Sequential Insertion

Top PDF Sequential Insertion:

EFEKTIVITAS ALGORITMA CLARKE-WRIGHT DAN SEQUENTIAL INSERTION DALAM PENENTUAN RUTE PENDISTRIBUSIAN TABUNG GAS LPG -

EFEKTIVITAS ALGORITMA CLARKE-WRIGHT DAN SEQUENTIAL INSERTION DALAM PENENTUAN RUTE PENDISTRIBUSIAN TABUNG GAS LPG -

metode Clarke-Wright dan metode Sequential Insertion. Metode Clarke-Wright cocok digunakan untuk mengatasi permasalahan yang cukup besar, dalam hal ini adalah jumlah rute yang banyak. Algoritma Clarke-Wright melakukan perhitungan penghematan yang diukur dari seberapa banyak dapat dilakukan pengurangan jarak tempuh dan waktu yang digunakan dengan mengaitkan titik- titik yang ada dan menjadikannya sebuah rute berdasarkan nilai saving yang terbesar yaitu jarak tempuh antara titik asal dan titik tujuan. Sedangkan metode Sequential Insertion memiliki kelebihan dalam pemilihan pelanggan, yakni dengan mempertimbangkan posisi pelanggan tersebut pada busur penyisipan yang tersedia, sehingga didapat hasil yang terbaik. Chairul, dkk (2014) mendefinisikan algoritma Sequential Insertion sebagai algoritma untuk memecahkan masalah dengan cara menyisipkan pelanggan di antara pelanggan yang telah terbentuk agar didapat hasil yang maksimal. Telah banyak penelitian dalam proses penyelesaian masalah rute pendistribusian barang menggunakan algoritma Clarke-Wright atau algoritma Sequential Insertion.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Penentuan Rute Distribusi Produk dengan Metode Sequential Insertion dan Clarke & Wright Saving di PT. Charoen Pokphand Indonesia – Food Division

Penentuan Rute Distribusi Produk dengan Metode Sequential Insertion dan Clarke & Wright Saving di PT. Charoen Pokphand Indonesia – Food Division

Menggunakan Metode Sequential Insertion ...................... V-24 5.14. Saving Matriks pada Setiap Titik Distribusi ...................... V-26 5.15. Rekapitulasi Perhitungan dan Pembentukan Seluruh Tur .. V-35 5.16. Rekapitulasi Rute Distribusi yang Terbentuk dengan

18 Baca lebih lajut

Penentuan Rute Distribusi Produk dengan Metode Sequential Insertion dan Clarke & Wright Saving di PT. Charoen Pokphand Indonesia – Food Division

Penentuan Rute Distribusi Produk dengan Metode Sequential Insertion dan Clarke & Wright Saving di PT. Charoen Pokphand Indonesia – Food Division

PT. Charoen Pokphand Indonesia – Food Division merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi makanan berupa daging ayam olahan. Permasalahan yang sedang dihadapi oleh PT. Charoen Pokphand Indonesia – Food Division dalam hal pendistribusian produk kepada setiap customer dimana perusahaan menetapkan urutan perjalanan pada setiap tur berdasarkan urutan customer yang mengajukan permintaan sehingga mengakibatkan rute perjalanan antar titik lokasi customer tidak pada wilayah yang berdekatan akan mempengaruhi besarnya nilai total jarak dan waktu tempuh distribusi produk. Hal ini diakibatkan karena belum adanya rute distribusi yang optimal dengan perhitungan kapasitas alat angkut yang tersedia juga jarak tempuh dari PT. Charoen Pokphand Indonesia – Food Division ke seluruh customer yang efektif dan efisien. VRP adalah permasalahan optimasi distribusi yang bertujuan untuk menentukan rute yang paling efisien dalam suatu kegiatan distribusi dengan sejumlah n kendaraan yang ditentukan terhadap sejumlah m lokasi. Model permasalahan ini menggunakan alat angkut yang diawali dari satu titik pusat tertentu (distributor – Warehouse PT. Charoen Pokphand Indonesia – Food Division) yang bergerak menuju semua titik distribusi (customer) kemudian kembali ke titik awal. Customer yang tersebar kemudian dibagi berdasarkan jumlah permintaan serta jarak tempuh. Penelitian yang dilakukan bertujuan mendapatkan total jarak dan waktu tempuh yang optimum serta merancang rute yang optimal dari rute yang terbentuk. Penentuan rute distribusi produk ini diselesaikan menggunakan metode Sequential Insertion dan metode Clarke & Wright Savings. Penentuan rute ini dilakukan berdasarkan dua tahap yaitu tahap perancangan rute awal dengan masing-masing metode dan tahap perbaikan tur perjalanan dari rute yang terpilih. Berdasarkan perhitungan
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENYELESAIAN CAPACITATED VEHICLE ROUTING PROBLEM (CVRP) MENGGUNAKAN METODE SAVING MATRIKS, SEQUENTIAL INSERTION, DAN NEAREST NEIGHBOUR DI VICTORIA RO.

