Sifat magnetik

Top PDF Sifat magnetik:

INVESTIGASI SIFAT-SIFAT MAGNETIK BAHAN CoPd DAN PENGARUH PENERAPAN MICROWAVE ASSITED MENGGUNAKAN SIMULASI MIKROMAGNETIK

INVESTIGASI SIFAT-SIFAT MAGNETIK BAHAN CoPd DAN PENGARUH PENERAPAN MICROWAVE ASSITED MENGGUNAKAN SIMULASI MIKROMAGNETIK

Magnetisasi HDD dilakukan dengan menggunakan metode perpendicular magnetic recording. Metode ini tentu dibutuhkan biaya yang tinggi. Ada cara untuk mengurangi biaya tersebut yaitu dilakukan pendekatan secara simulasi mikromagnetik. Beberapa hasil penelitian sifat magnetik bahan feromagnetik sebagai penyusun media perekam magnetik secara simulasi memiliki kesesuaian dengan eksperimen. Simulasi struktur domain bisa dilakukan pada keadaan groundstate ataupun diberikan pengaruh medan magnet eksternal. Keadaan groundstate adalah keadaan stabil pada energi minimum digunakan untuk investigasi titik diameter kritis. Titik ini merupakan ukuran diameter maksimum dari keadaan struktur single domain (SD) (Widodo, 2013). Sedangkan, pengaruh medan magnet eksternal dibandingkan pengaruh microwave assisted dan tanpa microwave assisted. Simulasi ini diamati pada pembentukan kurva histeresis dan mekanisme pembalikan struktur domain. Kurva histeresis yang diperoleh berisikan informasi mengenai medan nukleasi, medan remanen, medan koersivitas, dan medan saturasi. Kurva ini disusun oleh nilai magnetisasi pada sumbu y dan nilai medan external pada sumbu x. Mekanisme pembalikan struktur domain yang diperoleh memberikan informasi mengenai magnetisasi spontan. Microwave assisted yang digunakan mempunyai nilai amplitudo dan frekuensi yang bervariasi. Jika kedua nilai yang digunakan semakin besar, maka dapat membuat tipis medan switching. Kondisi lebar atau tipisnya medan ini dapat diamati dalam kurva histeresis (Li et al., 2008).
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Fe terhadap Sifat Fisis dan  Sifat Magnetik dari Barium Heksaferit ( BaFe12O19)

Pengaruh Penambahan Fe terhadap Sifat Fisis dan Sifat Magnetik dari Barium Heksaferit ( BaFe12O19)

Keberadaan domain dalam butiran akan mempengaruhi karakteristik magnet khususnya koersifitas (Hc) dan induksi remanen (Br) yang ada akhirnya akan mempengaruhi energi potensial . Berdasarkan ukuran butir sifat magnetik dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu: 1) Unstable Single Domain (Superparamagnetik/ SPM), 2) stable Single Domain/ SD, 3) Pseudo Single Domain/ PSD, 4) Multi Domain/ MD. Koersif maksimum dapat diperoleh pada saat ukuran butiran dalam rentang SD. Semakin besar ukuran butiran (PSD) koersif akan cenderung menurun karena butiran membentuk multidomain demikian juga jika ukuran butiran semakin kecil dalam rentang SPM koersif juga menurun karena pengaruh energi termal yang menyebabkan terjadinya magnetisasi acak. Untuk bahan barium heksaferit (BaFe 12 O 19 ) batas kritis
Baca lebih lanjut

