serat baja

Top PDF serat baja:

Studi Tingkat Permeabilitas Beton Serat Baja Benrat | Siregar | SMARTek 471 1661 1 PB

Studi Tingkat Permeabilitas Beton Serat Baja Benrat | Siregar | SMARTek 471 1661 1 PB

Dari Gambar 2 yang merupakan grafik hubungan antara nilai koefisien permeabilitas beton dan penambahan serat beton terlihat bahwa nilai koefisien permeabilitas beton akan semakin naik dengan semakin besarnya prosentase penambahan serat baja pada campuran beton. Dan pertambahan nilai permeabilitas akan lebih dari 5% setiap 1% penambahan serat baja dengan panjang 20 mm (ratio l/d= 20), dan untuk setiap 1% penambahan serat baja dengan panjang 40 mm (ratio l/d= 40) akan bertambah nilai permeabilitasnya lebih dari 100%, sedangkan untuk 1% penambahan serat baja dengan pnajang 60 mm (ratio l/d=60) akan bertambah nilai permeabilitasnya lebih dari 200%.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

NILAI KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN KUAT LENTUR PADA BETON BERAGREGAT KASAR PET DENGAN PENAMBAHAN SILICA FUME DAN SERAT BAJA SEBAGAI BAHAN PANEL DINDING (The Compressive Strength, Splitting Tensile Strength, and Flexural Strength of Concrete with PET

NILAI KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN KUAT LENTUR PADA BETON BERAGREGAT KASAR PET DENGAN PENAMBAHAN SILICA FUME DAN SERAT BAJA SEBAGAI BAHAN PANEL DINDING (The Compressive Strength, Splitting Tensile Strength, and Flexural Strength of Concrete with PET

Skripsi ini merupakan salah satu persyaratan akademik untuk menyelesaikan Program Sarjana pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Skripsi ini mengangkat permasalahan tentang pemanfaatan limbah plastik PET sebagai agregat kasar dengan melakukan penambahan silica fume dan serat baja dengan metode penelitian ini adalah metode eksperimen.

20 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAJA  LOKAL (KAWAT BENDRAT) PADA BETON MEMADAT MANDIRI  PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAJA LOKAL (KAWAT BENDRAT) PADA BETON MEMADAT MANDIRI (SELF COMPACTING CONCRETE).

PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAJA LOKAL (KAWAT BENDRAT) PADA BETON MEMADAT MANDIRI PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAJA LOKAL (KAWAT BENDRAT) PADA BETON MEMADAT MANDIRI (SELF COMPACTING CONCRETE).

Self Compacting Concrete adalah campuran beton yang mampu memadat sendiri tanpa menggunakan alat pemadat atau mesin penggetar (vibrator).. Penelitian ini menggunakan bahan tambah berupa superplastizer yang dapat mengurangi jumlah air dan menaikan workability adukan beton, lalu menambahkan serat lokal (kawat bendrat) untuk menaikan kuat tarik yang relatif rendah pada beton serta menambahkan fines (fly ash) sebagai filler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat baja lokal (kawat bendrat) pada beton memadat mandiri (self compacting concrete).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Kombinasi Slag Dan Fly Ash Terhadap Beton Ringan Dengan Penambahan Serat Baja

Pengaruh Kombinasi Slag Dan Fly Ash Terhadap Beton Ringan Dengan Penambahan Serat Baja

