinggal Terhadap Kadar BOD dan COD Limbah Tapioka dengan Metode Rotating Biological Contactor The Effect of Time Detention for COD and BOD Value of Cassava Flour Waste Water Using Rotating Biological Contactor Method

Limbah cair tapioka memiliki karakteristik antara lain seperti mempunyai kenampakan keruh, berwarna keruh, berbau menyengat dan sedikit berbusa pada permukaannya serta kandungan glukosida sianogenik yang bersifat toxic . Metode dalam penelitian ini adalah deskripstif kuantitatif dimana alat pengolahan limbah yang digunakan adalah Rotating Biological Contactor untuk menurunkan kadar COD, BOD, TSS, dan meningkatkan nilai pH pada limbah cair tepung tapioka dengan variasi waktu tinggal antara 12, 24, 32 dan 48 jam dengan kecepatan putaran sebesar 100 rpm. Sementara waktu tinggal 24 jam yang pada penelitian terdahulu menunjukkan kadar nutrisi BOD sebesar 92.06%, TSS 94.56% dan pH meningkat 47.56%.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan waktu tinggal 48 jam, reaktor Rotating Biological Contactor terbukti dapat menurunkan kandungan CODsebesar 97.9%,BODturun sebesar 96.1%, TSS turun sebesar 89.63%dan peningkatan nilai pH sebesar 47.4% dan kondisi limbah belum diolah, dalam penelitian ini waktu tinggal 48 jam mempengaruhi nilai konsentrasi BOD dan COD dengan jumlah penurunan yang memenuhi baku mutu, dimana dengan waktu tinggal yang lebih lama maka kontak limbah dengan bakteri biofilm akan semakin lama sehingga memberikan efisiensi penurunan konsentrasi BOD dan COD.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Perancangan IPAL Medis dengan Teknologi Anaerobic Filter dan Rotating Biological Contactor Di Rumah Sakit Kelas B Surabaya - ITS Repository

Perancangan IPAL Medis dengan Teknologi Anaerobic Filter dan Rotating Biological Contactor Di Rumah Sakit Kelas B Surabaya - ITS Repository

Limbah cair rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemar bagi lingkungan yang dapat memberi dampak negatif berupa gangguan terhadap kesehatan, kehidupan biotik sehingga harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Dalam kegiatan di rumah sakit kelas B menghasilkan limbah cair yang digolongkan sebagai limbah medis dan limbah non-medis atau domestik. Limbah cair medis berasal dari ruang operasi, laboraturium, dan radiologi gedung rumah sakit. Pada pengolahan air limbah di salah satu rumah sakit B belum dilakukan pemisahan antara pengolahan air limbah medis dan non medis. Limbah medis yang dihasilkan memiliki kandungan zat pencemar. Oleh karena itu diperlukan adanya unit pengolahan yang dapat mengolah air limbah medis yang dihasilkan oleh rumah sakit. Tujuan perencanaan kali ini adalah memperoleh desain rinci IPAL medis dengan proses Anaerobic Filter dan Rotating Biological Contactor di Rumah Sakit Kelas B, mendapatkan nilai Bill Of Quantity (BOQ) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan dan operasional masing masing IPAL, dan membandingkan perbandingan dua alternatif dari segi volume, efisiensi pengolahan, serta biaya konstruksi.
Baca lebih lanjut

169 Baca lebih lajut

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT DENGAN PROSES ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT DENGAN PROSES ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC

Dampak pencemar limbah cair rumah sakit memberikan nilai parameter, antara lain BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) (Nurdjianto, 2011). Air limbah rumah sakit mempunyai sifat biodegradable, maka dari itu pengolahan air limbah yang lebih sesuai dilakukan adalah dengan cara pengolahan biologis, fungsinya untuk menurunkan kandungan zat organik. Teknologi pengolahan air limbah rumah sakit yang mudah operasinya serta hemat energi adalah dengan menggunakan Rotating Biological Contactor (RBC). (Sayekti, 2010).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT DENGAN PROSES ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC.

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT DENGAN PROSES ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC.

