Sistem eksitasi

Top PDF Sistem eksitasi:

Analisa Kekokohan Tanggapan Tegangan Sistem Eksitasi Generator Terhadap Perubahan Parameterkonstanta Penguatan Generator dengan Berbagai Pengendali

Analisa Kekokohan Tanggapan Tegangan Sistem Eksitasi Generator Terhadap Perubahan Parameterkonstanta Penguatan Generator dengan Berbagai Pengendali

Selanjutnya dilakukan perancangan pengendali untuk sistem eksitasi generator arus searah. Perancangan pengendali dilakukan dengan bantuan PIDTool Matlab Model Standard dan dengan menggunakan persamaan (3). Pengendali yang dirancang meliputi pengendali Proporsional (P), pengendali Proporsional Integral (PI), pengendali Proporsional Diferensial (PD), pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID), pengendali Proporsional Diferensial dengan filter orde pertama pada bagian diferensial (PDF) dan pengendali Proporsional Integral Diferensial Dengan Filter Orde Pertama (PIDF). Hasil dari perancangan pengendali ini diperolehnya fungsi alih masing – masing pengendali. Fungsi alih pengendali ini disimbolkan dengan C s   . Selanjutnya dengan berpedoman diagram blok pada Gambar 2. maka diperoleh fungsi alih lingkar terbuka dan fungsi alih lingkar tertutup tanggapan tegangan sistem eksitasi generator dengan pengendali. Selanjutnya dilakukan analisa kekokohan tanggapan tegangan sistem eksitasi generator terhadap perubahan parameter generator dengan pengendali. Analisa kekokohan yang dilakukan sama dengan analisa kekokohan tanggapan tegangan sistem eksitasi generator tanpa pengendali. Berdasarkan hasil dari analisa kekokohan ini diperoleh informasi pengendali yang bersifat kokoh terhadap perubahan parameter generator.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERILAKU TEGANGAN SISTEM EKSITASI GENERATOR DENGAN METODA PENEMPATAN KUTUB DALAM DOMAIN WAKTU

PERILAKU TEGANGAN SISTEM EKSITASI GENERATOR DENGAN METODA PENEMPATAN KUTUB DALAM DOMAIN WAKTU

Sistem eksitasi adalah suatu peralatan yang bertugas menjaga perilaku tegangan dan daya reaktif generator agar tetap stabil pada nilai kerja yang diinginkan. Suatu kenaikan daya reaktif pada sisi beban akan mengakibatkan penurunan magnitude tegangan terminal. Penurunan magnitude tegangan terminal ini kemudian akan disensor oleh suatu potensial transformator. Selanjutnya tegangan terminal akan disearahkan dan dibandingkan dengan suatu titik nilai acuan. Pengatur sinyal kesalahan penguat akan mengatur tegangan eksitasi sehingga tegangan eksitasi generator akan meningkat. Jika tegangan eksitasi meningkat maka daya tegangan yang dibangkitkan oleh generator akan meningkat pula. Dalam sistem tenaga listrik, perilaku tegangan sistem eksitasi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena dapat mempengaruhi kestabilan tegangan sistem tenaga listrik. Ketidakstabilan tegangan akan menyebabkan ketidakstabilan sistem tenaga secara keseluruhan, terutama kualitas dan kemampuan pemindahan daya dari pembangkit ke konsumen, kondisi terparah terjadinya mekanisme load shedding. Dalam sistem
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

