selimut H-ajaib super

Top PDF selimut H-ajaib super:

PELABELAN SELIMUT H-AJAIB SUPER PADA KORONASI BEBERAPA KELAS GRAF DENGAN GRAF LINTASAN.

PELABELAN SELIMUT H-AJAIB SUPER PADA KORONASI BEBERAPA KELAS GRAF DENGAN GRAF LINTASAN.

Graf sederhana G = (V, E) memuat selimut H jika setiap sisi pada E memu- at subgraf di G yang isomorfik dengan H. Andaikan suatu graf G = (V (G), E(G)) memiliki selimut-H, maka suatu fungsi bijektif f : V (G)∪E(G) → {1, 2, . . . , |V |+ |E|}, adalah pelabelan H-ajaib dari G jika terdapat bilangan bulat positif m(f ) yang disebut jumlah ajaib. Untuk suatu subgraf H ′ = (V ′ (H ′ ), E ′ (H ′ )) dari G

12 Baca lebih lajut

Pelabelan Selimut H-Ajaib Super Pada Kelas Graf Ilalang dan Hasil Koronasi Dua Graf JURNAL

Pelabelan Selimut H-Ajaib Super Pada Kelas Graf Ilalang dan Hasil Koronasi Dua Graf JURNAL

Abstract. A finite simple graph G admits an H -covering if every edge of E(G) be- longs to a subgraph of G isomorphic to H . We said the graph G = (V, E) that ad- mits H -covering to be H-magic if there exists bijection function f : V (G) ∪ E(G) → 1, 2, . . . , |V (G) + E(G)|, such that for each subgraph H ′ of

8 Baca lebih lajut

PELABELAN SELIMUT H-AJAIB SUPER PADA GRAF BIPARTIT LENGKAP, GRAF BUKU, GRAF RODA T -LIPAT DAN GRAF BUNGA

PELABELAN SELIMUT H-AJAIB SUPER PADA GRAF BIPARTIT LENGKAP, GRAF BUKU, GRAF RODA T -LIPAT DAN GRAF BUNGA

A simple graph G = (V, E) admits a H-covering, where H is subgraph of G, if every edge in E belongs to a subgraph of G isomorphic to H. Graph G is H- magic if there is a total labeling λ : V (G) E (G) → {1, 2, . . . , |V (G)| + |E(G)|}, such that each subgraph H

9 Baca lebih lajut

PELABELAN SELIMUT H-AJAIB SUPER PADA GRAF Fn ⊙ Pm ,Ln ⊙ Pm , DAN W 3,m ⊙ Pm

PELABELAN SELIMUT H-AJAIB SUPER PADA GRAF Fn ⊙ Pm ,Ln ⊙ Pm , DAN W 3,m ⊙ Pm

A simple graph G = (V, E) admits an H-labeling if every edge e ∈ E(G) be- longs to a subgraph of G isomorphic to H. Furthermore, G contains H-labeling if there exists a bijection function f : V (G) ∪ E(G) → {1, 2, · · · , |V (G)| + |E(G)|}, such that for each subgraph H ′ of G isomorphic to H, f (H ′ ) = ∑

13 Baca lebih lajut

Pelabelan Selimut H-Ajaib Super Pada Kelas Graf Ilalang dan Hasil Koronasi Dua Graf BAB 0

Pelabelan Selimut H-Ajaib Super Pada Kelas Graf Ilalang dan Hasil Koronasi Dua Graf BAB 0

commit to user Fn : graf kipas yang memiliki n+ 1 vertex Cn : graf cycle yang memiliki n vertex Wn⊙Km : hasil kali korona dari graf Wn dengan Km Lm⊙Pn : hasil kali korona dari graf L[r]

12 Baca lebih lajut

Pelabelan Selimut H-Ajaib Super pada Koronasi Beberapa Kelas Graf dengan Graf Lintasan BAB 0

