SD Negeri Purwantoro 1

Top PDF SD Negeri Purwantoro 1:

PENDAHULUAN  Peningkatan Motivasi Belajar Ipa Melalui Model Pembelajaran Hollywood Squares Review Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 3 Purwantoro Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2011/2012.

PENDAHULUAN Peningkatan Motivasi Belajar Ipa Melalui Model Pembelajaran Hollywood Squares Review Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 3 Purwantoro Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2011/2012.

Pendidikan dilihat dari definisi merupakan interaksi antara peserta didik dengan pendidik yang dapat berlangsung dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat (lingkungan sosial budaya). Di dalam interaksi tersebut ada tujuan yang hendak dicapai yaitu berkembangnya potensi peserta didik (baik yang bersifat kognitif, afektif, maupun psikomotorik). (Rubino, 2009 : 1)

6 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN HOLLYWOOD SQUARES REVIEW PADA SISWA  Peningkatan Motivasi Belajar Ipa Melalui Model Pembelajaran Hollywood Squares Review Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 3 Purwantoro Kabupaten Wonogiri Tahun Pelaj

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN HOLLYWOOD SQUARES REVIEW PADA SISWA Peningkatan Motivasi Belajar Ipa Melalui Model Pembelajaran Hollywood Squares Review Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 3 Purwantoro Kabupaten Wonogiri Tahun Pelaj

Puji dan syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya. Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Penulis sangat bersyukur karena dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “peningkatan motivasi belajar IPA melalui model pembelajaran Hollywood Squares Review” sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana pendidikan S-1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GERAK DASAR LOMPAT MELALUI PERMAINAN GUNUNGAN PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 2 SUKOMANGU KECAMATAN PURWANTORO KABUPATEN WONOGIRI TAHUN AJARAN 2013/2014.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GERAK DASAR LOMPAT MELALUI PERMAINAN GUNUNGAN PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 2 SUKOMANGU KECAMATAN PURWANTORO KABUPATEN WONOGIRI TAHUN AJARAN 2013/2014.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui permainangunungan dapat meningkatkan hasil belajar gerak dasar lompat siswa dari prasiklus ke siklus 1 dan dari siklus 1 ke siklus 2. Dari hasil analisis yang diperoleh, peningkatan pada siklus 1 dalam kategori tuntas adalah 54.54% dengan jumlah siswa yang tuntas adalah 6 siswa. Pada siklus 2 terjadi peningkatan prosentase ketuntasan sebesar 81.81% dengan jumlah siswa yang tuntas 9 siswa. Kemampuan lompat dan ketuntasan hasil belajar siswa meningkat walaupun belum optimal. Pelaksanaan siklus 2 menyebabkan kemampuan hasil belajar gerak dasar lompat siswa meningkat menjadi lebih baik serta terjadinya diskualifikasi saat tolakan dapat diminimalkan sehingga bisa mendukung suatu pembelajaran yang berkualitas.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LOKASI: SD NEGERI DELEGAN 2 DINGINAN SUMBERHARJO PRAMBANAN SLEMAN YOGYAKARTA.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LOKASI: SD NEGERI DELEGAN 2 DINGINAN SUMBERHARJO PRAMBANAN SLEMAN YOGYAKARTA.

Sebagai salah satu bagian dari mahasiswa yang melakukan kegiatan PPL UNY, suatu kewajiban bagi kami untuk menyusun suatu rencana kegiatan selama kami melaksanakan PPL yang berlokasi di SD Negeri Delegan 2 hingga melaksanakan hal- hal atau kegiatan yang telah direncanakan. Kegiatan PPL yang kami lakukan merupakan salah satu langkah awal bagi kami dalam memasuki dunia kerja, dalam hal ini profesi sebagai seorang guru/pendidik.Kegiatan PPL juga memiliki manfaat yang besar guna pengembangan kemampuan profesional guru khususnya dalam kegiatan belajar mengajar.
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

TINDAK TUTUR EKSPRESIF PADA INTERAKSI PEMBELAJARAN GURU DAN SISWA KELAS 1 SD TAHUN AJARAN 2011/2012  Tindak Tutur Ekpresif pada Interaksi Pembelajaran Guru dan Siswa Kelas 1 SD Tahun Ajaran 2011/2012.

