Senam Lantai Guling Belakang

Top PDF Senam Lantai Guling Belakang:

PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN SENAM LANTAI GULING BELAKANG DI SMAN 1 TANJUNGSARI.

PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN SENAM LANTAI GULING BELAKANG DI SMAN 1 TANJUNGSARI.

Proses pembelajaran pendidikan jasmani disekolah pada umumnya menggunakan berbagai media pembelajaran, salah satunya yaitu media audiovisual. Dalam penelitiannya, hasil pembelajaran senam lantai guling belakang melalui media audiovisual akan dibandingkan dengan pembelajaran yang konvesional atau metode pembelajaran yang sering dilakaukan di SMAN 1 Tanjungsari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, desain penelitian pretest and posttes control group design. Sampel penelitian siswa kelas X SMAN 1 Tanjungsari berjumlah 40 orang dipilih secara random. Instrumen penelitian yang digunakan merujuk pada skala penilaian yang dikemukakan oleh Schembri (1989:16.) dengan skor dari 1-5. Uji hipotesis penelitian menggunakan uji kesamaan dua rata-rata satu pihak atau uji t. Hasil pengolahan data diperoleh kesimpulan bahwa proses pembelajaran senam lantai melalui media audiovisual memberikan pengaruh yang lebih signifikan terhadap hasil belajar senam lantai guling belakang dibandingkan dengan pembelajaran yang konvensional.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

TINGKAT KESULITAN DALAM PEMBELAJARAN SENAM LANTAI GULING BELAKANG SISWA KELAS V SD NEGERI 1 JAMBIDAN KECAMATAN BANGUNTAPAN KABUPATEN BANTUL.

TINGKAT KESULITAN DALAM PEMBELAJARAN SENAM LANTAI GULING BELAKANG SISWA KELAS V SD NEGERI 1 JAMBIDAN KECAMATAN BANGUNTAPAN KABUPATEN BANTUL.

jelas tentang apa yang sebenarnya menjadi kesulitan siswa dalam melakukan senam lantai guling belakang. Selain itu dalam melakukan penelitian ini peneliti harus ikut serta dalam pembelajaran senam lantai guling belakang sehingga mampu terdefinisi dengan jelas apa yang sesungguhnya menjadi kesulitan siswa dalam melakukan gerakan senam lantai guling belakang. Pada penelitian ini agar kesulitan siswa dapat terdefinisi dengan jelas dan tepat perlu dilaksanakan pre test dan post test melakukan senam lantai guling belakang barulah ditambah pelaksanakan survei untuk mengetahui kesulitan yang dialami oleh siswa secara jelas. Sehingga latar belakang dan hasil penelitian dapat sesuai dengan kondisi yang dialami oleh siswa. Kemudian penelitian ini lebih baik lagi apabila dilaksanakan secara berulangkali sehingga hasil yang didapatkan lebih akurat. Berikut ini adalah indikator- indikator yang mendukung kesimpulan di atas dijelaskan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

Pengembangan Pembelajaran Senam Lantai Guling belakang Melalui Metode Kombinasi, Kelentukan dan Umpan Balik Pengetahuan Hasil Murid Putra SMP Pax Christi Manado

Pengembangan Pembelajaran Senam Lantai Guling belakang Melalui Metode Kombinasi, Kelentukan dan Umpan Balik Pengetahuan Hasil Murid Putra SMP Pax Christi Manado

Keuntungan bagi murid adalah dapat melakukan pemprosesan yang terkontrol secara otomatis dan lebih bersifat kognitif yang dilibatkan dalam situasi yang membutuhkan adaptabilitas terhadap berbagai gerakan baru, karena dapat dideteksi secara otomatis jelas, akan memenuhi kebutuhan murid. Dalam pengembangan metode mengajar kombinasi ini dimasudkan pula umpan balik pengetahuan hasil yang juga memiliki dua taraf yaitu umpan balik pengetahuan hasil singkat dan rinci untuk dilihat perbedaannya diantara kedua taraf tersebut dalam meningkatkan hasil belajar keterampilan guling belakang. Dalam penelitian ini di manipulasi dengan merelasikan tiga konsep ilmu yang berbeda dalam memberikan kontribusi terhadap hasil belajar keterampilan guling belakang, yaitu metode mengajar kombinasi, umpan balik hasil dan kelentukan sebagai variabel atributif.
Baca lebih lanjut

281 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENAM LANTAI GULING BELAKANG DENGAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI ALAT BANTU MATRAS BERTINGKAT PADA SISWA KELAS XII TP 1 SMK MURNI 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENAM LANTAI GULING BELAKANG DENGAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI ALAT BANTU MATRAS BERTINGKAT PADA SISWA KELAS XII TP 1 SMK MURNI 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015.

