Saringan Pasir Lambat

Top PDF Saringan Pasir Lambat:

BAB I PENDAHULUAN - PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SARINGAN PASIR LAMBAT DENGAN SARINGAN PASIR CEPAT(GRAVITY-FET FILTERING SYSTEM) DALAM MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) KEKERUHAN DAN WARNA PADA AIR SUMUR GALI TAHUN 2015 ( Study Pada Sumur Gali Di Kecamatan Sungai Ra

BAB I PENDAHULUAN - PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SARINGAN PASIR LAMBAT DENGAN SARINGAN PASIR CEPAT(GRAVITY-FET FILTERING SYSTEM) DALAM MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) KEKERUHAN DAN WARNA PADA AIR SUMUR GALI TAHUN 2015 ( Study Pada Sumur Gali Di Kecamatan Sungai Ra

warna, kekeruhan dan besi (Fe) melebihi syarat kualitas air bersih berdasarkan Permenkes No.416 /MENKES /PER /IX/1990 tentang baku mutu air bersih parameter besi (Fe) 1.0 mg/L, kekeruhan 25 skala NTU dan warna 50 skala PtCo. Sehingga dengan menggunakan media saringan pasir lambat dan saringan pasir cepat dapat memperbaiki kualitas air bersih pada sumur gali di daerah kecamatan Sungai Raya Kab. Kubu raya.

8 Baca lebih lajut

PENGARUH UKURAN BUTIRAN DAN KETEBALAN LAPISAN PASIR TERHADAP KUALITAS AIR SUMUR YANG BERWARNA KUNING DAN DEBIT OUTLET PADA SARINGAN PASIR LAMBAT SEDERHANA.

PENGARUH UKURAN BUTIRAN DAN KETEBALAN LAPISAN PASIR TERHADAP KUALITAS AIR SUMUR YANG BERWARNA KUNING DAN DEBIT OUTLET PADA SARINGAN PASIR LAMBAT SEDERHANA.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran butiran dan ketebalan lapisan pasir terhadap kualitas air sumur bor salah satu warga di Kelurahan Sitirejo III Kecamatan Medan Amplas tepatnya di Jalan Selamat Pulau Gg. Mawar dimana kondisi fisik air yang terlihat secara kasat mata pada air sumur bor tersebut melatarbelakangi digunakannya air tersebut sebagai sampel air yang perlu dilakukan pengolahan untuk memperbaiki kualitasnya. Sebagai salah satu alternatif pengolahan yang sangat sederhana yang dapat diterapkan adalah pengolahan dengan saringan pasir lambat sederhana. Penelitian ini menggunakan saringan pasir lambat sederhana dengan media pasir, kerikil dan sabut kelapa dengan variasi ukuran butiran dan ketebalan lapisan pasir. Variasi ukuran butiran 20,30,40,50,70 mesh dengan ketebalan lapisan pasir 60 cm dan variasi ketebalan lapisan pasir 20,30,40,50,60 cm dengan ukuran butiran 70 mesh. Dengan susunan lapisan sabut kelapa, kerikil, sabut kelapa, pasir dan kerikil. Analisis laboratorium, menggunakan alat ICP untuk pemeriksaan kadar Fe, alat TDS Meter untuk pemeriksaan zat padat terlarut (TDS), alat Turbidimeter untuk menguji kekeruhan, alat Konduktivitimeter untuk menguji daya hantar listrik dan alat pH meter untuk menguji pH air. Dari hasil penelitian, pada pemeriksaan kadar Fe diperoleh 2,0 mg/l, dan kelarutan zat padat (TDS) diperoleh 1932 mg/l. Berdasarkan variasi ukuran butiran dengan ketebalan lapisan pasir 60 cm dan variasi ketebalan lapisan pasir dengan ukuran butiran 70 mesh diperoleh: pada pengukuran kekeruhan yang terbaik yaitu 1,1 NTU pada ukuran butiran 70 mesh dan 0,8 NTU pada ketebalan lapisan pasir 60 cm, DHL tertinggi 915,97 µmho/cm,25°C pada ukuran butiran 20 mesh dan 909,33 µmho/cm,25°C pada ketebalan lapisan pasir 20 cm, sedangkan DHL terendah 372,71 µmho/cm,25°C pada ukuran butiran 70 mesh dan 424,57 µmho/cm,25°C pada ketebalan lapisan pasir 60 cm, pada pengukuran pH yang terbaik yaitu 6,9 pada ukuran butiran 70 mesh dan 6,5 pada ketebalan lapisan pasir 60 cm, hasil percobaan di lapangan perhitungan debit outlet hanya ada 2 variasi ukuran butiran yang memenuhi SNI 2008 tentang perencanaan SPL sederhana ditinjau dari persyaratan teknis berdasarkan kecepatan filtrasinya yaitu 0,2 dan 0,1 m/jam pada ukuran butiran 50, 70 mesh, sedangkan pada variasi ketebalan lapisan pasir hanya ada 3 yang memenuhi SNI 2008 tentang perencanaan SPL sederhana ditinjau dari persyaratan teknis berdasarkan kecepatan filtrasinya yaitu 0,4, 0,1, 0,1 m/jam pada ketebalan 40, 50, 60 cm.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENGARUH BUTIRAN DAN KETEBALAN PASIR TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DELI DAN DEBIT OUTLET PADA SARINGAN PASIR LAMBAT.