07 Pemodelan dan Analisa Sistem Eksitasi Generator

07 Pemodelan dan Analisa Sistem Eksitasi Generator

Untuk analisa kestabilan dilakukan dengan menggunakan persamaan karakteristik (Franklin, Powell, & Naeini, 1986). Analisa kestabilan dengan persamaan karakteristik ini dilakukan dengan menggunakan denumerator fungsi alih lingkar tertutup dari setiap model sistem eksitasi generator. Denumerator fungsi alih lingkar tertutup ini berbentuk persamaan polynomial dan dikenal sebagai persamaan karakteristik. Model sistem eksitasi akan bersifat stabil jika bagian nyata dari akar – akar persamaan karakteristik bernilai negatif dan analisa terakhir yang dilakukan adalah analisa kekokohan. Analisa kekokohan dilakukan dengan menggunakan kriteria puncak maksimum. Kriteria puncak maksimum ini terbagi atas 2 bahagian yaitu nilai puncak maksimum sensitivitas dan nilai puncak maksimum sensitivitas komplementer. Model sistem eksitasi generator akan bersifat kokoh jika nilai puncak maksimum sensitivitas yang kurang dari 2.00 dan nilai puncak maksimum sensitivitas komplementer yang kurang dari 1.25 (Skogestad & Postlethwaite, 1996). Berdasarkan hasil analisa tersebut kemudian ditentukan model sistem eksitasi generator yang paling baik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISA PERFORMANSI TANGGAPAN TEGANGAN SISTEM EKSITASI GENERATOR TERHADAP PERUBAHAN PARAMETER

ANALISA PERFORMANSI TANGGAPAN TEGANGAN SISTEM EKSITASI GENERATOR TERHADAP PERUBAHAN PARAMETER

Beberapa penelitian yang sudah dilakukan diantaranya [1], pada jurnal ini dibahas pemodelan dan analisa sistem eksitasi generator. Model sistem eksitasi yang dibahas meliputi sistem eksitasi generator tipe arus searah, model sistem eksitasi generator tipe arus searah dengan Rate Output Feedback, model sistem eksitasi generator tipe arus searah dengan Transient Gain Reduction dan model sistem eksitasi generator tipe statik. Hasil analisa memperlihatkan bahwa sistem eksitasi generator tipe arus searah dengan Rate Output Feedback memiliki performansi, kestabilan dan kekokohan yang lebih baik dibandingkan dengan sistem eksitasi generator tipe arus searah, sistem eksitasi generator tipe arus searah dengan Transient Gain Reduction dan sistem eksitasi generator tipe statik. [4], pembahasan pada jurnal ini meliputi perancangan dan analisa kendali sistem eksitasi generator tipe arus searah dengan PIDTool model paralel. Hasil analisa memperlihatkan bahwa sistem kendali eksitasi generator tipe arus searah dengan pengendali Proporsional Diferensial dengan Filter Orde Pertama Pada Bagian Diferensial (PDF) memenuhi kriteria perancangan yang diinginkan. [5], membahas evaluasi pola tingkah laku tegangan sistem eksitasi generator dengan metoda penempatan kutub menggunakan algoritma Bass – Gura. Adapun informasi yang diperoleh, bahwa pola tingkah laku tegangan sistem eksitasi generator dengan metoda penempatan kutub menunjukkan performansi yang lebih baik dibandingkan performansi pola tingkah laku tegangan sistem eksitasi tanpa metoda penempatan kutub. [6], membahas evaluasi kestabilan dan kekokohan tanggapan tegangan
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