PENYELESAIAN CAPACITATED VEHICLE ROUTING PROBLEM (CVRP) MENGGUNAKAN METODE SAVING MATRIKS, SEQUENTIAL INSERTION, DAN NEAREST NEIGHBOUR DI VICTORIA RO.

Hasil penelitian-penelitian tersebut membuktikan bahwa metode yang diterapkan mampu menghasilkan rute yang lebih efektif dari rute sebelumnya, namun tidak banyak penelitian yang membandingkan efektifitas dari ketiga metode tersebut. Sehingga pada skripsi ini peneliti tertarik untuk membandingkan efektifitas antara metode Saving Matriks, Sequential Insertion dan Nearest Neighbour yang diterapkan pada Capacitated Vehicle Routing Problem. Keefektifitasan akan dilihat berdasarkan hasil jarak tempuh yang mempunyai selisih terbesar dengan total jarak tempuh perusahaan saat ini.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Alogaritma Sequential Insertion untuk Memecahkan Vehicle Routing Problem dengan Multiple Trips, Time Window dan Simultaneous Pickup Delivery.

Alogaritma Sequential Insertion untuk Memecahkan Vehicle Routing Problem dengan Multiple Trips, Time Window dan Simultaneous Pickup Delivery.

Solusi algoritma sequential insertion disajikan dalam Lampiran Tabel 1. Gambar 2 menyajikan plot nilai fungsi tujuan untuk sembilan contoh data dengan empat kriteria pemilihan pelanggan awal. Kriteria 2 yakni earliest ready time relatif membentuk solusi rata-rata yang lebih baik dari kriteria lainnya. Karakteristik model VRP dan karakteristik data yang diuji akan mempengaruhi kualitas solusi untuk setiap pemilihan kriteria Imawati (2004).

9 Baca lebih lajut

Penentuan Rute Distribusi Produk dengan Metode Sequential Insertion dan Clarke & Wright Saving di PT. Charoen Pokphand Indonesia – Food Division

Penentuan Rute Distribusi Produk dengan Metode Sequential Insertion dan Clarke & Wright Saving di PT. Charoen Pokphand Indonesia – Food Division

Penentuan Rute Distribusi Produk Obat Menggunakan Metode Sequential Insertion dan Clarke & Wright Savings.. Bandung: Jurnal Teknik Industri ITENAS Octora, Lita.[r]

1 Baca lebih lajut

Penentuan Rute Distribusi Produk dengan Metode Sequential Insertion dan Clarke & Wright Saving di PT. Charoen Pokphand Indonesia – Food Division

Penentuan Rute Distribusi Produk dengan Metode Sequential Insertion dan Clarke & Wright Saving di PT. Charoen Pokphand Indonesia – Food Division

