Santo Fransiskus Assisi

Top PDF Santo Fransiskus Assisi:

Hubungan pendidikan iman dalam keluarga kristiani dengan kecerdasan spiritual siswa/siswi SMP Santo Fransiskus Assisi Samarinda - USD Repository

Hubungan pendidikan iman dalam keluarga kristiani dengan kecerdasan spiritual siswa/siswi SMP Santo Fransiskus Assisi Samarinda - USD Repository

Skripsi ini berjudul HUBUNGAN PENDIDIKAN IMAN DALAM KELUARGA KRISTIANI DENGAN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA/SISWI SMP SANTO FRANSISKUS ASSISI SAMARINDA. Pendidikan Iman dalam Keluarga Kristiani adalah proses pengarahan, pemberian informasi, teguran, dan tata cara komunikasi dalam usaha untuk mendewasakan iman anak dalam Keluarga Kristiani. Kecerdasan Spiritual adalah kemampuan-kemampuan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna sehingga orang dapat menemukan makna serta nilai-nilai kehidupan sehari-hari dalam konteks relasinya dengan diri sendiri, alam dan sesama serta Allah/Tuhan. Pendidikan Iman dalam Keluarga dengan aspek-aspeknya mampu memperkembangkan Kecerdasan Spiritual. Bentuk, suasana, media Pendidikan Iman dalam Keluarga Kristiani sangat mendukung perkembangan Kecerdasan Spiritual dalam hal pemaknaan pengalaman. Hubungan baik dengan diri sendiri, sesama, alam dan Tuhan dimulai dari dalam keluarga dan menjadi tanggung jawab utama orang tua. Berdasarkan pengertian di atas maka satu hipotesis yang diuji adalah Pendidikan Iman dalam Keluarga Kristiani mempunyai hubungan yang signifikan dengan Kecerdasan Spiritual.
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

Penghayatan spiritualitas pelayanan Santo Fransiskus Assisi untuk kesaksian hidup injili masa sekarang, para suster Kongregasi Suster Fransiskan Santa Lusia (KSFL) Pematangsiantar - USD Repository

Penghayatan spiritualitas pelayanan Santo Fransiskus Assisi untuk kesaksian hidup injili masa sekarang, para suster Kongregasi Suster Fransiskan Santa Lusia (KSFL) Pematangsiantar - USD Repository

Kongregasi KSFL sungguh memperhatikan mereka yang sungguh miskin, lemah dan juga mereka yang tidak sanggup dalam biaya pendidikan. Dalam gerak pelayanan para suster KSFL dalam pendidikan, maka ditegaskan kembali bahwa fokus KSFL adalah mengedepankan kesaksian hidup. Kesaksian hidup para suster KSFL adalah tetap berusaha menjadi saudara bagi semua orang terutama bagi orang-orang miskin, tersingkir, sederhana, dan menderita. Dengan mengikuti panggilan kefransiskanan, KSFL memberikan kesaksian nyata tentang Kristus yang hadir sekarang dan abadi; mengikuti Kristus yang miskin, hina dina, dan taat pada kehendak Bapa. (Konst KSFL, 1999: 9). Dalam gerak pelayanan ini juga para suster sangat diharapkan untuk rendah hati, berkorban demi orang lain. Kesaksian hidup ini akan semakin mengedepankan kesaksian hidup injili sebagai kekuatan untuk menjalankan misi. Sebagai pengikut Santo Fransiskus Assisi, maka hendaklah teladan hidupnya tetap dipelihara, dihidupi, dan diwujudnyatakan dalam gerak pelayanan. Pengabdian diri yang sepenuhnya dalam gerak pelayanan dan juga dengan pengosongkan diri akan mampu menyembuhkan yang terluka, menyatukan yang remuk, dan memanggil yang tersesat. (Konst KSFL, 1999: 91).
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

Relevansi semangat kedinaan Santo Fransiskus Assisi dalam tugas pelayanan para Suster Fransiskus Dina (SFD) pada masa kini bagi kaum difabel.

Relevansi semangat kedinaan Santo Fransiskus Assisi dalam tugas pelayanan para Suster Fransiskus Dina (SFD) pada masa kini bagi kaum difabel.