Pelabelan Selimut H-Ajaib Super pada Koronasi Beberapa Kelas Graf dengan Graf Lintasan BAB 0

Graf sederhana G = (V, E) memuat selimut H jika setiap sisi pada E memu- at subgraf di G yang isomorfik dengan H. Andaikan suatu graf G = (V (G), E(G)) memiliki selimut-H, maka suatu fungsi bijektif f : V (G)∪E(G) → {1, 2, . . . , |V |+ |E|}, adalah pelabelan H-ajaib dari G jika terdapat bilangan bulat positif m(f) yang disebut jumlah ajaib. Untuk suatu subgraf H ′ = (V ′ (H ′ ), E ′ (H ′ )) dari G

12 Baca lebih lajut

Pelabelan Selimut Cycle-Ajaib Super pada Graf Bunga Matahari, Graf Grid, dan Graf K_1,n +K_2.

Pelabelan Selimut Cycle-Ajaib Super pada Graf Bunga Matahari, Graf Grid, dan Graf K_1,n +K_2.

Edge-magic labeling was developed into a magic covering by Guti´errez and Llad´o [3]. A finite simple graph G admits an H -magic covering if every edge E belongs to subgraph of G isomorphic to H . Then, G is H -magic if there exists a total labeling λ : V (G) ∪ E(G) → {1, 2, ..., |V (G)| + |E(G)|} and magic sum m(f), such that for every subgraph H ′ = (V ′ , E ′ ) of G isomorphic to H, λ(H ′ ) def

8 Baca lebih lajut

Pelabelan selimut cycle-anti ajaib pada graf double cones, graf friendship dan graf grid Pn × P3 ngartikelM0109063

Pelabelan selimut cycle-anti ajaib pada graf double cones, graf friendship dan graf grid Pn × P3 ngartikelM0109063

progression a, a +d, a + 2d, . . . , a + (t −1)d where a and d are positive integers and t is the number of subgraphs of G isomorphic to H . The labeling ξ is called a super (a, d)-H-anti magic total labeling, if ξ(V (G)) = {1, 2, . . . , |V (G)|}. The aim of this research is to study (a, d)-H-anti magic covering on double cones, friendship, and grid P n × P 3 with cycle.

8 Baca lebih lajut

ANALISA PELABELAN SELIMUT (a; d) ¡ H-ANTI AJAIB SUPER PADA GRAF RANTAI DAN KAITANNYA DENGAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI

ANALISA PELABELAN SELIMUT (a; d) ¡ H-ANTI AJAIB SUPER PADA GRAF RANTAI DAN KAITANNYA DENGAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI

Teorema dalam penelitian ini bukan teorema yang biimplikatif atau karak- teristik sehingga pembuktiannya hanya dilakukan satu arah. Dari hasil peng- gabungan pola melalui pattern recognition dan konsep barisan aritmatika, maka diperoleh teorema dan akibat sebagai berikut. Teorema yang ditemukan dalam penelitian ini tidak bersifat tunggal (berkenaan dengan sifat ketunggalan) melain- kan hanya bersifat keberadaan (existence but not unique). Langkah selanjutnya adalah menentukan pelabelan selimut H anti ajaib super pada graf Rantai disko- nektif dengan terlebih dahulu menentukan fungsi bijektif melalui pengamatan pola dan penggunaan konsep barisan aritmatika.
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

Analisa Pelabelan Selimut (a; d) ¡ H-Anti Ajaib Super pada Shackle dari Graf C3 6 dan Kaitannya dengan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi

Analisa Pelabelan Selimut (a; d) ¡ H-Anti Ajaib Super pada Shackle dari Graf C3 6 dan Kaitannya dengan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi

Teori graf mempunyai banyak aplikasi praktis dalam berbagai disiplin, misalnya dalam biologi, ilmu komputer, ekonomi, teknik, informatika, linguistik, matematika, kesehatan, dan ilmu-ilmu sosial. Dalam berbagai hal, graf menjadi alat pemodelan yang sangat baik untuk menjelaskan dan menyelesaikan suatu permasalahan. Salah satu cabang teori graf yang biasa digunakan sebagai alat pemodelan untuk menjelaskan dan menyelesaikan suatu permasalahan adalah pe- warnaan graf (graph colouring ). Pewarnaan graf, yaitu memberikan warna pada elemen graf yang akan dijadikan subjek dalam memahami constraint permasala- han (Yahya et al. (Tanpa Tahun: 2)). Persoalan pewarnaan graf (graph colouring ) dibedakan menjadi 3, yaitu pewarnaan titik (vertex), pewarnaan sisi (edge), dan pewarnaan wilayah (region). Selain aplikasi pewarnaan graf, ada juga aplikasi total selimut yang bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dalam ke- hidupan sehari-hari. Dafik (2015) mengilustrasikan sebuah permasalahan tentang total selimut sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

H-magic covering on Complete Bipartite Graph for Constructing Secret Sharing Schemes.

H-magic covering on Complete Bipartite Graph for Constructing Secret Sharing Schemes.

Jika H isomorfis hanya terhadap satu sisi maka konsep yang tersebut serupa dengan magic-valuation yang termashur yang diperkenalkan mula-mula oleh Rosa pada tahun 1967 dan kasus ajaib (super) (lihat [2], [1]). Dalam kasus ini, sebuah selimut- H juga merupakan dekomposisi- H .

6 Baca lebih lajut

Analisa Pelabelan Selimut (a,d)-H-Anti Ajaib Super pada Graf Rantai

Analisa Pelabelan Selimut (a,d)-H-Anti Ajaib Super pada Graf Rantai

Matematika merupakan ilmu hitung yang penting bagi kehidupan manusia. Teori graf adalah salah satu cabang dari ilmu matematika. Pelabelan graf melrupaka suatu to- pik dalam Teori Graf. Pelabelan suatu graf adalah peme- taan bijektif yang memasangkan unsur-unsur graf (titik atau sisi) dengan bilangan bulat positif. Terdapat ba-nyak jenis pelabelan graf yang telah dikembangkan, diantaranya adalah pelabelan graceful, pelabelan harmoni, pelabelan total tak beraturan, pelabelan ajaib, dan pelabelan anti aja- ib. Dalam pengembangan pelabelan anti ajaib, dikenal juga pelabelan total (a,d) -titik anti ajaib, pelabelan total titik ajaib super, pelabelan total (a, d)-sisi anti ajaib, dan pela- belan total sisi ajaib super. Pada penelitian ini selimut graf yang digunakan adalah graf baru yang belum pernah diteliti yaitu graf Rantai yang dinotasikan dengan K 4 P n. .
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pelabelan Selimut (a, d)-Cy Cle-Total Anti Ajaib Super pada Graf Bunga Matahari, Graf Broken Fan, dan Graf Generalized Fan ARTIKEL

Pelabelan Selimut (a, d)-Cy Cle-Total Anti Ajaib Super pada Graf Bunga Matahari, Graf Broken Fan, dan Graf Generalized Fan ARTIKEL

Pelabelan anti ajaib terus berkembang setelah pertama kali diperkenalkan oleh Hartsfield dan Ringel [3] pada tahun 1990. Bodendiek dan Walther memperkenalkan konsep dari pelabelan (a, d)− anti ajaib pada tahun 1993 (Gallian [1]), kemudian pa- da tahun 2009 Inayah et al. [8] memperkenalkan pelabelan selimut (a, d) − H−total anti ajaib. Pelabelan selimut (a, d) − H−total anti ajaib pada graf G merupakan pe- metaan bijektif fungsi f dari V (G) ∪ E(G) → {1, 2, . . . , |V (G)| + |E(G)|}, sedemikian sehingga untuk setiap subgraf H ′ dari graf G yang isomorfik dengan selimut H, bobot H ′ adalah ω(H ′ ) = Σ
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisa Pelabelan Selimut (a,d)-H-Anti Ajaib Super pada Shackle dari Graf Siklus dengan Busur

