RS Kanker Dharmais

Top PDF RS Kanker Dharmais:

KARAKTERISTIK DAN KETAHANAN HIDUP 2 TAHUN PENDERITA KANKER PARU DI RS KANKER DHARMAIS PERIODE JANUARI 1998-NOVEMBER 2001

KARAKTERISTIK DAN KETAHANAN HIDUP 2 TAHUN PENDERITA KANKER PARU DI RS KANKER DHARMAIS PERIODE JANUARI 1998-NOVEMBER 2001

Dari 181 penderi ta kanker paru yang dianalisis, yang menga lami kejad ian kema- tian ada 1 19 orang (65,75%) dan 62 orang menga lami sensor. Probabi l itas ketahanan hidup 2 tahun penderita kanker paru setelah mendapat pengobatan dengan analisis Kaplan Meier adalah 14,55%. Angka ini berbeda dari yang didapatkan oleh peneliti di luar negeri seperti Papac dkk ( 1987) yang menca pa i 30%. Rendahnya ketahanan hidup penderita kanker paru dikarenakan penyakit in i mem punyai keganasan yang tinggi dan juga di karenakan sebagian besar penderita kanker paru di Indonesia berobat setelah penyakit parah atau pada stadium yang sudah sangat lanjut sehingga angka keberhasilan pengobatan yang diberikan jauh lebih kecil.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Faktor-faktor yang berkaitan dengan asupan energi dan zat gizi pasien kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta

Faktor-faktor yang berkaitan dengan asupan energi dan zat gizi pasien kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta

Makanan yang diberikan di RS Kanker Dharmais diberikan dalam beberapa tahapan yang disesuaikan dengan aturan penuntun diit, kebutuhan secara umum, serta berdasarkan umur dan jenis kelamin pasien. Makanan biasa diberikan kepada penderita yang tidak memerlukan makanan khusus yang berhubungan dengan penyakitnya. Makanan lunak diberikan kepada pasien sesudah operasi tertentu dan pada penyakit infeksi dengan kenaikan suhu badan tidak terlalu tinggi. Makanan ini mudah dicerna, rendah serat, dan tidak mengandung bumbu yang merangsang. Makanan saring diberikan kepada penderita sesudah mengalami operasi tertentu, pada infeksi akut termasuk infeksi saluran pencernaan, dan kesukaran menelan. Makanan saring diberikan untuk jangka waktu pendek karena tidak memenuhi kebutuhan gizi terutama kalori dan vitamin. Makanan cair diberikan kepada pasien sebelum dan sesudah operasi tertentu, dalam keadaan mual dan muntah dengan kesadaran menurun dan suhu badan sangat tinggi atau infeksi akut. Selain tahapan pemberian makanan yang telah dijelaskan, khusus pasien yang dirawat di ruang isolasi karena imunitas tubuhnya yang menurun ditempatkan di Ruang Isolasi Imunitas Menurun (RIIM) dan pasien HIV/AIDS atau karena perlakuan terapi yang harus dijalani yaitu terapi radiasi dan harus ditempatkan di Ruang Isolasi Radioterapi (RIRA), maka dalam tiap penyediaan makanannya terdapat sedikit perbedaan yaitu pada tahap penyajian dan distribusi makanan ke pasien tersebut.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

STRESS PASIEN KARSINOMA MAMMAE PASCA OPERASI

STRESS PASIEN KARSINOMA MAMMAE PASCA OPERASI

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah pasien Poliklinik Onkologi dan Instalasi Rehabilitasi Medik RS Kanker Dharmais. Subjek penelitian diambil dengan teknik purposive sampling. Data penelitian didapatkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik menggunakan software program SPSS 17 for Windows melalui uji Chi Square. Hasil: Dari penelitian sebanyak 60 pasien, pasien stress kategori sedang sebanyak 53 orang, 25 orang (47,2%) belum menjalani rehabilitasi medik dan 28 orang (52,8%) sudah pernah menjalani rehabilitasi medik. Pasien stress kategori berat 7 orang, 5 orang (71,4%) belum pernah menjalani rehabilitasi medik dan 2 orang (28,6%) sudah pernah menjalani rehabilitasi medik. Hasil perhitungan diperoleh taraf signifikansi dari X² hitung 0,228 lebih besar dari taraf signifikansi p = 0,05.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Gambaran wanita post mastektomi yang mengalami depresi di rumah sakit kanker Dharmais Jakarta Barat

