Seribu Kunang-Kunang Di Manhattan

Top PDF Seribu Kunang-Kunang Di Manhattan:

133536 AKJ 2005 10 01 Pentas Teater Seribu Kunang Kunang di Manhattan

133536 AKJ 2005 10 01 Pentas Teater Seribu Kunang Kunang di Manhattan

Manhanttan/ karya Umar Kayam/ kemarin malam/ tanggal 29 dan 30 September 2005/ bertempat di Lembaga Indonesia Perancis Yogyakarta// Menceritakan pertemuan perbedaan dua kultur budaya/ yang diwakili oleh sosok Marno diperankan oleh MN. Komarudin/ yang berasal dari Indonesia// sedangkan Jane/ diperankan oleh Sulistyawati seorang pribumi Manhattan//

1 Baca lebih lajut

Gambaran budaya timur-barat dalam cerpen seribu kunang-kunang di Manhattan karya Umar Kayam: Tinjauan Sosiologi Sastra 1. HALAMAN JUDUL

Gambaran budaya timur-barat dalam cerpen seribu kunang-kunang di Manhattan karya Umar Kayam: Tinjauan Sosiologi Sastra 1. HALAMAN JUDUL

F. Chrysnha Pradipha. C0210020. 2015. Gambaran Budaya Timur-Barat dalam Cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhattan Karya Umar Kayam: Tinjauan Sosiologi Sastra . Skripsi: Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta.

14 Baca lebih lajut

GAMBARAN BUDAYA TIMUR-BARAT DALAM CERPEN SERIBU KUNANG-KUNANG DI MANHATTAN KARYA UMAR KAYAM: Tinjauan Sosiologi Sastra.

GAMBARAN BUDAYA TIMUR-BARAT DALAM CERPEN SERIBU KUNANG-KUNANG DI MANHATTAN KARYA UMAR KAYAM: Tinjauan Sosiologi Sastra.

F. Chrysnha Pradipha. C0210020. 2015. Gambaran Budaya Timur-Barat dalam Cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhattan Karya Umar Kayam: Tinjauan Sosiologi Sastra. Skripsi: Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta.

14 Baca lebih lajut

Halaman 1 PENGARUH AKTIFITAS PENDUKUNG T

Halaman 1 PENGARUH AKTIFITAS PENDUKUNG T

Aktifitas pendukung memiliki peran yang begitu penting terhadap pertumbuhan sebuah kota termasuk juga pedagang kaki lima, karena kehadiran pedagang kaki lima ini tidak dapat dipisahkan dari sebuah kota seperti yang terjadi pada taman kunangkunang. Pada sepanjang koridor Taman KunangKunang kota Malang, banyak dijumpai pedagang kaki lima (PKL). Faktor utama yang mempengaruhi pedagang kaki lima berjualan di Taman kunangkunang adalah tingkat kepadatan aktifitas yang terdapat pada taman kunangkunang. Semakin tinggi tingkat aktifitas maka semakin meningkat pula jumlah pedagang kaki lima. Oleh karena itu, aktifitas pendukung (activity support) memiliki peran yang begitu penting dalam pertumbuhan perekonomian suatu kota. Untuk menghasilkan keteraturan sarana pendukung aktifitas yang baik perlu memperhatikan laju pertumbuhan pedagang kaki lima agar dapat mengendalikan laju pertumbuhan sehingga menghasilkan kenyamanan dan keamanan sirkulasi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

S IND 1003230 Bibliography

S IND 1003230 Bibliography

Tim Juri. 2012. “P engantar Tim Juri: Dua Pemenang Bersanding”. D alam Putu Fajar Arcana (Ed), 20 Tahun Cerpen Pilihan Kompas: Dari Salawat Dedaunan Sampai Kunang-kunang Di Langit Jakarta . Jakarta: Penerbit Buku Kompas, hlm. vii – xii.

5 Baca lebih lajut

S IND 1000303 Chapter5

S IND 1000303 Chapter5

Pertama, hasil penelitian analisis makna kunang-kunang ini dapat dijadikan sebagai data pustaka acuan terhadap penelitian-penelitian serupa di masa depan, khususnya penelitian yang mengarah pada karya-karya Agus Noor dan juga penelitian yang erat kaitannya dengan makna kunang-kunang atau hewan lain.

