simplex lattice design

Top PDF simplex lattice design:

Optimasi komposisi etanol dan air dalam proses maserasi herba pegagan (Centella asiatica [L.] Urban) dengan aplikasi simplex lattice design - USD Repository

Optimasi komposisi etanol dan air dalam proses maserasi herba pegagan (Centella asiatica [L.] Urban) dengan aplikasi simplex lattice design - USD Repository

Data kadar asiatikosid dari tiap percobaan dianalisis dengan pendekatan Simplex Lattice Design untuk menghitung koefisien a, b, ab sehingga didapatkan persamaan Y = a(A) + b(B) +ab(A)(B). Dari persamaan ini kemudian dapat dibuat suatu profil yang menggambarkan sifat fisik dengan berbagai komposisi etanol dan air. Hasil profil yang diperoleh berdasarkan rumus digunakan untuk menentukan komposisi cairan penyari yang optimal. Tiap persamaan yang diperoleh dari tiap formula dihitung validitasnya menggunakan metode statistik, yaitu uji F dengan taraf kepercayaan 95%.

0 Baca lebih lajut

Optimasi Tween 80 dan Span 80 dalam formulasi sediaan krim kefir susu kambing dengan metode Simplex Lattice Design - USD Repository

Optimasi Tween 80 dan Span 80 dalam formulasi sediaan krim kefir susu kambing dengan metode Simplex Lattice Design - USD Repository

Gambar 2. Grafik pengaruh variasi emulgator tiap formula terhadap viskositas Viskositas yang diinginkan untuk krim kefir susu kambing ini adalah 40 – 400 d.Pa.s. Berdasarkan diagram diatas, pada formula 5 viskositasnya tidak sesuai dengan spesifikasi karena dibawah 40 d.Pa.s. Viskositas kelima formula pada siklus 0 sampai dengan siklus 3, dapat diamati semakin tinggi konsentrasi Tween 80 maka viskositas semakin menurun (Lampiran 5). Hal ini dikarenakan sifat dari Tween 80 yang hidrofilik sehingga bagian kepala akan berorientasi pada fase air membentuk halangan sterik guna mencegah droplet – droplet saling berkumpul membentuk koalesens (Gardens, 2007) sehingga lebih banyak menarik molekul air dan menyebabkan viskositasnya semakin menurun. Pada respon viskositas siklus 0 diperoleh persamaan simplex lattice design yaitu y = 37,861 (x1) + 98,762 (x2) – 61,4 (x1) (x2). Pada persamaan tersebut x1 adalah Tween 80 dan x2 adalah Span 80. Koefisien Span 80 lebih besar dibandingkan Tween 80 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Span 80 lebih besar berpengaruh terhadap viskositas dibanding Tween 80.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

OPTIMASI KOMPOSISI CAMPURAN MINYAK NON-PANGAN UNTUK SINTESIS BIODIESEL DENGAN REACTIVE DISTILLATION MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN -

OPTIMASI KOMPOSISI CAMPURAN MINYAK NON-PANGAN UNTUK SINTESIS BIODIESEL DENGAN REACTIVE DISTILLATION MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN -

Dody Herdian Saputra Riyadi dan Reshita Amalia Ramadhani. 2017. Optimasi Komposisi Campuran Minyak Non-Pangan untuk Sintesis Biodiesel dengan Reactive Distillation menggunakan Metode Simplex Lattice Design. Pembimbing 1: Dr. Ratna Dewi Kusumaningtyas, S.T., M.T. Pembimbing 2: Bayu Triwibowo, S.T., M.T., Teknik Kimia

12 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULA TABLET FLOATING PROPRANOLOLHIDROKLORIDA DENGAN HPMC E6LV DAN NATRIUM CMCSEBAGAI MATRIKS DENGAN MODEL SIMPLEX LATTICE DESIGN (SLD) - repository perpustakaan

OPTIMASI FORMULA TABLET FLOATING PROPRANOLOLHIDROKLORIDA DENGAN HPMC E6LV DAN NATRIUM CMCSEBAGAI MATRIKS DENGAN MODEL SIMPLEX LATTICE DESIGN (SLD) - repository perpustakaan

