Savana Bekol

Top PDF Savana Bekol:

Populasi, Habitat dan Perilaku Jalak Putih (Sturnus melonepterus Daudin 1800) di Savana Bekol Taman Nasional Baluran

Populasi, Habitat dan Perilaku Jalak Putih (Sturnus melonepterus Daudin 1800) di Savana Bekol Taman Nasional Baluran

Jenis gangguan berupa predator alami jalak putih seperti reptor (elang) tidak ditemukan sedang memangsa maupun mengintai burung jalak putih di Savana Bekol. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan belum diketahui secara pasti gangguan yang ada tetapi melihat jumlah jalak putih yang kecil salah satu penyebabnya adalah tidak banyak ditemukan sarang alami maupun bekas sarang alaminya. Gangguan yang diduga dapat penyebabkan baik kondisi populasi maupun habitat jalak putih mengalami gangguan adalah adanya menyemprotan dan pemberantasan akasia dan kapasan menggunakan zat kimia. Pemberantasan akasia pada tingkat pohon dengan cara mengupas kulit batang sampai lapisan cambium secara melingkar yang kemudian pada bagian batang diolesi Xarbosida garlon 48Ec. Pada tingkat semai dan pancang dengan menggunakan minyak tanah, solar, larutan ragi dan roundup (Djufri 2004). Metode ini dikhawatirkan dapat mengganggu kondisi dari satwaliar dalam jangka panjang khususnya keberadaan jalak putih yang beraktifitas di Savana Bekol baik dari segi kesehatan maupun kondisi sumber pakan.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

INVENTARISASI ORTHOPTERA DI SAVANA BEKOL TAMAN NASIONAL BALURAN KABUPATEN SITUBONDO JAWA TIMUR

INVENTARISASI ORTHOPTERA DI SAVANA BEKOL TAMAN NASIONAL BALURAN KABUPATEN SITUBONDO JAWA TIMUR

Selain faktor cahaya, faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kehidupan serangga adalah suhu dan kelembaban. Suhu di savana Bekol pada saat pengamatan hari pertama dan hari keempat berkisar 28,67 ºC sampai 30 ºC, dengan nilai kelembaban 69% sampai 76% (Lampiran A). Menurut Jumar (2000), pada umumnya kisaran suhu yang efektif adalah sebagai berikut: suhu minimum 15 ºC, suhu optimum 25 ºC, dan suhu maksimum 45 ºC. Berdasarkan data pengamatan pada hari pertama sampai hari keempat, suhu di savana Bekol termasuk suhu yang optimum, maka dari itu ada berbagai jenis Orthoptera yang dapat bertahan hidup di area tersebut.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

DINAMIKA POPULASI AKASIA DURI (Acacia nilotica (L.) Willd. ex Del.) DAN BIDURI (Calotropis gigantea (Willd.) Dryand. ex Ait. f.)DI SAVANA BEKOL TAMAN NASIONAL BALURAN BANYUWANGI

DINAMIKA POPULASI AKASIA DURI (Acacia nilotica (L.) Willd. ex Del.) DAN BIDURI (Calotropis gigantea (Willd.) Dryand. ex Ait. f.)DI SAVANA BEKOL TAMAN NASIONAL BALURAN BANYUWANGI

Halaman Lampiran 1 Peta Situasi Taman Nasional Baluran ..................................... 54 Lampiran 2 Peta savana Bekol Taman Nasional Baluran ........................... 55 Lampiran 3 Data jumlah dan kerapatan populasi Akasia Duri (Acacia nilotica

12 Baca lebih lajut

Efektifitas Herbisida Triklopir Dan Fluroksipir Untuk Pengendalian Gulma Berdaun Lebar Di Kawasan Savana Bekol Taman Nasional Baluran

Efektifitas Herbisida Triklopir Dan Fluroksipir Untuk Pengendalian Gulma Berdaun Lebar Di Kawasan Savana Bekol Taman Nasional Baluran

