Saccharum officinarum

Top PDF Saccharum officinarum:

EFEKTIFITAS TRANSFORMASI GEN SoSPS1 MENGGUNAKAN VEKTOR PLASMID pCL4 dan EKSPLAN TUNAS LATERAL TEBU (Saccharum officinarum L.)

EFEKTIFITAS TRANSFORMASI GEN SoSPS1 MENGGUNAKAN VEKTOR PLASMID pCL4 dan EKSPLAN TUNAS LATERAL TEBU (Saccharum officinarum L.)

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Efektifitas Transformasi Gen SoSPS1 Menggunakan Vektor Plasmid pCL4 dan Eksplan Tunas Lateral Tebu (Saccharum officinarum L.)”. Penelitian ini dibiayai oleh “PT. Perkebunan XI (Persero) untuk Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiharto, M.Agr.Sc.”

19 Baca lebih lajut

KAJIAN KESESUAIAN LAHAN DAN KEMAMPUAN KESUBURAN TANAH UNTUK PENENTUAN VARIETAS TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum .Linn) DI KABUPATEN BANGKALAN, MADURA

KAJIAN KESESUAIAN LAHAN DAN KEMAMPUAN KESUBURAN TANAH UNTUK PENENTUAN VARIETAS TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum .Linn) DI KABUPATEN BANGKALAN, MADURA

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, karena berkat taufiq dan hidayah-Nya lah penyusunan laporan penelitian yang berjudul Kajian Kesesuaian Lahan dan Kemampuan Kesuburan Tanah Untuk Penentuan Varietas Tanaman Tebu ( Saccharum officinarum Linn . ) Di Kabupaten Bangkalan, Madura dapat diselesaikan.

21 Baca lebih lajut

Pengaruh Tingkat Protein Ransum Lengkap Dengan Sumber Hijauan Daun Pucuk Tebu (Saccharum Officinarum) Terhadap Jumlah Zat Makanan Dapat Dicerna Pada Domba Persilangan Priangan Vs Barbados (Effect Of Protein Level In Complete Ration With Forage Sources Fro

Pengaruh Tingkat Protein Ransum Lengkap Dengan Sumber Hijauan Daun Pucuk Tebu (Saccharum Officinarum) Terhadap Jumlah Zat Makanan Dapat Dicerna Pada Domba Persilangan Priangan Vs Barbados (Effect Of Protein Level In Complete Ration With Forage Sources Fro

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat protein didalam ransum lengkap yang menggunakan sumber hijauan pakan berupa daun pucuk tebu (Saccharum officinarum) terhadap jumlah zat makanan dapat dicerna (Total Digestible Nutrients) pada domba persilangan Priangan vs Barbados. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen terhadap empat ekor domba betina lepas sapih umur empat bulan dengan bobot badan 17 kg. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin 4 x 4, perlakuan yang diuji adalah empat tingkat (15 %, 14 %, 13 %, dan 12 %) protein ransum lengkap. Setiap periode pengumpulan data pengamatan respon dilakukan selama 10 hari, selang waktu pergantian antar perlakuan adalah 7 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat protein ransum antara 12 – 15 persen memberikan pengaruh terhadap jumlah zat makanan dapat dicerna (Total Digestible Nutrients) pada domba persilangan Priangan vs Barbados.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS TRANSFORMASI GEN SoSPS1 MENGGUNAKAN VEKTOR PLASMID pCL4 dan EKSPLAN TUNAS LATERAL TEBU (Saccharum officinarum L.)

EFEKTIFITAS TRANSFORMASI GEN SoSPS1 MENGGUNAKAN VEKTOR PLASMID pCL4 dan EKSPLAN TUNAS LATERAL TEBU (Saccharum officinarum L.)

