Safety Stock

Top PDF Safety Stock:

KLASIFIKASI INVENTORI DENGAN ABC/XYZ ANALYSIS DAN MENGOPTIMALKAN SAFETY STOCK DI PT. X | Wijaya | Jurnal Titra 3530 6664 1 SM

KLASIFIKASI INVENTORI DENGAN ABC/XYZ ANALYSIS DAN MENGOPTIMALKAN SAFETY STOCK DI PT. X | Wijaya | Jurnal Titra 3530 6664 1 SM

430 level yang diberikan kepada customer dengan ber- usaha memenuhi kebutuhan sesuai dengan keingin- an customer. Keuntungan lainnya pada bidang ma- teri, keuntungan yang didapat akan bertambah karena dapat memenuhi kebutuhan ketika inventory tidak mencukupi. Safety stock pada penelitian ini merupakan perhitungan safety stock dengan lead time yang dihitung berdasarkan actual yang ada. Hasil perhitungan safety stock finished goods dan DIM dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 5.

6 Baca lebih lajut

MODEL PERENCANAAN SAFETY STOCK TERINTEGRASI UNTUK SISTEM MANUFAKTUR DENGAN FREKUENSI PENGIRIMAN TINGGI

MODEL PERENCANAAN SAFETY STOCK TERINTEGRASI UNTUK SISTEM MANUFAKTUR DENGAN FREKUENSI PENGIRIMAN TINGGI

Tujuan dari model optimasi perencanaan safety stock terintegrasi yang dibahas adalah meminimumkan total ongkos yang terdiri dari ongkos keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen (opportunity cost), ongkos karena memiliki persediaan material, dan ongkos karena memiliki persediaan produk.

7 Baca lebih lajut

Minimasi Nilai Safety Stock Guna Mengurai Biaya Safety Stock Di CV. Sumber Bangunan

Minimasi Nilai Safety Stock Guna Mengurai Biaya Safety Stock Di CV. Sumber Bangunan

Inventories need to use ABC classification method that aims to distinguish goods sold fast and slow absorption sold in accordance with the categories and types of capital goods based on theory. ITR as a measure of the effectiveness of capital and inventory system management capabilities to create profits. Safety Stock and determine based on the service level.

18 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KERTAS CD ROLL WITH SAFETY STOCK PADA CV ADINUGRAHA

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KERTAS CD ROLL WITH SAFETY STOCK PADA CV ADINUGRAHA

ADINUGRAHA belum menggunakan metode EOQ untuk kebijakan pengadaan persediaan, sehingga penulis ingin membandingkan antara kebijakan persediaan bahan baku kertas CD Roll pada perusahaan[r]

72 Baca lebih lajut

ANALISA PENGENDALIAN BAHAN BAKU PADA DEPOT MIE DAN LEMPER 168 DI SURABAYA | Jayadi | Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa 5984 11270 1 SM

ANALISA PENGENDALIAN BAHAN BAKU PADA DEPOT MIE DAN LEMPER 168 DI SURABAYA | Jayadi | Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa 5984 11270 1 SM

Dengan data dan fakta serta paparan teori yang ada di lapangan menunjukkan banyaknya masalah yang terjadi pada perusahaan yang menerapkan kebijakan secara konvensional. Metode konvensional ini tidak menghasilkan perhitungan yang tepat dalam pengelolaan persediaan bahan baku perusahaan. Ini dikarenakan perusahaan belum menerapkan perhitungan reorder point , safety stock, forecast, economic order quantity, dan total cost secara matematis . .

16 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Persediaan Produk Synchrowood Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Pada Toko Creative Interior Chapter III V

Analisis Pengendalian Persediaan Produk Synchrowood Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Pada Toko Creative Interior Chapter III V

Analisis ini untuk mengetahui kapan titik pemesanan kembali yang ideal untuk menghindari kekosongan persediaan. Reorder Point dapat diketahui dengan penetapan lead time dan jumlah safety stock yang tersedia. Rumus untuk mencari Reorder Point adalah:

23 Baca lebih lajut

Penjadwalan Distribusi Produk Dengan Menggunakan Metode Distribution Resources Planning (DRP) di PT. Pabrik Es Siantar

Penjadwalan Distribusi Produk Dengan Menggunakan Metode Distribution Resources Planning (DRP) di PT. Pabrik Es Siantar

Tugas sarjana ini berjudul “PENJADWALAN DISTRIBUSI PRODUK dengan MENGGUNAKAN METODE DISTRIBUTION RESOURCES PLANNING (DRP) DI PT. PABRIK ES SIANTAR”. Tugas sarjana ini berisi penelitian terhadap perencanaan kebutuhan distribusi pada Distribution Centre. Penelitian dimulai dengan peramalan permintaan pada masing-masing DC, perhitungan order quantity, safety stock, reorder point dan DRP Worksheet.