3 Baca lebih lajut

S IND 1000303 Abstract

S IND 1000303 Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui makna apa saja yang terkandung dalam kunang-kunang yang dihadirkan Agus Noor dalam ketiga cerpan tersebut. Untuk membaca simbol kunang-kunang tersebut, digunakan analisis semiotika sebagai ilmu yang mempelajari mengenai pemaknaan simbol. Semiotika yang dipakai adalah semiotika Saussure yang lebih spesifik pada pemaknaan tanda lewat petanda dan penanda. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Metode deskriptif analisis mulanya mendeskripsikan fakta-fakta yang ada, yang kemudian disusul dengan analisis.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Implementasi Firefly Algorithm-Tabu Search Untuk Penyelesaian Traveling Salesman Problem

Implementasi Firefly Algorithm-Tabu Search Untuk Penyelesaian Traveling Salesman Problem

Pada metode FA, fungsi yang digunakan berupa fungsi intensitas, jarak dan pergerakan. Dimana, kunang-kunang i diibaratkan kota awal dan kunang-kunang j merupakan kota tujuan. Kunang-kunang dengan tingkat intensitas cahaya yang tinggi akan dipilih. Kemudian update fungsi jarak dan pergerakan. Pada metode TS, cara yang digunakan adalah mengecek satu persatu kota tujuan, dimana kota dengan jalur terdekat akan disimpan pada tabulist. Jika mendapatkan rute yang lebih optimal, maka TS akan melakukan swap, yaitu pertukaran data pada tabulist sehingga mendapatkan hasil yang optimal.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

TUGAS AKHIR DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN   Firefly Garden Sebagai Pusat Penelitian, Pendidikan dan Pariwisata di Kabupaten Klaten.

TUGAS AKHIR DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN Firefly Garden Sebagai Pusat Penelitian, Pendidikan dan Pariwisata di Kabupaten Klaten.

Kunang-kunang merupakan salah satu jenis serangga yang dapat mengeluarkan cahaya berwarna kuning/hijau dari tubuhnya. Keberadaan kunang-kunang di alam memiliki peranan yang penting bagi keberlangsungan keseimbangan hayati dan kemajuan teknologi dalam bidang kesehatan. Populasi kunang-kunang semakin hari semakin berkurang jumlahnya. Beberapa waktu yang lalu kunang-kunang sangat mudah ditemukan terutama di desa-desa tetapi sekarang sangat jarang dapat dilihat. Kemungkinan kehadirannya sudah terancam karena pembukaaan lahan dan hutan. Akibat dari situasi ini banyak dari kita hanya mengenal dan mendapat sedikit informasi dari kunang-kunang. Desa Manjung Kecamatan Ngawen Kabupaten Klaten merupakan salah satu tempat dimana terdapat habitat dan populasi kunang-kunang liar yang hidup di persawahan. Jika dilihat dari masalah yang terjadi, untuk melindungi populasi kunang-kunang yang terdapat di Kabupaten Klaten, konsep kawasan Firefly Garden bisa menjadi solusi untuk keberlangsungan hidup kunang-kunang dimana dalam kawasan tersebut terdapat tempat pembudidayaan kunang-kunang, tempat penelitian dan wisata melihat keindahan cahaya yang dihasilkan kunang-kunang. Untuk menambah nilai edukasi dalam kawasan Firefly Garden terdapat museum dengan berbagai jenis serangga yang bisa di pelajari oleh setiap pengguna kawasan Firefly Garden. Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kunang-kunang merupakan salah satu serangga yang hampir punah keberadaannya, dan sangat diperlukan sebuah tempat untuk memelihara dan melestarikan kelangsungan hidup kunang-kunang, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dalam bentuk fasilitas maupun penunjang sehingga kunang-kunang yang dibudidayakan dapat di pelajari dan dimanfaatkan untuk kepentingan hidup manusia.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KUNANG-KUNANG SEBAGAI SUMBER IDE PERANCANGAN MOTIF TEKSTIL PADA PAKAIAN PESTA UNTUK WANITA

