Sari Buah mengkudu

Top PDF Sari Buah mengkudu:

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mengkudu dengan Sari Buah Durian dan Jumlah Gum Arab terhadap Mutu Permen Jelly Mengkudu

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mengkudu dengan Sari Buah Durian dan Jumlah Gum Arab terhadap Mutu Permen Jelly Mengkudu

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan sari buah mengkudu dengan sari buah durian memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, total asam, nilai skor warna, rasa, dan aroma. Jumlah gum arab memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar vitamin C, total padatan terlarut, nilai skor tekstur, dan berbeda nyata terhadap kadar abu. Interaksi kedua faktor memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar vitamin C, dan berbeda nyata terhadap kadar air dan kadar abu. Perbandingan sari buah mengkudu dengan sari buah durian 60%:40% dan jumlah gum arab 2,5% menghasilkan mutu permen jelly terbaik dan dapat diterima.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH SARI BUAH MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA) TERHADAP KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II (Studi di Puskesmas Pandanaran Semarang Tahun 2009).

PENGARUH SARI BUAH MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA) TERHADAP KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II (Studi di Puskesmas Pandanaran Semarang Tahun 2009).

Jenis penelitian ini adalah eksperimental kuasi dengan rancangan control group pre-test-post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus tipe II rawat jalan di Puskesmas Pandanaran Semarang. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling yang berjumlah 26 orang yaitu 13 orang kelompok eksperimen dan 13 orang kelompok kontrol. Instrumen penelitian ini adalah hasil laboratorium kadar glukosa darah sewaktu dengan alat accutrend, formulir penjaringan sampel, timbangan injak, mikrotoa, serta peralatan dan bahan baku pembuatan sari buah mengkudu. Data diperoleh dari hasil wawancara dan pemeriksaan langsung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (uji parametik dan Shapiro-Wilk dan t-tes tidak berpasangan).
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Granul Efervesen Sari Buah Mengkudu(Morinda Citrifolia) Rasa Gula Asam Sebagai Food Supplement.

Formulasi Sediaan Granul Efervesen Sari Buah Mengkudu(Morinda Citrifolia) Rasa Gula Asam Sebagai Food Supplement.

Telah dilakukan formulasi sediaan granul efervesen dari sari buah mengkudu (Morinda citrifolia) rasa gula asam sebagai food supplement. Pada penelitian ini dibuat tiga formula granul everfesen (F1, F2 dan F3) yang mengandung serbuk dari sari buah mengkudu, asam sitrat, natrium bikarbonat, sukrosa, aspartam, PVP, aerosil dan essen gula asam. Uji Kesukaan (Hedonic Test) dilakukan terhadap ketiga formula tersebut dan dapat disimpulkan bahwa formula 2 (F2) yang mengandung serbuk dari sari buah mengkudu 25%, asam sitrat 21% dan sukrosa 20% merupakan formula yang paling disukai dari ketiga formula. Hasil pemeriksaan kualitas granul menunjukkan bahwa granul formula 2 (F2) merupakan granul yang berkualitas cukup baik karena mempunyai sudut istirahat 27,15 o , kadar air 0,22 ± 0,05%, daya kempa 13,29%, dan kecepatan alir 9,69 gram per detik.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN AIR MINUM MENGANDUNG SARI BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia Linn.) TERHADAP BOBOT POTONG, KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM BROILER.

PENGARUH PEMBERIAN AIR MINUM MENGANDUNG SARI BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia Linn.) TERHADAP BOBOT POTONG, KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM BROILER.

