Sewa Menyewa

Top PDF Sewa Menyewa:

ANALISIS HUKUM ISLAM TENTANG PRAKTIK SEWA MENYEWA LAHAN PERTANIAN DENGAN SISTEM “EMPLONG” (Studi Kasus di Kampung Kuripan Kecamatan Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah ) - Raden Intan Repository

ANALISIS HUKUM ISLAM TENTANG PRAKTIK SEWA MENYEWA LAHAN PERTANIAN DENGAN SISTEM “EMPLONG” (Studi Kasus di Kampung Kuripan Kecamatan Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah ) - Raden Intan Repository

Salah satu kegiatan mua‟m alah adalah sewa menyewa. Mua‟malah merupakan perbuatan manusia dalam menjalin hubungan manusia dengan manusia, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam ajaran Islam sewa menyewa harus sesuai dengan syariat Islam, baik dari syarat maupun rukunnya. Sewa menyewa yang tidak memenuhi rukun dan syarat sewa menyewa akan berakibat tidak sahnya sewa menyewa yang dilakukan. Sewa menyewa lahan pertanian merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan masyarakat Kampung Kuripan Kecamaan Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah, yang mana aktivitas sewa menyewa ini disebabkan oleh sebagian masyarakat yang memiliki lahan pertanian namun mempunyai kendala untuk menggarapnya. Sehingga mereka menyewakan lahan pertanian untuk dijadikan objek sewa untuk dikelola dan ditanami sehingga menghasilkan padi. Sewa-menyewa lahan pertanian di Kampung Kuripan Kecamatan Padang Ratu Lampung Tengah menggunakan sistem “ emplong ” yaitu sistem sewa menyewa didasarkan pada masa tanam dalam satu tahun yang memiliki masa tanam dua kali dalam satu tahunnya itu musim rendeng (musim penghujan) dan musim gadu (sesudah penghujan) dalam pembayaran sewa menggunakan uang tunai. Pengambilan manfaat dari lahan pertanian tersebut menjadi topik permasalahan penelitian ini karena pelaksanaan objek sewa menyewa di Kampung Kuripan menunjukan adanya unsur ketidaksesuaian dalam pemanfaatan lahan pertanian yaitu penyewa.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

SEWA-MENYEWA POHON DURIAN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Desa Parpaudangan Kecamatan Kuluh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara)

SEWA-MENYEWA POHON DURIAN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Desa Parpaudangan Kecamatan Kuluh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara)

sebanyak 9 pohon di dalam kebun sawitnya, yang berbuah pada saat itu hanya 7 pohon. Maka si B yang ingin menyewa pohon milik si A harus menyewa semua pohon durian milik si A, yaitu 9 pohon. Di samping itu, apabila pohon durian yang dimiliki si A yang di sewa si B tidak bersamaan panennya, maka harus ditunggu sampai pohon yang buahnya belum panen (jatuh) tersebut panen dan habis.(Sukirno 2016) Dalam sewa-menyewa yang dilakukan oleh masyarakat Desa Parpaudangan harga sewa didasarkan pada banyak buah durian yang ada disetiap pohon durian. Pohon durian yang memiliki buah yang banyak sekitar 250 sampai 300 buah biasanya harga sewanya sebesar Rp 1.100.000 (satu juta seratus ribu rupiah). Sedangkan pohon durian yang buahnya sedikit biasanya harga sewanya dihitung secara keseluruhan. Misalnya, empat pohon memiliki buah sekitar 40-50 buah perpohonnya, maka harga sewanya dihitung keseluruhan dari keempat pohon tersebut, biasanya kalau buahnya 40-50 buah harga sewanya Rp 700.000 (tujuh ratus ribu rupiah). Disamping itu, pohon durian yang dalam keadaan tidak berbuah juga termasuk objek sewa dengan harga sewa yang dimasukkan pada harga sewa pohon durian yang berbuah. Artinya, harga sewa pohon durian yang berbuah sekaligus mencakup pohon yang sedang dalam keadaan tidak berbuah.(Harahap 2017)
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

STUDI KOMPARASI HUKUM ISLAM DAN KITAB UNDANG UNDANG HUKUM PERDATA TERHADAP SEWA MENYEWA TANAH PERTANIAN.

STUDI KOMPARASI HUKUM ISLAM DAN KITAB UNDANG UNDANG HUKUM PERDATA TERHADAP SEWA MENYEWA TANAH PERTANIAN.

