sekolah dasar kelas 5

Top PDF sekolah dasar kelas 5:

Rangkuman PKn Sekolah Dasar Kelas 5 1

Rangkuman PKn Sekolah Dasar Kelas 5 1

3. Penjelasan, berisi mengenai penjelasan dari 37 pasal yang ada pada batang tubuh UUD 1945. Ä Pada tahun 1950, UUD 1945 terjadi pergantian menjadi UUDS 1950. Berdasarkan Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 (oleh Presiden Soekarno) maka UUD 1945 mulai digunakan kembali.

7 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Peningkatan Kreativitas Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Siswa Kelas V SDN Gelur.

DAFTAR PUSTAKA Peningkatan Kreativitas Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Siswa Kelas V SDN Gelur.

Mohammad Asrori.2009.Psikologi Pembelajaran.Bandung.CV Wacana Prima Rina Armiani dkk.2004.Matematika 5 untuk Siswa Sekolah Dasar Kelas 5.. Bandung.Acarya Media Utama.[r]

4 Baca lebih lajut

WEBSITE PEMBELAJARAN VOCABULARY UNTUK SISWA KELAS 5 SEKOLAH DASAR NEGERI SALEM 04.

WEBSITE PEMBELAJARAN VOCABULARY UNTUK SISWA KELAS 5 SEKOLAH DASAR NEGERI SALEM 04.

Survey dilakukan dengan tujuan eksplorasi, mencakup pengumpulan data mengenai pokok – pokok bahasan pada pelajaran siswa kelas 5 sekalah dasar yang membutuhkan media. Selain itu, survey dilakukan untuk menggali informasi tentang pemanfaatan internet sebagai sumber belajar oleh siswa di lingkungan sekolah,dasar, khususnya yang berhubungan dengan pembelajaran vocabulary bahasa inggris berbasis web.

6 Baca lebih lajut

Perubahan pH Saliva Setelah Mengonsumsi Jajanan Pada Anak Kelas 5 Di Sekolah Dasar X, Bandung.

Perubahan pH Saliva Setelah Mengonsumsi Jajanan Pada Anak Kelas 5 Di Sekolah Dasar X, Bandung.

Anak usia sekolah adalah investasi bangsa karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Kualitas bangsa di masa depan ditentukan oleh kualitas anak saat ini. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan sejak dini. Tumbuh kembang anak usia sekolah yang optimal tergantung dari pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantitas yang baik serta benar.

22 Baca lebih lajut

MODEL DISKUSI SASTRA DI KELAS 5 SEKOLAH DASAR.

MODEL DISKUSI SASTRA DI KELAS 5 SEKOLAH DASAR.

pembelajaran sastra. Murid sebenarnya mempunyai potensi berkepedulian terhadap karya sastra bila pengenalannya tepat: tepat-saat dan tepat-cara, tepat- materi, tepat-interaksi. Karya sastra menuntut dibicarakan karena ia berisi. Isi karya sastra tidak mungkin ditemukan jika kita tidak berusaha menemukannya. Karakteristik karya sastra seperti ini sebenamya merupakan tantangan bagi guru untuk berpikir bagaimana mengajak berpikir murid dalam proses pembelajaran sastra. Proses berpikir inilah yang semestinya menjadi prioritas pertimbangan utama guru pada saat dia memutuskan corak pembelajaran apa pun. Jadi, sebenamya inti pembelajaran sastra itu bagaimana murid dapat berpikir, berperasaan, dan berpengalaman pada saat berinteraksi dengan karya sastra. Pemberian kesempatan kepada murid seluas-luasnya menjadi bagian yang tidak dapat diabaikan begitu saja dalam pembelajaran sastra. Pada intinya setiap guru mengajak belajar murid. Perlu diingat bahwa murid itu membawa sesuatu dalam dirinya. Sebelum masuk ke kelas, sebelum berinteraksi dengan materi di kelas murid telah membawa sesuatu yang dapat dijadikan pengayaan dan pemudahan pada saat pembelajaran berlangsung. Ketertarikan murid akan terwujud jika mereka mempunyai kepentingan untuk memperoleh jawaban, informasi, atau pengalaman sehubungan dengan apa yang ada dalam dirinya. Penuntutan ini seharusnya dapat dibaca guru. Apalagi karya sastra sangat berkemungkinan 'memuaskan' keinginan murid tersebut.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN ASESMEN PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH DASAR