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “Efektifitas Transformasi Gen SoSPS1 Menggunakan Vektor Plasmid pCL4 dan Eksplan Tunas Lateral Tebu (Saccharum officinarum L.)” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Media MS dengan Penambahan Glutamin 100 ppm Terhadap Respon Pertumbuhan dan Perkembangan Kultur Tunas Aksilar Tebu (Saccharum officinarum) varietas NXI 1-3, HW-1 dan THA secara In Vitro

Pengaruh Media MS dengan Penambahan Glutamin 100 ppm Terhadap Respon Pertumbuhan dan Perkembangan Kultur Tunas Aksilar Tebu (Saccharum officinarum) varietas NXI 1-3, HW-1 dan THA secara In Vitro

Abstrak—Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan perkembangan eksplan tunas aksilar tebu (Saccharum officinarum) varietas NXI1-3, HW-1 dan THA pada media MS dengan penambahan glutamin 100 ppm selama 4 minggu secara in vitro. Parameter data kualitatif yang digunakan telah diatur kedalam keterangan indeks tahapan pertumbuhan dan perkembangan eksplan. Sedangkan parameter data kuantitatif yang digunakan yaitu jumlah daun, panjang daun terpanjang, lebar daun terlebar, dan jumlah buku-buku. Data yang diperoleh untuk tiap varietas tebu akan dianalisis dengan uji t dua sampel berpasangan (paired sample t-test) pada taraf kepercayaan 95%. Glutamin 100 ppm yang ditambahkan dalam media MS digunakan oleh eksplan untuk donor nitrogen dalam biosíntesis komponen organik bernitrogen. Sehingga penambahan glutamin 100 ppm mampu memicu respon pertumbuhan dan perkembangan tunas lebih cepat dibandingkan tanpa penambahan glutamin. Hasil pengamatan pertumbuhan dan perkembangan secara kualitatif penambahan 100 ppm glutamin pada eksplan tunas aksilar tebu (Saccharum officinarum) varietas NXI 1-3 rentang 4 minggu pada kultur in vitro memberikan pengaruh terutama pada minggu ke-1 dan ke-4, sedangkan pada varietas HW-1 dan THA pada minggu ke-2 dan ke-4. Pada hasil pengamatan pertumbuhan dan perkembangan secara kuantitatif di minggu keempat penambahan 100 ppm glutamin juga memberikan pengaruh terhadap jumlah daun, panjang daun, lebar daun dan jumlah buku-buku pada eksplan tunas aksilar tebu (Saccharum officinarum) varietas NXI 1-3 dan HW-1, sedangkan pada varietas THA memberikan pengaruh terhadap jumlah daun, panjang daun, dan lebar daun namun tidak untuk jumlah buku-buku.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN Lactobacillus sp PADA PEMBUATAN SILASE PUCUK TEBU (Saccharum officinarum) TERHADAP POPULASI BAKTERI DAN PROTOZOA CAIRAN RUMEN DOMBA (In Vitro).

PENGARUH PENAMBAHAN Lactobacillus sp PADA PEMBUATAN SILASE PUCUK TEBU (Saccharum officinarum) TERHADAP POPULASI BAKTERI DAN PROTOZOA CAIRAN RUMEN DOMBA (In Vitro).

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia, Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor pada bulan 1 Juni – 20 Juli 2013. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan Lactobacillus sp dalam pembuatan silase pucuk tebu (Saccharum officinarum) terhadap populasi bakteri dan protozoa cairan rumen domba (in vitro). Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu, P0 (pucuk tebu tanpa fermentasi dan aditif), P1 (silase pucuk tebu dengan penambahan molases 3%), P2 (silase pucuk tebu dengan penambahan molases 3% dan Lactobacillus sp 0,5%). Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Peubah yang diamati adalah jumlah populasi bakteri dan protozoa cairan rumen domba (In Vitro). Data dianalisa menggunakan analisis varian dan dilanjutkan dengan Uji Contrast Orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian molases dan Lactobacillus sp memberikan pengaruh nyata terhadap bakteri rumen, namun tidak berpengaruh nyata terhadap protozoa rumen. Penambahan molases 3% pada silase pucuk tebu (P1) menghasilkan jumlah populasi bakteri yang paling baik.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

INDUKSI KALUS EMBRIOGENIK TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.)

INDUKSI KALUS EMBRIOGENIK TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.)

