Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo

Top PDF Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo:

Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (Studi tentang Pembentukan Negara Islam Indonesia 1945-1962) - Repositori UIN Alauddin Makassar

Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (Studi tentang Pembentukan Negara Islam Indonesia 1945-1962) - Repositori UIN Alauddin Makassar

1. Kartosoewirjo adalah tokoh pemimpin sejak periode kebangkitan nasional yang tumbuh dan tampil sebagai pemimpin organisasi politik PSII. Setelah proklamasi kemerdekaan, tokoh ini tampil sebagai tokoh Islam dan menjadi ketua partai Masyumi di Jawa Barat. Ia adalah seseorang pemimpin Islam dengan pengaruh dan kekuatan yang tidak dapat diabaikan. Kepribadian Kartosoewirjo sangatlah menarik. Ia senantiasa hidup dalam suasana yang sederhana. “Sebagai seorang tamatan ELS dan ‘potolan’ sekolah dokter, sebenarnya ia bisa hidup cukup baik, kalau saja mislanya ia mau menjadi seorang pegawai pemerintah atau bekerja di suatu kantor perusahaan. Kartosoewirjo sepanjang perjuangan hingga penghabisan darahnya ia tidak pernah menyesal sedikitpun, karena usia dan melemahnya tubuh beliau yang tidak memungkinkan lagi untuk melakukan perlawanan hingga akhirnya ia memilih untuk menyerah dan berkata ingin segera menghadap kepada Tuhan. Walaupun sang Imam di vonis hukum mati dan kematiannya menandai berakhirnya Negara Islam Indonesia namun, sampai saat ini cita-cita keislaman masilah kuat, tahun ke tahun terus saja ada gerakan untuk mewujudkan khilafah Islam. Sebuah sistem pemerintahan konkrit yaitu Daulah Islamiyah.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

USAHA KARTOSOEWIRJO DALAM MENDIRIKAN NEGARA ISLAM INDONESIA DI JAWA BARAT TAHUN 1946-1962

USAHA KARTOSOEWIRJO DALAM MENDIRIKAN NEGARA ISLAM INDONESIA DI JAWA BARAT TAHUN 1946-1962

Penelitian ini mengguanakan metode penelitian historis atau metode sejarah, yaitu sekumpulan prinsip dan aturan yang sistematis dimaksudkan untuk memberikan bantuan secara efektif dalam usaha mengumpulkan bahan bagi sejarah, menilai secara kritis dan kemudian menyajikan suatu sintesa daripada hasil-hasilnya, melalui langkah heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi Penelitian ini menggunakan variabel tunggal dengan fokus penelitian pada usaha-usaha Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo mendirikan Negara Islam Indonesia. Dalam pengumpulan datanya, penelitian ini menggunakan teknik kepustakaan dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan verifiksi data.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Gerakan Politik S. M. Kartosoewirjo (DI TII 1949-1962)

Gerakan Politik S. M. Kartosoewirjo (DI TII 1949-1962)

Penelitian ini memfokuskan pada gerakan Darul Islam dan Tentara Islam Indonesia yang dimotori oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo yang diproklamasikan pada 7 Agustus 1949 di Malangbong, Jawa Barat. Dengan berlatar pada kondisi sistem politik Indonesia waktu itu, dimana sebagai sebuah Negara yang masih baru merdeka dan masih mengalami banyak guncangan baik itu dari luar, pihak Belanda yang kembali ingin menguasai Indonesia, dan juga dari dalam, dimana banyak intelektual bangsa yang pada waktu itu masih mempertentangkan ideologi dan dasar Negara yang dipakai saat itu.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Rangkuman Sejarah BAB 1 Konflik dan Perg

Rangkuman Sejarah BAB 1 Konflik dan Perg

Selain di Jawa Barat, pasukan DI/TII ini juga muncul di Jawa Tengah semenjak adanya Majelis Islam yang di pimpin oleh seseorang bernama Amir Fatah. Amir Fatah adalah seorang komandan Laskar Hizbullah yang berdiri pada tahun 1946, menggabungkan diri dengan pasukan TNI Battalion 52, dan bertempat tinggal di Berebes, Tegal. Amir ini mempunyai pengikut yang jumlahnya cukup banyak, dan cara Amir mendapatkan para pasukan tersebut, yaitu. Dengan cara menggabungkan para laskar untuk masuk ke dalam anggota TNI. Setelah Amir Fatah mendapatkan pengikut yang banyak, maka pada tangal 23 Agustus 1949 ia memproklamasikan bahwa organisasi Darul Islam (DI) berdiri di desa pesangrahan, Tegal. Dan setelah proklamasi tersebut di laksanakan, Amir Fatah pun menyatakan bahwa gerakan DI yang di pimpinnya bergabung dengan organisasi DI/TII Jawa Barat yang di pimpin oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Di/Th pasca kartosoewirjo (studi kasus gerakan komando jihad 1976/1981)

