Segitiga Terumbu Karang

Top PDF Segitiga Terumbu Karang:

UPAYA INDONESIA DALAM MENANGGULANGI KERUSAKAN LINGKUNGAN DI KAWASAN SEGITIGA TERUMBU KARANG MELALUI CORAL TRIANGLE INITIATIVE

UPAYA INDONESIA DALAM MENANGGULANGI KERUSAKAN LINGKUNGAN DI KAWASAN SEGITIGA TERUMBU KARANG MELALUI CORAL TRIANGLE INITIATIVE

Pemutihan yang parah dan lama dapat memperluasan kematian karang dan peristiwa kematian dan pemutihan terumbu di tahun 1998 telah mempengaruhi sebagian besar daerah terumbu karang di kawasan Indo-Pasifik (Westmacott, Teleki, Wells, & West, 2000). Tahun 1998 merupakan terjadinya kasus coral bleaching terparah akibat kombinasi badai El Nino dengan perubahan iklim yang dibarengi dengan kenaikan suhu air laut, setidaknya 15% terumbu karang di dunia mati (Novina, 2014). Penelitian menunjukkan coral bleaching secara keseluruhan ditandai kematian massal terumbu karang pada skala global, hal ini terjadi karena sebagai respon perlindungan karang dari penurunan suhu, salinitas air laut, peningkatan sedimentasi atau turdibitas, infeksi bakteri, infeksi protozoa dan paparan sinar UV dan pencemaran logam logam berat (Riegl, 2002).
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

Carrying Capacity of Coral Reef Ecosystem for Marine Tourism in Biawak Island Waters and Its Surrounding Area, Indramayu District  West Java Province

Carrying Capacity of Coral Reef Ecosystem for Marine Tourism in Biawak Island Waters and Its Surrounding Area, Indramayu District West Java Province

Terumbu karang merupakan salah satu komponen utama sumberdaya pesisir dan laut, disamping hutan mangrove dan padang lamun. Terumbu karang adalah struktur di dasar laut berupa deposit kalsium karbonat yang dihasilkan terutama oleh hewan karang. Sedangkan karang adalah hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam Filum Coelenterata (hewan berongga) atau Cnidaria. Yang disebut sebagai karang (coral) mencakup karang dari Ordo Scleractinia dan Sub Kelas Octocoralia (kelas Anthozoa) maupun kelas Hydrozoa. Ekosistem terumbu karang dan segala kehidupan yang ada di dalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya. Indonesia merupakan segitiga terumbu karang dunia (The Coral Triangle), tempat bagi sekitar 1/8 dari terumbu karang dunia dan merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman biota perairan dibanding dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Perlindungan Terumbu Karang dan Dampakny

Perlindungan Terumbu Karang dan Dampakny

Perlindungan dan Pelestarian Terumbu Karang diperlukan demi kelangsungan hidup umat manusia. Hal tersebut dikarenakan populasi manusia di bumi terus bertambah dan juga seiring dengan permintaan dan kebutuhan akan pangan demi kelangsungan hidupnya. Manusia melakukan segala hal demi memenuhi kebutuhan hidupnya agar bisa survive namun tidak cukup jika hanya hal itu saja yang dilakukan. Terlalu fokus untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa memikirkan lingkungan sekitar juga berakibat bagi terancamnya kehidupan manusia itu sendiri. Perlindungan dan Pelestarian Terumbu Karang merupakan kewajiban masyarakat internasional tidak hanya negara yang termasuk dalam kawasan The Coral Triangle atau segitiga terumbu karang, namun juga aktor lainnya. Karena salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya terumbu karang juga disebabkan oleh Climate Changes yang berasal dari masyarakat internasional itu sendiri.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Makalah Reef Zooplankton Heidi Retnoningtyas

