sekolah dan kinerja guru

Top PDF sekolah dan kinerja guru:

PENGARUH PROFESIONALISME GURU DAN PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH  TERHADAP KINERJA  Pengaruh Profesionalisme Guru Dan Persepsi Guru Tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Di SMA Sragen Kota.

PENGARUH PROFESIONALISME GURU DAN PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA Pengaruh Profesionalisme Guru Dan Persepsi Guru Tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Di SMA Sragen Kota.

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profesionalisme guru terhadap kinerja guru di SMA Sragen Kota, pengaruh persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah terhadap kineja guru di SMA Sragen Kota, pengaruh profesionalisme guru dan persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMA Sragen Kota. Penelitian ini dilakukan di SMA Sragen Kota, yaitu SMA Negeri 1 Sragen, SMA Negeri 2 Sragen, SMA Negeri 3 Sragen, dan SMA Muhammadiyah 1 Sragen dengan populasi 226 guru. Sebelum instrumen digunakan, terlebih dahulu dilakukan (try out) instrumen sebanyak 20 guru yang berada didalam populasi diluar sampel. Sampel diambil berdasarkan pada tabel Krecjie dengan taraf kepercayaan 95% yaitu sejumlah 139 guru dengan teknik proportional random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Sebelum pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis menggunakan analisis regresi berganda dan perhitungan sumbangan relatif dan sumbangan efektif. Hasil analisis regresi berganda sebagai berikut Y=14,128 + 0,347X 1 + 0,384X 2. Hasil koefisien determinasi (R 2 ) diperoleh sebesar 0,486
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Peranan supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 279 Lagoa Koja Jakarta

Peranan supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 279 Lagoa Koja Jakarta

Data tentang peranan supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru dalam proses pendidikan guru disekolah diperoleh berdasarkan angket yang diisi oleh guru di SMP negeri 279 Jakarta. Metode yang di gunakan adalah korelasi product moment dari pearson dengan taraf 5% dari hasil perhitungan dengan menggunakan rumus korelasi product moment di peroleh r hitung sebersar 0,41 kemudian hasil tersebut dibangingkan dengan r tabel dengan df = 28 taraf signifikansi 5% adalah 0,361, berarti r hitung lebih besar dari r tabel. Dengan demikian hipotesis nol yang menyatakan tidak terdapat hubungan positif yang nyata antara peranan supervisi keopala sekolah terhadap kinerja guru dalam proses pendidikan guru di sekolah di tolak dan sebaliknya hipotesis alternative yang menyatakan terdapat hubungan yang nyata antara peranan supervisi terhadap kinerja guru dalam proses pendidikan guru di sekolah di terima.
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDAMPINGAN TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR.

PENGARUH PENDAMPINGAN TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR.

Banyak guru yang mengalami masalah atau kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran pada mata pelajaran yang diampunya. Kesulitan tersebut dapat disebabkan oleh karakteristik mata pelajaran sehingga sulit dipahami guru atau kesulitan dalam aspek-aspek teknis metodologis sehingga bahan ajar kurang dipahami peserta didik. Berdasarkan masalah-masalah yang telah dikemukan di atas, disini dapat dilihat bahwa masalah pendidikan yang rendah ini muncul salah satunya disebabkan karena guru yang kinerjanya masih mengalami masalah dan kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran yang diduga akan mengakibatkan kualitas pendidikan yang kurang baik bahkan dikatakan rendah. Oleh sebab itu, dalam hal ini perlu dilakukan upaya yang mendukung kinerja guru yang semakin tinggi lagi dalam mengahadapi permasalahan yang ada dalam melaksanakan pembelajaran dan pelaksanaan administrasi sekolah yang mendukung keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI GUGUS SIKAPAT DAN SIPAYUNG KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG

PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI GUGUS SIKAPAT DAN SIPAYUNG KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG

Dari keempat kompetensi tersebut, kompetensi pedagogik merupakan kompetensi yang berperan sangat penting bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Daryanto dan Rachmawati (2015: 163) menyatakan “dalam kompetensi pedagogik ini seorang guru harus mampu mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki”. Kompetensi pedagogik merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki guru agar pembelajaran yang dilaksanakan berlangsung secara efektif dan dinamis. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik merupakan kompetensi yang menuntut guru untuk dapat mengelola pembelajaran bagi peserta didiknya, agar tercipta pembelajaran yang menarik.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU

4 kinerja adalah tingkat keberhasilan seseorang atau kelompok orang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya serta kemampuan untuk mencapai tujuan dan standar yang telah ditentukan. Dengan kata lain manajemen kinerja adalah suatu cara utuk mendapatkan hasil yang lebih baik bagi organisasi, kelompok dan individu dengan memahami dan mengelola kinerja sesuai dengan target yang telah direncanakan, standard an persyaratan kompetensi yang telah ditentukan. Menurut A. Dale Timpe dalam bukunya Performance sebagaimana dikutip oleh Ch. Suprapto (1999:14) dikemukakan bahwa kinerja adalah akumulasi dari tiga elemen yang saling berkaitan yaitu keterampilan, upaya, dan sifat-sifat keadaan eksternal. Lebih lanjut Murray Ainsworth et.el (2002:3), mengatakan perihal yang berhubungan dengan kinerja sebagai berikut; Basically, it (performance) means outcome – a result. It is the end point of people, resources and certain environment being brought together, with intention of producing certain things, whether tangible product or less tangible service. To the extent that this intereractionresult in an outcome is disappointing, for whetever reason, performance will be judged as poor or deficient.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

D ADPEND 1302460 Chapter 3

D ADPEND 1302460 Chapter 3

Instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data penelitian didasarkan pada variabel yang diteliti yang mencakup : perilaku kepemimpinan kepala sekolah, komunikasi sekolah , budaya sekolah , kinerja guru dan kinerja sekolah, berdasarkan permasalahan yang diteliti serta tujuan dari penelitian, maka ditetapkan alat pengumpul data yang relevan dengan batasan permasalahan, Alat pengumpul data dikembangkan dengan kuesioner yang berbentuk skala Likert, dimana pernyataan-pernyataan merupakan indikator- indikator sebagai pengembangan setiap dimensi dari variabel penelitian. Angket disebar kepada seluruh responden kemudian dimintakan tanggapan mereka sesuai dengan kondisi yang dirasakan sehar-hari. Setelah data terkumpul kemudian ditabulasi sesuai item soal dan skor jawaban yang telah ditentukan sebelumnya.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL, MOTIVASI KERJA DAN HARAPAN GURU TERHADAP KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DENGAN KINERJA GURU SMP NEGERI DI KOTA JAYAPURA SELATAN.

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL, MOTIVASI KERJA DAN HARAPAN GURU TERHADAP KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DENGAN KINERJA GURU SMP NEGERI DI KOTA JAYAPURA SELATAN.

Di negara manapun, guru diakui sebagai suatu profesi. Guru diagungkan, disanjung, dan dikagumi karena perannya yang penting. Guru memegang peranan strategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian clan nilai-nilai yang diinginkan (Fakry Gaffar, 1999: xv). Dari dimensi tersebut, peranan guru sulit digantikan oleh yang lain. Dipandang dari dimensi pembelajaran, peranan guru dalam masyarakat Indonesia tetap dominan sekalipun teknologi yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran berkembang amat cepat. Hal ini disebabkan karena dimensi-dimensi dalam proses pendidikan, atau lebih khusus lagi proses pembelajaran, yang diperankan oleh guru yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Namun peran penting dan strategis yang diemban ini, menurut Gerstner,dkk (dalam Supriadi, 1999: 42), akan berubah di masa depan, yakni abad ke-21. Perubahan berpusat pada pola relasi antara guru dengan lingkungannya, dengan sesama guru, dengan siswa, dengan orang tua, dengan kepala sekolah, dengan teknologi, dan kariernya sendiri. Guru akan tampil tidak lagi sebagai pengajar (teacher) seperti menonjol fungsinya selama ini, melainkan sebagai: pelatih (coach), konselor (counselor), manajer belajar (learning manager), partisipan, pemimpin dan pelajar.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

