Sekolah Berstandar Nasional

Top PDF Sekolah Berstandar Nasional:

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH  BERSTANDAR NASIONAL  KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (Studi Situs SMP Negeri 20 Purworejo).

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (Studi Situs SMP Negeri 20 Purworejo).

Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan kepemimpinan kepala sekolah berstandar nasional dalam peningkatan mutu akademik di SMP Negeri 20 Purworejo. (2) untuk mendeskripsikan kepemimpinan kepala sekolah berstandar dalam peningkatan mutu non akademik di SMP Negeri 20 Purworejo.

14 Baca lebih lajut

Studi deskriptif kecemasan siswa kelas 6 sekolah dasar dalam menghadapi Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN).

Studi deskriptif kecemasan siswa kelas 6 sekolah dasar dalam menghadapi Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN).

Current study was aimed to describe the sixth grade of elementary school anxiety toward the Ujian Akhir Sekolah Berstandar National (UASBN). The background of this research based on the problems of students which have experience anxiety in the facing exam or test. The subjects of current research were students of sixth grade elementary school in Pangudi Luhur Elementary School, Yogyakarta, that consist of 70 persons. The measurement tool was Anxiety Scale Toward Ujian Akhir Sekolah Berstandar National (UASBN). Item total correlation moving between 0.311 s/d 0.729. Reliabilities was estimated using Cronbach Alpha producing reliability coefficient of 0.949. Based on the data analysis, shown result of empiric mean < theoretic mean, that is 113,4857 < 135. That is shows subject anxiety is low. Based on the norm, shows that the subject of this research had UASBN anxiety 51,43% in moderate chategory and 42,86% in low chategory.
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (Studi Situs SMP Negeri 20 Purworejo).

PENDAHULUAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (Studi Situs SMP Negeri 20 Purworejo).

Kepemimpinan dalam kaitannya dengan upaya peningkatan mutu pendidikan, dimana para Kepala Sekolah mampu mempengaruhi dan memotivasi para guru dan atau warga sekolah dalam upanya mencapai tujuan dari visi dan misi sekolahnya, dan atau untuk mencapai tujuan yaitu meningkatkan profesionalisme guru dan prestasi belajar siswanya. Sebagaimana telah dikemukakan di atas, bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, aspek utama yang ditentukan adalah kualitas guru. Untuk itu, upaya awal yang dilakukan dalam peningkatan mutu pendidikan adalah kualitas guru dan pretasi belajar siswa. Kualifikasi pendidikan guru sesuai dengan prasyarat minimal yang ditentukan oleh syarat-syarat seorang guru yang profesional.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Contoh SK UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional) - Dokumen Pedia CONTOH SK UASBN

Contoh SK UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional) - Dokumen Pedia CONTOH SK UASBN

7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 5Tahun 2008 tentang Ujian Sekolah / Madrasah Tahun Pelajaran 2007/2008. 8. Keputusan Badan Standar Pendidikan Nasional Nomor 983/BSNP/XI/2007 tentang Prosedur Operasional Standar ( POS ) USBN Tahun pelajaran 2007/2008.

8 Baca lebih lajut

Agus Sujito, Kepemimpinan pada Sekolah Berstandar Nasional KEPEMIMPINAN PADA SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (Studi Kasus pada Kepemimpinan Kepala Sekolah SMP N-1, Gubug)

Agus Sujito, Kepemimpinan pada Sekolah Berstandar Nasional KEPEMIMPINAN PADA SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (Studi Kasus pada Kepemimpinan Kepala Sekolah SMP N-1, Gubug)

SMP Negeri 1 Gubug memiliki visi untuk mensukseskan manajemen secara efektif dan bertanggung jawab. Visi SMP Negeri 1 Gubug adalah “unggul dalam prestasi luhur dalam budi pekerti berwawasan global”. Visi ini memiliki makna bahwa penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri 1 Gubug tidak hanya bertujuan men- ciptakan sumber daya manusia yang berkwalitas dalam IPTEK namun sekaligus mencetak sumber daya manusia yang mampu mengaplikasikan ilmu- ilmu yang telah diterimanya dalam kehidupan bermasyarakat untuk mensukseskan visi pendidikan SMP Negeri 1 Gubug memiliki misi pendidikan sebagai berikut : a). Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, sehingga setiap siswa berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki, b) Menum- buhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga sekolah, c). Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengawali potensi dirinya, sehingga dapat di kembangkan lebih optimal.Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan komite sekolah. d). Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan juga budaya bangsa sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

dejarfa.com Pernyataan Menjaga Kerahasiaan

dejarfa.com Pernyataan Menjaga Kerahasiaan

3. Tidak akan memberitahukan / menyampaikan atau membocorkan kepada sipapun, segala sesuatu yang telah saya ketahui dan saya kerjakan dalam penyelenggaraan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan cara apapun, baik langsung maupun tidak langsung.

2 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI BERSTANDAR NASIONAL DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGARI 1 KUDUS

PELAKSANAAN PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI BERSTANDAR NASIONAL DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGARI 1 KUDUS

Hasil Penelitian: (1) Persiapan yang dilakukan oleh SMK Negeri 1 Kudus untuk mencapai profil SMK berstandar nasional masih sebatas pada bidang keahlian akuntansi. Persiapan yang dilakukan tersebut meliputi berbagai bidang yang terkait dengan kriteria penilaian antara lain, bidang akademis SMK Negeri 1 Kudus menyelenggarakan program keahlian di bidang akuntansi sesuai dengan kurikulum dengan standar kompetensi nasional. Perencanaan program keahlian akuntansi tersusun dalam bentuk program tahunan dan program semester yang terbagi dalam semester genap dan ganjil. Penyusunan perencanaan tersebut masih sebatas pada pemenuhan kriteria profil SMK berstandar nasional dan belum mempertimbangkan kesesuaian antara output dan kebutuhan pasar kerja; (2) Pelaksanaan proses pembelajaran mengacu pada kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah serta melibatkan institusi pasangan berpedoman pada standar kompetensi Nasional; (3) Hasil belajar siswa SMK Negeri 1 Kudus khususnya program keahlian akuntansi menunjukkan bahwa siswa yang diterima di DU/DI baru mencapai 21,32% hal ini disebabkan oleh perbedaan kurikulum dan kebutuhan pasar kerja; (4) Faktor-faktor yang mendukung SMK Negeri 1 Kudus, khususnya program akuntansi menjadi sekolah berstandar nasional antara lain: kualitas lulusan, kesediaan SDM, dan sarana prasarana, serta adanya kerja sama dengan institusi pasangan.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM

Pendidikan agama Islam di sekolah mempunyai peran yang strategis dalam pengembangan sistem pendidikan nasional di Indonesia dan peningkatan mutu sumber daya manusia. Oleh karenanya untuk mengetahui mutu pendidikan agama Islam yang dilaksanakan di sekolah secara nasional, maka perlu dilakukan evaluasi yang menyeluruh terhadap hasil pembelajaran peserta didik melalui Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

11 Baca lebih lajut

2 Contoh Pakta Integritas US USBN dan UN 2017

2 Contoh Pakta Integritas US USBN dan UN 2017

5. Sanggup melaksanakan tugas sesuai Prosedur Operasi Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional, Ujian Sekolah dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional dan Bertanggung jawab penuh dalam proses pelaksanaan Ujian Nasional, Ujian Sekolah dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional nama sekolah/madrasah Tahun Pelajaran 2016/2017;

