Sarden kemasan kaleng

Top PDF Sarden kemasan kaleng:

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Sementara Gunawan (2014) telah memeperoleh hasil analisa kadar cemaran logam Fe dan Sn dalam sampel ikan sarden kemasan kaleng, yakni yang tertinggi terdapat pada sampel A1 yaitu 4,046 mg/Kg dan 105,54 mg/Kg, sedangkan yang terendah terdapat pada sampel B2 yaitu 3,100 mg/Kg dan 63,90 mg/Kg; kadar cemaran Pb dalam sampel berkisar antara 0,519-2,379 mg/Kg. Kadar cemaran Fe dan Sn dalam sampel ikan sarden kaleng masih berada dibawah batas ambang batas menurut SNI 7387:2009 tentang batas maksimum cemaran logam dalam pangan, kecuali untuk logam Pb yang telah melebihi ambang batas untuk semua sampel. Hasil analisis logam Fe, Sn dan Pb dalam sampel ikan sarden kaleng yang beredar di Kota Pekanbaru menunjukkan bahwa lama waktu penyimpanan berpengruh terhadap tingginya kadar logam dalam makanan kaleng.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Analisis Logam Berat Timbal (Pb) dalam Sarden Kemasan Kaleng yang Masa Berlakunya akan habis Kurang dari Dua Bulan.

Analisis Logam Berat Timbal (Pb) dalam Sarden Kemasan Kaleng yang Masa Berlakunya akan habis Kurang dari Dua Bulan.

Berbagai bahan yang digunakan untuk mengemas makanan, antara lain kaleng. Sarden adalah ikan laut spesies tertentu yang dimasak, diberi bumbu saus tomat, dan dipasarkan lewat kemasan kaleng. Kaleng adalah pengemas yang terbuat dari lempeng besi (Fe) yang dilapisi timah (Sn) dan disambung dengan menggunakan solder dan timbal (Pb). Timbal (Pb) mempunyai sifat yang larut dalam asam. Suasana asam yang ada pada sarden kemasan kaleng memungkinkan larutnya timbal dari kaleng ke dalam sarden dan pada akhirnya dikonsumsi dan masuk ke tubuh manusia.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Sementara Gunawan (2014) telah memeperoleh hasil analisa kadar cemaran logam Fe dan Sn dalam sampel ikan sarden kemasan kaleng, yakni yang tertinggi terdapat pada sampel A1 yaitu 4,046 mg/Kg dan 105,54 mg/Kg, sedangkan yang terendah terdapat pada sampel B2 yaitu 3,100 mg/Kg dan 63,90 mg/Kg; kadar cemaran Pb dalam sampel berkisar antara 0,519-2,379 mg/Kg. Kadar cemaran Fe dan Sn dalam sampel ikan sarden kaleng masih berada dibawah batas ambang batas menurut SNI 7387:2009 tentang batas maksimum cemaran logam dalam pangan, kecuali untuk logam Pb yang telah melebihi ambang batas untuk semua sampel. Hasil analisis logam Fe, Sn dan Pb dalam sampel ikan sarden kaleng yang beredar di Kota Pekanbaru menunjukkan bahwa lama waktu penyimpanan berpengruh terhadap tingginya kadar logam dalam makanan kaleng.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ANALISIS SENYAWA KARSINOGENIK NITROSODIETILAMIN (NDEA) PADA IKAN SARDEN KEMASAN KALENG DENGAN EFFERVESCENCE-LIQUID PHASE MICROEXTRACTION-HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY SKRIPSI

ANALISIS SENYAWA KARSINOGENIK NITROSODIETILAMIN (NDEA) PADA IKAN SARDEN KEMASAN KALENG DENGAN EFFERVESCENCE-LIQUID PHASE MICROEXTRACTION-HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY SKRIPSI