Sekalipun usia karya pelayanan bagi kaum difabel tersebut telah begitu lama dan visi-misi karyanya tersusun rapi namun pelaksanaan pelayanan oleh para anggota SFD tidak dapat dikatakan berjalan mulus apalagi mudah. Selain hal material dan manajerial, salah satu tantangan bahkan hambatan yang menghadang gerak laju karya pelayanan ini adalah tantangan spiritual atau motivasi, keyakinan atau semangat cinta kasih dari para pelayannya khususnya para anggota SFD yang berkarya di bidang tersebut. Selain kemampuan, keahlian dan keterampilan menghadapi anak dengan keterbelakangan mental, para suster SFD pun dituntut memiliki penghayatan spiritualitas kedinaan Fransiskus yang kuat dan selalu diperbarui dengan berbagai kegiatan rohani dan akademis. Dengan kata lain, bagi seorang suster SFD yang terpanggil untuk berkarya bagi kaum difabel, terdapat pergulatan batin atau mental yang istimewa (khusus) untuk dapat benar-benar menjiwai, berdaya tahan dan mengembangkan karya pelayanan tersebut sesuai amanat perutusan Gereja melalui kongregasinya.
Baca lebih lanjut

164 Baca lebih lajut

PERSAUDARAAN SEJATI SUSTER MISI FRANSISKANES SANTO ANTONIUS DALAM TERANG SPIRITUALITAS SANTO FRANSISKUS ASISI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama K

PERSAUDARAAN SEJATI SUSTER MISI FRANSISKANES SANTO ANTONIUS DALAM TERANG SPIRITUALITAS SANTO FRANSISKUS ASISI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama K

Menurut Fransiskus (ini terjadi dalam konteks Perang Salib), jangankan saudara, musuhpun tidak boleh dibunuh untuk mencapai tujuan suci, karena Kristus sendiri mengatakan, “Kasihilah musuhmu, berbuat baiklah bagi mereka yang membenci kamu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (Mat 5: 44). Oleh karena itu, menurut Fransiskus apapun alasannya, musuh tidak boleh dibenci apa lagi dibunuh, mereka harus dicintai karena mereka pun dicintai Allah. Pandangan Fransiskus ini tentu saja terasa aneh dan ganjil untuk jamannya karena melawan arus pemikiran masyarakat Kristen pada umumnya dan mungkin juga untuk jaman sekarang. Fransiskus berpendapat bahwa harta yang tertinggi adalah Injil, bukan makam Kristus yang ada di Yerusalem, yang menjadi sumber pertikaiaan. Ia menambahkan pula, bahwa Kristus lebih mencintai umat Islam dari pada makam-Nya sendiri. Oleh karena itu keinginan untuk memiliki tanah suci, tidak boleh dijadikan alasan untuk memusuhi dan membenci Islam serta penganut agama lainnya, apalagi membunuhnya. Bangaimana mungkin mengumandangkan Te Deum di tengah-tengah penderitaan orang akibat perang? (Doornik, 1977: 122).
Baca lebih lanjut

186 Baca lebih lajut

Pembinaan hidup religius para suster yunior kongregasi suster-suster Fransiskanes Sibolga dalam proses pematangan pribadi berdasarkan nilai-nilai spiritualitas Santo Fransiskus Asisi - USD Repository

Pembinaan hidup religius para suster yunior kongregasi suster-suster Fransiskanes Sibolga dalam proses pematangan pribadi berdasarkan nilai-nilai spiritualitas Santo Fransiskus Asisi - USD Repository