t pmp 1009032 chapter5

t pmp 1009032 chapter5

5. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel kecerdasan spiritual dengan kinerja guru, motivasi kerja dengan kinerja guru, dan harapan guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru SMP Negeri di Jayapura Selatan. Secara bersama-sama, kecerdasan spiritual, motivasi kerja, dan harapan guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah berhubungan secara positif dan signifikan dengan kinerja guru SMP Negeri di Jayapura Selatan. Dengan kata lain, makin tinggi kecerdasan spiritual, makin tinggi motivasi kerja guru, dan makin baik harapan guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah, makin baik pula kinerja guru. Dari ketiga variabel bebas tersebut, hubungan terbesar/tertinggi terhadap kinerja guru adalah kecerdasan spritual, sedangkan yang tergolong sedang adalah harapan guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru, dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru tergolong rendah.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar

Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar

memajukan kualitas pendidikan, sebab dalam setiap gerak langkah sekolah dasar selalu di back up komite sekolah. Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS) dapat diartikan sebagai model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah, dan mendorong partisipasi secara langsung warga sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, karyawan) dan masyarakat (orang tua siswa, tokoh masyarakat, ilmuwan, pengusaha, dsb.) untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional serta
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

BUKU 2 PEDOMAN PKG

BUKU 2 PEDOMAN PKG

Pelaksanaan penilaian kinerja guru kelas/mata pelajaran dilakukan melalui pengamatan dan pemantauan. Pengamatan adalah kegiatan untuk menilai kinerja guru sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan proses pembelajaran. Sedangkan pemantauan adalah kegiatan untuk menilai kinerja guru melalui pemeriksaan dokumen, wawancara dengan guru yang dinilai, dan/atau wawancara dengan warga sekolah. Pengamatan kegiatan pembelajaran dapat dilakukan di kelas dan/atau di luar kelas tanpa harus mengganggu proses pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis bukti-bukti baik yang berbentuk dokumen perencanaan maupun dokumen tambahan lain serta hasil catatan pengamatan maupun hasil wawancara dengan peserta didik, orang tua dan teman guru, penilai menetapkan apakah indikator kinerja tugas utama secara utuh terukur atau teramati dengan cara membandingkan hasil analisis dan/atau catatan tersebut dengan rubrik penilaian yang merupakan bagian dari instrumen penilaian kienrja guru.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

 Artikel dan Makalah Pendidikan | tentang PENDIDIKAN | n 6 supak dan superman

Artikel dan Makalah Pendidikan | tentang PENDIDIKAN | n 6 supak dan superman

(5) Bab IV. Hasil Pengawasan pada tingkat provinsi/kabupaten /kota, berisi: a. Hasil pelaksanaan pembinaan guru dan kepala sekolah; b. Hasil pemantauan pelaksanaan 8 SNP; c.Hasil penilaian kinerja guru dan kepala sekolah,; d. Pembibingan profesionalisme guru dan kepala sekolah,; e. Pembimbingan kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah;

66 Baca lebih lajut

PERSEPSI GURU TENTANG POLA MANAGERIAL KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH  Persepsi Guru Tentang Pola Managerial Kepala Sekolah Dan Motivasi Guru Terhadap Kinerja Guru Sekolah Menengah Pertama Negeri Di Kecamatan Kebakkramat Tah

PERSEPSI GURU TENTANG POLA MANAGERIAL KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH Persepsi Guru Tentang Pola Managerial Kepala Sekolah Dan Motivasi Guru Terhadap Kinerja Guru Sekolah Menengah Pertama Negeri Di Kecamatan Kebakkramat Tah

Tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui 1) Pengaruh PersepsiGuru Tentang Pola Managerial Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru, 2) Pengaruh Motivasi Guru Terhadap Kinerja Guru, 3) Pengaruh Persepsi Guru Tentang Pola Managerial Kepala Sekolah dan Motivasi Guruterhadap Kinerja Guru.