Gambaran wanita post mastektomi yang mengalami depresi di rumah sakit kanker Dharmais Jakarta Barat

Data RS Kanker Dharmais Jakarta tahun 2007 hingga 2008 mencatat persentase kenaikan kejadian kanker payudara yaitu sekitar 24% (Khayan, 2009). Tingginya kasus kanker payudara tersebut berdampak pada tingginya kasus mastektomi di RS Kanker Dharmais yaitu terdapat 148 kasus pada bulan Januari hingga Juni 2010. Hal ini akan berdampak pula pada peningkatan kejadian depresi dimana angka kejadiannya mencapai 16 sampai 25% pada penderita kanker (Miller, 2008) dan meningkat dengan semakin parahnya kecacatan yaitu dengan prevalensinya 75% (Konginan, 2008). Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam latar belakang wanita post mastektomi yang mengalami depresi meliputi karakteristik wanita post mastektomi yang mengalami depresi dan faktor-faktor penyebab depresi pada wanita post mastektomi melalui pendekatan fenomenologis dan metode riset kualitatif dengan jumlah informan yaitu empat pasien kanker payudara setelah 2 minggu - 1 bulan mastektomi dan keluarganya, perawat, psikiatri diwawancarai. Hasil penelitian ini didapatkan beberapa hal yang melatarbelakangi depresi pada wanita post mastektomi yaitu 1) kehilangan keterikatan fisik dan psikis; 2) cara berpikir negatif; 3) ketegangan peran; 4) dukungan sosial dan spiritual; 5) nyeri post mastektomi dan ketersediaan biaya untuk pengobatan. Saran: 1) keluarga sebaiknya membangun pikiran positif pasien, mengoptimalkan peran yang dijalankan sesuai kemampuan pasien, memberikan dukungan spiritual; 2) RS Kanker Dharmais dapat memberikan terapi kognitif dan melakukan penanganan nyeri baik secara farmakologis maupun non farmakologis; 3) pemerintah sebaiknya melakukan jaminan pembebasan biaya secara utuh bagi pasien post mastektomi yang menggunakan askes ataupun SKTM dan harus melakukan kemoterapi.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

Pelayanan Perpustakaan Rumah Sakit Studi Kasus : Pada Perpustakaan Rumah Sakit Kanker Dharmais

Pelayanan Perpustakaan Rumah Sakit Studi Kasus : Pada Perpustakaan Rumah Sakit Kanker Dharmais

fisik, peralatan maupun ketenaganaan. Agar dapat memantau kemajuan pelayanan penyakit kanker di luar negeri, Tim telah mengadakan peninjauan ke pusat-pusat pelayanan penyakit kanker di negara maju seperti Perancis, Belanda, Amerika Serikat dan Jepang. Dari hasil peninjauan tersebut dirasakan pentingnya pelayanan yang terpadu serta perlunya hubungan yang erat antara RS Kanker dengan Fakultas Kedokteran agar mutu pelayanan dapat di dukung oleh kemajuan ilmu kedokteran. Untuk maksud tersebut diperlukan kerjasama antara RS kanker, FKUI, serta RSCM. Kerjasama ini telahmulai berjalan sejak mula pembangunan RS Kanker terbukti dengan terlibatnya tenaga senior FKUI dan RSCM dalam pendidikan dan pelatihan tenaga dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya yang akan bekerja di RS Kanker Dharmais. Secara formal kerjasama ini diikat dengan naskah kerja sama yang ditandatangani pada tanggal 2 Oktober 1993. Dengan demikian FKUI dan RSCM akan mendukung pelayanan kanker RS KankerDharmais
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

Izas Amar Mega Satiti 21020111140152 BAB I

Izas Amar Mega Satiti 21020111140152 BAB I

Pernyataan WHO tentang penyakit kanker di Indonesia tersebut menimbulkan kesan negatif terhadap status kesehatan Indonesia di mata dunia, selain mengakibatkan banyak korban jiwa, biaya sangat besar juga mengundang keprihatinan kita semua. Padahal status kondisi kesehatan Indonesia cukup baik yaitu berdasarkan data bahwa sekitar dua per tiganya disebabkan oleh penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan penyakit paru kronik. Sisanya disebabkan oleh penyakit infeksi menular, masalah maternal (ibu), perinatal (bayi/anak), nutrisi, dan kecelakaan lalu lintas.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Perbandingan Profil Hematologi pada Pasien Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut Sebelum dan Sesudah Fase Induksi Kemoterapi di RSUP Haji Adam Malik Medan Maret 2011-Maret 2015