Di/Th pasca kartosoewirjo (studi kasus gerakan komando jihad 1976/1981)

Ismail Pranoto (Komando Jihad), Danu Muhammad Hasan, Helmy Aminuddin (Gerakan Tarbiyah) dll. Upaya pemanggilan terhadap bekas aktivis DI/TII dilakukan dengan serius oleh pemerintah RI, pada tahun 1975, Sardjono Kartosoewiejo anak bungsu Kartosoewirjo yang baru kelas tiga menengah atas dipanggil ke kantor Pelaksana Khusus Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban Jawa Barat. Bersama ibu, dua kakak dan pentolan Darul Islam seperti Danu Muhammad Hasan, Ateng Jaelani, Adah Djaelani, dan Aceng Kurnia, Sardjono diterima Letnan Kolonel Pitut Soeharto. Dengan gaya kalemnya, Direktur III Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) tersebut menyodorkan kertas yang harus diteken 11 orang itu. Isinya ikrar kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berasas Pancasila. 82
Baca lebih lanjut

188 Baca lebih lajut

PERASAAN KEHILANGAN YANG MENDALAM (Sepenggal Biografi Istri Mbah Maridjan) SKRIPSI

PERASAAN KEHILANGAN YANG MENDALAM (Sepenggal Biografi Istri Mbah Maridjan) SKRIPSI

5. Perasaan kehilangan yang mendalam dan pengalaman traumatik Ibu Ponirah. Pengalaman trauma Ibu Ponirah berulang kali terjadi yaitu saat menemani suami berada di Kinahrejo setiap kali Gunung Merapi bergejolak yang terjadi hampir setiap 4-5 tahunan itu. Ibu Ponirah sebagai orang biasa, tetap merasakan takut dan was-was saat berada di sana. Karena dalam situasi tersebut sang Suami (Mbah Maridjan) enggan untuk diajak turun Gunung. Beliau lebih dan selalu memilih untuk tinggal dirumahnya sendiri dari pada ikut mengungsi bersama warga yang lain. Beliau tetap tinggal dirumahnya karena beralasan menjaga Gunung Merapi dan menjaga warga sekitar Gunung Merapi secara khusus dan seluruh warga Yogyakarta secara umum. Ia mendapat titah untuk itu dan sama sekali tidak mau meninggalkan apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Gerakan Politik S. M. Kartosoewirjo (DI TII 1949-1962)

Gerakan Politik S. M. Kartosoewirjo (DI TII 1949-1962)

Pada usia 18 tahun, yaitu tahun 1923, Kartosoewirjo berhasil menyelesaikan pendidikannya dari Europeesche Lagere School. Dalam pertimbangan ayah Kartosoewirjo, karena diuntungkan oleh kebijakan politik etis yang sedang diterapkan Belanda, maka tentu anaknya bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan anaknya juga harus mendapat pekerjaan yang layak dan diakui di masyarakat, yaitu antara insinyur atau dokter. Oleh karena itu ayah Kartosoewirjo memutuskan untuk melanjutkan pendidikan Kartosoewirjo ke Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya. 31 Di NIAS inilah sebenarnya Kartosoewirjo mulai aktif dalam perjuangan melawan Belanda.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

MBAH MARIDJAN, SOSOK FENOMENAL (Studi Kearifan Lokal Budaya Jawa di Lereng Gunung Merapi).

MBAH MARIDJAN, SOSOK FENOMENAL (Studi Kearifan Lokal Budaya Jawa di Lereng Gunung Merapi).

The aims of the research are to discribing: (1) The social-cultural life of the community on the slope of Merapi, (2) Social-culture conditition affeced Mbah Maridjan personality, (3) Community opionions towards Mbah Maridjan, (4) Local wisdom of the community at the slope of Merapi keep retaining the culture in the effort to survive.