Suster Irene OSF yang terkasih, setelah saya mendapat persetujuan dari suster profinsial yaitu Sr. Rita Hasibuan OSF, saya akan melakukan penelitian skripsi dengan judul ”PEMBINAAN HIDUP RELIGIUS PARA SUSTER YUNIOR KONGREGASI SUSTER-SUSTER FRANSISKANES SIBOLGA DALAM PROSES PEMATANGAN PRIBADI BERDASARKAN NILAI-NILAI SPIRITUALITAS ST. FRANSISKUS ASISI”, maka pada kesempatan ini saya ingin meminta bantuan kepada suster untuk menyampaikan kuesioner penelitian saya ini kepada para suster yunior yang ada di komunitas ini. Di sini telah saya kirimkan sebanyak jumlah para suster yunior di komunitas ini, mohon masing-masing para suster mengisi dan satu minggu setelah menerima kuisioner ini mohon dikirim kembali kepada saya Saya mohon bantuan untuk memberikan kuisioner ini ke biara St. Klara dan biara Elisabeth Sibolga dan saat pengiriman kembali mohon ditunggu/dikumpul lagi). Di sini juga telah saya kirimkan amplop dan prangko pengiriman. Untuk segala kebaikan, perhatian dan bantuannya saya haturkan banyak terimakasih. Semoga Tuhan membekati.
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

1 UPAYA GURU MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN SOSIOLOGI SMA SANTO FRANSISKUS ASISI

1 UPAYA GURU MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN SOSIOLOGI SMA SANTO FRANSISKUS ASISI

The Teacher's Efforts to Improve Student Learning Motivation in the Sociology Learning Process of Class XI IPS 1 of Santo Fransiskus Asisi High School Pontianak". The purpose of the study was to describe (1) the efforts of teachers to increase intrinsic motivation in the process of learning sociology in class XI IPS 1 Santo Fransiskus Asisi High School Pontianak. (2) The teacher's efforts to increase extrinsic motivation in the process of learning sociology in class XI IPS 1 of Santo Fransiskus Asisi High School Pontianak. The method used is a qualitative method with descriptive analysis. Data collection tools use observation guidelines, interview guidelines and documentation. The results of the study showed that (1) The efforts made by the teacher to increase the intrinsic motivation of students 'learning were paying attention to students' attitudes, giving motivation to students, maintaining the concentration of student learning, giving praise and recognition to successful students so that students had stronger self-confidence. (2) Efforts made by the teacher to improve extrinsic motivation of student learning, namely, the teacher guides and fosters students in learning, teachers utilize school facilities and infrastructure, teachers admonish and give advice to students who do not pay attention to learning activities and separate students' seats when chatting Teachers deliver learning material to create conducive social conditions for students in the classroom.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MEMAHAMI MAKNA PACARAN YANG SEHAT DAN BERTANGGUNG JAWAB MELALUI KATEKESE DI KALANGAN ORANG MUDA KATOLIK LINGKUNGAN SANTO FRANSISKUS XAVERIUS, KAMBANIRU, PAROKI SANG PENEBUS, WAINGAPU, SUMBA TIMUR SKRIPSI

MEMAHAMI MAKNA PACARAN YANG SEHAT DAN BERTANGGUNG JAWAB MELALUI KATEKESE DI KALANGAN ORANG MUDA KATOLIK LINGKUNGAN SANTO FRANSISKUS XAVERIUS, KAMBANIRU, PAROKI SANG PENEBUS, WAINGAPU, SUMBA TIMUR SKRIPSI

Walaupun begitu responden setuju bahwa sebagian orang Katolik, dalam menjalin pacaran perlu diarahkan menuju perkawinan nantinya sebagai kebersamaan dalam suka dan duka seumur hidup. Responden juga memahami bahwa perkawinan nantinya bertujuan kesejahteraan (= apa yang baik bagi) suami atau istri. Hal ini semakin diteguhkan oleh responden, dengan pendapat bahwa pacaran merupakan persiapan menuju perkawinan yang menurut kodratnya terarah pada kelahiran anak dan pendidikannya. Dalam kenyataan responden mengalami dan menghadapi permasalahan dalam berpacaran, namun mereka juga memahami makna pacaran, arah, dan tujuannya yaitu perkawinan (dalam rangka membangun keluarga kristiani yang ideal). Jadi kekhawatiran selama ini dapat terjawab, karena OMK Lingkungan St. Fransiskus Xaverius, Kambaniru, Paroki Sang Penebus, Waingapu, Sumba Timur (responden) memiliki wawasan dan pengetahuan mengenai pacaran, tujuannya, permasalahannya dan memperoleh gambaran tentang perkawinan Katolik.
Baca lebih lanjut

153 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR KOSAKATA BAHASA MANDARIN DENGAN METODE PERMAINAN BAGI SISWA KELAS 5 DI SD SANTO FRANSISKUS BOYOLALI.