PENGARUH BUTIRAN DAN KETEBALAN PASIR TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DELI DAN DEBIT OUTLET PADA SARINGAN PASIR LAMBAT.

Alhamdulillahi Robbil Alamin, puji syukur penulis kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi sesuai dengan waktu yang direncanakan. Judul yang dip ilih dalam penelitian ini berupa “Pengaruh Butiran Dan Ketebalan Pasir Terhadap Kualitas Air Sungai Deli Dan Debit Outlet Pada Saringan Pasir Lambat, Penelitian ini telah dilakukan mulai bulan Februari 2014 sampai dengan bulan agustus 2014. Tugas akhir ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana Sains Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGARUH BUTIRAN DAN KETEBALAN PASIR TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DELI DAN DEBIT OUTLET PADA SARINGAN PASIR LAMBAT.

PENGARUH BUTIRAN DAN KETEBALAN PASIR TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DELI DAN DEBIT OUTLET PADA SARINGAN PASIR LAMBAT.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik ingin meneliti “Pengaruh Ukuran Butiran Dan Ketebakan lapiasan Pasir Terhadap Kualitas Air Sungai Deli Dan Debit Outlet Pada Saringan Pasir Lambat Sederhana Di Keluruhan Pekan Labuhan Di Kec Medan Labuhan ”. Oleh kerena itu peneliti tertarik untuk membuat alat penjernihan air sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar aliran sungai Deli dengan melakukan penelitian terhadap kondisi air sungai yang di pakai masyarakat sekitar sungai Deli sebagai air pokok bagi kehidupan mereka.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Perancangan Teknologi Filter untuk Air Buangan Skala Unit Rumah di Kawasan Lingkar Kampus IPB, Darmaga

Perancangan Teknologi Filter untuk Air Buangan Skala Unit Rumah di Kawasan Lingkar Kampus IPB, Darmaga

baku yang dipakai pada saringan pasir lambat adalah air sungai, akan tetapi pada penelitian ini saringan pasir lambat digunakan sebagai penyaring air buangan rumah tangga. Sebagaimana diketahui, kandungan-kandungan berbahaya pada air buangan jauh lebih banyak daripada air sungai. Meskipun demikian, berdasarkan hasil yang diperoleh ternyata saringan pasir lambat dinilai cukup mampu dalam mengurangi beban pencemaran. Adapun nilai perbandingan kualitas air antara hasil pengukuran dan pendugaan tersaji pada Lampiran 4. Nilai kualitas air hasil pendugaan didapat dengan cara mencari efisiensi saringan pasir lambat melalui studi pustaka, kemudian efisiensi tersebut diolah menggunakan data influen hasil pengukuran.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Pengolahan Limbah Domestik dengan menggunakan Biokoagulan Biji Moringa oleifera Lam. dan Saringan Pasir cepat

Pengolahan Limbah Domestik dengan menggunakan Biokoagulan Biji Moringa oleifera Lam. dan Saringan Pasir cepat