04 Perancangan dan Analisa Kendali Sistem Eksitasi Generator Tipe Arus Searah

04 Perancangan dan Analisa Kendali Sistem Eksitasi Generator Tipe Arus Searah

Berdasarkan hasil simulasi yang diperlihatkan pada Tabel 10. dan Gambar 6. terlihat bahwa sistem eksitasi generator tipe arus searah dengan pengendali Proporsional (P), pengendali Proporsional Integral (PI), pengendali Proporsional Diferensial (PD), pengendali Proporsional Diferensial Dengan Filter Orde Pertama Pada Bagian Diferensial (PDF) dan pengendali Proporsional Integral Diferensial Dengan Filter Orde Pertama Pada Bagian Diferensial (PIDF) bersifat kokoh terhadap gangguan, mampu meredam derau pada frekuensi serta mempuyai tanggapan yang cepat terhadap masukan tertentu. Hal ini dibuktikan dengan nilai puncak maksimum sensitivitas yang kurang dari 2.00 dan nilai puncak maksimum sensitivitas komplementer yang kurang dari 1.25. Untuk sistem eksitasi generstor tipe arus searah dengan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) bersifat kokoh tetapi tidak mampu meredam derau pada frekuensi tinggi dan mempuyai tanggapan yang lambat terhadap masukan tertentu dikarenakan nilai puncak maksimum sensitivitas komplementer besar dari 1.25.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISA KEKOKOHAN TANGGAPAN TEGANGAN SISTEM EKSITASI GENERATOR TIPE ARUS SEARAH DENGAN BERBAGAI PENGENDALI

ANALISA KEKOKOHAN TANGGAPAN TEGANGAN SISTEM EKSITASI GENERATOR TIPE ARUS SEARAH DENGAN BERBAGAI PENGENDALI

sudah dilakukan [5-9] dimana kekokohan tanggapan tegangan sistem eksitasi generator dilakukan menggunakan kriteria nilai puncak maksimum. Kriteria nilai puncak maksimum ini terdiri atas 2 bahagian yaitu nilai puncak maksimum sensitivitas dan nilai puncak maksimum sensitivitas komplementer. Untuk analisa kekokohan, selain dilakukan dengan kriteria nilai puncak maksimum juga dilakukan kriteria margin penguatan dan margin fasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggapan tegangan sistem eksitasi generator bersifat kokoh tetapi informasi kriteria margin penguatan dan margin fasa dari tanggapan tegangan sistem eksitasi ini tidak diperoleh. Untuk itu dengan menggunakan bantuan perangkat lunak Matlab dilakukan analisa kekokohan tanggapan tanggapan tegangan sistem eksitasi generator dengan menggunakan nilai kriteria puncak maksimum, kriteria margin penguatan dan margin fasa. Analisa kekokohan tanggapan tegangan sistem eksitasi ini dilakukan tanpa dan dengan menggunakan berbagai pengendali. Adapun jenis pengendali yang digunakan pengendali Proporsional (P), pengendali Proporsional Integral (PI), pengendali Proporsional Diferensial (PD), pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID), pengendali Proporsional Diferensial dengan filter orde pertama pada bagian diferensial (PDF) dan pengendali Proporsional Integral Diferensial dengan filter orde pertama pada bagian diferensial (PIDF).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

SISTEM EKSITASI TANPA SIKAT PADA GENERATOR TURBIN GAS DI JOB PERTAMINA - TALISMAN JAMBI MERANG

SISTEM EKSITASI TANPA SIKAT PADA GENERATOR TURBIN GAS DI JOB PERTAMINA - TALISMAN JAMBI MERANG

Segala puji hanya milik Allah SWT, Tuhan Semesta Alam yang berkat rahmat, ridho, dan hidayah-Nya penulis bisa menyelesaikan Laporan Akhir ini yang berjudul ”Sistem Eksitasi Tanpa Sikat Pada Generator Turbin Gas di JOB Pertamina- Talisman Jambi Merang” sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Diploma III pada Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Listrik Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang.

13 Baca lebih lajut

SIMULASI KENDALI PID DAN LOGIKA FUZZY PADA SISTEM EKSITASI AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR DENGAN SIMULINK MATLAB -