Tipe ekosistem savana di daerah ini dapat dibedakan ke dalam dua subtipe, yaitu savana datar (flat savana) dan savana bergelombang (undulating savana). Savana datar tumbuh pada tanah aluvial berbatu-batu. Sub tipe savana ini terdapat di bagian tenggara kawasan, yaitu daerah sekitar Plalangan dan Bekol. Savana bekol memiliki luas wilayah 420 Ha. Sebagian besar populasi banteng, rusa, maupun kerbau liar mempergunakan areal ini untuk merumput (feeding gound). Jenis-jenis rumput dominan di daerah ini adalah Dichantium caricosum, Heteropogon contortus, dan Barchiaria reptans. Jenis pohon yang dijumpai di savana ini antara lain pilang (Acacia leucophloea), kesambi (Schliechera oleasea) dan bidoro bukol (Zyzipus rotundifolia) (Djufri 2005). Savana bergelombang tumbuh pada tanah hitam berbatu-batu. Sub tipe savana ini membujur dari sebelah utara hingga timur laut dengan luas 8000 Ha. Dareah ini kurang disukai oleh banteng, rusa maupun kerbau liar. Jenis-jenis rumput yang dominan adalah Dichantium caricosum. Pohon yang dijumpai di daerah ini antara lain pohon kesambi (Schleichera oleasea), pilang (Acacia leucophloea) dan bidoro bukol (Zizyphus rotundifolia) tumbuh secara terpencar pada savana ini (BTNB 2000).
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Pola Penyebaran Jenis Kapasan Kuning (Thespesia lampas Dalz and Gibs) di Savana Bekol Taman Nasional Baluran

Pola Penyebaran Jenis Kapasan Kuning (Thespesia lampas Dalz and Gibs) di Savana Bekol Taman Nasional Baluran

Savana Taman Nasional Baluran merupakan satu-satunya savana alamiah di Pulau Jawa yang didominasi oleh kehadiran spesies asing invasif Acacia nilotica sehingga kestabilan ekosistem savana terganggu. Thespesia lampas merupakan salah satu tanaman yang dapat bertahan di kondisi kritis savana meskipun kehadirannya dianggap menjadi gulma. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pola penyebaran T.lampas di Savana Bekol Taman Nasional Baluran. Hasil penelitian yang didapat yaitu keragaman jenis yang ditemukan sebanyak 40 jenis yang didominasi oleh tumbuhan bawah sebanyak 36 jenis dan sisanya berhabitus pohon. Nilai indeks dominansi di lokasi penelitian tergolong rendah dengan nilai < 1, nilai indeks kekayaan jenis pada lokasi penelitian tergolong sedang. Pola penyebaran T.lampas di Savana Bekol Taman Nasional Baluran memiliki pola penyebaran mengelompok. Hasil analisis tanah menunjukkan bahwa terdapat beberapa unsur yang memiliki korelasi tinggi terhadap keberadaan T.lampas diantaranya Natrium (Na), Kalium (K), Fospor (P), serta Kalsium (Ca).
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Sigit Heru Murti B S

Sigit Heru Murti B S

Hasil perhitungan menunjukkan kecukupan pakan yang sangat besar untuk setiap jenis satwa. Model produksi tahunan indeks NDVI dengan nilai produksi sebesar 524.379,3 kg. Nilai Produksi model NDVI dapat mencukupi kebutuhan pakan 21 ekor Banteng Jawa atau 127 ekor Rusa Timor atau 16 ekor Kerbau Liar. Model produksi tahunan indeks SAVI dengan nilai produksi 534.980,5 kg dapat mencukupi kebutuhan pakan 20 ekor Banteng Jawa atau 124 ekor Rusa Timor atau 15 ekor Kerbau Liar. Nilai kecukupan pakan merupakan kemampuan Savana Bekol untuk memproduksi hijauan pakan serta kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pakan setiap jenis satwa. Angka kecukupan pakan berbanding lurus dengan nilai produksi dari setiap model. Semakin besar nilai produksi maka semakin banyak pula satwa yang dapat tercukupi kebutuhan pakannya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ESTIMASI JUMLAH DAN KOMPOSISI SIMPANAN BIJI DALAM TANAH DI SAVANA (Estimating The Abundance and Composition of Soil Seed Bank at Bekol Savanna in Baluran National Park, West Java)

