Rumah Tahanan

Top PDF Rumah Tahanan:

OPTIMISME NARAPIDANA SETELAH KELUAR DARI RUMAH TAHANAN  Optimisme Narapidana Setelah Keluar dari Rumah Tahanan (Studi Kasus di Rumah Tahanan Boyolali).

OPTIMISME NARAPIDANA SETELAH KELUAR DARI RUMAH TAHANAN Optimisme Narapidana Setelah Keluar dari Rumah Tahanan (Studi Kasus di Rumah Tahanan Boyolali).

Puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmad dan hidayah-Nya, sholawat serta salam teruntuk Nabi Muhammad SAW. Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan skripsi dengan baik, yang berjudul: “ OPTIMISME NARAPIDANA SETELAH KEUAR DARI RUMAH TAHANAN (Studi Kasus di Rumah Tahanan Boyolali) ”.

17 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PEMBEBASAN BERSYARAT BAGI NARAPIDANA DI RUMAH TAHANAN NEGARA (RUTAN) PURWODADI GROBOGAN  Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat Bagi Narapidana Di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Purwodadi Grobogan.

PELAKSANAAN PEMBEBASAN BERSYARAT BAGI NARAPIDANA DI RUMAH TAHANAN NEGARA (RUTAN) PURWODADI GROBOGAN Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat Bagi Narapidana Di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Purwodadi Grobogan.

Hak narapidana yang terwujud pembinaan narapidana tidak selalu dilaksanakan di dalam suatu Lembaga Pemasyarakatan atau Rumah Tahananan Negara tetapi juga dapat dilaksanakan pembinaan diluar Lembaga Pemasayarakatan atau Rumah Tahanan Negara seperti salah satunya adalah pembebasan bersyarat bagi narapidana, menurut Pasal 1 huruf b Keputusan Menteri Kehakiman Nomor M.01-PK.04.10 Tahun 1999 tentang Asimilasi, Pembebasan Bersyarat dan Cuti Menjelang Bebas adalah proses pembinaan narapidana di luar Lembaga Pemasyarakatan yang dilaksanakan berdasarkan Pasal 15 dan Pasal 16 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta Pasal 14, 22, dan Pasal 29 Undang- undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris yang bersifat deskriptif. Menggunakan jenis data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara dan studi kepustakaan. Dengan menggunakan analisis data secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Pembebasan bersyarat adalah pemberian pembebasan dengan beberapa syarat kepada narapidana yang telah menjalani pidana selama dua pertiga dari masa pidananya, di mana dua pertiga ini sekurang-kurangnya adalah selama sembilan bulan. Dalam pelaksanaan pembebasan bersyarat setiap narapidana yang diajukan mendapatkan pembebasan bersyarat haruslah memenuhi syarat substantif dan juga syarat administratif selain itu juga narapidana harus mendapatkan penjaminan dari pihak keluarga. Selain itu narapidana juga diberikan tambahan masa percobaan selama setahun dan langsung ditambahkan pada sisa pidananya
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TAHANAN YANG MELAKUKAN PELANGGARAN HUKUM (Studi Rumah Tahanan Negara Klas IIB Kotabumi)

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TAHANAN YANG MELAKUKAN PELANGGARAN HUKUM (Studi Rumah Tahanan Negara Klas IIB Kotabumi)

Andrie Mahendra Kurniawan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penegakan hukum terhadap tahanan yang melakukan pelanggaran hukum di Rumah Tahanan Negara Klas IIB Kotabumi tidak dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu penjatuhan hukuman disiplin terhadap tahanan yang melakukan pelanggaran berat yang tidak berdasarkan kepada Undang-Undang maupun Prosedur Tetap tentang hukuman disiplin. Selain itu, penulis menemukan beberapa hal yang tidak sesuai dengan Prosedur dan standar pelaksanaan pemasyarakatan yang berlaku, yaitu lemahnya pengawasan terhadap para pengunjung, tidak terpenuhinya standar sarana dan fasilitas keamanan, dan terdapat pos-pos penjagaan yang tidak dijaga oleh petugas. Faktor penghambat penegakan hukum di Rutan Klas IIB ialah minimnya kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia khususnya petugas keamanan; infrastuktur, sarana dan fasilitas yang belum memadai dan belum memenuhi standar; dan faktor sosiologis, psikis, dan perilaku tahanan.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