SIMULASI KENDALI PID DAN LOGIKA FUZZY PADA SISTEM EKSITASI AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR DENGAN SIMULINK MATLAB -

ketidakstabilan sistem tenaga listrik berarti kehilangan sinkronisasi sistem sehingga sistem tidak lagi mampu bekerja normal setelah mengalami perubahan beban. Oleh karena itu, untuk kestabilan sistem tersebut, sebuah generator perlu didukung oleh sistem eksitasi. Menurut Syahril, sebagaimana dikutip Alam et al., (2015: 98), pengendalian generator oleh eksitasi merupakan hal penting yang harus ditangani oleh generator agar sistem tetap terjaga pada kestabilannya. Eksitasi pada generator adalah pemberian arus searah pada belitan medan yang terdapat pada rotor (Pane, 2010). Perubahan arus eksitasi dapat merubah tegangan output generator karena besar kecilnya arus eksitasi mempengaruhi fluks rotor ( � ), fluks rotor ini berperan pada pembangkitan gaya gerak listrik induksi (E).
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

STUDI SISTEM EKSITASI PADA GENERATOR SIN

STUDI SISTEM EKSITASI PADA GENERATOR SIN

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, karunia, taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Tugas Akhir dengan judul “Studi Sistem Eksitasi Pada Generator Sinkron Di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Musi Bengkulu”.

11 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN SISTEM EKSITASI BERBASIS LOGIKA KABUR

PENGEMBANGAN SISTEM EKSITASI BERBASIS LOGIKA KABUR

Keberadaan konsep torsi sinkronisasi dan torsi redaman akan mempermudah proses analisa kestabilan sebuah mesin karena setiap umpan balik lingkar tertutup selalu menghasilkan torsi sinkronisasi dan torsi redaman tertentu. Jumlah total nilai koefisien sinkronisasi dan torsi redaman dari setiap lingkar tertutup dapat bernilai positif atau negatif. Berdasarkan kedua nilai tersebut dan dengan memanfaatkan metode sistem kontrol, kestabilan suatu mesin dapat dianalisa dan dirancang sesuai yang diinginkan.

12 Baca lebih lajut

SIMULASI RESPON EKSITER STATIK PADA GENERATOR SINKRON TERHADAP PERUBAHAN BEBAN.

SIMULASI RESPON EKSITER STATIK PADA GENERATOR SINKRON TERHADAP PERUBAHAN BEBAN.

Permintaan akan energi listrik yang cendrung meningkat menuntut keberadaan teknologi sistem pembangkitan tenaga dalam skala besar. Pengetahuan akan kondisi operasi generator sinkron menuntut adanya pengetahuan akan prilaku generator sinkron dengan sistem eksitasinya. Untuk mengetahui perilaku ini maka perlu diadakan pengujian dan simulasi. Penelitian ini menawarkan metode untuk mengetahui perilaku mesin (generator ) dengan menggunakan simulasi. Perilaku generator sinkron dan reaksi sistem eksitasi static dianalisa pada kondisi perubahan beban dalam skala yang lebih kecil, yaitu pada kondisi kenaikan beban dan kondisi pelepasan beban. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode yang digunakan memberikan alternatif yang lebih banyak dalam analis a perilaku generator sinkron dengan eksiter static.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENSTABIL TEGANGAN GENERATOR SINKRON 3 FASA 0,3 KW DENGAN ALAT BANTU PENGATURAN TEGANGAN EKSITASI MENGGUNAKAN BOOST CONVERTER - Repository UNRAM

PENSTABIL TEGANGAN GENERATOR SINKRON 3 FASA 0,3 KW DENGAN ALAT BANTU PENGATURAN TEGANGAN EKSITASI MENGGUNAKAN BOOST CONVERTER - Repository UNRAM

menggunakan mikrokontroller ATtmega 8. Boost Converter pada penelitian ini digunakan untuk mengatur tegangan pada sistem eksitasi generator. Cara kerja AVR ini yaitu, Boost Converter akan memberikan tegangan pada sistem eksitasi generator agar sesuai kebutuhan generator. Besar tegangan keluaran Boost Converter diatur melalui sinyal PWM yang dihasilkan oleh mikrokontroller. Dari hasil pengujian setelah seluruh sistem di implementasikan rerata regulasi tegangan yang semula tanpa AVR sebesar 16.28% sedangkan dengan menggunakan AVR rerata regulasi tegangan menjadi lebih baik yaitu sebesar 0,26%.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISA EKSITASI TRANSIEN PADA POROS LOW PRESSURE BOILER FEED PUMP PT.PJB UP GRESIK - ITS Repository