KUNANG-KUNANG SEBAGAI SUMBER IDE PERANCANGAN MOTIF TEKSTIL PADA PAKAIAN PESTA UNTUK WANITA

Kunang-kunang (keluarga Lampyridae) disebut juga kumbang-kumbang halilintar : Banyak anggota-anggota dari kelompok yang umum ini dan terkenal memiliki “cahaya ekor”. Lampyrid adalah kumbang-kumbang yang bertubuh sangat lunak dan memanjang, panjangnya lima sampai dua puluh mm, yang pronotumnya meluas kedepan melewati kepala demikian hingga kepala sebagian besar atau seluruhnya tersembunyi dari atas. Elitra adalah lunak, lentur, dan agak datar kecuali untuk apipleurae, kebanyakan angota-anggota yang lebih besar dari kelompok ini mempunyai organ-organ yang mengeluarkan cahaya, tetapi banyak dari yang lebih kecil tidak mempunyainya (Borror, Triplehorn, Jonson, 1992, hal : 535).
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN : “Studi Kasus Kunang-kunang Café and Resto Ciater Spa Resort Subang”.

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN : “Studi Kasus Kunang-kunang Café and Resto Ciater Spa Resort Subang”.

Menurut Sugiyono (2013, hlm 61) bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto dalam buku Prosedur Penelitian (2002, hlm 108) poulasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Berdasarkan pengertian populasi tersebut maka populasi pada penelitian ini adalah pengunjung yang yang datang serta melakukan pembelian (food and beverage) ke Kunang- kunangcafe andresto, Ciater spa resort. Berdasarkan pengertian diatas, populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang berkunjung dan melakukan pembelian ke Kunang-kunang cafe and resto, Ciater spa resort pada tahun 2013.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

KUNANG SEBAGAI SUMBER PANGAN BARU DALAM RANGKA RAGAM VARIASI MAKANAN TRADISIONAL INDONESIA.

KUNANG SEBAGAI SUMBER PANGAN BARU DALAM RANGKA RAGAM VARIASI MAKANAN TRADISIONAL INDONESIA.

KUNANG CAP IBU RAHMAH adalah sebagai nama produk kami, yang dihasilkan dari kerjasama serta keinginan mahasiswa-mahasiswa fakultas kesehatan program studi Kesehatan Masyarakat S1 dan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan D3 Universitas Dian Nuswantoro, dimana dasar keinginannya adalah memanfaatkan bagian buah nangka, yang sebelumnya hanya sebagai bahan yang tidak bisa dikonsumsi/ hanya dibuang, sekarang dapat dimanfaatkan menjadi sumber makanan tradisional yang dapat menambah variasi makanan, Kunang juga merupakan makanan hasil fermentasi yang memiliki kandungan gizi, serta dapat dibawa kemana saja, karena memiliki kemasan yang praktis.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA optimalisa PEMANFAATA

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA optimalisa PEMANFAATA

Lampu neon dan sejenisnya yang menggunakan energi listrik memiliki radiasi yang bisa dipancarkan, karena lampu-lampu tersebut didalamnya mengandung sinar ultraviolet (UV) maupun sinar inframerah. Radiasi ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan manusia, seperti kanker kulit dan lain sebagainya. Seorang ahli biokimia telah berhasil menciptakan lampu tanpa energi listrik yang berasal dari alga. Namun pemanfaatannya lebih difokuskan pada upaya untuk mengurangi efek rumah kaca karena alga dapat menyerap karbondioksida. Oleh karena itu penulis membuat sebuah gagasan yaitu dengan memanfaatkan kemampuan bioluminesensi pada kunang-kunang untuk membuat lampu alami tanpa menggunakan energi listrik. Kunang-kunang dapat memancarkan cahayanya sendiri melalui proses yang disebut bioluminesensi. Melalui serangkaian tahapan reaksi kimia, serta dengan bantuan enzim luciferase dan beberapa zat tertentu, senyawa luciferin yang terdapat dalam bagian abdomen kunang-kunang bereaksi dengan ATP membentuk sejumlah zat kimia yang dibutuhkan oleh organisme tersebut dan juga menghasilkan cahaya. Cahaya inilah yang dimanfaatkan untuk pembuatan lampu alami kunang-kunang. Dengan lampu alami yang berasal dari kunang-kunang ini diharapkan dapat mengurangi risiko terkena radiasi lampu neon dan sejenisnya. Penulis merekomendasikan kepada masyarakat agar menggunakan lampu alami kunang-kunang setiap harinya. Sehingga masyarakat terhindar dari dampak buruk radiasi yang ditimbulkan oleh lampu neon dan sejenisnya. Serta dapat menjadi salah satu upaya penghematan energi, karena penggunaan lampu ini tanpa menggunakan energi listrik.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Karakteristik Pengguna Ruang Terbuka Hijau pada Kawasan Perumahan di Kecamatan Rungkut