2. Kemudian dilakukan perumusan masalah yang berisikan masalah pokok untuk mengetahui penyebab yang terjadi. Berdasarkan masalah awal tersebut, susunan rute yang tidak teratur tersebut menghasilkan nilai total jarak tempuh yang cukup besar sehingga akan berdampak terhadap biaya distribusi produk. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu diadakan penelitian untuk perencanaan rute yang optimal. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan masalah tersebut adalah metode Sequential Insertion dan Clarke & Wright Savings dengan mempertimbangkan kapasitas alat angkut dan waktu kerja agar distribusi produk dapat dilakukan lebih efisien dan efektif.
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

Penentuan Rute Distribusi Produk dengan Metode Sequential Insertion dan Clarke & Wright Saving di PT. Charoen Pokphand Indonesia – Food Division

Penentuan Rute Distribusi Produk dengan Metode Sequential Insertion dan Clarke & Wright Saving di PT. Charoen Pokphand Indonesia – Food Division

Bab V Pengumpulan dan Pengolahan Data, berisikan tentang data yang diperlukan dalam melakukan pengolahan serta pengolahan data dengan metode Sequential Insertion dan Clarke & Wright Savings, lalu dilakukan perbaikan terhadap metode yang terpilih, kemudian dilakukan penentuan rute yang terbaik, dan pada akhirnya dilakukan penjadwalan rute distribusi.

9 Baca lebih lajut

Penentuan Rute Distribusi Produk dengan Metode Sequential Insertion dan Clarke & Wright Saving di PT. Charoen Pokphand Indonesia – Food Division

Penentuan Rute Distribusi Produk dengan Metode Sequential Insertion dan Clarke & Wright Saving di PT. Charoen Pokphand Indonesia – Food Division

Merek : Inotec GmbH Daya : 2Kw Jumlah : 2 7 Mesin Vacum Sealer untuk memvakumkan kemasan yang telah diisi dengan produk sosis Spesifikasi mesin: Daya : 50 Hz, 29 A, 36 Volt Jumlah : [r]

46 Baca lebih lajut

MODIFICATION OF CROSSOVER OPERATOR ON GA APPLICATION FOR TSP.

MODIFICATION OF CROSSOVER OPERATOR ON GA APPLICATION FOR TSP.

In all crossover operations to TSP, each generated chromosome (offspring’s chromosome) is valid, but cannot guarantee that produce individual offspring better than their parents. It is proposed intervention on chromosome arrangement. This intervention is done by utilizing the principle of the Nearest Neighbor and Sequential Insertion algorithm. Both only produce one chromosome of offspring for every pair of parent’s chromosome subjected to crossover operation. Offspring chromosome is added to the end of the set of chromosomes in the crossover phase.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Analisis Penentuan Rute Truk Pengangkutan TBS yang Optimal Dengan Metode Nearest Neighbour dan Clarke & Wright Savings di PT.PP London Sumatra Indonesia ,Tbk

Analisis Penentuan Rute Truk Pengangkutan TBS yang Optimal Dengan Metode Nearest Neighbour dan Clarke & Wright Savings di PT.PP London Sumatra Indonesia ,Tbk

2014.Penentuan Rute Kendaraan Distribusi Produk Roti Menggunakan Mentode Nearest Neighbour dan Metode Sequential Insertion.. Eva Volna and Martin Kotyrba, 2016.Unconventional Heuristics [r]

2 Baca lebih lajut

artikel seq insertion rev jurnal saintek

artikel seq insertion rev jurnal saintek

Telah diperoleh model vehicle routing problem untuk pengangkutan sampah di Kota Yogyakarta. Selanjutnya dilakukan pengolahan data dari BLH Kota Yogyakarta menggunakan algoritma sequential insertion. Berdasarkan 22 TPS yang disimulasikan dengan Macro Excel, diperoleh 4 tur jika diberikan panjang horizon perencanaan adalah 3 jam, dan diperoleh 3 tur jika diberikan panjang horizon perencanaan adalah 4 jam.