PEMANFAATAN ASESMEN PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH DASAR

Artikel ini memaparkan hasil penelitian tentang pemanfaatan Asesmen Portofolio oleh guru untuk meningkatkan hasil belajar Sains bagi siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Untuk menentukan prestasi belajar siswa dalam Sains guru menggunakan fakta-fakta tentang siswa selain tes/ulangan juga non tes. Dalam menggunakan Asesmen Portofolio guru banyak mengalami kendala seperti kesibukan guru saat memeriksa dan menilai tugas siswa dan mengarsipkannya, kesulitan guru saat merencanakan, menentukan tugas siswa. Hal ini dapat segera diatasi dengan meningkatkan disiplin guru dan siswa. Disiplin bagi guru terutama pada ketepatan waktu dan kejelasan tugas yang diberikan kepada siswa berikut sanksi bagi siswa yang melanggarnya dan penghargaan bagi yang mematuhinya. Disiplin bagi siswa adalah kesiapan dan ketepatan waktu untuk mengerjakan tugas sesuai dengan kesepakatan bersama antara guru dengan siswa. Dengan melakukan kolaborasi dengan peneliti, guru berperan sebagai guru sekaligus juga sebagai peneliti menerapkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), guru dengan segera dapat melakukan refleksi diri berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi dengan peneliti Sehingga siswa akan terbiasa dengan belajar efektif terutama pada pelajaran Sains yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajarnya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

S PPB 1100208 Abstract

S PPB 1100208 Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Namun saat ini masih banyak individu yang memiliki sikap saling acuh tak acuh, hal ini menyebabkan perilaku prososial di masyarakat sudah semakin menurun. Perilaku prososial ialah suatu tindakan menolong yang didasarkan dari keinginan individu secara tulus tanpa adanya motif – motif tertentu berupa imbalan atau keuntungan. Fenomena menurunnya perilaku prososial bukan hanya terjadi pada orang dewasa saja, namun saat ini perilaku prososial di kalangan anak-anak juga sudah menurun. Peserta didik di sekolah dasar belakangan ini menunjukkan kurangnya rasa peduli terhadap temannya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran umum perilaku prososial pada peserta didik sekolah dasar serta untuk mengetahui upaya apa saja yang dapat dilakukan guru dalam meningkatkan perilaku prososial. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket perilaku prososial berdasarkan aspek - aspeknya. Populasi penelitian ialah seluruh peserta didik kelas V SDN Sukagalih 3, 5, dan 9 Bandung Tahun Ajaran 2015/2016 yang berjumlah 114 peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa secara keseluruhan peserta didik berada pada kategori sedang dengan nilai rerata 27, 34. Pada kategori ini peserta didik sudah cukup mampu menampilkan perilaku prososial dalam kehidupan sehari-harinya.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

RPP Matematika Kelas 5 SD Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 - Dokumen Guru Edukasi Cover Silabus

RPP Matematika Kelas 5 SD Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 - Dokumen Guru Edukasi Cover Silabus

SILABUS SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH SD/MI KURIKULUM 2013 REVISI 2016 MATEMATIKA KELAS 5 SEMESTER 1.[r]

1 Baca lebih lajut

KURIKULUM 2013 KOMPETENSI DASAR Sekolah (5)

KURIKULUM 2013 KOMPETENSI DASAR Sekolah (5)

Sejalan dengan filosofi progresivisme dalam pendidikan, Kompetensi Inti ibaratnya adalah anak tangga yang harus ditapak peserta didik untuk sampai pada kompetensi lulusan jenjang SMA/MA. Kompetensi Inti meningkat seiring dengan meningkatnya usia peserta didik yang dinyatakan dengan meningkatnya kelas. Melalui Kompetensi Inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yang berbeda dapat dijaga. Sebagai anak tangga menuju ke kompetensi lulusan multidimensi, Kompetensi Inti juga memiliki multidimensi. Untuk kemudahan operasionalnya, kompetensi lulusan pada ranah sikap dipecah menjadi dua. Pertama, sikap spiritual yang terkait dengan tujuan pendidikan nasional membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa. Kedua, sikap sosial yang terkait dengan tujuan pendidikan nasional membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.
Baca lebih lanjut

