Sistem Kontrol Tenaga Penjualan

Top PDF Sistem Kontrol Tenaga Penjualan:

Analisis Faktor yang Mempengruhi Kinerja

Analisis Faktor yang Mempengruhi Kinerja

XLII. Anderson dan Oliver (1987) mengidentifikasikan sistem kontrol penjualan sebagai suatu rangkaian kisaran dari orientasi perilaku (behavior-based) dan orientasi hasil (outcome-based). Sistem kontrol tenaga penjualan berorientasi perilaku menekankan pada penggunaan manajer penjualan di lapangan (field sales manager) dan pada kompensasi gaji tetap untuk mengarahkan dan mengontrol tingkah laku tenaga penjual. Sedangkan orientasi hasil sebaliknya, menggantikan kontrol perilaku oleh manajer penjualan di lapangan dan kompensasi tetap dengan satu fokus pada pengontrolan hasil akhir tenaga penjual melalui kompensasi insentif (Cravens et al., 1993).
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Pengaruh Kemampuan Menjual, Desain Wilayah Penjualan, Sistem Kontrol Tenaga Penjual dan Pelatihan Terhadap Kinerja Tenaga Penjual pada PT Bintang Balige Jaya di Balige

Pengaruh Kemampuan Menjual, Desain Wilayah Penjualan, Sistem Kontrol Tenaga Penjual dan Pelatihan Terhadap Kinerja Tenaga Penjual pada PT Bintang Balige Jaya di Balige

Pada penelitian Boorom et al., (2001, p.23) dinyatakan bahwa seorang tenaga penjualan menggunakan lebih banyak struktur dalam pendekatannya terhadap pelanggan, Pada saat keinginan pelanggan adalah sama, maka presentasi penjualan yang diberikan cukup untuk mempengaruhi para pelanggannya untuk melakukan pembelian. Pentingnya sebuah presentasi, hingga dapat mempengaruhi pelanggan untuk melakukan pembelian, menjadikan kemampuan melakukan presentasi penjualan merupakan hal penting dari sebuah keahlian penjualan yang perlu diperhatikan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Kemampuan Menjual, Desain Wilayah Penjualan, Sistem Kontrol Tenaga Penjual dan Pelatihan Terhadap Kinerja Tenaga Penjual pada PT Bintang Balige Jaya di Balige

Pengaruh Kemampuan Menjual, Desain Wilayah Penjualan, Sistem Kontrol Tenaga Penjual dan Pelatihan Terhadap Kinerja Tenaga Penjual pada PT Bintang Balige Jaya di Balige

Salah satu strategi yang dapat digunakan perusahaan sebagai pendukung keberhasilan perusahaan yaitu sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam hal ini tenaga penjualan merupakan salah satu sumber daya manusia perusahaan yang cukup memiliki peranan penting dalam pencapaian tujuan perusahaan. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan menjual, desain wilayah penjualan, sistem kontrol tenaga penjual dan pelatihan berpengaruh terhadap kinerja tenaga penjual pada PT BINTANG BALIGE JAYA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kemampuan menjual, desain wilayah penjualan, sistem kontrol tenaga penjual dan pelatihan berpengaruh langsung terhadap kinerja tenaga penjual. Teori yang digunakan adalah Manajemen Pemasaran mengenai kemampuan menjual, desain wilayah penjualan, sistem control tenaga penjual, pelatihan dan kinerja tenaga penjual. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah para tenaga penjual PT BINTANG BALIGE JAYA. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive random sampling. Jumlah populasi 150 orang, banyaknya sampel dalam penelitian ini adalah 109 orang tenaga penjual. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, daftar pertanyaan dan studi dokumentasi. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan menjual, desain wilayah penjualan, sistem kontrol tenaga penjual dan pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tenaga penjual. Nilai koefisien determinasi (R2) menunjukan bahwa variabel kemampuan menjual, desain wilayah penjualan, sistem kontrol tenaga penjual dan pelatihan yang diteliti mampu menjelaskan 94,6% terhadap variabel kinerja tenaga penjual sedangkan sisanya 5,4% dijelaskan oleh variabel independen lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Uji simultan dari hasil penelitian diperoleh sebesar 455.358 dan signifikan (<0.05) sedangkan dari hasil uji parsial diperoleh bahwa variabel kemampuan menjual, desain wilayah penjualan, sistem kontrol tenaga penjual dan pelatihan berpengaruh positif dan signifikan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Kemampuan Menjual, Desain Wilayah Penjualan, Sistem Kontrol Tenaga Penjual dan Pelatihan Terhadap Kinerja Tenaga Penjual pada PT Bintang Balige Jaya di Balige