Karakteristik Pengguna Ruang Terbuka Hijau pada Kawasan Perumahan di Kecamatan Rungkut

Cluster 1 terdiri dari pengguna pada RTH Rungkut Kidul, Kunang-kunang, Kali Rungkut dan Wonorejo. Secara keseluruhan, kelompok RTH ini berada pada wilayah kepadatan penduduk yang rendah yaitu di bawah 100 jiwa/hektar dengan daerah asal pengguna mayoritas berasal dari Kecamatan dan Kelurahan yang sama dengan RTH tersebut. Fakta tersebut berbanding terbalik dengan teori Madanipour (2009) yang menyatakan bahwa pada ruang publik perumahan berkepadatan rendah umumnya penghuni membatasi penggunaan interaksi pada ruang publik. Hal ini dikarenakan RTH ini bahkan dimanfaatkan pengguna di luar skala skala pelayanan RTH yang seharusnya [9].
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

MENGENAL KUNANG-KUNANG MELALUI HABITAT DAN CIRI-CIRI MORFOLOGI MENGENAL KUNANG-KUNANG MELALUI HABITAT DAN CIRI-CIRI MORFOLOGI.

MENGENAL KUNANG-KUNANG MELALUI HABITAT DAN CIRI-CIRI MORFOLOGI MENGENAL KUNANG-KUNANG MELALUI HABITAT DAN CIRI-CIRI MORFOLOGI.

Kunang-kunang menghasilkan cahaya melalui serangkaian proses. Adenosin Tripospat merupakan sumber bahan bakar bagi energi cahaya bioluminescent. Luciferin menjadi aktif oleh adanya enzim luciferase (Williams, 1917; Lloyd 1971; Sivinski, 1981; Carlson et. al., 1982; Underwood et. al., 1997; Cock and Mattthysen, 2003). Luciferin yang aktif ini kemudian bereaksi dengan oksigen. Hasil reaksi ini adalah energi dalam bentuk cahaya kunang-kunang. Keseluruhan reaksi berlangsung di dalam sel fotosit (McElroy, 1951; Burger, 2005). Sedangkan menurut Trimmer (2001) bahwa proses kimia pada mekanisme kedap-kedip cahaya kunang-kunang kuncinya adalah pada molekul sederhana gas nitrogen monooksida (NO) yang berfungsi sebagai pengantar sinyal flash. Gas NO mampu berdifusi melalui membran sel karena ukurannya yang sangat kecil, bahkan mampu berfungsi untuk menghantarkan sinya biokimia.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Kunang-Kunang (Firefly) Serangga Bercahaya, Petualangan Eksotis Malam Hari.

Kunang-Kunang (Firefly) Serangga Bercahaya, Petualangan Eksotis Malam Hari.

Kami  mengucapkan  terima  kasih  kepada  para  petani,  pejuang  sejati,  yang berkenan sawahnya kami lalui untuk menikmati dan memperoleh  pengalaman menyaksikan kunang‐kuanng. Petani yang sangat luar biasa  masih  bersedia  menanam  padi  dan    tidak  menjual  tanahnya  untuk  pembangunan  perumahan,  hotel,  villa,  dan  akomodasi  lainnya.  Kami  bangga  mewarisi  sistem  Subak  (organisasi  pengairan  sawah  di  Bali)  yang  masih  bertahan  dan  memastikan  air  bisa  menjangkau  sebagian  wilayah persawahan yang menjadi habitat kunangkunang
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PERANCANGAN BUKU CERITA POP-UP PETUALANGAN LENTERA KUNANG-KUNANG

PERANCANGAN BUKU CERITA POP-UP PETUALANGAN LENTERA KUNANG-KUNANG

Buku cerita pop-up ini mengangkat cerita sehari-hari yang dicampur dengan elemen fantasi dengan dua orang tokoh utama yaitu Adi dan Rena. Mereka dipilih karena penulis ingin mewakilkan kedua gender, selain itu agar menjadi contoh persahabatan dan interaksi. Karakter lain yaitu Akasia, dan laba-laba. Adi dan Rena mengajak pembaca untuk ikut bertualang mencari lentera kunang-kunang bersama mereka dan Akasia.