Ada beberapa hadith yang menjadi dasar sewa menyewa jika dilihat dari maknanya akan mendekati akad jual beli, hadith ini bisa dijadikan dalil sewa menyewa dikarenakan jual beli dari bentuk akadnya hampir mendekati sewa menyewa, jika dari sisi barang yang disewa maka hanya sebatas menggunakaan atau tanpa diperbolehkan untuk melakukan akad atau transaksi yang lain terhadap barang tersebut, dan jika dilihat dari sisi sewa jasa maka hanya sampai memakai jasa tertentu dan tidak diperkenankan menyewakan kepada orang lain, kemudain setelah batas waktu yang ditentukan maka barang tersebut maupun sesuatu yang disewa jasanya harus dikembalikan kepada orang yang menyewakan bisa disebut juga sebagai pemilik asalnya, yang artinya segala sesuatu yang pemenuhannya boleh dengan syarat, maka pemenuhannya boleh dengan sewa menyewa juga. Kemudian hadith yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a:
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Perjanjian Sewa menyewa Ruangan dan Konsesi Usaha Antara PT. Indomobil Bintan Corpora Cabang Medan Dengan PT. (Persero) Angkasa Pura II Medan

Tinjauan Yuridis Perjanjian Sewa menyewa Ruangan dan Konsesi Usaha Antara PT. Indomobil Bintan Corpora Cabang Medan Dengan PT. (Persero) Angkasa Pura II Medan

Kerjasama antara PT. Indomobil Bintan Corpora Cabang Medan dengan PT. (Persero) Angkasa Pura II terjalin dalam bentuk perjanjian sewa menyewa ruangan dan konsesi usaha. PT. Indomobil Bintan Corpora Cabang Medan yang dalam aktivitas usahanya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa sewa menyewa mobil dan jasa lainnya menyewa tempat dan bagi hasil atas usahanya kepada pihak PT. (Persero) Angkasa Pura II Medan, sebagai pihak yang menyewakan dengan membuat surat perjanjian sewa menyewa yang telah disepakati oleh kedua perusahaan tersebut.

28 Baca lebih lajut

Analisis Yuridis Terhadap Akta Sewa Menyewa Rumah Yang Dibuat Di Hadapan Notaris (Studi Kantor Notaris Kota Medan)

Analisis Yuridis Terhadap Akta Sewa Menyewa Rumah Yang Dibuat Di Hadapan Notaris (Studi Kantor Notaris Kota Medan)

Perjanjian sewa menyewa khusunya dalam hal ini sewa menyewa didalam kenyataannya meskipun perjanjian sewa menyewa rumah yang dibuat telah memenuhi syarat-syarat terpenuhinya suatu perjanjian dan mengikuti prosedur pada umumnya yaitu membuat perjanjian sewa menyewa rumah dihadapan Notaris, dengan dihadiri oleh dua orang saksi setelah terjadinya kesepakatan antara kedua belah pihak, namun didalam prakteknya permasalahan menyangkut sewa menyewa masih sering terjadi. “Tidak semua perjanjian termasuk perjanjian sewa menyewa rumah dalam pelaksanaannya berjalan sesuai dengan isi perjanjian” 14 . Kita ketahui bahwa didalam suatu perjanjian masih ada terjadi wanprestasi yang dilakukan para pihak salah satunya yang menyangkut masalah pengosongan rumah. Pengosongan rumah merupakan salah satu masalah krusial yang terjadi. Di dalam pelaksanaannya dapat saja terjadi wanprestasi dari salah satu pihak, Misalnya Kedudukan pihak yang
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Pertanggung jawaban debitur pada perjanjian sewa menyewa mobil di rafa utama Pangkalpinang - Repository Universitas Bangka Belitung

BAB I PENDAHULUAN - Pertanggung jawaban debitur pada perjanjian sewa menyewa mobil di rafa utama Pangkalpinang - Repository Universitas Bangka Belitung

Penyalahgunaan mobil yang disewa selain mengakibatkan kerugian terhadap perusahaan rental mobil juga mengakibatkan kerugian oleh masyarakat akibat dari ketidaktahuannya bahwa mobil yang dijadikan jaminan untuk suatu transaksi pinjam uang adalah mobil rental sehingga ketika pinjaman jatuh tempo, mobil tidak dapat ditarik karena bukan milik peminjam uang (penyewa mobil), namun milik perusahaan rental mobil. Dalam hal wanprestasi kasusnya yang terjadi di dalam perjanjian sewa menyewa di Rafa Utama rental sering terjadi wanprestasi seperti pengembalian barang yang disewa tetapi terlambat hal tersebut sering kali membuat rugi bagi pemilik usaha rental. Dalam hal ini keahlian dan pengetahuan setiap orang yang melakukan kesepakatan sangat berpengaruh, karena tidak sedikit wanprestasi yang terjadi berdampak pada penilaian masyarakat, kesalahan yang dibuat oleh seseorang sering menjadi bahan pembicaraan dikalangan masyarakat.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN SEWA MENYEWA BARANG MILIK DAERAH ANTARA PEMERINTAH KOTA SURABAYA DENGAN PERUSAHAAN ADVERTISING DIKAITKAN DENGAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA ATAU DAERAH.

TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN SEWA MENYEWA BARANG MILIK DAERAH ANTARA PEMERINTAH KOTA SURABAYA DENGAN PERUSAHAAN ADVERTISING DIKAITKAN DENGAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA ATAU DAERAH.

Sewa adalah pemanfaatan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan menerima imbalan uang tunai. Dalam lampiran Perrrtendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah fersebut dijelaskan bahwa penyewaan merupakan penyerahan hak penggunaan/pemanfaatan kepada Pihak Ketiga, dalam hubungan sewa menyewa tersebut harus memberikan imbalan berupa uang sewa bulanan atau tahunan untuk jangka waktu tertentu, baik sekaligus maupun secara berkala. Adapun ketentuan ataupun syarat-syarat penyewaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 tahun 2007 adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH PERTANIAN (Studi di Desa Tungu Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan) - Unissula Repository

TINJAUAN YURIDIS PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH PERTANIAN (Studi di Desa Tungu Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan) - Unissula Repository

benda atau barang yang di sewakan, dan hukumnya adalah mubah atau diperbolehkan. Sewa menyewa di dalam bahasa arab di sebut ijarah. Secara etimologi, arti kata ijarah yaitu upah atau sewa. Menurut terminologi agama yaitu memberikan suatu benda kepada orang lain untuk mengambil manfaatnya dengan ketentuan orang yang menerima benda itu memberikan imbalan sebagai bayaran penggunaan manfaat barang yang di pergunakan 4 .

11 Baca lebih lajut

PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH

PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH

3. Sejak perjanjian pengalihan itu ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA dan pihak ketiga maka pihak ketiga yang menerima pengalihan itu wajib membayar Harga Sewa dan memenuhi kewajiban-kewajiban lain yang diatur dalam Perjanjian ini dan setuju atas perubahan-perubahan Harga Sewa, Uang Jaminan, Jangka Waktu Sewa serta persyaratan khusus lainnya baik yang diatur dalam Perjanjian ini maupun dalam perjanjian pengalihan sewa menyewa tanah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 di atas.

5 Baca lebih lajut

PERJANJIAN SEWA MENYEWA MOBIL

PERJANJIAN SEWA MENYEWA MOBIL

Pada hari selasa tanggal 18 oktober 2016 telah terjadi perjanjian sewa-menyewa antara Fauziah Latief umur 27 tahun, bertempat tinggal di JL. Ijen No. 57 Malang, Pekerjaan swasta, nomor KTP 550323556577, memiliki sebuah perusahan CV. Greenline 99 beralamat di JL. Semeru No.04 Malang dan telah memiliki NPWP 344.33.35666.4.678 yang bertindak sebagai pihak yang menyewakan dan Dea Sabrina umur 26 tahun, bertempat tinggal di Jl. Tondano Raya FF/14 Malang, perkejaan sebagai pegawai bank dengan nomor KTP 343456987712 sebagai pihak yang menyewa, adapun barang yang disewakan yaitu sebuah mobil yang akan digunakan untuk mengangkut barang keluar kota dengan spesifikasi merk grand livina, nomor polisi N- 99-PB, nomor rangka TA12345678, tahun pembuatan 2012, warna hitam, dengan kondisi baik.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERJANJIAN SEWA MENYEWA (3)

PERJANJIAN SEWA MENYEWA (3)

-Bilamana PIHAK KEDUA menghentikan sewa menyewa ini sebelum kontrak sewa menyewa ini berakhir maka PIHAK PERTAMA tidak wajib mengembalikan sisa uang sewa untuk waktu yang belum dijalani dan PIHAK KEDUA wajib dengan segera menyerahkan kembali apa yang disewa dengan akta ini kepada PIHAK PERTAMA pada saat kontrak ini dihentikan.