17 Baca lebih lajut

Penilaian Kinerja Guru dan Kepala Sekolah

Penilaian Kinerja Guru dan Kepala Sekolah

13 Penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu 3 14 Megembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif 3 Jumlah (Hasil penilaian kinerja guru) 49 *) Nilai diisi berdasarkan laporan dan evaluasi PK Guru, Nilai minimum per kompetensi = 1 dan nilai

29 Baca lebih lajut

5 Tahap Pelaporan   Bulan ke 11

5 Tahap Pelaporan Bulan ke 11

Tampak bahwa pak Edi menguasai materi pelajaran dengan baik, dan sanggup menyajikan materi ajar secara sistematis dengan dimulai dari konteks kehidupan sehari-hari dan berlanjut kepada konsep yang diajarkan. Media yang digunakan cukup beragam dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah, namun belum memaksimalkan penggunaan teknologi informasi.

18 Baca lebih lajut

TUGAS DAN PERAN GURU DALAM MANAJEMEN SEK

TUGAS DAN PERAN GURU DALAM MANAJEMEN SEK

Beberapa faktor yang biasanya menyebabkan anak berperilaku buruk adalah faktor sosial, ekonomi, kultural, agama, jenis kelamin, ras, tempat tinggal, perbedaan potensi kognitif, kesehatan, kebiasaan hidup dan lain-lain. Dari sekolah sendiri memiliki beberapa faktor yang dapat menyebabkan siswa berperilaku buruk seperti letak sekolah yang dekat dengan keramaian, tenaga pengajar yang tidak memadai, terlalu banyak pungutan dan lain-lain. Ini berarti ada tantangan serius bagi sekolah untuk menciptakan iklim yang kondusif dengan cara: (1) memperkuat kinerja dan misi akademik sekolah; (2) menetapkan tata aturan dan prosedur disiplin yang jelas dan standar, serta mengikat semua anak didik; (3) melembagakan dan memberi keteladanan mengenai norma-norma etik yang menjadi pemandu hubungan antar subjek di lingkungan sekolah.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI  KOMPETENSI  PROFESIONAL GURU, IKLIM ORGANISASI  DAN PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN  Kontribusi Kompetensi Profesional Guru, Iklim Organisasi dan Persepsi Guru Tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Motivasi Kerja Guru dan Kinerja Sek

KONTRIBUSI KOMPETENSI PROFESIONAL GURU, IKLIM ORGANISASI DAN PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN Kontribusi Kompetensi Profesional Guru, Iklim Organisasi dan Persepsi Guru Tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Motivasi Kerja Guru dan Kinerja Sek

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Kompetensi profesional guru memberikan kontribusi langsung dan signifikan terhadap motivasi kerja guru SMA se-Kabupaten Blora yang tersertifikasi; 2) Iklim organisasi memberikan kontribusi langsung dan signifikan terhadap motivasi kerja guru SMA se- Kabupaten Blora yang tersertifikasi; 3) Persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah memberikan kontribusi langsung dan signifikan terhadap motivasi kerja guru SMA se-Kabupaten Blora yang tersertifikasi; 4) Motivasi kerja guru memberikan kontribusi langsung dan signifikan terhadap kinerja sekolah di SMA se-Kabupaten Blora; dan 5) Kepemimpinan kepala sekolah mempunyai hubungan langsung terhadap kinerja sekolah di SMA se-Kabupaten Blora, sedangkan kompetensi profesional guru dan iklim organisasi mempunyai hubungan tidak langsung terhadap kinerja sekolah di SMA se-Kabupaten Blora.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