Bentuk sediaan obat system floating pada tablet Propranolol Hidroklorida dilakukan penelitian untuk meningkatkan ketersediaan hayatinya dengan meningkatkan waktu transit obat pada saluran pencernaan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengoptimasi dan menentukan konsentrasi matriks yang optimal antara HPMC E6LV dan Na CMC yang dapat menghasilkan tablet floating yang baik, sehingga obat dapat dilepaskan pada kecepatan yang diinginkan dari suatu sistem. Tablet dicetak menggunakan metode cetak langsung. Optimasi dilakukan dengan menggunakan software design expert dengan metode simplex lattice design (SLD). Tablet di evaluasi sifat fisik tablet, kemampuan floating lag time dan durasi floating time. Pengaruh penambahan HPMC E6LV dengan konsentrasi tinggi dapat meningkatkan kekerasan tablet, sehingga tablet tidak mudah rapuh dan hancur. Tablet dengan konsentrasi HPMC E6LV tinggi, waktu floating lag time yang dihasilkan 7,59 menit dan durasi time 563 menit. Na CMC dengan konsentrasi tinggi dapat meningkatkan kerapuhan tablet dan waktu hancur tablet. Waktu floating lag time yang dihasilkan lebih cepat yaitu 3,75 menit dan durasi time kurang dari 6 jam, karena Na CMC apabila kontak dengan air akan terjadi erosi dengan cepat, sehingga tablet akan lebih cepat hancur. Formula optimum dihasilkan dari persamaan simplex lattice design dengan komposisi HPMC E6LV 180 mg dan Na CMC 0 mg dengan hasil menunjukkan nilai desirability 0,935 pada software design expert ver.7.0.0. Floating lag time yang kurang dari 10 menit, dan tablet tidak hancur dengan waktu singkat.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULA TABLET EKSTRAK DAUN SALAM (Eugenia  Optimasi Formula Tablet Ekstrak Daun Salam (Eugenia Polyanthawight.) Dengan Bahan Penghancur Natrium Alginat Dan Bahan Pengikat Gelatin Menggunakan Metode Simplex Lattice Design.

OPTIMASI FORMULA TABLET EKSTRAK DAUN SALAM (Eugenia Optimasi Formula Tablet Ekstrak Daun Salam (Eugenia Polyanthawight.) Dengan Bahan Penghancur Natrium Alginat Dan Bahan Pengikat Gelatin Menggunakan Metode Simplex Lattice Design.

Daun salam ( Eugenia polyantha Wight.) mengandung flavonoid golongan kuersetin yang berkhasiat sebagai analgetik. Kuersetin dapat menghambat biosintesis prostaglandin yang merupakan mediator nyeri. Dalam pembuatan tablet ekstrak daun Salam, selain bahan aktif diperlukan bahan tembahan seperti bahan pengisi, bahan pengikat, bahan penghancur, dan bahan pelicin. Pada penelitian ini digunakan gelatin sebagai bahan pengikat dan natrium alginat sebagai bahan penghancur. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan formula sediaan tablet ekstrak daun salam yang optimum dengan perbandingan konsentrasi gelatin dan natrium alginat tertentu. Optimasi yang dilakukan menggunakan Design Expert Simplex Lattice Design (SLD), dengan 8 rancangan formula yaitu F I (8% Gelatin:4% Na Alginat), F II (8% Gelatin:4% Na Alginat), F III (7% Gelatin:5% Na Alginat), F IV 6% Gelatin:6% Na Alginat), F V (6% Gelatin:6% Na Alginat), F VI (5% Gelatin:7% Na Alginat), F VII (4% Gelatin: 8% Na Alginat), F VIII (4% Gelatin:8% Na Alginat). Uji yang dilakukan meliputi kecepatan alir, sudut diam, pengetapan, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur. Hasil uji dianalisis menggunakan program Design Expert 9.0.2.0. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari Design Expert 9.0.2.0,didapatkan formula tablet ekstrak daun Salam yang optimum pada kombinasi gelatin 4% dan natrium alginat 8% dengan nilai desirability 0,717. Hasil untuk masing-masing parameter yaitu : kecepatan alir diperoleh hasil 15,99 g/detik + 1,46, sudut diam 34,94 0 + 1,76, pengetapan 7,7% + 1,2 keseragaman bobot 0,59% + 0,11, kekerasan 4,3 kg + 0,8, kerapuhan 0,387% + 0,120, dan waktu hancur 16 menit + 1,9.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULA SEDIAAN SNEDDS (SELF NANOEMULSIFYING DRUG DELIVERY SYSTEM) EKSTRAK KLOROFORM DAUN SALAM DENGAN PEMBAWA VCO (VIRGIN COCONUT OIL) MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN

OPTIMASI FORMULA SEDIAAN SNEDDS (SELF NANOEMULSIFYING DRUG DELIVERY SYSTEM) EKSTRAK KLOROFORM DAUN SALAM DENGAN PEMBAWA VCO (VIRGIN COCONUT OIL) MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN

Tween 80 dan PEG 400 yang digunakan dalam formulasi SNEDDS ditentukan dengan metode simplex lattice design. Optimasi dilakukan dengan menganalisis respon kejernihan dan waktu emulsifikasi dengan menggunakan State Ease Design Expert 9 trial. Formula optimum SNEDDS ekstrak kloroform daun salam menghasilkan emulsi yang homogen, stabil dan jernih dengan % transmitan 90,968 ± 0,167 dan waktu emulsifikasi 18,333 ± 0,577 detik dalam cairan lambung buatan. Komposisi formula optimum SNEDDS ektrak kloroform daun salam terdiri dari 0,625 gram minyak VCO, 3,904 gram Tween 80, dan 0,471 gram PEG 400 yang dapat membawa 150 mg ektrak kloroform daun salam tiap 5 gram sistemnya. Formula optimum SNEDDS ekstrak kloroform daun salam menghasilkan emulsi berdiameter 15,5 nm dengan distribusi ukuran droplet 0,265 dan potensial zeta -25,9 mV.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULASI SEDIAAN LEPAS LAMBAT TABLETTEOFILIN DENGAN MATRIKS ETIL SELULOSA (EC) DAN Optimasi Formulasi Sediaan Lepas Lambat Tablet Teofilin dengan Matriks Etil Selulosa (EC) dan Hidroksietil Selulosa (HEC) dengan Metode Simplex Lattice Design.

OPTIMASI FORMULASI SEDIAAN LEPAS LAMBAT TABLETTEOFILIN DENGAN MATRIKS ETIL SELULOSA (EC) DAN Optimasi Formulasi Sediaan Lepas Lambat Tablet Teofilin dengan Matriks Etil Selulosa (EC) dan Hidroksietil Selulosa (HEC) dengan Metode Simplex Lattice Design.

Skripsi yang berjudul “OPTIMASI FORMULASI SEDIAAN LEPAS LAMBAT TABLET TEOFILIN DENGAN MATRIKS ETIL SELULOSA (EC) DAN HIDROKSIETIL SELULOSA (HEC) DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN ” disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana strata 1 (S1) Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

16 Baca lebih lajut

Optimization of Fast Disintegrating Tablets (FDT) of Ranitidine Hydrochloride Using Simplex Lattice Design Method

Optimization of Fast Disintegrating Tablets (FDT) of Ranitidine Hydrochloride Using Simplex Lattice Design Method