Singgih Yoga Putranto . UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENAM LANTAI GULING BELAKANG DENGAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI ALAT BANTU MATRAS BERTINGKAT PADA SISWA KELAS XII TP 1 SMK MURNI 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Desember 2014.

17 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SENAM LANTAI GULING BELAKANG MENGGUNAKAN MEDIA BIDANG MIRING DAN AUDIO VISUAL PADA SISWAS KELAS X TKJ B SMK TEKNO-SA SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SENAM LANTAI GULING BELAKANG MENGGUNAKAN MEDIA BIDANG MIRING DAN AUDIO VISUAL PADA SISWAS KELAS X TKJ B SMK TEKNO-SA SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

Puji syukur bagi Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang atas segala limpahan rahmat, hidayah dan karuniaNya. Atas kehendakNya maka penyusunan skripsi dengan judul: “UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SENAM LANTAI GULING BELAKANG MENGGUNAKAN MEDIA BIDANG MIRING DAN AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS X TKJ B SMK TEKNO-SA SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016”, dapat diselesaikan.

11 Baca lebih lajut

PJOK Kelas 8. Bab 6. Senam Lantai

PJOK Kelas 8. Bab 6. Senam Lantai

a. Lakukan gerakan meroda dan putar badan sehingga menghadap ke matras lurus. b. Setelah gerak meroda selesai, posisi badan berputar menghadap arah gerakan. c. Lanjutkan lakukan gerakan guling depan, sehingga akhir gerakannya berdiri menghadap arah gerakan dan kedua lengan lurus ke atas di samping telinga.

10 Baca lebih lajut

 PROTA PROMES SILABUS RPP DAN KKM KELAS VII, VIII, DAN IX SMP/MTS SEMUA MAPEL BERDASARKAN KURIKULUM 2013 senam lantai

PROTA PROMES SILABUS RPP DAN KKM KELAS VII, VIII, DAN IX SMP/MTS SEMUA MAPEL BERDASARKAN KURIKULUM 2013 senam lantai

 Mengamati perlombaan senam secara langsung dan atau di TV/Video dan membuat catatan tentang pola gerak dominan dalam bentuk rangkaian keterampilan dasar senam lantai (sikap lilin, handstand, roll, dan head stand) dan membuat catatan hasil pengamatan.

Baca lebih lajut

Bab 15 Senam Lantai Bagian 2

Bab 15 Senam Lantai Bagian 2

Meroda adalah suatu gerakan ke sampin, bertumpu atas kedua tangan dengan kaki terbuka lebar. Meroda dapat dilakukan dengan gerakan ke kiri dan kanan. Meroda kelihatannya mudah, akan tetapi gerakan ini memerlukan koordinasi gerakan yang baik. Sedangkan guling depan adalah berguling ke depan atas bagian belakang badan (tengkuk, punggung, pinggang, dan panggul bagian belakang). Latihan guling ke depan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu guling ke depan dengan sikap awal jongkok dan guling ke depan dengan sikap awal berdiri.

6 Baca lebih lajut

Upaya peningkatan hasil belajar guling depan melalui pendekatan bermain pada siswa kelas VIII B SMP Warga Surakarta tahun pelajaran 2014/2015 Jurnal Nita

Upaya peningkatan hasil belajar guling depan melalui pendekatan bermain pada siswa kelas VIII B SMP Warga Surakarta tahun pelajaran 2014/2015 Jurnal Nita

Agus Margono (2009:19) menyatakan bahwa, Senam adalah terjemahan dari kata “ Gymnastiek ” (bahasa Belanda), “ Gymnastic ” (bahasa Inggris), “ Gymnastiek ” asal katanya dari “ Gymnos ” (bahasa Greka). Gymnos berarti telanjang. Gymnastiek pada zaman kuno memang dilakukan dengan badan telanjang atau setengah telanjang. Maksudnya agar gerakan-gerakannya dapat dilakukan tanpa gangguan sehingga menjadi sempurna. Adapun tempat yang dipakai untuk berlatih senam di zaman Yunani Kuno disebut Gymnasium .

Baca lebih lajut

S PJKR 0807714 Abstract

S PJKR 0807714 Abstract

Zepi Kurniawan. Judul: Pengaruh Model Educational Gymnastics Terhadap Peningkatan Gerak Dasar Guling Depan Dalam Pembelajaran Senam Lantai. Program Studi Pendidkan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Jurusan Pendidikan Olahraga. FPOK – UPI. Pembimbing I: Drs. Sucipto, M.Kes. Pembimbing II: HelmyFirmansyah, M.Pd.