Penelitian tentang Pengaruh Pemberian Air Minum mengandung Sari Buah Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) terhadap Bobot Potong, Karkas dan Lemak Abdominal Ayam Broiler telah dilaksanakan di Teaching Farm Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran sejak 24 Desember 2012 sampai 28 Januari 2013. Tujuan penelitian ini guna mengetahui pengaruh pemberian air minum mengandung sari buah mengkudu terhadap bobot potong, karkas dan lemak abdominal ayam broiler serta mendapat tingkat dosis sari buah mengkudu terhadap bobot potong dan bobot karkas cenderung meningkat, bobot lemak abdominal cenderung menurun. Penelitian ini menggunakan 100 ekor ayam broiler. Metode yang digunakan eksperimental dengan empat perlakuan dan lima ulangan. P0 : 0 mL sari buah mengkudu, P1 : 1 mL sari buah mengkudu, P2 : 2 mL sari buah mengkudu, P3 : 3 mL sari buah mengkudu. Uji Polinomial Ortogonal digunakan untuk melihat kecenderungan peningkatan atau penurunan respon akibat perlakuan yang diberikan. Peubah yang diamati adalah bobot potong, karkas dan lemak abdominal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian sari buah mengkudu sebanyak 2 mL cenderung meningkatkan bobot potong dan bobot karkas serta bobot lemak abdominal cenderung menurun.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN GULA AREN (Arenga piata) DAN SARI BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia Linn.) DALAM AIR MINUM TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER.

PENGARUH PEMBERIAN GULA AREN (Arenga piata) DAN SARI BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia Linn.) DALAM AIR MINUM TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER.

Penelitian tentang pengaruh pemberian gula aren dan sari buah mengkudu dalam air minum terhadap performa ayam broiler telah dilakukan di kandang unggas Laboratorium Produksi Ternak Unggas mulai dari tanggal 15 November sampai dengan tanggal 20 Desember 2013. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian air minum yang mengandung berbagai tingkat persentase gula aren dan mengkudu pada terhadap performa ayam broiler. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat macam perlakuan yang disusun berdasarkan tingkat penggunaan persentase gula aren dan sari mengkudu yaitu : R0 = gula aren 0% + mengkudu 0,3% ; R1 = gula aren 2% + sari mengkudu 0,3% ; R2 = gula aren 3% + sari mengkudu 0,3% ; R3 = gula aren 4% + sari mengkudu 0,3%. Tiap perlakuan diulang sebanyak lima kali. Peubah yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum dan konsumsi air minum. Perbedaan pengaruh antar perlakuan diuji menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan dosis gula aren memberikan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan, konversi ransum dan konsumsi air minum, sedangkan untuk konsumsi ransum memberikan pengaruh tidak berbeda nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian gula aren 2% ditambah sari buah mengkudu 0,3% dalam air minum ayam broiler memberikan respon yang sama terhadap konversi ransum, pertambahan bobot badan dan konsumsi air minum.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mengkudu dengan Sari Buah Durian dan Jumlah Gum Arab terhadap Mutu Permen Jelly Mengkudu

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mengkudu dengan Sari Buah Durian dan Jumlah Gum Arab terhadap Mutu Permen Jelly Mengkudu

Tujuan pembuatan permen jelly dari buah mengkudu dan buah durian yaitu meningkatkan pemanfaatan buah mengkudu dan durian serta memberikan suatu variasi pengolahan dari buah mengkudu dan durian. Penggunaan gum arab menghasilkan tekstur gel permen jelly mengkudu yang lebih baik yaitu kenyal dan tidak pecah-pecah. Untuk itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mengkudu dengan Sari Buah

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mengkudu dengan Sari Buah Durian dan Jumlah Gum Arab terhadap Mutu Permen Jelly Mengkudu

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mengkudu dengan Sari Buah Durian dan Jumlah Gum Arab terhadap Mutu Permen Jelly Mengkudu

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan sari buah mengkudu dengan sari buah durian dan jumlah gum arab terhadap mutu permen jelly. Penelitian ini dilakukan pada September 2014 di Laboratorium Analisa Kimia Bahan Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu perbandingan sari buah mengkudu dengan sari buah durian (P) (60%:40%, 70%:30%, 80%:20%) dan jumlah gum arab (0,5%, 1,0%, 1,5%, 2,0%, 2,5%). Parameter yang dianalisa adalah kadar air (%), kadar abu (%), kadar vitamin C (mg/100 g bahan), total padatan terlarut (ºBrix), total asam (%), dan nilai organoleptik skor warna, rasa, tekstur, dan aroma.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Penentuan Beberapa Parameter Mutu Minyak Goreng Bekas Sebelum Dan Sesudah Pengolaha Menggunakan Adsorben Sari Buah Mengkudu Dan Karbon Aktif