Menurut Hidayat (1999) dalam proses pengolahan air limbah cair industri pulp dan kertas, biokoagulan Moringa dapat mengendapkan flok limbah selama 500 detik. Berdasarkan hal tersebut diharapkan pengolahan limbah domestik dengan biokoagulan biji Moringa menghasilkan waktu pengolahan lebih singkat (<10 hari) dari pengolahan biologi. Biji Moringa yang sudah digerus yang dicampur dengan air akan menghasilkan protein larut dalam air. Protein yang larut akan terionisasi menjadi asam amino (Sofiany, 1999). Larutan tersebut memiliki sifat seperti polielektrolit alami dan merupakan polimer yang dapat mengikat partikel koloid dalam limbah dan membentuk flok yang kemudian mengendap (Mezi, 2008). Proses selanjutnya yaitu penggunaan saringan pasir cepat diharapkan dapat mempercepat waktu pengolahan dan meningkatkan efisiensi penyisihan parameter pencemar pada air limbah. Menurut Joko (2010) saringan pasir cepat memiliki kecepatan filtrasi lebih cepat 4000-5000 L/m 2 /jam dari pada saringan pasir lambat yang hanya memiliki
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Efektivitas Penurunan Kadar Fe Dan Mn Sumur Gali Dengan Menggunakan Saringan Pasir Sistim  Up Flow Berdasarkan Jenis Dan Ketebalan Media Saringan Di Dusun I Kikik Kecamatan Hamparan Perak Tahun 2007

Efektivitas Penurunan Kadar Fe Dan Mn Sumur Gali Dengan Menggunakan Saringan Pasir Sistim Up Flow Berdasarkan Jenis Dan Ketebalan Media Saringan Di Dusun I Kikik Kecamatan Hamparan Perak Tahun 2007

Dari hasil pemeriksaan dan juga dari tabel penurunan kadar Fe dan Mn air sumur dapat dilihat bahwa saringan pasir lambat sistem Up Flow ini efektif digunakan selama tiga minggu dalam menurunkan kadar Fe dan Mn sesuai dengan syarat kesehatan, kemudian dilakukan pencucian media saringan pada minggu keempat dengan menggunkan air yang naik ke atas sebagai media pencuci dan membuka kran/tutup yang tersaring, sehingga kualitas kimia khususnya Fe dan Mn air sumur gali tetap memnuhi syarat kesehatan.

57 Baca lebih lajut

DAUR ULANG AIR LIMBAH RUMAH TANGGA DENGAN TEKNOLOGI BIOFILTER DAN HYBRID CONSTRUCTED WETLAND DI KAWASAN PESISIR Domestic Wastewater Reuse by Using Biofilter Technology and Hybrid Constructed Wetland in Coastal Area

DAUR ULANG AIR LIMBAH RUMAH TANGGA DENGAN TEKNOLOGI BIOFILTER DAN HYBRID CONSTRUCTED WETLAND DI KAWASAN PESISIR Domestic Wastewater Reuse by Using Biofilter Technology and Hybrid Constructed Wetland in Coastal Area

Kualitas air daur ulang yang dapat digunakan masyarakat untuk kebutuhan umum rumah tangga, ditunjukkan pada Gambar 7. Saat ini masyarakat telah menggunakannya langsung untuk berbagai keperluan seperti mencuci baju, mandi, mencuci kendaraan, kebersihan rumah, dan lain lain. Nilai BOD yang terus mengalami penurunan di setiap efluen unit pengolahan terjadi seiring dengan penurunan kekeruhan di unit CW, namun terdapat kenaikan setelah unit upflow saringan pasir lambat (USPL) dan pada pengamatan berikutnya konstan. Hal ini kemungkinan masih terdapatnya bibit-bibit ikan atau binatang air yang terjebak di saluran unit USPL. Walaupun demikian nilai BOD pada air daur ulang masih dibawah baku mutu air daur ulang USEPA yaitu ≤ mg/L dan kekeruhan≤ mg/L. Sementara itu untuk parameter COD terjadi konsentrasi yang naik turun pada setiap efluen unit pengolahan, namun pada air daur ulang menunjukkan kualitas COD dengan nilai 8-21 mg/L yang ditunjukkan pada Gambar 7. Masih tingginya nilai COD air daur ulang yang lebih tinggi pada pengamatan pertama (I) menunjukkan pasir kuarsa di unit saringan pasir lambat (USPL) masih mengalami proses pematangan dan proses pembentukan biofilm serta masih banyaknya binatang-binatang air (seperti ikan, katak, dll.) yang berkembang biak karena belum diberi tutup pelindung sehingga memungkinkan naik turunnya kandungan organik ataupun anorganik. Pengamatan kualitas influen dan efluen secara kontinyu sangat diperlukan, terutama dari instansi terkait sehingga dapat menilai kinerja model DUAL-RT terhadap fluktuasi kualitas influen kolam anaerobik serta keamanan kesehatan bagi pengguna. Untuk mendukung kinerja proses pengolahan air limbah dalam menghasilkan air daur ulang tersebut, upaya pengoperasian sesuai prosedur dan pemeliharaan instalasi dari sampah atau binatang air, pemeliharaan tanaman lahan basah, backwash filter secara rutin ataupun penggantian karbon di unit filtrasi sangat disarankan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Penurunan Total Suspended Solid TSS Dan (1)