FUNGSI RUMAH TAHANAN NEGARA DAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM PEMBINAAN   FUNGSI RUMAH TAHANAN NEGARA DAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM PEMBINAAN PELAKU TINDAK PIDANA (Sebuah Studi Komparasi Rumah Tahanan Negara Kelas I A Surakarta dengan Lembaga Pemasyarak

FUNGSI RUMAH TAHANAN NEGARA DAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM PEMBINAAN FUNGSI RUMAH TAHANAN NEGARA DAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM PEMBINAAN PELAKU TINDAK PIDANA (Sebuah Studi Komparasi Rumah Tahanan Negara Kelas I A Surakarta dengan Lembaga Pemasyarak

Dengan rendah hati, penulis mengucapkan puji syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul: “FUNGSI RUMAH TAHANAN NEGARA DAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM PEMBINAAN PELAKU TINDAK PIDANA“. Yang merupakan salah satu persyaratan untuk mencapai gelar sarjana S-1 Fakultas Hukum Universitas Muhammdiyah Surakarta. Tak lupa penulis panjatkan shalawat dan salam kepada Baginda Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhirul zaman dan Nabi pembawa ajaran agama Islam yang hakiki, yang kita tinggu syafaatnya diakhir zaman nanti.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN REMISI TERHADAP WARGA BINAAN RUMAH TAHANAN KLAS II B MAGETAN  Pelaksanaan Remisi Terhadap Warga Binaan Di Rumah Tahanan Klas II B Magetan.

PELAKSANAAN REMISI TERHADAP WARGA BINAAN RUMAH TAHANAN KLAS II B MAGETAN Pelaksanaan Remisi Terhadap Warga Binaan Di Rumah Tahanan Klas II B Magetan.

Puji Tuhan, segala ucapan syukur saya naikkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan kasih dan karuniaNya kepada saya, sehingga pada akhirnya laporan penelitian yang berjudul “Pelaksanaan Remisi Terhadap Warga Binaan di Rumah Tahanan Klas II B Magetan” ini dapat terselesaikan. Semoga berkat dan penyertaanNya tak pernah berhenti melingkupi kita.

12 Baca lebih lajut

REHABILITASI PENGHUNI RUMAH TAHANAN SURAKARTA MELALUI PENDIDIKAN AGAMA

REHABILITASI PENGHUNI RUMAH TAHANAN SURAKARTA MELALUI PENDIDIKAN AGAMA

d. Tersedianya fasilitas yang sangat mendukung jalannya kegiatan pendidikan/pembinaan Agama Islam seperti adanya sarana Masjid An-Nur, gedung serbaguna/aula. Keberadaan Masjid An-Nur di rumah tahanan ini betul-betul menjadi pusat kegiatan dan sangat urgen bagi setiap aktivitas amaliah di bulan Ramadhan. Di samping itu tersedianya juga fasilitas perpustakaan yang bisa dipinjam tiap hari rabu dan kamis. Perpustakaan internal rumah tahanan dan didukung dengan perpustakaan Keliling dari pemerintah daerah menyediakan buku-buku yang bervariasi, mulai dari bacaan ringan, buku agama, buku ilmu pengetahuan serta buku-buku pelajaran bagi tahanan yang saat ini statusnya pelajar. Proses meminjam buku sangat mudah dan sederhana. Penghuni rumah tahanan hanya menuliskan nama di buku peminjaman disertai nomor blok hunian. Buku bisa dipinjam selama sepekan. Dengan adanya fasilitas perpustakaan ini maka bisa membuat WBP akan dinamis dalam berpikir dan tidak terlalu larut dalam kesedihan ketika menjadi tahanan ataupun narapidana. e. Adanya hubungan yang sinergis antar petugas Rumah
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Optimalisasi Pembinaan Narapidana di Rumah Tahanan Sebagai Upaya Mencegah Residivis (Studi di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Bantaeng) - Repositori UIN Alauddin Makassar

