sapi dan babi

Top PDF sapi dan babi:

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Citra digital merupakan suatu citra kontinyu yang diubah kedalam bentuk disktrit, baik koordinat maupun intensitas cahayanya. Dengan kata lain, citra digital dibuat dengan cara mencuplik suatu citra kontinyu dengan jarak seragam. Suatu titik terkecil pada citra sering disebut pixel. Citra ini mengandung persamaan- persamaan matematis dari bentuk-bentuk dasar yang membentuk citra tersebut. Setelah citra diakuisisi selanjutnya proses sampling, dimana suatu citra f(x,y) disampling dan menjadi N x M array maka setiap elemen dari array merupakan kuantitas diskrit dari citra yang disampling [1].
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Pengolahan citra adalah istilah umum untuk berbagai teknik yang dilakukan untuk memanipulasi dan memodifikasi citra dengan berbagai teknik. Pengolahan citra merupakan bagian penting yang mendasari berbagai aplikasi nyata, seperti pengenalan pola, penginderaan jarak jauh melalui pesawat udara atau satelit dan machine vision [7]. Pada pengenalan pola, pengolahan citra antara lain berperan dalam memisahkan objek dari latar belakang dan mengklasifikasikannya secara otomatis. Selanjutnya, objek akan diproses oleh pengklasifikasian pola.

12 Baca lebih lajut

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Berdasarkan hasil pengujian, sistem pendeteksi daging sapi dan babi yang dirancang telah berhasil mendeteksi sampel daging yang tidak melalui tahap pelatihan dengan akurasi rata-rata 73,34%. Dan aplikasi yang telah dirancang berjalan dengan baik pada smartphone Android.

12 Baca lebih lajut

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Tugas akhir ini dibuat untuk merancang aplikasi yang dapat mendeteksi daging sapi dan daging babi dari citra hasil kamera digital smartphone menggunakan jaringan syaraf tiruan model Multi Layer Perceptron sebagai metode pengenalannya.Terdapat beberapa proses yang digunakan dalam pembuatan sistem yaitu proses akusisi citra, proses awal (preprocessing), proses pelatihan dan pengujian menggunakan jaringan syaraf tiruan model Multi Layer Perceptron, dan proses perancangan aplikasi pada smartphone Android.

1 Baca lebih lajut

Identifikasi dan Pencirian Fisikokimia Gelatin dari Tulang Sapi dan Babi

Identifikasi dan Pencirian Fisikokimia Gelatin dari Tulang Sapi dan Babi

Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam sangat memperhatikan kehalalan produk makanan yang beredar di masyarakat. Impor gelatin di Indonesia mencapai 3092 ton setiap tahunnya (Bahtiyar 2012). Gelatin impor tersebut digunakan dalam industri makanan sebagai aditif untuk es krim, yoghurt, puding, agar-agar, dan kue. Gelatin juga digunakan sebagai bahan pembuatan cangkang kapsul obat. Tingginya penggunaan gelatin menjadi perhatian karena dicurigai gelatin impor yang digunakan bersumber dari babi. Produk makanan yang menggunakan gelatin perlu diketahui kehalalannya berdasarkan sumber gelatin yang digunakan. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji perbedaan gelatin sapi dan babi berdasarkan sifat fisikokimianya.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Aplikasi Pendeteksi Daging Sapi dan Babi Mentah Pada Smartphone Android

Akhir-akhir ini sering kita temukan permasalahan keaslian daging sapi seperti adanya pemalsuan daging sapi menggunakan daging babi (oplosan/campuran). Kondisi ini tentu saja sangat merugikan bagi konsumen di pasar-pasar tradisional, khususnya bagi konsumen yang beragama Islam, karena memakan daging babi bagi umat muslim adalah salah satu yang diharamkan Allah SWT dalam Al-Qur’an. (Q.S Al Baqarah 2:173, Q.S Al Maida 5:3, Q.S Al An’am 6:145, Q.S An Nahl 16:115)