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah suatu kondisi terjadinya kerusakan mukosa yang diakibatkan oleh aliran kembali isi lambung menuju esofagus dengan gejala dada terasa terbakar dan kesulitan menelan. Salah satu strategi mengatasi masalah kesulitan menelan pada pasien GERD adalah melalui pengembangan bentuk sediaan padat (tablet) tanpa memerlukan waktu hancur lebih lama dalam rongga mulut yaitu fast disintegrating tablet (FDT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi dan perbandingan kadar chitosan dan sodium starch glycolate yang dapat mempengaruhi sifat fisik FDT Ranitidin HCl. Tiga formula FDT Ranitidin HCl dirancang berdasarkan metode simplex lattice design dengan perbandingan chitosan : sodium starch glycolate sebagai berikut: F I (0 % : 100 %), F II (50 % : 50 %), F III (100 % : 0 %). Metode granulasi basah dilakukan untuk pembuatan FDT Ranitidin HCl. FDT Ranitidin HCl yang diperoleh kemudian diuji sifat fisiknya meliputi kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, waktu keterbasahan, dan disolusi. Hasil uji sifat fisik dianalisis menggunakan one way ANOVA pada batas kepercayaan α = 0,05. Pengaruh kombinasi chitosan dan sodium starch glycolate terhadap sifat fisik FDT Ranitidin HCl dianalisis dengan uji Tukey, serta untuk menguji perbandingan kadar chitosan dan sodium starch glycolate untuk menghasilkan FDT Ranitidin HCl yang memiliki sifat fisik optimum. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi chitosan dan sodium starch glycolate dapat meningkatkan waktu disintegrasi FDT Ranitidin HCl dan memberikan sifat fisik tablet yang optimum. Formula optimum FDT Ranitidin HCl berdasarkan metode simplex lattice design adalah kombinasi chitosan 50 % : sodium starch glycolate 50 %. Sementara formula optimum FDT Ranitidin HCl berdasarkan trial setelah simplex lattice design adalah formula dengan kombinasi chitosan 40 % : sodium starch glycolate 60 % yang dapat memberikan sifat fisik tablet yang optimum.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULA SEDIAAN TABLET TEOFILIN DENGAN STARCH 1500 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR DAN GELATIN SEBAGAI BAHAN PENGIKAT DENGAN MODEL SIMPLEX LATTICE DESIGN.

OPTIMASI FORMULA SEDIAAN TABLET TEOFILIN DENGAN STARCH 1500 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR DAN GELATIN SEBAGAI BAHAN PENGIKAT DENGAN MODEL SIMPLEX LATTICE DESIGN.

Berdasarkan uraian tersebut maka perlu dilakukan optimasi formulasi sediaan tablet teofilin dengan metode simplex lattice design, untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan starch 1500 sebagai bahan pengancur dan gelatin sebagai bahan pengikat. Dengan metode ini akan didapatkan persamaan matematis yang kemudian dari persamaan tersebut akan didapatkan perbandingan starch 1500 dan gelatin sehingga didapat formula tablet yang optimum.

19 Baca lebih lajut

Optimasi komposisi etanol dan air dalam proses maserasi daun singkong (Manihotis folium) dengan aplikasi simplex lattice design - USD Repository

Optimasi komposisi etanol dan air dalam proses maserasi daun singkong (Manihotis folium) dengan aplikasi simplex lattice design - USD Repository

Simplex Lattice Design adalah suatu metode aplikasi untuk mengetahui komposisi terbaik dari suatu pelarut campuran untuk mendapatkan kadar rutin tertinggi. Berdasarkan metode Simplex Lattice Design diperoleh lima formula larutan penyari rutin yang akan diekstraksi pada tiga peringkat suhu yang digunakan untuk mengetahui kadar rutin dihasilkan dari masing-masing peringkat suhu, lalu dibandingkan bagaimana kadar rutin di setiap suhunya, suhu mana yang menghasilkan kadar rutin tertinggi. Suhu yang digunakan adalah 30 o C, 40 o C, dan 50 o C. Dalam metode ini ada lima perbandingan campuran pelarut yang akan menghasilkan ekstrak dan akan diukur kadar rutinnya. Berdasarkan metode ini diharapkan mendapatkan perbandingan volume pelarut etanol 96% dan air yang paling optimum untuk mengekstraksi rutin dari Manihotis Folium dengan cara maserasi. Dari data yang diperoleh. maka dihasilkan persamaan SLD sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

OPTIMASI TABLET MUKOADHESIF PROPRANOLOL HCl DENGAN HPMC dan ETIL SELULOSA SEBAGAI BAHAN MATRIKS MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN (SLD)

OPTIMASI TABLET MUKOADHESIF PROPRANOLOL HCl DENGAN HPMC dan ETIL SELULOSA SEBAGAI BAHAN MATRIKS MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN (SLD)