Optimalisasi Pembinaan Narapidana di Rumah Tahanan Sebagai Upaya Mencegah Residivis (Studi di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Bantaeng) - Repositori UIN Alauddin Makassar

pembinaannya yaitu pembuatan kerajinan tangan dengan memanfaatkan bahan bekas seperti pembuatan asbak, lemari, cermin, bingkai foto dari Koran, pembinaan menjahit, pembinaan budi daya ikan, pembinaan memperbaiki kendaraan bermotor, pembinaan pembuatan pagar besi. Pembinaan dilaksanakan setiap hari. Pembinaan ini diperuntukan bagi semua narapidana RUTAN Kelas IIB Bantaeng dengan diawasi oleh petugas Rumah Tahanan. Yang mana petugas Rumah Tahanan telah dibagi 4 regu yang akan bergantian melakukan pengawasan dan pengamanan di Rumah Tahanan. Seperti yang di ungkap oleh Makmur selaku staf pelayanan tahanan bahwa pembuatan kerajinan dilakukan setiap hari. Bagi narapidana yang ingin membuat kerajinan mereka bisa ke ruangan yang telah di sediakan. Banyak hasil kerajinan mereka yang bagus. Namun mengenai pemasaran hanya sebatas pemesanan saja. 44
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

PEDOMAN PELAKSANAAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN USIA DEWASA DI RUMAH TAHANAN NEGARA DAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN

PEDOMAN PELAKSANAAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN USIA DEWASA DI RUMAH TAHANAN NEGARA DAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan rahmat-Nya, Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Reproduksi bagi Tahanan dan Warga Binaan Pemasyarakatan Usia Dewasa di Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan ini selesai disusun. Pedoman ini merupakan salah satu acuan agar Tahanan dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan dan Lapas tetap mendapatkan pelayanan kesehatan, sesuai amanat Undang- Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Pedoman berisi tentang petunjuk pelaksanaan pelayanan kesehatan reproduksi bagi Tahanan dan WBP kelompok usia dewasa (18 tahun ke atas), pembiayaan pelayanan kesehatan reproduksi bagi Tahanan dan WBP, serta pembagian peran dan mekanisme koordinasi antarpihak dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan reproduksi bagi Tahanan dan WBP di Rutan/Lapas. Pelayanan kesehatan reproduksi bagi Tahanan/WBP dilakukan pada saat masuk ke Rutan/Lapas, selama menjalani masa penahanan/pembinaan, dan pada masa menjelang bebas, melalui upaya komprehensif mulai dari aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
Baca lebih lanjut

192 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PEMBEBASAN BERSYARAT BAGI NARAPIDANA DI RUMAH TAHANAN NEGARA (RUTAN) PURWODADI GROBOGAN  Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat Bagi Narapidana Di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Purwodadi Grobogan.

PELAKSANAAN PEMBEBASAN BERSYARAT BAGI NARAPIDANA DI RUMAH TAHANAN NEGARA (RUTAN) PURWODADI GROBOGAN Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat Bagi Narapidana Di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Purwodadi Grobogan.

Upaya mengatasi hambatan faktor internal, upaya mengatasi narapidana yang melanggar aturan disiplin di dalam Rutan Purwodadi pada saat menunggu keputusan pembebasan bersyarat. Bagi narapidana pada khususnya agar memperhatikan dan benar-benar patuh dengan segala aturan disiplin yang berlaku di dalam Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Purwodadi sehingga dalam proses pengusulan yang sudah berjalan tidak ada pembatalan pembebasan bersyarat akibat narapidana yang melanggar aturan disiplin di dalam Rutan. Narapidana harus benar-benar menyadari bahwa pengusulan pembebasan bersyarat memang benar diberikan oleh narapidana yang patuh dan memberikan perubahan baik pada saat menjalani masa pidana di dalam Rutan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

GAMBARAN KONSEP DIRI PADA REMAJA DI RUMAH TAHANAN KLAS I BANDUNG.