Penelitian ini mempelajari penggunaan metode Effervescence-LPME untuk analisis senyawa nitrosodietilamin (NDEA) dalam ikan sarden kemasan kaleng menggunakan instrumentasi kromatografi cair dengan menggunakan detektor UV-Vis (HPLC-UV-Vis). Tablet effervescence yang digunakan terbuat dari asam sitrat 7,78 gram dan natrium bikarbonat 10,22 gram serta pelarut organik yang digunakan untuk ekstraksi. Metode Effervescence-LPME menggunakan n-heksana sebagai pengekstrak, volume larutan ekstrak sebanyak 20 mL dan penambahan NaCl konsentrasi 0,3 ppm sebagai ionic strength. Dengan menggunakan parameter analitik tersebut dihasilkan kurva kalibrasi linier untuk larutan standar NDEA konsentrasi 2, 4, 6, 8 dan 10 ppm dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,993, limit deteksi 0,86 ppm, akurasi hingga sebesar 99,5%, koefisien variasi antara 0,47-4,88 dan faktor pemekatannya sebesar 402 kali. Dari hasil analisis dinyatakan bahwa, metode ini berhasil diterapkan dalam penentuan NDEA yang merupakan senyawa karsinogen yang terdapat dalam ikan sarden kemasan kaleng. Hasil analisis NDEA dalam ikan sarden A, B dan C masing-masing adalah 0,28 ppm, 0,56 ppm dan 1,57 ppm.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Telah dilakukan penelitian tentang Penentuan Kadar Logam Kadmium (Cd) dan Timah Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng Secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Sampel ikan sarden diambil dari toko swalayan yang sama yang berada di Medan. Ikan yang diambil berupa ikan kaleng dengan tanggal produksi Ikan sarden kemasan kaleng dengan tanggal produksi tertentu. Preparasi sampel dilakukan dengan metode destruksi kering 550– 600 0 C diikuti dengan pelarutan abunya menggunakan HNO 3(p),

2 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Telah dilakukan penelitian tentang Penentuan Kadar Logam Kadmium (Cd) dan Timah Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng Secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Sampel ikan sarden diambil dari toko swalayan yang sama yang berada di Medan. Ikan yang diambil berupa ikan kaleng dengan tanggal produksi Ikan sarden kemasan kaleng dengan tanggal produksi tertentu. Preparasi sampel dilakukan dengan metode destruksi kering 550– 600 0 C diikuti dengan pelarutan abunya menggunakan HNO 3(p),

13 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Lampiran Syarat Mutu Ikan Sarden dalam Kaleng Menurut Standar Nasional Indonesia Nomor Tentang Batas Maksimum Cemaran Logam dalam Ikan dan Hasil Olahannya No Logam Batas Kadar Maksimum [r]

4 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Chaterine, A. 2012. Studi Perbandingan Kandungan Ion Logam Timah (Sn 2+ ) dan dan Logam Seng (Zn 2+ ) di dalam Ikan Sardine (Sardina pilchardus sp) Kaleng Merek Dagang Chip dan Gaga Berdasarkan Waktu Kadaluarsa. [Skripsi]. Universitas Sumatera Utara.

2 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

untuk menghindari pengaruh sinar matahari, lama pengemasan, penyimpanan dan lain-lain. Dan akibat dari pengemasan itu juga, maka produk sering mengalami kerusakan baik secara mikrobiologis, mekanis maupun kimiawi. Kerusakan produk secara kimia disebabkan karena adanya interaksi antara produk yang dikemas dengan komponen penyusun kemasan. Bahan-bahan dari kemasan akan bereaksi membentuk persenyawaan dengan zat-zat yang terkandung dalam produk susu. Hal ini berakibat pada produk yang dikemas akan tercemari oleh komponen- komponen yang lain dalam kemasan (Tehubijuluw, 2013).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pemeriksaan Kadar Mineral Magnesium, Kalium, dan Kalsium Pada Ikan Sarden (Sardinella lemuru) Kemasan Kaleng dan Segar dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom

Pemeriksaan Kadar Mineral Magnesium, Kalium, dan Kalsium Pada Ikan Sarden (Sardinella lemuru) Kemasan Kaleng dan Segar dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ikan sarden kemasan kaleng kadar magnesium (53,1971+0,2525) mg/100g, kadar kalium (295,8013+0,4836) mg/100g, dan kadar kalsium (306,3849+0,5023) mg/100g, sedangkan pada ikan sarden segar kadar magnesium (67,9673+0,1811) mg/100g, kadar kalium (348,4851+0,7101) mg/100g, dan kadar kalsium (200,8438+0,7603) mg/100g.

17 Baca lebih lajut

Pemeriksaan Kadar Mineral Magnesium, Kalium, dan Kalsium Pada Ikan Sarden (Sardinella lemuru) Kemasan Kaleng dan Segar dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom

Pemeriksaan Kadar Mineral Magnesium, Kalium, dan Kalsium Pada Ikan Sarden (Sardinella lemuru) Kemasan Kaleng dan Segar dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom

Ikan sarden (Sardinella lemuru) merupakan salah satu jenis ikan pelagis dari famili Clupeidae yang banyak tertangkap di perairan Selat Bali. Ikan sarden mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi (17,8-20%). Selain kandungan protein, ikan sarden juga mengandung lemak yang bersifat tak jenuh, vitamin, dan mineral. Mineral yang terdapat pada ikan sarden diantaranya adalah magnesium, kalium, dan kalsium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa kadar mineral magnesium, kalium, dan kalsium yang terdapat pada ikan sarden kemasan kaleng dan segar serta untuk mengetahui pengaruh proses pengemasan terhadap kadar mineral magnesium, kalium, dan kalsium yang terdapat di dalam ikan sarden.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

Pemeriksaan Kadar Mineral Magnesium, Kalium, dan Kalsium Pada Ikan Sarden (Sardinella lemuru) Kemasan Kaleng dan Segar dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom

Pemeriksaan Kadar Mineral Magnesium, Kalium, dan Kalsium Pada Ikan Sarden (Sardinella lemuru) Kemasan Kaleng dan Segar dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom

Dari hasil penelitian diketahui bahwa proses pengemasan memiliki pengaruh terhadap kadar mineral yang terdapat di dalam ikan sarden. Kadar mineral magnesium dan kalium yang lebih tinggi terdapat pada ikan sarden segar, sedangkan kalsium yang lebih tinggi terdapat pada ikan sarden kemasan kaleng.

2 Baca lebih lajut

Studi Perbandingan Kandungan Ion Logam Timah (Sn2+) Dan Ion Logam Seng (Zn2+) Didalam Ikan Sardine (Sardina Pilchardus Sp) Kaleng Merek Dagang Chip Dan Gaga Berdasarkan Waktu Kadaluwarsanya

Studi Perbandingan Kandungan Ion Logam Timah (Sn2+) Dan Ion Logam Seng (Zn2+) Didalam Ikan Sardine (Sardina Pilchardus Sp) Kaleng Merek Dagang Chip Dan Gaga Berdasarkan Waktu Kadaluwarsanya

Kaleng yang sering juga disebut sebagai timah yang digunakan sebagai wadah dari beberapa produk makanan dan minuman sesungguhnya terdiri dari pelat baja karbon rendah yang dilapisi timah pada kedua sisinya yang disebut “tin-plate”. Tebal lapisan timah tertentu, disesuaikan dengan keperluan. Tin-plate merupakan bahan yang ideal untuk wadah dari makanan dan minuman. Meskipun tidak selalu bersifat inert secara sempurna terhadap setiap jenis produk makanan dan minuman, akan tetapi dengan memperhatikan persyaratan-persyaratan tertentu serta memilih kombinasi yang tepat dari material-material yang bersangkutan, maka interaksi antara produk dan kalengnya dapat ditekan sedemikan sehingga tidak melampaui batas yang diizinkan pemerintah.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH TEMPAT PENYIMPANAN TERHADAP BESARNYA KANDUNGAN LOGAM Pb DAN Zn DALAM DAGING KORNET HABIS PAKAI KEMASAN KALENG Syamsuri Syakri, A.Mumtihanah Mursyid Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia Email : surisweet86yahoo.com ABSTRACT - ANA

ANALISIS PENGARUH TEMPAT PENYIMPANAN TERHADAP BESARNYA KANDUNGAN LOGAM Pb DAN Zn DALAM DAGING KORNET HABIS PAKAI KEMASAN KALENG Syamsuri Syakri, A.Mumtihanah Mursyid Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia Email : surisweet86yahoo.com ABSTRACT - ANA

Makanan yang tinggi kadar timbalnya antara lain makanan yang dikemas dalam kaleng, kerang- kerangan dan sayur-sayuran yang ditanam di dekat jalan raya. Akibat pencemaran timbal dan kadmium pada lingkungan dapat menyebabkan makanan yang kita konsumsi, air yang kita minum dan udara yang kita hirup kemungkinan telah terkontaminasi dengan timbal dan kadmium. Residu logam-logam berat di dalam tubuh bersifat kumulatif dan dapat mengganggu sistem darah dan urat syaraf serta kerja ginjal. (Supriyanto.C.,dkk, 1999).

10 Baca lebih lajut

REVIEW KONSENTRASI BAHAN KIMIA DALAM PROSES CIP (CLEANING IN PLACE) PADA MESIN UHT PACKING FILLER DI PT. FRISIAN FLAG INDONESIA - Unika Repository

REVIEW KONSENTRASI BAHAN KIMIA DALAM PROSES CIP (CLEANING IN PLACE) PADA MESIN UHT PACKING FILLER DI PT. FRISIAN FLAG INDONESIA - Unika Repository

PT. Frisian Flag Indonesia merupakan industri pangan berbasis susu yang berada di bawah naungan Royal Friesland Campina yang berpusat di Amersfoort, Belanda. Friesland Campina merupakan salah satu dari lima perusahaan atau produsen susu terbesar di dunia. Perusahaan ini dimulai pada tahun 1870 ketika koperasi peternak sapi perah yang tersebar di Belanda bergabung dan pada tahun 1913 memutuskan untuk mendirikan perusahaan pengolahan susu yang diberi nama De Cooperatieve Condensfabriek Friesland (CCF) yang kemudian berubah nama menjadi Royal Friesland Campina. Perusahaan ini mengembangkan usaha dalam mengolah susu melalui proses penguapan sehingga produk olahan tersebut dapat memiliki umur simpan yang panjang untuk pendistribusian hingga ke mancanegara. Pada tahun pertama, perusahaan tersebut mengekspor produk susu ke seluruh wilayah Eropa. Pada tahun 1922, susu kental manis dalam kaleng dengan merk Friesche Vlag mulai diekspor ke Hindia Belanda termasuk salah satunya yaitu Indonesia. Produk susu kental manis ini kemudian dipasarkan di seluruh Indonesia yang lebih dikenal dengan nama soeso tjap bendera. Nama produk tersebut digunakan dengan tujuan untuk memudahkan pengenalan produk terhadap masyarakat Indonesia sehingga merk tersebut dapat menjadi suatu identitas produk perusahaan itu sendiri.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

ANALISIS KADAR Pb DAN Cu PADA IKAN SERTA SAUS KEMASAN KALENG TERHADAP LAMA PENYIMPANAN

ANALISIS KADAR Pb DAN Cu PADA IKAN SERTA SAUS KEMASAN KALENG TERHADAP LAMA PENYIMPANAN

Kebutuhan dasar manusia terdiri dari kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Kebutuhan yang terpenting untuk kelangsungan hidup manusia adalah kebutuhan primer, salah satunya yakni kebutuhan akan pangan. Sarden merupakan salah satu masakan berbahan dasar ikan dengan bumbu rempah- rempah dengan berbagai jenis rasa seperti tomat, pedas dan ekstra pedas. Sarden memiliki banyak gizi yang selayaknya sangat baik dikonsumsi. Produk olahan sarden dengan berbagai merk banyak beredar di masyarakat. Kaleng dipilih sebagai kemasan karena sifatnya yang kedap udara, mudah dibentuk-bentuk, dan tidak akan mudah pecah. Berdasarkan keunggulan di atas, kaleng telah dipergunakan sebagai pengemas produk baik makanan maupun minuman sejak berabad lalu.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

ANALISIS KADAR Pb DAN Cu PADA IKAN SERTA SAUS KEMASAN KALENG TERHADAP LAMA PENYIMPANAN

ANALISIS KADAR Pb DAN Cu PADA IKAN SERTA SAUS KEMASAN KALENG TERHADAP LAMA PENYIMPANAN

Kadar logam timbal yang baik berdasarkan aturan batasan standar badan POM pada S.K Dirjen BPOM No. 03725/B/SK/VII/89 yakni 0,3 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam (Timbal) Pb pada ikan kemasan kaleng merek A dan merek B melebihi ambang batas pada ikan maupun sausnya.

17 Baca lebih lajut

Jenis Dan Karakteristik Kemasan Kaleng Yang Sesuai Standar Di CV. Pasific Harvest - Unika Repository

Jenis Dan Karakteristik Kemasan Kaleng Yang Sesuai Standar Di CV. Pasific Harvest - Unika Repository

Beberapa contoh kerusakan kaleng juga disebabkan saat proses seaming. Mesin seamer yang sudah tua membuat mesin tidak bekerja dengan stabil, sehingga perlu dilakukan proses pengecekan setiap dua jam oleh QC seamer. Beberapa contoh kerusakan yang dapat terjadi pada kemasan kaleng yaitu cut over, droop, dead head, false seam, knock down flange, serta buckle/ overfill. Cut over berarti terjadinya ketebalan seam yang terlalu kecil. Kesalahan ini disebabkan karena proses pengelasan pada seam terlalu tebal serta penyetelan seaming roll yang terlalu keras. Droop yaitu terjadinya ketinggian seam yang terlalu tinggi, penyebabnya yaitu roll pertama pada mesin seamer rusak, body hook tidak baik, dan kedudukan kaleng tidak satbil. Deadhead diakibatkan oleh seaming roll yang macet, seaming chuck rusak, ukuran tutup tidak cocok dengan chuck, adanya minyak pada chuck. False Seam berarti antara body hook dan end hook tidak saling berkaitan. Kesalahan ini disebabkan oleh flange kaleng rusak, tutup tidak baik, kedudukan kaleng dan chuck tidak tepat. Knock Down Flanges yaitu flange pada kaleng rusak pada suatu bagian, kedudukan kaleng miring, dan tutup penyok. Buckle/ Overfill yaitu terjadinya penggembungan pada penutup kaleng yang disebabkan oleh pengisian ikan ke dalam kaleng yang terlalu berlebihan (Anonim, 2015).
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) Plan Pada Proses Produksi Ikan Sarden Dalam Kaleng Di CV. Pasific Harvest - Unika Repository

Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) Plan Pada Proses Produksi Ikan Sarden Dalam Kaleng Di CV. Pasific Harvest - Unika Repository

Bahan pengemas yaitu kaleng tahan terhadap pH rendah. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas produk tetap aman saat dikonsumsi. Kaleng yang akan digunakan dalam keadaan bersih dan steril. Bahan pengemas disiapkan meliputi kaleng round can dan penutup kaleng, kardus, dll. Pada CV. Pasific Harvest, kemasan yang belum digunakan disimpan di bagian yang aman dan tidak lembab. Tujuannya agar kemasan tetap terjaga dan terhindar dari kontaminasi. Penempatannya yaitu tidak diletakkan menempel pada tembok. Sistem FIFO juga dilakukan bahan pengemas dimana bahan pengemas yang pertama datang akan digunakan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar memudahkan pengecekan barang. Menurut SNI 2712-2013, syarat pengemas yang baik yaitu pengemas harus steril dan tidak dapat mengkontaminasi produk, terbuat dari bahan yang aman bagi produk pangan. Selain itu, produk harus dikemas dengan higienis untuk mencegah kontaminasi dan dilabel pada tiap kemasannya.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

62 ANALISIS KADMIUM (CD), SENG (ZN) DAN TIMBAL (PB) PADA SUSU KENTAL MANIS KEMASAN KALENG SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA)

62 ANALISIS KADMIUM (CD), SENG (ZN) DAN TIMBAL (PB) PADA SUSU KENTAL MANIS KEMASAN KALENG SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA)

Banyaknya kadar logam yang terdapat pada sampel dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya, dari sumber bahan baku yang digunakan, detinning yaitu berupa pengelupasan lapisan timah atau enamel pada bagian dalam kaleng sehingga terjadi evolusi hidrogen dan kebocoran. Selain itu reaksi kimia produk dengan bahan kaleng yang disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya: tingginya sisa oksigen dalam makanan, adanya akselator seperti nitrat dan senyawa sulfur lainnya, pH makanan dalam kaleng, jenis kaleng dan lapisan penahan korosif
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 2986 documents...