self efficacy siswa SMA

Top PDF self efficacy siswa SMA:

Suatu Penelitian Mengenai Kontribusi Sumber-sumber Self-Efficacy Terhadap Self-Efficacy Siswa SMA Pada Lembaga Bimbingan Belajar "X" di Bandung.

Suatu Penelitian Mengenai Kontribusi Sumber-sumber Self-Efficacy Terhadap Self-Efficacy Siswa SMA Pada Lembaga Bimbingan Belajar "X" di Bandung.

mengikuti bimbingan selama 6 bulan karena diharapkan mereka sudah mampu menginternalisasi materi yang diberikan oleh guru bimbingan belajar dan menghayati keyakinan diri mereka bahwa mereka lebih siap menghadapi UN. Mereka dibimbing untuk memahami materi pelajaran lalu diminta untuk mengerjakan soal-soal. Soal-soal ini kemudian akan dibahas bersama dengan guru bimbingan belajar. Tujuan diberikan soal-soal latihan tersebut adalah untuk membantu para siswa agar lebih cekatan dan terampil ketika mengerjakan soal- soal UN. Selain itu dalam jangka waktu tertentu, pihak bimbingan belajar akan melakukan try out, berupa simulasi UN. Simulasi ini dibuat semirip mungkin dengan situasi UN, dengan tujuan melihat seberapa besar peluang siswa yang mengikuti bimbingan belajar dapat lulus UN. Selain itu disediakan pula konsultasi gratis dengan guru-guru pembimbing mengenai kesulitan mereka dalam persiapan sebelum mengikuti UN.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

HUBUNGAN SELF-EFFICACY GURU SMA BANDUNG DENGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BIOLOGI BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DAN SELF-EFFICACY SISWA - repository UPI T IPA 1201528 Title

HUBUNGAN SELF-EFFICACY GURU SMA BANDUNG DENGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BIOLOGI BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DAN SELF-EFFICACY SISWA - repository UPI T IPA 1201528 Title

HUBUNGAN SELF -EFFICACY GURU SMA BANDUNG DENGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BIOLOGI BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DAN SELF-EFFICACY SISWA TESIS Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari S[r]

3 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR PADA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 MAJENANG

HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR PADA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 MAJENANG

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru BK, dapat diketahui masalah ketidakyakinan siswa SMA dalam pengambilan keputusan. Perilaku yang muncul adalah siswa tidak mampu membuat keputusan pemilihan program studi, dan pilihan program studi siswa berbeda dengan keinginan orangtuanya. Orangtua (faktor lingkungan) mengarahkan dan berusaha meyakinkan siswa (faktor personal) untuk mengambil program studi sesuai keinginan orangtua. Salah satu penyebab orangtua tidak setuju dengan pilihan program studi siswa karena orangtua meragukan prospek karir dari pilihan program studi siswa. Orangtua juga memberikan arahan pada siswa dengan tujuan agar siswa berubah pikiran. Siswa pun menjadi bingung karena di satu sisi ia ingin kuliah di program studi sesuai keinginannya, namun di sisi lain ia tidak ingin membuat orangtua kecewa. Akhirnya, siswa pun yang semula yakin dengan pilihannya menjadi ragu. Akibatnya, perilaku yang muncul adalah siswa tidak mampu mengambil keputusan karena merasa tidak yakin dengan pilihannya.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Self Efficacy terhadap Kecemasan Menghadapi Ujian Nasional (UN) Siswa Kelas XII di SMA Putra Nirmala Cirebon Tahun Ajaran 20162017 T1  Full text

T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Self Efficacy terhadap Kecemasan Menghadapi Ujian Nasional (UN) Siswa Kelas XII di SMA Putra Nirmala Cirebon Tahun Ajaran 20162017 T1 Full text

sebagaitantangan bukan ancaman, suka mencari situasi baru, menetapkan sendiritujuan yang menantang dan meningkatkan komitmen yang kuat terhadapdirinya, menanamkan usaha yang kuat dalam melakukan dan meningkatkanusaha saat menghadapi kegagalan. Siswa dengan self efficacy yang tinggicendrung lebih banyak belajar dan berprestasi daripada mereka yangmemiliki self efficacy yang rendah. Hal ini benar ketika tingkat kemampuanaktual mereka sama (Ellis, 2009).

