shariah governance

Top PDF shariah governance:

SHARIAH GOVERNANCE DAN KUALITAS TATA KEL

SHARIAH GOVERNANCE DAN KUALITAS TATA KEL

Konsep tata kelola syariah ini atau biasa disebut shariah governance (SG) penting bagi lembaga keuangan syariah dengan berbagai alasan. Adapun alasannya menurut Algaoud dan Lewis (2001:100) adalah: (i) Bank syariah memiliki kewajiban untuk mematuhi prinsip-prinsip syariah (shariah governance) dalam menjalankan bisnisnya. Karenanya, Dewan Pengawas Syariah (DPS) memainkan peran yang penting dalam governance structure perbankan syariah; (ii) karena potensi terjadinya information asymmetry sangat tinggi bagi perbankan syariah maka permasalahan agency theory menjadi sangat relevan. Hal ini terkait dengan permasalahan tingkat akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana nasabah dan pemegang saham. Karenanya, permasalahan keterwakilan investment account holders dalam mekanisme Good Corporate Governance (GCG) menjadi masalah strategis yang harus pula mendapat perhatian bank syariah; dan (iii) dari perspektif budaya korporasi, perbankan syariah semestinya melakukan transformasi budaya di mana nilai-nilai etika bisnis Islami menjadi karakter yang inheren dalam praktik bisnis perbankan syariah.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Shariah governance dan kualitas tata kelola perbankan syariah

Shariah governance dan kualitas tata kelola perbankan syariah

Sistem tata kelola pada bank syariah memiliki keunikan dengan sistem tata kelola pada bank konvensional. Selain memiliki sistem tata kelola perusahaan, bank syariah menerapkan sistem shariah governance yang berfungsi sebagai sistem tata kelola untuk memastikan kepatuhan seluruh operasional bank syariah terhadap prinsip syariah. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis pengaruh praktek shariah governance (SG) terhadap kualitas tata kelola perusahaan bank syariah. Praktek shariah governance direpresentasikan dalam bentuk keanggotan DPS, kualifikasi pendidikan dan frekuensi rapat DPS. Penelitian ini menemukan bahwa praktek shariah governance berpengaruh signifikan terhadap kualitas tata kelola perusahaan bank syariah. Temuan lainnya adalah risiko pembiayaan (NPF) yang semakin meningkat akan memperburuk kualitas tata kelola perusahaan. Sementara variabel kinerja (ROA) dan kecukupan model (CAR) tidak berpengaruh signifikan pada kualitas tata kelola perusahaan bank syariah. Implikasi dari penelitian ini adalah mendorong bank syariah untuk meningkatkan kualitas shariah governance demi meningkatkan kinerja tata kelola dan kepercayaan publik terhadapnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ANALISIS PELAKSANAAN PRINSIP SHARIAH GOVERNANCE PADA BANK SYARIAH MANDIRI KANTOR CABANG PONOROGO SKRIPSI

ANALISIS PELAKSANAAN PRINSIP SHARIAH GOVERNANCE PADA BANK SYARIAH MANDIRI KANTOR CABANG PONOROGO SKRIPSI

Corporate governance atau yang lebih dikenal dengan istilah Good Corporate Governance (GCG) adalah salah satu pilar dari sistem ekonomi pasar. Ia berkaitan erat dengan kepercayaan baik terhadap perusahaan yang melaksanakannya maupun terhadap iklim usaha di suatu negara. Penerapan GCG mendorong terciptanya persaingan yang sehat dan iklim usaha yang kondusif. Oleh karena itu diterapkannya GCG oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan stabilitas ekonomi yang berkesinambungan. Penerapan GCG juga diharapkan dapat menunjang upaya pemerintah dalam menegakkan good governance pada umumnya di Indonesia. Saat ini Pemerintah sedang berupaya untuk menerapkan good governance dalam birokrasinya dalam rangka menciptakan pemerintah yang bersih dan berwibawa. 4
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Shariah Governance Framework for Islamic Financial Institutions