Makalah Reef Zooplankton Heidi Retnoningtyas

Mengenai  studi  ini,  terdapat  beberapa  parameter  waktu  yang  digunakan  untuk  membandingkan  komposisi  zooplankton,  diantaranya  adalah  perbedaan  antara  malam  dan  siang  hari  serta  perbedaan  musim  musim  panas‐musim  dingin .  Ohlhorst    menemukan  bahwa  kelimpahan  (arpacticoids,  Oithona  sp.,  nauplii  copepoda,  nauplii  teritip  (barnacle ,   dan  appendicularia lebih besar pada malam hari dibandingkan pada siang hari. (eidelberg, et.al.,    menyatakan  bahwa  pengambilan  contoh  pada  malam  hari  menghasilkan  kelimpahan  Kopepoda  yang  sangat  tinggi,  dengan  rerata  %  dari  total  zooplankton  yang  diamati.  Jones,  et.al.,    membandingkan  ukuran  zooplankton  yang  ditemui  dan  dikaitkan  dengan  waktu  pengambilan  sampel  dan  berdasarkan  hasil  yang  diperoleh,  Jones  menyatakan  bahwa  zooplankton  dengan  panjang ≥   mm hanya melimpah pada malam hari, sedangkan pada siang hari sebanyak  % dari  total  sampel yang diamati berupa  zooplankton  dengan  ukuran <    mm.  Perbandingan  komposisi  zooplankton  terumbu  berdasarkan  musim  dilakukan  oleh  Gerber  ,  menghasilkan  kelimpahan zooplankton yang lebih tinggi jika dibandingkan pada saat musim dingin. Sebanyak    spesies  mayoritas zooplankton terdiri dari Kopepoda  berada dalam kelimpahan yang lebih tinggi,  pada  tingkat  probabilitas  . ,  pada  musim  panas  dibandingkan  dengan  pengambilan  contoh  di  musim  dingin  sebelumnya;  dan  hanya  tiga  spesies,  terdiri  dari  Kopepod  Corycaeus  tenuis   dan  Temora discaudata  serta satu siphonophore  Lensia  sp. yang hanya muncul pada saat musim panas.  Sebaliknya,  empat  spesies  Kopepod  Centropages   copepodites ,  Clausocalanus  furcatus ,  Euchaeta  rimana  dan  Undinula   copepodites  lebih melimpah secara signifikan pada saat musim dingin, dan  hanya   spesies yang ditemui pada saat musim dingin. 
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Komposisi Umum Zooplankton Terumbu

Komposisi Umum Zooplankton Terumbu

Penelitian Alldredge and King (2004) menunjukkan komposisi zooplankton di terumbu karang didominasi oleh kelompok larva krustasea, yang berarti bahwa meski larva yang ditemukan tersebut sedang dalam fase planktonik, larva tersebut tidak akan selamanya menjadi plankton. Saat mencapai usia dewasa, larva akan hidup sebagai organisme bentik (menetap di dasar perairan) ataupun nekton (berenang bebas di kolom air). Jenis zooplankton seperti ini digolongkan sebagai meroplankton, yang disebut juga sebagai plankton sementara (Romimohtarto dan Juwana, 2004). Plankton dari golongan ini menjalani kehidupan sebagai plankton hanya pada tahap awal dari daur hidupnya, yakni pada tahap telur dan larva (Nontji, 2007). Kelompok lain diluar meroplankton adalah holoplankton, yaitu kelompok plankton yang seluruh hidupnya dijalani sebagai plankton. Nontji (2007) menyebutkan kelompok?kelompok plankton yang merupakan holoplankton diantaranya kopepoda, amfipod, salpa, dan kaetognata, sedangkan dari golongan meroplankton meliputi karang, larva ikan, larva udang, larva kepiting, dan larva moluska.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Microsoft Word Visualisasi Terumbu karang dan desain trans

Microsoft Word Visualisasi Terumbu karang dan desain trans

Terumbu karang di Pangandaran dapat di temukan pada kawasan cagar alam laut di pantai timur dan barat Pananjung, memilki panjang 1,5 km dan lebar 50 m (Anonymous, 2006), dengan tipe terumbu karang berupa karang tepi (fringing reef). Jenis karang batu yang ditemukan di pantai barat di dominasi oleh jenis acropora dan monticora.