14 Baca lebih lajut

T IPA 1201528 Abstract

T IPA 1201528 Abstract

Tingkat self-efficacy merupakan salah satu hal yang patut dipertimbangkan dalam proses pembelajaran biologi, khususnya dengan adanya perubahan kurikulum. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap hubungan self-efficacy guru biologi terhadap implementasi kurikulum 2013, hubungan self-efficacy guru biologi terhadap self-efficacy siswa dan untuk mendapatkan informasi mengenai kesiapan guru biologi dalam mengimplementasikan kurikulum 2013. Metode penelitian ini adalah metode korelasional. Subjek pada penelitian ini adalah 14 orang guru biologi X MIA SMA Negeri Bandung yang mengajar pada semester genap tahun ajaran 2013/2014 yang dipilih secara random. Total siswa dari seluruh guru adalah 423 siswa. Data diperoleh melalui skala diferensiasi semantik self-efficacy guru, skala diferensiasi semantik self-efficacy siswa, lembar kesesuaian skala diferensiasi semantik guru dengan skala diferensiasi semantik siswa mengenai guru, rubrik RPP, observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dan tes penguasaan konsep siswa. Sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung, guru dan siswa diberikan skala diferensiasi semantik self-efficacy guru, skala diferensiasi semantik self-efficacy siswa dan skala diferensiasi semantik siswa mengenai guru. Berdasarkan hasil skor kesesuaian skala diferensiasi semantik guru dengan siswa, maka guru dipilih secara purposive untuk diobservasi selama kegiatan pembelajaran biologi. Kegiatan pembelajaran direkam dalam lembar observasi. Setelah kegiatan pembelajaran, siswa diberikan seperangkat soal pilihan ganda dan dilakukan wawancara terhadap guru maupun siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat self-efficacy guru SMA Bandung tergolong dalam kategori sedang, (2) tingkat self-efficacy siswa tergolong dalam kategori tinggi, (3) self-efficacy guru tidak mempengaruhi kualitas perencanaan kegiatan pembelajaran, (4) self-efficacy guru memiliki hubungan yang sedang terhadap pelaksanaan pembelajaran melalui pendekatan scientific (r = 0,417, α = 0,05), (5) self- efficacy guru memiliki hubungan yang lemah terhadap pelaksanaan penilaian autentik (r = 0,063, α = 0,05), (6) self-efficacy guru berkontribusi terhadap pembentukan self-efficacy siswa, (7) self-efficacy guru berkontribusi terhadap capaian hasil belajar siswa, (8) terdapatnya hubungan positif dan signifikan antara self-efficacy siswa dan capaian hasil belajar siswa (r = 0,193, p<0,05).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ANALISIS HUBUNGAN SELF-EFFICACY DAN METAKOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA BERDASARKAN GENDER PADA KONSEP GENETIKA.

ANALISIS HUBUNGAN SELF-EFFICACY DAN METAKOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA BERDASARKAN GENDER PADA KONSEP GENETIKA.

T his study investigated the effect of self-efficacy beliefs and metacognitive on academic performance among high school students based on gender on Genetics concept. The background of this research is the lower of awareness, motivation, and regulation level that effected by self-efficacy and metacognitive. The purpose of this research is to analyze the effects of self-efficacy beliefs and metacognitive on academic performance among high school students based on gender on Genetic concept. Descriptive method is constructed this study. A total of 60 students XII grader of high school are participated in the study. Data were collected by Self-efficacy and Metacognitive Questionnaire, Genetic Concept Test, and Final Questionnaire. Data were analyzed using inferential statistics, regression. Regression analysis indicated that self-efficacy and metacognitive was a strong predictor of academic performance. This case are showed by the value of regression, so that self-efficacy and metacognitive were inferred was a strong predictor of academic performance. The other finding on this research show that there is a relation between self-efficacy and metacognitive in learning, there is a relation between self-efficacy and high school students’ academic performance on Genetics concept, there is a relation between metacognitive and high school students’ academic performance on Genetics concept, also show that male students are outperforming female students on self-efficacy, metacognitive, and academic performance.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Ratih, Sonia Nari. 2015. Penerapan Pendekatan Behavioristik Teknik Self Management Untuk Mengatasi Rendahnya Self Efficacy Dalam Menentukan Karier Siswa Kelas X SMA N 1 KAYEN. Skripsi tidak diterbitkan. Kudus : Universitas Muria Kudus

3 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Keputusan Siswa Masuk Kelas Akselerasi Ditinjau dari Peran Konselor Sekolah Efikasi Diri dan Dukungan Sosial.