Penentuan Beberapa Parameter Mutu Minyak Goreng Bekas Sebelum Dan Sesudah Pengolaha Menggunakan Adsorben Sari Buah Mengkudu Dan Karbon Aktif

Telah dilakukan penelitian tentang pengolahan minyak goreng bekas dengan menentukan beberapa parameter mutu yaitu bilangan peroksida, bilangan asam, kadar air, bau berdasarkan mutu minyak goreng menurut SNI 3741:2013. Proses pengolahan meliputi tiga tahap yaitu penghilangan bumbu (despicing), Netralisasi, Adsorpsi. Pada tahap adsorpsi ini digunakan dua adsorben yaitu sari buah mengkudu dan karbon aktif dengan variasi suhu 60,70,80 o C. Nilai parameter mutu minyak goreng bekas sebelum dilakukan pengolahan pada bilangan peroksida yaitu 42,6887 mekO 2 /kg. Bilangan Asam yaitu : 0,8409 mgKOH/g. Kadar air
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia.L) dan Sari Kulit Buah Nenas (Ananas Comosus L Merr) Sebagai Alternati Koagulan Lateks Karet Alam

Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia.L) dan Sari Kulit Buah Nenas (Ananas Comosus L Merr) Sebagai Alternati Koagulan Lateks Karet Alam

Hingga saat ini, industri pengolahan lateks karet alam sangat bergantung pada asam formiat sebagai bahan pengkoagulasi. Pembekuan atau koagulasi bertujuan untuk mempersatukan (merapatkan) butiran karet yang terdapat dalam cairan lateks agar menjadi suatu gumpalan atau koagulum karet alam, yang kemudian dikeringkan dan dikarakterisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sari buah mengkudu dan sari kulit buah nenas dapat digunakan sebagai pengkoagulasi lateks, dan untuk mengetahui apakah menghasilkan mutu karet yang lebih baik. Koagulasi dengan cara pencampuran sari buah mengkudu dan sari kulit buah nenas kedalam lateks dengan kondisi atmosfer dilakukan dengan penambahan volume koagulan yang bervariasi yaitu 25,50,75, dan 100 mL. Kualitas karet ditentukan dengan berbagai pengujian antara lain yaitu waktu gumpal, % KKK, % Po/PRI dan uji TGA. Hasil menunjukan bahwa sari buah mengkudu memiliki waktu gumpal 8,19; 6,16; 2,10 dan 1,3 menit, KKK 28,34; 24,40; 19,45 dan 19,22 %, nilai Po/PRI 83,72; 132,14; 93,93 dan 128 %, sari kulit buah nenas mengalami kenaikan waktu gumpal 9,35; 8,01; 7,43 dan 7,20 menit. KKK 28,34; 20,87; 20,38 dan 19,15 %. Mengalami kenaikan nilai Po/PRI 81,08; 84,00; 74,07 dan 76,00 %. Jika dibandingkan dengan asam formiat 5% volume 25 mL. Hasil uji TGA menunjukkan kestabilan termal karet yang lebih dahulu terdegradasi dengan suhu 350 o C yaitu sari kulit buah nenas dengan residu 3,995 %, Asam formiat 3,353 % dan sari buah mengkudu 5,284 %. Berdasarkan uji KKK, Po/PRI dan TGA dapat disimpulkan, bahwa koagulasi lateks menggunakan sari buah mengkudu dan sari kulit buah nenas dapat digunakan sebagai alternatif koagulan lateks karet alam sesuai dengan SNI SIR-20 dengan pembanding asam formiat.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia.L) dan Sari Kulit Buah Nenas (Ananas Comosus L Merr) Sebagai Alternati Koagulan Lateks Karet Alam

Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia.L) dan Sari Kulit Buah Nenas (Ananas Comosus L Merr) Sebagai Alternati Koagulan Lateks Karet Alam

