Saringan Pasir Lambat

Top PDF Saringan Pasir Lambat:

BAB I PENDAHULUAN - PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SARINGAN PASIR LAMBAT DENGAN SARINGAN PASIR CEPAT(GRAVITY-FET FILTERING SYSTEM) DALAM MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) KEKERUHAN DAN WARNA PADA AIR SUMUR GALI TAHUN 2015 ( Study Pada Sumur Gali Di Kecamatan Sungai Ra

BAB I PENDAHULUAN - PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SARINGAN PASIR LAMBAT DENGAN SARINGAN PASIR CEPAT(GRAVITY-FET FILTERING SYSTEM) DALAM MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) KEKERUHAN DAN WARNA PADA AIR SUMUR GALI TAHUN 2015 ( Study Pada Sumur Gali Di Kecamatan Sungai Ra

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Makhmudah dan Notodarmojo (2009) menunjukkan bahwa efisiensi penyisihan warna oleh reaktor saringan pasir lambat sebesar (52 %), besi (77,08%) menyisihkan kekeruhan (78,96%) dan mangan (89,3 %). Pada penelitian yang menggunakan saringan pasir cepat yang dilakukan oleh Oktiawan dan Krisbiantoro tahun 2007 menunjukkan rata - rata penurunan besi (Fe) 43,71% dengan konsentrasi 2,60- 2.85 mg/L menjadi 0.35 mg/L.

8 Baca lebih lajut

PENGARUH BUTIRAN DAN KETEBALAN PASIR TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DELI DAN DEBIT OUTLET PADA SARINGAN PASIR LAMBAT.

PENGARUH BUTIRAN DAN KETEBALAN PASIR TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DELI DAN DEBIT OUTLET PADA SARINGAN PASIR LAMBAT.

dengan parameter kekeruhan, DHL, pH, dan Debit Outled, TDS, besi, serta timbal. Selanjutnya untuk mengetahui apakah ada Pengaruh Butiran Dan Ketebalan Lapisan Pasir Terhadap kekeruhan, DHL, pH, dan debit outlet, TDS, besi, serta timbale, Titik pengambilan sampel air sungai yaitu di kelurahan pekan labuhan di kecamatan medan labuhan. Saringan yang digukan dalam penelitian ini adalah saringan pasir lambat yang menggunakan pasir sebagai media filter dengan ukuran butiran sangat kecil, Dengan variasi mesh ( 20 mesh, 30 mesh, 40 mesh, 50 mesh, 70 mesh ). Dengan ketebalan (10Cm, 20Cm, 30Cm, 40Cm, 50Cm, dan 60Cm ). Hasil yang didapat bahwa Adanya Pengaruh Ukuran butiran pasir terhadap kualitas air sungai Deli dengan parameter yang di uji (kekeruhan, DHL, pH, Debit outlet). Sebelum pengolahan semua parameter yang di uji melampaui batas maksimum ketetapan KEPMENKES 1990 tentang persyaratan kualitas air bersih kecuali parameter kekeruhan dan pH. Sedangkan setelah mengalami pengolahan semua parameter memenuhi persyaratan air bersih pada mesh 70 mesh, dari hasil ini diketahui bahwa saringan pasir lambat sederhana mampu menurunkan kekeruhan, DHL, meningkatkan kualitas pH air sungai. Pada ketebalan bahwa Adanya Pengaruh Ukuran ketebalan lapisan pasir terhadap kualitas air sungai Deli dengan parameter yang di uji (kekeruhan, DHL, pH, Debit outlet, TDS, Fe dan Pb). Sedangkan setelah mengalami pengolahan semua parameter memenuhi persyaratan air bersih pada ketebalan 70Cm. dari hasil ini diketahui bahwa saringan pasir Lambat sederhana mampu menurunkan kekeruhan, DHL, Fe dan Pb serta meningkatkan kualitas pH air sungai.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGARUH UKURAN BUTIRAN DAN KETEBALAN LAPISAN PASIR TERHADAP KUALITAS AIR SUMUR YANG BERWARNA KUNING DAN DEBIT OUTLET PADA SARINGAN PASIR LAMBAT SEDERHANA.

PENGARUH UKURAN BUTIRAN DAN KETEBALAN LAPISAN PASIR TERHADAP KUALITAS AIR SUMUR YANG BERWARNA KUNING DAN DEBIT OUTLET PADA SARINGAN PASIR LAMBAT SEDERHANA.