Baca lebih lajut

S PJKR 0807714 Chapter1

S PJKR 0807714 Chapter1

Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (2006) salah satu tujuan standar kompetensi materi mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan tingkat Sekolah Menengah Pertama adalah “ mempraktikan senam dasar atau senam lantai serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya ” . Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut sesuai dengan yang sudah digariskan oleh kurikulum, tidak ada cara lain kecuali siswa harus aktif dan mengalami sendiri pelaksanaan tugas-tugas gerak yang diberikan. Guru berfungsi untuk merencanakan tugas ajar tersebut dan membimbing siswa dalam pembelajaran. Sejalan dengan pendapat Adam dan Dickey (Hamalik 2005) bahwa „peran guru sesungguhnya sangat luas, meliputi sebagai pengajar, sebagai pembimbing, sebagai ilmua n dan sebagai pribadi‟.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perangkat Pembelajaran Penjas SMP Kurikulum 2013 Terbaru | Ilmupendidikan88 08 RPP Senam Lantai

Perangkat Pembelajaran Penjas SMP Kurikulum 2013 Terbaru | Ilmupendidikan88 08 RPP Senam Lantai

3) Peserta didik mempraktikkan rangkaian gerakan sikap keseimbangan, sikap lilin, berdiri dengan kepala, guling ke depan, guling ke belakang dan guling lenting senam lantai secara berkelompok mencari jawaban yang dipertanyakan guru dengan menunjukkan nilai kerja sama, sportifitas, tanggung jawab, dan disiplin, guru menyampaikan arti penting kerja sama, sportifitas, tanggung jawab, dan disiplin yang dilakukan secara bergantian dan saling membantu. Selama praktik tugas peserta didik untuk saling mengoreksi kesalahan temannya.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGARUH GAYA MENGAJAR RESIPROKAL DAN KOMANDO TERHADAP KETERAMPILANGULING BELAKANG PADA PEMBELAJARAN SENAM LANTAI SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 1 CIAWI BOGOR.

PENGARUH GAYA MENGAJAR RESIPROKAL DAN KOMANDO TERHADAP KETERAMPILANGULING BELAKANG PADA PEMBELAJARAN SENAM LANTAI SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 1 CIAWI BOGOR.

kesulitan yang lebih tinggi di bandingkan dengan guling depan. Hal ini di buktikan dari hasil pengamatan penulis ketika sedang observasi pada pembelajaran senam lantai di SMPN 1 Ciawi Bogor, dari pengamatan tersebut penulis menemukan masalah yang di hadapi oleh murid ketika melakukan keterampilan guling belakang ternyata lebih sedikit yang melakukan di bandingkan ketika melakukan keterampilan guling depan. Dari sekian banyak murid dalam satu kelas ternyata yang berhasil melakukan hanya 30% dari 42 siswa itupun guru telah mencontohkan secara berulang-ulang kepada murid dari mulai menjelaskan keterampilan guling belakang melalui penyampaian lisan, melakukan contoh secara langsung di matras dan juga memberikan contoh melalui media gambar, sisanya tidak dapat melakukan dengan berbagai alasan, ada yang ketakutan, sakit saat melakukan, bahkan ada murid yang sama sekali tidak mau melakukan terutama yang mempunyai berat badan yang berlebih, tentunya hal ini merupakan sebuah pekerjaan rumah untuk guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dan dapat dijadikan tantangan untuk meningkatkan keterampilan siswa guna meningkatkan ketuntasan hasil belajar. Oleh karena itu peran guru penjas sangatlah teramat penting dalam mengemas pembelajaran semenarik mungkin, sebagai usaha penyampaian materi pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GULING BELAKANG DALAM SENAM LANTAI PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SD ISLAM COKROAMINOTO SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2016/ 2017 - UNS Institutional Repository

PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GULING BELAKANG DALAM SENAM LANTAI PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SD ISLAM COKROAMINOTO SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2016/ 2017 - UNS Institutional Repository

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SD Islam Cokroaminoto Surakarta yang berjumlah 25 Peserta Didik. Sumber data berasal dari guru dan Peserta Didi. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan penilaian hasil belajar guling belakang senam lantai. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif kualitatif dengan hasil persentase.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GULING BELAKANG TUNGKAI BENGKOK DALAM SENAM LANTAI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS IVA SD AL IRSYAD AL ISLAMIYAH SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012 / 2013.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GULING BELAKANG TUNGKAI BENGKOK DALAM SENAM LANTAI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS IVA SD AL IRSYAD AL ISLAMIYAH SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012 / 2013.