DAFTAR PUSTAKA Keputusan Siswa Masuk Kelas Akselerasi Ditinjau dari Peran Konselor Sekolah Efikasi Diri dan Dukungan Sosial.

Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga Dengan Self Efficacy Pada remaja di SMA Negeri 9 Yogyakarta.. Pengembangan Kompetensi Sosial untuk Remaja Siswa SMA kelas Akselerasi.[r]

5 Baca lebih lajut

Kontribusi Sumber-sumber Self-Efficacy Terhadap Self- Efficacy Pendidikan Siswa Yang Mengikuti Proses Pembelajaran Kelas Akselerasi di SMA "X" Bandung.

Kontribusi Sumber-sumber Self-Efficacy Terhadap Self- Efficacy Pendidikan Siswa Yang Mengikuti Proses Pembelajaran Kelas Akselerasi di SMA "X" Bandung.

Adanya perbedaan pada proses pembelajaran antara kelas reguler dengan kelas akselerasi, seperti jika pada kelas regular, satu semester berlangsung selama enam bulan maka di kelas akselerasi, satu semester berlangsung selama empat bulan dengan materi pelajaran yang dipadatkan, dalam pengertian, hanya materi yang penting saja yang diterangkan secara menyeluruh, ungkap salah satu guru di SMA “X”. Akibatnya, tugas yang diberikan kepada siswa kelas akselerasi lebih banyak bila dibanding dengan tugas siswa kelas regular, contohnya persoalan untuk ulangan. Bila di kelas reguler, persoalan untuk ulangan berupa 40 pilihan ganda dan lima essai, maka di kelas akselerasi persoalan untuk ulangan menjadi 20 pilihan ganda dan 10 essai, tutur Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum SMAN “X” Bandung. Konsekuensinya, siswa akselerasi tidak memiliki waktu luang sebanyak siswa reguler. “Tidur paling lama itu empat jam,” tutur salah satu siswi kelas akselerasi tingkat VII. Selama di kelas akselerasi, nilai siswa-siswa pun dipantau. Jika nilainya turun, maka guru akan memberikan remedial. Bila setelah mengikuti remedial, nilai siswa tetap menurun maka siswa tersebut akan dikembalikan ke kelas regular (Waras Kamdi, 09 Januari 2008).
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN SELF-EFFICACY TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA NEGERI 1 PARIGI | Yunianti | Mitra Sains 6289 20790 1 PB

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN SELF-EFFICACY TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA NEGERI 1 PARIGI | Yunianti | Mitra Sains 6289 20790 1 PB

Hasil analisis dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang memiliki self-efficacy tinggi dan siswa yang memiliki self-efficacy rendah. Dari hasil pengamatan peneliti bahwa siswa yang mempunyai self-efficacy tinggi cenderung berprilaku optimis, mampu mengatasi kesulitan dan selalu termotivasi untuk mencari jalan keluar dari situasi yang dirasakan menyulitkan bagi dirinya dan memiliki tanggung jawab yang tinggi. Siswa yang memiliki self-efficacy rendah cenderung berprilaku pesimis, rendah diri, mengganggap dirinya bodoh dan selalu mengelak dari tanggung jawab bila diberikan tugas untuk mengerjakan soal, sehingga belajar merupakan beban bagi mereka. Hal ini sejalan dengan teori Bandura (1977) siswa yang memiliki self- efficacy rendah lebih cenderung menghindari tugas, tetap siswa yang memiliki self-efficacy tinggi lebih cenderung berpartisipasi dalam tugas. Hal ini sejalan dengan penelitian dari Hairida dan Astuti (2012) dan Mahardikawati (2011) membukti-kan bahwa semakin tinggi self- efficacy, maka semakin tinggi prestasi belajar siswa, sebaliknya semakin rendah self-
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Uji Coba Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Derajat Self-Efficacy Belief dalam Menghadapi Proses Belajar pada Siswa Kelas XI di SMA "X" Bandung.