ANALISA EKSITASI TRANSIEN PADA POROS LOW PRESSURE BOILER FEED PUMP PT.PJB UP GRESIK - ITS Repository

Fred R. Szenasi dan Walter W. von Nimitz melakukan analisa transien pada motor yang tersinkronisasi. Filosofi penempatan kecepatan kritis torsional terhadap eksitasi transien dari suatu motor yang tersinkronisasi merupakan suatu hal yang penting untuk dipertimbangkan dalam mendesain suatu sistem. Eksitasi terjadi dari suatu motor yang tersinkronisasi selama proses awal disebabkan oleh slipping yang terjadi pada sistem listriknya. Sistem dari frekuensi natural diatur dengan baik untuk ketercapaian operasi yang berkelanjutan seperti nilai terendah dari eksitasi transien. Tingkatan respon dari eksitasi bergantung pada nilai percepatan, rata-rata torsi, dan dinamika torsi ketika terjadi resonansi. Frekuensi resonansi torsional dapat diatur dengan mengubah kekakuan dan inersia dari kompenen agar dapat meminimalkan respon transien yang terjadi. Nilai yang diperbolehkan diawal mulai alat berhubungan secara langsung dengan nilai tegangan dan bergantung pada persentase dari tingkat kelelahan yang dialami tiap awal mulai alat.
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

ANALISA PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADA

ANALISA PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADA

Sistem eksitasi sebagai penguatan pada generator listrik atau sebagai pembangkit medan magnet, sehingga suatu generator dapat menghasilkan energi listrik dengan besar tegangan keluaran generator bergantung pada besarnya arus eksitasinya.Sistem eksitasi yang baik dapat menyebabkan sistem mampu bertahan terhadap gangguan sehingga dapat meningkatkan kestabilan

7 Baca lebih lajut

BAB II GENERATOR SINKRON TIGA PHASA 2.1 Umum - Analisa Penentuan Tegangan Terminal Generator Sinkron 3 Fasa Dan Perbaikan Faktor Daya Beban Menggunakan Metode Pottier

BAB II GENERATOR SINKRON TIGA PHASA 2.1 Umum - Analisa Penentuan Tegangan Terminal Generator Sinkron 3 Fasa Dan Perbaikan Faktor Daya Beban Menggunakan Metode Pottier

Pada generator konvensional ini ada beberapa kerugian yaitu generator arus searah merupakan beban tambahan untuk penggerak mula. Penggunaan slip ring dan sikat menimbulkan masalah ketika digunakan untuk mensuplai sumber arus searah padabelitan medan generator sinkron. Terdapat sikat arang yang menekan slip ring sehingga timbul rugi gesekan pada generator utamanya. Selain itu pada generator arus searah juga terdapat sikat karbon yang menekan komutator. Selama pemakaian slip ring dan sikat harus diperiksa secara teratur, generator arus searah juga memiliki keandalan yang rendah. Karena hal-hal seperti diatas dipikirkan hubungan lain dan dikenal apa yang dikenal sebagai generator sinkron static exciter (penguat statis). Gambar 2.12 adalah sistem eksitasi yang menggunakan generator arus searah.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Laporan Fts Dan Solid Baru

Laporan Fts Dan Solid Baru

Pada saat terjadi pemadaman atau kegagalan operasi, generator sinkron membutuhkan alat yang digunakan untuk memastikan pemutusan catu daya rangkaian kumparan medan secara cepat. Kumparan medan pada generator sinkron merepresntasikan sebuah beban induktif, yang pada saat terjadi pemutusan catu daya secara tiba-tiba akan mengakibatkan terjadinya over voltagepada terminal beban. Untuk mencegah kejadian yang dapat merusak kumparan medan dan sistem eksitasi tersebut, jalur khusus yang paralel terhadap kumparan medan harus dibuat agar arus dapat mengalir melalui jalur khusus tersebut sehingga daya yang terakumulasi dapat segera di- discharge.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