2 Baca lebih lajut

t pmp 0909554 chapter1

t pmp 0909554 chapter1

Kehadiran pihak ketiga yang memberikan pengakuan kepada pihak sekolah, baik untuk pengakuan sekolah berstandar nasional dengan dikeluarkannya akreditasi nasional maupun pengakuan sekolah berstandar internasional dengan dikeluarkannya sertifikat ISO akan mendorong sekolah SMK untuk secara efektif menerapkan dan memelihara serta meningkatkan standar mutu yang telah dilaksanakannya dan akan selalu berupaya meningkatkan mutu sekolah dan layanan sekolah terutama pada mutu layanan akademik. Sebagai contoh pendidikan memerlukan pendokumentasian setiap aktivitas menyangkut penyampaian programnya, termasuk seleksi, wawancara, induksi, disiplin, penilaian, catatan prestasi dan bimbingan. (Edwar Sallis, 2010:129)
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

dejarfa.com Pakta Integritas

dejarfa.com Pakta Integritas

5. Sanggup melaksanakan tugas sesuai Prosedur Operasi Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional, Ujian Sekolah dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional dan Bertanggung jawab penuh dalam proses pelaksanaan Ujian Nasional, Ujian Sekolah dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional nama sekolah/madrasah Tahun Pelajaran 2016/2017;

2 Baca lebih lajut

Studi Evaluatif Pembelajaran Matematika id

Studi Evaluatif Pembelajaran Matematika id

Berdasarkan hasil analisis, hal ini disebabkan oleh 2 (dua) faktor yaitu input dan proses. Pertama, mengingat ketiga sekolah ini merupakan sekolah unggulan, input siswa pada ketiga sekolah tersebut sangat baik. Proses seleksi yang dilaksanakan di ketiga sekolah tersebut mengacu kepada pedoman penerimaan siswa baru untuk sekolah berstandar internasional, mulai dari seleksi administrasi sampai dengan dilaksanakannya tes potensi akademik (TPA). Disamping itu juga, kualitas sarana prasarana dan sumber belajar yang baik telah dimiliki oleh ketiga sekolah tersebut sebagai penunjang proses belajar mengajar. Kedua, pembelajaran matematika bilingual yang dilaksanakan di ketiga sekolah tersebut sudah baik. Hal ini terlihat dari mulai penyiapan ruangan termasuk kebersihan ruangan kelas, alat pembelajaran (papan tulis dan spidol), dan media (misalnya pasokan listrik, LCD dan kelengkapannya), serta memeriksa kesiapan siswa antara mencakup kehadiran, kerapian, ketertiban, perlengkapan pembelajaran dan kesiapan belajar. Dalam membuka pembelajaran, guru melakukan kegiatan apersepsi dalam rangka memotivasi siswa dengan cara mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman siswa atau pembelajaran sebelumnya (termasuk kemampuan prasyarat), mengajukan pertanyaan menantang, menyampaikan manfaat materi pembelajaran, mendemonstrasikan sesuatu yang terkait dengan materi pembelajaran. Namun, agak jarang menyampaikan kompetensi yang akan dicapai selama proses pembelajaran. Guru kurang jelas dalam menyampaikan kemampuan yang akan dicapai dengan Bahasa siswa.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

SISTEM PENILAIAN BERSTANDAR NASIONAL DALAM PENDIDIKAN

SISTEM PENILAIAN BERSTANDAR NASIONAL DALAM PENDIDIKAN

pihak lain, (Saidan Lubis, 2009: 5). Tujuan al- Qur’an yang terpenting adalah mendidik manusia melalui metode yang bernalar serta sarat dengan kegiatan meneliti, membaca, mempelajari dan observasi ilmiah terhadap manusia sejak manusia masih dalam bentuk segumpal darah dalam rahim ibu, (Abdurrahman An- Nahlawi, 1995:31). Tanpa membaca dengan hati dan memikirkan dengan akal pikiran, tentu apa yang kita baca akan sia-sia, dan tentu tidak dapat kita terapkan dalam kehidupan kita, (Hasyim Asy’ari, 2003:20). Membahas tentang evaluasi dan penilaian, mari kita merujuk kepada Peraturan Pemerintah No. 19 pasal 2 tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional, maka ada beberapa bagian standar dalam ruang lingkup pendidikan yang terdiri dari: 1. Standar Isi, 2. Standar Proses, 3. Standar Kompetensi Kelulusan, 4. Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan, 5. Standar Sarana dan Prasarana, 6. Standar Pengelolaan, 7. Standar Pembiayaan, dan 8.Standar Penilaian Pendidikan, (Tim Pustaka Yustisia, 2008:4).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