ESTIMASI JUMLAH DAN KOMPOSISI SIMPANAN BIJI DALAM TANAH DI SAVANA (Estimating The Abundance and Composition of Soil Seed Bank at Bekol Savanna in Baluran National Park, West Java)

tumbuhan yang berasosiasi secara positif adalah B. biternata, Mimosa pudica, dan E. rudelaris, sedangkan pada kedalaman 5-10 cm yaitu Corchorus aestuan, Echinochloa colonum, Abelmoschus moscatus, dan Phyllanthus urinaria (Gambar 4). Hasil ordinasi juga mendukung hasil analisis kluster yang juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan komposisi spesies pada dua lokasi penelitian. Tumbuhan yang berasal dari famili yang sama cenderung tersebar secara mengelompok. Komposisi spesies pada masing- masing lokasi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh invasi A. nilotica terhadap komposisi simpanan biji dalam tanah di Savana Bekol TNB. Nilai stress yang mencapai 0,05 menunjukkan bahwa hasil ordinasi dapat menggambarkan dengan baik kondisi persebaran komposisi tumbuhan yang terjadi di lokasi penelitian (Gambar 5).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI DAN DENSITAS SERANGGA HAMA PADA POLONG AKASIA (Acacia nilotica (L.) Willd. ex Del.) SEBAGAI BASIS KONSERVASI SAVANA DI TAMAN NASIONAL BALURAN

IDENTIFIKASI DAN DENSITAS SERANGGA HAMA PADA POLONG AKASIA (Acacia nilotica (L.) Willd. ex Del.) SEBAGAI BASIS KONSERVASI SAVANA DI TAMAN NASIONAL BALURAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis serangga, densitas serangga, indeks keragaman serangga, dan menganalisis tingkat eksploitasi serangga yang ditemukan pada polong Akasia (Acacia nilotica) di kawasan Savana Taman Nasional Baluran. Penelitian ini dilakukan di savana Bekol Taman Nasional Baluran dan laboratorium Zoologi Biologi FKIP Universitas Jember.

19 Baca lebih lajut

FORDA - Jurnal

FORDA - Jurnal

Data pada Tabel 4 dan Tabel 5 me- nunjukkan bahwa burung merak hijau pa- ling banyak ditemukan yakni di savana Bekol. Hal ini disebabkan di savana Be- kol merupakan tempat burung merak hi- jau mencari pakan dan melakukan aktivi- tas lain, seperti kawin dan mandi abu. Selain di savana, burung merak hijau juga ditemukan di pohon kesambi (S. oleosa), gebang (C. utan), dan walikukun (S. ova- ta). Di Bama, lebih banyak dijadikan se- bagai tempat tidur, bersarang, dan ber- kembangbiak. Tabel 6 menggambarkan bahwa berdasarkan uji F pada tingkat 5% populasi burung merak hijau di savana Bekol tidak berpengaruh nyata terhadap populasi di Bama (F hit <F tab ).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Djufri (djufri_niayahoo.com) Institut Pertanian Bogor ABSTRACT - View of ANALISIS VEGETASI PADA TEGAKAN YANG TERINVASI AKASIA (Acacia nilotica) DI TAMAN NASIONAL BALURAN, JAWA TIMUR

Djufri (djufri_niayahoo.com) Institut Pertanian Bogor ABSTRACT - View of ANALISIS VEGETASI PADA TEGAKAN YANG TERINVASI AKASIA (Acacia nilotica) DI TAMAN NASIONAL BALURAN, JAWA TIMUR

Invasi A. nilotica di Taman Nasional Baluran menyebabkan terdesaknya berbagai spesies rumput sebagai komponen utama penyusun savana Baluran. Sehingga Taman Nasional Baluran sudah tidak memadai lagi apabila dipandang dari aspek ketersediaan makanan bagi herbivora. Meskipun daun dan biji A. nilotica menjadi salah satu pakan alternatif bagi satwa, namun sebagai sumber makanan utama, rumput tetap tidak dapat tergantikan (Sabarno, 2002). Fenomena ini tentunya dapat mengakibatkan terganggunya keseimbangan ekosistem Taman Nasional Baluran. Misalnya berkurang dan menyusutnya makanan utama bagi herbivora. Kondisi ini pada gilirannya dapat mengancam keberadaan satwa herbivora di kawasan ini. Kondisi savana Bekol, Kramat, dan Balanan di Baluran saat ini sedang mengalami proses perubahan dari ekosistem terbuka yang didominasi suku Poaceae (rumput-rumputan) menjadi area yang ditumbuhi A. nilotica. Pada tempat tertentu pertumbuhannya sangat rapat sehingga membentuk kanopi tertutup. Akibatnya beberapa rumput tidak mampu hidup di bawahnya. Kejadian ini mungkin disebabkan karena adanya kompetisi kebutuhan cahaya atau faktor alelopati. Sehingga perlu dilakukan kajian mendalam mengenai autekologi A. nilotica tersebut (Djufri, 2004).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