Segala puji bagi Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang memberi ilmu, inspirasi, dan kemuliaan. Atas kehendak-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GULING BELAKANG TUNGKAI BENGKOK DALAM SENAM LANTAI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS IVA SD AL IRSYAD AL ISLAMIYAH SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 “.

17 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PPL/ MAGANG III DI SD NEGERI 2 WATES Jalan Tamtama No 6A, Wates, Kulon Progo Yogyakarta.

LAPORAN INDIVIDU PPL/ MAGANG III DI SD NEGERI 2 WATES Jalan Tamtama No 6A, Wates, Kulon Progo Yogyakarta.

adanya ruang laboratorium komputer, perpustakaan, kamar mandi siswa, dan UKS. Jika dilihat dari luar kondisi fisik sekolah cukup bagus. Lantai sudah keramik dan cat tembok juga masih bagus. Kebersihan lingkungan di SD Negeri 2 Wates pun terjaga. Sekolah memiliki lapangan yang cukup ideal untuk tempat pelaksanaan berbagai kegiatan sekolah seperti upacara, olah raga, dan tempat bermain anak saat istirahat.

Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL EDUCATIONAL GYMNASTICS TERHADAP PENINGKATAN GERAK DASAR GULING DEPAN DALAM PEMBELAJARAN SENAM LANTAI.

PENGARUH MODEL EDUCATIONAL GYMNASTICS TERHADAP PENINGKATAN GERAK DASAR GULING DEPAN DALAM PEMBELAJARAN SENAM LANTAI.

Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (2006) salah satu tujuan standar kompetensi materi mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan tingkat Sekolah Menengah Pertama adalah “ mempraktikan senam dasar atau senam lantai serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya ” . Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut sesuai dengan yang sudah digariskan oleh kurikulum, tidak ada cara lain kecuali siswa harus aktif dan mengalami sendiri pelaksanaan tugas-tugas gerak yang diberikan. Guru berfungsi untuk merencanakan tugas ajar tersebut dan membimbing siswa dalam pembelajaran. Sejalan dengan pendapat Adam dan Dickey (Hamalik 2005) bahwa „per an guru sesungguhnya sangat luas, meliputi sebagai pengajar, sebagai pembimbing, sebagai ilmua n dan sebagai pribadi‟.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Materi Penjaskes Kelas 10 SMA/K Semester 1/2 Lengkap Bab 4 Senam Lantai

Materi Penjaskes Kelas 10 SMA/K Semester 1/2 Lengkap Bab 4 Senam Lantai

Aktivitas senam lantai memerlukan beberapa pengembangan komponen kebugaran jasmani. Untuk mencapai pengembangan tersebut, lakukan pemanasan yang akan mendukung materi inti dari suatu latihan. Pemanasan (warming up) sangatlah penting. Pemanasan dilakukan sebelum memulai senam lantai. Manfaat melakukan pemanasan sebelum melakukan senam lantai sebagai berikut.

Baca lebih lajut

s por 0805660 chapter1

s por 0805660 chapter1

SDN Cibeureum 02 adalah sebuah SD yang terletak di Kabupaten Bandung, pembelajaran senam lantai di SD tersebut kurang efektif dikarenakan terdapat beberapa faktor, salah satunya adalah guru penjas di SD Cibeureum 02 bukan berlatar belakang pendidikan jasmani, sehingga kurang memahami didaktik, metodik, dan pembelajaran penjas khususnya materi senam lantai. Hal ini berdampak terhadap kurangnya pemahaman dan keterampilan siswa dalam pembelajaran senam lantai.

Baca lebih lajut

PERSEPSI SISWA KELAS VI TERHAD PEMBELAJARAN SENAM LANTAI GULING DEPAN DI SD N KEPEK KABUPATEN KULON PROGO DIY TAHUN 2015.

PERSEPSI SISWA KELAS VI TERHAD PEMBELAJARAN SENAM LANTAI GULING DEPAN DI SD N KEPEK KABUPATEN KULON PROGO DIY TAHUN 2015.

Hasil perhitungan skor gambaran persepsi siswa kelas VI terhadap pembelajaran senam lantai guling depan skor minimal hipotetik yang diperoleh adalah 24 dan skor maksimal hipotetik yang diperoleh adalah 96. Mean hipotetik yang diperoleh sebesar 60,00 dengan standard deviasi sebesar 12,00. Berdasarkan deskripsi di atas, mean empirik gambaran persepsi siswa secara keseluruhan sebesar 74,25 dengan standar deviasi 6,958. Skor mean empirik lebih besar dibandingkan skor hipotetik, artinya jawaban gambaran persepsi siswa secara keseluruhan sangat tinggi atau positif. Hasil dari sebaran distribusi frekuensi dapat diketahui pada tabel 11 di bawah ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...