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR KOSAKATA BAHASA MANDARIN DENGAN METODE PERMAINAN BAGI SISWA KELAS 5 DI SD SANTO FRANSISKUS BOYOLALI.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik wawancara, teknik pustaka, dan teknik dokumentasi. Penelitian mengambil siswa kelas 5 SD Santo Fransiskus Boyolali sebagai objek penelitian.

13 Baca lebih lajut

Pengembangan modul internalisasi nilai-nilai `Berjiwa Besar` ST. Fransiskus Asisi di SD Fransiskus 2 Bandar Lampung - USD Repository

Pengembangan modul internalisasi nilai-nilai `Berjiwa Besar` ST. Fransiskus Asisi di SD Fransiskus 2 Bandar Lampung - USD Repository

Kecintaan Fransiskus kepada Yesus membuat Fransiskus berani memberikan keputusan bahwa dirinya lebih memilih Tuhan dengan melakukan karya baik yang selama ini telah ia lakukan dan memutuskan meninggalkan ayah dan keluarganya. Keputusan Fransiskus ini semakin membuat ayahnya semakin marah dan akhirnya ayahnya memintanya untuk melepaskan seluruh harta benda yang ada pada dirinya. Permintaan sang ayah pun tidak berat bagi Fransiskus, maka dengan segera ia mengembalikan semua harta benda yang ada pada dirinya bahkan pakainan yang melekat pada tubuhnya (Mat 19:21). Demikianlah Fransiskus telanjang pergi meninggalkan ayah, keluarga dan seluruh kekayaan yang ada. Ia dengan tulus iklas meninggalkannya dan memilih Tuhan sebagai satu-satunya harapan hidupnya. Ia akhirnya, mendapatkan mantol untuk menutupi tubuhnya yang telanjang dari seorang uskup yang terharu melihat sikap dan segala keputusan yang telah diambilnya.
Baca lebih lanjut

164 Baca lebih lajut

MENEMUKAN TEOLOGI LEONARDO BOFF DALAM ENSIKLIK PAUS FRANSISKUS

MENEMUKAN TEOLOGI LEONARDO BOFF DALAM ENSIKLIK PAUS FRANSISKUS

Rupanya konstruksi berpikir Boff juga ditempuh oleh Paus Fransiskus ketika berbicara tentang Allah Trinitas yang adalah gambaran sempurna, model relasi manusia dengan sesama dan alam. Gagasan ini disebut vestigia trinitatis. Namun, kita menyadari bahwa keterbatasan bahasa manusia ketika membahasakan Allah melalui konsep vestigia trinitatis, dapat menggeneralisasi Allah Trinitas ke dalam bahasa relasional, seolah-olah trinitas dapat ditaksir menurut gambaran dan struktur antropomorfisme, dan kita berpotensi merelatifkan Allah. Misteri trinitas tetaplah diimani sejauh Allah menyatakannya kepada kita di dalam Yesus Kristus (revelatio verbum incarnatio). St. Bonaventura, seorang teolog Fransiskan kenamaan di Abad Pertengahan (skolastik), pernah menegaskan bahwa alam semesta merupakan pengungkapan diri Allah Trinitas melalui sang Logos atau “Firman” yang adalah exemplar Allah dan exemplar segala sesuatu yang diciptakan Allah, akibatnya segala ciptaan mesti dipahami sebagai tanda sekaligus simbol revelasi Allah. Bonaventura menambahkan bahwa seluruh dunia dan semua makhluk adalah bayangan (umbra), bekas (vestigium), gambar (imago) dari Allah Trinitas. 45 Dengan demikian, relasi antara Allah
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

TINJAUAN ESENSI PROYEK  LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REDESAIN SEMINARI TINGGI SANTO PAULUS YOGYAKARTA (PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU).

TINJAUAN ESENSI PROYEK LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REDESAIN SEMINARI TINGGI SANTO PAULUS YOGYAKARTA (PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU).