204 Baca lebih lajut

PERILAKU PROSOSIAL PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR - repository UPI S PPB 1100208 Title

PERILAKU PROSOSIAL PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR - repository UPI S PPB 1100208 Title

PERILAKU PROSOSIAL PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Studi Deskriptif pada Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar Negeri Sukagalih 3, 5, dan 9 Kota Bandung Tahun Ajaran 2015/2016 Oleh[r]

3 Baca lebih lajut

PERANCANGAN MEDIA EDUKASI MENANAM SAYURAN BAGI SISWA KELAS 5 SEKOLAH DASAR | Susanto | Jurnal DKV Adiwarna 4468 8504 1 SM

PERANCANGAN MEDIA EDUKASI MENANAM SAYURAN BAGI SISWA KELAS 5 SEKOLAH DASAR | Susanto | Jurnal DKV Adiwarna 4468 8504 1 SM

Pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar terdapat pelajaran mengenai tumbuhan, baik jenis, pertumbuhannya, manfaat, dan lain-lain. Pelajaran tersebut hanya didominasi dengan teori saja dan praktek dalam pembelajaran di sekolah dasar masih kurang dan kegiatan. Maka dari itu dibuatlah perancangan desain komunikasi visual berupa media edukasi untuk menanam sayuran bagi siswa kelas 5 Sekolah Dasar sehingga siswa dapat belajar menanam sayuran, pertumbuhan sayuran secara langsung, dan mereka juga dapat mengambil hasil dari penelitiannya serta meningkatkan kesadaran pada lingkungan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

GURU KELAS SEKOLAH DASAR PEDAGOGIK

GURU KELAS SEKOLAH DASAR PEDAGOGIK

Untuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau otentik, peserta didik harus mencoba atau melakukan percobaan, terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. Misalnya, peserta didik harus memahami konsep-konsep materi dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik pun harus memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar, serta mampu menggunakan metode ilmiah dan bersikap ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari. Aplikasi metode eksperimen atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Aktivitas pembelajaran yang nyata untuk ini adalah: (1) menentukan tema atau topik sesuai dengan kompetensi dasar menurut tuntutan kurikulum; (2) mempelajari cara-cara penggunaan alat dan bahan yang tersedia dan harus disediakan; (3) mempelajari dasar teoritis yang relevan dan hasil- hasil eksperimen sebelumnya; (4) melakukan dan mengamati percobaan; (5) mencatat fenomena yang terjadi, menganalisis, dan menyajikan data; (6) menarik simpulan atas hasil percobaan; dan (7) membuat laporan dan mengkomunikasikan hasil percobaan.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

t pk 0809390 bibliography

t pk 0809390 bibliography

Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam 5: untuk Kelas V Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah.. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.[r]

3 Baca lebih lajut

 PROTA PAI KTSP kelas 1 2 3 4 5 6 Sekolah Dasar PKn KELAS IV

PROTA PAI KTSP kelas 1 2 3 4 5 6 Sekolah Dasar PKn KELAS IV

Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungan- nya 4.2 Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah [r]

1 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI SISWA TUNA GRAHITA RINGAN MELALUI PERSEGI BERWARNA (PTK di SLBC YSSD Surakarta).

UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI SISWA TUNA GRAHITA RINGAN MELALUI PERSEGI BERWARNA (PTK di SLBC YSSD Surakarta).

Dikutip dari B3PKSM, p.19 (www.ditplb.or.id,2007) tuna grahita merupakan kata lain dari retardasi mental (mental retardation) yang berarti terbelakang mental. Untuk keperluan pembelajaran, anak tuna grahita digolongkan lagi menjadi beberapa golongan. Salah satunya adalah tuna grahita mampu didik (educable). Pada golongan ini masih mempunyai kemampuan dalam akademik setara dengan anak regular pada kelas 5 Sekolah Dasar. Sedangkan menurut Rean (dalam www.ditplb.or.id) penggolongan tuna grahita secara medis-biologis ada enam, salah satunya adalah retardasi mental ringan dengan IQ 52-67). Dari berbagai sumber, penggolongan anak tuna grahita jika dilihat dari penggolongan jumlah IQ nya retardasi mental ringan atau tuna grahita ringan sebetulnya sama dengan tuna grahita mampu didik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU DI SEKOLAH DASAR NEGERI 5 SINTANG