5 Baca lebih lajut

Keragaman ikan karang family Chaetodontidae di perairan pulau ungge kabupaten tapanuli tengah

Keragaman ikan karang family Chaetodontidae di perairan pulau ungge kabupaten tapanuli tengah

Terumbu karang (coral reef) merupakan masyarakat organisme yang hidup di dasar perairan dam berupa bentuk batuan kapur yang cukup kuat menahan gaya gelombang laut. Sedangkan organisme-organisme yang dominan hidup disini adalah binatang-binatang karang kapur, dan algae yang banyak diantaranya juga mengandung kapur. Terumbu karang (coral reff) sebagai ekosistem dasar laut dengan penghuni utama karang batu mempunyai arsitektur yang mengagumkan dan dibentuk oleh ribuaan hewan kecil yang disebut polip. Dalam bentuk sederhana, karang terdiri dari satu polip saja yang mempunyai bentuk tubuh seperti tabung dengan mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh tentakel. Namun kebanyakan spesies, satu individu polip karang akan berkembang menjadi banyak individu yang disebut koloni Sorokin (1993) dalam Purwanto (2011).
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

PEMUTIHAN KARANG AKIBAT PEMANASAN GLOBAL

PEMUTIHAN KARANG AKIBAT PEMANASAN GLOBAL

Sejalan dengan turunnya tutupan karang dan rekrutmen karang akibat pemutihan karang, kelimpahan dan biomassa ikan terumbu juga mengalami penurunan di TWP Gili Matra. Hilangnya terumbu karang paling berdampak terhadap ikan yang tergantung pada terumbu karang untuk hidup/tinggal dan banyak yang menghadapi resiko kepunahan akibat meningkatnya frekuensi bleaching [46]. Turunnya kelimpahan ikan terumbu secara signifikan diikuti turunnya biomassa namun tidak signifikan dimana ikan dari kelompok planktivora dan omnivore yang paling banyak mengalami penurunan kelimpahannya.Kedua tipe pemakan tersebut mayoritas diisi oleh ikan famili Pomacentridae dan Anthinae-sub famili Serranidae dimana kedua kelompok ikan tersebut berukuran kecil (<10 cm) berasosiasi
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PEMUTIHAN KARANG AKIBAT PEMANASAN GLOBAL TAHUN 2016 TERHADAP EKOSISTEM TERUMBU KARANG: STUDI KASUS DI TWP GILI MATRA (GILI AIR, GILI MENO DAN GILI TRAWANGAN) PROVINSI NTB

PEMUTIHAN KARANG AKIBAT PEMANASAN GLOBAL TAHUN 2016 TERHADAP EKOSISTEM TERUMBU KARANG: STUDI KASUS DI TWP GILI MATRA (GILI AIR, GILI MENO DAN GILI TRAWANGAN) PROVINSI NTB

Sejalan dengan turunnya tutupan karang dan rekrutmen karang akibat pemutihan karang, kelimpahan dan biomassa ikan terumbu juga mengalami penurunan di TWP Gili Matra. Hilangnya terumbu karang paling berdampak terhadap ikan yang tergantung pada terumbu karang untuk hidup/tinggal dan banyak yang menghadapi resiko kepunahan akibat meningkatnya frekuensi bleaching [46]. Turunnya kelimpahan ikan terumbu secara signifikan diikuti turunnya biomassa namun tidak signifikan dimana ikan dari kelompok planktivora dan omnivore yang paling banyak mengalami penurunan kelimpahannya.Kedua tipe pemakan tersebut mayoritas diisi oleh ikan famili Pomacentridae dan Anthinae-sub famili Serranidae dimana kedua kelompok ikan tersebut berukuran kecil (<10 cm) berasosiasi
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Teknologi Penginderaan Jauh dan Sisem In