Koagulasi lateks yang dilakukan petani karet di Sumatera Utara adalah dengan cara menambahkan asam formiat atau dengan asam asetat (asam cuka) kedalam lateks segar. Dimana asam formiat ketersediaannya terbatas dan harganya mahal. Hal ini menyebabkan petani akan terbebani, untuk itu digunakan bahan alternatif lain yaitu sari buah mengkudu dan sari kulit buah nenas. Buah mengkudu merupakan salah satu tanaman yang kaya akan manfaat. Selain di dunia medis, sari buah mengkudu juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan alternatif penggumpal lateks pengganti asam formiat. Kandungan asam yang terdapat dalam buah mengkudu dan dengan pH yang berkisar dari 3,6 – 4,3. Apabila dicampurkan dengan lateks maka akan membentuk koagulum. Koagulan yang digunakan berupa sari dari buah mengkudu. Sari buah mengkudu yang digunakan adalah sari buah mengkudu matang. Sebelumnya hardiaty,R melakukan penelitian menggumpalkan lateks dengan menggunakan sari mengkudu matang dan pemeraman dengan menggunakan volume optimum yaitu 10 ml dengan waktu kontak 36 jam dan menggunakan temperatur 30 o C, dengan menggunakan mengkudu pemeraman 24 jam.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Penentuan Beberapa Parameter Mutu Minyak Goreng Bekas Sebelum Dan Sesudah Pengolaha Menggunakan Adsorben Sari Buah Mengkudu Dan Karbon Aktif

Penentuan Beberapa Parameter Mutu Minyak Goreng Bekas Sebelum Dan Sesudah Pengolaha Menggunakan Adsorben Sari Buah Mengkudu Dan Karbon Aktif

Telah dilakukan penelitian tentang pengolahan minyak goreng bekas dengan menentukan beberapa parameter mutu yaitu bilangan peroksida, bilangan asam, kadar air, bau berdasarkan mutu minyak goreng menurut SNI 3741:2013. Proses pengolahan meliputi tiga tahap yaitu penghilangan bumbu (despicing), Netralisasi, Adsorpsi. Pada tahap adsorpsi ini digunakan dua adsorben yaitu sari buah mengkudu dan karbon aktif dengan variasi suhu 60,70,80 o C. Nilai parameter mutu minyak goreng bekas sebelum dilakukan pengolahan pada bilangan peroksida yaitu 42,6887 mekO 2 /kg. Bilangan Asam yaitu : 0,8409 mgKOH/g. Kadar air
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia.L) dan Sari Kulit Buah Nenas (Ananas Comosus L Merr) Sebagai Alternati Koagulan Lateks Karet Alam

Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia.L) dan Sari Kulit Buah Nenas (Ananas Comosus L Merr) Sebagai Alternati Koagulan Lateks Karet Alam

Hingga saat ini, industri pengolahan lateks karet alam sangat bergantung pada asam formiat sebagai bahan pengkoagulasi. Pembekuan atau koagulasi bertujuan untuk mempersatukan (merapatkan) butiran karet yang terdapat dalam cairan lateks agar menjadi suatu gumpalan atau koagulum karet alam, yang kemudian dikeringkan dan dikarakterisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sari buah mengkudu dan sari kulit buah nenas dapat digunakan sebagai pengkoagulasi lateks, dan untuk mengetahui apakah menghasilkan mutu karet yang lebih baik. Koagulasi dengan cara pencampuran sari buah mengkudu dan sari kulit buah nenas kedalam lateks dengan kondisi atmosfer dilakukan dengan penambahan volume koagulan yang bervariasi yaitu 25,50,75, dan 100 mL. Kualitas karet ditentukan dengan berbagai pengujian antara lain yaitu waktu gumpal, % KKK, % Po/PRI dan uji TGA. Hasil menunjukan bahwa sari buah mengkudu memiliki waktu gumpal 8,19; 6,16; 2,10 dan 1,3 menit, KKK 28,34; 24,40; 19,45 dan 19,22 %, nilai Po/PRI 83,72; 132,14; 93,93 dan 128 %, sari kulit buah nenas mengalami kenaikan waktu gumpal 9,35; 8,01; 7,43 dan 7,20 menit. KKK 28,34; 20,87; 20,38 dan 19,15 %. Mengalami kenaikan nilai Po/PRI 81,08; 84,00; 74,07 dan 76,00 %. Jika dibandingkan dengan asam formiat 5% volume 25 mL. Hasil uji TGA menunjukkan kestabilan termal karet yang lebih dahulu terdegradasi dengan suhu 350 o C yaitu sari kulit buah nenas dengan residu 3,995 %, Asam formiat 3,353 % dan sari buah mengkudu 5,284 %. Berdasarkan uji KKK, Po/PRI dan TGA dapat disimpulkan, bahwa koagulasi lateks menggunakan sari buah mengkudu dan sari kulit buah nenas dapat digunakan sebagai alternatif koagulan lateks karet alam sesuai dengan SNI SIR-20 dengan pembanding asam formiat.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Air Minum Mengandung Sari Buah Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) Terhadap Edible dan In-edible Ayam Broiler.