ii Dengan semakin pesatnya pertumbuhan pengetahuan dan teknologi di bidang konstruksi diperlukan suatu bahan bangunan yang memiliki keunggulan yang lebih baik dibandingkan bahan bangunan yang sudah ada selama ini. Selain itu bahan tersebut harus memiliki beberapa keuntungan seperti bentuk yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan, spesifikasi teknis dan daya tahan yang kuat, kecepatan pelaksanaan konstruksi serta ramah lingkungan. Karena sudah hampir sebagian besar gedung-gedung dan sarana infrastruktur di daerah kota menggunakan beton sebagai bahan dasar dari bangunan mereka. Penggunaan beton pada gedung dilakukan dalam rangka menghemat pengeluaran dalam suatu proses konstruksi. Oleh karena itu beton ringan sangat mendukung dalam pembangunan sekarang ini sehingga dapat mengurangi pengeluaran yang ada. Dengan menggunaan agregat batu apung serta campuran fly ash, slag dan serat baja(fiber steel) dapat meningkatkan mutu dari beton ringan itu sendiri. Dalam hal ini penggunaan bahan campuran seperti slag, fly ash dan serat baja diharapakan dapat menigkatkan kualitas beton seperti kuat tekan yang baik, kuat tarik belah dan mengurangi absorbsi yang terjadi pada beton. Adapun variasi kombinasi slag, fly ash yang digunakan sebesar 5% dan 10% dari berat pasir dan serat baja yang digunakan adalah 1% dan 2% adri berat semen yang dipakai dan pengujian yang dilakukan berupa slump test, kuat tekan, kuat tarik belah dan absorbs beton. Dari hasil pengujian didapat kuat tekan optimum terjadi pada Variasi BRSF 2 sebesar 12.073Mpa, sedangkan kuat tarik belah optimum terdapat pada variasi BRSF 2 sebesar 2.094 Mpa, hal ini diakibatkan terdapatnya 2% serat baja dialam campuran tersebut, sedangkan nilai absorbs optimum terjadi pada variasi BRS1 sebesar 2.734%.
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

Pengaruh Kombinasi Slag Dan Fly Ash Terhadap Beton Ringan Dengan Penambahan Serat Baja

Pengaruh Kombinasi Slag Dan Fly Ash Terhadap Beton Ringan Dengan Penambahan Serat Baja

Dari penelitian Naaman dan Najm (1991) meneliti beton serat yang menggunakan baja. Penelitian ini mengenai pengujian pull out serat baja dengan mortar semen. Dengan menggunakan 3 bentuk serat yang berbeda (lurus, deform dan berkait), penambahan additive seperti latex, fly ash dan microsilica. Serat- serat berkait dan deformed fibers memiliki pullout resistance lebih tinggi dibandingkan dengan serat yang rata atau lurus. Ini karena sumbangan mekanis dari serat berkait dan deformed fibers dalam hal pullout resistance bisa mencapai hingga seratus kali dari serat yang rata atau lurus.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

Tinjauan kejut beton mutu tinggi dengan penambahan silica fume, fly ash dan serat baja

Tinjauan kejut beton mutu tinggi dengan penambahan silica fume, fly ash dan serat baja

Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen. Benda uji berupa silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Variasi panjang serat baja adalah 0 cm ( beton mutu tinggi normal ); 2,5 cm ; 5 cm ; campuran (2,5 cm dan 5 cm) dengan berat 1% dari berat mortar. Untuk masing-masing variasi sampel beton berjumlah 3 buah benda uji, jadi jumlah total benda uji adalah 12 buah. Dari hasil analisa diperoleh nilai rata-rata pukulan dan energi serapan untuk tiap variasi panjang serat, adalah sebagai berikut : untuk retak pertama, panjang serat 0 cm sebesar 60,33 pukulan dan 2664,2679 joule, serat 2,5 cm sebesar 64,67 pukulan dan 2854,8572 joule, serat 5cm sebesar 69,67 pukulan dan 3075,5822 Joule, serat campuran sebesar 63,67 pukulan dan 2810,7122 joule. Untuk runtuh total, panjang serat 0 cm sebesar 79,33 pukulan dan 3509,0229 joule, serat 2,5 cm sebesar 80 pukulan dan 3531,6 joule, serat 5cm sebesar 89,67 pukulan dan 3958,4822 Joule, serat campuran sebesar 83 pukulan dan 3664,035 joule. Dari hasil analisa didapatkan nilai kuat kejut optimum terdapat pada variasi beton dengan penambahan serat baja panjang 5 cm.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMBINASI SLAG DAN FLY ASH TERHADAP BETON RINGAN DENGAN PENAMBAHAN SERAT BAJA TUGAS AKHIR EKSPERIMENTAL

PENGARUH KOMBINASI SLAG DAN FLY ASH TERHADAP BETON RINGAN DENGAN PENAMBAHAN SERAT BAJA TUGAS AKHIR EKSPERIMENTAL

Tugas akhir ini merupakan syarat untuk mencapai gelar sarjana Teknik Sipil bidang struktur Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, dengan judul “PENGARUH KOMBINASI SLAG DAN FLY ASH TERHADAP BETON RINGAN DENGAN PENAMBAHAN SERAT BAJA”.