Uji Coba Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Derajat Self-Efficacy Belief dalam Menghadapi Proses Belajar pada Siswa Kelas XI di SMA "X" Bandung.

Pada penelitian kali ini, peneliti, bermaksud mengujicobakan konseling kelompok dengan menggunakan teknik mengolah sumber-sumber self-efficacy untuk meningkatkan self-efficacy belief siswa kelas XI di SMA‟X‟ Bandung. Terdapat 4 sumber-sumber self-efficacy, yaitu pertama mastery experiences, yakni pengalaman keberhasilan dan kegagalan siswa dalam menguasai keterampilan tertentu. Kedua yakni vicarious experiences, yakni pengalaman yang diamati dari seorang model sosial dalam menguasai keterampilan tertentu. Ketiga yakni verbal persuasions, yakni pujian atau kritik yang diterima dari sosial. Keempat yakni physiological and affective states, yakni penghayatan siswa terhadap keadaan fisik dan keadaan emosional dalam menilai kemampuan diri. Ada beberapa metode intervensi, antara lain konseling, terapi dan pelatihan. Akan tetapi, dikarenakan pengolahaan sumber-sumber self-efficacy membutuhkan pengalaman-pengalaman dari sosial, kritik atau pujian dari sosial, maka metode intervensi yang dilakukan pada siswa kelas XI di SMA‟X‟ Bandung adalah berupa konseling kelompok.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PERBEDAAN SELF-EFFICACY ANTARA SISWA ETNIS TIONGHOA DAN NON TIONGHOA DI SMA MAYORITAS ETNIS TIONGHOA (STUDI KASUS SMA SUTOMO 1 MEDAN) SKRIPSI

PERBEDAAN SELF-EFFICACY ANTARA SISWA ETNIS TIONGHOA DAN NON TIONGHOA DI SMA MAYORITAS ETNIS TIONGHOA (STUDI KASUS SMA SUTOMO 1 MEDAN) SKRIPSI

This research using comparative quantitative study, aimed to find out the comparison in self efficacy between the students of Chinese and Non-Chinese in SMA Sutomo 1 Medan. This research involved 106 students as samples. The Sampling method used was the quota sampling technique. The measurement of self-efficacy developed by the researcher was based on the theory of aspects of self-efficacy by Bandura (1997). Content validity was based on professional judgment and reliability value of .914.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Self Efficacy dengan Perencanaan Karier Siswa Kelas XII SMA N 1 Tuntang Tahun Ajaran 2016/2017

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Self Efficacy dengan Perencanaan Karier Siswa Kelas XII SMA N 1 Tuntang Tahun Ajaran 2016/2017

Tegar Cahyo Utomo. 2016. Hubungan antara Self efficacy dengan Perencanaan Karier Siswa Kelas XII SMA N 1 Tuntang Tahun ajaran 2016/2017. Skripsi, Program S1 Bimbingan dan Konseling. FKIP-UKSW. Pembimbing I : Drs. Umbu Tagela, M.Si, Pembimbing II : Setyorini, M.Pd.

1 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara self efficacy dan dukungan orangtua terhadap kecemasan memasuki perguruan tinggi pada siswa SMA. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XII yang berada di SMA N 1 Nalumsari, Jepara yang berjumlah 175 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling. Dan alat yang digunakan untuk memperoleh data adalah skala self efficacy , skala dukungan orangtua, dan skala kecemasan. Adapun analisis data menggunakan analisis regresi dimana perhitungan menggunakan komputer dengan program SPSS for Windows , diperoleh koefesien korelasi dari ketiga variabel 0,542dengan p sebesar 0,000 a (p<0,01)dengan sumbangan efektif sebesar 29,4%. Hasil analisis variabel self efficacy ( x1 ) dengan kecemasan ( y ) diperoleh sebesar0,535 dengan p sebesar 0,000 (p<0.01). Besar sumbangan efektif variabel self efficacy dengan kecemasan sebesar 28,6%. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif sangat signifikan antara variabel self efficacy dengan kecemasan, dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Hasil analisis variabel dukungan orangtua( x2 ) dengan kecemasan ( y ) diperoleh sebesar - 0,340 dengan besaran p sebesar 0,003 (p<0,01). Besar sumbangan efektif variabel dukungan orangtua dengan kecemasan sebesar 11,6%. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara variabel dukungan orangtua dengan kecemasan, dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