Analisa Pelabelan Selimut (a,d)-H-Anti Ajaib Super pada Shackle dari Graf Siklus dengan Busur

Adapun manfaat yang didapatkan dari penelitian ini adalah menambah pengetahuan baru tentang pelabelan selimut selimut pada shackle dari graf siklus dengan busur. Memberi motivasi untuk meneliti tentang pelabelan selimut (a,d)-H-anti ajaib super pada graf jenis lain. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai pengembangan atau perluasan ilmu dan aplikasi dalam masalah pelabelan selimut (a,d)-H-anti ajaib super.

7 Baca lebih lajut

PELABELAN TOTAL -SISI ANTI AJAIB SUPER UNTUK GRAF ULAT.

PELABELAN TOTAL -SISI ANTI AJAIB SUPER UNTUK GRAF ULAT.

Bobot sisi dari suatu sisi xy terhadap suatu pelabelan adalah jumlah dari label yang diberikan kepada sisi xy serta label titik x dan y yang terkait dengan sisi xy tersebut. Jika suatu graf memiliki bobot titik atau bobot sisi yang sama, maka graf tersebut dikatakan sebagai graf dengan pelabelan ajaib. Jika graf memiliki bobot titik atau bobot sisi yang berbeda, maka graf tersebut dikatakan sebagai graf dengan pelabelan anti ajaib.

5 Baca lebih lajut

ANTIMAGICNESS SUPER TOTAL SELIMUT PADA JOINT GRAF SERTA APLIKASINYA UNTUK PENGEMBANGAN CIPHERTEXT

ANTIMAGICNESS SUPER TOTAL SELIMUT PADA JOINT GRAF SERTA APLIKASINYA UNTUK PENGEMBANGAN CIPHERTEXT

Selanjutnya adalah pengembangan ciphertext. ciphertext yang sudah ada dikembangkan kode tidak selalu berbentuk alfabet. Bentuk kode yang lain seperti simbol bisa juga digunakan. Plaintext dikorespondensi satu-satu dengan label sisi, agar plaintext dapat dikorespondensi satu-satu dengan ciphertext maka ciphertext harus dikorespondensi satu-satu dengan label sisi. Label sisi merupakan kunci yang menghubungkan plaintext dan ciphertext. Graf yang dipilih sedikitnya memiliki sisi sebanyak karakter yang digunakan. Hal ini mengakibatkan ada sisi yang tidak digunakan. Apabila peletakan karakter dilakukan secara acak tanpa ada keterkaitan dengan ciphertext akan menimbulkan teknik yang rancu. Oleh sebab itu, perlu ditetapkan suatu aturan yang menghubungkan label sisi dengan ciphertext. Mengacu pada aturan Julius Caesar yang menghubungkan alfabet dengan (mod 26), dibuat aturan yang menghubungkan simbol dengan bilangan modulo. Penentuan bilangan modulo disesuaikan dengan banyaknya karakter simbol, sedangkan karakter simbol dibuat sebanyak karakter plaintext. Misalkan karakter plaintext sebanyak t maka bilangan modulo yang digunakan adalah (mod t). Peneliti menggunakan karakter yang digunakan dalam pembangunan ciphertext sebanyak 46 yang terdiri dari huruf alfabet A sampai Z, angka dari 0 sampai 9, tanda baca berupa spasi (sp.), tanda baca titik (.), tanda baca koma (,), tanda tanya (?), tanda seru(!), tanda baca (#), tanda baca (%), tanda baca( ∗ ), tanda baca (&), tanda baca (@). Sehingga tercipta aturan pengkodean untuk bilangan (mod 46) dalam antimagicness super (a, d)- H antimagic total covering pada joint graf nW z + P s
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

