SELF-CONCEPT SISWA

Top PDF SELF-CONCEPT SISWA:

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT ATTAINMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DAN SELF CONCEPT SISWA SMP: Studi Kuasi Eksperimen Pada Kelas VIII di Salah Satu SMP Negeri Tarogong Kaler Garut.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT ATTAINMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DAN SELF CONCEPT SISWA SMP: Studi Kuasi Eksperimen Pada Kelas VIII di Salah Satu SMP Negeri Tarogong Kaler Garut.

yang diberikan dan optimis dengan jawaban yang dimilikinya serta bersikap bijak dengan pendapat orang lain. Akan tetapi, siswa yang memiliki self concept negatif cenderung ragu dalam memberikan jawaban dan mudah terpengaruh oleh jawaban temannya. Maka dari itu, dalam situasi ini guru memberikan motivasi dan mencoba kembali meningkatkan self concept siswa dengan pertanyaan berikutnya. Keberhasilan siswa dalam pendidikan dapat dilihat dari bagaimana kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Hal tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan kognitif saja, tapi ada faktor internal yang sangat berpengaruh yaitu self concept. Siswa yang memiliki self concept positif akan mengetahui tanggung jawabnya dalam belajar. Kemampuannya dalam mengendalikan diri akan menumbuhkan sikap optimis dalam mengerjakan soal- soal yang menantang bahkan dapat mempengaruhi temannya agar memiliki self concept yang positif juga.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Pembelajaran Concept Attainment dalam Numbered Heads Together untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Self Concept Siswa Sekolah Menengah Pertama - repository UPI T MTK 1302310 Title

Pembelajaran Concept Attainment dalam Numbered Heads Together untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Self Concept Siswa Sekolah Menengah Pertama - repository UPI T MTK 1302310 Title

Hesty Marwani Siregar, 2015 Pembelajaran Concept Attainment Dalam Numbered Heads Together Untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Dan Self Concept Siswa Sekolah Menen[r]

3 Baca lebih lajut

DESKRIPSI KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN KONSEP DIRI (SELF-CONCEPT) SISWA SMP NEGERI 1 KALIBAGOR

DESKRIPSI KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN KONSEP DIRI (SELF-CONCEPT) SISWA SMP NEGERI 1 KALIBAGOR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan karunia-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “DESKRIPSI KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN KONSEP DIRI (SELF-CONCEPT ) SISWA SMP NEGERI 1 KALIBAGOR”. Shalawat serta salam tidak lupa peneliti haturkan kepada Nabi Muhamad SAW.

16 Baca lebih lajut

Pembelajaran Concept Attainment dalam Numbered Heads Together untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Self Concept Siswa Sekolah Menengah Pertama.

Pembelajaran Concept Attainment dalam Numbered Heads Together untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Self Concept Siswa Sekolah Menengah Pertama.

Pembelajaran kooperatif NHT juga menunjang pengembangan self concept siswa dengan terlibatnya siswa dalam proses pembelajaran. Sesuai dengan pendapat Musriandi (2013) bahwa belajar kelompok atau bersama adalah metode dan teknik yang sesuai untuk mengembangkan self concept, karena siswa ikut terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran ini menekankan pada proses dan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar di sekolah, antara lain siswa diberi kesempatan mengumpulkan dan menyampaikan gagasan, menunjukkan kemampuan berpikir serta menunjukkan motivasi, tanggung jawab dan rasa percaya diri dalam belajar secara mandiri maupun bekerjasama dalam kelompok. Karakteristik pembelajaran kelompok tercermin dalam pembelajaran kooperatif NHT. Pada pembelajaran kooperatif NHT, siswa dituntut untuk dapat bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam menyelesaikan tugas, berani menyampaikan gagasan dalam diskusi kelompok, dan bertanggung jawab terhadap hasil kerja kelompoknya. Oleh karena itu, pembelajaran kooperatif NHT dapat mengembangkan self concept siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat Silvernail (Rahman, 2010) yang menyatakan bahwa self concept positif ditandai dengan dapat bekerja sama dengan orang lain, berani mengemukakan pengalaman-pengalamannya, dan dapat bertanggung jawab.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SERTA SELF-CONCEPT SISWA MTS MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH : Penelitian Kuasi Eksperimen pada Salah Satu MTs Negeri di Kabupaten Subang.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SERTA SELF-CONCEPT SISWA MTS MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH : Penelitian Kuasi Eksperimen pada Salah Satu MTs Negeri di Kabupaten Subang.