Perbandingan Profil Hematologi pada Pasien Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut Sebelum dan Sesudah Fase Induksi Kemoterapi di RSUP Haji Adam Malik Medan Maret 2011-Maret 2015

Tehuteru, E.S., 2011. Gambaran Tingkat Remisi pada Leukemia Limfoblastik Akut setelah Fase Induksi di Bangsal Kanker Anak RS KankerDharmais”. Indonesian Journal of Cancer Vol. 5 No. 4 . Available from : http://www.indonesianjournalofcancer.or.id/ejournal/index.php/ijoc/article/vie w/190. [Accesed 29 Juni 2015].

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kanker Payudara Di RSUD Dr.Moewardi.

PENDAHULUAN Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kanker Payudara Di RSUD Dr.Moewardi.

1. Penelitian Emy Rianti (2012) dengan judul faktor-faktor yang berhubungan dengan resiko kanker payudara di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta. Metode penelitian menggunakan penelitian menggunakan studi kasus control (Case Control Study) yaitu dengan sampel kasus adalah : penderita kanker payudara wanita, bertempat tinggal di wilayah Jakarta yang sedang berobat kontrol, atau perawatan luka Poliklinik Onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta. Dengan hasil penelitian terdapat hubungan antara umur dengan kejadian kanker payudara. Ada hubungan tinggi badan dengan kejadian kanker payudara. Ada hubungan riwayat tumor jinak dengan kejadian kanker payudara. Ada hubungan umur menstruasi pertama dengan kejadian kanker payudara. Tidak ada hubungan antara riwayat menyusui dengan kejadian kanker payudara. Umur menstruasi pertama adalah faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian kanker payudara .
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Faktor Risiko Perlemakan Hati Pada Pasien Kanker Payudara Dengan Pemeriksaan Ultrasonografi Di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta

Faktor Risiko Perlemakan Hati Pada Pasien Kanker Payudara Dengan Pemeriksaan Ultrasonografi Di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta

Dari beberapa penelitian tersebut belum ditemukan penelitian secara spesifik tentang faktor risiko kejadian perlemakan hati pada penderita kanker payudara. Hal ini yang menjadi pertimbangan peneliti untuk mengkaji lebih dalam tentang faktor risiko yang meningkatkan kejadian perlemakan hati pada pasien kanker payudara di Indonesia. Penelitian Li et al. 2013 pada populasi umum di Beijing menyatakan bahwa faktor risiko perlemakan hati antara lain tingginya kadar trigliserida dalam darah dan konsumsi tinggi lemak (Li et al. 2013). Mekanisme potensial hepatotoksik seperti tingginya densitas energi dan ukuran porsi makanan, makanan tinggi lemak jenuh, refined carbohydrate (makanan berindeks glikemik tinggi), rendah serat, tinggi fruktosa, daging merah dan makanan pabrikan sumber lemak trans, akan menyebabkan meningkatnya akumulasi asam lemak bebas di hati dalam bentuk trigliserida dan terjadinya peradangan pada hati (Marchesini et al. 2008). Penyakit perlemakan hati memiliki dampak terhadap perkembangan penyakit hati yang lebih parah mulai dari steatosis sederhana menjadi steatohepatitis alkohol, yang akhirnya dapat menyebabkan sirosis (kegagalan fungsi hati) dan karsinoma hepatoseluler (kanker hati) (WGO 2012). Oleh sebab itu perlu diketahui beberapa faktor risiko untuk melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan perlemakan hati yang akan berdampak pada penurunan prevalensi penyakit kronis lainnya.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Pembuatan kios informasi pelayanan pasien instalasi radioterapi di Rumah Sakit Kanker Dharmais berbasis Multimedia

Pembuatan kios informasi pelayanan pasien instalasi radioterapi di Rumah Sakit Kanker Dharmais berbasis Multimedia

