Sengketa Medik

Top PDF Sengketa Medik:

PENYELESAIAN SENGKETA MEDIK ANTARA PASIEN DENGAN DOKTER DAN/ATAU DOKTER GIGI SERTA RUMAH SAKIT DEMI MEWUJUDKAN HAK PASIEN.

PENYELESAIAN SENGKETA MEDIK ANTARA PASIEN DENGAN DOKTER DAN/ATAU DOKTER GIGI SERTA RUMAH SAKIT DEMI MEWUJUDKAN HAK PASIEN.

Mediasi yang selama ini ditempuh oleh pihak-pihak yang bersengketa dalam sengketa medik masih terkurung dalam masalah yang klasik, dimana sang mediator sangat terbatas pengetahuannya dibidang hukum maupun kesehatan. Melalui penelitian yang dilakukan sebelumnya, para pihak dalam sengketa medik seharusnya memiliki wadah khusus yang memang menangani khusus masalah medik dan ditangani oleh beberapa orang yang berkompeten dan ahli dibidang hukum dan kesehatan. Mediator yang menangani para pihak yang bersengketa memang menguasai hukum kesehatan yang terdiri dari banyak disiplin diantaranya hukum kedokteran dan/atau kedokteran gigi, hukum keperawatan, hukum farmasi klinik, hukum apotik, hukum kesehatan masyarakat, hukum perobatan, hukum rumah sakit, dan hukum kesehatan lingkungan. Perlu adanya suatu wadah yang memang menangani khusus sengketa medik, sehingga kelemahan-kelemahan dalam penyelesaian sengketa melalui litigasi dan juga beberapa dalam penyelesaian sengketa non litigasi dapat teratasi sehingga pasien tidak mengalami kesulitan dalam memerjuangkan haknya dan juga dirasa adil bagi profesi dokter dan/atau dokter gigi serta instasi rumah sakit. Adapun wadah tersebut nantinya terdiri dari anggota yang memang berkopenten dibidang hukum dan kesehatan untuk bisa membantu sengketa medik yang dialami pasien dengan dokter dan/atau dokter gigi serta rumah sakit. Wadah ini nantinya diciptakan dengan mempertimbangan kondisi pasien yang dalam sengketa medik berada dalam posisi yang lemah terkait faktor kesehatan, faktor psikologis, dan faktor ekonomi.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENYELESAIAN SENGKETA MEDIK ANTARA PASIEN DENGAN DOKTER DAN/ATAU DOKTER GIGI SERTA RUMAH SAKIT DEMI MEWUJUDKAN HAK PASIEN.

PENDAHULUAN PENYELESAIAN SENGKETA MEDIK ANTARA PASIEN DENGAN DOKTER DAN/ATAU DOKTER GIGI SERTA RUMAH SAKIT DEMI MEWUJUDKAN HAK PASIEN.

solusi tepat bagi pasien maupun bagi dokter dan/atau dokter gigi serta Rumah Sakit sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan, maka dalam penulisan hukum ini memilih untuk dilakukan penelitian tentang bagaimanakah penyelesaian sengketa medik yang fleksibel, efektif, dan efisien dari segi waktu, serta berbiaya tidak mahal, dan juga terjaga kerahasiaannya bagi pasien yang bersengketa dengan dokter dan/atau dokter gigi serta Rumah Sakit sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan sehingga kedua pihak menemukan titik temu sebagai jalan keluar yang dirasa adil bagi masing-masing pihak yang bersengketa. Ditemukan bahwa ada 182 kasus malpraktek di seluruh Indonesia, sebanyak 60 kasus dilakukan dokter umum, 49 kasus dilakukan dokter bedah, 33 kasus dilakukan dokter kandungan, dan 16 kasus dilakukan dokter spesialis anak (http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469172/Terjadi-182-Kasus- Malpraktek, Sabtu, 4 Agustus 2013)
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASN TEORI  PENYELESAIAN SENGKETA MEDIK ANTARA PASIEN DENGAN DOKTER DAN/ATAU DOKTER GIGI SERTA RUMAH SAKIT DEMI MEWUJUDKAN HAK PASIEN.