Hubungan antara self-concept dan pencapaian akademis ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Brookover, Thomas dan Paterson (Burns, 1993) terhadap 1.000 anak-anak yang berusia 12 tahun. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kemampuan self-concept dipandang sebagai suatu faktor yang cukup berarti dalam pencapaian prestasi akademis pada segala tingkatan usia. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Stenner dan Katzenmeyer (Burns, 1993) yang menyelidiki hubungan antara self-concept dan pencapaian kemampuan akademik dengan menggunakan dua buah tes kemampuan, enam buah tes pencapaian prestasi dan tujuh buah skala observasi diri terhadap 225 anak berusia 11 tahun di daerah pedalaman Virginia Barat. Korelasi antara skor skala observasi diri dan tes pencapaian prestasi lebih besar secara signifkan dibandingkan dengan skala observasi dengan tes kemampuan. Hal ini mendukung hipotesis bahwa self-concept berperan penting dalam pencapaian prestasi akademis. Penelitian tentang hubungan self-concept dan prestasi belajar siswa juga dilakukan oleh Yara dan Ayodele (Salamor, 2013) yang menemukan bahwa, self-concept siswa yang positif terhadap matematika akan meningkatkan prestasi matematika siswa tersebut.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DAN SELF-CONCEPT SISWA DI SMK - repo unpas

BAB I PENDAHULUAN - MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DAN SELF-CONCEPT SISWA DI SMK - repo unpas

Selain itu, hasil wawancara dengan guru bidang studi matematika juga menunjukkan masih banyak masalah–masalah yang dihadapi siswa dalam pembelajaran . Kemampuan dasar yang masih rendah, mengakibatkan siswa tidak aktif dalam bertanya, entah karena takut atau tidak tau apa yang ingin mereka tanyakan. Sehingga pembelajaran didalam kelas menjadi kurang aktif, Sering kali siswa tidak bisa menjawab pertanyaan dalam kegiatan diskusi, ada juga siswa yang menjawab asal-asalan terhadap pertanyaan yang diajukan guru, Siswa tidak berani ketika diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, masih sering ditemukan siswa tidak mengerjakan tugas dan masih terdapatnya beberapa siswa yang merasa malu tidak percaya diri jika diminta mengerjakan soal didepan kelas, bahkan saling tunjuk satu sama lain.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN ANCHORED INSTRUCTION TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN SELF-CONCEPT SISWA.

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN ANCHORED INSTRUCTION TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN SELF-CONCEPT SISWA.

dilakukan yaitu dimulai dengan pemberian masalah, masalah memiliki konteks dengan dunia nyata, siswa secara berkelompok aktif merumuskan masalah dan mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan mereka, mempelajari dan mencari sendiri materi yang terkait dengan masalah dan melaporkan solusi dari masalah. Guru akan bertindak sebagai fasilitator dalam diskusi. Masalah yang dihadapkan kepada siswa pada awal pembelajaran dikonstruksi dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan kognitif siswa sehingga diharapkan adanya keinginan dan minat siswa memecahkan masalah tersebut. Proses pembelajaran yang diawali dengan menyajikan masalah untuk menjelaskan suatu konsep, diharapkan memunculkan respon siswa sehingga terjadinya interaksi aktif siswa terhadap materi yang mengarah kepada penyelesaian masalah selama pembelajaran berlangsung.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK DAN SELF-CONCEPT SISWA DENGAN GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN PETA KONSEP.

PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK DAN SELF-CONCEPT SISWA DENGAN GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN PETA KONSEP.

yang biasa dilakukan pada saat berlajar mengajar; (3) dapat melihat gambaran besar dari suatu gagasan sehingga membantu otak bekerja terhadap gagasan tersebut; (4) menyeleksi informasi berdasarkan sesuatu yang dianggap penting sesuai dengan tujuan. Hal ini menjelaskan bahwa pembelajaran group investigation berbantuan peta konsep diasumsikan cocok untuk berbagai penilaian dan evaluasi dalam pembelajaran yakni mengenai pengembangan ide atau menganalisis ide pengetahuan dan menyeleksi data yang dianggap penting. Oleh karena itu, group investigation berbantuan peta konsep dapat dipertimbangankan sebagai model dalam pembelajaran di kelas karena pelaksanaan pembelajaran dengan model group investigation berbantuan peta konsep diyakini mampu untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematik serta konsep diri positif siswa. Secara umum, dapat diartikan sebagai pembelajaran yang dilaksanakan secara kelompok dengan bantuan peta konsep akan meningkatkan kemampuan koneksi matematik dan self-concept. Kekhasan dari pembelajaran ini ialah siswa secara bersama-sama melakukan investigasi mendalam mengenai topik yang ditentukan, siswa juga membuat peta konsep untuk mengembangkan ide utama (materi yang dipelajari) menuju ide yang lebih luas (materi lainnya).
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

t mtk 1008834 chapter5

t mtk 1008834 chapter5

1. Pembelajaran dengan menggunakan model Anchored Instruction terbukti dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan self-concept siswa. Dengan demikian pembelajaran Anchored Instruction sebaiknya diterapkan di lapangan.