Kemajuan teknologi informasi saat ini telah mendukung segala kebutuhan dan permintaan akan informasi melalui penciptaan media penyajian informasi. Salah satu bentuknya adalah, kios informasi yang merupakan penggabungan antara komputer dan multimedia. Kios informasi dapat memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk memperoleh informasi yang lebih jelas, karena penyajian informasinya ditampilkan secara visual. Pelayanan masyarakat adalah bentuk kegiatan pelayanan yang diselenggarakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan. Salah satu bentuk pelayanan itu adalah melalui kios informasi. Multimedia adalah penggunaan perkembangan teknologi dengan mengkombinasikan teks, gambar dan suara. Salah satu bentuk pengembangan sistem adalah System Development Life Cycle (SDLC) model waterfall. Penerapan multimedia pada kios informasi berfungsi untuk menyampaikan informasi secara elektronik dengan menggabungkan unsur multimedia agar penyampaian informasi menjadi lebih menarik bagi pengunjung. Pada penulisan ini akan dibahas tentang pembuatan kios informasi dengan menggunakan metode pengembangan sistem Rapid Application Development (RAD) dengan tahapan-tahapan seperti perencanaan, perancangan, konstruksi, dan pelaksanaan.. Hasil dari skripsi ini adalah berupa piranti lunak kios informasi yang memiliki durasi selama 40 menit, ukuran file sebesar 3.95 GB. Dapat diinstal pada sistem operasi XP dengan ukuran memori minimal sebesar 128 MB. Cara menjalankannya dengan klik dua kali file autorun.exe. Aplikasi ini menerapkan sistem intranet dan memiliki basis data. Posisi kios informasi ditempatkan pada tiga lokasi di lantai dasar yang terkoneksi dengan satu komputer server. Aplikasi kios informasi ini berguna bagi pasien dan pengunjung Instalasi Radioterapi di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Diharapkan pada masa mendatang aplikasi ini dapat melakukan cetak atas informasi yang ada.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Tingkat Kecukupan Energi dan Protein, Tingkat Pengetahuan Gizi, Jenis Terapi Kanker, dan Status Gizi Pasien Kanker Rawat Inap di Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Tingkat Kecukupan Energi dan Protein, Tingkat Pengetahuan Gizi, Jenis Terapi Kanker, dan Status Gizi Pasien Kanker Rawat Inap di Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Selain kemoterapi terdapat juga contoh yang menjalankan terapi dengan operasi (18.7%), radiasi (6.2%) dan terapi kombinasi (12.5%). Dari 15 orang contoh yang menjalani operasi terdapat 8 orang dengan status gizi normal, dan 3 orang dengan status gizi kategori kurus berat. Pengaruh yang ditimbulkan dari operasi tidak begitu berat seperti pada terapi kemoterapi dan radiasi, terkecuali apabila operasi telah dikombinasikan dengan terapi lainnya pengaruh yang ditimbulkan pun agar berbeda. Operasi dilakukan dalam pengobatan kanker dalam upaya untuk mengangkat tumor atau mengurangi gejala (misalnya obstruksi pada saluran cerna). Gejala yang umum terjadi seperti kelelahan, kesakitan, kehilangan nafsu makan dan perubahan makan. Umumnya efek samping tersebut sementara dan menghilang beberapa hari setelah operasi (Peckenpaugh 2010). Untuk contoh dengan terapi operasi, mereka diberi diet makanan lunak ataupun cair tergantung dari kemampuannya dalam mengkonsumsi dan mencerna makanan. Terapi radiasi berfungsi untuk menghancurkan sel kanker dan berpengaruh hanya pada tumor dan daerah sekitanya, tergantung dosis, dan frekuensi terapinya. Gejala yang ditimbulkan dari terapi ini seperti ketidaknyamanan penderitanya, disfagia, mulut sakit dan kering, mual dan muntah ataupun kehilangan nafsu makan (Grant 2008; Duyff 2006). Semua jenis terapi kanker akan mengakibatkan penurunan asupan makan, sehingga dapat berdampak pada penurunan status gizi. Penelitian yang dilakukan oleh Unsal at el (2006) menunjukan bahwa malnutrisi pada pasien kanker meningkat dari 31% menjadi 43% setelah menjalani terapi radiasi. Sama halnya dengan penelitian Geirsdottir dan Thorsdottir (2008) yang menunjukan bahwa terjadi penurunan status gizi (41%) pada pasien kanker yang menjalani terapi kemoterapi. Untuk itu, pasien kanker dengan status gizi normal, kondisi status gizi tersebut harus dijaga karena kondisi gizi yang baik akan berpengaruh pada keberhasilan terapi kanker.
Baca lebih lanjut