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAJA LOKAL (KAWAT BENDRAT) PADA BETON MEMADAT MANDIRI (SELF COMPACTING CONCRETE).

PENDAHULUAN PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAJA LOKAL (KAWAT BENDRAT) PADA BETON MEMADAT MANDIRI (SELF COMPACTING CONCRETE).

Serat baja merupakan bahan logam yang di kenal dengan salah satu bahan yang memiliki kelebihan pada kuat tarik, tetapi memiliki kelemahan yaitu mudah korosif bila ada sebagian serat yang tidak tertutup oleh beton. Selain itu penambahan serat baja ke dalam beton dapat menimbulkan permasalahan berupa fiber dispersion atau bowling. Salah satu solusi penanganan dengan menambahkan superplastizicer. Dalam penelitian ini serat baja yang di gunakan adalah serat baja (kawat bendrat). Serat ini banyak di temukan di Indonesia karena mudah di jangkau dan harganya yang relatif murah. Pada bangunan konstruksi serat kawat bendrat ini biasanya di gunakan untuk mengikat sengkang tulangan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Ultra High Performance Concrete Beton Ge

Ultra High Performance Concrete Beton Ge

Tentu saja salah satu sifat fisik yang terpenting pada UHPC adalah kuat tekannya yang bisa mencapai sekuat baja sebesar 200-250 Mpa. Dari berbagai penelitian , secara umum disepakati UHPC perlu ditambahkan serat baja mutu tinggi sebesar 2 – 2,5 % Volume, agar diperoleh sifat keruntuhan yang daktail. Hubungan tegangan regangan UHPC tersebut adalah hampir linear sampai mencapai tegangan maksimumnya, dengan Young Modulus 55 Gpa. Dengan penambahan serat baja, maka hubungan tegangan regangan akan mempunyai grafik menurun setelah UHPC mencapai kuat maksimum sebelum dia runtuh, menandakan terjadinya deformasi sebelum keruntuhan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

UJI KUAT LENTUR PADA PANEL BETON RINGAN BERAGREGAT KASAR LIMBAH PLASTIK PET DAN BERTULANGAN WIREMESH.

UJI KUAT LENTUR PADA PANEL BETON RINGAN BERAGREGAT KASAR LIMBAH PLASTIK PET DAN BERTULANGAN WIREMESH.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental. Pengujian terhadap agregat halus, agregat kasar dan kawat wiremesh dilakukan sebagai uji pendahuluan untuk mengetahui kelayakan material. Perencanaan rancang campur beton menggunakan metode Dreux-Corrise . Kawat wiremesh yang digunakan berdiameter 1,55 mm dengan spasi tulangan 2,5 cm. Presentase silica fume yang dipakai sebesar 10% dari berat semen dan serat baja yang digunakan adalah kawat bendrat 3 cm. Benda uji berbentuk panel berukuran panjang 50 cm, lebar 30 cm dan memilik variasi ketebalan 3 cm dan 5 cm yang masing-masing berjumlah 3 buah.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

abstrak pdd slamet widodoemail

abstrak pdd slamet widodoemail

Sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi konstruksi beton, saat ini dapat ditemui secara luas aplikasi beton komposit (composite concrete), di mana pada penampang beton bertulang terdapat beberapa lapis beton yang berbeda, sebagaimana dijumpai pada sistem konstruksi Partial depth precast concrete. Teknologi ini dikembangkan dengan tujuan percepatan masa konstruksi, penghematan biaya konstruksi khususnya bekisting (conventional formwork) ataupun dengan tujuan penghematan baja tulangan. Dalam penelitian ini akan dikembangkan partial-depth precast concrete dengan memanfaatkan beton ringan berserat dengan agregat kasar breksi batu apung sebagai stay in place formwork dan Self Compacting Concrete untuk lapis topping. Dalam tahapan penelitian ini dilakukan optimalisasi sifat fisik dan mekanik beton ringan berserat dengan agregat kasar breksi batu apung serta analisis metode uji kekuatan geser interface antara dua lapis beton yang berbeda. Berat jenis beton yang didasarkan pada demoulded density menunjukkan bahwa berat jenis beton ringan berbanding terbalik dengan fraksi volume breksi batu apung yang digunakan. Beton ringan struktural dapat dihasilkan dengan pemanfaatan breksi batu apung sebagai agregat kasar dengan fraksi volume antara 55% sampai dengan 75% dari total volume agregat dalam adukan beton. Kekuatan tekan beton ringan dapat ditingkatkan dengan cara menggantikan sebagian semen dengan silika fume. Peningkatan kuat tekan optimum dapat dicapai hingga 13,07% pada saat sebagian semen digantikan dengan silika fume hingga 9% dari berat semen. Penambahan serat ke dalam adukan beton ringan akan menyebabkan berkurangnya kelecakan beton. Berat jenis beton yang didasarkan pada demoulded density menunjukkan bahwa berat jenis beton ringan akan bertambah berbanding lurus dengan fraksi volume serat baja yang digunakan
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