T MTK 1201512 Abstract

T MTK 1201512 Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis deskripsi kesalahan siswa dalam mengerjakan soal penalaran matematis siswa, menganalisis deskripsi self-efficacy matematis siswa, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam mengembangkan penalaran dan self efficacy matematis, dan menganalisis pembelajaran yang digunakan guru apakah dapat mengembangkan penalaran dan self-efficacy matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-IA 2 SMA N 14 Bandung
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

ANALISIS SELF-EFFICACY DAN KESALAHAN DALAM MENGERJAKAN SOAL PENALARAN MATEMATIS SISWA SMA.

ANALISIS SELF-EFFICACY DAN KESALAHAN DALAM MENGERJAKAN SOAL PENALARAN MATEMATIS SISWA SMA.

Di samping akan mendapatkan gambaran yang menyeluruh juga akan mendapatkan informasi yang penti ng”. Se lanjutnya Sugiyono (2013, hlm. 231) menyatakan bahwa wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, tatapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam. Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report, atau setidak- tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Self-Esteem, Self-Efficacy, Motivasi Belajar dan Prestasi Akademik Siswa SMA pada Berbagai Model Pembelajaran

Self-Esteem, Self-Efficacy, Motivasi Belajar dan Prestasi Akademik Siswa SMA pada Berbagai Model Pembelajaran

This study aims was to analyze the self-esteem, self-efficacy, learning motivation, and academic achievement of high school students in various learning models. The study involved 26 students of the acceleration class, 30 students of the international class and 30 students of the regular class in the city of Bogor. Primary data in this study were self- esteem, self-efficacy, and learning motivation which include internal and external motivatio. Students achievement data was collected through report card. Data was collected by observation techniques and self-report with the help of a questionnaire. The Study using descriptive analysis and inference analysis. The results showed different intrinsic motivation between the three classes (p < 0,05) where the regular class has the best intrinsic motivation, the second is the SBI and the third is the acceleratio n class. The results also indicated a difference in the report value of the three classes (p<0,05) where accelerated class have the highest value of cognitive and psychomotor, the second is the SBI and the last is the regular class. The highest affective value owned by the regular classroom. The study also found a positive relationship between self-esteem with self-efficacy (r=0,567), intrinsic motivation (r=0,520), and extrinsic motivation (r=0,289). In addition it also found a positive relationship between self-efficacy with intrinsic motivation (r=0,451) and extrinsic motivation (r=0,420). The results also showed a negative relationship between intrinsic motivation with cognitive value (r=- 0,217) and the psychomotor (r=-0,256).
Baca lebih lanjut

166 Baca lebih lajut

HUBUNGAN SELF-EFFICACY GURU SMA BANDUNG DENGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BIOLOGI BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DAN SELF-EFFICACY SISWA.

HUBUNGAN SELF-EFFICACY GURU SMA BANDUNG DENGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BIOLOGI BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DAN SELF-EFFICACY SISWA.

