Sektor Transportasi

Top PDF Sektor Transportasi:

Analisis Kausalitas Anggaran Sektor Transportasi dengan Pertumbuhan Sektor Transportasi SU

Analisis Kausalitas Anggaran Sektor Transportasi dengan Pertumbuhan Sektor Transportasi SU

Dari hasil estimasi terhadap hasil uji akar-akar unit (Unit Roots), kedua variabet yang diamati signifikan pada tingkat kepercayaan 99 persen. Pada uji derajat integrasi, variabel yang diamati stationer pada derajat tingkat satu I(l) untuk PDRB sektor transportasi (PDRBST) dan anggaran sektor transportasi (APBDST). Hasil Estimasi pada uji Granger Causality Test menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang searah, yaitu PDRB sektor transportasi (PDRBST) yang mempengaruhi anggaran sektor transportasi (APBDST).

3 Baca lebih lajut

STRATEGI PENGGUNAAN ENERGI DI SEKTOR TRANSPORTASI

STRATEGI PENGGUNAAN ENERGI DI SEKTOR TRANSPORTASI

Dalam makalah ini akan dibahas strategi pengunaaan energi di sektor transportasi berdasarkan hasil studi dengan menggunakan Model MARKAL yang merupakan model energi dengan optimasi biaya yang terkecil. Sektor transportasi yang termasuk dalam studi ini adalah transportasi darat, air, udara dan kereta api. Transportasi dari terdiri atas mobil, truk, bis dan sepeda motor. Transportasi air dan udara masing- masing terdiri atas transportasi domestik dan internasional. Sedangkan skenario yang digunakan adalah kasus tanpa tindakan (DNC- Doing Nothing Case) dan kasus pengurangan emisi (ERC-Emission Reduction Case). Pada DNC teknologi yang dipakai untuk penyediaan energi maupun pemakaian energi dianggap tidak mengalami perubahan dari yang telah ditetapkan dan direncanakan pada saat sekarang. Teknologi bersih lingkungan belum diperhitungkan dalam skenario ini. Pada ERC disusun suatu strategi penyediaan energi yang ekonomis dengan mempertimbangkan faktor lingkungan. Untuk mengurangi emisi polutan di sektor transportasi dipergunakan teknologi katalitik konverter pada kendaraan berbahan bakar bensin dan penggunaan mesin diesel yang beremisi rendah.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODA TRANSPORTASI BBG UNTUK SEKTOR TRANSPORTASI DI PANTURA

PENGEMBANGAN MODA TRANSPORTASI BBG UNTUK SEKTOR TRANSPORTASI DI PANTURA

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang dikumpulkan dari lembaga pemerintah yang terkait, antara lain: DESDM, BP Migas, BPH Migas, dan BPS. Data tersebut dapat berupa data sumber gas bumi, data pemanfaatan BBG, data investasi dan operasi peralatan pengguna BBG maupun data infrastuktur lainnya. Berdasarkan data historis dan asumsi pertumbuhan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dan penduduk, dapat diproyeksikan permintaan BBG sektor transportasi jangka panjang di Pantura. Permintaan BBG tersebut harus dipasok dengan menggunakan berbagai opsi moda transportasi BBG dari sumber gas bumi yang tersedia ke pengguna akhir. Setiap opsi merupakan alternatif yang mungkin untuk dikembangkan dan perlu dianalisis lebih lanjut. Sedangkan analisis tekno-ekonomi digunakan sebagai alat untuk menentukan kelayakan suatu proyek serta untuk mengevaluasi pengambilan kebijakan pembangunan dalam sudut pandang ekonomi. Dengan analisis ini berbagai alternatif dapat dikaji dan dapat dibuat rekomendasi yang layak secara ekonomi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi PDB Sektor Transportasi Dan Telekomunikasi Indonesia

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi PDB Sektor Transportasi Dan Telekomunikasi Indonesia

Dalam aspek perekonomian, transportasi mempunyai pengaruh yang besar. Bahkan data menunjukan salah satu kendala yang dihadapi dalam kalangan industri adalah sektor transportasi. Sebagaimana dikemukakan dalam kata pertimbangan undang-undang Republik Indonesia tentang transportasi ini, pada umumnya dikemukakan bahwa transportasi merupakan sarana yang sangat penting dan strategis dalam memperlancar roda perekonomian, memperkukuh persatuan dan kesatuan serta mempengaruhi semua aspek kehidupan bangsa dan negara. Pentingnya transportasi tersebut terrcermin pada semakin meningkatnya kebutuhan akan jasa angkutan bagi mobilitas orang serta barang dari dan keseluruh pelosok tanah air, bahkan dari dalam negeri dan keluar negeri.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Sumber sumber pertumbuhan sektor transportasi dan disparitas ekonomi wilayah di Indonesia