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu tanaman perkebunan penting di Indonesia karena dapat mendatangkan keuntungan bagi aspek ekonomi yaitu sebagai sumber devisa negara, juga dapat menyerap banyak tenaga kerja dalam proses budidayanya sehingga dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat (Sukmadjaja dan Mulyana, 2011). Gula merupakan produk utama yang dihasilkan dari tanaman tebu tersebut dan telah menjadi kebutuhan pokok dan sumber kalori bagi masyarakat serta penting peranannya dalam bidang industri dalam negari. Saat ini hal tersebut masih menjadi masalah karena kebutuhan gula yang terus meningkat tidak diimbangi dengan produksi dalam negeri yang memadai.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Respon Pertumbuhan Tunas Kultur Meristem Apikal Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) Varietas NXI 1-3 secara in viro pada Media MS dengan Penambahan Arginin dan Glutamin

Respon Pertumbuhan Tunas Kultur Meristem Apikal Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) Varietas NXI 1-3 secara in viro pada Media MS dengan Penambahan Arginin dan Glutamin

Abstrak—Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tunas kultur mersitem apikal tanaman tebu (Saccharum officinarum) varietas NXI 1-3 secara in vitro pada media MS dengan penambahan arginin dan glutamin pada masing masing media MS. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2012 – Februari 2013 di Laboraturium Penelitian dan Pengembangan Usaha PT. Perkebunan Nusantara XI Surabaya. Pengamatan respon pertumbuhan tunas dilakukan 2 bulan setelah penanaman dengan parameter pengamatan jumlah tunas dan panjang tunas. Respon pertumbuhan tunas tebu varietas NXI 1-3 dengan penambahan arginin konsentrasi 50 ppm, pada penambahan glutamin optimal pada konsentrasi 40 ppm.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

INFEKSI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA AKAR TANAMAN TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM L).

INFEKSI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA AKAR TANAMAN TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM L).

Tanaman tebu (Saccharum officinarum. L) dimanfaatkan sebagai bahan baku utama dalam industri gula. Bagian lainnya dapat pula dimanfaatkan dalam industri jamur dan sebagai hijauan pakan ternak (Farid, 2003). Tanaman tebu biasanya tumbuh baik pada daerah yang beriklim panas dengan kelembaban untuk pertumbuhan adalah > 70%. Suhu udara berkisar antara 28- 34oC. Tanah yang terbaik adalah tanah subur dan cukup air tetapi tidak tergenang (Farid, 2003).

7 Baca lebih lajut

Pembuatan Papan Partikel Dari Ampas Tebu (Saccharum Officinarum)Dengan Menggunakan Perekat Tapioka Dan Parafin

Pembuatan Papan Partikel Dari Ampas Tebu (Saccharum Officinarum)Dengan Menggunakan Perekat Tapioka Dan Parafin

Tebu (Saccharum officinarum) merupakan salah satu komoditi pertanian yang mengandung komponen lignoselulosa.Selama ini pemanfaatan tebu masih terbatas pada industri pengolahan gula dengan hanya mengambil niranya, sedangkan ampasnya sekitar 35-40% dari berat tebu yang digiling hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar industry gula.Selain itu ampas tebu juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak, pupuk, dan media tanam. Pasar nasional dan internasional mengindikasikan tebu merupakan komoditi yang penting.Beberapa Produk Derivat Tebu (PDT) seperti ethanol, papan partikel, pulp, dan kertas memiliki peluang pasar yang cukup bagus, baik di pasar domestik maupun internasional.Ampas tebu mengandung lignoselulosa yang tinggi maka ampas tebu layak untuk dijadikan bahan pembuatan papan partikel.Industri papan partikel di Indonesia belakangan ini mengalami perkembangan yang semakin baik.Saat ini banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mengeksplorasi sumber daya alam serat non kayu sebagai pengganti fungsi kayu pada papan partikel.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

PREPARASI DAN KARAKTERISASI KARBON AKTIF DARI AMPAS TEBU (Saccharum officinarum) SEBAGAI ADSORBEN PADA PROSES PEMURNIAN MINYAK GORENG BEKAS.

PREPARASI DAN KARAKTERISASI KARBON AKTIF DARI AMPAS TEBU (Saccharum officinarum) SEBAGAI ADSORBEN PADA PROSES PEMURNIAN MINYAK GORENG BEKAS.