Penurunan Total Suspended Solid TSS Dan (1)

Oleh sebab itu, perlu adanya pengolahan air agar dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Dalam penelitian ini dipilih reaktor Slow Sand Filter (Saringan Pasir Lambat) sebagai metode pengolahan. saringan pasir lambat adalah saringan yang menggunakan pasir sebagai media filter dengan ukuran butiran sangat kecil, namun mempunyai kandungan kuarsa yang tinggi. Unit ini sudah menjadi teknologi pengolahan air yang efektif lebih dari 150 tahun. Saringan pasir lambat ini dikenal di Inggris sebelum tahun 1830, dan pertama kalinya menjadi instalasi yang sukses dalam pengolahan untuk air minum (Taweel dan Ali, 1999).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

teknik penjernihan air

teknik penjernihan air

Gravity-Fed Filtering System merupakan gabungan dari Saringan Pasir Cepat(SPC) dan Saringan Pasir Lambat(SPL). Air bersih dihasilkan melalui dua tahap. Pertama-tama air disaring menggunakan Saringan Pasir Cepat(SPC). Air hasil penyaringan tersebut dan kemudian hasilnya disaring kembali menggunakan Saringan Pasir Lambat. Dengan dua kali penyaringan tersebut diharapkan kualitas air bersih yang dihasilkan tersebut dapat lebih baik. Untuk mengantisipasi debit air hasil penyaringan yang keluar dari Saringan Pasir Cepat, dapat digunakan beberapa / multi Saringan Pasir Lambat.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Efektifitas Penurunan Fe2+ Dengan Unit Saringan Pasir Cepat Media Pasir Aktif - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Efektifitas Penurunan Fe2+ Dengan Unit Saringan Pasir Cepat Media Pasir Aktif - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Tipe kolom filtrasi yang dirancang dalam penelitian ini adalah saringan pasir cepat media pasir aktif dengan aliran dari atas ke bawah (downflow). Desain unit kolom filter untuk penentuan besarnya nilai headloss dan surface loading adalah sebagai berikut:

Baca lebih lajut

Pengolahan Air Bersih dengan Kombinasi Jarak Jatuh pada Aerasi Bertingkat dan Diameter Pasir pada Saringan Pasir dalam Menurunkan Kadar Fe dan Mn pada Air Sumur Gali di Desa Pelawi Selatan Kabupaten Langkat Tahun 2013

Pengolahan Air Bersih dengan Kombinasi Jarak Jatuh pada Aerasi Bertingkat dan Diameter Pasir pada Saringan Pasir dalam Menurunkan Kadar Fe dan Mn pada Air Sumur Gali di Desa Pelawi Selatan Kabupaten Langkat Tahun 2013

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar besi dan mangan air sumur gali dengan menggunakan pengolahan air bersih dengan kombinasi jarak jatuh pada aerasi bertingkat dan diameter pasir pada saringan pasir. Metode penelitian yang dipakai adalah experimental dengan desain Factorial. Yang menjadi objek penelitian adalah air sumur gali dan pengolahan air bersih dengan kombinasi jarak jatuh pada aerasi bertingkat (25 cm, 30 cm dan 35 cm) dan diameter pasir (0,5 mm, 1 mm dan 2 mm) pada saringan pasir dengan penambahan Oksidator (KMnO 4
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengolahan Limbah Cair Batik dengan Metode Saringan Pasir Melalui Media Pasir Silika, Zeolite, Kerikil dan Arang Ampas Tebu.

Pengolahan Limbah Cair Batik dengan Metode Saringan Pasir Melalui Media Pasir Silika, Zeolite, Kerikil dan Arang Ampas Tebu.

Konsep penyaringan limbah yang digunakan adalah dengan menggunakan metode saringan pasir cepat. Media yang digunakan berupa pasir silika, zeolite, kerikil dan arang ampas tebu. Arang ampas tebu merupakan arang hasil olahan pembakaran dari ampas tebu yang telah melaui proses pengeringan terlebih dahulu. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan teknologi pengolahan limbah yang sederhana murah dan mudah di dapat.