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASN TEORI PENYELESAIAN SENGKETA MEDIK ANTARA PASIEN DENGAN DOKTER DAN/ATAU DOKTER GIGI SERTA RUMAH SAKIT DEMI MEWUJUDKAN HAK PASIEN.

penyelesaian sengketa medik, tetapi mediasi mulai dikenal efektif dalam menyelesaikan sengketa medik. Perlu diingat bahwa kedua cara tersebut sebenarnya saling bergantung, dimana sebelum melakukan proses litigasi harus menempuh dengan cara mediasi terlebih dahulu. Proses litigasi memiliki ciri yang paling menonjol yaitu biaya yang cukup tinggi, waktu yang lama, beban psikologis yang tinggi, ditambah formalitas dan kompleksitas dari proses litigasi (Eddi Juanedi 2011 : 17). Pengertian yang dipaparkan oleh Eddi Junaedi menyadarkan bahwa kerugian dalam proses litigasi bagi dokter dan/atau dokter gigi dan juga Rumah Sakit adalah dari sisi dampak reputasi yang menurun bagi Rumah Sakit dan biaya premi asuransi dokter dan/atau dokter gigi yang meningkat. Hal tersebut menyebabkan secara psikologis pada masyarakat tetap akan menilai citra buruk pada Rumah Sakit atau dokter dan/atau dokter gigi yang sedang menjalankan proses Litigasi.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

TESIS  PENYELESAIAN SENGKETA MEDIK ANTARA PASIEN DENGAN DOKTER DAN/ATAU DOKTER GIGI SERTA RUMAH SAKIT DEMI MEWUJUDKAN HAK PASIEN.

TESIS PENYELESAIAN SENGKETA MEDIK ANTARA PASIEN DENGAN DOKTER DAN/ATAU DOKTER GIGI SERTA RUMAH SAKIT DEMI MEWUJUDKAN HAK PASIEN.

Penelitian tesis ini bertujuan untuk menjawab permasalahan mengenai dalam sengketa medik mengapa pasien sering mengalami kesulitan dalam mewujudkan haknya. Permasalahan kedua yaitu dalam penelitian tesis ini ingin menjawab manakah bentuk dan sistem penyelesaian sengketa yang lebih memberikan perlindungan kepada pasien dalam menyelesaikan sengketa medik antara pasien dengan dokter dan/atau dokter gigi serta Rumah Sakit demi mewujudkan hak pasien. Permasalahan tersebut dikaji dan diteliti dengan metode penelitian hukum normatif dan menggunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KESIMPULAN DAN SARAN  PENYELESAIAN SENGKETA MEDIK ANTARA PASIEN DENGAN DOKTER DAN/ATAU DOKTER GIGI SERTA RUMAH SAKIT DEMI MEWUJUDKAN HAK PASIEN.

KESIMPULAN DAN SARAN PENYELESAIAN SENGKETA MEDIK ANTARA PASIEN DENGAN DOKTER DAN/ATAU DOKTER GIGI SERTA RUMAH SAKIT DEMI MEWUJUDKAN HAK PASIEN.

1) menjawab rumusan masalah pertama mengenai kesulitan pasien untuk mewujudkan haknya dalam sengketa medik dengan dokter dan/atau dokter gigi serta rumah sakit disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, latar belakang pendidikan pasien, status ekonomi pasien, keterbatasan pasien maupun para penegak hukum untuk memahami dunia medis. Disisi lain, Pemerintah dalam memberikan regulasi mengenai hak-hak pasien, dokter dan/atau dokter gigi serta rumah sakit telah sesuai karena masing-masing hak telah ditetapkan melalui peraturan perundang-undangan seperti dalam Pasal 4 Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 32 Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, serta Pasal 52 Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

MINIMALISASI SENGKETA MEDIK PASIEN DAN T

MINIMALISASI SENGKETA MEDIK PASIEN DAN T

Sementara itu menurut norma hukum, pasien adalah, setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan baik secara langsung [r]

24 Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN - TANGGUNG JAWAB DOKTER TERHADAP KESALAHAN DIAGNOSIS

I. PENDAHULUAN - TANGGUNG JAWAB DOKTER TERHADAP KESALAHAN DIAGNOSIS

Sengketa medik adalah sengketa yang terjadi antara pasien dan keluarga pasien dengan tenaga kesehatan atau antara pasien dengan rumah sakit / fasilitas kesehatan. Biasanya yang dipersengketakan adalah hasil atau hasil akhir pelayanan kesehatan dengan tidak memperhatikan atau mengabaikan prosesnya. Padahal dalam hukum kesehatan diakui bahwa tenaga kesehatan atau pelaksana pelayanan kesehatan saat memberikan pelayanan hanya bertanggung jawab atas proses atau upaya yang dilakukan (Inspaning Verbinntenis) dan tidak menjamin / menggaransi hasil akhir (Resultalte Verbinntenis), kemudian sengketa medik ini menjadi permasalahan yang besar ketika diberitakan di media massa, ditambah lagi pengetahuan hukum kesehatan dari aparat penegak hukum yang kurang,
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ASPEK PEMBUKTIAN DALAM MALPRAKTEK MEDIK

