Silika dari Sekam Padi

Top PDF Silika dari Sekam Padi:

SEBAGAI TEMPLATE TERHADAP PEMBENTUKAN SILIKA NANOPARTIKEL MESOPORI DARI SEKAM PADI

SEBAGAI TEMPLATE TERHADAP PEMBENTUKAN SILIKA NANOPARTIKEL MESOPORI DARI SEKAM PADI

Pada penelitian (Le, et al., 2007) ini melakukan sintesis nanopartikel silika dari sekam padi Vietnam dengan metode sol- gel. Sekam padi digunakan sebagai prekursor silika karena abu sekam padi (rice husk ash/RHA) merupakan salah satu sumber penghasil silika yang kandungannya mencapai 90% sampai 98% silika. Selain itum juga silika pada abu sekam padi ini dapat dihasilkan dalam fasa amorfus dan memiliki luas permukaan yang cukup tinggi. Metode sol-gel dipilih karena metode ini nerupakan metode yang cukup sering digunakan. Metode ini terdiri dari dua reaksi, yakni hidrolisi dan kondensasi. Di dalam menghasilkan silika dari sekam padi, dilakukan beberapa tahapan eksperimen, mulai dari perlakuan awal dari sekam padi menjadi abu sekam padi, persiapan pembuatan larutan Sodium silicate, dan sintesis silika nanopartikel. Setil trimetil amonium bromida (CTABr) merupakan salah satu surfaktan yang digunakan sebagai template. Selain itu, juga digunakan Setil amin (CA), Setil amonium klorida (CAC), Arkopal, Polietilen glikol (PEG), Aliquat 336, Alkil dimetil benzil amonium klorida (ADBAC), dan Setilpiridinium bromida (CPB). Konsentrasi template yang digunakan sebesar 2 wt.% yang dilarutkan di dalam air atau butanol sebagai pelarut. Kemudian, untuk CTABr juga digunakan konsentrasi 0,5, 1, 1,5, 2, 2,5, dan 3 wt.% yang dilarutkan di dalam air atau butanol.
Baca lebih lanjut

150 Baca lebih lajut

PENAMBAHAN SILIKA DARI SEKAM PADI UNTUK PENINGKATAN KEKUATAN MORTAR.

PENAMBAHAN SILIKA DARI SEKAM PADI UNTUK PENINGKATAN KEKUATAN MORTAR.

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala rahmat dan berkatNya yang membarikan kesehatan dan hikmat kepada penulis sehingga penelitian skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang direncanakan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanak an sejak bulan Januari 2012 ialah “Penambahan Silika Dari Sekam Padi Untuk Peningkatan Kekuatan Mortar”.

18 Baca lebih lajut

Ekstrasi Silika dari Sekam Padi dengan Metode Pelarutan dan Pengendapan Silika serta Analisis EDX dan FTIR

Ekstrasi Silika dari Sekam Padi dengan Metode Pelarutan dan Pengendapan Silika serta Analisis EDX dan FTIR

Puji dan syukur penulis panjatkan pada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan laporan penelitian dengan judul “Ekstrasi Silika dari Sekam Padi dengan Metode Pelarutan d an Pengendapan Silika serta Analisis EDX dan FTIR” sebagai salah satu syarat kelulusan program sarjana di Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor.

37 Baca lebih lajut

Pengaruh Suhu Kalsinasi (450 oC, 550 oC, dan 650 oC) terhadap Struktur dan Luas Permukaan Spesifik Zeolit Berbasis Silika Sekam Padi

Pengaruh Suhu Kalsinasi (450 oC, 550 oC, dan 650 oC) terhadap Struktur dan Luas Permukaan Spesifik Zeolit Berbasis Silika Sekam Padi

Pemanfaatan bahan mineral telah banyak digunakan untuk memperoleh zeolit sintesis, seperti abu sekam padi (Kalapathy et al., 2000), abu layang batubara (Jin et al., 2015), dan kaolinit (Meftah et al., 2009). Silika dari sekam padi digunakan untuk menyintesis zeolit karena harganya murah, dan keberadaanya melimpah. Silika sekam padi bersifat amorf (Kalapathy et al., 2000) dan memiliki kadar terbesar sebagai sumber silika nabati yaitu sebesar 91% (Handayani dkk, 2014). Silika dari sekam padi memilki ukuran partikel 50 µm, diameter pori 3.6 nm, dan volume pori 0.28 ml/g, serta luas permukaan spesifik sebesar 153 m 2 /g (Siriluk and Yuttapong, 2005).
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