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunian-Nya kepada penulis sehingga penelitian yang berjudul “ PENGARUH UKURAN BUTIRAN DAN KETEBALAN LAPISAN PASIR TERHADAP KUALITAS AIR SUMUR YANG BERWARNA KUNING DAN DEBIT OUTLET PADA SARINGAN PASIR LAMBAT” ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang direncanakan.

24 Baca lebih lajut

PENGARUH BUTIRAN DAN KETEBALAN PASIR TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DELI DAN DEBIT OUTLET PADA SARINGAN PASIR LAMBAT.

PENGARUH BUTIRAN DAN KETEBALAN PASIR TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DELI DAN DEBIT OUTLET PADA SARINGAN PASIR LAMBAT.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik ingin meneliti “Pengaruh Ukuran Butiran Dan Ketebakan lapiasan Pasir Terhadap Kualitas Air Sungai Deli Dan Debit Outlet Pada Saringan Pasir Lambat Sederhana Di Keluruhan Pekan Labuhan Di Kec Medan Labuhan ”. Oleh kerena itu peneliti tertarik untuk membuat alat penjernihan air sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar aliran sungai Deli dengan melakukan penelitian terhadap kondisi air sungai yang di pakai masyarakat sekitar sungai Deli sebagai air pokok bagi kehidupan mereka.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

DAUR ULANG AIR LIMBAH RUMAH TANGGA DENGAN TEKNOLOGI BIOFILTER DAN HYBRID CONSTRUCTED WETLAND DI KAWASAN PESISIR Domestic Wastewater Reuse by Using Biofilter Technology and Hybrid Constructed Wetland in Coastal Area

DAUR ULANG AIR LIMBAH RUMAH TANGGA DENGAN TEKNOLOGI BIOFILTER DAN HYBRID CONSTRUCTED WETLAND DI KAWASAN PESISIR Domestic Wastewater Reuse by Using Biofilter Technology and Hybrid Constructed Wetland in Coastal Area

Pendekatan Penyelesaian Permasalahan Upaya mendaur ulang air limbah merupakan salah satu upaya menangani kekurangan air dan perlindungan lingkungan pesisir. Penggunaan daur ulang air limbah/reklamasi air dapat digunakan untuk berbagai keperluan antara lain untuk irigasi pertanian atau lansekap, penggunaan industri, recharge air tanah, dan untuk keperluan suplai air bersih serta untuk keperluan umum misalnya untuk flushing dan untuk air pemadam kebakaran dan lain lain. Penelitian penerapan teknologi daur ulang di kawasan pesisir adalah penting untuk dikaji, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai alternatif teknologi daur ulang sesuai karakteristik lokasi pesisir dan tujuan daur ulang air limbah yang ingin dicapai. Penerapan teknologi pengolahan air limbah dilakukan dengan rangkaian sistem yang terdiri dari sistem biofilm anaerobik – media jaring ikan dan batok kelapa, hybrid constructed wetland/ lahan basah buatan dan saringan pasir lambat tipe aliran upflow. Penerapan teknologi daur ulang yang efektif diharapkan dapat mendukung adaptasi wilayah pesisir dalam menghadapi masalah krisis air, pemenuhan air untuk kebutuhan umum rumah tangga, kebutuhan pengisian air tanah untuk mencegah intrusi air laut dan pengendalian kerusakan ekosistem akibat pembuangan air limbah yang tidak terkendali.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengolahan Limbah Domestik dengan menggunakan Biokoagulan Biji Moringa oleifera Lam. dan Saringan Pasir cepat

Pengolahan Limbah Domestik dengan menggunakan Biokoagulan Biji Moringa oleifera Lam. dan Saringan Pasir cepat

Menurut Hidayat (1999) dalam proses pengolahan air limbah cair industri pulp dan kertas, biokoagulan Moringa dapat mengendapkan flok limbah selama 500 detik. Berdasarkan hal tersebut diharapkan pengolahan limbah domestik dengan biokoagulan biji Moringa menghasilkan waktu pengolahan lebih singkat (<10 hari) dari pengolahan biologi. Biji Moringa yang sudah digerus yang dicampur dengan air akan menghasilkan protein larut dalam air. Protein yang larut akan terionisasi menjadi asam amino (Sofiany, 1999). Larutan tersebut memiliki sifat seperti polielektrolit alami dan merupakan polimer yang dapat mengikat partikel koloid dalam limbah dan membentuk flok yang kemudian mengendap (Mezi, 2008). Proses selanjutnya yaitu penggunaan saringan pasir cepat diharapkan dapat mempercepat waktu pengolahan dan meningkatkan efisiensi penyisihan parameter pencemar pada air limbah. Menurut Joko (2010) saringan pasir cepat memiliki kecepatan filtrasi lebih cepat 4000-5000 L/m 2 /jam dari pada saringan pasir lambat yang hanya memiliki
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Penurunan Total Suspended Solid TSS Dan (1)