MAKALAH PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL (4)

MAKALAH PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL (4)

hubungan arus medan dengan arus beban, dapat dilihat bahwa semakin bertambahnya beban maka GGL induksi juga akan naik dan arus eksitasi juga naik untuk menjaga agar tegangan terminal tetap stabil. Sistem eksitasi sebagai penguatan pada generator listrik atau sebagai pembangkit medan magnet, sehingga suatu generator dapat menghasilkan energi listrik dengan besar tegangan keluaran generator bergantung pada besarnya arus eksitasinya.Sistem eksitasi yang baik dapat menyebabkan sistem mampu bertahan terhadap gangguan sehingga dapat meningkatkan kestabilan Saat generator dihubungkan dengan beban akan menyebabkan tegangan keluaran generator akan turun, karena medan magnet yang dihasilkan dari arus penguat relative konstan. Agar tegangan generator konstan, maka harus ada peningkatan arus penguatan sebanding dengan kenaikan beban.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI SISTEM KENDALI BERBASIS LOGIKA FUZZY PADA PENGENDALIAN EKSITASI GENERATOR.

IMPLEMENTASI SISTEM KENDALI BERBASIS LOGIKA FUZZY PADA PENGENDALIAN EKSITASI GENERATOR.

Makalah ini menguraikan implementasi suatu sistem kendali yang berbasis logika fuzzy pada pengendalian tegangan keluaran generator dengan sumber eksitasi konverter AC-DC PWM. Logika fuzzy digunakan untuk menentukan besarnya sinyal control komparator PWM sehingga diperoleh lebar pulsa swithcing bagi komponen konverter daya sumber eksitasi. Prototipe sistem pengendalian diwujudkan melalui perangkat keras yang terdiri dari generator, sistem eksitasi PWM dan kontroler logika fuzzy yang direalisasikan melalui pemrograman Visual Basic pada PC. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan sistem kendali ini untuk menjaga nilai tegangan keluaran generator pada nilai yang diinginkan (seting) untuk berbagai variasi pembebanan maupun variasi putaran penggerak mula.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

LAPORAN KERJA PRAKTEK 002

LAPORAN KERJA PRAKTEK 002

Tegangan poros, jika tidak dikendalikan secara efektif, dapat merusak baik poros maupun bantalan. Sistem eksitasi yang menghasilkan tegangan dc dari ac melalui proses rektifikasi solid state, menghasilkan tegangan riplle dan spike pada output exciter. Dikarenakan hal tersebut, ini tegangan kapasitif digabungkan dari gulungan medan pada tubuh rotor. Ini menciptakan tegangan pada poros relatif terhadap ground. Shaft Voltage Suppressor (SVS) adalah melakukan filter terhadap komponen frekuensi tinggi dari tegangan yang diindukskani ke tanah.  De-excitation Modules
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Pengaturan Arus Eksitasi Motor Sinkron Tiga Fasa Terhadap Perbaikan Faktor Daya Pada Sistem Chapter III V

Analisis Pengaruh Pengaturan Arus Eksitasi Motor Sinkron Tiga Fasa Terhadap Perbaikan Faktor Daya Pada Sistem Chapter III V

2. Saat arus eksitasi motor sinkron berada dibawah nilai nominalnya motor sinkron belum berperan memperbaiki faktor daya sistem, namun saat arus eksitasi motor melebihi arus nominalnya yaitu If = 2,2 Ampere, maka motor sinkron telah bekerja memperbaiki faktor daya sistem, hal ini dapat dilihat dari data hasil percobaan bahwa arus beban menurun saat motor sinkron telah bekerja pada faktor daya leading.

33 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...