Pengaruh Kemampuan Menjual, Desain Wilayah Penjualan, Sistem Kontrol Tenaga Penjual dan Pelatihan Terhadap Kinerja Tenaga Penjual pada PT Bintang Balige Jaya di Balige

Saya mahasiswa Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Manajemen. Universitas Sumatera Utara, yang sedang melakukan penelitian untuk mendapatkan data-data melalui kuesioner ini. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor Kemampuan Menjual, Desain Wilayah Penjualan, Sistem Kontrol Tenaga Penjual dan Pelatihan terhadap Kinerja Tenaga Penjual pada PT Bintang Balige Jaya. Dalam kuesioner ini Bapak/Ibu/Saudara/i cukup menyisihkan sedikit waktu untuk menjawab semua pertanyaan. Segala jawaban dari Anda sangat berguna bagi saya untuk dapat menyelesaikan penelitian ini. Selain itu hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak manajemen PT Bintang Balige Jaya dalam rangka mengidentifikasi permasalahan serta faktor-faktor penting yang berpengaruh dalam peningkatan kinerja tenaga penjual.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Kemampuan Menjual, Desain Wilayah Penjualan, Sistem Kontrol Tenaga Penjual dan Pelatihan Terhadap Kinerja Tenaga Penjual pada PT Bintang Balige Jaya di Balige

Pengaruh Kemampuan Menjual, Desain Wilayah Penjualan, Sistem Kontrol Tenaga Penjual dan Pelatihan Terhadap Kinerja Tenaga Penjual pada PT Bintang Balige Jaya di Balige

Setiawan, Andi. 2003, Analisis Kinerja Tenaga Penjualan Berdasarkan Sistem Kontrol dan Sinergi Aktivitas Tenaga Penjualan (Studi Empiris Tenaga Penjualan pada Distributor Farmasi di Kota Semarang). Jurnal Sains Pemasaran Indonesia. Vol II, No. 1, Mei 2003, halaman 33 – 52.

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Kemampuan Menjual, Desain Wilayah Penjualan, Sistem Kontrol Tenaga Penjual dan Pelatihan Terhadap Kinerja Tenaga Penjual pada PT Bintang Balige Jaya di Balige

Pengaruh Kemampuan Menjual, Desain Wilayah Penjualan, Sistem Kontrol Tenaga Penjual dan Pelatihan Terhadap Kinerja Tenaga Penjual pada PT Bintang Balige Jaya di Balige

Salah satu strategi yang dapat digunakan perusahaan sebagai pendukung keberhasilan perusahaan yaitu sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam hal ini tenaga penjualan merupakan salah satu sumber daya manusia perusahaan yang cukup memiliki peranan penting dalam pencapaian tujuan perusahaan. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan menjual, desain wilayah penjualan, sistem kontrol tenaga penjual dan pelatihan berpengaruh terhadap kinerja tenaga penjual pada PT BINTANG BALIGE JAYA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kemampuan menjual, desain wilayah penjualan, sistem kontrol tenaga penjual dan pelatihan berpengaruh langsung terhadap kinerja tenaga penjual. Teori yang digunakan adalah Manajemen Pemasaran mengenai kemampuan menjual, desain wilayah penjualan, sistem control tenaga penjual, pelatihan dan kinerja tenaga penjual. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah para tenaga penjual PT BINTANG BALIGE JAYA. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive random sampling. Jumlah populasi 150 orang, banyaknya sampel dalam penelitian ini adalah 109 orang tenaga penjual. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, daftar pertanyaan dan studi dokumentasi. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan menjual, desain wilayah penjualan, sistem kontrol tenaga penjual dan pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tenaga penjual. Nilai koefisien determinasi (R2) menunjukan bahwa variabel kemampuan menjual, desain wilayah penjualan, sistem kontrol tenaga penjual dan pelatihan yang diteliti mampu menjelaskan 94,6% terhadap variabel kinerja tenaga penjual sedangkan sisanya 5,4% dijelaskan oleh variabel independen lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Uji simultan dari hasil penelitian diperoleh sebesar 455.358 dan signifikan (<0.05) sedangkan dari hasil uji parsial diperoleh bahwa variabel kemampuan menjual, desain wilayah penjualan, sistem kontrol tenaga penjual dan pelatihan berpengaruh positif dan signifikan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Kemampuan Menjual, Desain Wilayah Penjualan, Sistem Kontrol Tenaga Penjual dan Pelatihan Terhadap Kinerja Tenaga Penjual pada PT Bintang Balige Jaya di Balige

Pengaruh Kemampuan Menjual, Desain Wilayah Penjualan, Sistem Kontrol Tenaga Penjual dan Pelatihan Terhadap Kinerja Tenaga Penjual pada PT Bintang Balige Jaya di Balige