Penurunan Total Suspended Solid TSS Dan (1)

Oleh sebab itu, perlu adanya pengolahan air agar dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Dalam penelitian ini dipilih reaktor Slow Sand Filter (Saringan Pasir Lambat) sebagai metode pengolahan. saringan pasir lambat adalah saringan yang menggunakan pasir sebagai media filter dengan ukuran butiran sangat kecil, namun mempunyai kandungan kuarsa yang tinggi. Unit ini sudah menjadi teknologi pengolahan air yang efektif lebih dari 150 tahun. Saringan pasir lambat ini dikenal di Inggris sebelum tahun 1830, dan pertama kalinya menjadi instalasi yang sukses dalam pengolahan untuk air minum (Taweel dan Ali, 1999).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Perbedaan Kadar Besi (Fe) Pada Air  Sumur Bor Yang  Disaring Dengan Zeolit Dan Karbon Aktif

Perbedaan Kadar Besi (Fe) Pada Air Sumur Bor Yang Disaring Dengan Zeolit Dan Karbon Aktif

saringan ini kurang efektif untuk mengatasi bau dan rasa yang ada pada air yang disaring. Secara umum bahan lapisan saringan pasir cepat sama dengan pasir lambat yakni pasir, kerikil dan batu. Perbedaan yang terlihat jelas adalah pada arah aliran air ketika penyaringan. Saringan pasir lambat arah aliran airnya dari atas kebawah, sedangkan pada saringan pasir cepat dari bawah keatas (up flow). Selain itu saringan pasir cepat umumnya dapat melakukan backwash atau pencucian saringan tanpa membongkar saringan (Aimyaya, 2009). Menurut Sanropie (1984) dalam Nainggolan tahun 2008, pasir cepat diameter pasir 0,5-2, mm, kerikil diameter 25-50 mm dan tebal pasir efektif sekitar 80–120 cm. Saringan pasir cepat bisa digunakan untuk menyaring telur cacing, kista amoeba, larva cacing, mengurangi Fe dan mangan.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Efektifitas Limbah Padat Tepung Tapioka Sebagai Karbon Aktif pada Saringan dalam Menurunkan Kadar Kadmium (Cd) pada Air Sumur Gali Masyarakat Desa Namo Bintang Tahun 2012

Efektifitas Limbah Padat Tepung Tapioka Sebagai Karbon Aktif pada Saringan dalam Menurunkan Kadar Kadmium (Cd) pada Air Sumur Gali Masyarakat Desa Namo Bintang Tahun 2012

Proses filtrasi yang terjadi pada saringan pasir lambat, terjadi dengan memisahkan air dari kandungan kontaminan berupa partikel tersuspensi dan koloid, serta bakteri, dengan cara melewatkan air pada suatu media berpori. Pada prinsipnya material ini dapat berupa material apa saja, seperti lapisan granular pasir, batu yang dihancurkan, antrachite, kaca, sisa arang, dan lain-lain. Pada prakteknya di lapangan, media berpori yang paling sering digunakan adalah pasir, karena pasir mudah ditemui dalam jumlah banyak, biaya yang murah, dan hasil pengolahan yang diberikan juga sangat memuaskan. Secara keseluruhan penyisihan kontaminan dengan proses filtrasi merupakan kombinasi dari beberapa proses yang berbeda – beda, dan yang terpenting adalah mechanical straining, sedimentasi, dan adsorpsi, dan aktivitas biologi (Astari, 2010).
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

Perancangan Teknologi Filter untuk Air Buangan Skala Unit Rumah di Kawasan Lingkar Kampus IPB, Darmaga