9 Baca lebih lajut

Kajian Habitat dan Aktivitas Kemunculan Kunang-Kunang dengan Observasi Cuaca Skala Mikro di Kawasan Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi

Kajian Habitat dan Aktivitas Kemunculan Kunang-Kunang dengan Observasi Cuaca Skala Mikro di Kawasan Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi

Ada lebih dari 2 000 spesies kunang-kunang tersebar di daerah beriklim tropis dan subtropis. Jumlah terbesar dengan keragaman paling tinggi dapat dijumpai pada wilayah tropis Asia, Amerika Utara dan Tengah, serta Amerika Serikat. Spesies kunang-kunang sering ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi dan hangat seperti kolam, sungai, payau, lembah, parit dan padang rumput (Essig 1958). Kazama et al. (2007) menjelaskan bahwa habitat yang paling sesuai untuk kunang-kunang berupa lingkungan hidro (hydro-enviroment) yang meliputi, area non urban, hutan gugur daun (deciduous forest), lahan pertanian, dan lahan tanaman padi. Lahan tersebut berupa lahan dengan polusi air yang sangat rendah dan bebas dari jenis pupuk atau pestisida an-organik. Kunang-kunang sangat rentan terhadap pencemaran lingkungan, sehingga dijadikan indikator lingkungan alami dan bersih.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

S IND 1000303 Chapter1

S IND 1000303 Chapter1

Referensi penelitian-penelitian sebelumnya bisa dilihat dari Tesis Universitas Sebelas Maret pada tahun 2013 yang ditulis oleh Dhimas Chandra Prasetyawan berjudul Problematika Sosial dalam Cerpen Kurma Kiai Karnawi Karya Agus Noor (Pendekatan Sosiologi Sastra), atau bisa dilihat juga pada tulisan Bakdi Soemanto seorang Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada yang didiskusikan di lembaga Indonesia Perancis, Yogyakarta pada tahun 1999 dengan judul Perhaps Only Those Horrible Thing Would Be Of Memorabilia. Namun, dari penelitian-penelitian tersebut belum ada yang memilih membahas Kunang-kunang dalam karya Agus Noor secara mendalam dengan menggunakan Analisis Semiotika. Penelitian ini tentu saja berbeda dengan penelitian sebelumya yang juga mengangkat karya-karya Agus Noor sebagai objek penelitian. Penelitian ini fokus pada simbol kunang-kunang yang sering dihadirkan Agus Noor dalam beberapa cerpennya. Penelitian ini mencoba membaca simbol yang selalu dihadirkan Agus Noor dalam beberapa cerpennya, yaitu kunang- kunang.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

this PDF file KECERDASAN BUATAN BERBASIS PARTICLE SWARM OPTIMIZATION, ANT COLONY OPTIMIZATION DAN FIREFLY ALGORITHM UNTUK MEREDAM OSILASI GANGGUAN PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK | Surya | Jurnal Teknologi Elektro 1 PB

this PDF file KECERDASAN BUATAN BERBASIS PARTICLE SWARM OPTIMIZATION, ANT COLONY OPTIMIZATION DAN FIREFLY ALGORITHM UNTUK MEREDAM OSILASI GANGGUAN PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK | Surya | Jurnal Teknologi Elektro 1 PB

merupakan nilai keaktratifan awal pada kunang-kunang, variabel (exp) merupakan bilangan eksponensial, variabel γ =1.0 adalah suatu nilai untuk tingkat penyerapan cahaya pada lingkungan sekitar kunang-kunang yakni udara dan terakhir rij merupakan variable selisih jarak awal antara kunang-kunang i dan j. Semua variable pada persamaan (9) tersebut diberikan dari fungsi keatraktifan kunang-kunang yang akan menentukan tingkat kecerahan. Kemudian, persamaan (10) menggambarkan selisih nilai solusi pada kunang-kunang i terhadap kunang-kunang j. Selanjutnya, fungsi persamaan pergerakan dari sejumlah kunang-kunang secara acak (rand) yang menunjukan adanya bilangan acak yang kisarannya antara [0,1]. variabel α yang memiliki kisaran antara [0,1] ditentukan dengan nilai 0,2. Semua variabel yang terbentuk pada persamaan pergerakan kunang-kunang dapat menjamin cara kerja algoritma ini cepat menuju solusi yang optimal.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 8902 documents...