5 Baca lebih lajut

DETEKSI DAGING BABI PADA SAMPEL DENDENG SAPI MENGGUNAKAN METODE FTIR DAN KEMOMETRIK SEBAGAI VERIFIKASI KEHALALAN

DETEKSI DAGING BABI PADA SAMPEL DENDENG SAPI MENGGUNAKAN METODE FTIR DAN KEMOMETRIK SEBAGAI VERIFIKASI KEHALALAN

Dendeng merupakan produk olahan daging secara tradisional yang merupakan hasil suatu proses kombinasi kyuring dan pengeringan (Mulyani dan Sutaryo, 2004). Secara umum dendeng dibuat dari daging sapi (Purnomo dalam Dalilah, 2006), namun untuk memperoleh keuntungan lebih besar, produsen mencampur daging babi ke dalam dendeng daging sapi dan dijual ke pasaran umum (Halal guide, 2009). Menurut MUI (2008), hukum penggunaan daging babi dalam Islam adalah haram. Oleh karena itu, penentuan adanya daging babi dalam dendeng sapi diperlukan dalam verifikasi kehalalan dendeng tersebut. Terdapat berbagai metode yang dapat digunakan dimana metode yang sederhana dan cepat adalah metode FTIR yang dikombinasikan dengan metode statistik multivariat (kemometrik). Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan metode yang cepat dan sederhana untuk mendeteksi daging babi dalam sampel dendeng sapi menggunakan metode FTIR dan kemometrik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

DETEKSI DAGING BABI PADA SAMPEL BAKSO SAPI MENGGUNAKAN METODE NIR DAN KEMOMETRIK SEBAGAI VERIFIKASI KEHALALAN

DETEKSI DAGING BABI PADA SAMPEL BAKSO SAPI MENGGUNAKAN METODE NIR DAN KEMOMETRIK SEBAGAI VERIFIKASI KEHALALAN

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaik an skripsi yang berjudul “Deteksi Daging Babi pada Sampel Bakso Sapi Menggunakan Metode NIR dan Kemometrik sebagai Verifikasi Kehalalan”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Fakultas Farmasi Universitas Jember.

Baca lebih lajut

Cara pembuatan pupuk organik cair (1)

Cara pembuatan pupuk organik cair (1)

Pengenceran : Agar tidak terlalu kental, pupuk cair perlu dicampur dengan air. Bila bahannya berasal dari daun, perbandingan adalah 1 bagian pupuk cair dan 3 bagian air. Bila bahannya berasal dari kotoran ternak, perbandingannya adalah 1 bagian pupuk cair dan 4-6 bagian air.

Baca lebih lajut

Analisis Kandungan Gelatin Babi dan Gelatin Sapi pada Cangkang Kapsul Keras yang Mengandung Vitamin A Menggunakan Real-Time Polymerase Chain Reaction

Analisis Kandungan Gelatin Babi dan Gelatin Sapi pada Cangkang Kapsul Keras yang Mengandung Vitamin A Menggunakan Real-Time Polymerase Chain Reaction

Kolagen dapat dipertimbangkan sebagai gelatin anhidrat. Perubahan hidrolitik kolagen menjadi gelatin menghasilkan berat molekul yang bervariasi, dimana masing-masing merupakan fragmen dari rantai kolagen. Oleh sebab itu, gelatin merupakan campuran fraksi yang terdiri atas asam amino yang dihubungkan oleh ikatan peptida menjadi polimer yang berat molekulnya bervarasi dari 15.000-400.000. Larutan gelatin bersifat amfoter. Ia dapat bereaksi dengan penambahan asam maupun basa. Dalam suasana asam, gelatin bermuatan positif dan berubah menjadi kation. Begitu pula sebaliknya. pH pada titik intermediet, dimana muatan totalnya adalah 0 dan tidak terdapat pergerakan, dikenal sebagai titik isoelektrik. Gelatin tipe A memiliki rentang isoelektrik yang luas, yaitu 7-9. Sedangkan gelatin tipe B memiliki rentang isoelektrik dari 4.7-5.4 (Gelatin Manufacturers Institute of America, 2012).
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Deteksi DNA Babi dan DNA Sapi dengan Menggunakan Metode Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (ii-PCR)