2 Baca lebih lajut

t ipa 0808070 chapter5

t ipa 0808070 chapter5

Self-concept siswa tentang matematik dalam pembelajaran dengan menggunakan program Geogebra lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional.. Self-conce[r]

3 Baca lebih lajut

T MAT 1201614 Abstract

T MAT 1201614 Abstract

Horas Parjuangan Sidauruk, 2014 Peningkatan kemampuan koneksi matematika dan self-concept siswa dengan group investigation berbantuan peta konsep Universitas Pendidikan Indonesia | [r]

2 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA SELF CONCEPT TERHADAP MA

HUBUNGAN ANTARA SELF CONCEPT TERHADAP MA

Pengembangan instrumen variabel self-concept siswa tentang matematika diawali dengan penyusunan 31 butir pernyataan yang dilengkapi dengan 4 pilihan jawaban yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju), Setiap pilihan jawaban yang diajukan memiliki skor antara 1 sampai 4. Skor variabel dapat diperoleh dengan cara menjumlahkan seluruh skor butir. Proses kalibrasi instrumen dilaksanakan dengan melakukan ujicoba kepada 60 responden. Pada tahap ujicoba instrumen dilakukan pengujian validitas butir soal dan perhitungan koefisien reliabilitas. Pada penelitian ini, pengujian validitas skala self-concept juga dilakukan oleh dosen pembimbing dan pakar self-concept di UHAMKA. Berorientasi pada validitas konstruk dan validitas isi, berupa dimensi dan indikator yang hendak diukur, redaksi setiap butir pernyataan, keefektifan susunan kalimat dan koreksi terhadap bentuk format yang digunakan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

t mtk 1008834 chapter1

t mtk 1008834 chapter1

kesempatan siswa untuk lebih berinteraksi dengan lingkungan kelas yaitu siswa lainnya selama pembelajaran berlangsung. Salbiah (2003) mengatakan self- concept positif individu dapat dilihat dari kemampuan interpersonal, kemampuan intelektual dan penguasaan lingkungan. Self-concept negatif dapat dilihat dari hubungan individu dan sosial yang terganggu. Interaksi dalam hubungan kelompok dapat berdampak positif bagi siswa dalam pencapaian kemandirian dirinya yang mencakup: pengetahuan diri, pemahaman diri, penerimaan diri dan pengambilan keputusan (Irawan, 2010). Dengan demikian pembelajaran Anchored Instruction memungkinkan self-concept siswa menjadi berkembang dan lebih baik.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

T MTK 1404582 Chapter1

T MTK 1404582 Chapter1

Dari analisis studi pendahuluan di atas, peneliti mencoba solusi alternatif dengan menerapkan model pembelajaran Learning Cycle 7E . Learning Cycle merupakan suatu model pembelajaran yang berpusat pada siswa serta berdasarkan pandangan konstruktivisme. Pengetahuan dibentuk dari pengetahuan siswa itu sendiri. Sehingga memungkinkan untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan self-concept siswa. Pada awalnya, Lea rning Cycle hanya terdiri dari tiga fase (exploration, concept interdiction, concept application ). Tiga fase tersebut berkembang menjadi lima fase ( Engage, Explore, Explain, Elabor ate, serta Evaluate ). Pada tahun 2003, Eisenkart mengembangkan Learning Cycle menjadi tujuh fase ( Elicit, Engage, Explore, Explain, Elaborate, Evaluate dan Extend ). Learning Cycle 7E dipilih karena bisa sejalan dengan pendekatan pembelajaran saintifik yang sedang trend saat ini.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

T MTK 1009593 Table of Content

T MTK 1009593 Table of Content

73 4.16 Data Deskripsi Skor Self ConceptMatematis ……… 75 4.17 Data Hasil Analisis Self Concept Siswa Kelas Eksperimen Terhadap Dimensi Keyakinan ……… 77 4.18 Data Hasil Analisis Self [r]

9 Baca lebih lajut

t mtk 1008834 table of content

t mtk 1008834 table of content

Anchored Instruction dan Kelas Konvensional ............................... 96 4.26 Hasil Uji Homogenitas Varians Gain Skala Self-Concept Siswa .... 96 4.27 Hasil Uji Perbedaan Rerata Skor Gain Skala Self-Concept Siswa .. 97 4.28 Interpretasi Nilai Korelasi ............................................................... 98 4.29 Hasil Uji Korelasi Self-Concept dan Kemampuan