11 Baca lebih lajut

Identifikasi Faktor yang Mempengaruhi Total Biaya Inventori Obat-obatan Golongan A di Rumah Sakit Swasta Tipe B di Jakarta Tahun 2015 | Susanto | JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) 2340 6469 1 PB

Identifikasi Faktor yang Mempengaruhi Total Biaya Inventori Obat-obatan Golongan A di Rumah Sakit Swasta Tipe B di Jakarta Tahun 2015 | Susanto | JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) 2340 6469 1 PB

Peramalan kebutuhan masa mendatang yang dilakukan bagian Farmasi rumah sakit untuk obat-obat golongan fast moving atau obat golongan A adalah didasarkan pada riwayat pemakaian masa lampau dalam periode 15 hari untuk memprediksikan kebutuhan di periode 15 hari berikutnya dan ditambahkan dengan kebutuhan safety stock yang dihitung sebagai kebutuhan untuk 5 hari. Pemesanan obat-obat golongan fast moving ini dilakukan secara periodik setiap 15 hari. Jumlah atau volume pemesanan disesuaikan dengan sisa stok yang ada di gudang.

8 Baca lebih lajut

Model Rantai Suplai Pada Permintaan Non Stasioner.

Model Rantai Suplai Pada Permintaan Non Stasioner.

2004 Optimizing safety stock placement in general network supply chains.. PhD thesis, MIT Operations Research Center, Cambridge, MA.[r]

1 Baca lebih lajut

Laporan Kerja Praktek di PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)

Laporan Kerja Praktek di PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa klasifikasi spare part pada seksi SWH didominasi oleh suku cadang yang sifatnya esensial dengan nilai aset yang kecil yaitu kategori CE sebesar 34%. Yang artinya tanpa spare part tersebut pabrik masih dapat beroperasi namun mempengaruhi kualitas produksi seperti mesin tidak bekerja dengan optimal yang mengakibatkan turunnya efektifitas dan efisiensi mesin produksi menurun. Nilai safety stock pada item kategori CE dapat ditingkatkan pada titik maksimum karena tidak memberikan pengaruh yang terlalu besar terhadap biaya penyimpanan dan beban biaya saat disposal. Safety stock dimaksimalkan dengan maksud untuk memenuhi permintaan user terhadap spare part kategori CE pada saat itu juga agar tidak menyebabkan turunnya efektifitas dan efisiensi mesin produksi.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

Perbaikan Sistem Persediaan Gudang 2012

Perbaikan Sistem Persediaan Gudang 2012

Total Cost I (TC) G=A+B+C+D Rp487.364.353,29 Rp487.249.048,97 Tabel 1 menunjukkan sistem EOQ (Q* = 9) yang diusulkan lebih baik dari sistem awal. Secara keseluruhan, TC sistem EOQ memang lebih besar dibandingkan sistem awal. Namun, hal ini disebabkan oleh adanya biaya safety stok untuk sistem EOQ. Apabila biaya safety stock tidak diperhitungkan, maka TRC sistem EOQ lebih rendah dibandingkan sistem awal. Meskipun menyebabkan total biaya lebih besar, tetapi dengan adanya safety stock pada sistem EOQ dapat menjamin kemampuan Toko Makmur dalam penyediaan barang sebesar 90%, atau kekurangan yang terjadi hanya 10%.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Perencanaan Agregat Jadwal Induk Produks

Perencanaan Agregat Jadwal Induk Produks

Jika ∑ ∀ ∈ > X⃰ maka perlu dilakukan penyesuaian karena melanggar batas bawah, tingkat inventory < safety stock dan menimbulkan biaya stock out maka penyesuaian dilakukan dengan asumsi biaya konstan dan terdapat risiko back order dengan rumus :