Menurut penelitian Novembrianto (2010), Pengolahan Air Limbah Pabrik Gula candi Baru Sidoarjo Menggunakan Rotating Biological Contactor dengan variasi yang digunakan adalah kecepatan putar cakram, yaitu 4 rpm, 6 rpm, 8 rpm, 10 rpm dan 12 rpm serta Konsentrasi COD influent 260mg/lt, 330mg/lt, 410mg/lt, 510mg/lt dan 640 mg/lt. Parameter yang diteliti adalah BOD dan COD. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa variabel yang paling efektif dalam meremoval COD adalah dengan kecepatan putar cakram 4 rpm dan 6 rpm dengan konsentrasi COD influent 260 mg/lt. Penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa variabel yang paling efektif dalam meremoval BOD adalah dengan kecepatan putar cakram 4 rpm dengan konsentrasi BOD influent 150 mg/lt. Efisiensi penurunan teringgi adalah 87,69 % untuk COD dan 88,00 % untuk BOD. Bila kecepatan putar cakram terlalu cepat maka akan menyebabkan waktu tinggal biofilm dalam air limbah menjadi cepat waktunya, sehingga proses degradasi bahan organik belum sempurna. juga menunjukkan semakin cepat kecepatan putar cakram yang diberikan pada proses tersebut maka kemampuan penurunan COD menjadi kecil karena udara lebih sedikit masuk kedalam biofilm yang digunakan sebagai sirkulasi udara pada mikroba.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PENYISIHKAN KANDUNGAN ORGANIK LIMBAH MELALUI PENENTUAN KONSTANTA SUBSTRAT DENGAN MENGGUNAKAN ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC).

PENYISIHKAN KANDUNGAN ORGANIK LIMBAH MELALUI PENENTUAN KONSTANTA SUBSTRAT DENGAN MENGGUNAKAN ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC).

Sehingga tujuan penelitian ini yang dilakukan secara batch yaitu menentukan parameter desain COD surface loading Rs dan Konstanta Substrat Ks pada RBC media 3 dimensi dengan analisis kin[r]

8 Baca lebih lajut

PENYISIHAN KANDUNGAN ORGANIK LIMBAH MELALUI PENENTUAN KONSTANTA SUBSTRAT DENGAN MENGGUNAKAN ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC).

PENYISIHAN KANDUNGAN ORGANIK LIMBAH MELALUI PENENTUAN KONSTANTA SUBSTRAT DENGAN MENGGUNAKAN ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC).

Sehingga tujuan penelitian ini yang dilakukan secara batch yaitu menentukan parameter desain COD surface loading Rs dan Konstanta Substrat Ks pada RBC media 3 dimensi dengan analisis kin[r]

8 Baca lebih lajut

Sistem dan Bangunan Pengolahan Limbah Ca

Sistem dan Bangunan Pengolahan Limbah Ca

• Click to edit Master text styles – Second level • Third level – Fourth level » Fifth level ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR  terdiri dari serangkaian piringan bundar polystyrene ata[r]

32 Baca lebih lajut

OPTIMALISASI PENAMBAHAN OKSIGEN PADA ROTATING BIOLOGICAL CONTRACTOR (RBC) MEDIA BERGERIGI UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN ORGANIK LIMBAH TEMPE.

OPTIMALISASI PENAMBAHAN OKSIGEN PADA ROTATING BIOLOGICAL CONTRACTOR (RBC) MEDIA BERGERIGI UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN ORGANIK LIMBAH TEMPE.

Hasil keseluruhan penelitian ini menunjukkan bahwa reaktor RBC terbukti dapat mengolah air limbah industri rumah tangga daerah tenggilis surabaya. Nilai semua parameter pada effluent dibawah ambang batas baku mutu air buangan untuk industri (Keputusan Gubernur Jawa Timur, 2013). Perubahan penambahan oksigen dan tanpa oksigen sangat berpengaruh terhadap optimasi penyisihan untuk semua parameter. Kata Kunci : Limbah Tempe, Penambahan Oksigen, Rotating Biological Contactor

10 Baca lebih lajut

Flavour Industry Wastewater Management C (1)

Flavour Industry Wastewater Management C (1)

therefore the treatment has been carried out on the end-of pipe wastewater. The wastewater is characterized by high values of COD, BOD, TSS and Oil and grease 4646, 2298, 1790 and 626 mg/l respectively. Primary sedimentation of the wastewater for four hours reduced the COD, BOD, TSS and Oil and grease by 43, 47, 80 and 74%, respectively. For the treatment of the produced wastewater, the biological treatment process such as activated sludge, rotating biological contactor (RBC), up-flow anaerobic sludge bed reactor (UASB) have been selected. The results from each treatment process proved to be efficient for the treatment of such wastewater. The treated wastewater characteristics are in compliance with the Egyptian law which regulates the discharge of industrial wastewater to the sewerage system. The RBC was selected and installed by the factory as it has the advantage of low operating and maintenance costs. The factory RBC performance was monitored; characteristics of the treated effluent in terms of oil and grease, COD, BOD and TSS were 27, 362, 139 and 95 mg/l, respectively.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Rancangan Unit Instalasi Pengolahan Air Limbah dengan Pengolahan Biologis Attached Growth