GAMBARAN KONSEP DIRI PADA REMAJA DI RUMAH TAHANAN KLAS I BANDUNG.

Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa. Pada masa ini, remaja masih mencari format yang tepat untuk membentuk identitas diri. Remaja di rumah tahanan adalah remaja yang menjalani hukuman akibat pelanggaran yang mereka lakukan. Mereka juga mengalami perubahan- perubahan seperti remaja pada umumnya, namun terdapat beberapa perbedaan proses yang harus mereka jalani karena mereka harus menjalani hukuman di rumah tahanan. Proses perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah konsep diri, sehingga penelitian ini menggambarkan tentang konsep diri pada remaja di Rumah Tahanan Klas I Bandung.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PEMBINAAN NARAPIDANA DI RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS IIB BLORA

PEMBINAAN NARAPIDANA DI RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS IIB BLORA

Lembaga pemasyarakatan atau yang lebih dikenal dengan nama Lapas sebagai salah satu institusi penegakan hukum merupakan muara dari peradilan pidana yang menjatuhkan pidana penjara kepada para terpidana. Hal lain yang terjadi adalah berubahnya fungsi Lembaga Pemasyarakatan didalam menempatkan narapidana. Namun sekarang tidak hanya Lembaga Pemasyarakatan yang berfungsi menampung narapidana. Rutan atau Rumah Tahanan juga difungsikan sebagai tempat penampungan narapidana. Berdasarkan pasal 38 ayat (1) jo. Penjelasan PP No. 27 Tahun 1983 Tentang Pelaksanaan KUHAP, Menteri dapat menetapkan Lapas tertentu sebagai Rutan. Kemudian, dengan adanya Surat Keputusan Menteri Kehakiman No. M.04.UM.01.06 Tahun 1983 tentang Penetapan Lembaga Pemasyarakatan Tertentu sebagai Rumah Tahanan Negara, Lapas dapat beralih fungsi menjadi Rutan, dan begitu pula sebaliknya. Mengingat kondisi banyak Lapas telah melebihi kapasitas, karenanya terdakwa yang telah menjalani hukuman di Rutan, yang seharusnya pindah dari Rutan untuk menjalani hukuman ke Lapas, banyak yang tetap berada di dalam Rutan hingga masa hukuman mereka selesai.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Upaya Rumah Tahanan Negara dalam Mencegah Narapidana Melarikan Diri (Studi di Rumah Tahanan NegaraKlas II B Ponorogo)

Upaya Rumah Tahanan Negara dalam Mencegah Narapidana Melarikan Diri (Studi di Rumah Tahanan NegaraKlas II B Ponorogo)

Kasus diatas menunjukkan betapa lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh petugas pemasyarakatan (sipir) yang mengakibatkan kaburnya tiga narapidana di Rutan Klas II B Ponorogo tersebut. Ironisnya lagi, ketika terjadi kasus tersebut petugas pemasyarakatan hanya 6 orang untuk menjaga 259 orang narapidana, tentunya hal ini tidak efektif karena sistem keamanan yang dilakukan oleh petugas pemasyarakatan dirasa kurang mumpuni dalam melakukan pengawasan terhadap narapidana. Selain itu Rutan harus bisa mempertimbangkan dengan menambahkan personil untuk memperkuat penjagaan di beberapa Pos. Oleh karena itu tidak dapat di pungkiri bahwa aspek keamanan di dalam Rutan sangat penting dan menjadi indikator keberhasilan Rumah Tahanan Negara atau Lembaga. Pemasyarakatan. Salah satu indikator kondisi aman Lembaga Pemasyarakatan adalah terpeliharanya keamanan dan ketertiban seperti tidak terjadi pelarian. Karena Rutan atau Lapas merupakan miniatur dari kehidupan masyarakat yang memiliki norma atau aturan, kebiasaan dan peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh setiap anggota masyarakatnya.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Tahanan Di Rumah Tahanan Negara Tanah Grogot

Sistem Informasi Tahanan Di Rumah Tahanan Negara Tanah Grogot

Dengan moto SERASI diharapkan Rumah Tahanan Negara Klas IIB Tanahgrogot Kalimantan Timur dapat melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pengayom,pelinding dan pembina penghuni Rutan, dan dalm setiap akan terjadi suatu situasi yang tertib dan kondisif. Untuk mewujudkan sesuatu hal tersebut mutlak diperlukan suatu dukungan dan kemauan dari semua pihak yang terkait baik itu petugas maupun penghuni Rutan sendiri.

