rumpun bahasa Austronesia

Top PDF rumpun bahasa Austronesia:

Refleksi Fonem Proto Austronesia dalam Bahasa Aceh dan Bahasa Melayu Dialek Langkat

Refleksi Fonem Proto Austronesia dalam Bahasa Aceh dan Bahasa Melayu Dialek Langkat

Ada banyak pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai masalah ini. Studi komparatif pertama yang meliputi seluruh rumpun bahasa Austronesia adalah hasil kajian Dempwolff (1934, 1937, 1938). Dalam bukunya, Dempwolff membagi rumpun bahasa Austronesia menjadi 3 bagian, yaitu bagian Indonesia, bagian Melanesia, dan bagian Polynesia. Bahasa yang diambil sebagai contoh dari bagian Indonesia adalah Tagalok, Toba-Batak, Jawa, Melayu, Ngaju-Dayak, dan Hova (malagasi). Bahasa yang diambil sebagai contoh dari bagian Melanesia ialah bahasa Fiji, dan bahasa Sa’a, sedangkan bahasa yang dipakai sebagai contoh dari bagian Polynesia ialah bahasa Tonga, Futuna dan bahasa Samoa. Alasan diambilnya bahasa- bahasa tersebut adalah bahasa yang diperbandingkan haruslah diambil dari bahasa- bahasa yang berbeda, letaknya berjauhan, dan dari anggota sub-sub rumpun yang berlainan agar rekonstruksinya betul-betul mewakili semua bahasa-bahasa yang tergabung dalam rumpun itu.
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

Refleksi Fonem Vokal dan Konsonan Proto Austronesia Dalam Bahasa Simalungun

Refleksi Fonem Vokal dan Konsonan Proto Austronesia Dalam Bahasa Simalungun

Bahasa Simalungun merupakan bahasa yang digunakan oleh masyarakat Simalungun yang bertempat tinggal sebagai penduduk asli kabupaten Simalungun. Bahasa Simalungun berfungsi sebagai alat komunikasi sehari-hari yang menunjukkan lambang identitas daerah Simalungun. Bahasa Simalungun merupakan bagian dari rumpun bahasa Austronesia yang erat dengan bahasa Sansekerta, dan mempengaruhi bahasa-bahasa daerah yang lain di Indonesia. Masyarakat Simalungun paling banyak mendominasi daerah Pematang Siantar dan Pematang Raya sebagai ibu kota kabupaten Simalungun.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Perubahan Bunyi Bahasa Proto Austronesia dalam Bahasa Jawa

Perubahan Bunyi Bahasa Proto Austronesia dalam Bahasa Jawa

Bahasa Jawa termasuk ke dalam rumpun bahasa Austronesia. Bahasa Jawa memiliki persamaan maupun perbedaan baik dalam bentuk fonologis, leksikon, maupun gramatikal. Persamaan yang muncul dalam bahasa Jawa disebabkan oleh pewarisan bahasa Proto ke bahasa Jawa. Sedangkan perbedaan yang terjadi disebabkan oleh masuknya unsur-unsur dari luar yang memberikan variasi dalam bahasa tersebut. Untuk mengetahui sejarah awal timbulnya bahasa dan perkembangannya sampai saat ini, maka digunakan kajian linguistik yang berhubungan dengan Linguistik Historis Komparatif atau Linguistik Bandingan Historis.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

Bab 12 Kekerabatan bahasa di indonesia

Bab 12 Kekerabatan bahasa di indonesia

P enelitian mengenai bahasa dalam antropologi bertujuan untuk mendeskripsikan ciri-ciri bahasa yang diucapkan suatu suku bangsa beserta variasi-variasinya. Penelitian bahasa suatu suku bangsa dapat membantu mengungkapkan sejarah kebudayaan suatu suku bangsa. Di Kepulauan Nusantara terdapat 500 jenis bahasa yang terbagi dalam 2 rumpun bahasa, yaitu kelompok bahasa Austronesia dan kelompok bahasa Papua. Beragamnya bahasa-bahasa di Nusantara tersebut membuat Indonesia layak dijadikan objek penelitian antropologi linguistik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN MAHASISWA PENUTUR BAHASA ASING DI UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

ANALISIS KESALAHAN PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN MAHASISWA PENUTUR BAHASA ASING DI UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