Deteksi DNA Babi dan DNA Sapi dengan Menggunakan Metode Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (ii-PCR)

Purifikasi DNA dilakukan untuk menghilangkan kontaminan selain DNA. Metode purifikasi DNA yang dilakukan adalah ektraksi fenol-kloroform. Campuran fenol-kloroform mempunyai berat jenis yang berbeda dengan air sehingga ketika dicampurkan terbentuk dua fase, dimana fase fenol-kloroform berada di bawah karena memiliki berat jenis yang lebih besar. DNA bersifat polar karena mengandung muatan negatif akan larut dalam fase air. Fenol dan kloroform akan mendenaturasi protein dan kontaminan lainnya. Penggunaan kloroform juga digunakan untuk memperkecil zona interfase sehingga terdapat perbedaan jelas antara fase air dan fase organik. Isoamil alkohol digunakan sebagai anti foaming agent yang dapat menjaga kestabilan interfase sehingga memperjelas batas fase air dan fase organik. (Sambrook dan Russel, 2001).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

DETEKSI DAGING BABI PADA SAMPEL ABON SAPI MENGGUNAKAN METODE NIR DAN KEMOMETRIK SEBAGAI VERIFIKASI KEHALALAN

DETEKSI DAGING BABI PADA SAMPEL ABON SAPI MENGGUNAKAN METODE NIR DAN KEMOMETRIK SEBAGAI VERIFIKASI KEHALALAN

Abon daging merupakan makanan kering yang terbuat dari daging yang disayat-sayat dan dibumbui. Abon umumnya memiliki komposisi gizi yang cukup baik karena umumnya terbuat dari daging sapi ( Astawan,2007 ), namun untuk memperoleh keuntungan lebih besar, produsen mencampur daging babi ke dalam abon daging sapi dan dijual ke pasaran umum (Margawati, 2010). Menurut MUI (2008), hukum penggunaan daging babi dalam Islam adalah haram. Oleh karena itu, penentuan adanya daging babi dalam abon sapi diperlukan dalam pemeriksaan kehalalan abon tersebut. Terdapat berbagai metode yang dapat digunakan namun metode yang teknik analisisnya cepat, efektif, efisien, mudah dilakukan, bersifat non destruktif terhadap sampel yang dianalisis, memiliki pola serapan yang khas dan berbeda satu dengan yang lainnya pada setiap panjang gelombang inframerah adalah metode spektroskopi NIR ( Obsorne dalam Senduk. 2002 ) yang dikombinasikan dengan metode statistik multivariat (kemometrik). Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan metode yang cepat dan sederhana untuk mendeteksi daging babi dalam sampel abon sapi menggunakan metode NIR dan kemometrik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisa Metode Gabor dan Propbabilistic Neural Network untuk Klasifikasi Citra (Studi Kasus: Citra Daging Sapi dan Babi)

Analisa Metode Gabor dan Propbabilistic Neural Network untuk Klasifikasi Citra (Studi Kasus: Citra Daging Sapi dan Babi)

Terdapat beberapa perbedaan mendasar antara daging sapi dan babi. Menurut Dr. Ir. Joko Hermanto, guru besar departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, yang bersama tim Himpunana Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia (HMPPI) LC Himitepa mengadakan analisis sederhana terhadap karakteristik daging sapi dan babi. Secara kasat mata ada lima aspek yang terlihat berbeda antara daging sapi dan babi, yaitu warna, serta, tipe lemak, aroma dan tekstur. Dari gambar

Baca lebih lajut

DATA KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA DESA KELURAHAN DI KEC. SAWAN 2014

DATA KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA DESA KELURAHAN DI KEC. SAWAN 2014