70 Baca lebih lajut

RUMAH TAHANAN NEGARA  ( 1 )

RUMAH TAHANAN NEGARA ( 1 )

Rumah Tahanan Negara Klas IIB Pandeglang adalah unit pelaksana teknis di bidang penahanan dan perawatan tahanan dan narapidana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Banten. Selanjutnya disebut Rutan karena sebagai unit pelaksana teknis tempat tersangka dan terdakwa ditahan selama proses penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan. Pada masa penjajahan Belanda, Rutan Pandeglang dipergunakan sebagai tempat memenjarakan orang-orang yang dianggap melawan pemerintah dan pelaku kejahatan oleh pemerintah kolonial. Setelah kemerdekaan RI dan Lahirnya Sistem Pemasyarakatan pada tanggal 27 April 1964 dan lebih khusus lagi setelah lahir UU No 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Maka Rumah Tahanan Negara Klas IIB Pandeglang kemudian digunakan sebagai tempat penitipan dan pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan sesuai dengan sistem dan nilai pemasyarakatan sampai sekarang.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PELAKSANAAN PEMBINAAN ANAK PIDANA DI RUMAH TAHANAN  PELAKSANAAN PEMBINAAN ANAK PIDANA DI RUMAH TAHANAN BANTUL.

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PELAKSANAAN PEMBINAAN ANAK PIDANA DI RUMAH TAHANAN PELAKSANAAN PEMBINAAN ANAK PIDANA DI RUMAH TAHANAN BANTUL.

Penulisan skripsi ini merupakan persyaratan yang harus ditempuh bagi mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, guna memperoleh gelar kesarjanaan. Maksud dari penulisan hukum ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembinaan anak pidana di rumah tahanan Bantul.

13 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Administrasi Narapidana Dan Tahanan Pada Rumah Tahanan Negara ( RUTAN ) Kabupaten Kudus

Sistem Informasi Administrasi Narapidana Dan Tahanan Pada Rumah Tahanan Negara ( RUTAN ) Kabupaten Kudus

Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah melakukan analisa dan perancangan sistem baru yang lebih terpadu dalam pengelolaan administrasi Narapidana dan Tahanan Pada RUTAN Kabupaten Kudus yang selama ini belum mengunakan sistem yang terkomputerisasi. Sistem ini dirancang dengan menggunakan pemodelan UML. Sedangkan bahasa pemrograman yang digunakan adalah berbasis java dengan database MySQL.

21 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN                                                                                           Optimisme Narapidana Setelah Keluar dari Rumah Tahanan (Studi Kasus di Rumah Tahanan Boyolali).

PENDAHULUAN Optimisme Narapidana Setelah Keluar dari Rumah Tahanan (Studi Kasus di Rumah Tahanan Boyolali).

Bagi Pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat LSM yang menangani masalah kriminalitas agar dapat memanfaatkan informasi dan mempelajari bagaimana rasa optimis yang dimiliki narapidana p[r]

8 Baca lebih lajut

PENUTUP  PELAKSANAAN PEMBINAAN ANAK PIDANA DI RUMAH TAHANAN BANTUL.

PENUTUP PELAKSANAAN PEMBINAAN ANAK PIDANA DI RUMAH TAHANAN BANTUL.

pembinaan khusus agar anak tersebut tumbuh berkembang dengan baik dan tidak mengulangi kejahatannya dan Pembinaan anak di RUTAN dirasa juga belum efektif karena masih ada interaksi dengan NAPI dan Tahanan Dewasa yang dikhawatirkan akan berdampak lebih buruk bagi anak pidana jika perilaku Napi dan Tahanan Dewasa juga buruk.

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...