Sumber sumber pertumbuhan sektor transportasi dan disparitas ekonomi wilayah di Indonesia

Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa: (1) pertumbuhan sektor transportasi di Indonesia masih dipengaruhi oleh besarnya Domestic Final Demand (DFD), dimana kontribusi terbesar dari DFD tersebut merupakan konsumsi rumah tangga. Dampak ekspor (EE) menunjukkan peningkatan dan demikian juga impor substitusi (IS). Namun demikian pengaruh teknologi menunjukkan hal yang beragam terhadap sektor transportasi seperti yang ditunjukkan oleh koefisien teknologi (TC). Secara umum di wilayah Jawa-Bali, Sulawesi dan ROI, koefisien teknologi untuk transportasi udara menunjukkan penurunan, yang berarti bahwa nilai intermediate input mengecil. Hal ini mengindikasikan adanya efisiensi disektor tersebut. Di sisi lain, disparitas cenderung konvergen untuk transportasi darat atau dengan kata lain semakin merata.
Baca lebih lanjut

444 Baca lebih lajut

Pengaruh Pendapatan Sektor Transportasi id

Pengaruh Pendapatan Sektor Transportasi id

2. Peran sektor transportasi yang terus mengalami peningkatan di Kabupaten Magetan dengan pola pertumbuhan yang signifikan berupa rerata pertumbuhan pendapatan unit penghasil sektor transportasi yang berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah adalah unit penghasil Parkir Khusus dengan nilai persentase sebesar 22%, sedangkan rerata pertumbuhan terkecil pada periode lima tahun (2006-2010) yaitu unit penghasil Ijin Trayek dengan persentase sebesar -9%. Pendapatan transportasi Kabupaten Magetan terhadap Provinsi Jawa Timur menghasilkan pengaruh yang positif PDRB Kabupaten Magetan dan Provinsi Jawa Timur yang ditandai dengan peningkatan jumlah penerimaan pendapatan sektor transportasi sebesar Rp. 144.06.016.688 juta dengan persentase 3,24 %. Pada sektor unggulan yang kompetitif atau daya saing dan memiliki spesialisasi yang dapat digunakan sektor basis pada bidang transportasi adalah subsektor Angkutan Jalan Raya yang berkontribusi pada PDRB sebesar 5,56%.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Dampak Sektor Transportasi Terhadap Sektor Pertanian Dan Peternakan.

Dampak Sektor Transportasi Terhadap Sektor Pertanian Dan Peternakan.

Subsektor angkutan darat merupakan salah satu subsektor yang mendominasi Sektor Transportasi. Lalu lintas perdagangan dan distribusi barang dan jasa lebih banyak menggunakan transportasi darat. Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa subsektor angkutan darat terdiri dari tiga kegiatan, yaitu perkeretaapian, lalulintas angkutan jalan raya (LLAJ), dan angkutan sungai danau dan pelabuhan (ASDP). Namun karena subsektor perkeretaapian telah dibahas dimuka, maka yang dikategorikan subsektor angkutan darat dalam hal ini hanya LLAJ dan ASDP.

14 Baca lebih lajut

Dampak Sektor Transportasi Terhadap Sektor Pertanian Dan Peternakan.

Dampak Sektor Transportasi Terhadap Sektor Pertanian Dan Peternakan.

Dampak Investasi Sektor Transportasi Terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Sebenarnya yang diharapkan dari investasi suatu sektor adalah adanya dampak yang dihasilkan oleh sektor tersebut terhadap perekonomian. Dampak yang ditimbulkan oleh investasi suatu sektor terhadap sektor lainnya lebih difokukan pada dampak output dari suatu sektor terhadap sektor-sektor perekonomian lainnya. Hasil perhitungan data Input-Output Tahun 2000 dengan menggunakan klasifikasi 66 sektor yang diagregasi menjadi 14 sektor yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Hasil perhitungan ini lebih difokuskan pada subsektor-subsektor yang terdapat di Sektor Transportasi. Berdasarkan data Input-Output Tahun 2000 dengan menggunakan klasifikasi 66 sektor, maka terdapat lima subsektor yang dikategorikan sebagai Subsektor Transportasi adalah Subsektor Kereta Api, subsektor Angkutan Darat, Subsektor Angkutan Laut, Subsektor Angkutan Udara, dan Subsektor Jasa Penunjang Angkutan (misalnya Pelabuhan Laut, Pelabuhan Udara, dan sebagainya). Berdasarkan hasil analisis data Input-Output Tahun 2000 yang dilakukan terhadap ke lima Subsektor Transportasi untuk melihat dampak terhadap sektor- sektor perekonomian lainnya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis Tren Kecelakaan Pada Sektor Transportasi di Indonesia (Moda Transportasi: Kereta Api).