PELABELAN SUPER AJAIB UNTUK TITIK - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PELABELAN SUPER AJAIB UNTUK TITIK - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan tugas akhir ini adalah metode tinjauan pustaka (study Literature). Referensi utama yang digunakan adalah jurnal tentang Super vertex-magic labeling kemudian sebagai pendukung juga digunakan jurnal mengenai graf dan pustaka-pustaka lain yang melandasi teori tentang graf seperti yang tertera dalam daftar pustaka.

3 Baca lebih lajut

Keantimagikan Super Total Selimut pada Gabungan Saling Lepas Graf Shackle Triangular Book

Keantimagikan Super Total Selimut pada Gabungan Saling Lepas Graf Shackle Triangular Book

Sebuah graf sederhana G = (V, E) dengan V, E adalah masing-masing him- punan titik dan sisi, memiliki selimut-H jika setiap sisi pada E merupakan bagian dari subgraf G yang isomorphic dengan H. Total selimut (a, d)-H-antimagic adalah sebuah graf G yang memliki label titik dan sisi sedemikian hingga himpunan bobot total untuk setiap subgraf H dari G yang isomorfis dengan H membentuk barisan aritmatik {a, a + d, a + 2d, . . . , a + (s − 1)d}, dimana a suku pertama dan d adalah beda yang merupakan bilangan bulat tak negatif, sedangkan s adalah jumlah sub- graf pada G yang isomorfis dengan H. Jika f (v) = {1, ..., |V |}, maka graf G disebut graf super H- antimagic. Penelitian ini mengkaji keantimagikan total selimut pada gabungan saling lepas graf shakle triangular book yang dinotasikan dengan mSBt n .
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PELABELAN TOTAL SISI-AJAIB SUPER PADA GRAF CORONA-LIKE UNICYCLIC.

PELABELAN TOTAL SISI-AJAIB SUPER PADA GRAF CORONA-LIKE UNICYCLIC.

Misalkan suatu graf � = � �, � adalah graf sederhana, terhubung dan tak berarah dengan titik dan sisi. Pelabelan total sisi ajaib ( edge-magic total labeling) adalah pemetaan fungsi bijektif dari � � ∪ � � ke { , , , … , |� � + � � |} sedemikian sehingga untuk sebarang sisi di � berlaku + + = � , untuk suatu konstanta k. Pelabelan total sisi ajaib pada graf � disebut pelabelan total sisi ajaib super (super edge-magic total labeling) jika (� � ) = { , , , … , |� � |} . Dalam tugas akhir ini, akan ditunjukkan bahwa subkelas baru dari graf unicyclic yaitu corona-like unicyclic merupakan pelabelan total sisi- ajaib super dengan mengkonstruksi pelabelan total sisi-ajaib super dari cycle ganjil. Dengan menggunakan proses penempelan cycle ganjil pada grid dan pentransformasian sisi diperoleh suatu subkelas baru dari pelabelan total sisi-ajaib super.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PELABELAN SISI AJAIB SUPER PADA GRAF LINTASAN GABUNG GRAF BIPARTIT LENGKAP.

PELABELAN SISI AJAIB SUPER PADA GRAF LINTASAN GABUNG GRAF BIPARTIT LENGKAP.

Untuk suatu graf G pada titik (p) dan sisi , fungsi bijektif adalah pelabelan sisi ajaib dari G jika adalah konstan, untuk setiap sisi . Konstanta disebut sebagai angka ajaib untuk pelabelan tersebut. Pelabelan ini kemudian diberi nama ulang menjadi pelabelan total sisi-ajaib oleh Wallis dkk (2000) untuk membedakan dengan konsep pelabelan ajaib lainnya. Khususnya, bila maka disebut sebagai pelabelan sisi-ajaib super.

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...