153 Baca lebih lajut

INVESTIGASI SIFAT-SIFAT MAGNETIK BAHAN CoFeB DAN PENGARUH PENERAPAN HEAT ASSISTED MENGGUNAKAN SIMULASI MIKROMAGNETIK

INVESTIGASI SIFAT-SIFAT MAGNETIK BAHAN CoFeB DAN PENGARUH PENERAPAN HEAT ASSISTED MENGGUNAKAN SIMULASI MIKROMAGNETIK

mikromagnetik terlebih dahulu disiapkan script programnya agar running pada program tersebut dapat dijalankan. Simulasi mikromagnetik dengan bahan feromagnetik dibutuhkan pemahaman tentang konsep magnetik bahan yang digunakan dengan lebih baik. Karakteristik bahan magnetik dapat berupa seperti magnetisasi saturasi, konstanta anisotropi, konstanta exchange. Sifat magnetik bahan tersebut dapat diinputkan ke dalam simulasi mikromagnetik. Kemudian hasil dari simulasi tersebut diolah dengan program Origin dan Mayavi atau Pov-Ray. Origin merupakan program yang digunakan untuk menggambarkan kurva hysterisis. Sedangkan Mayavi dan Pov-Ray digunakan untuk menampilkan domain wall dari struktur nanosphere bahan CoFeB. Penelitian ini bertujuan untuk memahami diameter kritis yang dimiliki oleh bahan CoFeB dan pengaruh medan luar terhadap medan koersivitas dari bahan CoFeB, serta pengaruh heat assisted terhadap medan koersivitas. Oleh karena itu hasil penelitian dengan pendekatan teori-komputasi ini diharapkan dapat digunakan untuk prediksi dan optimasi dalam penelitian eksprimen lanjutan.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Pengaruh Suhu Sintering Pada Magnet NdfeB (Neodymium Iron Boron) Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnetik dan Struktur Kristalin

Pengaruh Suhu Sintering Pada Magnet NdfeB (Neodymium Iron Boron) Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnetik dan Struktur Kristalin

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena nikmat kesehatan dan kesempatan yang telah diberikan kepada kita semua, sehingga penulis dapat menyelesaikan studi selama perkuliahan dan dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan judul: “PENGARUH SUHU SINTERING PADA MAGNET NdFeB (Neodymium Iron Boron) TERHADAP SIFAT FISIS, SIFAT MAGNETIK DAN STRUKTUR KRISTALIN”. Skripsi ini disusun sebagai syarat akademis dalam menyelesaikan studi program sarjana (S1) Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, Medan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK MORFOLOGI PERMUKAAN DAN SIFAT MAGNETIK LAPISAN NiFe HASIL ELEKTRODEPOSISI

KARAKTERISTIK MORFOLOGI PERMUKAAN DAN SIFAT MAGNETIK LAPISAN NiFe HASIL ELEKTRODEPOSISI

Skripsi yang penulis susun sebagai bagian dari syarat untuk mendapatkan gelar sarjan sarjana sains ini penulis beri judul "Karakteristik Morfologi Permukaan Dan Sifat Magnetik Lapisan Nife Hasil Elektrodeposisi". Terselesaikannya skripsi ini adalah suatu kebahagiaan bagi saya. Setelah sekitar dua semester penulis harus berjuang untuk bisa menyelesaikan skripsi ini tepat waktu. Dengan segala suka dan dukanya, pada akhirnya skripsi ini terselesaikan juga. Kepada berbagai pihak yang telah membantu penulis menyelesaikan skripsi ini penulis ucapkan terima kasih. Atas bantuannya yang sangat besar selama proses pengerjaan skripsi ini, ucapan terima kasih secara khusus penulis sampaikan kepada :
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

STUDI KARAKTERISTIK TANAH RESIDUAL VULKANIK BERDASARKAN SIFAT MAGNETIK DAN SIFAT KETEKNIKAN TANAH - repository UPI S FIS 1204589 Title

STUDI KARAKTERISTIK TANAH RESIDUAL VULKANIK BERDASARKAN SIFAT MAGNETIK DAN SIFAT KETEKNIKAN TANAH - repository UPI S FIS 1204589 Title

MelaFaridlah, 2016 STUDI KARAKTERISTIK TANAH RESIDUAL VULKANIK BERDASARKAN SIFAT MAGNETIK DAN SIFAT KETEKNIKAN TANAH Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpusta[r]