TINDAK TUTUR EKSPRESIF PADA INTERAKSI PEMBELAJARAN GURU DAN SISWA KELAS 1 SD TAHUN AJARAN 2011/2012 Tindak Tutur Ekpresif pada Interaksi Pembelajaran Guru dan Siswa Kelas 1 SD Tahun Ajaran 2011/2012.

Berdasarkan hasil penelitian pada interaksi pembelajaran guru dan siswa kelas 1 SD Negeri Purworejo dan SD Negeri Gemolong 1, saran yang dapat penulis berikan kepada pembaca antara lain: para pengguna bahasa, agar dapat menggunakan tuturan-tuturan yang sesuai dengan situasi tutur agar maksud yang ingin disampaikan oleh penutur dapat diterima dengan baik oleh mitratutur, para peneliti bahasa, agar ada penelitian lanjutan dari peneliti ini dengan aspek yang lain guna menambah khasanah ilmu bahasa, para pendidik, dapat menggunakan tuturan-tuturan ekspresif dalam pembelajar agar pembelajaran lebih menarik dan lebih menyenangkan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN IPS SMP BERBASIS KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PURWANTORO KABUPATEN WONOGIRI.

PENGGUNAAN BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN IPS SMP BERBASIS KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PURWANTORO KABUPATEN WONOGIRI.

Strategi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, kuesioner (angket), observasi, dan dokumenter. Data-data yang diperlukan diperoleh dengan teknik wawancara, kuesioner (angket), observasi, dan dokumen yang diperoleh dari populasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Purwantoro Kabupaten Wonogiri, yaitu Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Guru Ilmu Pengetahuan Sosial dan Siswa Kelas VII.

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Pola Asuh Single Parent Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas Tinggi Di Sd Sekelurahan Gunungtumpeng Tahun 2014/ 2015.

PENDAHULUAN Pengaruh Pola Asuh Single Parent Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas Tinggi Di Sd Sekelurahan Gunungtumpeng Tahun 2014/ 2015.

Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan pada hari sabtu tanggal 11 Oktober 2014 dengan guru yang mengajar kelas tinggi di SD Negeri 1 Gunungtumpeng, SD Negeri 2 Gunungtumpeng dan SD Negeri 3 Gunungtumpeng, motivasi belajar siswa yang diperoleh dalam mengikuti pelajaran kurang namun demikian tidak semua siswa tidak memiliki motivasi belajar yang kurang ada beberapa siswa yang hasil belajar maksimal. Motivasi belajar yang kurang maksimal kebanyakan dialami oleh siswa yang berasal dari keluarga singgle parent. Hal tersebut dikarenakan orang tua yang terlalu sibuk sehingga perhatian yang didapatkan oleh anak sangat kurang, terutama dalam hal memotivasi anak pada saat belajar di rumah. Pada saat proses pembelajaran siswa tersebut kurang aktif dan tidak semangat dalam mengikuti pelajaran. Sehingga motivasi belajar untuk beberapa siswa harus ditingkatkan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mewujudkan Kultur Sekolah Di SD Negeri 1 Papahan Tasikmadu Karanganyar Tahun 2015/2016.

PENDAHULUAN Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mewujudkan Kultur Sekolah Di SD Negeri 1 Papahan Tasikmadu Karanganyar Tahun 2015/2016.