162 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Kesejahteraan Subjektif pada Remaja Awal dengan Penyakit Kanker di Rumah Sakit Kanker “Dharmais” Jakarta Barat

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Kesejahteraan Subjektif pada Remaja Awal dengan Penyakit Kanker di Rumah Sakit Kanker “Dharmais” Jakarta Barat

dilakukan dengan wawancara tak terstruktur, observasi non partisipan, skala kepuasan hidup milik Diener dan skala PANAS milik Watson. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kesejahteraan subjektif pada remaja awal dengan kanker yaitu terlihat dari kedua subjek yang memiliki kepuasan terhadap hidupnya dan munculnya afek positif (senang dan bersemangat) yang lebih kuat daripada afek negatif (malu, takut, bosan, gugup) pada kedua subjek karena adanya dukungan sosial yang baik membuat kedua subjek merasa puas, sejahtera, dan bangga.

2 Baca lebih lajut

ANALISIS DAN PERANCANGAN KIOS INFORMASI BERBASISKAN MULTIMEDIA PADA RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS - Binus e-Thesis

ANALISIS DAN PERANCANGAN KIOS INFORMASI BERBASISKAN MULTIMEDIA PADA RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS - Binus e-Thesis

Tujuan penelitian yang dilakukan adalah dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan efektifitas penyampaian informasi kepada pengunjung Rumah Sakit Kanker Dharmais. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis dan metode perancangan. Metode analisis meliputi studi lapangan dengan survei pada sistem yang sedang berjalan serta analisis terhadap survei, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Metode perancangan meliputi perancangan struktur menu, State Transition Diagram, perancangan layar, database yang digunakan serta spesifikasi modul. Hasil yang dicapai berupa Kios Informasi berbasis multimedia yang menghadirkan kelengkapan informasi seperti fasilitas rumah sakit, poliklinik, denah lokasi, dan jadwal dokter. Kesimpulannya adalah Kios Informasi berbasiskan multimedia dapat menjadi alternatif baru sebagai media informasi. Dengan adanya kios informasi ini diharapkan pengunjung dan calon pasien dapat mencari informasi seputar Rumah Sakit Kanker Dharmais dengan lebih mudah, dan membantu pihak rumah sakit dalam memberikan informasi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

GAMBARAN BURNOUT AKIBAT BEBAN KERJA PERAWAT DI KAMAR BEDAH RSUP Dr. KARIADI SEMARANG - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

GAMBARAN BURNOUT AKIBAT BEBAN KERJA PERAWAT DI KAMAR BEDAH RSUP Dr. KARIADI SEMARANG - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Penelitian tentang beban kerja perawat berjudul Hubungan Beban Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta (Sutarni, 2008) dari 77 perawat memperlihatkan beban kerja yang berat sebesar 62,3% dan beban kerja yang ringan 37,7% , (Kusbiantoro, 2008) judul penelitian Gambaran Tingkat Beban Kerja dan Stress Kerja Perawat di Ruang ICU RS Muhammadiyah Lamongan dari 14 responden 50% mengalami beban kerja berat, 50% mengalami beban kerja sedang dan tak satupun mengalami beban kerja ringan, (Maharja, 2015) judul penelitian Analisis Tingkat Kelelahan Kerja Berdasarkan Beban Kerja Fisik Perawat di Instalasi Rawat Inap RSU Haji Surabaya dari 27 perawat, beban kerja fisik ringan 25,9%, beban kerja fisik sedang 74,1%. Penelitian tentang burnout perawat yang bekerja pada rumah sakit besar di Brazil Selatan menunjukkan bahwa perawat yang mengalami burnout sebesar 35,7% dari 151 responden (Moreira et al, 2009), (Al-Turki et al, 2010) menunjukkan hasil 89% staf perawat mengalami emotional exhaustion, 42% mengalami depersonalization, dan 71% mengalami low
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Respon Kemoterapi Penderita Kanker Ovarium Di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta (Tahun 1997 2002).

Respon Kemoterapi Penderita Kanker Ovarium Di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta (Tahun 1997 2002).