Mucoadhesive tablet is a tablet which designed to be attached to the gastric mucosa. Propranolol HCl can be made into mucoadhesive tablet because almost 90% absorption in the gastrointestinal tract. This research was aimed to know the effect of HPMC and ethyl cellulose toward character of mucoadhesive in Propranolol HCl tablet and determine formula steady based on parameter mucoadhesive test and dissolution. Formulation tablet designed use expert design with Simplex Lattice Design method with 2 factor in two levels 0 and 1 (0 = 60 mg = 20% and 1 =150 mg = 50%) made in a direct compression with comparison HPMC E6LV and ethyl cellulose N22 that was on Run I (0,75:0,25), Run II (0,25:0,75), Run III (0,5:0,5), Run IV (1:0), and Run V (0:1). Simplex Lattice Design (SLD) is the method used to design mixture component in a formula so we can obtained steady formula. Data analysis was used Simplex Lattice Design method (SLD) with linear and quadratic model so we can obtained the equation and contour plot who describe the response of the mixture used. The findings show that the use of HPMC is more would increase the vulnerability, hastening time destroyed and mucoadhesive forces. While the use of ethyl cellulose is more would decrease the vulnerability and improving tablet hardness. The combination between HPMC and ethyl cellulose can improve release of Propranolol HCl. This research steady formula obtained at tablet formula made by matrix comparison HPMC : ethyl cellulose = 1:0 (150 mg:60 mg) with desirability score 1.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

View of OPTIMASI FORMULA EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale) DENGAN METODE KEMPA LANGSUNG MENGGUNAKAN ANALISIS SIMPLEX LATTICE DESIGN

View of OPTIMASI FORMULA EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale) DENGAN METODE KEMPA LANGSUNG MENGGUNAKAN ANALISIS SIMPLEX LATTICE DESIGN

Pendekatan simplex lattice design menunjukkan bahwa kedua komponen berpengaruh menaikkan kekerasan namun yang paling berpengaruh meningkatkan kekerasan tablet adalah starch 1500 dimana nilai koefisien a lebih besar dari b. Hal ini disebabkan karena starch 1500 mempunyai kompaktibilitas yang lebih baik daripada amprotab. Interaksi starch 1500 dan amprotab hampir tidak berpengaruh terhadap kekerasan yang ditunjukkan dengan nilai koefisien yang sangat kecil dan profil menunjukkan garis yang cenderung lurus.

5 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULA TABLET EKSTRAK DAUN SALAM  Optimization Formulas Tablet Extract of Bay Leaf (Eugenia polyantha Wight.) With the Binder PVP and Desintegrant Sodium Alginate Using Simplex Lattice Design Method.

OPTIMASI FORMULA TABLET EKSTRAK DAUN SALAM Optimization Formulas Tablet Extract of Bay Leaf (Eugenia polyantha Wight.) With the Binder PVP and Desintegrant Sodium Alginate Using Simplex Lattice Design Method.

Tablet dibuat delapan formula menggunakan metode Simplex Lattice Design dengan berbagai konsentrasi PVP dan natrium alginat. Optimasi formula menggunakan program Design Expert 10.0.2.0 (trial) dengan parameter kecepatan alir, sudut diam, pengetapan, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur. Dari parameter tersebut didapatkan formula optimum yang selanjutnya dilakukan verifikasi dan dianalisis dengan program SPSS 23.

11 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULA TABLET HISAP JAHE MERAH (Zingiber officinale Roxb) DENGAN KOMBINASI LAKTOSASORBITOL SEBAGAI BAHAN PENGISI DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN.

OPTIMASI FORMULA TABLET HISAP JAHE MERAH (Zingiber officinale Roxb) DENGAN KOMBINASI LAKTOSASORBITOL SEBAGAI BAHAN PENGISI DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN.

Pada komposisi kadar tertentu dapat berfungsi sebagai bahan pengisi dan pemanis yang optimum dengan metode Simplex Lattice Design untuk menghasilkan tablet hisap ekstrak jahe merah yan[r]

28 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Optimasi Formulasi Sediaan Lepas Lambat Tablet Teofilin dengan Matriks Etil Selulosa (EC) dan Hidroksipropil Metil Selulosa (HPMC) dengan Metode Simplex Lattice Design.

PENDAHULUAN Optimasi Formulasi Sediaan Lepas Lambat Tablet Teofilin dengan Matriks Etil Selulosa (EC) dan Hidroksipropil Metil Selulosa (HPMC) dengan Metode Simplex Lattice Design.