79 Baca lebih lajut

Ardian Dwi Cahyo1 , Ilham Priadythama2 , Renny Christi Y3 , Herlina Wulan Sari4

Ardian Dwi Cahyo1 , Ilham Priadythama2 , Renny Christi Y3 , Herlina Wulan Sari4

Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu, metode single avergae adalah metode terbaik unuk MCB 2A, 4A. Metode moving average 3 periode untuk MCB 10A, 16A, 50A, 63 A. Metode moving average 4 periode untuk MCB 35A. Metode single exponential smoothing untuk MCB 6A, 25A. Metode double exponential smoothing untuk MCB 20A. Sedangkan safety stock masing-masing material MCB 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 35A, 50A, dan 63A adalah 5, 7, 15, 10, 5, 4, 2, 3, 3, 2, sedangkan reorder point msing-masing material adalah 16, 28, 72, 50, 16, 11, 7, 6, 5, 4.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Usulan Penerapan Perencanaan Agregat guna Meningkatkan Efisiensi Biaya Produksi pada Pabrik Kerupuk PD. Seruni, Bandung.

Usulan Penerapan Perencanaan Agregat guna Meningkatkan Efisiensi Biaya Produksi pada Pabrik Kerupuk PD. Seruni, Bandung.

Suatu perencanaan agregat yang baik dan akurat tentunya harus ditunjang dengan peramalan yang baik dan akurat serta strategi-strategi yang perencanaan yang sesuai pula. Dalam penelitian ini penulis menggunakan berbagai metode peramalan dan metode yang dipilih adalah metode trend linear karena setelah diuji keakuratannya, metode inilah yang memiliki tingkat keakuratan yang paling baik dibanding metode lainnya. Hasil peramalan kemudian dijadikan dasar untuk melakukan perencanaan agregat. Adapun strategi perencanaan agregat yang dipakai yaitu strategi menyesuaikan tingkat tenaga kerja untuk memenuhi permintaan konsumen tanpa memperhitungkan safety stock. Strategi ini membutuhkan biaya sebesar Rp. 231.808.650. Sedangkan strategi yang dipakai oleh perusahaan selama ini adalah strategi tenaga kerja tetap membutuhkan biaya sebesar Rp. 249.532.733. Dengan demikian, penulis mengusulkan strategi perencanaan agregat menyesuaikan tingkat tenaga kerja untuk memenuhi permintaan konsumen tanpa memperhitungkan safety stock. Karena strategi ini akan menghemat biaya produksi sebesar Rp. 17.724.083.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Perencanaan Aktivitas Distribusi Dengan Menggunakan Konsep Supply Chain Management pada PT. Pusaka Prima Mandiri

Perencanaan Aktivitas Distribusi Dengan Menggunakan Konsep Supply Chain Management pada PT. Pusaka Prima Mandiri

3.1.4.2. Peramalan Kuantitatif...................................... III-7 3.1.4.3. Metode Time Series ......................................... III-8 3.1.4.4. Metode Proyeksi Kecenderungan Regresi ...... III-8 3.1.5. Kriteria Performance Peramalan.................................. III-11 3.1.6. Pengujian Hipotesa Distribusi F................................... III-12 3.1.7. Proses Verifikasi .......................................................... III-12 3.2. Supply Chain (Rantai Pasok) .................................................... III-13 3.3. Economic Order Quantity (EOQ) ............................................ III-16 3.4. Safety Stock .......................................................................... III-17 3.5. Pengertian Distribusi ................................................................ III-17 3.6. Value Chain .............................................................................. III-18
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PERBAIKAN KEBIJAKAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN JUST IN TIME KOMPONEN PRODUK MAIN FLOOR SIDE LH PADA PT GAYA MOTOR

PERBAIKAN KEBIJAKAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN JUST IN TIME KOMPONEN PRODUK MAIN FLOOR SIDE LH PADA PT GAYA MOTOR

2. Metode persedian kanban supplier teoritis dihitung dengan 5 kondisi safety stock kanban, yaitu safety stock kanban 0,5 hari, 0,4 hari, 0,3 hari, 0,2 hari dan 0,1 hari. Kodisi terbaik dicapai pada perhitungan kanban supplier teoritis dengan safety stock 0,1 hari yaitu dengan jumlah kartu kanban sebanyak 146 buah dengan total biaya persediaan sebesar Rp 158.703.378,00. Usulan pembuatan prosedur pengambilan material dan optimalisasi design rak kanban dibuat untuk mendukung kelancaran prosedur metode persediaan kanban. Dari optimalisasi design rak yang diusulkan akan didapatkan reducing area bahan baku sebesar 28% dan kapasitas rak bertambah sebesar 35 % dari design rak sebelumnya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Sentralisasi Proses Heat Treatment di PT. XYZ | Tanzil | Jurnal Titra 6021 11340 1 SM