Pengaruh Pemberian Air Minum Mengandung Sari Buah Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) Terhadap Edible dan In-edible Ayam Broiler.

Penelitian mengenai “Pengaruh Pemberian Air Minum Mengandung Sari Buah Mengkudu ( Morinda citrifolia Linn.) terhadap Edible dan In-edible Ayam Broiler” telah dilaksanakan di Kandang Teaching Farm, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran pada 24 Desember 2012 - 28 Januari 2013. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian air minum mengandung sari buah mengkudu terhadap edible dan in-edible ayam broiler serta mendapatkan dosis pemberian sari buah mengkudu dalam air minum yang menghasilkan bobot edible paling tinggi dan berat in-edible paling rendah. Percobaan menggunakan metode eksperimen dengan empat macam perlakuan dan lima kali ulangan. Sari buah mengkudu yang ditambahkan ke dalam air minum perlakuan sebagai berikut : P0 (0 mL sari buah mengkudu / 1 L air minum), P1 (1 mL sari buah mengkudu / 1 L air minum), P2 (2 mL sari buah mengkudu / 1 L air minum), P3 (3 mL sari buah mengkudu / 1 L air minum). Uji Polinomial Ortogonal digunakan untuk melihat kecenderungan peningkatan atau penurunan respon akibat perlakuan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian sari buah mengkudu dalam air minum berpengaruh meningkatkan berat edible . Pemberian sari buah mengkudu sebesar 3 mL dalam air minum menunjang pembentukkan berat edible paling efektif.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia.L) dan Sari Kulit Buah Nenas (Ananas Comosus L Merr) Sebagai Alternati Koagulan Lateks Karet Alam

Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia.L) dan Sari Kulit Buah Nenas (Ananas Comosus L Merr) Sebagai Alternati Koagulan Lateks Karet Alam

Menurut wijana dkk (1991) kulit nenas mengandung 81,72 % air, 20,87 % serat kasar, 17,53 % karbohidrat, 4,41 % protein, 0,02 % lemak, 0,48 % abu, 1,66 % serat basah dan 13,65 % gula reduksi.Asam organik utama yang terdapat dalam buah nenas adalah asam sitrat, yang merupakan asam tidak menguap yang terbanyak dalam buah nenas. Selain asam sitrat juga terdapat asam malat dan asam oksalat. Vitamin yang terdapat dalam buah nenas adalah vitamin C yang besarnya dipengaruhi oleh tingkat kematangan bagian daging buah dan varietas. Pigmen yang terdapat dalam buah nenas adalah karoten dan xantrofil yang keduanya berperan dalam memberikan warna buah.kandungan pigmen karoten dalam buah nenas lebih besar dibandingkan dengan pigmen xantrofil (Dull, 1971).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia.L) dan Sari Kulit Buah Nenas (Ananas Comosus L Merr) Sebagai Alternati Koagulan Lateks Karet Alam

Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia.L) dan Sari Kulit Buah Nenas (Ananas Comosus L Merr) Sebagai Alternati Koagulan Lateks Karet Alam

Pengaruh Komposisi Bahan Olah Karet Terhadap Tingkat Konsistensi Plastisitas Retension Indeks PRI Karet Remah SIR 20 Di PT.Bridgestone Sumatera Rubber Estate Dolok Merangir.. Medan : Un[r]

