Sarden kemasan kaleng

Top PDF Sarden kemasan kaleng:

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Peneliti terdahuluTehubijuluw(2013), telah menentukan kadar logam kadmium dan tembaga pada ikan sarden kemasan kaleng dengan berbagai merek produk ikan sarden, dan telah diperoleh kadar logam kadmium ialah untuk sampel RS adalah 0,1969 mg/kg, NF adalah 0,0448 mg/kg,dan CP tidak terdeteksi. Sementara untuk kandungan logam tembaga yang diperoleh untuk sampel RS adalah 3,3303 mg/kg, NF adalah 4,6130 mg/kg,dan CP adalah 3,3047 mg/kg.Hasil penentuan kadar logam menunjukkan bahwa sampel ikan kalengtelah tercemar oleh logam kadmium dan tembaga. Konsentrasi logam Cd dan Cu yangdiperoleh pada semua sampel, tidak melampaui batasmaksimum Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan No : 03725/B/SK/VII/89.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Cd dalam ikan sarden dengan tanggal produksi Ikan sarden kemasan kaleng dengan tanggal produksi tertentu masing-masing 1,0198 mg/Kg; 0,4913 mg/Kg; dan 0,6455 mg/Kg dan kandungan Sn masing-masing 207,0373mg/Kg; 236,7128mg/Kg; dan 380,8682 mg/Kg, sehingga dapat disimpulkan bahwa kadar logam Cd di dalam ikan sarden kemasan kaleng telah melewati ambang batas yang telah ditetapkan oleh SNI yaitu 0,1 mg/Kg. Sementara kadar logam Sn pada ikan sarden kemasan kaleng dengan tanggal produksi C telah melewati ambang batas yang telah ditetapkan oleh SNI yaitu 250 mg/Kg, dan ikan sarden dengan tanggal produksi A dan B tidak melewati ambang batas.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Telah dilakukan penelitian tentang Penentuan Kadar Logam Kadmium (Cd) dan Timah Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng Secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Sampel ikan sarden diambil dari toko swalayan yang sama yang berada di Medan. Ikan yang diambil berupa ikan kaleng dengan tanggal produksi Ikan sarden kemasan kaleng dengan tanggal produksi tertentu. Preparasi sampel dilakukan dengan metode destruksi kering 550– 600 0 C diikuti dengan pelarutan abunya menggunakan HNO 3(p),

2 Baca lebih lajut

ANALISIS SENYAWA KARSINOGENIK NITROSODIETILAMIN (NDEA) PADA IKAN SARDEN KEMASAN KALENG DENGAN EFFERVESCENCE-LIQUID PHASE MICROEXTRACTION-HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY SKRIPSI

ANALISIS SENYAWA KARSINOGENIK NITROSODIETILAMIN (NDEA) PADA IKAN SARDEN KEMASAN KALENG DENGAN EFFERVESCENCE-LIQUID PHASE MICROEXTRACTION-HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY SKRIPSI

Penelitian ini mempelajari penggunaan metode Effervescence-LPME untuk analisis senyawa nitrosodietilamin (NDEA) dalam ikan sarden kemasan kaleng menggunakan instrumentasi kromatografi cair dengan menggunakan detektor UV-Vis (HPLC-UV-Vis). Tablet effervescence yang digunakan terbuat dari asam sitrat 7,78 gram dan natrium bikarbonat 10,22 gram serta pelarut organik yang digunakan untuk ekstraksi. Metode Effervescence-LPME menggunakan n-heksana sebagai pengekstrak, volume larutan ekstrak sebanyak 20 mL dan penambahan NaCl konsentrasi 0,3 ppm sebagai ionic strength. Dengan menggunakan parameter analitik tersebut dihasilkan kurva kalibrasi linier untuk larutan standar NDEA konsentrasi 2, 4, 6, 8 dan 10 ppm dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,993, limit deteksi 0,86 ppm, akurasi hingga sebesar 99,5%, koefisien variasi antara 0,47-4,88 dan faktor pemekatannya sebesar 402 kali. Dari hasil analisis dinyatakan bahwa, metode ini berhasil diterapkan dalam penentuan NDEA yang merupakan senyawa karsinogen yang terdapat dalam ikan sarden kemasan kaleng. Hasil analisis NDEA dalam ikan sarden A, B dan C masing-masing adalah 0,28 ppm, 0,56 ppm dan 1,57 ppm.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Selain itu, tingginya cemaran logam berat dalam makanan kaleng juga dapat disebabkan oleh korosi dari kaleng pengemas, lama waktu penyimpanan makanan, jenis ikan dan daerah asal tangkapan ikan. Beberapa faktor yang menentukan kecepatan korosi pada kaleng adalah pH makanan, akselerator korosi seperti nitrat dan sulfur, sisa oksigen dalam makanan, jenis kaleng, jenis lapisan penahan korosi dan suhu penyimpanan. Ikan sarden kalengan terbuat dari ikan sarden yang dicampur dengan saus tomat yang bersifat asam, sehingga dapat mempercepat terjadinya proses perkaratan dan pelepasan ion logam ke dalam makanan (Vina, 2007).
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Analisis Logam Berat Timbal (Pb) dalam Sarden Kemasan Kaleng yang Masa Berlakunya akan habis Kurang dari Dua Bulan.