8 Baca lebih lajut

Sintesis dan sifat magnetik kompleks ion

Sintesis dan sifat magnetik kompleks ion

Sifat magnetik suatu material dapat dirancang melalui pembentukan senyawa kompleks. Senyawa kompleks dapat bersifat diamagnetik atau paramagnetik. Senyawa kompleks mononuklir umumnya bersifat paramagnetik dan memiliki momen magnetik yang rendah yaitu 1,7 - 5,9 Bohr Magneton (BM). Sifat paramagnetik suatu senyawa dapat berupa feromagnetik dan antiferomagnetik [2]. Senyawa yang bersifat feromagnetik atau antiferomagnetik disebabkan adanya interaksi antar elektron tidak berpasangan yang terdapat pada orbital d dari ion logam penyusun senyawa kompleks. Interaksi feromagnetik senyawa kompleks umumnya ditunjukkan pada temperatur rendah.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGARUH NISBAH BOBOT MONTMORILONIT TERHADAP SIFAT MAGNETIK NANOKOMPOSIT FE3O4-MONTMORILONIT.

PENGARUH NISBAH BOBOT MONTMORILONIT TERHADAP SIFAT MAGNETIK NANOKOMPOSIT FE3O4-MONTMORILONIT.

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan kasihNya yang telah memberikan kesehatan dan hikmat kepada penulis sehingga skripsi ini dapat di selesaikan dengan tepat waktu sesuai yang di rencanakan. Adapun judul skripsi ini adalah “Pengaruh Nisbah Bobot Montmorilonit Terhadap Sifat Magnetik Nanokomposit Fe 3 O 4 -

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Suhu Sintering Pada Magnet NdfeB (Neodymium Iron Boron) Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnetik dan Struktur Kristalin

Pengaruh Suhu Sintering Pada Magnet NdfeB (Neodymium Iron Boron) Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnetik dan Struktur Kristalin

Telah dilakukan penelitian pada pengaruh suhu sintering magnet NdFeB terhadap sifat fisis, sifat magnet dan struktur kristalin. Suhu sintering yang divariasikan 400 o C,700 o C, 900 o C dan 1000 o C dengan penahanan selama 1 jam.Karakterisasinya meliputi sifat fisis (bulk density), magnetik(fluks density dan VSM) dan struktur kristalin (XRD). Proses pembuatan magnet NdFeB dari bahan flakes NdFeB pada pengaruh suhu sintering, dimana bahan dimilling selama 72 jam menggunakan Toluene. Proses pembuatan magnet tersebut dilakukan dalam vacuum dengan media gas nitrogen.Berdasarkan analisa struktur XRD pada pembuatan magnet NdFeBdari suhu sintering 400 o C hingga suhu 1000 o C struktur kristalnya berubah. Kuat medan dan bulk density magnet NdFeB yang didapatkan pada pengaruh suhu sintering semakin menurun/kecil. Hasil dari pengujian VSM pada serbuk kristal NdFeB didapatkan bahwa tanpa disintering nilai remanen 37,34 emu/g , koersifitas 1,07 kOe dan BHmax 0,76 MGOe, nilai-nilai tersebut lebih besar dibandingkan pada suhu sintering 400 o C dan 900 o C dan secara keseluruhan serbuk kristal NdFeB bersifat Semi-Hard Magnetic.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Suhu Sintering Pada Magnet NdfeB (Neodymium Iron Boron) Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnetik dan Struktur Kristalin

Pengaruh Suhu Sintering Pada Magnet NdfeB (Neodymium Iron Boron) Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnetik dan Struktur Kristalin

Pada beberapa tahun terakhir ini, penelitian di bidang material magnetik, khususnya magnet permanen sangat intensif dilakukan.Hal ini disebabkan penerapan magnet permanen mampu melingkupi berbagai aspek yang terkait dengan teknologi maju. Dewasa ini, Penerapan magnet permanen dapat ditemukan pada komponen televisi, telepon, komputer, pada bidang otomotif (misalnya untuk