Proses pendidikan imam memiliki beberapa tahapan dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Proses pendidikan tersebut diklasifikasikan menjadi tiga atau empat tahapan besar, yakni pendidikan Seminari Menengah (pendidikan setara SMU), Tahun Orientasi Rohani (TOR) atau Novisiat (pendidikan spiritualitas), dan Seminari Tinggi (pendidikan sarjana atau sekolah tinggi). Sementara, Seminari Kecil (pendidikan setara SMP) sudah amat jarang dilakukan. Di Keuskupan Agung Semarang, dibutuhkan waktu kurang lebih 12-13 tahun hingga tercapai tahap tahbisan seorang imam diosesan, jika dimulai dari tahap Seminari Menengah. Keuskupan Agung Semarang memiliki Seminari Menengah Santo Petrus Canisius Mertoyudan di Magelang dan Tahun Orientasi Rohani Imam Diosesan di Jangli, Semarang. Sementara, pendidikan Seminari Tinggi dijalani di Seminari Tinggi Santo Paulus Yogyakarta (STSPY).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Audit Manajemen Layanan di Rumah Sakit Santo Yusuf dengan Menggunakan Cobit 4.1 Framework.

Audit Manajemen Layanan di Rumah Sakit Santo Yusuf dengan Menggunakan Cobit 4.1 Framework.

Perkembangan bisnis perusahaan menyebabkan persaingan dalam meningkatkan performa bisnis antar perusahaan. Oleh karena itu perusahaan juga perlu mengetahui sejauh mana perusahaannya sudah berkembang dan apa saja yang masih harus diperbaiki. Untuk mengetahui itu semua, Rumah Sakit Santo Yusup memerlukan audit dengan menggunakan COBIT Framework, khususnya di bagian service level Rumah Sakit Santo Yusup, diantaranya menggunakan proses Define and Manage Service Levels (DS1), Manage Third-party Services (DS2), Manage Performance dan Capacity (DS3), Ensure Continuous Service (DS4), Educate and Train Users (DS7), Manage Service Desk and Incidents (DS8), Manage Problem (DS10).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Belajar dari Paus Fransiskus Mengajar dan Mempengaruhi Dunia.

Belajar dari Paus Fransiskus Mengajar dan Mempengaruhi Dunia.

 Saya tetap Ignatian, karena semangat itu sudah aku hidupi sejak novisiat, dan tidak akan hilang. Ini yang menjadikan saya berpikir, menentukan sesuatu, memutuskan sesuatu. Inilah yang membantu saya berdiscernment terus menerus. Meski gaya kepemimpinannya Fransiskus, tetapi cara mempertimbangkan tetap Ignatian.

4 Baca lebih lajut

Evaluasi sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas pada organisasi non profit : studi kasus di paroki Santo Fransiskus Xaverius Kidul Loji Yogyakarta - USD Repository

Evaluasi sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas pada organisasi non profit : studi kasus di paroki Santo Fransiskus Xaverius Kidul Loji Yogyakarta - USD Repository

Mekanisme Pelaporan Kegiatan dan Keuangan yang diterapkan Paroki Santo Fransiskus Xaverius Kidul Loji. Pelaporan diserahkan satu minggu setelah kegiatan dilaksanakan. Laporan Kegiatan diserahkan kepada Bendahara III. Setelah diterima Laporan Kegiatan akan diverifikasi oleh Bendahara III terkait dengan keabsahan bukti dan penggunaan dana riil pelaksaannya. Laporan Kegiatan harus dilengkapi dengan nota dan kwitansi asli serta diotorisasi oleh Tim Kerja dan Ketua Bidang. Jika dalam kegiatan ada dokumentasi berupa foto atau narasi kegiatan harus diikutsertakan. Pelaporan kegiatan dengan menggunakan buku yang telah disediakan yaitu Buku Laporan Kegiatan (BLK). Bukti pengeluaran yang berupa Tanda Bayar dari Bendahara III yang asli ditempelkan pada buku Laporan Kegiatan.
Baca lebih lanjut