Menurut Grant, et al.,(2001, p.170), menyatakan bahwa desain wilayah penjualan merupakan elemen kunci yang mampu mendorong atau memotivasi tenaga penjualan untuk semakin efektif dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab tenaga penjualan. Baldauf, et al.,(2001, p.120) mempertegas bahwa desain wilayah penjualan dan penguasaan wilayah pemasaran yang kurang baik tidak akan memberikan konsekuensi dan kontribusi yang menguntungkan bagi aktivitas dan kinerja tenaga penjualan. Penelitian Baldauf dan Cravens (2002, p.1385), memberikan gambaran desain wilayah penjualan berpengaruh positif terhadap aktivitas dan kinerja tenaga penjualan.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PERILAKU MANAJER PENJUALAN PENGARUHNYA TERHADAP PERFORMA TENAGA PENJUALAN (Studi Pada Tenaga Penjualan Dealer Suzuki Motor Sales Surabaya).

PERILAKU MANAJER PENJUALAN PENGARUHNYA TERHADAP PERFORMA TENAGA PENJUALAN (Studi Pada Tenaga Penjualan Dealer Suzuki Motor Sales Surabaya).

Dari data penjualan sepeda motor Suzuki di atas, penurunan penjualan tersebut diduga karena sinergi di organisasi pemasaran belum sepenuhnya terwujud dimana belum optimalnya peran perilaku manajer penjualan mereka pada masing-masing tenaga penjualan. Hal tersebut sebagai akibat adanya beda dan ketidakadilan perlakuan, ketidaklancaran komunikasi serta konsistensi perilaku manajer yang cenderung berubah, padahal perilaku manajer masih diyakini sebagai stimulant ataupun predictor pada variabel yang relevan dalam pencapaian performa tenaga penjualan, sehingga menjadi penting untuk diidentifikasi dan dikaji efektivitasnya.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Peranan Komitmen Organisasional

Peranan Komitmen Organisasional

Mullti Level Marketing merupakan suatu cara penjualan. sebagaimana suatu bisnis, MLM memenuhi persyaratan sebagai bisnis murni, yaitu bisnis pemasaran. Bisnis pada dasarnya adalah suatu kegiatan individu maupun organisasi untuk menghasilkan suatu produk kemudian menjualnya untuk mendapatkan keutungan. Demikian juga halnya dengan MLM, dimana MLM harus ada produknya baik benda maupun jasa. Tanpa produk bukanlah MLM, boleh jadi arisan berantai atau penggandaan uang, dan sebagainya. Bahkan produk MLM harus memenuhi kriteria tertentu supaya dapat bertahan. Produk tersebut dijual. Penjualan ini yang merupakan kunci.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

sistem kontrol  proses kontrol industri  (1)

sistem kontrol proses kontrol industri (1)

Sistem merupakan seperangkat komponen yang bekerjasama untuk melakukan operasi yang tidak dapat dilakukan oleh masing-masing komponen secara sendiri-sendiri. Sistem Kontrol pada awalnya hanya mencakup sistem mekanis dan oleh Hazen (tahun 1934) disebut sebagai Servomekanis. Kini sistem kontrol meliputi sistem fisis, biologis, organisasi dan sebagainya yang dinyatakan dalam bentuk matematis. Sistem Kontrol dibagi atas sistem dengan lup terbuka (open loop) dan lup tertutup (closed loop). Dalam Sistem Kontrol lup terbuka keluaran ditentukan hanya oleh penyetelan masukan dan keluaran tidak mempengaruhi masukan sedangkan dalam Sistem Kontrol lup tertutup keluaran diumpankan kembali kepada masukan untuk mengoreksi penyimpangan keluaran dari yang diharapkan. Karena itu, Sistem Kontrol lup tertutup disebut juga Sistem Kontrol Umpan Balik (Feedback Control System). Ini digambarkan dalam bentuk diagram blok Gambar 1.1.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

teknik otomasi industri

teknik otomasi industri

1. Piranti Sensor dan Aktuator - - 4 4 4 4 6 6 2. Sistem Kontrol Elektromekanik dan Elektronik. - - 6 6 6 6 8 8 3. Sistem Kontrol Elektropneumatik. - - 7 7 7 7 9 9 4. Sistem Kontrol Terprogram - - 7 7 8 8 11 11 5. Produk Kreatif dan Kewirausahaan - - 5 5 5 5 8 8

2 Baca lebih lajut

Perancangan Toko Online Ulos Batak Toba Berbasis Website Menggunakan Php Dan Mysql

Perancangan Toko Online Ulos Batak Toba Berbasis Website Menggunakan Php Dan Mysql

MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.