Baca lebih lajut

Pengolahan Limbah Cair Batik Dengan Metode Saringan Pasir Melalui Media Pasir Silika, Zeolite, Kerikil Dan Arang Ampas Tebu

Pengolahan Limbah Cair Batik Dengan Metode Saringan Pasir Melalui Media Pasir Silika, Zeolite, Kerikil Dan Arang Ampas Tebu

Konsep penyaringan limbah yang digunakan adalah dengan menggunakan metode saringan pasir cepat. Media yang digunakan berupa pasir silika, zeolite, kerikil dan arang ampas tebu. Arang ampas tebu merupakan arang hasil olahan pembakaran dari ampas tebu yang telah melaui proses pengeringan terlebih dahulu. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan teknologi pengolahan limbah yang sederhana murah dan mudah di dapat.

Baca lebih lajut

PENGAMATAN SISTEM PENYALURAN BAHAN BAKAR PADA MESIN BENSIN

PENGAMATAN SISTEM PENYALURAN BAHAN BAKAR PADA MESIN BENSIN

PROSEDUR PRAKTIKUMA. Waktu dan TempatB. Alat dan Bahan? Tangki bahan bakar? Selang penyaluran? Saringan bahan bakar bagian luar? Pompa bahan bakar? Saringan bahan bakar bagian dalam? KarburatorC. Cara Kerja1. Dilakukan praktikum dengan mengamati secara langsung proses penyaluran bahan bakar pada mesin bensin, dan dilihat komponen-komponen pendukung proses penyaluran serta fungsinya.IV. ANALISA DATA DAN PEMBAHASANA. Analisa data praktikumBagian-bagian mesin bensin No. Nama komponen Fungsi a. Lubang ventilasi Tempat masuknya bahan bakar b. Tangki bahan bakar Tempat bahan bakar ditampung c. Pompa bahan bakar Memompa bahan bakar d. Saringan bahan bakar Menyaring bahan bakar dari kotoran e. Udara atmosfir Tempat masuk udara f. Saluran isap Menghisap udara dan bahan bakar ke dalam sileinder g. Saringan udara Menyaring udara yang masuk h. Karburator Mencampurkan bahan bakar dan udara à 1:15 i. Silinder Tempat terjadinya proses pembakaran j. Saluran buangan Membuang sisa pembakaran (exhaust) k. Peredam suara Meredam suara (knalpot) l. Gas buangan Sisa pembakaran C. PembahasanDari hasil analisa data praktikum dan hasil analisa data tugas, dapat diketahui bahwa sistem penyaluran bahan bakar pada mesin bensin adalah sangat kompleks. Skema penyaluran bahan bakar pada mesin bensin adalah dimulai dari tangki bahan bakar, dimana bahan bakar masuk ke dalam tangki bahan bakar melalui lubang ventilasi tangki. Ketika mesin tidak bekerja, tangki bahan bakar berfungsi sebagai tempat menampung bahan bakar. Ketika mesin bekerja, bahan bakar di dalam tangki masuk ke dalam selang penyaluran yang kemudian di pompa oleh pompa bahan bakar menuju karburator. Dalam perjalanan ke menuju karburator, bahan bakar yang telah di pompa terlebih dahulu disaring oleh saringan bahan bakar dari kotoran-kotoran (seperti debu, pasir, dan tanah) yang dapat menganggu proses pembakaran.Di dalam karburator, bahan bakar yang telah disaring bercampur dengan udara atmosfir (yang telah disaring oleh saringan udara) dengan perbandingan 1:15, proses pencampuran ini disebut karburasi. Jika perbandingan bahan bakar dan udara tidak 1:15, maka dapat menganggu kinerja mesin. Di dalam karburator terdapat sebuah katup yang berhubungan langsung dengan pedal gas, dimana jika kita menekan pedal gas lebih dalam, maka katup di dalam karburator tersebut akan terbuka lebih besar, dan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI KETEBALAN PASIR DAN KAR