ASPEK PEMBUKTIAN DALAM MALPRAKTEK MEDIK

Dalam menjalankan fungsinya ditengah-tengah masyarakat, dokter mempunyai kedudukan yang unik. Adanya kedudukan yang unik tersebut, tentu saja memberikan beban baru bagi setiap orang yang memilih profesi dokter sebagai pilihan dalam kehidupannya. Beban tersebut antara lain menjaga integritas, agar martabat profesinya tidak runtuh dan harus dipertahankan. Namun kenyataan menunjukkan bahwa kini banyak kritik pedas masyarakat terhadap pelayanan medik sebagai akibat banyaknya terjadi malpraktek medik. Perdebatan dikalangan profesi hukum dan kedokteran dalam penegakan hukum terhadap kasus-kasus malapraktek sangat penting untuk diselesaikan, yaitu dengan mengoptimalkan peranan ahli dalam aspek pembuktiannya.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Keberadaan Badan Arbitrase Nasional Indonesia Sebagai Pilihan Penyelesaian Sengketa Hutang Piutang

Keberadaan Badan Arbitrase Nasional Indonesia Sebagai Pilihan Penyelesaian Sengketa Hutang Piutang

Setiap cara yang dipakai, untuk penyelesaian suatu sengketa tertentu jelas memiliki konsekuensi, baik bagi para pihak yang bersengketa maupun masyarakat dalam arti seluas-luasnya. Demikian juga halnya dalam penyelesaian sengketa arbitrase, yang merupakan sebuah prosedur hukum, menyangkut proses gugatan di hadapan pihak ketiga sebagai pembuat keputusan, yang sekaligus bertindak selaku pihak yang akan memeriksa gugatan tersebut. Pada konteks ini terlihat bahwa arbitrase merupakan suatu bentuk peradilan yang diselenggarakan oleh dan berdasarkan kehendak serta itikad baik dari pihak-pihak yang berselisih agar perselisihan mereka tersebut diselesaikan oleh hakim yang mereka tunjuk dan angkat sendiri, dengan pengertian bahwa putusan yang diambil oleh hakim tersebut merupakan putusan yang bersifat final (putusan pada tingkat terakhir) dan yang mengikat kedua belah pihak untuk melaksanakannya.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

PEDOMAN TEKNIS PRASARANA RUMAH SAKIT SISTEM INSTALASI GAS MEDIK DAN VAKUM MEDIK

PEDOMAN TEKNIS PRASARANA RUMAH SAKIT SISTEM INSTALASI GAS MEDIK DAN VAKUM MEDIK

(3) bila hanya tersedia satu set pompa vakum untuk melayani kombinasi antara sistem vakum bedah-medik, laboratorium analisa, riset, atau pendidikan, maka laboratorium- laboratorium seperti itu harus disambungkan secara terpisah dari sistem bedah-medik, langsung ke tangki alat penampung melalui katup isolasi tersendiri dan unit perangkap cairan yang ditempatkan pada alat penampung. Antara katup isolasi dan unit perangkap cairan, boleh dipasang alat pembersih.

73 Baca lebih lajut

TINJAUAN RUMAH SAKIT KANKER  LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUMAH SAKIT KHUSUS KANKER DI YOGYAKARTA.

TINJAUAN RUMAH SAKIT KANKER LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUMAH SAKIT KHUSUS KANKER DI YOGYAKARTA.