PENGARUH SUHU SINTERING TERHADAP KARAKTERISTIK STRUKTUR DAN MIKROSTRUKTUR KOMPOSIT MgO-SiO2 BERBASIS SILIKA SEKAM PADI

PENGARUH SUHU SINTERING TERHADAP KARAKTERISTIK STRUKTUR DAN MIKROSTRUKTUR KOMPOSIT MgO-SiO2 BERBASIS SILIKA SEKAM PADI

Selain sumber-sumber silika diatas, alternatif sumber silika yang dapat dimanfaatkan karena ramah lingkungan, biaya relatif murah dan mudah diperoleh yakni silika nabati. Salah satu sumber silika nabati yang paling potensial adalah sekam padi, karena Indonesia merupakan negara agraris dengan produksi padi yang melimpah. Hal ini berarti juga bahwa sekam padi yang dihasilkan setiap tahun berjumlah sangat besar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Li et al. (2011), diketahui dalam sekam padi terdapat silika dengan kadar yang relatif tinggi berkisar 20%. Silika sekam padi dengan mudah diperoleh dengan metode ekstraksi menggunakan larutan basa yaitu Kalium Hidroksida (KOH), sehingga menghasilkan silika dalam bentuk sol (Nurhayati, 2006). Selain itu, silika sekam padi bersifat amorf dan dengan mudah bereaksi dengan material lain. Pemaparan tersebut menunjukkan bahwa pembuatan komposit MgO-SiO 2 menggunakan
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

PEMBUATAN NANOKOMPOSIT TITANIA-SILIKA DARI BAHAN TITANIUM TRIKLORIDA (TiCl3) DAN SILIKA SEKAM PADI DENGAN METODE SOL-GEL

PEMBUATAN NANOKOMPOSIT TITANIA-SILIKA DARI BAHAN TITANIUM TRIKLORIDA (TiCl3) DAN SILIKA SEKAM PADI DENGAN METODE SOL-GEL

Untuk mendapatkan filtrat (silika sol) dari sekam padi dapat dilakukan proses ekstraksi. Namun sebelum melakukan proses tersebut, sekam padi terlebih dahulu dibersihkan dari senyawa-senyawa organik. Caranya dengan mencuci 1 kg sekam padi dengan air hingga bersih dan merendamkannya. Kemudian sekam padi yang telah tenggelam diambil sebab kandungan silikanya relatif tinggi dan direndam kembali dengan air panas selama 6 jam. Setelah itu, sekam padi pilihan siap untuk diekstraksi menjadi filtrat dengan cara melarutkannya sebanyak 50 g dengan larutan KOH 5% di dalam beaker glass dan diaduk hingga sekam padi tenggelam dalam larutan tersebut. Selama proses pengadukan, campuran tersebut perlu dilakukannya pemanasan selama 30 menit dengan menggunakan kompor listrik. Setelah pemanasan selesai, silika sol disaring dengan menggunakan saringan. Hasil penyaringannya (silika sol) dituangkan ke dalam beaker glass dan dilakukan proses penjenuhan (penuaan) selama 24 jam agar memperoleh silika sol (Si(OH) 4 )
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Telah dilakukan penelitian mengenai sintesis dan karakterisasi mesopori silika dari sekam padi dengan metode kalsinasi dengan variasi suhu 800 o C, 850 o C dan 900 o C sehingga diperoleh abu sekam padi. Selanjutnya dimurnikan dengan asam klorida untuk memperoleh silika dengan kadar minimum dari mineral lain. Silika yang diperoleh dari sekam padi diekstraksi dengan natrium hidroksida diikuti dengan pengendapan kembali menggunakan asam klorida untuk memperoleh silika mesopori dan luas permukan yang besar. Data FT-IR yang diperoleh cukup baik karena memiliki kemiripan dengan silika komersial. Difraktogram XRD juga menunjukkan adanya puncak melebar pada daerah 22,7 o menunjukkan bahwa silika berbentuk amorf. Hasil adsorpsi desorpsi nitrogen isotherm silika memperlihatkan adsorbsi isotherm Tipe IV yang merupakan karekteristik material mesopori dan diperoleh distribusi ukuran pori antara 5 sampai 17 nm serta volume dan luas permukaan silika berdasarkan perhitungan BJH masing-masing 0,817 cm 3 g -1 dan 243,165 m 2 g -1
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pembentukan Ukuran Pori dari Silika Sekam Padi dengan Penambahan Gliserol sebagai Template