Analisis Logam Berat Timbal (Pb) dalam Sarden Kemasan Kaleng yang Masa Berlakunya akan habis Kurang dari Dua Bulan.

Sarden adalah ikan laut spesies tertentu yang telah dipotong kepalanya dan dibuang ekor serta isi perutnya yang kemudian dimasak, diberi bumbu saus tomat dan dipasarkan lewat kemasan kaleng. Pengemasan sarden dengan menggunakan kaleng dimungkinkan adanya perpindahan bahan kaleng ke dalam sarden kemasan tersebut. Timbal (Pb) yang digunakan sebagai penyambung kemasan kaleng, mempunyai sifat yang larut dalam asam. Suasana asam yang ada pada sarden kemasan kaleng memungkinkan larutnya timbal dari kaleng ke dalam sarden. Pada akhirnya dikonsumsi dan masuk ke tubuh manusia (Aminah, 2006).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Chaterine, A. 2012. Studi Perbandingan Kandungan Ion Logam Timah (Sn 2+ ) dan dan Logam Seng (Zn 2+ ) di dalam Ikan Sardine (Sardina pilchardus sp) Kaleng Merek Dagang Chip dan Gaga Berdasarkan Waktu Kadaluarsa. [Skripsi]. Universitas Sumatera Utara.

2 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Penentuan Kadar LogamKadmium (Cd) dan Timah (Sn)Berdasarkan Waktu Penyimpanan dalam Produk Ikan Sarden Kemasan Kaleng secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Pada makanan yang tidak diolah kandungannya sangat rendah. Ditemukan pada produk makanan kaleng (buah dan sayur, ikan herring), pasta gigi, timah logam ditemukan pada debu atau asap polusi industri. Makanan berlemaklebih mudah menyerap timah. Timah dalam pangan diserap dalam usus halus kurang dari 5%, sebagian dibuang melalui urin dan keringat. Timah disebut juga sebagai mildly toxic mineral. Timah menurunkan absorpsi kalsium, seng dan menurunkan aktivitas enzim alakalin fosfatase.

20 Baca lebih lajut

Pemeriksaan Kadar Mineral Magnesium, Kalium, dan Kalsium Pada Ikan Sarden (Sardinella lemuru) Kemasan Kaleng dan Segar dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom

Pemeriksaan Kadar Mineral Magnesium, Kalium, dan Kalsium Pada Ikan Sarden (Sardinella lemuru) Kemasan Kaleng dan Segar dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom

Dari hasil penelitian diketahui bahwa proses pengemasan memiliki pengaruh terhadap kadar mineral yang terdapat di dalam ikan sarden. Kadar mineral magnesium dan kalium yang lebih tinggi terdapat pada ikan sarden segar, sedangkan kalsium yang lebih tinggi terdapat pada ikan sarden kemasan kaleng.

17 Baca lebih lajut

Pemeriksaan Kadar Mineral Magnesium, Kalium, dan Kalsium Pada Ikan Sarden (Sardinella lemuru) Kemasan Kaleng dan Segar dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom

Pemeriksaan Kadar Mineral Magnesium, Kalium, dan Kalsium Pada Ikan Sarden (Sardinella lemuru) Kemasan Kaleng dan Segar dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom

Dari hasil penelitian diketahui bahwa proses pengemasan memiliki pengaruh terhadap kadar mineral yang terdapat di dalam ikan sarden. Kadar mineral magnesium dan kalium yang lebih tinggi terdapat pada ikan sarden segar, sedangkan kalsium yang lebih tinggi terdapat pada ikan sarden kemasan kaleng.