Dalam observasi dan wawancara awal dengan ibu Sri Yani, ditemukan hasil bahwa kepemimpinan kepala sekolah di SD Negeri 1 Papahan sudah berjalan cukup baik, kepala sekolah bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, kepala sekolah konsisten dalam keputusan yang diambil, bijaksana, serta sudah melaksanakan strategi yang ditetapkan oleh kepala sekolah dalam mewujudkan kultur sekolah seperti yang diharapkan. Kepala sekolah dalam peran sebagai inovator telah melakukan inovasi baru dalam kepemimpinannya, yaitu pembentukan pendidikan karakter bagi warga sekolah selain dalam pembentukan kultur sekolah. SD Negeri 1 Papahan merupakan SD Negeri namun dalam pelaksanaan sekolah menerapkan sekolah yang Islami, di mana pendidikan agama lebih ditekankan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Yantiani

Yantiani

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SD Gugus IV Semarapura, ditemukan bahwa pembelajaran matematika sering kali dianggap sulit oleh siswa. Materi yang pada umumnya terbilang sukar adalah pembelajaran mengenai bangun ruang dan bangun datar. Penanaman konsep materi ini dianggap sulit, dikarenakan guru merasa kesulitan untuk membelajarkan rumus serta penerapan dari rumus-rumus pada bangun ruang dan bangun datar tersebut. Pengaruh yang diberikan guru terhadap hasil belajar materi bangun ruang dan bangun datar pada siswa dikarenakan kurang tepatnya metode atau pendekatan pembelajaran yang digunakan. Proses pembelajaran yang selama ini berlangsung, lebih banyak menggunakan sistem atau metode pembelajaran informatif. Pada pembelajaran konvensional untuk mata pelajaran
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERANAN POLA ASUH ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAPHASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XSMA  Peranan Pola Asuh Orang Tua dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Kelas X SMA Negeri I Purwantoro Tahun Ajaran 2011/2012.

PERANAN POLA ASUH ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAPHASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XSMA Peranan Pola Asuh Orang Tua dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Kelas X SMA Negeri I Purwantoro Tahun Ajaran 2011/2012.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Untuk mengetahui pola asuh orang tua siswa kelas X SMA Negeri 1 Purwantoro tahun ajaran 2011/2012; 2) Untuk mengatahui pengaruh motivasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Purwantoro tahun ajaran 2011/2012; 3) Untuk mengatahuipengaruh hasil belajar ekonomi kelas X SMA Negeri 1 Purwantoro tahun ajaran 2011/2012.

17 Baca lebih lajut

PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR  Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Dan Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Purwantoro Tahun Ajaran 2

PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Dan Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Purwantoro Tahun Ajaran 2

Program pemerataan akses pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah mulai dari sekolah dasar hingga sekolah lanjutan tingkat atas telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah Tingkat I dan Pemerintah Daerah Tingkat II. Kabupaten Wonogiri sebagai salah satu pemerintahan daerah tingkat II juga merintis beberapa sekolah termasuk sekolah menengah atas. Wilayah kabupaten wonogiri bagian timur, khususnya distrik Purwantoro yang meliputi kecamatan Purwantoro, Slogohimo, Bulukerto dan Kismantoro hingga awal tahun 1990 belum mempunyai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Kebanyakan masyarakat Purwantoro dan sekitarnya pada saat itu menyekolahkan anaknya pada jenjang SLTA ke daerah di Jawa Timur yaitu kabupaten Ponorogo, Magetan dan Madiun. Disatu sisi pada tahun tersebut di wilayah wonogiri bagian timur telah beridiri 4 SMP Negeri dan juga terdapat SMP Swasta.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Tindak Tutur Ekpresif pada Interaksi Pembelajaran Guru dan Siswa Kelas 1 SD Tahun Ajaran 2011/2012.

PENDAHULUAN Tindak Tutur Ekpresif pada Interaksi Pembelajaran Guru dan Siswa Kelas 1 SD Tahun Ajaran 2011/2012.

