sapi dan babi

Top PDF sapi dan babi:

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Daging sapi memiliki tekstur yang lebih kaku dan padat, dibandingkan dengan daging babi yang lembek dan mudah diregangkan. Melalui perbedaan ini sebenarnya ketika kita memegangnya pun sudah terasa perbedaan yang nyata antara keduanya. Sangat terasa oleh kita, daging babi sangat kenyal dan mudah direkahkan. Sementara daging sapi terasa solid dan keras sehingga cukup sulit untuk diregangkan.

12 Baca lebih lajut

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Berdasarkan hasil pengujian, sistem pendeteksi daging sapi dan babi yang dirancang telah berhasil mendeteksi sampel daging yang tidak melalui tahap pelatihan dengan akurasi rata-rata 73,34%. Dan aplikasi yang telah dirancang berjalan dengan baik pada smartphone Android.

12 Baca lebih lajut

Identifikasi dan Pencirian Fisikokimia Gelatin dari Tulang Sapi dan Babi

Identifikasi dan Pencirian Fisikokimia Gelatin dari Tulang Sapi dan Babi

Gelatin merupakan produk turunan protein yang diisolasi dari jaringan kolagen tulang dan kulit hewan. Gelatin dalam penelitian ini diisolasi dari tulang femur sapi dan babi, diidentifikasi dan dicirikan sifat fisikokimianya meliputi kadar proksimat, viskositas, pH, dan kadar mineral, serta analisis gugus fungsi dan komposisi asam amino penciri. Gelatin sapi dan babi hasil isolasi tidak berwujud kristal seperti bentuk standarnya sehingga memengaruhi viskositas dan kemampuannya membentuk gel. Rendemen gelatin rendah karena masih tingginya kadar mineral fosforus yang menyebabkan proses ekstraksi kolagen tidak sempurna. Analisis gugus fungsi menunjukkan keberadaan gugus amida A (3438 cm -1 ), amida I (1651 cm -1 ), dan amida II
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Implementasi Metode Segmentasi dan LVQ untuk Identifikasi Citra Daging Sapi Dan Babi

Implementasi Metode Segmentasi dan LVQ untuk Identifikasi Citra Daging Sapi Dan Babi

Tingginya permintaan daging sapi menjadi celah bagi pedagang nakal untuk melakukan pencampuran daging sapi dengan daging babi (oplosan). Hal ini sangat merugikan konsumen khususnya umat muslim yang diharamkan mengkonsumsi daging babi. Pada penelitian ini dibangun system pengolahan citra untuk mengidentifikasi daging sapi dan babi.Terdapat dua tahapan dalam proses identifikasi yaitu tahap pelatihan (training) dan pengujian (testing). Pengambilan data latih dan uji (citradaging) menggunakan 3 jenis kamera yaitu kamera DSLR Canon EOS 70D, CAMDIG Sony DSC- W810 dan HP Lenovo A369i. Proses identifikasi dimulai dengan melakukan segmentasi citra menggunakan metode Spatial Fuzzy C-Means untuk memisahkan objek (daging) dan background. Setelah diperoleh objek kemudian dilakukan proses ekstraksi ciri warna menggunakan metode HSV dan ciri tekstur dengan GLCM. Berdasarkan nilai hasil ekstrasi ciri warna (HSV) dan tekstur (GLCM), dilakukan proses klasifikasi menggunakan Learning Vector Quatization (LVQ). Data yang digunakan sebanyak 65 dengan dua variasi yaitu pertama jumlah data latih 50 dan data uji 15 serta jumlah data latih 30 dan data uj i 15. Pengujian dilakukan dengan berbagai learning rate (α) yaitu 0.03, 0.05, 0.075 dan 0.1. Hasil pengujian memperlihatkan sistem yang dibangun dapat mengenali citra daging sapi dan citra daging babi dengan persentase nilai akurasi tertinggi 80 % dengan n ilai learning rate (α) 0.1 dan jumlah data latih 30, nilai minimal learning rate (Mina) yang digunakan adalah 0,01 dan nilai pengurangan α adalah 0,1.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Terlihat daging babi memiliki warna yang lebih pucat dari daging sapi. Warna daging babi mendekati warna daging ayam yang berwarna Namun perbedaan ini tak dapat dijadikan peganggan utama, karena warna pada daging babi oplosan biasanya dikamuflase dengan pelumuran darah sapi. Meski demikian, kamuflase ini dapat dihilangkan dengan perendaman dengan air selama beberapa jam. Selain itu, ada bagian tertentu dari daging babi yang warnanya mirip sekali dengan daging sapi sehingga sangat sulit membedakannya.