18 Baca lebih lajut

SELEBRITI YANG SUDAH MENINGGAL (DEAD CELEBRITY ENDORSER,) PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN, BRAND IMAGE DAN BRAND PERSONALITY (Studi Pada KukuBima Ener-G Mbah Maridjan)

SELEBRITI YANG SUDAH MENINGGAL (DEAD CELEBRITY ENDORSER,) PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN, BRAND IMAGE DAN BRAND PERSONALITY (Studi Pada KukuBima Ener-G Mbah Maridjan)

Akan tetapi, didalam literatur masih terdapat gap yaitu penelitian tentang dead celebrity endorser (selebriti yang sudah meninggal) masing sangat jarang sehingga menarik untuk di teliti lebih lanjut.Dead celebrity endorser adalah tokoh, orang terkenal atau termasyur dan terhormat yang telah meninggal dunia yang digunakan sebagai pendukung sebuah iklan. Selain itu, terdapat juga gap yaitu penelitian lain menggunakan variabel yang berbeda-beda dari celebrity endorser dan penelitian ini menggabungkan variabel berbeda tersebut di dalam diri dead celebrity endorser. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk berkontribusi kepada literatur dengan mengangkat judul “Selebriti yang Sudah Meninggal (dead celebrity endorser), Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian, Brand Image dan Brand Personality (Studi pada KukuBima Ener-G Mbah Maridjan)”.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Celebrity Endorser (Mbah Maridjan) terhadap Minat Beli Konsumen pada Produk Kuku Bima Ener-G.

Pengaruh Celebrity Endorser (Mbah Maridjan) terhadap Minat Beli Konsumen pada Produk Kuku Bima Ener-G.

Seiring pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan teknologi yang semakin maju, banyak produk A produk dengan fungsi yang sama beredar di pasaran, sehingga perusahaan bersaing memasarkan produk tersebut, salah satu cara mempromosikannya lewat jasa periklanan dengan menggunakan celebrity endorser sebagai informan. Maka dari itu dalam penelitian ini, penulis mengambil judul “ Pengaruh Celebrity Endorser ( Mbah Maridjan) Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Iklan Kuku Bima EnerAG”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh celebrity endorser dilihat dari sumber kredibilitasnya ( attractiveness, trusthworthiness, dan expertise) terhadap minat beli produk Kuku Bima EnerAG. Untuk mengukur dan menganalisa hubungan antara kedua variabel diatas, penulis menyebarkan kuesioner kepada 100 responden di sekitar Universitas Kristen Maranatha yang pernah menonton / melihat iklan Kuku Bima EnerAG dengan celebrity endorser Mbah Maridjan. Dalam penelitian ini metode pengumpulan sampel yang digunakan adalah metode non probability sampling dengan purposive sampling. Tanggapan responden dihitung menggunakan metode regresi berganda SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa attractiveness mempunyai α > 0.05 sehingga attractiveness tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Trustworthiness memiliki α < 0.05 sehingga trusthworthiness berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli. Expertise mempunyai α < 0.05 sehingga expertise berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli. Hal ini dapat dilihat dari perhitungan regresi berganda yang menunjukan bahwa source credibility tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat beli karena pengaruh source credibility hanya sebesar 45.4% dan sisanya sebesar 54.6% dipengaruhi oleh faktor lain. Dari kesimpulan diatas, maka penulis mencoba untuk memberikan saran agar perusahaan memilih celebrity endorser yang lebih sesuai dengan kriteria produk untuk meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk tersebut.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

REPRESENTASI IDENTITAS ETNIK JAWA DALAM IKLAN TELEVISI INDONESIA (ANALISIS SEMIOTIKA IKLAN TELEVISI INDONESIA, OBAT BATUK “OSKADON PANCEN OYE”, ROKOK 76 VERSI “JIN”, ALANG SARI VERSI “SOIMAH”, KUKU BIMA ENER-G VERSI “MBAH MARIDJAN”)

REPRESENTASI IDENTITAS ETNIK JAWA DALAM IKLAN TELEVISI INDONESIA (ANALISIS SEMIOTIKA IKLAN TELEVISI INDONESIA, OBAT BATUK “OSKADON PANCEN OYE”, ROKOK 76 VERSI “JIN”, ALANG SARI VERSI “SOIMAH”, KUKU BIMA ENER-G VERSI “MBAH MARIDJAN”)