Shariah Governance Framework for Islamic Financial Institutions

1.3 The Shariah Advisory Council of Bank Negara Malaysia (SAC) is a body established under section 51 of the Central Bank of Malaysia Act 2009 that has positioned the SAC as the apex authority for the determination of Islamic law for the purposes of Islamic financial business. The mandates of the SAC, among others, are to ascertain the relevant Islamic law on any financial matter and issue a ruling upon reference made to it, as well as to advise the Bank and the IFI concerned on any Shariah issues relating to Islamic financial business operations, activities or transactions.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Shariah Governance of Malaysian Islamic Banking Institutions

Shariah Governance of Malaysian Islamic Banking Institutions

shari’ah governance implemented in these countries. Malaysia is argued as the proponent of a “Regulation-based Approach”, Saudi Arabia as a “Passive Approach” and Qatar, UAE, Kuwait and Bahrain as a “Minimalist Approach”. These different models and approaches are adopted mainly due to diverse legal environments. Acknowledging such diversification, the key members of the Islamic Financial Service Board (IFSB) have no plan to establish a unified shari’ah governance framework. Each of the respective country is at its own liberty to implement shari’ah governance framework which suits its legal and economic backgrounds.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ANALISIS KERANGKA REGULASI MODEL SHARIAH

ANALISIS KERANGKA REGULASI MODEL SHARIAH

Sistem shariah governance di Indonesia disinggung melalui UU Perbankan Syariah khususnya pada bagian pembahasan dewan pengawas syariah. Konsep tata kelola LKS diatur dalam bentuk PBI dan SEBI. Sayangnya regulasi ini belum bisa dikatakan sebagai guideline yang komprehensif tetang sistem shariah governance bagi LKS di Indonesia. Sementara pada aspek struktur shariah governance, Indonesia menerapkan model sentralisasi pengawasan syariah dengan mengembangkan dua level pengawasan, yaitu level makro melalui DSN-MUI sebagai otoritas fatwa syariah keuangan tertinggi dan level mikro yang menempatkan dewan pengawas syariah pada level perusahaan. Fatwa yang dikeluarkan oleh DSN-MUI bersifat binding (mengikat). Hal ini terjadi karena fatwa-fatwa yang dikeluarkan diadopsi dalam bentuk Peraturan BI (sekarang peraturan OJK) yang selanjutnya pengawasannya dilakukan oleh DPS internal perusahaan. Dengan demikian, DPS adalah penghubung hubungan antara DSN-MUI dengan BI/OJK.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

LEGAL ISSUES RELATED TO THE SHARIAH ADVISORY COUNCIL IN MALAYSIA | Mohd Yasin | Jurnal Media Hukum 1402 3829 1 SM

LEGAL ISSUES RELATED TO THE SHARIAH ADVISORY COUNCIL IN MALAYSIA | Mohd Yasin | Jurnal Media Hukum 1402 3829 1 SM

2) Provide written Shariah opinions The Shariah Committee is required to provide written Shariah opinions in circumstances where the IFI make reference to the SAC for further delib- eration, or where the IFI submits applications to the Central Bank for new product approval Corresponding to this, Section 55(2) of the CBMA 2009 provides that: (2) Any Islamic finan- cial institution in respect of its Islamic financial business, may (a) refer for a ruling; or (b) seek the advice of the Shariah Advisory Council on the operations of its business in order to ascertain that it does not involve any element which is inconsistent with the Shariah”. In the event that a ruling by a Shariah Committee differs from the ruling issued by the SAC, Section 58 of the CBMA provides that the SAC ruling shall prevail and shall bind the Shariah Committee of the Islamic financial institution. The position is reinforced by the provisions of the Guidelines on Shariah Governance Framework for Islamic Financial Institution under Principle 6 (Section 59 of CBMA) which, inter alia, expressly states that: “Members of the Shariah Committee must not act in a manner that would undermine the rulings and decisions made by the SAC or the committee they represent. They are required to respect and observe the published Shariah rulings issued by the SAC and shall not go against the decisions of the committee that they represent in public.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

The SBP Instruction for Shari’ah compliance in Islamic Banking Institutions

The SBP Instruction for Shari’ah compliance in Islamic Banking Institutions

The IBIs shall prepare a full set of documents including agreements, process flows, checklists and manuals pertaining to the deposit, investment and financing products being offered by them, duly vetted by the Shariah Advisor. Before launching new products and services, IBIs shall submit salient features of the products as per Appendix-C along with Certificate from their Shariah Advisor to the Director, Islamic Banking Department, State Bank of Pakistan.