Level of self-efficacy is one thing that should be considered in the process of learning biology, especially with the change in the curriculum. The purpose of this study to reveal the relationship between teacher’s self-efficacy with implementation of studying biology based on curriculum 2013, the relationship between teacher’s self-efficacy with student’s self-efficacy and to obtain information about the readiness of the biology teacher’s in implementing the curriculum 2013. This research method is the correlation method. Subjects in this study were 14 high school biology teachers at X MIA Bandung who taught in the second semester of the academic year 2013/2014 were selected at random. Total students of all teachers are 423 students. Data obtained through semantic differentiation scale self-efficacy of teachers, semantic differentiation scale student self- efficacy, suitability sheet semantic differentiation scale teacher’s with semantic differentiation scale students about their teachers, rubric lesson plans, learning activities observation, interview and test students' mastery of concepts. Before learning activities going on, teachers and students are given a semantic differentiation scale self-efficacy of teachers, semantic differentiation scale self-efficacy of student and semantic differentiation scale self-efficacy students about their teachers. Based on the results of semantic differentiation scale suitability scores of teachers and students, the teacher selected purposively to be observed during the learning activities biology. Learning activities recorded in the observation sheet. After learning activities, students are given a set of multiple choice questions and conducted interviews with teachers and students. The results showed that: (1) the level of senior high school teacher ’ s self-efficacy belong to the medium category, (2) the level of student ’ s self-efficacy classified in the high category, (3) self-efficacy of teachers does not affect the quality of planning learning activities, (4) teacher ’ s self-efficacy have relationships that are medium level with implementation of learning through scientific approach (r = 0.417, α = 0.05), (5) self- efficacy of teachers have a weak connection with implementation of authentic assessment (r = 0.063, α = 0, 05), (6) self-efficacy of teachers contribute to the formation of student ’s self-efficacy, (7) teacher ’ s self-efficacy contribute to the achievement of student learning outcomes, (8) the presence of a positive and significant relationship between student’s self-efficacy and student ’s achievement in studying biology (r = 0.193, p <0.05).
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Suatu Penelitian Mengenai Kontribusi Sumber Self-Efficacy Terhadap Academic Self-Efficacy Pada Siswa Kelas XII SMA "X" di Kota Bandung (Suatu Studi Pada Siswa Kelas XII Yang Akan Menghadapi Ujian Nasional, Pada Pelajaran Bahasa Inggris, Matematika dan Bah

Suatu Penelitian Mengenai Kontribusi Sumber Self-Efficacy Terhadap Academic Self-Efficacy Pada Siswa Kelas XII SMA "X" di Kota Bandung (Suatu Studi Pada Siswa Kelas XII Yang Akan Menghadapi Ujian Nasional, Pada Pelajaran Bahasa Inggris, Matematika dan Bah

kesamaan karakteristik dengan orang yang diamati dan dijadikan perbandingan. Semakin banyak kesamaan dengan orang yang dijadikan model, semakin mempengaruhi self-efficacy siswa; apabila hanya terdapat sedikit kesamaan, maka semakin kecil pengaruhnya terhadap self-efficacy siswa. Seorang siswa yang melihat teman atau anggota keluarganya yang berhasil lulus dari SMA dengan nilai UN yang baik akan menimbulkan keyakinan pada dirinya untuk dapat melakukan hal yang sama. Sedangkan jika seorang siswa mengamati teman atau saudaranya mengalami kegagalan dan tidak lulus UN walaupun sudah belajar dengan giat dapat menurunkan penilaian terhadap efficacy mereka. Karena itu, modeling berpengaruh kuat terhadap self-efficacy, tergantung pada banyak- sedikitnya kesamaan karakteristik siswa dengan obyek (model) yang diamati.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Self-Efficacy Akademik terhadap Mata Pelajaran Matematika dengan Perilaku Menyontek Siswa SMA N 2 Wonogiri

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Self-Efficacy Akademik terhadap Mata Pelajaran Matematika dengan Perilaku Menyontek Siswa SMA N 2 Wonogiri

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy akademik dalam mata pelajaran matematika pada siswa SMA N 2 Wonogiri dengan perilaku menyontek. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang negatif signifikan antara self-efficacy akademik terhadap mata pelajaran matematika dengan perilaku menyontek siswa SMA N 2 Wonogiri. Penelitian ini dilakukan SMA N 2 Wonogiri. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 88 siswa. Variabel self-efficacy akademik dalam mata pelajaran matematika pada siswa SMA N 2 Wonogiri diukur dengan menggunakan adaptasi dari Self-Efficacy in Mathematics Questionaire milik McCutcheon (2008) berjumlah 20 item dan variabel perilaku menyontek diusun sendiri oleh peneliti berdasarkan bentuk – bentuk perilaku menyontek menurut Finn & Frone (2004) yang berjumlah 20 item. Data analisis menggunakan teknik analisis Product Moment Pearson. Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar -0,293 dengan signifikansi sebesar 0,003 (p<0,005) sehingga kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif signifikan antara self-efficacy akademik terhadap mata pelajaran matematika dengan perilaku menyontek siswa SMA N 2 Wonogiri.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...