5 Baca lebih lajut

INDEXED SEQUENTIAL ORGANIZATION FILE

INDEXED SEQUENTIAL ORGANIZATION FILE

Masalahnya, jika mencari katalognya secara berurut (sequential), maka akan memakan waktu yang relatif lama, karenanya ada yang mencarinya dengan cara binary isearch itree, misalkan ia mencari dari tengah tumpukan katalog, bila kurang, ia cari tengahnya lagi dengan kartu katalog yang paling belakang, tetapi bila lebih ia akan mencari tengahnya lagi dari kartu katalog terdepan, dan seterusnya.

12 Baca lebih lajut

ORGANISASI BERKAS INDEKS SEQUENTIAL

ORGANISASI BERKAS INDEKS SEQUENTIAL

Salah satu cara yang paling efektif untuk mengorganisasi kumpulan record- record yang membutuhkan akses record secara sequential maupun akses record secara individu berdasarkan nilai key adalah organisasi berkas indeks sequential.

14 Baca lebih lajut

ORGANISASI BERKAS INDEX SEQUENTIAL

ORGANISASI BERKAS INDEX SEQUENTIAL

mengakses dengan nilai key BAT, pertama akan dicari pada master indeks. Karena BAT ada di depan LYNX, maka pointer dari LYNX akan menunjuk ke cylinder index. Karena BAT ada di depan ELEPHANT, maka pointer dari ELEPHANT akan menunjuk ke track 0 dari cylinder 1. Karena BAT ada di belakang BABOON dan di depan COW, maka pointer dari BABOON akan menunjuk ke track 2, yang mencari secara sequential sampai BAT ditemukan.

32 Baca lebih lajut

Media Penyimpanan Berkas Sequential

Media Penyimpanan Berkas Sequential

Organisasi berkas sequential adalah merupakan cara yang paling dasar untuk mengorganisasikan kumpulan record-record dalam sebuah berkas. Dalam organisasi berkas sequential, pada waktu record ini dibuat, record- record direkam secara berurutan.

10 Baca lebih lajut

Limit Index: This index groups the records (keys) and only provides the location

Limit Index: This index groups the records (keys) and only provides the location

Sequential files are serial files whose records are sorted and stored in an ascending or descending on a particular key field. The physical order of the records on the disk is not necessarily sequential, as most manufacturers support an organisation where certain records (inserted after the file has been set up) are held in a logical sequence but are physically placed into an overflow area. They are no longer physically contiguous with the preceding and following logical records, but they can be retrieved in sequence.

7 Baca lebih lajut

PEMBANGUNAN APLIKASI   PEMBANGUNAN APLIKASI SEQUENTIAL ASSOCIATION DATA MINING TERHADAP DATA SEKUENSIAL SIRKULASI PEMINJAMAN BUKU DI PERPUSTAKAAN DENGAN ALGORITMA GENERALIZED SEQUENTIAL PATTERN.

PEMBANGUNAN APLIKASI PEMBANGUNAN APLIKASI SEQUENTIAL ASSOCIATION DATA MINING TERHADAP DATA SEKUENSIAL SIRKULASI PEMINJAMAN BUKU DI PERPUSTAKAAN DENGAN ALGORITMA GENERALIZED SEQUENTIAL PATTERN.

Atas dasar permasalahan di atas, maka diperlukan suatu metoda sebagai pedoman untuk mengolah data tertentu menjadi suatu informasi yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengambilan sebuah keputusan. Perangkat lunak SADPerpus dibangun dengan menggunakan metode Sequential Association Data Mining dengan algoritma Generalized Sequential Pattern. Perangkat lunak ini digunakan untuk menggali informasi yang terdapat pada data peminjaman buku di Perpustakaan Universitas Atmajaya Jogjakarta.

12 Baca lebih lajut

Komputasi Kinerja Tinggi

Komputasi Kinerja Tinggi

Cluster Architecture Sequential Applications Parallel Applications Parallel Programming Environment Cluster Middleware Single System Image and Availability Infrastructure Sequential[r]

105 Baca lebih lajut

Show all 341 documents...