197 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR KOMIK SISWA SMA SANTO FRANSISKUS ASISI PONTIANAK

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR KOMIK SISWA SMA SANTO FRANSISKUS ASISI PONTIANAK

Permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran menulis paragraf naratif pada siswa kelas XC SMA Santo Fransiskus Asisi Pontianak memerlukan adanya inovasi baru. Satu di antaranya menggunakan media yang sesuai dan efisien untuk meningkatkan keterampilan menulis paragraf naratif siswa. Media pembelajaran dapat memanfaatkan berbagai hal yang terdapat di sekitar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Satu di antara media yang dapat digunakan dalam pembelajaran menulis paragraf naratif adalah media gambar komik. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah setelah menggunakan media gambar komik dalam pembelajaran menulis paragraf naratif siswa menjadi lebih mudah untuk menulis paragraf naratif, karena dengan adanya media gambar komik ini siswa dapat terbantu untuk mengaitkan beberapa gambar menjadi sebuah paragraf naratif.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Penggunaan Bahasa Jawa dalam perayaan Ekaristi di Stasi Santo Fransiskus Xaverius Kemranggen, Paroki Santo Yohanes Rasul Kutoarjo

Penggunaan Bahasa Jawa dalam perayaan Ekaristi di Stasi Santo Fransiskus Xaverius Kemranggen, Paroki Santo Yohanes Rasul Kutoarjo

dimengerti oleh umat setempat serta sanara pengungkapan iman umat kepada Allah. Demi terjalinnya suatu komunikasi dua arah antara manusia dengan Tuhan maka harus memperhatikan bahasa, walaupun Tuhan maha mengetahui apapun bahasa yang digunakan oleh manusia. Inkulturasi bahasa inilah yang terjadi di Stasi Fransiskus Xaverius Kemranggen, Paroki Kutoarjo, Keuskupan Purwokerto yang mengunakan Bahasa jawa dalam setiap Perayaan Ekaristi maupun ibadat-ibadat lainnya. Melihat kenyataan yang terjadi bahwa kebudayaan setempat khususnya bahasa yang semakin luntur dengan kebudayaan baru, maka menimbulkan masalah tersendiri di dalam Perayaan Ekaristi. Orang tua dirasa masih mahir dalam berbahasa Jawa dan dengan mudah mengerti dan dapat membantu menghayati dalam Perayaan Ekaristi tanpa terkendala bahasa, karena bahasa jawalah yang sejak dulu menjadi bahasa mereka. Namun untuk anak-anak jaman sekarang ataupun umat pendatang, mereka cenderung tidak mengerti arti bahasa jawa yang digunakan dalam Perayaan Ekaristi sehingga tidak sungguh-sungguh memahaminya.
Baca lebih lanjut

181 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR KIMIA

PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR KIMIA

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengambilan sampel berdasarkan tingkat ketuntasan siswa pada ulangan harian tata nama dan persamaan reaksi kimia serta tingkat partisipasi dalam proses pembelajaran maka dipilih sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol berturut- turut adalah kelas XD dan XE. Teknik pengumpulan data adalah teknik pengukuran berupa tes tertulis (pretest dan posttest) berbentuk uraian, teknik observasi berupa observasi langsung yaitu menggunakan lembar observasi tertutup dan teknik komunikasi langsung berupa wawancara tidak terstruktur. Instrumen penelitian divalidasi oleh satu orang dosen Pendidikan Kima FKIP Untan dan satu orang guru SMA Santo Fransiskus Asisi Pontianak dengan hasil validasi instrumen adalah valid. Hasil uji coba soal diperoleh tingkat reliabilitas soal tergolong sedang dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,640.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH FASILITAS BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA SANTO FRANSISKUS ASISI PONTIANAK Raymondus Lirung, Aminuyati, F.Y. Khosmas Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak ray.lirung23gmail.com Abstract - PENGARUH FASILITAS BELAJAR TER

PENGARUH FASILITAS BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA SANTO FRANSISKUS ASISI PONTIANAK Raymondus Lirung, Aminuyati, F.Y. Khosmas Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak ray.lirung23gmail.com Abstract - PENGARUH FASILITAS BELAJAR TER