FORDA - Jurnal

FORDA - Jurnal

Jenis tanah yang ada di kawasan Ta- man Nasional Baluran antara lain Ando- sol (5,52%), Latosol (20,23%), Mediteran merah kuning dan Grumusol (51,25%) serta Alluvium (23%). Savana Bekol di- dominasi oleh tanah yang berwarna hi- tam, ditumbuhi rumput yang subur se- hingga disenangi oleh satwa pemakan rumput. Ciri khas tanah jenis ini adalah mudah longsor dan sangat berlumpur pa- da musim penghujan. Sebaliknya pada musim kemarau, tanah akan menjadi pe- cah-pecah dengan patahan sedalam lebih kurang 80 cm dan lebih kurang 10 cm (Balai Taman Nasional Baluran , 2002).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

. Keanekaragaman Dan Pola Sebaran Spesies Tumbuhan Asing Invasif Di Semenanjung Prapat Agung, Taman Nasional Bali Barat

. Keanekaragaman Dan Pola Sebaran Spesies Tumbuhan Asing Invasif Di Semenanjung Prapat Agung, Taman Nasional Bali Barat

Tingkat keanekaragaman spesies tumbuhan di hutan musim dan savana cenderung lebih rendah dibandingkan hutan hujan tropis. Hutan musim dan savana di SPA memiliki suhu yang tinggi dan curah hujan yang rendah, sehingga spesies yang dapat tumbuh juga terbatas. BTNBB (2009) menjelaskan TNBB memiliki temperatur udara rata-rata sebesar 33 0 C dengan curah hujan 972-1550 mm/tahun. Hutan musim dan savana memiliki curah hujan yang rendah dan berselang-seling dengan masa kering yang jelas, berlangsung selama empat sampai enam bulan (Ewusie 1990). Keanekaragaman spesies merupakan karakteristik yang unik dalam tingkat organisasi biologi yang diekspresikan melalui struktur komunitas. Komunitas dikatakan mempunyai keanekaragaman spesies yang tinggi apabila terdapat banyak spesies dengan jumlah individu masing-masing relatif merata (Astirin 2000). Selain itu, hutan musim dan savana rentan terhadap kebakaran yang dapat menurunkan keanekaragaman hayati.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

ANALISIS SPASIAL POPULASI Acacia nilotica (L.) Delile Di SAVANA ALAS MALANG, KARANGTEKOK, TAMAN NASIONAL BALURAN, SITUBONDO, JAWA TIMUR

ANALISIS SPASIAL POPULASI Acacia nilotica (L.) Delile Di SAVANA ALAS MALANG, KARANGTEKOK, TAMAN NASIONAL BALURAN, SITUBONDO, JAWA TIMUR

Analisis Spasial Populasi Acacia nilotica (L.) Delile di Savana Alas Malang Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur; Akhmad Fauzan, 031810401045; Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember.

13 Baca lebih lajut

ANALISIS SPASIAL POPULASI Acacia nilotica (L.) Delile Di SAVANA ALAS MALANG, KARANGTEKOK, TAMAN NASIONAL BALURAN, SITUBONDO, JAWA TIMUR

ANALISIS SPASIAL POPULASI Acacia nilotica (L.) Delile Di SAVANA ALAS MALANG, KARANGTEKOK, TAMAN NASIONAL BALURAN, SITUBONDO, JAWA TIMUR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelasaikan skripsi berjudul Analisis Spasial Populasi Acacia nilotica (L.) Delile di Savana Alas Malang, Karangtekok, Taman Nasional Baluran Situbondo, Jawa Timur. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember.

13 Baca lebih lajut

Iklim Komunikasi Organisasi di Hotel Savana Malang | Santoso | Jurnal e-Komunikasi 4912 9365 1 SM

Iklim Komunikasi Organisasi di Hotel Savana Malang | Santoso | Jurnal e-Komunikasi 4912 9365 1 SM