Kurang dari 10% kasus merupakan kanker ovarium herediter dengan pola klasik dominan autosomal. HBOC (hereditary – breast – ovarian cancer) merupakan kelainan herediter yang paling banyak ditemukan dan merupakan 85-90% kanker ovarium herediter. Sebagian besar tumor berhubungan dengan mutasi lokus BRCA 1. Gen lain yang berperan dalam kerentanan tehadap kanker ovarium dan payudara adalah BRCA 2 pada kromosom 13q12. Wanita dengan mutasi gen BRCA 1 dan riwayat keluarga dengan kanker mempunyai risiko sebesar 90% untuk mendapat kanker payudara dan 65% untuk mendapat kanker ovarium.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.W DENGAN PRE DAN POST MASTEKTOMI CA. MAMMAE SINISTRA DI RUANG MAWAR 3 RSUD.Dr. MOEWARDI SURAKARTA.

PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.W DENGAN PRE DAN POST MASTEKTOMI CA. MAMMAE SINISTRA DI RUANG MAWAR 3 RSUD.Dr. MOEWARDI SURAKARTA.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa lima besar kanker di dunia adalah kanker paru-paru, kanker payudara, kanker usus besar dan kanker lambung dan kanker hati. Sementara data dari pemeriksaan patologi di Indonesia menyatakan bahwa urutan lima besar kanker adalah kanker leher rahim, kanker payudara, kelenjar getah bening, kulit dan kanker

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ASUPAN MAKAN (SERAT DAN LEMAK) DENGAN KEJADIAN KARSINOMA KOLOREKTAL DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG

HUBUNGAN ASUPAN MAKAN (SERAT DAN LEMAK) DENGAN KEJADIAN KARSINOMA KOLOREKTAL DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG

Berdasarkan kelarutannya, serat terdiri atas dua golongan, yaitu serat larut air dan tidak larut air. Serat tidak larut air adalah serat yang tidak larut dalam air, tetapi memiliki kemampuan menyerap air dan meningkatkan tekstur dan volume tinja (Devi, 2010). Serat tidak larut air tersebut meliputi selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang banyak terdapat dalam dedak beras, gandum, sayuran dan buah-buahan (Almatsier, 2005). Serat larut air adalah serat yang larut dalam air kemudian membentuk gel dalam saluran pencernaan dengan cara menyerap air (Devi, 2010). Serat larut air tersebut meliputi pektin, gum dan mukilase yang banyak terdapat dalam havermout, kacang- kacangan, sayur, dan buah-buahan. Serat dapat mencegah kanker kolon dengan mengikat dan mengeluarkan bahan-bahan karsinogen dalam usus (Almatsier, 2005).
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Kanker Payudara di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2011 – 2012

Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Kanker Payudara di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2011 – 2012

Damayanti, S. M. (2006). Evaluasi Penatalaksaan Mual-Muntah pada Kasus Kanker Payudara Pascakemoterapi di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Periode Januari 2004 – Juni 2005. Skripsi Program Studi Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Halaman 13-14, 31-44, 63.

6 Baca lebih lajut

PENDIRIAN PERUSAHAAN JAWATAN RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS JAKARTA

PENDIRIAN PERUSAHAAN JAWATAN RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS JAKARTA

b. bahwa Rumah Sakit Kanker Dharmais sebagai salah satu unit pelaksana teknis Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial berhubung dengan tingkat perkembangan dan kemajuan pelayanan yang telah dicapai, dipandang perlu memiliki landasan kerja baru guna meningkatkan dan menjamin mutu pelayanan kesehatan; c. bahwa guna kelancaran dan terjaminnya pelaksanaan pengelolaan Rumah Sakit

0 Baca lebih lajut

Upaya Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi pada Pasien Kemoterapi di RSU.Dr.Pirngadi Medan

Upaya Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi pada Pasien Kemoterapi di RSU.Dr.Pirngadi Medan

Sutandyo, Noorwati. (2007). Nutrisi pada Pasien Kanker yang menjalani Kemoterapi. Indonesia Journal of Cancer,4,148-148. Diakses dari http://www.indonesianjournalofcancer.or.id/ejournal/index.php/ijoc/article /view/28/21. Diakses tanggal 3 Juli 2017.

2 Baca lebih lajut

Show all 8160 documents...