FILE 2 BAB I PENDAHULUAN

FILE 2 BAB I PENDAHULUAN

menyediakan sarana-prasarana dan infra struktur satuan pendidikan (sekolah) dan penunjang lainnya, (2) Keterjangkauan, memperluas keterjangkauan layanan pendidikan. Mengupayakan kebutuhan biaya pendidikan yang terjangkau oleh masyarakat, (3) Kualitas, meningkatkan kualitas/mutu dan relevansi layanan pendidikan. Sebagai upaya mencapai kualitas pendidikan yang berstandar nasional dalam rangka meningkatkan mutu dan daya saing bangsa, (4) Kesetaraan, mewujudkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan. Tanpa membedakan layanan pendidikan antar wilayah, suku, agama, status sosial, negeri dan swasta, serta gender, dan (5) Kepastian Jaminan, menjamin kepastian memperoleh layanan pendidikan. Adanya jaminan bagi lulusan sekolah untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya atau mendapatkan lapangan kerja sesuai kompetensi. 4
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BAB I Pendahuluan - HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA GURU PADA SMK NEGERI 20 JAKARTA - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

BAB I Pendahuluan - HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA GURU PADA SMK NEGERI 20 JAKARTA - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

Dalam artikel pendidikan, Uus firdaus mengemukakan pendapatnya, “Penyebab guru terkena masalah disebabkan bila di sebuah sekolah ada guru yang mengalami dipecat, guru-guru lain dapat dengan mudah menjadi tidak puas, sinis, serta malas-malasan. Sehingga akan berdampak pada organisasi di sekolah itu sendiri. Untuk membantu mencegahnya, Sujipto dalam penelitiannya merekomendasikan salah satunya dengan cara melakukan kebijakan pembinaan yang dapat meningkatkan kepuasan kerja guru.” 2

10 Baca lebih lajut

t adp 0909923 chapter3

t adp 0909923 chapter3

Berdasarkan tabel 3.6, uji validitas Kinerja Mengajar Guru (Y) dari 30 responden yang disebar dengan 26 item pertanyaan, hasil yang diperoleh berdasarkan perhitungan SPSS Versi 12.0 dengan taraf signifikan ∝ = 0.05 , terdapat 7 item soal yang tidak valid yaitu, no. 3, 7, 8, 12, 15, 17, 21. Dengan demikian 7 item pertanyaan tersebut di buang. Jadi jumlah item pertanyaan yang akan disebarkan sebanyak 19 pertanyaan.

21 Baca lebih lajut

PENGARUH KINERJA PENGAWAS SEKOLAH, KINERJA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KINERJA PROFESIONAL GURU, DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH DASAR BERDASARKAN KATEGORI SD RSBI, SSN DAN SPM DI DKI JAKARTA.

PENGARUH KINERJA PENGAWAS SEKOLAH, KINERJA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KINERJA PROFESIONAL GURU, DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH DASAR BERDASARKAN KATEGORI SD RSBI, SSN DAN SPM DI DKI JAKARTA.

Berdasarkan dimensi kompetensi yang dirumuskan oleh Fakry Gaffar, (2006: 2-4), dapat dirumuskan bahwa dimensi kinerja professional guru meliputi penguasaan di bidang substansi atau materi atau isi teaching subjects atau mata pelajaran yang menjadi bidang keahlian. Selanjutnya penguasaan terhadap learning equipment dan learning resorces yang diperlukan dalam PBM. Kemudian guru yang professional diharuskan untuk dapat mengolah learning resorces untuk mendukung proses belajar. Guru yang professional juga disyaratkan untuk dapat menerapkan teknologi informasi dalam upaya meningkatkan efektivitas belajar anak. Dan berikutnya guru yang professional diharapkan untuk dapat menyusun rencana pelajaran yang mengemas isi, media teknologi dan values dalam setiap proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...