Kesalahan berbahasa dalam proses pemerolehan dan pembelajaran merupakan proses yang mempengaruhi siswa dalam mempelajari bahasa itu. Sebagaimana dikatakan Dulay, Burt, dan Krashen (1982:277) “Error is a part of a conversation that deviates from some selected norm of nature language performance”. Berbicara mengenai sumber kesalahan, Richards (1997) dalam bukunya yang berjudul “Error Analysis: Perspectives on Second Language Acquisitoin” menjelaskan bahwa sumber kesalahan dibedakan menjadi tiga. Pertama, kesalahan interferensi terjadi sebagai akibat dari penggunaan elemen-elemen dari suatu bahasa selagi memproses bahasa lain.Kedua, kesalahan intralingual terjadi akibat terefeksikannya karakteristik umum dari aturan belajar seperti generalisasi yang salah dan aplikasi aturan-aturan yang tidak lengkap.Ketiga, kesalahan developmental terjadi ketika pembelajar bahasa mencoba membangun hipotesis tentang bahasa sasaran berdasarkan pengalamannya yang terbatas.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Lamp 4 Pedoman Serdos 2012 buku iii

Lamp 4 Pedoman Serdos 2012 buku iii

KODING RUMPUN, SUB RUMPUN DAN BIDANG ILMU I RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MIPA II RUMPUN ILMU TANAMAN III RUMPUN ILMU HEWANI IV RUMPUN ILMU KEDOKTERAN V RUMPUN IL[r]

21 Baca lebih lajut

Perubahan Bunyi Bahasa Proto Austronesia Kedalam Bahasa Melayu Riau Dialek Kampar (Kajian Linguistik Historis Komparatif)

Perubahan Bunyi Bahasa Proto Austronesia Kedalam Bahasa Melayu Riau Dialek Kampar (Kajian Linguistik Historis Komparatif)

Sumber data dikumpulkan melalui penelaahan sumber pustaka dan penelitian lapangan. Sumber pustaka merupakan informasi tertulis yang diambil dari buku-buku, kamus-kamus dan hasil penelitian yang mempunyai kaitan dengan bahasa-bahasa yang diteliti. Sumber data yang kedua merupakan hasil pengumpulan data di lapangan. Sumber data di lapangan diperoleh dari tiga orang informan yang merupakan penutur asli BMRDK. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 200 kosakata daftar Swadesh. Peneliti memilih 200 kosakata daftar Swadesh karena merupakan kata dasar yang umum digunakan dalam bahasa sehari-hari dan lebih mudah dipahami oleh pengguna bahasa tersebut.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Lampiran 4 Profil Sekolah

Lampiran 4 Profil Sekolah

Pada awal pertumbuhannya SMK Negeri 56 Jakarta memiliki 5 rumpun yaitu Rumpun TPL, Rumpun Automotive, Rumpun Listrik, Rumpun Elektronika dan Rumpun Bangunan. Selama kurun waktu 21 tahun pengabdiannya, kini telah berkembang menjadi 6 rumpun dengan 36 kelas dengan 7 program keahlian, yaitu :

3 Baca lebih lajut

Bahasa Malimpung atau sering juga disebut bahasa Sulili

Bahasa Malimpung atau sering juga disebut bahasa Sulili

Malimpung memiliki keunikan tersendiri dibanding bahasa-bahasa lain yang serumpun. Pencampuran dari bahasa-bahasa tersebut dapat dilihat dalam kalimat sebagai kalimat berikut: “Tae’ kussengngi yaku mabbaca oki’ qur’an, adikku ratu’ mussengngi = saya tidak tahu membaca al-Qur’an, adik saya yang tahu.” Atau dalam kalimat berikut ini: “cuannara ambo’ goling pole kalimantang wannni ’ = Hanya bapak sendiri yang pulang dari Kalimantan kemarin”.