Analisis Tren Kecelakaan Pada Sektor Transportasi di Indonesia (Moda Transportasi: Kereta Api).

KA seharusnya merupakan moda transportasi yang aman atau bahkan zero accident karena moda transportasi ini bergerak pada jalurnya sendiri yaitu rel kereta api yang tidak digunakan moda transportasi lain. Sedangkan, fungsi dari pengemudi kereta api atau masinis hanyalah memberangkatkan kereta, memperlambat atau mempercepat laju kereta, dan menghentikan kereta. Beban kerja masinis seharusnya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan moda transportasi darat lain seperti kendaraan bermotor yang sangat bergantung pada kemampuan pengemudi untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Sehingga, kecelakan KA yang masih sering terjadi cukup memprihatinkan. Pada tahun 2003 Indonesia ternyata merupakan negara dengan jumlah kecelaakaan KA tertinggi jika dibandingkan dengan negara pengguna KA lain, seperti tersaji pada tabel 1.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Pada Sektor Transportasi Terhadap Pertumbuhan Sektor Transportasi Di Kota Medan

Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Pada Sektor Transportasi Terhadap Pertumbuhan Sektor Transportasi Di Kota Medan

Hal ini diakibatkan karena kota Medan sebagai ibukota Sumatera Utara yang menjadi titik penghubung antara Sumatera Utara dengan propinsi lainnya, hal ini diperkuat dengan transportasi laut dan udara utama yang ada di kota Medan (Pelabuhan Belawan dan Bandara Polonia). Selain itu, kota Medan juga sebagai salah satu pintu gerbang internasional Indonesia, yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara Asia Tenggara (Malaysia, Singapura, Thailand). Sehingga sektor transportasi sangat penting dikembangkan, karena sangat berpengaruh kontribusi terhadap PDRB di kota Medan dan juga berpengaruh terhadap sektor-sektor lainnya (industri, perdagangan, pariwisata, dan lain-lain).
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Pengelolaan Penggunaan Bahan Bakar Minyak yang Efektif pada Transportasi Darat Effective Management of Fuel Use for Land Transportation

Pengelolaan Penggunaan Bahan Bakar Minyak yang Efektif pada Transportasi Darat Effective Management of Fuel Use for Land Transportation

Penggunaan energi sektor transportasi dalam mendorong dan menunjang berbagai sector, kenyataannya 90% berupa bahan bakar minyak (BBM) yang cenderung tumbuh 8,6% per tahun yang lebih besar daripada pertumbuhan konsumsi untuk rumah tangga 3,7% , pembangkit listrik 4,6%, tetapi sedikit lebih kecil dari pertumbuhan konsumsi industri 9,1%. Cadangan BBM berbasis fosil atau minyak bumi yang tidak terbarukan sudah sangat menipis; yaitu cadangan terbukti hanya sebesar 3,7 miliar barel (2008) dengan produksi pertahun 0,36 milyar barel atau
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISA KOMODITASPRODUK UNGGULAN DI KABUPATEN KEPULAUAN SITARO

ANALISA KOMODITASPRODUK UNGGULAN DI KABUPATEN KEPULAUAN SITARO

Tujuan penelitian mengetahui komoditas/produk unggulan untuk dikembangkan sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan SITARO. Metode penelitian yang digunakan analisis Shift Share. Hasil penelitian didapat ialah peningkatan perekonomian di Kabupaten Kepulauan SITARO disumbangkan oleh sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor perdagangan Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, sektor konstruksi dan transportasi. Perekonomian Kabupaten Kepulauan SITARO mempunyai daya saing yang tinggi dan keunggulan kompetitifnya tinggi. untuk komoditi/ produk unggulan yang sangat cocok dengan kondisi wilayah di Kabupaten Kepulauan SITARO untuk pertanian ialah komoditi pala, cengkeh,ubi kayu, kelapa, keneri dan jagung. Untuk buah-buahan ialah salak, mangga, kedondong, jeruk ikan, jeruk nipis dan pisang mas. Sedangkan untuk perikanan ialah malalugis, cakalang, tude, deho dan tongkol. Bidang usaha untuk perdagangan ialah toko kelontong, kios UKM dan distributor makan. Bidang usaha di sektor transportasi ialah taxi antar pulau, taxi lokal dan mini bus. Budang usaha sektor konstruksi ialah konstruksi bangunan dan jalan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