Perancangan Teknologi Filter untuk Air Buangan Skala Unit Rumah di Kawasan Lingkar Kampus IPB, Darmaga

baku yang dipakai pada saringan pasir lambat adalah air sungai, akan tetapi pada penelitian ini saringan pasir lambat digunakan sebagai penyaring air buangan rumah tangga. Sebagaimana diketahui, kandungan-kandungan berbahaya pada air buangan jauh lebih banyak daripada air sungai. Meskipun demikian, berdasarkan hasil yang diperoleh ternyata saringan pasir lambat dinilai cukup mampu dalam mengurangi beban pencemaran. Adapun nilai perbandingan kualitas air antara hasil pengukuran dan pendugaan tersaji pada Lampiran 4. Nilai kualitas air hasil pendugaan didapat dengan cara mencari efisiensi saringan pasir lambat melalui studi pustaka, kemudian efisiensi tersebut diolah menggunakan data influen hasil pengukuran.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Efektivitas Penurunan Kadar Fe Dan Mn Sumur Gali Dengan Menggunakan Saringan Pasir Sistim  Up Flow Berdasarkan Jenis Dan Ketebalan Media Saringan Di Dusun I Kikik Kecamatan Hamparan Perak Tahun 2007

Efektivitas Penurunan Kadar Fe Dan Mn Sumur Gali Dengan Menggunakan Saringan Pasir Sistim Up Flow Berdasarkan Jenis Dan Ketebalan Media Saringan Di Dusun I Kikik Kecamatan Hamparan Perak Tahun 2007

Dari hasil pemeriksaan dan juga dari tabel penurunan kadar Fe dan Mn air sumur dapat dilihat bahwa saringan pasir lambat sistem Up Flow ini efektif digunakan selama tiga minggu dalam menurunkan kadar Fe dan Mn sesuai dengan syarat kesehatan, kemudian dilakukan pencucian media saringan pada minggu keempat dengan menggunkan air yang naik ke atas sebagai media pencuci dan membuka kran/tutup yang tersaring, sehingga kualitas kimia khususnya Fe dan Mn air sumur gali tetap memnuhi syarat kesehatan.

57 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI KETEBALAN PASIR DAN KAR

PENGARUH VARIASI KETEBALAN PASIR DAN KAR

Pada penelitian ini tidak dilakukan percobaan dengan menggunakan filter dengan satu jenis media untuk masing-masing bahan yang digunakan. Oleh karena itu, kemampuan masing-masing bahan media filter (pasir dan karbon aktif) dalam mengurangi kandungan Fe dan Mn tidak dapat terlihat jelas. Kemampuan tiap variasi filter adalah hasil dari perpaduan kemampuan kedua bahan yang tersusun dalam suatu media. Dan untuk aplikasinya ke masyarakat yang bertujuan untuk menurunkan kadar Fe dan Mn pada air sumur dengan menggunakan metode saringan pasir lambat, untuk lebih ditingkatkan variasi ketebalan dari pasir dan karbon aktif agar penurunan kadar Fe dan Mn pada air dapat mencapai 100%.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Efektivitas Aplikasi Saringan Air dengan Penggunaan Media Pasir, Karbon Aktif dan Zeolit untuk Penurunan Kadar Kadmium (Cd) pada Air Sumur Gali Masyarakat Desa Namo Bintang Tahun 2015

Efektivitas Aplikasi Saringan Air dengan Penggunaan Media Pasir, Karbon Aktif dan Zeolit untuk Penurunan Kadar Kadmium (Cd) pada Air Sumur Gali Masyarakat Desa Namo Bintang Tahun 2015

Desain kontraksi pada umumnya dirancang setelah didapat hasil dari survei lapangan baik mengenai kualitas maupun kuantitas. Kapasitas pengolahan dapat dirancang dengan berbagai macam ukuran sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Untuk sistem saringan pasir lambat biasanya terdiri dari sebuah bak yang terbuat dari beton, ferosmen, bata semen atau bak fiber glass untuk menampung air dan media penyaring pasir. Bak ini dilengkapi dengan sistem saluran bawah, intlet, outlet dan peralatan kontrol. Saringan pasir lambat dengan arah dari atas ke bawah terdapat dua tipe saringan yaitu (Idaman, 1999) :
Baca lebih lanjut

184 Baca lebih lajut

teknik penjernihan air

teknik penjernihan air

merupakan rangkaian dari beberapa jenis saringan air. Sebagai contoh, pertama kali air disaring menggunakan saringan kain (metode 1) atau saringan kapas (metode 2) terlebih dahulu. Setelah itu, lakukan aerasi bila memungkinkan, kemudian air disaring kembali dengan Saringan Pasir Cepat, Saringan Pasir Lambat (SPL) atau Saringan air Tradisional. Metode 9, 10, dan 11 hanya cocok untuk mendapatkan air dengan tujuan utama diminum. Walaupun demikian, untuk semua air bersih hasil saringan agar dimasak terlebih dahulu hingga mendidih, atau mungkin anda dapat menggunakan cara menghilangkan kuman / disinfeksi secara sederhana.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Aerasi Bertingkat dengan Kombinasi Saringan Pasir, Karbon Aktif dan Zeolit dalam Meningkatkan Kualitas Air Tanah Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah

Pengaruh Aerasi Bertingkat dengan Kombinasi Saringan Pasir, Karbon Aktif dan Zeolit dalam Meningkatkan Kualitas Air Tanah Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah

Panigoro, S. A. N., Saraswati, D., Prasetya, E. 2015. Pengaruh Variasi Ketebalan Pasir Dan Karbon Aktif Pada Media Saringan Pasir Lambat Terhadap Penurunan Kadar Besi (Fe) Dan Mangan (Mn) Pada Air Sumur (Suatu Penelitian di Kelurahan Pulubala Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo).

4 Baca lebih lajut

Efektifitas Tanah Liat Sebagai Koagulan Dalam Memperbaiki Kualitas Fisik Air Gambut di Desa Suka Damai Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2010

Efektifitas Tanah Liat Sebagai Koagulan Dalam Memperbaiki Kualitas Fisik Air Gambut di Desa Suka Damai Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2010

Air tanah dangkal terjadi karena daya proses peresapan air dari permukaan tanah. Lumpur akan tertahan, demikian pula dengan sebagian bakteri, sehingga air tanah akan jernih tetapi lebih banyak mengandung zat kimia (garam-garam yang terlarut) karena melalui lapisan tanah yang mempunyai unsur-unsur kimia tertentu untuk masing-masing lapisan tanah. Lapisan tanah di sini berfungsi sebagai saringan. Disamping penyaringan, pengotoran juga masih terus berlangsung, terutama pada muka air yang dekat dengan muka tanah, setelah menemui lapisan rapat air, air yang akan terkumpul merupakan air tanah dangkal dimana air tanah ini dimanfaatkan untuk sumber air minum melaui sumur-sumur dangkal.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERANCANGAN INSTALASI PENJERNIHAN AIR DAN BAK DISTRIBUSI PADA EMBUNG KALEN, DESA HARGOSARI, KECAMATAN TANJUNGSARI, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN PERANCANGAN INSTALASI PENJERNIHAN AIR DAN BAK DISTRIBUSI PADA EMBUNG KALEN, DESA HARGOSARI, KECAMATAN TANJUNGSARI, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA.

4. Instalasi dirancang hanya untuk perjernihan saja, menggunakan saringan pasir cepat dengan asumsi saringan pasir cepat baru, dengan kecepatan ≤ 4m/jam, serta tidak memperhitungkan tekanan air (berdasarkan penelitian lab).

4 Baca lebih lajut

Pengukuran konsentrasi unsur Fe pada air dari sistem penyaringan air di Kampus III Universitas Sanata Dharma dengan metode Spektrofotometer Serapan Atom [SSA] - USD Repository

Pengukuran konsentrasi unsur Fe pada air dari sistem penyaringan air di Kampus III Universitas Sanata Dharma dengan metode Spektrofotometer Serapan Atom [SSA] - USD Repository

Alat penyaringan air di lingkungan kampus III Universitas Sanata Dharma terdiri dari bagian-bagian pokok yaitu saringan pasir, bak aerasi, sand filter, carbon aktif, dan bak penampungan. Saringan pasir dipasang untuk menyaring pasir, lumpur, dan batu-batu kecil yang ikut terangkat saat air dari sumber dipompa. Bak aerasi berfungsi untuk menghilangkan kandungan Fe dalam air [Hammer dan Cliff, 1986]. Cara yang digunakan adalah dengan mengubah besi ferro yang bersifat larut dalam air menjadi tidak terlarut dalam air yaitu dengan memercikkan air dari atas bak, sehingga air bersentuhan dengan udara. Pada saat itulah akan terjadi proses oksidasi yang akan mengubah besi ferro menjadi besi ferri yang bersifat tidak larut dalam air. Tabung sand filter diisi dengan pasir kuarsa halus, sedangkan tabung karbon aktif diisi dengan arang aktif berukuran sedang. Adapun bak penampungan berguna untuk menampung air hasil penyaringan.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Show all 5162 documents...