2 Baca lebih lajut

PROSES PRODUKSI PENGALENGAN IKAN SARDEN DALAM SAUS TOMAT, DI PT MAYA FOOD INDUSTRIES - Unika Repository

PROSES PRODUKSI PENGALENGAN IKAN SARDEN DALAM SAUS TOMAT, DI PT MAYA FOOD INDUSTRIES - Unika Repository

Tahap selanjutnya adalah pemasakan awal atau pre cooking yang bertujuan untuk mendapatkan daging ikan dengan tekstur dan suhu yang diinginkan. Di PT. Maya Food Industries, proses pemasakan awal dilakukan menggunakan exhaust box dengan panas yang berasal dari uap panas yang dihasilkan oleh boiler. Uap panas dari exhaust box bersuhu 90 o C dan pemasakan dilakukan selama 20 menit. Dari hasil pemasakan awal tersebut, diharapkan suhu pusat ikan adalah minimal 70 o C. Menurut Moeljanto (1992), exhausting adalah proses penghampaan udara dan gas dari dalam kaleng yang telah terisi ikan, sehingga tekanan dalam kaleng menjadi turun. Adawyah (2007) menambahkan bahwa sebagian besar oksigen dan gas harus dihilangkan dari bahan dalam kaleng sebelum penutupan kaleng. Keberadaan oksigen di dalam kaleng tidak diharapakan, karena oksigen dapat bereaksi dengan bahan dan kaleng bagian dalam yang dapat mempengaruhi nilai gizi, mutu, dan umur simpan produk. Exhausting berguna untuk memberi ruang dalam pengembangan produk selama proses sterilisasi, sehingga kerusakan wadah dapat dihindari. Kegunaan lainnya yaitu untuk menaikkan suhu produk hingga dicapai suhu awal (initial temperature) yang dapat mempercepat proses sterilisasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK SARDEN KALENG PADA PT. BLAMBANGAN FOODPACKERS INDONESIA BANYUWANGI

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK SARDEN KALENG PADA PT. BLAMBANGAN FOODPACKERS INDONESIA BANYUWANGI

Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, jenis penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Menurut Faisal (dalam Bima, 2014:16) jenis penelitian deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang berupa angka-angka, yang selanjutnya dari hasil analisa tersebut akan diperoleh gambaran dari suatu kondisi yang ada sebagai dasar pemecahan persoalan yang telah dirumuskan. Pemilihan jenis penelitian ini didasarkan pada judul penelitian yang mengarah pada studi kasus. Penelitian ini menganalisa tingkat cacat produk sarden kaleng dengan menggunakan Statistical Process Control (SPC) dan Failure Modes and Effect Analysis (FMEA).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

TAP.COM -   KEBUTUHAN BAHAN BAKU IKAN LEMURU UNTUK PRODUKSI SARDEN KALENG

TAP.COM - KEBUTUHAN BAHAN BAKU IKAN LEMURU UNTUK PRODUKSI SARDEN KALENG

Penelitian ini dilakukan atas pertimbangan pentingnya persediaan bahan baku untuk proses produksi, agar proses produksi mencapai hasil yang optimal. Agar produksi mencapai hasil yang maksimal maka harus dilakukan perencanaan- perencanaan persediaan bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan produksi. Karena dalam menjalankan proses produksi tidak selamanya berjalan dengan baik tetapi pasti adanya masalah-masalah yang muncul salah satunya adalah dalam persediian bahan baku dijumpai adanya ketidakteraturan pasok, karena diakibatkan adanya iklim yang buruk sehingga stok bahan baku sarden kaleng mengalami kelangkaan, dan proses produksi yang dilakukan diperusahaan tidak kontinyu tetapi tergantung dari adanya pesanan produk sarden kaleng. Dengan adanya masalah demikian maka perencanaan persediaan bahan baku peting dilakukan untuk mengetahui perkembangan persediaan bahan baku sarden kaleng per bulan pada tahun 2012, mengetahui kebutuhan bahan baku yang harus dipesan dalam waktu tertentu, dan jumlah hasil produksi sarden kaleng.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penentuan Kandungan Logam Kadmium (Cd), Tembaga (Cu), dan Zink (Zn) di Dalam Produk Ikan Tuna Kemasan Kaleng Berdasarkan Waktu Penyimpanan Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Penentuan Kandungan Logam Kadmium (Cd), Tembaga (Cu), dan Zink (Zn) di Dalam Produk Ikan Tuna Kemasan Kaleng Berdasarkan Waktu Penyimpanan Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Ikan tuna (Thunnus sp.) merupakan salah satu jenis ikan olahan yang dikemas dalam kaleng. Ikan tuna memiliki kualitas daging yang sangat baik, lembut, dan lezat, serta memiliki kandungan protein, vitamin, mineral, dan kandungan kolesterol yang rendah. Tetapi ikan tuna memiliki sifat yang mudah rusak, baik kerusakan kimiawi, fisik maupun kerusakan akibat serangan mikroorganisme (Rahmadana, 2013). Oleh karena itu, perlu diperhatikan cara pengolahan dan penyimpanannya untuk mempertahankan kualitasnya.