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mengkudu dengan Sari Buah Durian  dan Jumlah Gum Arab terhadap Mutu Permen Jelly Mengkudu

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mengkudu dengan Sari Buah Durian dan Jumlah Gum Arab terhadap Mutu Permen Jelly Mengkudu

asam folat, magnesium (Mg), potasium/kalium (K), zat besi (Fe), zinc, mangan (Mn), tembaga (Cu), karoten, vitamin C, tiamin, niasin, dan riboflavin. Durian juga mengandung gula yang cukup banyak serta sifatnya panas sehingga penderita diabetes dan ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi durian. Fosfor dan zat besi yang terdapat dalam durian ternyata 10 kali lebih banyak daripada buah pisang. Kandungan gizi tiap 100 g buah durian adalah 67 g air, 2,5 g lemak, 28,3 g karbohidrat, 1,4 g serat, 2,5 g protein, dan menghasilkan energi sebesar kurang lebih 520 kJ (UNAIR, 2013). Daging buah durian yang telah matang dimakan segar. Sisa buah dapat dibuat lempok (dodol) dan tempoyak (asinan). Buah yang tua tetapi belum matang dapat dibuat tepung durian (Sunarjono, 2000). Selain itu, buah durian mengandung gizi cukup tinggi dan komposisinya lengkap, seperti disajikan pada Tabel 2.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mengkudu dengan Sari Buah Durian dan Jumlah Gum Arab terhadap Mutu Permen Jelly Mengkudu

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mengkudu dengan Sari Buah Durian dan Jumlah Gum Arab terhadap Mutu Permen Jelly Mengkudu

asam folat, magnesium (Mg), potasium/kalium (K), zat besi (Fe), zinc, mangan (Mn), tembaga (Cu), karoten, vitamin C, tiamin, niasin, dan riboflavin. Durian juga mengandung gula yang cukup banyak serta sifatnya panas sehingga penderita diabetes dan ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi durian. Fosfor dan zat besi yang terdapat dalam durian ternyata 10 kali lebih banyak daripada buah pisang. Kandungan gizi tiap 100 g buah durian adalah 67 g air, 2,5 g lemak, 28,3 g karbohidrat, 1,4 g serat, 2,5 g protein, dan menghasilkan energi sebesar kurang lebih 520 kJ (UNAIR, 2013). Daging buah durian yang telah matang dimakan segar. Sisa buah dapat dibuat lempok (dodol) dan tempoyak (asinan). Buah yang tua tetapi belum matang dapat dibuat tepung durian (Sunarjono, 2000). Selain itu, buah durian mengandung gizi cukup tinggi dan komposisinya lengkap, seperti disajikan pada Tabel 2.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mengkudu dengan Sari Buah Durian dan Jumlah Gum Arab terhadap Mutu Permen Jelly Mengkudu

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mengkudu dengan Sari Buah Durian dan Jumlah Gum Arab terhadap Mutu Permen Jelly Mengkudu

asam folat, magnesium (Mg), potasium/kalium (K), zat besi (Fe), zinc, mangan (Mn), tembaga (Cu), karoten, vitamin C, tiamin, niasin, dan riboflavin. Durian juga mengandung gula yang cukup banyak serta sifatnya panas sehingga penderita diabetes dan ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi durian. Fosfor dan zat besi yang terdapat dalam durian ternyata 10 kali lebih banyak daripada buah pisang. Kandungan gizi tiap 100 g buah durian adalah 67 g air, 2,5 g lemak, 28,3 g karbohidrat, 1,4 g serat, 2,5 g protein, dan menghasilkan energi sebesar kurang lebih 520 kJ (UNAIR, 2013). Daging buah durian yang telah matang dimakan segar. Sisa buah dapat dibuat lempok (dodol) dan tempoyak (asinan). Buah yang tua tetapi belum matang dapat dibuat tepung durian (Sunarjono, 2000). Selain itu, buah durian mengandung gizi cukup tinggi dan komposisinya lengkap, seperti disajikan pada Tabel 2.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...