Teknologi Penginderaan Jauh dan Sisem In

Terumbu karang yang dijumpai adalah karang tepi (fringing reef), karang penghalang (barrier reef), dan karang cincin (atoll). Sehingga ketika terumbu karang dirusak maka ekosistem laut akan terganggu. Padahal Terumbu Karang menjadi salah satu potensi wisata yang dipromosikan hingga ke Mancanegara karena Terumbu karang di Indonesia ada di 1.000 lokasi misalnya Labuan Bajo dan Raja Ampat yang menyumbang Rp461,3 triliun atau 4,23 persen dari PDB Nasional.Fungsi terumbu karang lainnya adalah untuk perlindungan garis pantai: meredam hempasan gelombang sehingga mengurangi kerusakan akibat gelombang dan mengurangi erosi. Dengan begitu, terumbu karang secara tak langsung juga melindungi tempat tinggal penduduk di pesisir pantai dan ekosistem pesisir. Beberapa data menyatakan luas ekosistem terumbu karang Indonesia diperkirakan mencapai 75.000 km2 yaitu sekitar 12 sampai 15 persen dari luas terumbu karang dunia. data lain menyatakan luas nya mencapai 60.000 km2, sedangkan berdasarkan data yang telah dipetakan Badan Informasi Geospasial (BIG) luasnya lebih kurang 25.000 km2 atau 2.500.000 hektare. Dengan ditemukannya 362 spesies scleractinia (karang batu) yang termasuk dalam 76 genera, Indonesia merupakan episenter dari sebaran karang batu dunia.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Makalah dan terumbu dan karang

Makalah dan terumbu dan karang

sama terhadap kerusakan lingkungan. Banyak deklarasi-deklarasi yang disepakati oleh banyak negara dalam upaya menyelamatkan lingkungan. Begitu pula dengan menyelamatkan terumbu karang. Telah banyak kesepakatan-kesepakatan yang telah disetujui oleh banyak negara untuk bekerja sama dalam menjaga lingkungan. Yang paling terakhir dilakukannya World Ocean Conference (WOC) atau disebut juga Manado Ocean Declare pada tanggal 11-15 Mei 2009 di Manado. Deklarasi ini disepakati oleh 61 negara, termasuk negara- negara Coral Triangle Initiative Summit yang merupakan kawasan yang kaya akan terumbu karang. Dalam deklarasi ini disepakati komitmen bersama mengenai penyelamatan lingkungan laut dari ancaman global warming dan komitmen program penyelamatan lingkungan laut secara berkelanjutan di tiap negara. Kampanye lingkungan hidup seperti ini sangat baik bagi upaya penyelamatan lingkungan. Apalagi dilakukan secara global yang menjaring banyak pihak sehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih cepat dan lebih baik lagi.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

TEKNOLOGI PENGINDRAAN JAUH DAN SISTEM IN (2)

TEKNOLOGI PENGINDRAAN JAUH DAN SISTEM IN (2)

Pada lingkungan terumbu karang teknik ini diaplikasikan dengan baik pada skala struktur geomorfologi terumbu karang tepi (fringing reef) untuk deteksi kehilangan struktur karang seperti spur and groove, terumbu bagian tengah (reef edge) serta kanal dibagian depan terumbu akibat pengaruh badai topan di West Indies (Lewis, 2002). Perubahan bentuk terumbu yang diinterpretasi dari peta-peta berbasis citra dapat digunakan untuk menduga dinamika karakteristik ekologi dan geomorfologi. Purkis and Riegl (2005) melakukan
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

7 ada apa dgn terumbu karang

7 ada apa dgn terumbu karang

Terumbu Karang merupakan salah satu komponen utama sumber daya pesisir dan laut utama, selain hutan mangrove dan padang lamun. Terumbu karang adalah hewan laut yang hidupnya berkoloni. Meski terlihat menyatu, namun sebenarnya terumbu karang terdiri dari dua bagian. Yakni, terumbu dan karang. Secara klasifikasi ilmiah dapat diketahui bahwa karang ini memang termasuk kelompok hewan dan bukan sebagai kelompok tumbuhan. Hewan karang ini masuk ke dalam phylum Cnidaria, kelas Anthozoa, ordo Scleractinia.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Visualisasi Terumbu karang dan desain transplantasi terumbu