PENGARUH VARIASI KETEBALAN PASIR DAN KAR

Pada penelitian ini tidak dilakukan percobaan dengan menggunakan filter dengan satu jenis media untuk masing-masing bahan yang digunakan. Oleh karena itu, kemampuan masing-masing bahan media filter (pasir dan karbon aktif) dalam mengurangi kandungan Fe dan Mn tidak dapat terlihat jelas. Kemampuan tiap variasi filter adalah hasil dari perpaduan kemampuan kedua bahan yang tersusun dalam suatu media. Dan untuk aplikasinya ke masyarakat yang bertujuan untuk menurunkan kadar Fe dan Mn pada air sumur dengan menggunakan metode saringan pasir lambat, untuk lebih ditingkatkan variasi ketebalan dari pasir dan karbon aktif agar penurunan kadar Fe dan Mn pada air dapat mencapai 100%.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengolahan Limbah Cair Batik dengan Metode Saringan Pasir Melalui Media Pasir Silika, Zeolite, Kerikil dan Sphagnum moss di Kelurahan Laweyan dan Sondakan.

Pengolahan Limbah Cair Batik dengan Metode Saringan Pasir Melalui Media Pasir Silika, Zeolite, Kerikil dan Sphagnum moss di Kelurahan Laweyan dan Sondakan.

Tugas Akhir ini disusun guna memenuhi persyaratan untuk memperoleh gelar Ahli Madya. Dengan adanya peyusunan Tugas Akhir yang berjudul “MetodePengolahan Limbah Cair Batik dengan Metode Saringan Pasir Melalui Media Pasir Silika, Zeolite, Kerikil dan Sphagnum moss ”, penulis berharap semoga laporan ini berguna bagi para pembaca dalam mempelajari serta dapat menambah pengetahuan.

Baca lebih lajut

TM 3 PENGADAAN AIR BERSIH

TM 3 PENGADAAN AIR BERSIH

• Jika lumpur yang ada di dalam lapisan pasir belum bersih secara sempurna, maka pencucian dapat dilakukan dengan mengalirkan air baku ke bak saringan pasir tersebut dari bawah ke atas dengan kecepatan yang cukup besar sampai lapisan pasir terangkat (terfluidisasi), sehingga kotoran yang ada di dalam lapisan pasir terangkat ke atas.

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERANCANGAN INSTALASI PENJERNIHAN AIR DAN BAK DISTRIBUSI PADA EMBUNG KALEN, DESA HARGOSARI, KECAMATAN TANJUNGSARI, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN PERANCANGAN INSTALASI PENJERNIHAN AIR DAN BAK DISTRIBUSI PADA EMBUNG KALEN, DESA HARGOSARI, KECAMATAN TANJUNGSARI, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA.

Permasalahan pada tugas akhir ini adalah merencanakan dimensi instalasi penjernihan air (IPA) dengan menggunakan saringan pasir cepat pada Embung Kalen serta perancangan bak distribusi (tandon) untuk mengatasi kekurangan air di musim kemarau.

4 Baca lebih lajut

Efektifitas Tanah Liat Sebagai Koagulan Dalam Memperbaiki Kualitas Fisik Air Gambut di Desa Suka Damai Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2010

Efektifitas Tanah Liat Sebagai Koagulan Dalam Memperbaiki Kualitas Fisik Air Gambut di Desa Suka Damai Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2010

Dari hasil perlakuan terhadap air gambut dengan lima kali ulangan, parameter fisik air yang sebelumnya tidak memenuhi persyaratan turun setelah melewati proses koagulasi-filtrasi. Pada proses koagulasi dilakukan penambahan tanah liat sebanyak 25 gram per 20 liter air gambut, selanjutnya dilakukan pengadukan (mixer) untuk melarutkan zat kimia (koagulan). Setelah dilakukan proses pengadukan selanjutnya koagulan dicampur dengan air gambut yang akan diolah. Air pada bak koagulasi mengendap karena telah berbentuk gumpalan atau flok. Pada bak koagulasi air baku masih berwarna dan keruh. Setelah melewati proses koagulasi, air selanjutnya dialirkan ke bak filtrasi. Pada proses filtrasi terjadi pemisahan antara padatan atau koloid dengan cairan. Flok-flok atau gumpalan hasil dari proses koagulasi disaring dengan menggunakan lapisan pasir, ijuk dan kerikil sehingga flok-flok atau gumpalan tersebut tersaring dan menghasilkan air baku yang jernih dan memenuhi syarat kesehatan. Sedangkan sisa tanah liat yang digunakan sebagai koagulan setelah dilakukan penyaringan bisa digunakan kembali untuk proses koagulasi selanjutnya.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Show all 5162 documents...