content data inventory emisi grk sektor energi

content data inventory emisi grk sektor energi

Emisi GRK yang dihasilkan oleh sektor transportasi meningkat karena tingginya pertumbuhan jumlah kendaraan yang terjadi setiap tahun, khususnya pada angkutan jalan raya. Di satu sisi, semakin maraknya transportasi umum berbasis aplikasi online, baik motor maupun mobil, memberikan kemudahan mobilisasi berbiaya rendah. Namun, di sisi lain, hal tersebut menjadi faktor penyebab meningkatnya angkutan jalan raya sebagai salah satu sumber penghasil emisi. Gaya belanja masyarakat yang mulai beralih ke e- commerce, juga membuat jasa pengiriman barang tumbuh dengan pesat. Hal-hal inilah yang memicu pertumbuhan emisi GRK di sektor tranportasi. Pencapaian target pemerintah dalam menyiapkan solusi angkutan umum massal harus menjadi prioritas utama bila tidak menginginkan angka emisi sektor transportasi kembali melonjak seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilisasi yang semakin nyata.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perubahan Pola Penggunaan Energi dan Per

Perubahan Pola Penggunaan Energi dan Per

Krisis ekonomi di Indonesia banyak dipengaruhi oleh ketergantungan industri dan masyarakat terhadap barang impor. Untuk mengatasi krisis tersebut perlu menggali semua potensi dan kemampuan ekspor nasional serta melakukan transformasi struktur produksi yang lebih mengutamakan bahan baku lokal dan pasar export. Dengan strategi ini akan mengubah pola penggunaan energi. Secara sektoral untuk jangka panjang, pangsa penggunaan energi yang terbanyak telah berubah dari sektor industri besar ke sektor transportasi. Sektor transportasi mempunyai pangsa sebesar 34 %, diikuti oleh sektor industri sedang/kecil (27 %) dan sektor industri besar (23 %). Sedangkan pangsa terbesar penyediaan energi final sudah bergeser dari hasil kilang ke biomasa pada kondisi resesi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Outlook Energi Indonesia 2013 pdf

Outlook Energi Indonesia 2013 pdf

Akhir-akhir ini ada dua isu yang menjadi perhatian nasional, yaitu pelaksanaan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009, tentang kewajiban industri pertambangan mineral untuk melaksanakan pengolahan bahan tambang sebelum diekspor selambat-lambatnya tahun 2014, serta peningkatan impor bahan bakar minyak yang sangat mempengaruhi alokasi subsidi energi. Dalam buku OEI 2013 ini diulas secara khusus dua kasus pemenuhan kebutuhan energi pada peningkatan nilai tambah mineral dan substitusi bahan bakar pada sektor transportasi untuk mengurangi dominasi penggunaan bahan bakar minyak. Masing-masing kasus akan memberikan gambaran tentang strategi yang dapat diambil dalam menyediakan energi untuk memenuhi kebutuhan energi. Dalam buku ini juga dibahas secara rinci berbagai kemungkinan dalam penyediaan energi baik energi fosil, energi terbarukan maupun pengembangan pembangkit listrik. Keterkaitan antara sektor pengguna dan penghasil energi dengan pembangunan ekonomi, kebijakan serta teknologi yang prospektif untuk dikembangkan dimasa mendatang menjadi perhatian dan pertimbangan dalam menyusun buku OEI 2013 ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BPPT Outlook Energi Indonesia 2011 Dual Language Version

BPPT Outlook Energi Indonesia 2011 Dual Language Version

OEI 2011 ini berisi proyeksi atau tren produksi dan penggunaan energi, kajian penerapan teknologi energi, serta energi alternatif di masa depan hingga tahun 2030. Dalam menyusun proyeksi tersebut tim juga mempertimbangkan keterkaitan antara sektor energi dengan pembangunan ekonomi, kebijakan serta teknologi yang prospektif untuk dikembangkan dimasa mendatang. OEI 2011 berisi kajian untuk mengoptimalkan penyelesaian masalah-masalah di bidang energi. BPPT secara berkala akan menerbitkan buku OEI dan OEI 2011 ini merupakan terbitan yang ketiga. Dalam OEI 2011 ini akan memberikan gambaran tentang masalah energi baik dari sisi kebutuhan maupun penyediaan energi dan secara lebih mendalam akan menyoroti masalah pengembangan energi pada sektor transportasi dan ketenagalistrikan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS STRUKTUR PEREKONOMIAN BERDASARKANPENDEKATAN SHIFT SHARE DI SURAKARTA Analisis Struktur Perekonomian Berdasarkan Pendekatan Shift Share di Surakarta Tahun 2008-2013.