2 Baca lebih lajut

buku 3 serdos 2011 lampiran

buku 3 serdos 2011 lampiran

128 Sekolah Tinggi Bahasa Asing LIA Jakarta 033111 129 Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Lspr 033112 130 Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti 033114 131 STIE Pengembangan Bisnis Dan Manajemen 033115 132 Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi Indonesia 033116 133 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus 033117 134 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakusuma 033119 135 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kasih Bangsa 033120 136 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Bumi Putra 033121 137 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi & Sekretari Asmi 033122

73 Baca lebih lajut

TEMUAN RANGKA MANUSIA AUSTRONESIA DI PANTURA JAWA TENGAH: “Sebuah kajian awal”

TEMUAN RANGKA MANUSIA AUSTRONESIA DI PANTURA JAWA TENGAH: “Sebuah kajian awal”

Polynensische volken yang ditulis pada tahun 1889 (Hoop 1938, 87-88). Selepas dari Taiwan, para kolonis Austronesia awal bergerak ke selatan melalui Filipina selanjutnya memasuki wilayah Indonesia dan Oceania (Bellwood 2000). Hasil kajian etnolinguistik prasejarah di atas oleh para ahli arkeologi kemudian disejajarkan dengan bukti-bukti artefaktual yang ditemukan, seperti misalnya beliung dan tembikar serta perkakas pertanian maupun kebiasaan memelihara ternak yang merupakan ciri budaya manusia penutur bahasa Austronesia (Geldern 1945; Bellwood 2000). Dengan demikian istilah Austronesia yang pada awalnya terkait dengan satu ras Mongolid, akhirnya berkembang menjadi sebutan untuk produk suatu budaya materi seperti telah disebutkan di atas. Seperti ditegaskan oleh Truman Simanjuntak (2011) bahwa terminologi “Austronesia” pada hakekatnya mengacu pada bahasa, namun dalam arti luas mengacu pada penutur dan budayanya secara keseluruhan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Arkeologi Membuktikan Bahwa Sulawesi Uta

Arkeologi Membuktikan Bahwa Sulawesi Uta

kepulauan Maluku Utara (Bellwood, 1978). Sehubungan dengan hal itu wilayah ini menurut para pakar diperkirakan menjadi daerah kunci yang dapat memberi jawaban atas permasalahan daerah asal (home land) dari suku bangsa yang berbahasa Austronesia yang pada masa kemudian mendiami daerah-daerah antara Madagaskar di bagian barat sampai dengan Easter Island di kepulauan Pasifik di bagian timur, serta Formosa Island di bagian Utara (Solheim, 1966; Shuttler, 1975, Bellwood, 2001).

5 Baca lebih lajut

Rekonstruksi Budaya Austronesia.

Rekonstruksi Budaya Austronesia.

Makalah ini difokuskan pada adanya kesamaan budaya dan bahasa sebagai ciri penting yang diwarisi oleh penutur Austronesia yang tersebar dari Formosa/Taiwan (di utara) hingga Selandia Baru (di selatan), dan Madagaskar (di barat) hingga Pulau Paskah di (timur). Pendekatan sosial budaya, terutama dengan menggunakan metode komparasi diterapkan dalam penulisan makalah ini. Di samping itu, pendekatan kualitatif yang lebih mengandalkan teknik pengamatan/ observasi dalam pengumpulan data dan informasi juga diterapkan. Teori-teori yang berkaitan dengan rekonstruksi budaya digunakan untuk menganalisis data.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Pedoman Serdos 2012 - Buku 3 - POB Tatalaksana Serdos Terintegrasi (Lampiran)

Pedoman Serdos 2012 - Buku 3 - POB Tatalaksana Serdos Terintegrasi (Lampiran)

214 Akademi Kebidanan Mitra Husada Padang 104108 215 Akademi Kebidanan Petro Mandau Husada 104109 216 Akademi Kebidanan Umi Bagan Batu 104110 217 Akademi Kebidanan Amanah Muara Bungo 104111 218 Akademi Kebidanan Keluarga Bunda Jambi 104112 219 Akademi Analis Kesehatan Putra Jaya Batam 104113 220 Akademi Akuntansi Dan Manajemen Pembangunan 104114 221 Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Gici 104115 222 Akademi Bahasa Asing Permata Harapan 104116 223 Akademi Akuntansi Permata Harapan Batam 104117 224 Akademi Kebidanan Pelita Andalas 104118 225 Akademi Kebidanan Anugerah Bintan 104119 226 Akademi Kebidanan Satu Enam Lima 104120
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Buku 3 Lampiran - Prosedur Persional Baku Tatalaksana Serdos Terintegrasi Tahun 2013

Buku 3 Lampiran - Prosedur Persional Baku Tatalaksana Serdos Terintegrasi Tahun 2013