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Suhu Sintering Pada Magnet NdfeB (Neodymium Iron Boron) Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnetik dan Struktur Kristalin

Pengaruh Suhu Sintering Pada Magnet NdfeB (Neodymium Iron Boron) Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnetik dan Struktur Kristalin

Melalui proses sintering terjadi perubahan struktur mikro seperti pengurangan jumlah dan ukuran pori, pertumbuhan butir serta peningkatan densitas. Faktor- faktor yang menentukan proses dan mekanisme sintering antara lain jenis bahan, komposisi bahan dan ukuran partikel. Selama fasa penaikan suhu dalam ishotermal sintering proses densifikasi dan perubahan mikrostruktur terjadi secara signifikan. Temperatur yang tinggi dapat mempercepat proses densifikasi, tetapi pertumbuhanbutir juga meningkat. Jika temperatur sintering terlalu tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan abnormal sehingga dapat membatasi densitas akhir (Ika, 2012). Proses temperatur sintering akan berpengaruh cukup besar pada pembentukan fasa kristal bahan. Semakin besar suhu sintering dimungkinkan semakin cepat proses pembentukan kristal tersebut. Besar kecilnya suhu juga berpengaruh pada bentuk serta ukuran celah dan juga berpengaruh pada struktur pertumbuhan kristal. Magnet NdFeB mudah di demagnetisasi pada temperatur tinggi, artinya sifat kemagnetan NdFeB mudah hilang pada temperatur tinggi, tetapi akan meningkat pada temperatur rendah. Pada tabel 2.5 dapat dilihat bahwa temperatur operasimaksimum adalah 200 ˚C. Beberapa cara ini yang dapat digunakan pada temperatur tinggi yaitu bentuk geometri. Magnet dengan bentuk yang lebih tipis akan lebih mudah didemagnetisasi dibandingkan dengan bentuk yang lebih tebal. Bentuk magnet piring datar dan yokes lebih direkomendasikkan untuk digunakan pada temperatur tinggi.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pengaruh Suhu Sintering Pada Magnet NdfeB (Neodymium Iron Boron) Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnetik dan Struktur Kristalin

Pengaruh Suhu Sintering Pada Magnet NdfeB (Neodymium Iron Boron) Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnetik dan Struktur Kristalin

Departemen Fisika Fakultas Mate-matika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia Diakses 28 Maret 2015 Sholihah,F.R dan Zainuri,M., 2012, “Pengaruh Holding Time Kalsinasi Terhad[r]

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Suhu Sintering Pada Magnet NdfeB (Neodymium Iron Boron) Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnetik dan Struktur Kristalin

Pengaruh Suhu Sintering Pada Magnet NdfeB (Neodymium Iron Boron) Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnetik dan Struktur Kristalin

Lampiran 2 Data PengujianBulk Density Rumus untuk bulk density di bawah ini dari persamaan 2.1: �= �� No.[r]

11 Baca lebih lajut

Kajian tentang Sifat Magnetik Pasir Besi

Kajian tentang Sifat Magnetik Pasir Besi

Pada tahap berikutnya, kesepuluh sampel juga diukur suseptibilitas magnetiknya sebagai fungsi dari temperatur rendah. Masing-masing mineral magnetik mempunyai transisi fasa yang merupakan ciri khasnya. Karena itu diharapkan bahwa, melalui pengukurn suseptibilitas versus temperatur rendah, akan diketahui mineral magnetik yang dominan pada pasir besi. Pengukuran suseptibilitas sebagai fungsi temperatur rendah masih dilakukan dengan Bartington magnetic susceptibility meter, namun kumparan yang digunakan adalah tipe MS2W. Kumparan ini dilengkapi dengan sebuah wadah khusus yang terbuat dari styrofoam untuk menampung nitrogen cair. Sampel ditempatkan pada wadah tersebut dan direndam dalam nitrogen cair yang bertemperatur 77K. Suseptibilitas sampel kemudian diukur seiring dengan naiknya temperatur menuju temperatur ruang. Proses naiknya temperatur dari 77K ke temperatur ruang biasanya ditempuh dalam waktu kira-kira 30 menit.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Efek Waktu Milling Terhadap Sifat Fisis Dan Mikrostruktur Bahan Magnetik NdFeB