Banjar   Adat   Peninjauan,   Banjar   Adat   Tri   Tunggal,   Banjar   Adat   Kubu   Anyar,Banjar   Adat    Taman Sari, Banjar Adat Darma Karya, Banjar  Adat   Kajanan,Banjar   Adat    Ekasila,   Banjar   Adat   Campurasa,   dan   Banjar   Adat   Pancayasa

Baca lebih lajut

DETEKSI DAGING BABI PADA SAMPEL DENDENG SAPI MENGGUNAKAN METODE FTIR DAN KEMOMETRIK SEBAGAI VERIFIKASI KEHALALAN

DETEKSI DAGING BABI PADA SAMPEL DENDENG SAPI MENGGUNAKAN METODE FTIR DAN KEMOMETRIK SEBAGAI VERIFIKASI KEHALALAN

Karakteristik spektrum inframerah dendeng murni dan dendeng campuran memiliki pola serapan yang mirip dan hanya berbeda pada nilai kuantitatif absorbansi. Untuk membedakan kedua spektrum tersebut, digunakan model klasifikasi kemometrik berupa LDA, SIMCA dan SVM terhadap keempat set data dan model klasifikasi LDA terhadap set data (1) merupakan model klasifikasi kemometrik yang paling baik dengan kemampuan pengenalan sebesar 100% dan kemampuan prediksi sebesar 100%. Setelah dilakukan pengaplikasian terhadap sampel dendeng sapi yang beredar di pasaran diketahui bahwa dendeng sapi dengan merek cap asem, cap daun cabe, brenggolo, carefour, sukosari, dua kepala sapi, AAA, cap merak, cap NR dan cap cendrawasih adalah halal untuk dikonsumsi karena diketahui tidak mengandung daging babi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

cara pembuatan pupuk organik cair

cara pembuatan pupuk organik cair

Pengenceran : Agar tidak terlalu kental, pupuk cair perlu dicampur dengan air. Bila bahannya berasal dari daun, perbandingan adalah 1 bagian pupuk cair dan 3 bagian air. Bila bahannya berasal dari kotoran ternak, perbandingannya adalah 1 bagian pupuk cair dan 4-6 bagian air.

Baca lebih lajut

PENGARUH BERBAGAI JENIS DAGING (AYAM, BABI, DAN SAPI) DAN FASE POSTMORTEM (PADA DAGING BABI) TERHADAP KUALITAS DAN MIKROSTRUKTUR SURIMI (SURIMI LIKE MATERIAL/SLM).

PENGARUH BERBAGAI JENIS DAGING (AYAM, BABI, DAN SAPI) DAN FASE POSTMORTEM (PADA DAGING BABI) TERHADAP KUALITAS DAN MIKROSTRUKTUR SURIMI (SURIMI LIKE MATERIAL/SLM).

Ilustrasi 7. Foto 1-6 menggambarkan fiber otot, 7-9 foto surimi yang telah dimasak Perbedaan pola dan ukuran yang tergambar pada SEM mikrograf menunjukkan perbedaan mikrostruktur gel yang disebabkan oleh perbedaan serat daging. Ketebalan serat daging yang semakin kecil, menghasilkan rongga gel yang lebih kecil pada protein amorphous dari SLM yang mungkin terkait dengan struktur gel yang kuat. Gel dari otot sapi menunjukkan struktur kasar, permukaan kasar dan penampangnya kecil- kecil. Penampang ini tampak lebih saling berhubungan dari pada gel yang berasal dari struktur partikel serat lebih besar, hal ini mungkin dapat berhubungan dengan kekuatan struktur gel yang lebih tinggi. Di sisi lain, struktur gel dari ayam dan babi memiliki kantong air lebih besar dari pada struktur gel daging sapi. Keadaan ini mungkin terkait dengan kadar air dan kekuatan gel. Ruang kecil dalam jaringan gel menunjukkan kadar air yang rendah pada SLM dari daging sapi. Hal ini mungkin juga menjelaskan mengapa gel yang terbuat dari daging sapi mengandung kadar air lebih rendah dari yang lainnya. Hasil ini menggambarkan bahwa tekstur gel SLM dipengaruhi oleh jenis serat otot/daging dari ternak yang berbeda.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Analisis komposisi asam amino gelatin sapi dan gelatin babi pada marshmallow menggunakan teknik kombinasi HPLC dan PCA