214 Akademi Kebidanan Mitra Husada Padang 104108 215 Akademi Kebidanan Petro Mandau Husada 104109 216 Akademi Kebidanan Umi Bagan Batu 104110 217 Akademi Kebidanan Amanah Muara Bungo 104111 218 Akademi Kebidanan Keluarga Bunda Jambi 104112 219 Akademi Analis Kesehatan Putra Jaya Batam 104113 220 Akademi Akuntansi Dan Manajemen Pembangunan 104114 221 Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Gici 104115 222 Akademi Bahasa Asing Permata Harapan 104116 223 Akademi Akuntansi Permata Harapan Batam 104117 224 Akademi Kebidanan Pelita Andalas 104118 225 Akademi Kebidanan Anugerah Bintan 104119 226 Akademi Kebidanan Satu Enam Lima 104120
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Mengenali Budaya Jerman melalui Ketegasan Konstruksi Kalimatnya (SIN).

Mengenali Budaya Jerman melalui Ketegasan Konstruksi Kalimatnya (SIN).

Pada contoh a) kalimat terdiri dari subjek dan keterangan, tanpa ada predikat. Meskipun di dalam bahasa Indonesia dikenal kontruksi kalimat sebagai berikut : “Dia guru.” tetapi di dalam kalimat BJ predikat harus muncul sehingga kalimat a) harus berbunyi : “Viele Feste sind heute international.” ‘Saat ini banyak pesta dirayakan secara internasional.’ Pada contoh b) terdapat kesalahan kasus, seharusnya V senden mengikat 3 unsur (nominatif, datif, dan akusatif) sebagai objek datif, die Partner berubah menjadi den Partnern; di dalam konstruksi dengan predikat berupa V modal, V senden sebagai bagian predikat harus terletak di belakang kalimat. Kalimat b) seharusnya berbunyi :” Wir m ӧ chten meinen Partnern Broschὔre f ὔ r Ihre Firma senden.” ‘Kami ingin mengirimi patner-patner kami brosur-brosur untuk perusashaan mereka.’
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Jejak Jejak Budaya Austronesia di Nusant

Jejak Jejak Budaya Austronesia di Nusant

Ekspansi Austronesia ke arah selatan akhirnya sampai ke wilayah Filiphina Utara sekitar 2.500 SM. Setelah mengalami migrasi ke wilayah Filiphina, kosakata mengenai alat kelautan bertambah 19 , hal ini bisa saja disebabkan oleh pengalaman mereka selama mengarungi lautan untuk sampai di daratan ini. muncul pula kosakata baru untuk sukun, kelapa, pisang, sagu, dan keladi, darimanakah kosakata ini muncul? Kita perlu ingat bahwa sebelum Austronesia datang, telah ada ras Austro-Melanesia yang terlebih dahulu menetap. Mereka kemungkinan yang mengenalkan tanaman tersebut, mengingat padi belum siap dikembangkan saat itu karena perlu adaptasi, maka masyarakat Austronesia kemungkinan pada awalnya mengonsumsi umbi-umbian terlebih dahulu. Bukti lain bahwa ras Austro- Melanesia menetap terlebih dahulu di Filiphina adalah sampai saat ini masih ada suku Negrito yang kini tinggal di pedalaman Filiphina 20 .
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

REFLEKS FONEM-FONEM PROTO-AUSTRONESIA PADA BAHASA JAWA DIALEK BANYUMAS DAN TENGGER: KAJIAN DIALEKTOLOGI DIAKRONIS.

REFLEKS FONEM-FONEM PROTO-AUSTRONESIA PADA BAHASA JAWA DIALEK BANYUMAS DAN TENGGER: KAJIAN DIALEKTOLOGI DIAKRONIS.

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan refleks fonem-fonem proto- Austronesia pada bahasa Jawa dialek Banyumas (BJDB) dan Tengger (BJDT), mendeskripsikan cerminan leksikon pra-bahasa Jawa sebagai indikasi mezobahasa pada dialek Banyumas dan Tengger, dan mendeskripsikan bukti kuantitatif yang mendukung bukti kualitatif.

22 Baca lebih lajut

WRTOSN2016KunciJawaban

WRTOSN2016KunciJawaban

Warna hijau pada semua negara dengan penutur mayoritas menggunakan bahasa yang merupakan rumpun bahasa Jermanik [0,5] Austria b Tandai dengan tepat semua kota dan lokasi geografis di[r]

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...