Daftar Pustaka: 29 buku + 2 Jurnal + 4 penelitian terdahulu + 12 Website. Penelitian ini meneliti bagaimana representasi Identitas budaya Jawa Dalam Iklan Tv Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis Semiotika Roland Barthes, dengan mengambil screen capture dari 4 video Iklan Televisi yakni Obat Batuk Oskadon Pancen Oye , Rokok 76 Versi JIN , Alang Sari Versi Soimah , Kuku Bima Ener-G Versi Mbah Maridjan yang diambil dari situs youtube.com. Dengan menganalisa atribut maupun pakaian, simbol-simbol, yang dijadikan data dan kemudian dihubungkan dengan mitos yang ada mengenai suatu hal yang terkait. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai budaya direpresentasikan melalui iklan audio-visual. Hasil dari penelitian ini menemukan beberapa temuan, yakni Iklan sering memperlihatkan Identitas etnik, dalam iklan diwujudkan melalui atribut- atribut budaya tradisional, yang terlihat pada beberapa iklan TVC seperti pada konteks blangkon, kebaya, sanggul, beskap, rumah joglo dan wayang. Ditampilkannya budaya Jawa dalam bentuk fisik dan non fisik, meliputi: icon Jawa, bahasa, kesenian, dan kostum. Dari empat iklan yang di temukan kebanyakan hanya terlihat pada fisik semata seperti kostum, rumah joglo dan atribut lainnya. pesan yang tersampaikan dalam iklan ini Memberikan konstruksi bahwa budaya Jawa memiliki pencitraan yang dominan di Indonesia sehingga membawa pengaruh terhadap khalayak.
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

Gerakan Politik S. M. Kartosoewirjo (DI TII 1949-1962)

Gerakan Politik S. M. Kartosoewirjo (DI TII 1949-1962)

Penelitian ini merupakan studi pustaka yang melihat Kartosoewirjo dan juga gerakan Darul Islam dan Tentara Islam Indonesia sebagai objek yang diteliti. Penelitian ini berlatar pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Kartosoewirjo mendirikan Darul Islam Tentara Islam Indonesia di Malangbong, Jawa Barat pada 7 Agustus 1949, saat itu pemerintahan Indonesia sedan dipindahkan ke Jogjakarta dan Jawa Barat bukanlah bagian dari Indonesia akibat perjanjian Renville antara Indonesia dan Belanda.

2 Baca lebih lajut

Gerakan Politik S. M. Kartosoewirjo (DI TII 1949-1962)

Gerakan Politik S. M. Kartosoewirjo (DI TII 1949-1962)

pemerintahan pun dipindahkan ke Jawa Tengah dan seluruh Tentara Indonesia harus ditarik kembali ke wilayah yang masih menjadi bagian Indonesia saja. Kartosoewirjo melihat ini sebagai bentuk kegagalan pemerintah Indoensia mempertahankan kedaulatannya. Dan kemudian memilih untuk mendeklarasikan sendiri pemerintahannya dengan mendirikan sebuah Negara yang berlandaskan Islam di Indonesia, dan dia melihat perjanjian Renville mengakibatkan bahwa Jawa Barat merupakan wilayah vacuum of power.

25 Baca lebih lajut

Pengantar untuk buku Pemikiran Politik SM Kartosoewirjo

Pengantar untuk buku Pemikiran Politik SM Kartosoewirjo

Pada bulan Maret 1940, rencana Kartosoewirjo diterima oleh kongres KPK PSII yang mengesahkan sebuah resolusi untuk membuka lembaga pendidikan kader “Suffah” di dekat Malangbong. Lembaga Suffah tersebut dibentuk dalam gaya sebuah pesantren tradisional, di mana para siswanya juga bertempat tinggal di sana. Kartosoewirjo sendiri mengajarkan bahasa Belanda, astrologi, dan ilmu tauhid kepada para siswanya. Metode pengajaran diambil dari metode H.O.S. Tjokroaminoto yang berarti bahwa para siswa di samping mendapat pengajaran pengetahuan umum dan pendidikan agama Islam juga dididik dalam Ilmu politik. Karena mengetahui bahwa mereka menghadapi kehilangan kekuasaan, maka pihak Jepang memutuskan untuk menghapuskan kekangan-kekangan yang masih ada terhadap kekuatan rakyat Indonesia. Angkatan Darat ke-16 mendesak unsur-unsur yang lebih bersifat hati-hati di dalam hierarki-hierarki Jepang supaya bertindak dengan cepat, karena mereka benar-benar mengetahui bahwa bibit-bibit revolusi telah tertanam dalam di Jawa. Pada bulan Maret 1945 pihak Jepang mengumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, yang mengadakan pertemuan pada akhir bulan Mei di bangunan lama Volksraad di Jakarta. Keanggotaannya mewakili sebagian besar pemimpin setengah baya di Jawa yang masih hidup yang berasal dari semua aliran pemikiran yang penting. Radjiman Wediodiningrat menduduki jabatan ketua, sedangkan Sukarno, Hatta, Mansur, Dewantara, Salim, Soetardjo Kartohadikoesoemo, Abikoesno Tjokrosoejoso, Ki Bagus Hadikusumo, Wachid Hasjim, Mohammad Yamin, dan yang lain-lain duduk sebagai anggotanya. Keputusan pengangkatan para pemimpin dari generasi tua ini diharapkan oleh Pihak Jepang dapat diajak kerja samanya bila sudah merdeka nanti.
Baca lebih lanjut