1 Baca lebih lajut

PERJANJIAN SEWA MENYEWA (2)

PERJANJIAN SEWA MENYEWA (2)

-- Bilamana 7 (tujuh) hari setelah tanggal----------- berakhirnya perjanjian sewa menyewa ini, Pihak Kedua- belum juga dapat mengosongkan tanah/bangunan tersebut diatas dan segera menyerahkan kembali kepada Pihak --Pertama, maka Pihak Pertama diberi kuasa penuh dan--- mutlak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada ---Pihak Kedua, untuk mengeluarkan barang- barang -------penghuni dan mengosongkan

11 Baca lebih lajut

PERJANJIAN SEWA MENYEWA (2)

PERJANJIAN SEWA MENYEWA (2)

2. RAHMAT RIZALDY, 39 tahun, pekerjaan swasta, beralamat rumah di JL.Gatot Subroto No.33 Kota Malang, bertindak sebagai penyewa rumah yang selanjutnya disebut: PIHAK KEDUA------------------------------------------------ Kedua belah pihak telah sepakat untuk membuat perjanjian sewa-menyewa rumah dengan ketentuan sebagai berikut:--------------------------------------------------------------

11 Baca lebih lajut

PERJANJIAN SEWA MENYEWA (1)

PERJANJIAN SEWA MENYEWA (1)

Demikianlah Surat Perjanjian Sewa Menyewa rumah ini dihuat dalam rangkap 2 (dua) dan dibubuhi materai yang cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk masing- masing pihak, diperbuat dengan pengertian kedua belah pihak dan pikiran yang sehat tanpa tekanan dari pihak manapun.

3 Baca lebih lajut

PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH

PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH

Sewa menyewa tanah dalam Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) per tahun atau Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) untuk keseluruhan waktu sewa dan akan dibayarkan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA pada saat penandatanganan Perjanjian ini sebagai tanda bukti pelunasan dari seluruh jumlah uang sewa termaksud.

1 Baca lebih lajut

PERJANJIAN SEWA MENYEWA

PERJANJIAN SEWA MENYEWA

Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) pada tanggal---- 7 April 2010 dan pada tanggal 14 April 2010 sebesar---- Rp. 60.000.000,- (enampuluh juta rupiah), sisanya------ sebesar Rp. 70.000.000,- (tujuhpuluh juta rupiah) akan- dibayar pada tanggal 8 Desember 2010, dan akta ini----- berlaku pula sebagai tanda terima atau kwitansinya.--- -Pajak penghasilan (PPh) sebesar 10% (sepuluh prosen)-- atas perjanjian sewa-menyewa ini dibayar oleh Pihak---- Pertama.----------------------------------------------- -------------------------Pasal.4.---------------------- -Bangunan ruko yang disewa dengan akta ini akan
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERJANJIAN SEWA MENYEWA (1)

PERJANJIAN SEWA MENYEWA (1)

Apabila dalam masa perjanjian sewa menyewa terjadi- keadaan memaksa atau kejadian diluar kesalahan dan- kemampuan manusia, antara lain bencana alam, ------huru- hara, kebakaran bukan karena kesalahan para -- pihak, sehingga objek perjanjian sewa menyewa tidak dapat digunakan, maka perjanjian sewa menyewa ini - tidak berakhir dan tetap dilanjutkan dan para pihak saling melepaskan hak untuk menuntut yang satu ----terhadap yang lainnya karenanya bangunan beserta -- isinya tersebut harus diasuransikan oleh Pihak ---- Kedua dan Pihak

13 Baca lebih lajut

PERJANJIAN SEWA  MENYEWA

PERJANJIAN SEWA MENYEWA

Perjanjian sewa menyewa ini tidak berakhir selama jangka waktu tersebut di atas, jika salah satu pihak meninggal dunia/bubar, tetap berlaku terus dengan para ahli waris pihak yang meninggal dunia/bubar tersebut dan perjanjian sewa menyewa ini juga tidak berakhir, jika apa yang disewakan tersebut dijual atau dengan cara lain dipindahkan oleh Pihak Kesatu kepada orang lain. --------------------------------

6 Baca lebih lajut

SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUKO

SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUKO

Setiap penambahan atau pengurangan apapun atas barang yang disewa tersebut oleh PIHAK KEDUA harus terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA, dan seluruh biaya yang timbul atas penambahan dan pengurangan tersebut menjadi tanggungan PIHAK KEDUA. Penambahan dan pengurangan tersebut menjadi hak milik PIHAK PERTAMA setelah perjanjian sewa menyewa ini berakhir.

2 Baca lebih lajut

SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH

SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH

- PIHAK KEDUA tidak dapat memindahkan ataupun mengalihkan hak sewa berdasarkan Perjanjian ini baik untuk keseluruhan maupun untuk sebagian kepada pihak lainnya kecuali dengan izin tertulis dari PIHAK PERTAMA, yang dituangkan dalam suatu perjanjian pengalihan sewa menyewa Rumah yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. - Sejak perjanjian pengalihan itu ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA dan pihak ketiga maka pihak

5 Baca lebih lajut

Show all 2134 documents...