Pembentukan Ukuran Pori dari Silika Sekam Padi dengan Penambahan Gliserol sebagai Template

Sekam padi memiliki kandungan silika yang cukup tinggi yaitu sebesar 18-22% dan abu sekam padi memiliki kandungan silika sebesar 88,32% . Silika sekam padi dapat diisolasai dengan metode pembakaran yang sederhana. Komponen senyawa organik dapat dihilangkan ketika pembakaran (Luh, 1991). Siburian (2015) telah melakukan penelitian tentang kemurnian silika dengan menggunakan variasi suhu 800 0 C, 850 0 C dan 900 0 C,dan mendapatkan silika yang lebih murni adalah pada saat pembakaran 900 0 C. Hal ini akan meningkatkan nilai tambah sekam padi. Silika sekam padi banyak dimanfaatkan dalam bidang industri misalnya dalampembuatan gelas,pembuatan keramik, katalis, dan adsorben (Kirk- Othmer, 1984; Sun, 2001).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

EFEK PEMBERIAN SILIKA DARI LIMBAH SEKAM PADI (Oryza sativa) TERHADAP KADAR SILIKA PADA SALIVA

EFEK PEMBERIAN SILIKA DARI LIMBAH SEKAM PADI (Oryza sativa) TERHADAP KADAR SILIKA PADA SALIVA

Indonesia yang masih dikenal sebagai negara agraris mampu memproduksi padi sekitar 50 juta ton per tahun. Sekam padi yang merupakan salah satu produk sampingan dari proses penggilingan padi, selama ini hanya menjadi limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sekam padi tidak hanya bermanfaat untuk media tanam dan abu gosok tetapi dapat juga digunakan sebagai bahan baku silika gel. Kandungan silika dalam abu sekam padi adalah 94 – 96 %. Silika yang terdapat dalam sekam ada dalam bentuk amorf terhidrat. Silika dapat digunakan dalam berbagai bidang, salah satunya dalam bidang industri dan makanan, serta digunakan dalam bidang kedokteran, yaitu proses regenerasi tulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian silika dari limbah sekam padi terhadap kadar silika yang terdapat pada saliva dan membandingkan kadar sisa silika pada konsentrasi 95% dan 100%.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

OPTIMALISASI EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI PADA PEMBUATAN SILIKA GEL (VARIASI WAKTU EKSTRAKSI DAN SUHU PENGERINGAN)

OPTIMALISASI EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI PADA PEMBUATAN SILIKA GEL (VARIASI WAKTU EKSTRAKSI DAN SUHU PENGERINGAN)

Sekam padi merupakan hasil samping dari proses penggilingan padi yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, sehingga sekam padi dapat menjadi limbah yang mengganggu lingkungan. Sekam padi yang dibakar akan menjadi abu yang mempunyai kandungan silika yang tinggi yaitu sebesar 86,90 - 97,30 %. Tingginya kandungan silika membuat abu sekam padi memiliki potensi yang besar sebagai bahan baku untuk silika gel. Pengambilan silika dari abu sekam padi dapat dilakukan dengan proses ekstraksi padat cair menggunakan larutan alkali sebagai pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titik optimum waktu ekstraksi terhadap kadar silika yang diperoleh serta pengaruh suhu pengeringan terhadap daya serap silika gel berbahan dasar abu sekam padi. 50 gram abu sekam padi dilarutkan dengan pelarut KOH 2 M kemudian diekstraksi selama waktu operasi tertentu (120, 150, 180, 210, dan 240 menit). Ekstrak yang didapat kemudian dilakukan presipitasi menggunakan larutan H 2 SO 4 2 M untuk mengendapkan silika. Hasil endapan yang
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH pH DAN WAKTU AGING DALAM SINTESIS SILIKA XEROGEL BERBASIS SEKAM PADI

PENGARUH pH DAN WAKTU AGING DALAM SINTESIS SILIKA XEROGEL BERBASIS SEKAM PADI

Berdasarkan penelitian Nuryono [1] kandungan terbesar abu sekam padi adalah silika sebesar 87-97%. Menurut penelitian Kalapathy [2] proses ekstraksi silika dari bahan baku abu sekam padi dapat menggunakan metode pencucian asam menggunakan HCl silika yang diperoleh memiliki kemurnian sebesar 91%. Tingginya kadar silika dalam abu sekam padi dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan material berbasis silika.