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, atas segala rahmat dan karunia-Nya telah memberikan kesehatan dan hidayah kepada penulis sehingga penulis dapat menyusun skripsi ini dan dapat diselesaikan dengan baik sesuai waktu yang direncanakan. Sholawat beriring salam tercurahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, atas izin-Nya mampu mengubah Zaman Jahilliyah ke zaman yang penuh ilmu dan pengetahuan. Judul yang dipilih dalam penelitian ini yang dilaksanakan sejak Bulan April 2016 ialah “ Preparasi dan Karakterisasi Karbon Aktif dari Ampas Tebu (Saccharum officinarum) sebagai Adsorben pada Proses Pemurnian Minyak Goreng Bekas”.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Uji Ketahanan Beberapa Varietas Tebu (Saccharum officinarum) Terhadap Penyakit Pokahbung (Fusarium moniliforme) di Rumah Kaca

Uji Ketahanan Beberapa Varietas Tebu (Saccharum officinarum) Terhadap Penyakit Pokahbung (Fusarium moniliforme) di Rumah Kaca

Medina Shafira. 2016. ”Uji Ketahanan Beberapa Varietas Tebu (Saccharum officinarum) Terhadap Penyakit Pokahbung (Fusarium moniliforme) di Rumah Kaca”. Di bawah bimbingan Lahmuddin Lubis dan Maryani Cyccu Tobing. Pokahbung merupakan salah satu penyakit penting pada pertanaman tebu yang dapat menurunkan produksi gula di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan beberapa varietas tebu terhadap penyakit pokahbung di rumah kaca. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca fakultas petanian Universitas Sumatera Utara pada bulan Maret-September 2016 menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan sepuluh varietas (BZ 134, PS 851, PS 881, PS 862, PS 864, VMC 76-16, Kentung, TLH 1, PS 882, PSDK 923) dan tiga ulangan. Hasil menunjukkan seluruh varietas dapat terinfeksi oleh Fusarium moniliforme. Sebanyak sembilan varietas (BZ 134, PS 851, PS 881, PS 862, PS 864, VMC 76- 16, Kentung, PS 882, dan PSDK 923) memiliki ketahanan sangat rentan dan dengan ketahanan rentan di varietas TLH 1.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Uji Bioaktifitas Jamur Trichoderma spp. Endofitik untuk Mengendalikan Penyakit Pokahbung (Fusarium moniliforme) pada Tanaman Tebu (Saccharum officinarum)

Uji Bioaktifitas Jamur Trichoderma spp. Endofitik untuk Mengendalikan Penyakit Pokahbung (Fusarium moniliforme) pada Tanaman Tebu (Saccharum officinarum)

Pratiwi, B. N., S. Liliek, Muhibuddin, A., dan K., Ari. 2013. Uji Pengendalian Penyakit Pokahbung (Fusarium moniliformae)Pada Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) MenggunakanTrichoderma sp. indigenousSecara In Vitro dan In Vivo. J.HPT 1(3)ISSN : 2338 – 4336.

3 Baca lebih lajut

Uji Ketahanan Beberapa Varietas Tebu (Saccharum officinarum) Terhadap Penyakit Pokahbung (Fusarium moniliforme) di Rumah Kaca

Uji Ketahanan Beberapa Varietas Tebu (Saccharum officinarum) Terhadap Penyakit Pokahbung (Fusarium moniliforme) di Rumah Kaca

Medina Shafira. 2016. “Resistence Test of Sugarcane (Saccharum officinarum) Varieties by Pokkah boeng Disease (Fusarium moniliforme) at Green House”. Supervised by Lahmuddin Lubis and Maryani Cyccu Tobing. Pokkah boeng is one of the most important disease on sugarcane and this disease can reduce sugar production in Indonesia. This research was study to determine resistence of sugarcane plant varieties against Fusarium moniliforme at green house. This research had been conducted at green house of Universitas Sumatera Utara for March-September 2016 using completely randomized design (CRD) nonfactorial with ten varieties (BZ 134, PS 851, PS 881, PS 862, PS 864, VMC 76-16, Kentung, TLH 1, PS 882, PSDK 923) and three replications. The results showed that all of the varieties of sugarcane plant was infected by Fusarium moniliforme. Nine of Sugarcane varieties were very susceptible (BZ 134, PS 851, PS 881, PS 862, PS 864, VMC 76-16, Kentung, PS 882, and PSDK 923) and susceptible at TLH 1.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Uji Bioaktifitas Jamur Trichoderma spp. Endofitik untuk Mengendalikan Penyakit Pokahbung (Fusarium moniliforme) pada Tanaman Tebu (Saccharum officinarum)