Efek Waktu Milling Terhadap Sifat Fisis Dan Mikrostruktur Bahan Magnetik NdFeB

Kata magnet berasal dari Magnesia, nama suatu kota di kawasan Asia. Di kota inilah orang – orang Yunani sekitar tahun 600 SM menemukan sifat magnetik dari mineral magnetik. Secara umum, pengertian magnet adalah kemampuan suatu benda untuk menarik benda – benda lain yang berada disekitarnya. Magnet dapat dibuat dari bahan besi, baja, dan campuran logam lainnya. Hingga saat ini, magnet banyak dimanfaatkan untuk perangkat elektronik, seperti bel listrik, telepon, dan mikrofon. Berdasarkan asalnya, magnet dibagi menjadi dua kelompok, yaitu magnet alam dan magnet buatan. Magnet alam adalah magnet yang ditemukan di alam, sedangkan magnet buatan adalah magnet yang sengaja dibuat oleh manusia. Magnet buatan selanjutnya terbagi lagi menjadi magnet tetap (permanen) dan magnet sementara. Magnet tetap adalah magnet yang sifat kemagnetannya tetap (terjadi dalam waktu yang relatif lama). Sebaliknya, magnet sementara adalah magnet yang sifat kemagnetannya tidak tetap atau sementara. Sebuah magnet terdiri atas magnet – magnet kecil yang mengarah ke arah yang sama. Magnet – magnet kecil ini disebut magnet elementer. (Julia, 2011).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

S FIS 1204589 Abstract

S FIS 1204589 Abstract

v MelaFaridlah, 2016 STUDI KARAKTERISTIK TANAH RESIDUAL VULKANIK BERDASARKAN SIFAT MAGNETIK DAN SIFAT KETEKNIKAN TANAH Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpus[r]

2 Baca lebih lajut

S FIS 1204589 Table of content

S FIS 1204589 Table of content

xii MelaFaridlah, 2016 STUDI KARAKTERISTIK TANAH RESIDUAL VULKANIK BERDASARKAN SIFAT MAGNETIK DAN SIFAT KETEKNIKAN TANAH Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perp[r]

6 Baca lebih lajut

S FIS 1204589 CHAPTER 5

S FIS 1204589 CHAPTER 5

53 MelaFaridlah, 2016 STUDI KARAKTERISTIK TANAH RESIDUAL VULKANIK BERDASARKAN SIFAT MAGNETIK DAN SIFAT KETEKNIKAN TANAH Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perp[r]

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Milling Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnet Dan Struktur Kristal Pada Magnet Barium Heksaferit

Pengaruh Waktu Milling Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnet Dan Struktur Kristal Pada Magnet Barium Heksaferit

24 jam, hal ini disebabkan karena rontoknya bola-bola besi pada saat waktu milling berlangsung. Kemudian serbuk dikarakterisasi menggunakan VSM (Vibrating Sample Magnetizer) dan diperoleh sifat magnetik permanen, sifat magnetik saturasi, remanensi, koersivitas dan energi produk yang cenderung menurun. Dari hasil VSM dapat dilihat bahwa hasil milling 3 jam memiliki sifat magnetik terbaik, kemudian dilakukan kompaksi dan sintering dengan variasi temperatur 900 ℃ , 1000 ℃ , 1100 ℃ , dan 1200 ℃ pada serbuk BaFe 12 O 19 dengan waktu milling 3 jam. Dari Hasil sintering
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...