ANALISIS STRUKTUR PEREKONOMIAN BERDASARKANPENDEKATAN SHIFT SHARE DI SURAKARTA Analisis Struktur Perekonomian Berdasarkan Pendekatan Shift Share di Surakarta Tahun 2008-2013.

Dilihat dari analisis shift share untuk kontribusi PDRB di Kota Surakarta tahun analisis 2008-2013. Komponen jumlah anaisis shift share menunjukan nilai positif semua dari 8sektor tersebut. Sektor perdagangan yang paling banyak memberikan kontribusi terhadap PDRB di Kota Surakarta diikuti sektor jasa, sektor kontruksi, sektor keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor transportasi, sektor listrik, gas dan air, sektor pertanian dan perikanan dan sektor pertambangan. Artinya bahwa telah terjadi pergeseran sektor perekonomian dari sektor perekonomian tradisonal menjadi sektor ekonomi modern.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BPPT   Outlook Energi Indonesia 2013

BPPT Outlook Energi Indonesia 2013

Akhir-akhir ini ada dua isu yang menjadi perhatian nasional, yaitu pelaksanaan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009, tentang kewajiban industri pertambangan mineral untuk melaksanakan pengolahan bahan tambang sebelum diekspor selambat-lambatnya tahun 2014, serta peningkatan impor bahan bakar minyak yang sangat mempengaruhi alokasi subsidi energi. Dalam buku OEI 2013 ini diulas secara khusus dua kasus pemenuhan kebutuhan energi pada peningkatan nilai tambah mineral dan substitusi bahan bakar pada sektor transportasi untuk mengurangi dominasi penggunaan bahan bakar minyak. Masing-masing kasus akan memberikan gambaran tentang strategi yang dapat diambil dalam menyediakan energi untuk memenuhi kebutuhan energi. Dalam buku ini juga dibahas secara rinci berbagai kemungkinan dalam penyediaan energi baik energi fosil, energi terbarukan maupun pengembangan pembangkit listrik. Keterkaitan antara sektor pengguna dan penghasil energi dengan pembangunan ekonomi, kebijakan serta teknologi yang prospektif untuk dikembangkan dimasa mendatang menjadi perhatian dan pertimbangan dalam menyusun buku OEI 2013 ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGUNAAN METODE IRAP DALAM PENENTUAN PRIORITAS PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN (STUDY KASUS DESA KALIMAS KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA) Hari Wibowo

PENGUNAAN METODE IRAP DALAM PENENTUAN PRIORITAS PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN (STUDY KASUS DESA KALIMAS KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA) Hari Wibowo

Penelitian ini menggunakan metode IRAP, yang merupakan prosedur perencanaan yang telah terekomendasi yang mampu menjawab kebutuhan akses riil penduduk desa. Ada 4 (empat) tahap analisis yang dilakukan yaitu : (1) penetapan indikator aksesibilitas, (2) penetapan bobot indikator, (3) perhitungan nilai aksesibilitas, dan (4) penentuan dusun dan sektor prioritas. Metode survei yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode home interview. Instrumen yang digunakan dalam home interview adalah kuisioner penentuan nilai indikator dan kuisioner penentuan bobot indikator.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

jurnal Irap

jurnal Irap

Ada enam sektor yang dianggap sangat penting oleh penduduk dalam rangka upaya peningkatan aksesibilitas yaitu : sektor pertanian, air, pasar, kesehatan, pendidikan dan sektor perikanan Semua dusun di Desa Kalimas, prioritas utama perlu penanganan aksesibilitas adalah pada sektor pertanian. Sektor pertanian di Dusun Melati merupakan sektor dan dusun prioritas pananganan aksesibilitas di Desa Kalimas karena memiliki nilai aksesibilitas terbesar yaitu 15,223. Intervensi yang harus dilakukan pada dusun dan sektor prioritas (Dusun Melati pada sektor pertanian) adalah penanganan prasarana transportasi berupa peningkatan jaringan jalan dan perbaikan jembatan yang ada sehingga kondisi jalan dan jembatan lebih baik dan dapat digunakan pada setiap musim dengan demikian akan memperlancar kegiatan pertanian penduduk.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects