Sel Saraf

Top PDF Sel Saraf:

Simulasi propagasi impuls pada sel saraf terkopel menggunakan model FitzHugh-Nagumo

Simulasi propagasi impuls pada sel saraf terkopel menggunakan model FitzHugh-Nagumo

Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang berfungsi untuk menyampaikan rangsangan yang dideteksi dan direspon oleh tubuh. Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam. Sistem saraf terdiri atas banyak sel saraf, yang biasa disebut dengan neuron. Sel saraf berfungsi mengirimkan pesan yang berupa rangsangan atau tanggapan dari badan sel menuju ke dendrit. Setelah menerima berjuta-juta rangsangan informasi yang berasal baik dari luar maupun dari dalam tubuh, rangsangan tersebut diintegrasikan dan kemudian digunakan untuk menentukan respon apa yang akan diberikan oleh tubuh. 1 Penjalaran atau propagasi serta proses integrasi impuls sel saraf merupakan hal yang menarik untuk dipelajari.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Regenerasi Sel Saraf Post Injury Referat

Regenerasi Sel Saraf Post Injury Referat

Tingkatan ketiga yang diajukan oleh Sunderland adalah cedera intrafascicular yang melibatkan gangguan dari akson serta tabung endoneurialnya (lamina basal sel Schwann). Perineurium terhindar dan karenanya arsitektur fascicular saraf tersebut dapat dipertahankan. Degenerasi retrograde parah, dan beberapa sel saraf tubuh hilang, mengurangi jumlah akson yang tersedia untuk regenerasi. Fibrosis intrafascicular (scar), yang merupakan akibat dari pendarahan, edema, dan iskemia, menjadi penghalang untuk regenerasi aksonal. Oleh karena itu, pemulihannya tidak lengkap. Regenerasi akson terbatas dalam fasciculi asli, tetapi tidak lagi terbatas dalam tabung endoneurial aslinya. Oleh karena itu, pertumbuhan yang salah arah dapat terjadi: misalnya akson sensorik mungkin melakukan regenerasi sepanjang tabung motorik. Cedera proksimal lebih cenderung mengakibatkan kematian sel saraf dan dalam proporsi yang signifikan untuk akson yang salah arah. Pemulihan setelah tingkat tiga cedera saraf sangat tertunda. Tampilan luar saraf tidak akan secara akurat mencerminkan tingkat parahnya gangguan intrafascicular dan disorganisasinya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Stimulus yang Mempengaruhi Sel Sel Saraf

Stimulus yang Mempengaruhi Sel Sel Saraf

rangsangan yang diterima oleh mahluk hidup. Inilah mengapa sel saraf merupakan salah satu sel yang paling penting diantara yang lainnya. Di dalam kumpulan sel saraf ini terbentuk pula komunikasi sel yang memungkinkan terjadinya komunikasi atau penyampaian signal kepada sel, satu sama lain. Dari komunikasi dan reaksi sel-sel saraf akan terbentuk sistem pada tubuh mahluk hidup. Banyak jenis sistem yang dapat terbentuk, tetapi dimakalah ini akan dibahas mengenai homeostasis dimana tubuh selalu berusaha berada pada kondisi keseimbangan yang ideal (sehat). Ketika homeostasis terganggu (misalnya sebagai respon terhadap stressor), tubuh mencoba untuk mengembalikannya dengan menyesuaikan satu atau lebih proses fisiologis dari mulai pelepasan hormon-hormon sampai reaksi fisik yang diusahakan untuk memperbaiki keadaan tubuh yang ada. Homeostasis pun masih dibagi ke beberapa proses-proses tertentu.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Regenerasi Sel Saraf Post Injury Referat | Karya Tulis Ilmiah jadi refrat saraf

Regenerasi Sel Saraf Post Injury Referat | Karya Tulis Ilmiah jadi refrat saraf

Laserasi saraf perifer adalah luka yang paling sering terjadi dan paling sering menimbulkan kecacatan jangka panjang yang berhubungan dengan nyeri (Jacquet et. Al. 2001), kelemahan otot, dan kekurangan kemampuan sensoris pada reseptor saraf organ target di kulit, sendi dan otot (Lundberg dan Rosen. 2007). Bahkan fungsi normal tidak dapat dikembalikan bila jaringan saraf diperbaiki (Lundborg 2000). Jejas pada saraf biasanya mengenai dewasa muda, dan umumnya adalah luka akibat pekerjaan seperti terkena gelas, pisau atau mesin ( Mc. Allister et al. 1996 ; Rosbeg et al 2005 ), akan tetapi sejumlah penderita akibat kecelakaan lalu lintas, penyerangan, dan luka akibat kesalahan sendiri. Keparahan dari luka bervariasi, mulai dari minor, seperti jejas pada saraf di jari- jari, hingga mayor, seperti jejas plexus brachialis. 1
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

makalah perkembangan hewan proses Neurul

makalah perkembangan hewan proses Neurul

Secara umum, sistem saraf bertanggung jawab untuk mengkoordinasi respon yang cepat san cermat. Sinyal - sinyal saraf dalam bentuk potensial aksi secara cepat merambat di sepanjang serat-serat sel saraf, menyebabkan pelepasan suatu neurotransmitter di ujung saraf yang akan berdifusi hanya dalam jarak yang sangat dekat ke sel sasarannya sebelum respon timbul. Respon yang diperantarai oleh sel saraf bukan hanya cepat, tetapi juga singkat, kerjanya dengan cepat terhenti karena neurotransmitter dengan cepat disingkirkan dari sasarannya. Hal ini memungkinkan penghentian respon, pengulangan respon yang berlangsung hampir dengan segera atau muncul respon alternatif dengan segera, bergantung pada keadaan (sebagai contoh, perubahan cepat perintah ke kelompok-kelompok otot yang diperlukan untuk mengkoordinasikan gerakan berjalan). Cara kerja ini menyebabkan komunikasi saraf berlangsung cepat dan cermat. Jaringan sasaran saraf bagi system saraf adalah otot-otot dan kelenjar, terutama kelenjar eksokrin.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

MAKALAH SISTEM SARAF  Manusia Fisiologi

MAKALAH SISTEM SARAF Manusia Fisiologi

Medulla oblongata disebut juga dengan sumsum lanjutan atau penghubung atau batang otak. Terletak langsung setelah otak dan menghubungkan dengan medulla spinalis, di depan cerebellum. Susunan korteksnya terdiri dari neurit dan dendrit dengan warna putih dan bagian medulla terdiri dari badan sel saraf dengan warna kelabu. Medulla oblongata berfungsi sebagai pusat pengaturan ritme respirasi, denyut jantung, penyempitan dan pelebaran pembuluh darah, tekanan darah, gerak alat pencernaan, menelan, batuk, bersin, sendawa.

14 Baca lebih lajut

Sistem saraf pada manusia berbasis

Sistem saraf pada manusia berbasis

menghantarkan rangsang dari badan sel saraf menghantarkan rangsang dari badan sel saraf ke sel saraf lainnya. Akson dibungkus oleh ke sel saraf lainnya. Akson dibungkus oleh selubung mielin. Pada selubung mielin selubung mielin. Pada selubung mielin

30 Baca lebih lajut

Materi IPA SMP Kelas 9 (Sistem Indera)

Materi IPA SMP Kelas 9 (Sistem Indera)

Barangkali kamu tidak mengira bahwa kulitmu adalah organ indera. Kulit mempunyai berbagai sel saraf yang menerima rangsang mengenai adanya perubahan di sekitar tubuhmu. Kulit mempunyai dua lapisan, yaitu epidermis dan dermis. Epidermis adalah lapisan luar kulit. Dermis adalah lapisan dalam kulit. Di manakah letak sel-sel saraf pada kedua lapisan ini? Mengapa tubuh kita merasakan sakit? Pentingkah rasa sakit ini bagi tubuh kita? Sel-sel saraf di dalam kulit mendeteksi perubahan sentuhan, tekanan, dan temperatur dan menghantarkan impuls ke otak atau sumsum tulang belakang. Sel-sel ini membantumu menikmati atau menghindari benda-benda di sekitarmu.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

MATA DAN MEKANISME MELIHAT net

MATA DAN MEKANISME MELIHAT net

Makhluk hidup selalu berhubungan dengan perubahan lingkungan luar untuk mengatasi perubahan lingkungan mahluk hidup di lengkapi dengan organ yang dapat menerima impuls syaraf dengan berbagai bentuk, organ tersebut ialah reseptor yang mampu menerima impuls dan disebut indra. Mata adalah organ penglihatan. Mata mendeteksi cahaya dan mengubahnya menjadi impuls elektrokimia pada sel saraf. Dalam organisme yang lebih tinggi, mata adalah sistem optik kompleks yang mengumpulkan cahaya dari lingkungan sekitarnya, mengatur intensitasnya melalui diafragma, memfokuskan melalui perakitan yang menyesuaikan lensa untuk membentuk sebuah gambar, mengkonversi gambar tersebut menjadi satu himpunan sinyal listrik, dan mentransmisikan sinyal-sinyal ke otak melalui jalur saraf kompleks yang menghubungkan mata melalui saraf optik menuju korteks visual dan area lain dari otak.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN

KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN

• Impuls motorik – Dari sel piramidal pada daerah motorikdalam korteks melintasi akson serabut saraf disubstansi alba medula spinalis-> dendrit sel saraf mtorik pada cornu anterior[r]

112 Baca lebih lajut

MATERI ANATOMI OTAK

MATERI ANATOMI OTAK

Pertemuan 2 : Perkembangan otak dan faktor-faktor yang mempengaruhinya Pertemuan 3 : Mikroanatomi sel saraf Pertemuan 4 : Myelinisasi sel saraf, plastisitas otak dan periode kritis Pe[r]

1 Baca lebih lajut

Analisis Deskriptif Miskonsepsi Siswa SMA pada Materi Sistem Saraf Manusia Menggunakan Teknik Certainty Response Index

Analisis Deskriptif Miskonsepsi Siswa SMA pada Materi Sistem Saraf Manusia Menggunakan Teknik Certainty Response Index

observasi pada saat pembelajaran materi sistem saraf di kelas. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan persentase berdasarkan penghitungan nilai CRI yang didapat. Hasil dari penelitian ini di dapat, terjadi miskonsepsi pada beberapa sub materi sistem saraf yang menjadi fokus pembelajaran dan fokus materi belajar. Miskonsepsi yang didapat adalah hasil penelitian menunjukkan adanya miskonsepsi pada fungsi dan struktur sel saraf sebesar 4,85%, mekanisme impuls saraf sebesar 4,37%, sistem saraf pusat sebesar 2,93%, mekanisme gerak refleks sebesar 4,10%, sistem saraf tepi sebesar 7, 21% dan gangguan serta kelainan pada sistem saraf sebesar 9,21%. Kesimpulannya: sebagian kecil siswa mengalami miskonsepsi pada sistem saraf pusat, sebagian besar siswa mengalami miskonsepsi pada konsep neuron, konsep fungsi akson, konsep fungsi neuron sensorik dan cara kerja saraf simpatik, serta cukup besar siswa mengalami miskonsepsi pada konsep sistem saraf tepi manusia.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

550 ERNI RUKMANA G2C009024

550 ERNI RUKMANA G2C009024

Ketersediaan glukosa darah selama latihan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap performa atlet. Apabila kadar glukosa darah menurun, fungsi sel otak terganggu karena sel saraf tidak menyimpan karbohidrat akibatnya akan berdampak pada penurunan peforma atlet. 1,3 Cairan yang mengandung karbohidrat dan elektrolit selama dan setelah pertandingan akan membantu menjaga kadar glukosa darah, menurunkan risiko dehidrasi, dan hipotermia. 4,5 Selain itu, konsumsi cairan karbohidrat sebelum pertandingan dapat mengoptimalkan konsentrasi glukosa darah melalui pasokan karbohidrat. 5-7 Salah satu cara untuk penyediaan karbohidrat dalam tubuh yaitu menggunakan minuman berkarbohidrat. 1,8
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN HEWAN.ppt

STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN HEWAN.ppt

 Berperan mengirimkan sinyal-sinyal ke seluruh tubuh  Tersusun dari sel-sel saraf yang disebut Neuron  Neuron dibedakan menjadi : > Neuron Sensorik : menerima sinyal dari lingkunga[r]

64 Baca lebih lajut

Kajian IPA terpadu pada Belut listrik

Kajian IPA terpadu pada Belut listrik

Organ elektrik tersusun dari sel saraf dan sel otot, berupa lempengan tipis seperi wafer atau piringan kecil di sebut elektropat atau elektrosit.. Prinsip kerja piringan tersebut seperti[r]

22 Baca lebih lajut

Bidang Kemahasiswaan BELAJAR EFEKTIF

Bidang Kemahasiswaan BELAJAR EFEKTIF

OTAK KITA YANG AJAIB Memiliki 1 triliun sel otak  100 miliar sel saraf aktif  900 miliar sel lain yang menghubungkan, dll Setiap 1 dari 100 miliar neuron mampu tumbuh dan bercabang[r]

13 Baca lebih lajut

Soal dan jawaban sistem saraf

Soal dan jawaban sistem saraf

Karena lobus parietal otak yang berperan dalam kegiatan mendengar mengalami benturan yang dapat merusak sel-sel saraf di daerah tersebut.. Karena penggunaan obat psikotropika secara semb[r]

11 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Struktur Hewan Jaringa (5)

Laporan Praktikum Struktur Hewan Jaringa (5)

Jaringan saraf merasakan adanya stimulus atau rangsangan dan menghantarkan sinyal dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya. Unit fungsional jaringan saraf adalah neuron, atau sel saraf, yang secara unik dikhususkan untuk menghantarkan sinyal yang disebut impuls saraf. Neuron terdiri atas sebuah badan sel dan dua atau lebih penjuluran, atau proses yang disebut dendrite dan akson, yang panjangnya bias mencapaisatu meter pada manusia. Dendrit menghantarkan impuls dari ujungnya menuju bagian neuron yang lainnya. Akson menghantarkan impuls menuju neuron lainnya atau menuju efektor (Campbell, 2004: 8).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

cardiovaskular semester 2 Sistem Saraf pada Otak

cardiovaskular semester 2 Sistem Saraf pada Otak

Neuron pada manusia dapat kita kelompokkan berdasarkan struktur dan fungsinya. Neuron berdasarkan strukturnya dibagi menjadi tiga tipe, yaitu neuron multipolar, neuron bipolar, neuron unipolar. Neuron multipolar adalah tipe neuron yang memiliki banyak dendrite dan satu akson. Neuron bipolar memiliki hanya satu dendrite dan satu akson, sedangkan neuron unipolar tidak memiliki dendrite dan proses penghantaran impuls dilakukan oleh satu akson.Neuron berdasarkan fungsinya dibedakan atas sel saraf sensorik (afferent), sel saraf motorik(efferent), dan sel saraf konektor (association). Sel saraf sensorik berfungsi menghantarkan rangsangan (impuls) dari indra ke saraf pusat (otak) dan sumsum tulang belakang. Sel saraf motorik berfungsi menghantarkan rangsangan dari saraf pusat (otak) atau sumsum tulang belakang ke otot atau kelenjar. Rangsangan dari sel saraf sensorik diteruskan menuju sel saraf motorik melalui sel saraf konektor. 5
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KLAS 6 Soal IPA 2 Semester 2

KLAS 6 Soal IPA 2 Semester 2

Bagian sel saraf yang merupakan juluran panjang sitoplasma dan berfungsi menghantarkan rangsang dari badan sel ke saraf lainnya disebut..... Sel saraf yang berfungsi membawa rangsang dar[r]

3 Baca lebih lajut

Show all 7885 documents...