Baca lebih lajut

Formulasi dan Karakterisasi Nasi Dalam Kemasan Kaleng sebagai Alternatif Pangan Darurat.

Formulasi dan Karakterisasi Nasi Dalam Kemasan Kaleng sebagai Alternatif Pangan Darurat.

darurat berbentuk bars harus disertai dengan persediaan air yang cukup (Sitanggang 2008). Berbagai bentuk dan teknologi pengolahan pangan darurat telah dikembangkan, misalnya melalui HTST extrusion atau HTST pasta, aneka produk lain seperti corn syrup, granulated sugar, high fructose corn syrup, dan crystalline fructose (Brisske et al. 2004). Namun bentuk pangan darurat yang potensial dan praktis untuk dikembangkan adalah makanan bernutrisi tinggi yang siap saji (Zoumas et al. 2002), di antaranya bentuk nasi dalam kemasan kaleng, sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia yang mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Masih terdapatnya stigma “belum kenyang kalau belum makan nasi”, menandakan betapa masyarakat Ind onesia memiliki budaya makan nasi yang sangat kuat (Hariyadi 2006). Penelitian mengenai potensi pengembangan makanan darurat berbahan dasar beras sudah dilakukan sebelumnya oleh Valentina (2009) berupa formulasi pembuatan nasi opor ayam dalam kemasan kaleng sebagai pangan darurat. Untuk menganekaragamkan produk pangan darurat yang berbasis nasi, pada penelitian ini, bahan baku yang digunakan terdiri dari beras, putih telur, susu, dan margarin.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Jamur Penicillium dan Khamir Pada Minuman Susu Kemasan dan Susu Segar yang Beredar di Kota Medan Tahun 2015

Analisis Jamur Penicillium dan Khamir Pada Minuman Susu Kemasan dan Susu Segar yang Beredar di Kota Medan Tahun 2015

Penelitian yang dilakukan Aminah dan Supraptini (2005) pada minuman susu segar dan susu kemasan, hasil penelitian membuktikan bahwa susu dalam kemasan kardus, kaleng, botol kaca dan plastik tidak bebas dari cemaran jamur seperti Aspergillus sp, Penicillium sp, Geotrichum sp, dan Khamir. Dari tempat pemerahan susu juga ditemukan jamur yang sama dengan jamur yang ditemukan pada susu kemasan. Pada susu kemasan kaleng yang berasal dari luar baik yang legal maupun yang ilegal hanya ditemukan Penicillium sp dan Khamir, berarti cemaran jamur berasal dari udara. Sedangkan susu kemasan dalam negeri ditemukan jamur A.niger, Penicillium sp, Khamir dan Geotrichum sp yang menandakan dapat tercemar dari bahan / susu perah karena penanganannya yang kurang higienis.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Media Exposure Iklan Televisi Mizone Dan Intensitas Melihat Televisi Terhadap Pembentukan Brand Equity di Kalangan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta.

PENDAHULUAN Pengaruh Media Exposure Iklan Televisi Mizone Dan Intensitas Melihat Televisi Terhadap Pembentukan Brand Equity di Kalangan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta.

produk minuman isotonik dengan 2 variasi rasa orange lime dan passion fruit. Inovasi ini ternyata mendapat respon yang positif dari pasar. Tidak seperti kebanyakan pendatang baru di pasar isotonik yang bermain di kemasan kaleng, Mizone menjadi penantang pertama Pocari Sweat yang masuk dalam kemasan botol plastik PET berwarna biru, mudah dibawa kemana-mana, dan dengan volume yang lebih banyak, membuat konsumen menyukai produk Mizone. Keputusan yang cerdik karena dengan kemasan botol PET, Mizone bisa membidik segmen konsumen yang lebih luas, yaitu konsumen air mineral dalam kemasan botol yang jumlahnya sangat besar. Produk Pocari Sweat pun mulai meniru Mizone dengan mengemas produk mereka yang semula kaleng menjadi botol plastik. Citra Mizone juga meningkat di mata konsumen dengan menonjolkan logo perusahaan Aqua (Danone Aqua) yang sudah terkenal kualitasnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Studi Perbandingan Kandungan Ion Logam Timah (Sn2+) Dan Ion Logam Seng (Zn2+) Didalam Ikan Sardine (Sardina Pilchardus Sp) Kaleng Merek Dagang Chip Dan Gaga Berdasarkan Waktu Kadaluwarsanya