STUDI KUAT LENTUR BETON RINGAN BERSERAT KAWAT GALVANIS Eddy Purwanto

STUDI KUAT LENTUR BETON RINGAN BERSERAT KAWAT GALVANIS Eddy Purwanto

Pola keruntuhan balok uji dalam pengujian lentur dapat dilihat pada Gambar 6. Dari kurva tersebut dapat dilihat bahwa pada beton biasa (L - 0) kurva putus setelah mencapai beban maksimum. Hal ini menunjukkan bahwa segera setelah tegangan maksimum tercapai balok tersebut runtuh (belah menjadi dua bagian) secara tiba-tiba tanpa didahului tanda-tanda peringatan yang berarti beton biasa bersifat getas dan mempunyai daktilitas yang rendah. Pada kurva beban-lendutan beton serat terlihat bahwa serat kawat sangat berpengaruh pada bagian kurva yang naik yaitu bertambahnya tegangan maksimum yang cukup besar. Pada bagian kurva yang menurun telihat bahwa pengaruh serat sangat besar terhadap perilaku beton setelah mencapai puncak tegangan yaitu setelah mencapai tegangan maksimum tercapai beton tidak langsung runtuh tetapi masih mampu menahan tegangan/beban yang cukup besar meskipun mengalami lendutan yang besar sampai beton runtuh. Hal ini disebabkan serat-serat baja yang tersebar dengan orientasi acak dalam beton menyilang retak pada beton, menahan penyebaran retak dan pemisahan benda uji. Ini menunjukkan bahwa adanya serat di dalam beton meningkatkan kemampuan beton menyerap energi (toughness) dan mengubah beton dari bahan yang getas menjadi lebih daktail.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH DOSIS, ASPEK RASIO, DAN DISTRIBUSI SERAT TERHADAP KUAT LENTUR DAN KUAT TARIK BELAH BETON BERSERAT BAJA.

PENGARUH DOSIS, ASPEK RASIO, DAN DISTRIBUSI SERAT TERHADAP KUAT LENTUR DAN KUAT TARIK BELAH BETON BERSERAT BAJA.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serat baja dengan berbagai dosis dapat meningkatkan kuat lentur dan kuat tarik belah. Kuat lentur meningkat hingga 77,02% sedangkan kuat tarik belah meningkat hingga 44,62%. Serat dengan aspek rasio besar memberikan kinerja yang lebih baik dalam hal kuat lentur dan kuat tarik belah dibandingkan serat dengan aspek rasio kecil. Kinerja beton serat juga dipengaruhi oleh distribusi serat dan jumlah serat di daerah retakan. Kinerja beton serat cenderung mengalami kenaikan seiring dengan bertambahnya jumlah serat.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

KESIMPULAN DAN SARAN  STUDI PENGARUH FAKTOR AIR SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN KUAT LENTUR BETON RINGAN DENGAN SERAT KAWAT.

KESIMPULAN DAN SARAN STUDI PENGARUH FAKTOR AIR SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN KUAT LENTUR BETON RINGAN DENGAN SERAT KAWAT.

Prasetyo. S., 2013, Efek Penambahan Serat Campuran Polypropylene Dan Serat Baja Terhadap Kuat Lentur Dan Kuat Tarik Belah Beton Ringan Dengan Agregat Breksi Batu Apung, Laporan Peneltian Proyek Akhir Universitas Negeri Yogyakarta , Yogyakarta.