305 Baca lebih lajut

Sejarah Indonesia dari Mariana guru SMAN 1 Tarakan

Sejarah Indonesia dari Mariana guru SMAN 1 Tarakan

sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia bersama-sama Soekarno, kemudian adanya perjalanan yang tidak mulus dari pemimpin Indonesia dalam mempertahankan NKRI sehingga mengakibatkan SKM kecewa dengan janji dan diplomasi pemimpin Indonesia saat itu lalu SKM menolak hasil perjanjian Renville karena tidak rela jika bangsanya dijajah kembali oleh kolonial dan berakhir dengan menggalang kekuatan untuk melakukan pemberontakan. Perjalanan SKM berakhir diujung regu penembak jitu. Berikan argumentasimu disertai alasan apakah Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo seorang pemberontak ataukah pejuang ??
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Gerakan Politik S. M. Kartosoewirjo (DI/TII 1949-1962)

Gerakan Politik S. M. Kartosoewirjo (DI/TII 1949-1962)

Hal ini tentu saja memberikan perbedaan tersendiri antara Kartosoewirjo dengan anak – anak pribumui seusianya pada waktu itu. Dimana banyak anak pribumi yang sejak kecil harus ikut membantu orang tuanya bekerja dan tidak memiliki kesempatan untuk mendapat pendidikan di sekolah modern, Kartosoewirjo dapat dikatakan beruntung dapat mengenyam pendidikan di sekolah – sekolah modern pada waktu itu. Dia juga tidak perlu banyak membantu pekerjaan orang tuanya, karena posisi ayahnya sebagai seorang mantri candu untuk pemerintahan Belanda waktu itu tidak memerlukan tenaga yang besar seperti bila bekerja sebagai petani. Hal ini memberi pengaruh kepada Kartosoewirjo ketika dia mulai menyadari bahwa anak – anak pribumi lain yang seusianya menjaga jarak dengan Kartosoewirjo hanya karena Karto merupakan anak dari seorang pribumi yang bekerja kepada Belanda. Kartosoewirjo mulai merasakan ada keanehan dengan latar belakang kondisi sosialnya, kenapa ia bisa sekolah sedangkan anak – anak lain seusianya tidak bisa mendapatkan kesempatan yang sama, hal tersebut mulai menjadi sebuah keresahan tersendiri pada Kartosoewirjo sampai dia besar nanti.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

Tokoh Kartosoewirjo dalam Sastra dan Sejarah.

Tokoh Kartosoewirjo dalam Sastra dan Sejarah.

Kedua, belakangan ideologi Islamic State (IS) riuh dibicarakan karena sudah menyusup ke jantung masyarakat Indonesia. Bukti konkritnya, yaitu ada beberapa orang yang blak-blakan menyatakan dukungan gerakan tersebut. Juga ditemukan bendera Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di rumah warga dan grafiti logo ISIS di tembok. Gerakan militan Kartosoewirjo mendirikan negara Islam di bumi Pertiwi di masa silam, kini seakan lahir kembali dan memperoleh ruang. Ketiga, hukuman bagi delapan terpidana mati kasus narkoba yang diributkan sampai level internasional. Memotong nafas orang dengan melesakkan peluru ke raga narapidana, dialami pula oleh Kartosoewirjo tanggal 4 September 1962.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Perasaan kehilangan yang mendalam : sepenggal biografi istri Mbah Maridjan.

Perasaan kehilangan yang mendalam : sepenggal biografi istri Mbah Maridjan.

Ibu Ponirah menyikapi keadaan tersebut dengan lapang dada pada akhirnya. Seakan dipaksa dengan keadaan untuk merelakan kepergian suami. Gemuruh aktivitas Gunung Merapi tidak hanya menggetarkan tanan sekitar Merapi, tetapi juga meluluh lantakkan hati Ibu Ponirah ketika bencana tersebut ikut merenggut nyawa suami Bu Ponirah yaitu Mbah Maridjan yang tersapu awan panas di rumahnya dengan keadaan sujud. Tetesan air jatuh di atas pasir, seperti itu keadaan yang dirasakan Bu Ponirah pada waktu ditinggal suami. Hal yang tak bisa diambil lagi setelah terjadi dan akan hilang seterusnya. Dengan berjalannya waktu, orang-orang dekat yang selalu menemani hari-harinya, lambat laun Bu Ponirah merelakan kepergian suami. Beliau pasrah dengan jalan yang harus dihadapi kini. Menghabiskan hari tuanya bersama anak cucu tanpa ditemani suami tercinta.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Show all 21 documents...