7 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Telah dilakukan penelitian mengenai sintesis dan karakterisasi mesopori silika dari sekam padi dengan metode kalsinasi dengan variasi suhu 800 o C, 850 o C dan 900 o C sehingga diperoleh abu sekam padi. Selanjutnya dimurnikan dengan asam klorida untuk memperoleh silika dengan kadar minimum dari mineral lain. Silika yang diperoleh dari sekam padi diekstraksi dengan natrium hidroksida diikuti dengan pengendapan kembali menggunakan asam klorida untuk memperoleh silika mesopori dan luas permukan yang besar. Data FT-IR yang diperoleh cukup baik karena memiliki kemiripan dengan silika komersial. Difraktogram XRD juga menunjukkan adanya puncak melebar pada daerah 22,7 o menunjukkan bahwa silika berbentuk amorf. Hasil adsorpsi desorpsi nitrogen isotherm silika memperlihatkan adsorbsi isotherm Tipe IV yang merupakan karekteristik material mesopori dan diperoleh distribusi ukuran pori antara 5 sampai 17 nm serta volume dan luas permukaan silika berdasarkan perhitungan BJH masing-masing 0,817 cm 3 g -1 dan 243,165 m 2 g -1
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Telah dilakukan penelitian mengenai sintesis dan karakterisasi mesopori silika dari sekam padi dengan metode kalsinasi dengan variasi suhu 800 o C, 850 o C dan 900 o C sehingga diperoleh abu sekam padi. Selanjutnya dimurnikan dengan asam klorida untuk memperoleh silika dengan kadar minimum dari mineral lain. Silika yang diperoleh dari sekam padi diekstraksi dengan natrium hidroksida diikuti dengan pengendapan kembali menggunakan asam klorida untuk memperoleh silika mesopori dan luas permukan yang besar. Data FT-IR yang diperoleh cukup baik karena memiliki kemiripan dengan silika komersial. Difraktogram XRD juga menunjukkan adanya puncak melebar pada daerah 22,7 o menunjukkan bahwa silika berbentuk amorf. Hasil adsorpsi desorpsi nitrogen isotherm silika memperlihatkan adsorbsi isotherm Tipe IV yang merupakan karekteristik material mesopori dan diperoleh distribusi ukuran pori antara 5 sampai 17 nm serta volume dan luas permukaan silika berdasarkan perhitungan BJH masing-masing 0,817 cm 3 g -1 dan 243,165 m 2 g -1
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Silika dapat diperoleh dari berbagai bahan baku seperti pasir kuarsa, granit, dan fledsfar namun mineral ini memiliki kadar logam pengotor yang besar sehingga sangat sulit untuk memperoleh silika murni. Silika dengan tingkat kemurnian tinggi dapat diperoleh dari abu sekam padi yang tingkat kemurniaannya sebesar 88 - 90%. Komponen lain berupa senyawa organik dari sekam padi dapat dipisahkan dengan cara kalsinasi (Luh, 1991). Sekam padi merupakan salah satu buangan pertanian yang mencapai 120 juta ton per tahun (FAO, 2013) yang tidak dapat digunakan secara langsung karena memiliki nilai gizi yang rendah, kasar dan kandungan abu tinggi. (Houston, 1972).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI MENGGUNAKAN PELARUT NaOH

EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI MENGGUNAKAN PELARUT NaOH

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat, hidayah dan anugerah-Nya lah sehingga skripsi dengan judul “ Ekstraksi Silika dari Abu Sekam Padi Menggunakan Pelarut NaOH dengan Optimasi Berbeda ” ini dapat diselesaikan. Skripsi ini merupakan salah satu persyaratan kurikulum untuk menyelesaikan pendidikan dan gelar sarjana pada Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

11 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Titania Silika Berbasis Titanium Butoksida dan Silika Sekam Padi dengan Metode Sol Gel