Kriteria fasilitas dan kemampuan Rumah Sakit Umum Kelas B meliputi Pelayanan Medik Umum, Pelayanan Gawat Darurat, Pelayanan Medik Spesialis Dasar, Pelayanan Spesialis Penunjang Medik, Pe[r]

65 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK DERMATITIS KONTAK ALERGI (DKA) DI RSUP DR. KARIADI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

KARAKTERISTIK DERMATITIS KONTAK ALERGI (DKA) DI RSUP DR. KARIADI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Penelitian ini hanya menggunakan data sekunder yang didapatkan dari catatan medik maka diagnosis yang didapatkan hanya berdasarkan dari catatan medik.. Penelitian ini juga tidak dilaku[r]

3 Baca lebih lajut

Perbandingan Pemberian Informasi Verbal dengan Presentasi Video Terhadap Pengetahuan Prosedur Anestesi Umum pada Pasien yang Akan Menjalani Operasi di RSUP DR Hasan Sadikin Bandung

Perbandingan Pemberian Informasi Verbal dengan Presentasi Video Terhadap Pengetahuan Prosedur Anestesi Umum pada Pasien yang Akan Menjalani Operasi di RSUP DR Hasan Sadikin Bandung

Pasien menyadari sepenuhnya segala risiko tindakan medik yang akan dilakukan dokter dan jika dalam tindakan medik itu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, pasien tidak akan mengadakan [r]

10 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Atas Hak-Hak Konsumen Dalam Klausul Baku Perjanjian Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler Pasca Bayar

Tinjauan Yuridis Atas Hak-Hak Konsumen Dalam Klausul Baku Perjanjian Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler Pasca Bayar

Berdasarkan alasan ini menurut Ahmadi Miru, ketentuan Pasal 45 ayat (4) hanya dapat dibenarkan apabila istilah “tidak berhasil” tersebut tertuju pada BPSK, dalam arti tidak berhasil memberi putusan dalam cara arbitrase, atau BPSK sebagai mediator atau konsiliator, tidak berhasil mengantar para pihak mencapai kesepakatan dalam hal cara mediasi atau konsiliasi. Akan tetapi pernyataan ketidakberhasilan tersebut dinyatakan oleh BPSK, bukan oleh pihak/salah satu pihak yang bersengketa. 154 Penulis sependapat dengan pendapat Ahmadi Miru, karena bila ukuran ketidakberhasilan suatu penyelesaian sengketa konsumen dan pelaku usaha di BPSK didasarkan pada pernyataan ketidak puasan sepihak dari salah satu pihak yang bersengketa, maka sengketa tersebut akan menjadi kompleks dan memakan waktu yang cukup panjang. Padahal BPSK dibentuk untuk menyederhanakan proses penyelesaian sengketa konsumen dengan biaya murah dan waktu yang singkat.
Baca lebih lanjut

161 Baca lebih lajut

Und. Kualifikasi Gas Medik

Und. Kualifikasi Gas Medik

Perkantoran Pemerintah Sekadau SEKADAU data Kualifikasi pada : PEKERJAAN : Pengadaan Peralatan Instalasi Gas Medik Rumah Sakit OWNER ESTIMATE : SUMBER DANA : APBD KABUPATEN SEKADAU T[r]

1 Baca lebih lajut

BAHP Gagal Rehab Medik

BAHP Gagal Rehab Medik

Berdasarkan Berita Acara Hasil Pelelangan Nomor : 107/BA/POKJA-V/ULP-PAS/2016 tanggal 10 Juni 2016 tentang Pekerjaan Pengadaan Alat Kedokteran Umum (Alat Kesehatan Rehab Medik) Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan DAK Bidang Pelayanan Rujukan pada RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, bersama ini diumumkan kepada seluruh peserta bahwa pelelangan dinyatakan Gagal karena tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran.

6 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM DAN PENGEND

PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM DAN PENGEND

Disini dapat dilihat dari pihak yang terlibat sengketa-sengketa lingkungan tidak selalu berupa pertikaian antara anggota-anggota masyarakat di satu pihak dengan pengusaha atau industriawan dipihak lain, tetapi juga pertikaian antara anggota-anggota disatu pihak dengan pengusaha dan aparat pemerintah di pihak lain. Gejala seperti ini dapat juga dilihat dari pengalaman negara- negarayang telah maju seperti Amerika Serikat dan Kanada. Aparat pemerintahpun kadang-kadang terlibat dalam sengketa dalam kedudukan sebagai trgugat karna perannya sebagai pihak yang memberi izin atas kegiatan yang dilakukan yang menimbulkan dampak negatif. Jenis sengketa ini yang pertama dapat dikatakan bercorak pada murni, sedangkan jenis yang kedua bercorak administratif.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Perpustakaan Biro Hukum - Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia

Perpustakaan Biro Hukum - Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia

Selain upaya penyelesaian sengketa mediasi dan konsiliasi, para pihak dapat membentuk Dewan Sengketa Pemilihan keanggotaan dewan sengketa dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalita[r]

14 Baca lebih lajut

Show all 3182 documents...