Analisis komposisi asam amino gelatin sapi dan gelatin babi pada marshmallow menggunakan teknik kombinasi HPLC dan PCA

Diantara protein hewani, kolagen merupakan yang terbanyak dengan jumlah 25 % dari total protein. Kolagen membentuk serat serat yang tidak larut yang terdapat sebagai protein struktural disegala tempat dalam organisme ,baik di dalam matriks maupun di dalam jaringan ikat (Koolman, 2001). Kolagen dapat ditemukan pada struktur alveolar dan diantara jaringan paru. Struktur molekular kolagen ini mempunyai karakteristik yang sangat baik. Molekul kolagen mempunyai tiga bentuk rantai polipeptida (rantai α ) yang terbentuk dari triple helix. Selama kolagen berada pada rantai α ,residu dari glisin, prolin dan hidroksiprolin muncul sebagai triplet dari gly – pro – x ( dimana x biasanya adalah hidroksiprolin ). Struktur ini akan terus terjadi perulangan selama berada dalam rantai polipeptida ( Gilberga, 2004 ).
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Analisis Cemaran Daging Babi Pada Kornet Sapi di Wilayah Ciputat dengan Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR)

Analisis Cemaran Daging Babi Pada Kornet Sapi di Wilayah Ciputat dengan Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR)

Analysis of porcine on beef corned in Ciputat area by using polymerase chain reaction method has been done to identify porcine contamination in beef corned based on fragments of pig specific DNA. This research used PCR method which is sensitive in identifying different species from DNA diversity. The DNAs obtained from six corned brands were isolated by using cell lysis buffer (Tris-EDTA pH 8 dan SDS 1% w/v). In order to ensure the validity in differentiating the DNAs of pig and cow, the researcher used porcine and beef as controls. The obtained genoms were amplified by using one pair of primer which was both specific for porcine and beef in mitochondrial DNA. PCR method using specific primer of cow’s DNA resulted an amplikon at 271 bp and PCR method using specific primer of pig’s DNA resulted an amplikon at 227 bp. PCR method by using specific primer of pig’s DNA could only amplify up to 0,1% of porcine in the mixture of porcine and beef. All the sample of beef corneds tested with PCR method using specific primer of cow’s DNA could be amplified, whereas only one of the provided beef corned samples could be amplified by PCR method using specific primer of pig’s DNA.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Analisis Gelatin Sapi dan Gelatin babi pada Produk Cangkang Kapsul Keras Obat dan Vitamin Menggunakan FTIR dan KCKT

Analisis Gelatin Sapi dan Gelatin babi pada Produk Cangkang Kapsul Keras Obat dan Vitamin Menggunakan FTIR dan KCKT

Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) merupakan sistem pemisahan dengan kecepatan dan efisiensi yang tinggi. Hal ini karena didukung oleh kemajuan dalam teknologi kolom, sistem pompa tekanan tinggi, dan detektor yang sangat sensitif dan beragam. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) mampu menganalisa berbagai cuplikan secara kualitatif maupun kuantitatif, baik dalam komponen tunggal maupun campuran. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) merupakan teknik pemisahan yang diterima secara luas untuk analisis dan pemurnian senyawa tertentu dalam suatu sampel pada sejumlah bidang antara lain; farmasi, lingkungan dan industri-industri makanan. Kegunaan umum KCKT adalah untuk pemisahan sejumlah senyawa organik, anorganik, maupun senyawa biologis, analisis ketidakmurnian (impurities) dan analisis senyawa-senyawa yang tidak mudah menguap (nonvolatil). KCKT paling sering digunakan untuk: menetapkan kadar senyawa-senyawa tertentu seperti asam-asam amino, asam-asam nukleat dan protein-protein dalam cairan fisiologis, menentukan kadar senyawa-senyawa aktif obat dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...