40 Baca lebih lajut

Silabus MK Struktur Baja I.doc

Silabus MK Struktur Baja I.doc

Pendahuluan meliputi bahasan tentang baja sebagai bahan struktur, sifat-sifat baja, fabrikasi baja, bentuk profil baja, cara pemeliharaan dan perancangan struktur baja;Perhitungan Dimensi Batang meliputi bahasan perhitungan dimensi batang tarik dan tekan, perhitungan dimensi balok gelagar sederhana dan kontrol tegangannya; Perhitungan sambungan baja meliputi sambungan bout, paku keling, dan las; dan perhitungan kolom dengan profil rangkap untuk bangunan baja sederhana

2 Baca lebih lajut

2.2. Dasar-Dasar Pemilihan Bahan - BAB II FIX

2.2. Dasar-Dasar Pemilihan Bahan - BAB II FIX

Baja karbon rendah (low carbon steel) mengandung karbon antara 0,025 % - 0,25 % C. Setiap satu ton baja karbon rendah mengandung 10 – 30 kg karbon. Baja karbon ini dalam perdagangan di buat dalam plat baja strip dan baja batangan atau profil. Berdasarkan jumlah karbon yang terkandung dalam baja, maka baja karbon rendah dapat digunakan atau dijadikan baja- baja sebagai berikut:

27 Baca lebih lajut

1. KI KD Teknologi Dasar Kons Baja

1. KI KD Teknologi Dasar Kons Baja

4.1 Menerapkan ilmu dasar kontruksi baja pada suatu pekerjaan konstruksi baja 4.2 Menerapkan peraturan-peraturan konstruksi baja pada pekerjaan pekerjaan baja dan baja ringan 4.3 Menghi[r]

2 Baca lebih lajut

KONSTRUKSI dan RANGKA dan BAJA

KONSTRUKSI dan RANGKA dan BAJA

Baja adalah paduan logam yang tersusun dari besi sebagai unsur utama dan karbon sebagai unsur penguat. Unsur karbon inilah yang banyak berperan dalam peningkatan performan. Perlakuan panas dapat mengubah sifat baja dari lunak seperti kawat menjadi keras seperti pisau. Penyebabnya adalah perlakuan panas mengubah struktur mikro besi yang berubah-ubah dari susunan kristal berbentuk kubik berpusat ruang menjadi kubik berpusat sisi atau heksagonal.

12 Baca lebih lajut

materi kuliah jaringan penguat 0

materi kuliah jaringan penguat 0

SklerenkimSklerenkim -- SERAT SKLERENKIM fiberSERAT SKLERENKIM fiber Serat Serat komersial:komersial: Serat lunak, contoh serat linen Serat lunak, contoh serat linen Linum usitat[r]

5 Baca lebih lajut

EFFECT OFHEAT TREATMENT, PENGARUH PERLAKUAN PANAS, VARIASI SUHU TEMPERING DAN LAMA WAKTU PENAHANAN TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA PEGAS DAUN KARBON SEDANG (TEMPERINGTEMPERATUREVARIATIONSANDHOLDING TIMEONHARDNESSANDMICROSTRUCTURE OFMEDIUMCARBON

EFFECT OFHEAT TREATMENT, PENGARUH PERLAKUAN PANAS, VARIASI SUHU TEMPERING DAN LAMA WAKTU PENAHANAN TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA PEGAS DAUN KARBON SEDANG (TEMPERINGTEMPERATUREVARIATIONSANDHOLDING TIMEONHARDNESSANDMICROSTRUCTURE OFMEDIUMCARBON

Gambar 5 menunjukkan prinsip kerja alat uji komposisi kimia yaitu Optical Emision Spectroscopy (OES) yaitu pengujian sinar radioaktif dan gas argon ditembakkan terhadap sampel, kemudian dari hasil penembakan didapatkan print out hasil uji yang terbaca pada layar komputer. Analisis komposisi kimia ini dapat kita gunakan untuk mengetahui kadar karbon baja yang kita gunakan, apakah baja tersebut masuk dalam jenis baja karbon rendah (low karbon steel), baja karbon sedang (medium carbon steel), dan baja karbon tinggi (high carbon steel) atau malah masuk ke dalam kategori baja paduan.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Show all 7325 documents...