Uji Bioaktifitas Jamur Trichoderma spp. Endofitik untuk Mengendalikan Penyakit Pokahbung (Fusarium moniliforme) pada Tanaman Tebu (Saccharum officinarum)

One of the problems faced in sugarcane cultivation is the height of the Pokahbung disease’s attack. This research aims to examine endophytic Trichoderma spp. on controlling the Pokahbung disease (Fusarium moniliforme) on sugarcane (Saccharum officinarum) which is held on August 2015 – January 2016 in the screenhouse of Faculty of Agriculture of North Sumatera University. This research used Completely Randomized Design (CRD) factorial disordered with with two treatments as factor and three replications. The first factor is the origion of Trichoderma (the control, Tandem Hilir, Tandem Hulu, Kuala Madu, Bulu Cina and Sei Semayang) and the second factor is the location of suspension application (root, apical bud and root + apical bud). The parameter on this research is inhibiting zone, disease occurrence, and disease severity.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 - Pembuatan Komposit Biodegradabel dari α-Selulosa Ampas Tebu Bz 132 (Saccharum officinarum) dan Polipropilena dengan Menggunakan Polipropilena Tergrafting Maleat Anhidrida dan Divinil Benzena Sebagai Agen Pengikat Silang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 - Pembuatan Komposit Biodegradabel dari α-Selulosa Ampas Tebu Bz 132 (Saccharum officinarum) dan Polipropilena dengan Menggunakan Polipropilena Tergrafting Maleat Anhidrida dan Divinil Benzena Sebagai Agen Pengikat Silang

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai analisa sifat komposit biodegradabel dari α -selulosa ampas tebu Bz 132 (Saccharum Officinarum) dan polipropilena tergrafting maleat anhidrida dan divinil benzena sebagai agen pengikat silang yang diharapkan dapat berguna sebagai acuan dalam membuat kemasan plastik yang ramah lingkungan dan dapat meningkatkan nilai ekonomis dari limbah ampas tebu.

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Nitrogen Terhadap Pertumbuhan Bud Chip Tebu (Saccharum officinarum L.)

Pengaruh Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Nitrogen Terhadap Pertumbuhan Bud Chip Tebu (Saccharum officinarum L.)

Triyono, A., Purwanto,dan Budiyono. 2013. Efisiensi Penggunaan Pupuk –N Untuk Pengurangan Kehilangan Nitrat Pada Lahan Pertanian. Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan 2013. Wijayanti, W.A. 2008. Pengelolaan Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) di

3 Baca lebih lajut

ANALISIS MUTU GULA MERAH BERBAHAN DASAR TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM) DI KABUPATEN ACEH TENGAH

ANALISIS MUTU GULA MERAH BERBAHAN DASAR TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM) DI KABUPATEN ACEH TENGAH

ELECTRONIC THESIS AND DISSERTATION UNSYIAH TITLE ANALISIS MUTU GULA MERAH BERBAHAN DASAR TEBU SACCHARUM OFFICINARUM DI KABUPATEN ACEH TENGAH ABSTRACT.[r]

1 Baca lebih lajut

Uji Bioaktifitas Jamur Trichoderma spp. Endofitik untuk Mengendalikan Penyakit Pokahbung (Fusarium moniliforme) pada Tanaman Tebu (Saccharum officinarum)

Uji Bioaktifitas Jamur Trichoderma spp. Endofitik untuk Mengendalikan Penyakit Pokahbung (Fusarium moniliforme) pada Tanaman Tebu (Saccharum officinarum)

Tebu (Saccharum officinarum L.)merupakan salah satu jenis tanaman yang hanya dapat ditanam di daerah yang memiliki iklim tropis. Di Indonesia, perkebunan tebu menempati luas areal lebih dari 321 ribu hektar yang 64,74% diantaranya terdapat di Pulau Jawa, Medan, Lampung, Semarang, Solo, dan Makassar. Dari seluruhperkebunan tebu yang ada di Indonesia, 50% di antaranya adalah perkebunan rakyat, 30% perkebunan swasta, dan hanya 20% perkebunan negara (Misran 2015). Pada tahun 2014 produksi tebu mencapai 70,8 ton/ha sementara pada tahun 2015 turun sekitar 2,87% menjadi 68,7 ton/ha.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Show all 321 documents...