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU DI SEKOLAH DASAR NEGERI 5 SINTANG

pelajaran muatan lokal lebih dikembangkan di bidang perkebunan yaitu menanam tanaman yang mudah di penen. 2.) Standar sekolah yang hendak dicapai diantaranya adalah : a.) Ketetapan sntadar kenaikan kelas. Untuk keniaikan kelas disepakati bahwa absen kehadiran siswa harus bersih artinya tidak banyak alfa. b.) Menentukan ketetapan kriterial ketuntasan minimal (KKM). Kegiatan penetapan KKM dilaksanakan dengan tehnik rapat bersama komponen warga sekolah khususnya guru sebagai tenaga pendidik dan kepala sekolah memiliki peranan membimbing dan mengarahkan, adapun hasil wawancara yang dihimpun peneliti bahwa KKM di SD Negeri 5 Sintang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah yaitu 75 untuk bidang study tertentu maka bisa berubah sesuai dengan tingkat kesukarannya. 2.) Kalender Sekolah ini dikembangkan oleh sekolah yang beracuan pada kalender Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang. Manfaat dari kelender pendidikan ini adalah untuk menyusun program kerja di sekolah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Media Pembelajaran Interaktif untuk Kelas 1 Sekolah Dasar Berdasarkan Kurikulum 2013 Berbasis Android | Hofany | Jurnal Infra 4619 8787 1 SM

Media Pembelajaran Interaktif untuk Kelas 1 Sekolah Dasar Berdasarkan Kurikulum 2013 Berbasis Android | Hofany | Jurnal Infra 4619 8787 1 SM

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini semakin pesat. Salah satunya dapat dilihat dari perkembangan telepon genggam. Dulu, telepon genggam hanya digunakan sebagai alat komunikasi melalui telepon dan sms saja. Akan tetapi dengan semakin berkembangnya teknologi, membuat telepon genggam tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai alat untuk memudahkan pengguna dalam kehidupan sehari-hari melalui fasilitas yang disediakan pada telepon genggam. Beberapa contoh fasilitas yang umumnya terdapat pada telepon genggam antara lain: media sosial, mesin pencari, email, game, organizer, pemutar musik dan video, kamera, dan lain-lain. Pengguna telepon genggam pun semakin tahun semakin bertambah. Dikutip di detikINET, Indonesia menduduki posisi 5 besar dunia dengan pengguna aktif smartphone sebanyak 47 juta. [2]
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

T1  Abstract Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Skim Penjumlahan Bilangan Pecahan pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar

T1 Abstract Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Skim Penjumlahan Bilangan Pecahan pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar

Skim adalah alat asimilasi dan dengan itu merupakan satu generalisasi. Oleh karena itu, skim berhubungan atau terlibat dalam setiap aktivitas kecerdasan. Skim pikiran merupakan satu bentuk aktivitas pikiran yang digunakan oleh siswa sebagai bahan mentah untuk proses refleksi dan pengabstrakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui secara pasti skim penjumlahan bilangan pecahan yang dimiliki oleh siswa kelas 5 sekolah dasar. Subjekdalam penelitian ini adalah tiga siswa kelas 5 Sekolah Dasar yang berusia sekitar 10 – 11 tahun. Teknik analisis data menggunakan empat tahap yaitu data colektion, data reduction, data display dan data conclution. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tujuh skim penjumlahan bilangan pecahan yang dimiliki oleh siswa dalam mengerjakan soal penjumlahan bilangan pecahan yaitu skim pemecah bilangan, skim pengabungan bilangan, skim penjumlahan pembilang, skim kebalikan pemecah bilangan, skim kebalikan penjumlahan langsung, dan skim kebalikan penjumlahan pembilang dan skim menyederhanakan pembilang dan penyebut. Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui secara pasti skim penjumlahan bilangan pecahan yang dimiliki oleh siswa kelas 5 sekolah dasar.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

t pd 1007365 chpater1

t pd 1007365 chpater1

Identifikasi Dan Perumusan Masalah Masalah Penelitian yang akan dibahas dalam penelitian ini dibatasi pada menulis dongeng bagi siswa kelas 5 Sekolah Dasar dengan menggunakan Model p[r]

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...