Visualisasi Terumbu karang dan desain transplantasi terumbu

Tutupan karang hidup (life coral) di pantai barat hanya sekitar 11.48 %, sementara karang mati (dead coral) 20.87 % dan patahan karang (rubble) 50,95%. Tutupan karang hidup di pantai timur mencapai 18,21 % sementara karang mati 13,13% dan patahan karang (rubble) mencapai 61,7 %. Berdasarkan kriteria baku kementrian lingkungan hidup kondisi terumbu karang di Pangandaran dinyatakan sudah rusak.

23 Baca lebih lajut

PENGUMUMAN TERUMBU KARANG

PENGUMUMAN TERUMBU KARANG

Nama paket pekerjaan : Pembibitan, Penanaman dan Pemeliharaan Terumbu Karang di Kabupaten Karangasem, Buleleng dan Jembrana dalam rangka Pelaksanaan Pencegahan Kerusakan Lingkungan Laut pada Program Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali

1 Baca lebih lajut

kepmen terumbu karang

kepmen terumbu karang

Konstruksi di daratan dan sepanjang pantai, penambangan atau pertanian di daerah aliran sungai ataupun penebangan hutan tropis menyebabkan tanah mengalami erosi dan terbawa melalui aliran sungai ke laut dan terumbu karang. Kotoran-kotoran, lumpur ataupun pasir-pasir ini dapat membuat air menjadi kotor dan tidak jernih lagi sehingga karang tidak dapat bertahan hidup karena kurangnya cahaya.

11 Baca lebih lajut

Correlation between the condition coral reef and the abundance of herbivory fishes in southern coast of Kupang Bay, East Nusa Tenggara Province

Correlation between the condition coral reef and the abundance of herbivory fishes in southern coast of Kupang Bay, East Nusa Tenggara Province

Pada awalnya McCook (2001) meragukan apakah alga dapat menyerang karang secara agresif, ataukah hanya sekedar menutupi karang dari cahaya matahari. Dari kajian pustaka hingga tahun 2001 tersebut, alga dianggap tidak dapat menyebabkan kematian karang melainkan secara tidak langsung menurunkan kelulushidupan karang. Kecepatan tumbuh alga yang dapat memberikan dampak negatif terhadap komunitas karang dianggap hanya muncul jika terjadi pengkayaan nutrien. Tetapi Jompa and McCook (2002) melaporkan fakta baru bahwa ‘turf algae’ Anotrichium tenue dan Corallophila huysmansii dapat tumbuh menutupi dan melukai jaringan karang Porites. Kehadiran ikan herbivora dapat menjadi penyelamat karang tertentu dari agresivitas alga tersebut. Di GBR, alga Sargassum siliquosum yang ditransplantasi dari terumbu di paparan dalam ke paparan tengah dapat tumbuh dengan baik jika dikurung dari hewan herbivora (McCook et al. 1996).
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Perlindungan Dan Pengelolaan Terumbu Karang Terhadap Lungkungan Hidup Di Indonesia Ditinjau Dari Hukum Internasional

Perlindungan Dan Pengelolaan Terumbu Karang Terhadap Lungkungan Hidup Di Indonesia Ditinjau Dari Hukum Internasional