21 Baca lebih lajut

The Role of the Shariah Department in t

The Role of the Shariah Department in t

Bank Islam Brunei Darussalam (BIBD) is the only Islamic bank in Brunei. A large number of Bruneians are customers of this bank. The Sharī ʿ ah Department of the BIBD plays a crucial role in the activities of the bank. It ensures consistent Sharī ʿ ah-compliance in all aspects of the BIBD’s products, services and operations which undoubtedly enables the discipline of the bank in safe-guarding its reputation and credibility. The department consists of three main units, namely; Sharī ʿ ah Business Support and Development Unit, Sharī ʿ ah Control and Audit Unit and Sharī ʿ ah Secretariat and Admin Unit. To date, no Sharī ʿ ah governance framework and specific guidelines for the approval of proposed products has been established at the national or local level. The Ministry of Finance of Brunei has established a two-tier Sharī ʿ ah governance and
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Shariah Unit Financial Report 2016 Quarter3

Shariah Unit Financial Report 2016 Quarter3

Kewajiban termasuk pinjaman qardh 4,512 KEWAJIBAN 2 Jumlah tingkat solvabilitas 1a - 1b 7,242 17 Utang ujrah pengelolaan dana 0 0 18 Utang bagi hasil 0 0 3 Risiko kerugian yang mungk[r]

1 Baca lebih lajut

Sistem Ekonomi Shariah Kriteria Sistem E

Sistem Ekonomi Shariah Kriteria Sistem E

Sedangkan Prinsip-prinsip ekonomi shariah meliputi prinsip Falsafi yang berisi azas filsafati dan azas nilai-nilai. Sedangkan prinsip yang kedua adalah prinsip etika yang berisi tentang prinsip otonom; prinsip kejujuran; prinsip tidak berbuat jahat; prinsip hormat terhadap diri sendiri; dan prinsip keadilan terhadap hak orang lain.

11 Baca lebih lajut

SHARIAH FINANCING FOR FARMERS POVERTY REDUCTION

SHARIAH FINANCING FOR FARMERS POVERTY REDUCTION

The agricultural’s sector issues remains important, both from strategic and pragmatic sides. From the strategic side, the contribution to GDP and labor absorption in this sector is still significant. While at the pragmatic side, contrary to earlier, the poverty rate of economic actors at the sector did not experience significant improvement. Farmer’s poverty alleviation efforts, as if to see a thick wall. In the era of oil boom of the past, subsidies be the paradigm taken by government. However, because of government budget constraints, and also the absence of the private sectors role, the efforts being failed. Shariah banking have a great obligation to face this huge potential demand. Because of poor farmers was a part of the largest Islamic community itself and the maqasid Shari'ah philosophy put the protection of mankind from poverty and indigence as one of the main objectives. Nevertheless, major barriers to technical and economic, made sharia banking still not present in those efforts. Need a new paradigm which using a comprehensive approach and involve actively participation of all parties to realize those goals. To that end, this paper will try to offer that new paradigm. Keywords: Microcredit, Farmers, Shariah, Poverty
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Shariah Unit Financial Report 2016 Quarter1

Shariah Unit Financial Report 2016 Quarter1

Ketidakmampuan pihak reasuradur untuk memenuhi kewajiban pembayaran klaim schedule f 0 4 Jumlah dana yang diperlukan untuk mengantisipasi risiko kerugian yang mungkin timbul sebagai akib[r]

1 Baca lebih lajut

Shariah Unit Financial Report 2016 Quarter2

Shariah Unit Financial Report 2016 Quarter2

Ketidakmampuan pihak reasuradur untuk memenuhi kewajiban pembayaran klaim schedule f 0 4 Jumlah dana yang diperlukan untuk mengantisipasi risiko kerugian yang mungkin timbul sebagai akib[r]