Tuturan no (1.a) di atas menunjukan, adanya interaksi antara guru dan siswa pada awal pembelajaran. Tuturan ekspresif mengucapkan selamat pagi di atas, secara langsung digunakan oleh guru untuk menyapa murid-murid yang ditemuinya di pagi hari sebelum pembelajaran berlangsung. Tuturan no (1.b) menunjukan adanya interaksi antara guru dan siswa ketika proses pembelajaran berlangsung. Tuturan ekspresif memuji tidak langsung di atas, digunakan oleh guru untuk memuji dan memotivasi siswa secara tidak langsung dengan cara memberikan tepuk tangan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENERAPAN STRATEGI GUIDED DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN HASIL BELAJAR  Penerapan Strategi Guided Discovery Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Dan Hasil Belajar Matematika ( PTK Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Purwantor

PENERAPAN STRATEGI GUIDED DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN HASIL BELAJAR Penerapan Strategi Guided Discovery Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Dan Hasil Belajar Matematika ( PTK Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Purwantor

Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan peningkatan kemampuan koneksi dan hasil belajar matematika bagi siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Purwantoro dengan strategi guided discovery learning (GDL) dalam pembelajaran matematika. Peneliti menggunakan penelitian tindakan kelas metode penggumpulan data menggunakan observasi, tes, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan koneksi dan hasil belajar matematika. (1) Peningkatan kemampuan koneksi matematika, (a) menyampaikan materi dengan baik kepada teman satu kelompok dalam diskusi pada kondisi awal 15,62%, siklus I 10 siswa (31,25%), siklus II 21 siswa (65,62%), (b) berani maju kedepan kelas untuk menyampaikan pendapat atau mengerjakan soal pada kondisi awal 15,62%, siklus I 9 siswa (28,12%), siklus II 21 siswa (65,62%), (c) berkomunikasi secara efektif dengan orang lain dalam mencari solusi penyelesaian masalah (soal) 18,75%, siklus I 13 siswa (40,62%), siklus II 22 siswa (68,75%), (d) menyelesaikan soal dengan benar pada kondisi awal 21,87%, siklus I 11 siswa (34,37%), siklus II 26 siswa (81,25%), dan (2) Peningkatan hasil belajar kondisi awal 4 siswa (12,50%), siklus I 17 siswa (53,12%), siklus II 25 siswa (78,12%).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Debat Aktif pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD Negeri 3 Purwantoro Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri Tahun Ajaran 2011/2012.

PENDAHULUAN Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Debat Aktif pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD Negeri 3 Purwantoro Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri Tahun Ajaran 2011/2012.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka peneliti membatasi permasalahan pada Peningkatan Keterampilan Berbicara, dan Penerapan Melalui Metode Debat Aktif Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD Negeri 3 Purwantoro Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri Tahun Ajaran 2011/2012 dapat diatasi.

7 Baca lebih lajut

750948112.doc 575.97KB 2015-10-12 00:18:12

750948112.doc 575.97KB 2015-10-12 00:18:12

Riwayat pendidikan SD Negeri 1 Prembun SMP Negeri 1 Prembun SMA Negeri 1 Prembun Universitas Negeri Semarang Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar da[r]

18 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Model Pembelajaran Make A Match pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar T1 292008132 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Model Pembelajaran Make A Match pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar T1 292008132 BAB I

selayaknya dalam pengajaran IPS di SD Negeri 1 Bogorejo dan di SD Negeri 2 Bogorejo dilakukan suatu inovasi. Inovasi tersebut adalah melalui pembelajaran kooperatif tipe Make – A Match. Dengan make a match maka kekompakan siswa akan meningkat dan siswa akan memahami dirinya bahwa manusia itu merupakan makhluk sosial. Model pembelajaran kooperatif didasarkan atas falsafah homo homini socius, artinya menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial (Anita Lie,2003:27). Sehingga membuat kerjasama antar kelompok meningkat dan menjadikan stimulus yang baik untuk kekompakan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Program Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Negeri Gebang 1 Kecamatan Bonang Kabupaten Demak T2 942014036 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Program Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Negeri Gebang 1 Kecamatan Bonang Kabupaten Demak T2 942014036 BAB V