dan 57 dari konvensi ini memberikan hak negara pantai dalam ‘zona ekonomi eksklusif' hingga 200 miles. 30 Karena kebanyakan formasi karang terdapat dibatas perairan kurang dari kedalaman 50 meter, ini menjadikan mayoritas terumbu karangdalam perairan pedalaman beberapa negara dan yurisdiksi eksklusif. UNCLOS adalah perjanjian penting dalam pengembangan hukum lingkungan internasional karena mengandung banyak ketentuan konservasi yang berorientasi. Secara khusus, menuntut suatu negara untuk melindungi dan menjaga spesies laut mereka, bahkan dalam perairan pedalaman. 31 Pembukaan UNCLOS menyatakan bahwa di antara tujuan utama dari konvensi ini adalah perlindungan dan pelestarian lingkungan laut. UNCLOS memberikan pernyataan yang komprehensif pertama dari hukum internasional di masalah gerakan menuju peraturan berdasarkan pada konsepsi yang lebih holistik dari laut sebagai sumber daya yang dapat diperbaharui dan terbatas. 32 Pengelolaan sumber daya bahkan dalam zona ekonomi eksklusif Negara pantai, UNCLOS menyatakan bahwa negara pantai harus memastikan melalui tindakan konservasi dan pengelolaan yang tepat dalam pemeliharaan sumber kekayaan hayati di zona ekonomi eksklusif (ZEE) tidak terancam oleh eksploitasi berlebihan 33
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Akuntabilitas dan keberlanjutan pengelolaan kawasan terumbu karang di selat Lembeh, kota Bitung

Akuntabilitas dan keberlanjutan pengelolaan kawasan terumbu karang di selat Lembeh, kota Bitung

Ditinjau dari kebutuhan aspek teknologi, kegiatan penangkapan ikan merupakan kegiatan yang memerlukan investasi modal yang cukup besar. Nikijuluw (2001), menyatakan bahwa besarnya investasi awal satu unit alat tangkap termasuk kapal berkisar antara Rp. 9,23 juta (untuk kapal dan alat tangkap gillnet) sampai dengan Rp.243,10 juta (untuk kapal dan alat tangkap mini purse seine). dari jumlah tersebut tidak semua nelayan mampu memilikinya dan bagi nelayan yang telah memiliki alat tangkap, terkadang dihadapkan pada masalah modal untuk renovasi. Mengingat investasi pada kegiatan perikanan tangkap senantiasa dihadapkan pada masalah depresiasi modal dan alat tangkap di samping resiko lainnya. Nikijuluw (2001), melaporkan bahwa usaha penangkapan ikan dari beberapa alat tangkap yang diamati di Jawa Tengah menunjukkan bahwa sebagian dari alat tangkap masih menghasilkan tingkat rentabilitas dan pendapatan sosial yang cukup tinggi (misalnya gillnet), sementara alat tangkap yang lain seperti mini purse seine, trammel net, dan bagan, dihadapkan pada resiko yang kurang menguntungkan, artinya besarnya tingkat rentabilitas maupun pendapatan sosial yang diterima oleh pemilik kapal relatif kecil. Hal ini disamping oleh tingginya biaya operasional penangkapan juga kendala hasil tangkapan yang tidak menentu. Kondisi ini mencerminkan bahwa upaya penangkapan ikan memerlukan perhatian serius, sehingga pengembangan penangkapan ikan perlu dimbangi dengan upaya perbaikan ekosistem, seperti terumbu karang yang dapat berfungsi sebagai daerah spawning ground dan fishing ground atau diperlukan adanya diversifikasi alat tangkap yang ramah lingkungan dan atau pengembangan usaha alternatif diluar kegiatan penangkapan ikan seperti pengelolaan pariwisata bahari. 6.2.3. Dimensi Sosial Ekonomi
Baca lebih lanjut

196 Baca lebih lajut

TERUMBU KARANG

TERUMBU KARANG

2. Barrier reef (terumbu karang penghalang), berada jauh dari pantai dan dipisahkan oleh goba (lagoon) yang dalamnya sekitar 40 – 75 meter. Kedalaman maksimuin dimana karang biasa hidup. Contoh terumbu karang penghalang yang terdapat di Indonesia adalah Terumbu Karang Penghalang Sunda Besar (Great Sunda Barrier Reef) yang terletak di selat Makasar di sebelah Tenggara Kalimantan, sepanjang tepian paparan Sunda dengan panjang sekitar 500 km. Umumnya berada sedikit di bawah permukaan laut. Terumbu karang yang sangat terkenal adalah the Great Barrier Reef terdapat di sebelah Timur Laut Australia dengan panjang sekitar 2.500 km.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Show all 4437 documents...