Dalam penelitian ini dilakukan optimasi formulasi sediaan lepas lambat tablet teofilin dengan metode simplex lattice design, dalam metode ini akan didapatkan persamaan matematis, yang ke[r]

18 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULA TABLET HISAP JAHE MERAH (Zingiber officinale Roxb) DENGAN KOMBINASI LAKTOSA-MANITOL SEBAGAI BAHAN PENGISI DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN.

OPTIMASI FORMULA TABLET HISAP JAHE MERAH (Zingiber officinale Roxb) DENGAN KOMBINASI LAKTOSA-MANITOL SEBAGAI BAHAN PENGISI DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN.

Metode optimasi simplex lattice design akan mempermudah dalam menghitung pada tingkat konsentrasi berapa kombinasi laktosa-manitol bisa digunakan sebagai bahan pengisi yang optimum dal[r]

29 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Optimasi Formulasi Sediaan Lepas Lambat Tablet Teofilin dengan Matriks Etil Selulosa (EC) dan Hidroksietil Selulosa (HEC) dengan Metode Simplex Lattice Design.

PENDAHULUAN Optimasi Formulasi Sediaan Lepas Lambat Tablet Teofilin dengan Matriks Etil Selulosa (EC) dan Hidroksietil Selulosa (HEC) dengan Metode Simplex Lattice Design.

Dalam penelitian dilakukan optimasi formulasi sediaan lepas lambat tablet teofilin dengan metode simplex lattice design, dalam metode ini akan didapatkan persamaan matematis, yang kemudi[r]

18 Baca lebih lajut

Optimasi formula gel antiacne ekstrak etanol-air daun pepaya (Carica folium) : tinjauan terhadap gliserol dan propilen glikol sebagai humektan menggunakan metode simplex lattice design - USD Repository

Optimasi formula gel antiacne ekstrak etanol-air daun pepaya (Carica folium) : tinjauan terhadap gliserol dan propilen glikol sebagai humektan menggunakan metode simplex lattice design - USD Repository

cepat mengembang ketika diformulasikan. Carbopol 940 ® membutuhkan netralisasi menggunakan basa yang tepat sehingga dapat membentuk matrik gel yang bagus dan viskositas gel dapat meningkat. Penelitian ini menggunakan Trietanolamin (TEA) sebagai basa penetralisasi. Natrium metabisulfite digunakan sebagai bahan antioksidan karena gel ini menggunakan carbopol 940 ® yang mudah rusak oleh oksidasi cahaya. Apabila matrik gel rusak maka kestabilan gel akan menurun. Untuk proteksi terhadap reaksi oksidasi pada carbopol 940 ® maka digunakan bahan antioksidan. Metil paraben digunakan sebagai bahan pengawet sehingga matrik gel tidak rusak akibat ditumbuhi kapang dan bakteri. Gliserol dan propilen glikol sebagai humektan dapat menyerap lembab dari lingkungan sehingga dapat menjaga kestabilan sediaan agar mudah saat diaplikasikan pada kulit. Gliserol memiliki nilai viskositas yang tinggi dan nilai daya sebar yang rendah, sedangkan propilen glikol memiliki nilai viskositas yang rendah dan nilai daya sebar yang tinggi. Dengan kombinasi sifat ini maka diharapkan formula memiliki stabilitas dan daya sebar yang baik. Untuk memperoleh formula gel dengan kualitas farmasetis yang baik maka dilakukan optimasi campuran humektan menggunakan metode Simplex Lattice Design.
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULASI SEDIAAN TABLET TEOFILIN DENGAN STARCH 1500 SEBAGAI BAHAN PENGIKAT DAN EXPLOTAB® SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR DENGAN MODEL SIMPLEX LATTICE DESIGN.

OPTIMASI FORMULASI SEDIAAN TABLET TEOFILIN DENGAN STARCH 1500 SEBAGAI BAHAN PENGIKAT DAN EXPLOTAB® SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR DENGAN MODEL SIMPLEX LATTICE DESIGN.

Formula tablet optimum dengan kombinasi starch 1500 sebagai bahan pengikat dengan Explotabsebagai bahan penghancur dengan konsentrasi tertentu dapat membentuk tablet yang berkualitas [r]

18 Baca lebih lajut

Show all 9378 documents...