Pada dasarnya, setiap perusahaan membutuhkan komunikasi yang bagus untuk menjalankan usaha-usaha mereka. Oleh karena itu, untuk menunjang lancarnya komunikasi di perusahaan perlu ditunjang juga oleh iklim komunikasi organisasi yang baik. Iklim komunikasi organisasi dapat mempengaruhi perilaku setiap anggota di dalam organisasi. Iklim komunikasi organisasi juga berperan penting dalam organisasi karena mengkaitkan konteks organisasi dengan konsep, perasaan, dan harapan anggota organisasi. Teori yang digunakan adalah teori iklim komunikasi organisasi oleh Pace dan Faules (2000) dengan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei (Bungin, 2005, p. 35), peneliti juga menggunakan metode wawancara pada penelitian ini. Hasil daripada penelitian ini menunjukkan bahwa iklim komunikasi organisasi yang ada pada Hotel Savana Malang adalah positif, yaitu kondisi kerja atau suasana kerja daripada karyawan internal yang ada di Hotel Savana Malang juga. Suasana yang mendukung ditunjukkan dengan indikator yang ada pada teori daripada Pace dan Faules yaitu kepercayaan, pembuatan keputusan bersama, kejujuran, keterbukaan dalam komunikasi ke bawah, mendengarkan dalam komunikasi ke atas, dan perhatian pada tujuan berkinerja tinggi
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Estimate of Demography Parameter and Pattern of Spatial Distribution of Nimble Walabi (Macropus agilis papuanus) in Wasur National Park Case Study in Udi-Udi Mixture Savana, Unit III Management of Wasur, Papua

Estimate of Demography Parameter and Pattern of Spatial Distribution of Nimble Walabi (Macropus agilis papuanus) in Wasur National Park Case Study in Udi-Udi Mixture Savana, Unit III Management of Wasur, Papua

Penelitian ini dilaksanakan satu bulan, yaitu dari bulan April – Mei 2008 dan dilakukan di kawasan Taman Nasional Wasur khususnya di savana campuran Udi – Udi Seksi pengelolaan III Wasur. Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : Binokuler, Kompas brunton, Peta lahan kawasan TNW, Pengukur waktu, Kamera foto/ camera digital, Tambang plastik, Meteran 50 m, Perlengkapan lain seperti: tallysheet, dan alat tulis, Global Position System (GPS), Peralatan wawancara, Kalkulator, Komputer dan perangkat GIS. Objek penelitian ini adalah walabi lincah dan habitatnya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ASAL TANAH DARI BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN DENGAN PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI

HUBUNGAN ASAL TANAH DARI BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN DENGAN PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI

dengan 6,51 me/100g dan berdasarkan uji Duncan menujukkan hasil berbeda nyata dengan perlakuan lain. Nilai pH tertinggi pada perlakuan T5 (Tanah savana) dengan 7,28. Kandungan bahan organik tertinggi pada perlakuan T4 (Tanah lahan kelapa sawit) dengan 7,51 %. Dan berdasarkan uji Duncan menujukkan berbeda nyata dengan perlakuan lain, kecuali perlakuan T3 (Tanah lahan tegalan+senyawa humik 4000 ppm+0,2mM CaCO 3 ). Perbaikan sifat kimia tanah pada tanah tegalan

20 Baca lebih lajut

ANALISIS SPASIAL POPULASI Acacia nilotica (L.) Delile Di SAVANA ALAS MALANG, KARANGTEKOK, TAMAN NASIONAL BALURAN, SITUBONDO, JAWA TIMUR

ANALISIS SPASIAL POPULASI Acacia nilotica (L.) Delile Di SAVANA ALAS MALANG, KARANGTEKOK, TAMAN NASIONAL BALURAN, SITUBONDO, JAWA TIMUR

Savana Alas Malang merupakan salah satu savana Taman Nasional Baluran yang belum pernah dikaji mengenai kepadatan dan sebaran Acacia nilotica. Berdasarkan pertimbangan tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran dan membuat basis data A. nilotica di savana Alas Malang, Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur dengan menggunakan teknologi SIG (Sistem Informasi Geografi). Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai acuan guna penanganan A. nilotica di Taman Nasional Baluran dan sebagai basis data populasi A. nilotica di ekosistem savana Taman Nasional Baluran.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISIS SPASIAL POPULASI Acacia nilotica (L.) Delile Di SAVANA ALAS MALANG, KARANGTEKOK, TAMAN NASIONAL BALURAN, SITUBONDO, JAWA TIMUR

ANALISIS SPASIAL POPULASI Acacia nilotica (L.) Delile Di SAVANA ALAS MALANG, KARANGTEKOK, TAMAN NASIONAL BALURAN, SITUBONDO, JAWA TIMUR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelasaikan skripsi berjudul Analisis Spasial Populasi Acacia nilotica (L.) Delile di Savana Alas Malang, Karangtekok, Taman Nasional Baluran Situbondo, Jawa Timur. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember.

13 Baca lebih lajut

Show all 33 documents...