Studi Perbandingan Kandungan Ion Logam Timah (Sn2+) Dan Ion Logam Seng (Zn2+) Didalam Ikan Sardine (Sardina Pilchardus Sp) Kaleng Merek Dagang Chip Dan Gaga Berdasarkan Waktu Kadaluwarsanya

Kaleng yang sering juga disebut sebagai timah yang digunakan sebagai wadah dari beberapa produk makanan dan minuman sesungguhnya terdiri dari pelat baja karbon rendah yang dilapisi timah pada kedua sisinya yang disebut “tin-plate”. Tebal lapisan timah tertentu, disesuaikan dengan keperluan. Tin-plate merupakan bahan yang ideal untuk wadah dari makanan dan minuman. Meskipun tidak selalu bersifat inert secara sempurna terhadap setiap jenis produk makanan dan minuman, akan tetapi dengan memperhatikan persyaratan-persyaratan tertentu serta memilih kombinasi yang tepat dari material-material yang bersangkutan, maka interaksi antara produk dan kalengnya dapat ditekan sedemikan sehingga tidak melampaui batas yang diizinkan pemerintah.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Kajian Pengemasan Sup Daun Torbangun (Coleus Amboinicus Lour)

Kajian Pengemasan Sup Daun Torbangun (Coleus Amboinicus Lour)

Torbangun (Coleus amboinus Lour) merupakan salah satu tanaman yang dipercaya oleh masyarakat Batak untuk menambah produksi Air Susu Ibu (ASI) serta memulihkan tenaga pasca melahirkan. Sup daun torbangun merupakan produk sup bersantan yang mudah mengalami kerusakan. Salah satu dari upaya kerusakan yakni dengan menerapkan teknik pengemasan yang sesuai. Selain pengemasan, faktor lain yang juga berpengaruh terhadap kondisi penyimpanan produk sup torbangun adalah suhu penyimpanan. Kemasan dan suhu penyimpanan terbaik akan membuat sup daun torbangun terjaga keawetannya selama penyimpanan. Hal inilah yang mendorong terlaksananya penelitian ini, yaitu untuk mendapatkan kombinasi jenis kemasan serta suhu penyimpanan terbaik bagi produk sup daun torbangun.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KEBUTUHAN BAHAN BAKU IKAN LEMURU UNTUK PRODUKSI SARDEN KALENG : PENERAPAN METODE MRP DI PT. KOKI INDOCAN PANDAAN PASURUAN.

KEBUTUHAN BAHAN BAKU IKAN LEMURU UNTUK PRODUKSI SARDEN KALENG : PENERAPAN METODE MRP DI PT. KOKI INDOCAN PANDAAN PASURUAN.

pasti mempergunakan bahan baku, bahan penolong dan bahan lainnya dalam menghasilkan produk yang dihasilkan. Permasalah yang dihadapi di perusahaan dalam melakukan persediaan bahan baku sarden kaleng adalah belum adanya perencanaan pengadaan bahan baku untuk proses produksi sarden kaleng sehingga proses produksi belum mencapai hasil yang maksimal. Tujuan skripsi ini adalah 1) Untuk menganalisis mekanisme persediaan bahan baku ikan lemuru di perusahaan, 2) untuk menganalisis jumlah kebutuhan bahan baku yang harus dipesan dalam waktu tertentu, 3) untuk mengetahui perkembangan persediaan bahan baku ikan lemuru untuk proses produksi sarden kaleng per bulan pada tahun 2012. 4) untuk mengetahui produksi sarden kaleng per bulan pada tahun 2012. Analisis yang digunakan dalam menjawab tujuan satu, dua, tiga dan empat yaitu dengan menggunakan analisis deskriptif. Analisis deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Analisis deskriptif untuk menjawab tujuan pertama yaitu menggunakan data dari hasil wawancara dan observasi. Sedangkan untuk menjawab tujuan dua dan tiga yaitu menggunakan teknik analisis ini untuk menggambarkan data lapangan secara deskriptif. Hasil analisis deskriptif ini berguna untuk mendukung interprestasi terhadap hasil analisis yang digunakan. data berupa tabel MRP (Material Requirement Planning).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 2986 documents...