1 Baca lebih lajut

Shariah Unit Financial Report 2016 Quarter4

Shariah Unit Financial Report 2016 Quarter4

Kewajiban termasuk pinjaman qardh 4,850 KEWAJIBAN 2 Jumlah tingkat solvabilitas 1a - 1b 8,688 17 Utang ujrah pengelolaan dana 0 0 18 Utang bagi hasil 0 0 3 Risiko kerugian yang mungk[r]

1 Baca lebih lajut

Shariah Unit Financial Report 2017 Quarter1

Shariah Unit Financial Report 2017 Quarter1

Ketidakmampuan pihak reasuradur untuk memenuhi kewajiban pembayaran klaim schedule f 58 4 Jumlah dana yang diperlukan untuk mengantisipasi risiko kerugian yang mungkin timbul sebagai aki[r]

1 Baca lebih lajut

 this  file 218 369 1 SM

this file 218 369 1 SM

Beradasarkan hasil survei di lapangan menunjukkan bahwa 48,8% me- nyatakan bahwa bank syariah sudah mengimplementasikan shariah marketing, dan 31,2% tidak menjawan serta 20% menyatakan belum. Besarnya responden tidak menjawab tentang shariah marketing merupakan indikasi bahwa responden belum memahami tentang shariah marketing, sehingga terjadi kesalahan persepsi responden tentang pelayanan dengan pendekatan shariah marketing. Hal ini dibuktikan dengan jawaban responden yang menyatakn bahwa bank syariah telah mengimplementasikan pelayanan dengan pendekatan shariah marketing. Sebagian besar responden atau 33,3% menyatakan bank syariah menggunakan bagi hasil, 18,8% tidak mengandung riba dan 16% menyatakan tidak mengandung riba. Padahal semua jawaban responden menyangkut persepsi terhadap atribut produk bank syariah bukan tentang kualitas pelayanannya. Terdapat beberapa pendekatan dalam kualitas pelayanan, Parasuraman, Leonard L. Berry dan Valeria yang dikenal PBZ. Pandangan PBZ mengenai service quality didasari oleh suatu model yang mereka rancang dan mereka sebut sebagai conceptual model of service quality dengan indikator- indikator pelayanan banyak mengacu pada pendapat Kotler dimana terdapat lima determinan service quality (1) tangibles; (2) reliability; (3) responsiveness; (4) assurance dan (5) empathy 63 yang telah banyak digunakan oleh peneliti-peneliti
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Pengaruh Customer Shariah Relationship Marketing terhadap nilai nasabah dan keunggulan produk dalam meningkatkan kesejahteraan dan loyalitas nasabah di Bank Syariah Mandiri Kantor Kas Ponpes Attanwir Bojonegoro.

Pengaruh Customer Shariah Relationship Marketing terhadap nilai nasabah dan keunggulan produk dalam meningkatkan kesejahteraan dan loyalitas nasabah di Bank Syariah Mandiri Kantor Kas Ponpes Attanwir Bojonegoro.

Hasil ini mengindikasikan bahwa implementasi customer shariah relationship marketing sudah diterapkan dengan baik di BSM Kantor Kas Ponpes Attanwir. Dalam bekerja karyawan selalu (1) fokus pelanggan jangka panjang, (2) membuat perjanjian dengan nasabah, (3) melibatkan organisasi- anggota dalam aktivitas pemasaran, (4) mengembangkan budaya pelayanan untuk nasabah, dan (5) memperoleh dan menggunakan informasi nasabah, dimana hal tersebut mampu meningkatkan keunggulan produk. Bank BSM Kantor Kas Ponpes Attanwir selalu mengutamakan nasabahnya dengan konsep bahwa nasabah selalu mendapatkan informasi yang sangat lengkap dan jelas mengenai setiap transaksi keuangan yang dilakukan, disisi lain menekankan kepada semua karyawan disemua tingkatan untuk selalu bersiap sedia membantu dan memperlancar proses transaksi keuangan nasabah.
Baca lebih lanjut

129 Baca lebih lajut

Show all 5848 documents...