Hasil positif dari program pendidikan karakter di SD Negeri Gebang 1 antara lain telah membudayanya program 5S, kegiatan sholat dhuhur berjaamaah, pembacaan doa bersama tiap pagi, serta yang utama pembuatan tempat ibadah melalui kegiatan WUKIR, serta gerakan penghijauan membuat suasana sekolah menjadi lebih nyaman, bersih, sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat, sopan santun dan ramah. Hal ini menunjukkan keberhasilan sekolah dalam melaksanakan program. Namun masih ada kendala yang ada seperti kurangnya aminat siswa dalam mengikuti beberapa kegiatan seperti tari, serta pramuka selalu diadakan refleksi dan diadakan pembenahan dengan cara memotivasi siswa dan menjalin kerja sama dengan orang tua siswa.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Formasi CPNS 2014 Provinsi Papua dan Papua Barat (Update 18-09-2014)   nadton hermawan KOTA SORONG

Formasi CPNS 2014 Provinsi Papua dan Papua Barat (Update 18-09-2014) nadton hermawan KOTA SORONG

1 TK Pertiwi 14 Guru Kelas pertama S1 PGSD III/a 1 SD Inpres 56 Soop 1 SD Inpres 4 TanjungKasuari 1 SD Inpres 126Suprau 1 SD Inpres 67 TempatGaram 1 SD Negeri 24 Rufei 1 SD Inpres [r]

3 Baca lebih lajut

Implementasi Pembelajaran Pendidikan Karakter Bangsa Di SMA Negeri 1 Purwantoro Wonogiri.

Implementasi Pembelajaran Pendidikan Karakter Bangsa Di SMA Negeri 1 Purwantoro Wonogiri.

1. Tesis yang berjudul : “IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA DI SMA NEGERI 1 PURWANTORO KABUPATEN WONO GIRI” ini adalah karya penelitian saya sendiri dan bebas dari plagiat, serta tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik serta tidak terdapat pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan orang lain kecuali secara tertulis digunakan sebagai acuan dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber acuan serta daftar pustaka. Apabila dikemudian hari terbukti terdapat plagiat dalam karya ilmiah ini, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan (Permendiknas No 17, tahun 2010)
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

5. Selain kegiatan tersebut pada nomor 4, apa saja yang dilakukan sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru SD Negeri 1 Merbuh? 6. Program unggulan apa yang telah dibuat sekolah untuk menunjang peningkatan mutu pembelajran? 7. Sejauhmana sekolah mengadak

5. Selain kegiatan tersebut pada nomor 4, apa saja yang dilakukan sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru SD Negeri 1 Merbuh? 6. Program unggulan apa yang telah dibuat sekolah untuk menunjang peningkatan mutu pembelajran? 7. Sejauhmana sekolah mengadak

Hari rabu tanggal 31 desember pukul 08.00 penulis berada di lokasi penelitian. Adapun yang mau diamati yaitu lingkungan sekolah yang terdiri; halaman sekolah, kamar kecil, sekeliling sekolah. Halaman SD Negeri 1 Merbuh kurangmemenuhi syarat untuk tempat bermain dan kegiatan upacara, hanya berukuran 8 x 10 meter, kamar kecil hanya ada empat ruang padahal jumlah siswa 170 siswa, ini kurang memenuhi syarat, karena kamar kecil idealnya 1:25 siswa. Lingkungan sekeliling sekolah berbatasan dengan rumah penduduk, SD Negeri 1 Merbuh sedang mengadakan pembangunan pagar sekolah yang didanai oleh komite. Adapun yang dipagari adalah tanah sumbangan dari penduduk stempat. Rencananya mau digunakan tempat upacara dan kegiatan siswa. Selama ini kegiatan olah raga siswa SD Negeri 1 Merbuh numpang di lapangan olah raga milik SMP Negeri 1 Singorojo yang kebetulan berdekatan dengan sekolah SD Negeri 1 Merbuh.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...