Rancangan Unit Instalasi Pengolahan Air Limbah dengan Pengolahan Biologis Attached Growth

equalization tank, bar screen, grit chamber, primary sedimentation, rotating biological contactor (RBC), clarifier, disinfection, sludge thickener, and sludge digester. Attached growth process which was chosen was RBC because it could remove more BOD’s concentration into 15 mg/L. RBC would have four stages with four train. RBC medium that was used was polyethylene with 37% submergence and hydraulic retention time was 16 hours. The others parameters, TSS, NH 3 , and COD’s concentration also remove as well as BOD.

73 Baca lebih lajut

Flavour Industry Wastewater Management C (3)

Flavour Industry Wastewater Management C (3)

therefore the treatment has been carried out on the end-of pipe wastewater. The wastewater is characterized by high values of COD, BOD, TSS and Oil and grease 4646, 2298, 1790 and 626 mg/l respectively. Primary sedimentation of the wastewater for four hours reduced the COD, BOD, TSS and Oil and grease by 43, 47, 80 and 74%, respectively. For the treatment of the produced wastewater, the biological treatment process such as activated sludge, rotating biological contactor (RBC), up-flow anaerobic sludge bed reactor (UASB) have been selected. The results from each treatment process proved to be efficient for the treatment of such wastewater. The treated wastewater characteristics are in compliance with the Egyptian law which regulates the discharge of industrial wastewater to the sewerage system. The RBC was selected and installed by the factory as it has the advantage of low operating and maintenance costs. The factory RBC performance was monitored; characteristics of the treated effluent in terms of oil and grease, COD, BOD and TSS were 27, 362, 139 and 95 mg/l, respectively.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

gunadarma 10305024 ssm ftsp

gunadarma 10305024 ssm ftsp

PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN KEBAGUSAN CITY MASALAH KHUSUS : PENERAPAN SISTEM RBC ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH TANGGA Heri Hermawan, Juniarso, ST., M[r]

1 Baca lebih lajut

Predicting biological system objectives pdf

Predicting biological system objectives pdf

Background: Optimization theory has been applied to complex biological systems to interrogate network properties and develop and refine metabolic engineering strategies. For example, methods are emerging to engineer cells to optimally produce byproducts of commercial value, such as bioethanol, as well as molecular compounds for disease therapy. Flux balance analysis (FBA) is an optimization framework that aids in this interrogation by generating predictions of optimal flux distributions in cellular networks. Critical features of FBA are the definition of a biologically relevant objective function (e.g., maximizing the rate of synthesis of biomass, a unit of measurement of cellular growth) and the subsequent application of linear programming (LP) to identify fluxes through a reaction network. Despite the success of FBA, a central remaining challenge is the definition of a network objective with biological meaning.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Resveratrol derivatif and biological activity

Resveratrol derivatif and biological activity

This research we concluded that resveratrol derivative isolated from the stem bark of Hopea consist of dimer, trimer, and tetramer resveratrol. Some compounds have biological activity as antioxidant and cytotoxic effect against Raji and HeLa-S3 lines cell. Hopeaphenol showed the highest activity as antioxidant. Whereas ampelopsin H and vaticanol B gives the highest cytotoxic effect against HeLa-S3 and Raji.

19 Baca lebih lajut

PETUNJUK PRAKTIKUM BIOLOGICAL CHEMISTRY ID

PETUNJUK PRAKTIKUM BIOLOGICAL CHEMISTRY ID

 Glikogenesis, yaitu proses perubahan glukosa menjadi glikogen  Glikogenolisis, yaitu proses pemecahan glikogen menjadi glukosa  Glikolisis, yaitu pemecahan glukosa menjadi energi d[r]

6 Baca lebih lajut

OPTIMASI BENTUK ROTATING DISK BERDASARKAN TEGANGAN TANGENSIAL DAN VOLUME MENGGUNAKAN OPTIMISASI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

OPTIMASI BENTUK ROTATING DISK BERDASARKAN TEGANGAN TANGENSIAL DAN VOLUME MENGGUNAKAN OPTIMISASI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

xviii DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Contoh profil rotating disk bertingkat ...1 Gambar 1.2 Grafik distribusi tegangan pada rotating disk ...2 Gambar 1.3 Proses mendapatkan distribusi te[r]

4 Baca lebih lajut

Show all 1013 documents...