Sentralisasi Proses Heat Treatment di PT. XYZ | Tanzil | Jurnal Titra 6021 11340 1 SM

Sentralisasi proses heat treatment membutuhkan stock komponen untuk mencukupi kebutuhan siklus sentralisasi yang meliputi stock awal dan safety stock komponen BHD dan AHD yang sesuai dengan kebutuhan assembly. Tata letak inventory stock bertujuan untuk menentukan penempatan komponen BHD dan AHD sehingga tata letak inventory yang ada dapat dimaksimalkan sesuai dengan perhitungan stock komponen. Tata letak inventory stock komponen secara garis besar dibagi menjadi dua, dimana komponen BHD ditempatkan di plant 3, dan komponen AHD diletakkan sesuai kebutuhan assembly masing- masing plant.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAYU SENGON DENGAN METODE EOQ (Studi pada PT Dharma Satya Nusantara Temanggung).

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAYU SENGON DENGAN METODE EOQ (Studi pada PT Dharma Satya Nusantara Temanggung).

Pengendalian persediaan merupakan masalah vital yang mempengaruhi kelancaran proses produksi yang berimbas terhadap kelangsungan hidup perusahaan. Dikarenakan biaya penyimpanan bisa sangat mahal, maka perlu diperhatikan metode pengendalian persediaan yang sesuai dengan situasi perusahaan. Menyimpan terlalu banyak persediaan akan merugikan perusahaan dengan biaya simpan yang terlalu besar sedangkan kekurangan persediaan akan menghambat proses produksi yang akan berimbas pada kehilangan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah akan ada efisiensi biaya dengan membandingkan biaya total aktual perusahaan dan biaya total jika perusahaan menggunakan metode EOQ, serta untuk mengetahui angka ROP dan safety stock sebagai model probabilistiknya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara,observasi serta studi pustaka. Penelitian ini dilakukan di PT Dharma Satya Nusantara Temanggung. Bahan baku yang diteliti adalah kayu sengon. Sedangkan pengukuran data dilakukan secara matematis. Analisa dilakukan secara deskriptif dengan menjabarkan poin-poin yang ditemukan dengan bantuan tabel maupun gambar. Metode pembelian bahan baku dengan metode EOQ ini diharapkan dapat meminimalkan biaya total persediaan. Sedangkan permintaan bahan baku yang tidak menentu diharapkan dapat diatasi dengan menetapkan ROP serta Safety Stock. Hasil penelitian menunjukkan adanya efisiensi biaya pada tiap jenis kayu sengon dengan menggunakan metode EOQ. Penelitian juga menghasilkan titik ROP untuk tiap jenis kayu sengon yang dapat digunakan sebagai titik pemesanan kembali serta persediaan pengaman yang perlu disimpan oleh perusahaan dalam antisipasi permintaan yang tidak menentu.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Aplikasi Teknik Simulasi Untuk Perencanaan Persediaan Dan Pemesanan Bahan Baku Di  PT. Megah Plastik

Aplikasi Teknik Simulasi Untuk Perencanaan Persediaan Dan Pemesanan Bahan Baku Di PT. Megah Plastik

Gambar 6.2 Pembentukan Causal Model Persediaan Bijih Plastik Langkah II Langkah ketiga, adalah melakukan pengembangan lagi dengan menambahkan variabel yang mempengaruhi variabel pada langkah kedua sebelumnya. Variabel pemesanan bahan baku akan dipengaruhi oleh vairabel reorder point. Hubungan yang terjadi diantara dua variabel ini adalah similar (s) sebab semakin besar nilai reorder point maka pemesanan bahan baku akan semakin cepat. Variabel penerimaan Untuk reorder point bijih plastik sendiri dipengaruhi oleh tiga variabel yakni : rata-rata penggunaan bijih plastik, safety stock bijih plastik dan lead time bijih plastik.
Baca lebih lanjut

157 Baca lebih lajut

Penerapan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dalam Menganalisis pengendalian Persediaan Padi

Penerapan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dalam Menganalisis pengendalian Persediaan Padi

Penerapan metode Economic Order Quantity, Safety Stock, Dan Reorder Point dalam Upaya Pengendalian Efisiensi Persediaan pada UD.. Sejahtera Kediri.Kediri: Universitas Nusantara PGRI Ke[r]

2 Baca lebih lajut

Show all 3941 documents...