Sintesis dan Karakterisasi Titania Silika Berbasis Titanium Butoksida dan Silika Sekam Padi dengan Metode Sol Gel

tersebut, sekam padi terlebih dahulu dibersihkan dari senyawa-senyawa organik dengan cara mencuci sekam padi dengan air hingga bersih dan merendamnnya. Kemudian sekam padi yang telah tenggelam diambil sebab kandungan silikanya relatif tinggi dan direndam kembali dengan air panas selama 6 jam. Setelah itu, sekam padi pilihan siap untuk diekstraksi menjadi filtrat dengan cara melarutkannya sebanyak 50 g dengan larutan KOH 5% di dalam beaker glass dan diaduk hingga sekam padi tenggelam dalam larutan tersebut. Selama proses pengadukan campuran tersebut, perlu dilakukannya pemanasan selama 30 menit menggunakan kompor listrik. Proses pelarutan dan pemanasan, berguna untuk memperoleh hasil ekstraksi yang optimal. Setelah pemanasan selesai, silika sol disaring menggunakan saringan. Hasil penyaringannya (silika sol) dituangkan ke dalam beaker glass dan dilakukan proses penjenuhan (penuaan) selama 24 jam agar memperoleh silika sol (Si(OH) 4 ) yang homogen.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Asam Oleat dalam Sintesis Magnesium Silikat Nanopartikel dari Silika Sekam Padi

Pengaruh Penambahan Asam Oleat dalam Sintesis Magnesium Silikat Nanopartikel dari Silika Sekam Padi

Sekam padi biasanya dibakar atau dibiarkan sebagai limbah buangan. Dengan membakar sekam padi akan menghasilkan residu berupa abu sekam padi (Koteswara, et al., 2006). Abu ini sangat kaya akan silika amorf karena dapat mencapai 88.32% (Habeeb, et al., 2010). Tanaman padi banyak mengandung silika amorf karena secara alami tanaman padi menyerap dan mengangkut silikon dalam bentuk asam silikat pada epidermis tanaman padi (Singh, et al., 1978). Menurut Habeeb, et al., (2010), komposisi kimia dari abu sekam padi dapat dilihat pada Tabel 2.2 dibawah ini:
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Silika berpori merupakan variasi dari bentuk silika amorf. Material berbahan silika banyak diteliti karena memiliki struktur variasi yang luas, dapat diatur ada reaksi hidrolisis dan kondensasi, stabilitas termal yang tinggi pada jaringan amorf dan memiliki kekuatan grafting pada fungsi organik. Silika berpori dibuat dengan mengasamkan larutan silikat basa berair dan diperoleh gel silika pori. Material padatannya diperoleh dengan proses sol-gel dalam larutan yang dikeringkan pada temperatur rendah dimana terjadi penekanan gel menjadi xerogel

13 Baca lebih lajut

sintesis zeolit dari abu sekam padi

sintesis zeolit dari abu sekam padi

Hingga saat ini padi masih merupakan produk utama pertanian di negara agraris, termasuk Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa beras yang merupakan hasil olahan dari padi merupakan bahan makanan pokok. Sekam padi yang merupakan salah satu produk sampingan dari proses penggilingan padi, selama ini hanya menjadi limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sekam padi lebih sering hanya digunakan sebagai bahan pembakar bata merah atau dibuang begitu saja. Padahal dari beberapa penelitian (Houston, 1972; Hara, 1986; Shofiatun, 2000) yang telah dilakukan menunjukkan bahwa abu sekam padi banyak mengandung silika. Pemanfaatan abu sekam padi sebagai sumber silika pada zeolit sintesis merupakan salah satu usaha untuk mendayagunakan sekam padi dan meminimalkan dampak negatif dari pembuangan sekam padi.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Silika Mesopori Dari Limbah Kaca Bening

Sintesis dan Karakterisasi Silika Mesopori Dari Limbah Kaca Bening

Beberapa penelitian tentang silika telah banyak dilakukan, diantaranya (Madrid, dkk 2012) telah melakukan penelitian mengenai karakterisasi silika dari limbah sekam padi dengan menggunakan kalsinasi pada suhu 540 0 C selama 2 jam sehingga diperoleh penurunan kontaminan mencapai 90% dan silika yang diperoleh dari sekam padi bersifat amorf.

4 Baca lebih lajut

Show all 9866 documents...

Related subjects