Dengan demikian dapat diartikan bahwa motivasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA Santo Fransiskus Asisi Pontianak dalam kategori sangat baik. Hal ini sesuai dengan pendapat yang di kemukakan oleh Imron (2013 : 4) yang menjelaskan bahwa “Lingkungan fisik dan unsur dinamis dalam belajar mempengaruhi motivasi belajar. Lingkungan fisik yang dimaksud adalah berupa kenyamanan ruang belajar dengan ketersediaan fasilitas belajar yang memadai, unsur dinamis dalam belajar adalah persiapan alat, bahan dan suasana belajar serta pemanfaatan sumber – sumber belajar.. Hal ini sejalan dengan hasil yang telah peneliti lakukan, bahwasannya adanya motivasi belajar yang tinggi pada siswa terjadi berkat adanya fasilitas belajar yang tersedia dalam proses pembelajaran yang berlangsung.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Penggunaan Bahasa Jawa dalam perayaan Ekaristi di Stasi Santo Fransiskus Xaverius Kemranggen, Paroki Santo Yohanes Rasul Kutoarjo.

Penggunaan Bahasa Jawa dalam perayaan Ekaristi di Stasi Santo Fransiskus Xaverius Kemranggen, Paroki Santo Yohanes Rasul Kutoarjo.

dimengerti oleh umat setempat serta sanara pengungkapan iman umat kepada Allah. Demi terjalinnya suatu komunikasi dua arah antara manusia dengan Tuhan maka harus memperhatikan bahasa, walaupun Tuhan maha mengetahui apapun bahasa yang digunakan oleh manusia. Inkulturasi bahasa inilah yang terjadi di Stasi Fransiskus Xaverius Kemranggen, Paroki Kutoarjo, Keuskupan Purwokerto yang mengunakan Bahasa jawa dalam setiap Perayaan Ekaristi maupun ibadat-ibadat lainnya. Melihat kenyataan yang terjadi bahwa kebudayaan setempat khususnya bahasa yang semakin luntur dengan kebudayaan baru, maka menimbulkan masalah tersendiri di dalam Perayaan Ekaristi. Orang tua dirasa masih mahir dalam berbahasa Jawa dan dengan mudah mengerti dan dapat membantu menghayati dalam Perayaan Ekaristi tanpa terkendala bahasa, karena bahasa jawalah yang sejak dulu menjadi bahasa mereka. Namun untuk anak-anak jaman sekarang ataupun umat pendatang, mereka cenderung tidak mengerti arti bahasa jawa yang digunakan dalam Perayaan Ekaristi sehingga tidak sungguh-sungguh memahaminya.
Baca lebih lanjut

183 Baca lebih lajut

Peranan spriritualitas persaudaraan Santo Fransiskus Asisi dalam semangat pelayanan para suster OSF Sibolga - USD Repository

Peranan spriritualitas persaudaraan Santo Fransiskus Asisi dalam semangat pelayanan para suster OSF Sibolga - USD Repository

Berdasarkan kalimat di atas, sangat jelas apa yang menjadi sumber dan tujuan persaudaraan para suster OSF Sibolga. Dalam konstitusi OSF Sibolga dikatakan bahwa asal atau sumber persaudaraan adalah Allah Tritunggal, demikian pun gambaran persaudaraan yang ingin diwujudkan adalah gambaran Allah Tritunggal. Maksudnya bahwa dalam persaudaraan Pribadi Bapa sebagai Pencipta nyata dalam hidup, Persaudaraan juga merupakan suatu nilai yang amat penting bagi umat Kristiani, terlebih bagi seorang Fransiskan. Secara khusus sebagai Fransiskan: persaudaraan mencakup hubungan dengan seluruh alam ciptaan. Setiap makhluk yang dekat dengan Fransiskus akan mengalami kehidupan, dan Fransiskus sangat erat relasinya dengan alam tersebut, bahkan Fransiskus menyapa segala sesuatu dengan ‘saudara/saudari’ yang menggambarkan makhluk lain itu tidak lebih rendah dari dirinya sendiri.
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

Show all 767 documents...