STUDI TENTANG KULTUR SEKOLAH PADA SEKOLAH NASIONAL BERSTANDAR INTERNASIONAL DAN SEKOLAH BERMUTU KURANG DI KOTA YOGYAKARTA

STUDI TENTANG KULTUR SEKOLAH PADA SEKOLAH NASIONAL BERSTANDAR INTERNASIONAL DAN SEKOLAH BERMUTU KURANG DI KOTA YOGYAKARTA

Sebagai bangsa yang sangat plural, tentu saja nilai-nilai humanisme universal, seperti keadilan, equality, toleransi, dan keberagaman kehidupan juga perlu menjadi pertimbangan dalam pengembangan budaya sekolah. Di sinilah perlunya sekolah merumuskan kembali visi, misi, tujuan, dan harapan-harapan yang ingin dicapai, mengingat sekolah sejak awal berdirinya telah memiliki landasan filosofi, ideologis, mandat sosial, dan legalitas formal. Termasuk perlu kiranya sekolah mengidentifikasi budaya-budaya positif dan negatif yang selama ini dimiliki, yang positif dipertahankan dan dikembangkan sedangkan budaya yang negatif segera dicampakkan. Selain itu menganalisis faktor-faktor dominan apakah yang menjadi landasan terciptanya kultur sekolah positif dan negatif, untuk itu diperlukan analisis yang cermat.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

keputusan bupati 2010 48

keputusan bupati 2010 48

Menimbang : a. bahwa ujian akhir sekolah berstandar Nasional SD/MI dan ujian Nasional SMP/MTs, Negeri dan Swasta Tahun Pelajaran 2009/2010 adalah kegiatan adalah kegiatan evaluasi pendidikan yang penting sehingga perlu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya;

5 Baca lebih lajut

PENGUATAN MENTAL SISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL [Studi Kasus di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung] - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGUATAN MENTAL SISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL [Studi Kasus di SMA Islam Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung] - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Nurudin, dkk. Ujian Nasional Di Madrasah: Persepsi Dan Aspirasi Masyarakat. Jakarta: Gaung, Persada Press. 2007. Pangastuti, Maya. Efektifitas Pelatihan Berpikir Positif Untuk Menurunkan Kecemasan Dalam Menghadapi Ujian Nasional (UN) Pada Siswa SMA, Persona:Jurnal Psikologi Indonesia, Januari 2014, Vol. 3, No. 01. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

4 Baca lebih lajut

Contoh Program Kerja Ujian Sekolah (US) SMP MTs Berstandar Nasional

Contoh Program Kerja Ujian Sekolah (US) SMP MTs Berstandar Nasional

Program Kerja sederhana ini merupakan tuangan dari rencana dan pedoman dalam menyelenggarakan kegiatan keseluruhan Ujian. Untuk itu penting kiranya Program Kerja ini disusun sesuai dengan tuntunan dan kebutuhan secara objektif dan realistis, agar pelaksanaan Ujian Sekolah dan Ujian Nasional berhasil guna dan berdaya guna.

14 Baca lebih lajut

 Nomor 82 Tahun 2008

Nomor 82 Tahun 2008

Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 67 ayat (3), Pasal 71, Pasal 72 ayat (2), dan Pasal 94 huruf d Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2008/2009;

8 Baca lebih lajut

 Nomor 74 Tahun 2009

Nomor 74 Tahun 2009

Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 67 ayat (3), Pasal 71, Pasal 72 ayat (2), dan Pasal 94 huruf d Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2009/2010;

7 Baca lebih lajut

 Nomor 39 Tahun 2007

Nomor 39 Tahun 2007

Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 67 ayat (3), Pasal 71, Pasal 72 ayat (2), dan Pasal 94 huruf d Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2007/2008;

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...