8 Baca lebih lajut

t mtk 100127 chapter1

t mtk 100127 chapter1

Berdasarkan uraian tersebut, perlu ada usaha dalam meningkatkan pemecahan masalah matematis dan self-concept siswa secara bersamaan. Terdapat begitu banyak pendekatan yang telah dirumuskan oleh para ahli untuk membantu proses belajar mengajar matematika demi tercapainya tujuan dalam meningkatkan pemecahan masalah matematis dan self-concept siswa secara bersamaan. Salah satu pendekatan pembelajaran yang berpeluang untuk meningkatkan pemecahan masalah matematis dan self-concept matematis siswa secara komprehensif adalah pembelajaran dengan pendekatan diskursif, karena pendekatan pembelajaran diskursif menyediakan lingkungan untuk mengembangkan self-concept matematis siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan aktivitas matematika, refleksi terhadap aktivitas matematika yang dilakukan, dan diskusi mengenai aktivitas matematika yang dilakukan. Menurut Sierpinska (2002: 4), pendekatan diskursif berfokus pada komunikasi berupa debat, alasan-alasan logis secara tertulis, dan komunikasi matematis sehingga pendekatan ini memandang siswa dalam kelas sebagai masyarakat belajar yang berinteraksi satu sama lain.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

T MTK 1204660 Chapter3

T MTK 1204660 Chapter3

Analisis data dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian tentang self- concept siswa. Untuk melihat perbedaan self-concept siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol, dilakukan uji statistic, yaitu uji perbedaan rerata. Karena data self- concept merupakan data ordinal, maka harus dikonversi terlebih dahulu ke dalam data interval. Setelah kedua daat menjadi data interval, diuji rerata kedua kelas, dengan terlebih dahulu menguji normalitas, uji homogenitas, dan kemudian uji-t. Untuk melihat koefisien korelasi antara kemampuan berpikir kritis, kreatif matematis dan self-concept siswa, kedua jenis data harus sama, kemudian dilakukan uji korelasi dengan menggunakan program SPSS 16.0. Normalitas kedua data dari variabel tersebut sebelumnya diuji terlebih dahulu. Apabila kedua data berdistribusi normal, maka uji korelasi yang digunakan Pearson Product Moment, sementara untuk data berdistribusi tidak normal , digunakan uji non-parametrik korelasi Spearman.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Portal Publikasi - STKIP Siliwangi Bandung – HUBUNGAN ANTARA SELF-CONCEPT TERHADAP MATEMATIKA DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIK SISWA

Portal Publikasi - STKIP Siliwangi Bandung – HUBUNGAN ANTARA SELF-CONCEPT TERHADAP MATEMATIKA DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIK SISWA

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan mendeskripsikan hubungan berpikir kreatif dengan self-concept Desain penelitian ini adalah survey. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan berpikir kreatif dan skala self- concept siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 13 Jakarta dengan sampel penelitian siswa kelas VII sebanyak dua kelas yang dipilih secara cluster random sampling. Analisis data dilakukan secara kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap data kemampuan berpikir kreatif dan data self-concept. Instrumen yang digunakan sebanyak 12 soal tes kemampuan berpikir kreatif dan 31 pernyataan mengenai self-concept. Dalam perhitungan ujicoba intrumen menggunakan program Anates dan perhitungan statistik menggunakan SPSS 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-concept mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif siswa.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

T MTK 1302310 Chapter1

T MTK 1302310 Chapter1

Pembelajaran kooperatif NHT juga menunjang pengembangan self concept siswa dengan terlibatnya siswa dalam proses pembelajaran. Sesuai dengan pendapat Musriandi (2013) bahwa belajar kelompok atau bersama adalah metode dan teknik yang sesuai untuk mengembangkan self concept , karena siswa ikut terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran ini menekankan pada proses dan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar di sekolah, antara lain siswa diberi kesempatan mengumpulkan dan menyampaikan gagasan, menunjukkan kemampuan berpikir serta menunjukkan motivasi, tanggung jawab dan rasa percaya diri dalam belajar secara mandiri maupun bekerjasama dalam kelompok. Karakteristik pembelajaran kelompok tercermin dalam pembelajaran kooperatif NHT. Pada pembelajaran kooperatif NHT, siswa dituntut untuk dapat bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam menyelesaikan tugas, berani menyampaikan gagasan dalam diskusi kelompok, dan bertanggung jawab terhadap hasil kerja kelompoknya. Oleh karena itu, pembelajaran kooperatif NHT dapat mengembangkan self concept siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat Silvernail (Rahman, 2010) yang menyatakan bahwa self concept positif ditandai dengan dapat bekerja sama dengan orang lain, berani mengemukakan pengalaman-pengalamannya, dan dapat bertanggung jawab.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...