73 Baca lebih lajut

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Tugas akhir ini dibuat untuk merancang aplikasi yang dapat mendeteksi daging sapi dan daging babi dari citra hasil kamera digital smartphone menggunakan jaringan syaraf tiruan model Multi Layer Perceptron sebagai metode pengenalannya.Terdapat beberapa proses yang digunakan dalam pembuatan sistem yaitu proses akusisi citra, proses awal (preprocessing), proses pelatihan dan pengujian menggunakan jaringan syaraf tiruan model Multi Layer Perceptron, dan proses perancangan aplikasi pada smartphone Android.

1 Baca lebih lajut

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Akhir-akhir ini sering kita temukan permasalahan keaslian daging sapi seperti adanya pemalsuan daging sapi menggunakan daging babi (oplosan/campuran). Kondisi ini tentu saja sangat merugikan bagi konsumen di pasar-pasar tradisional, khususnya bagi konsumen yang beragama Islam, karena memakan daging babi bagi umat muslim adalah salah satu yang diharamkan Allah SWT dalam Al-Qur’an. (Q.S Al Baqarah 2:173, Q.S Al Maida 5:3, Q.S Al An’am 6:145, Q.S An Nahl 16:115)

5 Baca lebih lajut

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Handayani, “Implementasi Pengolahan Citra dan Klasifikasi K-Nearest Neighbour Untuk Membangun Aplikasi Pembeda Daging Sapi dan Babi,” Jurnal Sains, Teknologi dan Industri, Vol-12, No.2,[r]

2 Baca lebih lajut

BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN ATAU KEGIATAN PETERNAKAN SAPI DAN BABI

BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN ATAU KEGIATAN PETERNAKAN SAPI DAN BABI

Lampiran II Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 11 Tahun 2009 Tanggal : 7 April 2009 BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PETERNAKAN SAPI DAN BABI Paramet[r]

8 Baca lebih lajut

Analisis Gelatin Sapi dan Gelatin babi pada Produk Cangkang Kapsul Keras Obat dan Vitamin Menggunakan FTIR dan KCKT

Analisis Gelatin Sapi dan Gelatin babi pada Produk Cangkang Kapsul Keras Obat dan Vitamin Menggunakan FTIR dan KCKT

Gelatin sering digunakan secara luas dalam industri farmasi pada pembuatan cangkang kapsul keras. Penggunaan gelatin pada cangkang kapsul keras menimbulkan kontroversi karena adanya kekhawatiran konsumen mengenai kehalalan sumber gelatin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gelatin sapi dan gelatin babi pada cangkang kapsul keras dengan FTIR (Fourier Transform Infared Spectroscopy) dan KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi). Analisis Komposisi asam amino pada cangkang kapsul keras dilakukan dengan KCKT, sampel dihidrolisis terlebih dahulu dengan HCl 6N kemudian diderivatisasi menggunakan AQC (Aminokuinolil-N- hidroksisuksini-midil karbamat). Analisis gugus fungsi pada sampel cangkang kapsul keras dilakukan dengan FTIR, sampel diekstraksi terlebih dahulu menggunakan aseton dingin pada suhu -20 o C lalu dianalisis dengan alat FTIR pada panjang gelombang 4000-750cm -1 . Setelah itu dilakukan analisis data menggunakan Principal Component Analysis (PCA) untuk mengklasifikasikan antara gelatin sapi dan babi pada cangkang kapsul keras. Berdasarkan kurva score plot FTIR standar gelatin babi berada pada kuadran 2 dan standar gelatin sapi berada pada kuadran 1. Pada lembar cangkang kapsul babi berada pada kuadran 3 dan lembar cangkang kapsul sapi berada pada kuadran 4. Sedangkan hasil kurva score plote KCKT standar gelatin babi dan lembar cangkang kapsul babi berada pada kuadran 2. Standar gelatin sapi dan lembar cangkang kapsul sapi berada pada kuadran 3. Hasil analisis gelatin sapi dan gelatin babi dengan metode FTIR dan KCKT dapat disimpulkan bahwa metode FTIR dan teknik kemometrik PCA dapat mengklasifikasikan antara gelatin sapi dan gelatin babi sedangkan analisis menggunakan KCKT dan teknik kemometrik PCA dapat membedakan komposisi asam amino pada standar gelatin sapi dan babi serta lembar cangkang kapsul yang dibuat sendiri, tetapi belum bisa membedakan sumber gelatin yang dipakai pada produk cangkang kapsul keras yang diambil dari pasaran.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

Analisis Gelatin Sapi dan Gelatin babi pada Produk Cangkang Kapsul Keras Obat dan Vitamin Menggunakan FTIR dan KCKT

Analisis Gelatin Sapi dan Gelatin babi pada Produk Cangkang Kapsul Keras Obat dan Vitamin Menggunakan FTIR dan KCKT

Berbagai studi telah dilakukan dengan bermacam-macam metode analisis untuk membedakan gelatin sapi dan babi (Nhari et al., 2012). Di antaranya analisis berbasis DNA dengan Real Time PCR (Sahilah et al., 2012) dan LCMS (zhang et al., 2008). Analisis perbedaan gelatin babi dan gelatin sapi juga dilakukan dengan menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red) (Hasyim et al., 2010). FTIR (Fourier Transform Infra Red) merupakan metode spektroskopi IR yang banyak digunakan untuk analisis kehalalan (Rohman and Che Man, 2012). Analisis menggunakan FTIR banyak dikembangkan karena dinilai lebih mudah, cepat, murah dan ramah lingkungan. Selain itu, analisis perbedaan antara gelatin sapi dan gelatin babi dapat dilakukan dengan KCKT (kromatografi cair kinerja tinggi). KCKT merupakan metode yang banyak digunakan untuk analisis asam amino ditunjang dengan peralatan yang baik dan modern, menggunakan kolom yang sangat efisien di bawah tekanan yang besar, sehingga analisis asam amino dapat dilakukan dalam waktu yang singkat dan memberikan hasil yang tepat dan teliti (Rediatning et al., 1987). Perkembangan metode analisis menggunakan FTIR dan HPLC sekarang telah digabungkan dengan teknik kemometrik yaitu analisis komponen utama. PCA (Principal component analysis) adalah teknik proyeksi data yang sangat membantu dalam klasifikasi suatu objek (Miller & Miller, 2005).
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

PENGARUH BERBAGAI JENIS DAGING (AYAM, BABI, DAN SAPI) DAN FASE POSTMORTEM (PADA DAGING BABI) TERHADAP KUALITAS DAN MIKROSTRUKTUR SURIMI (SURIMI LIKE MATERIAL/SLM).

PENGARUH BERBAGAI JENIS DAGING (AYAM, BABI, DAN SAPI) DAN FASE POSTMORTEM (PADA DAGING BABI) TERHADAP KUALITAS DAN MIKROSTRUKTUR SURIMI (SURIMI LIKE MATERIAL/SLM).

Kandungan air berbeda nyata (P<0,05) lebih rendah pada SLM yang berasal dari daging sapi, tetaapi kandungan proteinnya berbeda nyata (P<0,05) lebih tinggi dari SLM lainnya, sedangkan kadar lemak sangat kecil karena larut pada saat pencucian. Kekuatan gel berbeda nyata (P<0,05) paling tinggi pada SLM dari daging sapid an paling rendah pada SLM dari daging ayam. Nilai pH SLM dari daging sapi berbeda nyata (P<0,05) lebih rendah, hal ini mungkin dipengaruhi oleh kandungan air yang rendah dan menghasilkan gel yang kuat. Perbedaan nilai pH tidak hanya disebabkan oleh oleh pengaruh pencucian tetapi juga oleh fungsi protein myofibril setelah dimasak. Hal ini telah dikemukakan oleh Lan et al. (1995) yang menyatakan bahwa perbedaan pH ultimat pada daging sapi dan babi mempengaruhi pengeluaran protein walaupun jumlah proteinnya sama, kemampuan membentuk gel berbeda diantara spesies. pH SLM tidak berbeda untuk semua daging karena adanya proses pembuatan SLM seperti penggilingan, pemberian garam, dan pencucian.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI DAGING SAPI DAN DAGING BABI MENGGUNAKAN FITUR EKSTRAKSI GREY LEVEL CO-OCCURRENCE MATRIX DAN K-NEAREST NEIGHBOR CLASSIFIER.

IDENTIFIKASI DAGING SAPI DAN DAGING BABI MENGGUNAKAN FITUR EKSTRAKSI GREY LEVEL CO-OCCURRENCE MATRIX DAN K-NEAREST NEIGHBOR CLASSIFIER.

Harga daging sapi selalu mengalami kenaikan dari waktu ke waktu, banyak faktor yang mempengaruhi hal ini, terutama naiknya harga BBM serta mahalnya sapi hidup dan juga karena pasokan daging sapi yang semakin berkurang. Namun diperkirakan konsumsi daging sapi sapi akan selalu mengalami peningkatan. Karena semakin membaiknya perekonomian masyarakat Indonesia. Selain itu daging sapi adalah komoditas yang paling diminati dibandingkan daging daging hewan lainya karena tingginya protein dan pengolahan daging yang lebih beragam. Tetapi semakin meningkatnya konsumsi daging sapi di Indonesia ini justru memberikan celah kepada pihak-pihak tertentu untuk meraup keuntungan lebih dengan cara curang. Salah satunya adalah dengan mengoplosnya dengan daging babi. Melihat masalah yang ada, maka dari itu dalam penelitian kali ini penulis ingin mengidentifikasi daging sapi dan daging babi dengan menggunakan fitur ektraksi Gray level co-occurrence matrix (GLCM) dengan metode klasifikasi K-Nearest Neighbor (K-NN) Classifier. Tahap penelitian dimulai dengan pengumpulan citra daging sapi dan daging babi. Selanjutnya akan diekstrakasi fitur dengan menggunakan fitur GLCM. Tahap berikutnya adalah melakukan klasifikasi antara citra latih dan citra uji dengan menggunakan K- Nearest Neighbor (K-NN) Classifier. Hasil dari klasifikasi tersebut akan dihitung tingkat akurasinya. Serta Membandingkan hasil akurasi dengan mengubah arah sudut pada GLCM dan Jumlah k pada K-NN Classifier.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis komposisi asam amino gelatin sapi dan gelatin babi pada marshmallow menggunakan teknik kombinasi HPLC dan PCA

Analisis komposisi asam amino gelatin sapi dan gelatin babi pada marshmallow menggunakan teknik kombinasi HPLC dan PCA

Gelatin sering digunakan secara luas dalam industri farmasi dan industri makanan. Dalam industri makanan, gelatin dapat digunakan dalam produk marshmallow yang berfungsi sebagai pembentuk gel dan penstabil. Mengkonsumsi produk yang berasal dari derivat babi tidak diperbolehkan bagi umat muslim. Untuk mengetahui perbedaan profil asam amino gelatin sapi dan gelatin babi pada marshmallow digunakan HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Teknik ini cepat dan dapat dipercaya untuk menganalisis asam amino pada gelatin dengan menggunakan detektor fluoresen. Sampel disiapkan dengan menghidrolisis marshmallow dengan HCl dan dilakukan derivatisasi dengan Aminokuinolil-N-hidroksisuksini-midil karbamat (AQC). Asam amino glisin, prolin dan arginin pada gelatin babi memiliki kadar yang lebih tinggi daripada gelatin sapi. Teknik yang digunakan untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan antara produk marshmallow yang berasal dari gelatin sapi dan gelatin babi adalah dengan menggunakan analisis komponen utama (PCA) berdasarkan profil asam amino gelatin. Berdasarkan analisis komponen utama didapatkan bahwa teknik ini mampu membedakan komposisi asam amino gelatin babi dan gelatin sapi dalam marshmallow yang dibuat dari gelatin standar dan sampel uji.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Analisis Cemaran Daging Babi Pada Kornet Sapi di Wilayah Ciputat dengan Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR)

Analisis Cemaran Daging Babi Pada Kornet Sapi di Wilayah Ciputat dengan Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR)

2. Reaksi amplifikasi dengan menggunakan pasangan primer spesifik DNA babi (CAT TCG CCT CAC TCA CAT TAA CC dan AAG AGA GAG TTC TAC GGT CTG TAG) dan pasangan primer spesifik DNA sapi (GCC ATA TAC TCT CCT TGG TGA CA dan GTA GGC TTG GGA ATA GTA CGA) memiliki kondisi yang sama yaitu denaturasi awal pada suhu 94 0 C selama 5 menit, denaturasi pada suhu 94 0 C selama 45 detik, annealing pada suhu 61 0 C selama 45 detik, elongasi pada suhu 72 0 C selama 90 detik dan elongasi akhir pada suhu 72 0

72 Baca lebih lajut

Analisis Kandungan Gelatin Babi dan Gelatin Sapi pada Cangkang Kapsul Keras yang Mengandung Vitamin A Menggunakan Real-Time Polymerase Chain Reaction

Analisis Kandungan Gelatin Babi dan Gelatin Sapi pada Cangkang Kapsul Keras yang Mengandung Vitamin A Menggunakan Real-Time Polymerase Chain Reaction

Analisis tingkat DNA dapat dilakukan menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR). Salah satu tipe PCR yang dapat digunakan untuk mendeteksi kehalalan gelatin dalam suatu produk adalah dengan menggunakan Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) (Demirhan et. al, 2012). Analisis menggunakan Real-Time PCR atau quantitative PCR (qPCR) ini didasarkan pada kombinasi PCR tradisional yang mengunakan pendeteksi “ end-point ” dengan teknologi pendeteksi fluoresen untuk mencatat akumulasi amplifikasi dalam suatu waktu pada setiap siklus amplifikasi. Deteksi amplifikasi selama fase eksponensial awal PCR ini memungkinkan kuantifikasi jumlah gen (atau transkrip) ketika konsentrasi template awal proporsional. (Smith dan Osborn, 2008). Metode RT-PCR ini juga dapat mendeteksi campuran gelatin babi dan gelatin sapi dengan level kontaminasi 1% (Cai et. al., 2011).
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Kontaminasi Sistiserkus pada Daging dan Hati Sapi dan Babi yang Dijual di Pasar Tradisional pada Kecamatan Medan Kota

Kontaminasi Sistiserkus pada Daging dan Hati Sapi dan Babi yang Dijual di Pasar Tradisional pada Kecamatan Medan Kota

Sumatera Utara, sebagai salah satu daerah endemis dari empat provinsi utama ditemukannya kasus taeniasis dan sistiserkosis, memiliki kasus taeniasis dan sistiserkosis yang tidak lagi sebanyak dahulu. Hal ini disebabkan telah adanya kebiasaan masyarakat dalam menjaga babi di dalam kandang tanpa kontak langsung dengan feses manusia (Ito et al., 2003). Namun, masih dapat ditemukan masyarakat yang mencoba mengkonsumsi organ viseral, misalnya hati, ketika memotong daging menjadi potongan-potongan kecil pada saat menyajikan daging (sang-sang) pada rumah, rumah makan, dan perayaan tertentu. Hal ini merupakan faktor risiko utama taeniasis atau sistiserkosis (Wandra et al., 2007) sehingga pengendalian kasus sistiserkosis dan taeniasis di Medan tidak akan cukup hanya dengan mengobati penderita saja. Pengendalian taeniasis dan sistiserkosis sebaiknya diikuti dengan pemberantasan sistiserkus pada daging mengingat adanya sistiserkus pada daging merupakan faktor resiko dalam taeniasis. Atas dasar ini, penulis merasa perlu dilakukan penelitian mengenai tingkat kontaminasi sistiserkus pada daging yang dijual di pasar.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Aplikasi Metode SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate Poly Acrylamide Gel Electrophoresis) untuk Mengidentifikasi Sumber Gelatin pada Kapsul Keras

Aplikasi Metode SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate Poly Acrylamide Gel Electrophoresis) untuk Mengidentifikasi Sumber Gelatin pada Kapsul Keras

Analisis terhadap urutan asam amino berbasis keselarasan menunjukkan bahwa urutan asam amino dari kolagen sapi dan babi tidaklah identik (Zhang et al., 2009). Penggunaan pepsin yang memiliki situs pemotongan spesifik dapat menghidrolisis protein gelatin menjadi potongan-potongan rantai polipeptida dengan sebaran berat molekul yang berbeda antara gelatin sapi dan babi di mana perbedaan ini dapat dilihat hasil pemisahannya dari analisis SDS-PAGE. Berdasarkan pemaparan di atas maka pada penelitian aplikasi metode SDS-PAGE untuk mengidentifikasi sumber gelatin pada kapsul keras ini dilakukan dengan menghidrolisis sampel dengan pepsin agar diperoleh fragmen yang spesifik yang dapat dijadikan acuan untuk membedakan kedua sumber gelatin.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN - IRMA PRASTIKA, BAB  IV

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN - IRMA PRASTIKA, BAB IV

Sebanyak 250 gram jaringan lemak sapi dan babi yang diperoleh dari pasar tradisional Purwokerto,dicuci dan dipotong kecil-kecil untuk memperoleh luas permukaan yang lebih besar agar minyak mudah keluar. Lalu proses perolehan minyak dilakukan dengan proses rendering sesuai dengan metode Rohman dan Che Man (2013). Rendering dilakukan untuk memperoleh lemak dari jaringan lemak dengan cara pemanasan. Rendering dibagi menjadi dua jenis yaitu wetrendering dan dryrendering. Pada penelitian ini dilakukan proses dryrenderingmenggunakan oven. Proses rendering dilakukan dengan memanaskan jaringan lemak babi pada suhu 70˚C kedalam oven selama kurang lebih 24 jam. Jaringan lemak sapi dan babi yang dioven, diletakkan dalam cawan porselen kemudian ditutup dengan alumunium voil agar minyak yang dihasilkan dari proses rendering tidak tercecer didalam oven.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Aplikasi Metode SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate Poly Acrylamide Gel Electrophoresis) untuk Mengidentifikasi Sumber Gelatin pada Kapsul Keras

Aplikasi Metode SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate Poly Acrylamide Gel Electrophoresis) untuk Mengidentifikasi Sumber Gelatin pada Kapsul Keras

Karena permasalahan kehalalan kapsul terletak pada gelatin sebagai bahan bakunya, maka perlu dilakukan analisis terhadap sumber gelatin pada kapsul yang beredar di pasaran. Pembedaan sumber gelatin sendiri sudah dilakukan oleh beberapa peneliti dengan berbagai metode seperti analisis asam amino dengan Principal component analysis (PCR) (Nemati et al., 2004) dan Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) (Venien dan Levieux, 2005). Kedua metode di atas terbukti dapat membedakan gelatin sapi dan babi, akan tetapi kedua metode ini memerlukan hasil yang berulang dan pengalaman karena penyiapan sampel yang sensitif dan sulit (Hermanto, et al., 2013).
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...