8 Baca lebih lajut

APLIKASI SISTEM KONTROL PI PADA MESIN PENDINGIN TIPE AIR BLAST SEBAGAI KONTROL EKSPANSI OTOMATIS (APPLICATION PICONTROL SYSTEM ON REFRIGERATOR PLATE TOUCH TYPE FOR AUTOMATIC EXPANSION VALVE CONTROL)

APLIKASI SISTEM KONTROL PI PADA MESIN PENDINGIN TIPE AIR BLAST SEBAGAI KONTROL EKSPANSI OTOMATIS (APPLICATION PICONTROL SYSTEM ON REFRIGERATOR PLATE TOUCH TYPE FOR AUTOMATIC EXPANSION VALVE CONTROL)

Proses pengendalian aliran tersebut memerlukan sebuah kontrol untuk menghidupkan dan mematikan solenoid valve, dimana kontrol yang digunakan yaitu kontrol PI analog dengan menggunakan op-amp. Output dari kontrol PI akan dihubungkan dengan kaki basis pada transistor yang akan menghidupkan relay. Relay ini berfungsi sebagai driver untuk memberikan suplai tegangan pada katup solenoid. Sensor LM35 digunakan sebagai sensor temperatur yang akan memberikan suatu besaran tegangan dari besarnya temperatur pada ruang pendingin mesin pendingin lempeng sentuh. Sensor LM35 ini digunakan untuk umpan balik masukan bagi rangkaian error detector pada kontrol PI.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Modul 1 Kuliah Distributed Control Systems

Modul 1 Kuliah Distributed Control Systems

Materi ini dapat didownload via http://muhal.wordpress.com 2 Dalam suatu sistem kontrol, ada beberapa aspek yang tidak bisa lepas yaitu input (masukan), output (keluaran), sistem (plan) dan proses. Input adalah rangsangan dari luar yang diterapkan ke sebuah sistem kendali untuk memperoleh tanggapan tertentu dari sistem pengaturan. Output adalah tanggapan sebenarnya yang didapatkan dari suatu sistem kendali. Tanggapan ini bisa sama dengan masukan atau mungkin juga tidak sama dengan tanggapan pada masukannya. Secara sederhana hubungan antara input, proses dan output dapat dijelaskan pada gambar di bawah ini.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN STACKING CONVEYOR DENGAN SISTEM KENDALI BERBASIS PLC

RANCANG BANGUN STACKING CONVEYOR DENGAN SISTEM KENDALI BERBASIS PLC

Udara dipermukaan bumi ini terdiri atas campuran dari bermacam-macam gas. Komposisi dari macam-macam gas tersebut adalah sebagai berikut: 78 % vol. gas 21% vol. nitrogen, dan 1 % gas lainnya seperti karbondioksida, argon, helium, krypton, neon dan xenon. Dalam sistem pneumatik udara difungsikan sebagai media transfer dan sebagai penyimpan tenaga (daya) yaitu dengan cara dikempa atau dimampatkan, (Wirawan dan Pramono, 2004: 458). Udara termasuk golongan zat fluida karena sifatnya yang selalu mengalir dan bersifat compressible (dapat dikempa).

71 Baca lebih lajut

sistem kontrol gerak

sistem kontrol gerak

Receptor pd bag KulitReceptor pd bag Kulit -memberikan sinyal kead tbh-memberikan sinyal kead tbh mis: nyeri, pns, dingin, terkena rangsang kimiamis: nyeri, pns, dingin, terkena [r]

7 Baca lebih lajut

ANALISIS SISTEM KONTROL PADA MESIN BOR DENGAN KONTROL ELEKTROPNEUMATIK.

ANALISIS SISTEM KONTROL PADA MESIN BOR DENGAN KONTROL ELEKTROPNEUMATIK.

Sistem kontrol pneumatik banyak digunakan dalam otomatisasi industri karena memiliki beberapa kelebihan yaitu: (1) Fluida kerja yang mudah diperoleh dan mudah diangkut, (2) Fluida kerja dapat disimpan dengan baik, (3) Bersih dan kering sehingga tidak menimbulkan pengotoran yang merugikan, (4) Tidak peka terhadap suhu sehingga dapat digunakan pada ruangan bersuhu tinggi maupun bersuhu rendah, (5) Aman dari kebakaran dan ledakan, (6) Tidak memerlukan pendingin fluida kerja, (7) Konstruksinya sederhana sehingga mudah dalam perawatan, (8) Fleksibel, (9) Tahan terhadap pembebanan lebih, (10) Biaya instalasi murah, (11) Pengawasan tekanan dan gaya kerja mudah, (12) Fluida kerja memiliki kecepatan tinggi, (13) Pengaturan dapat dilakukan tanpa bertingkat, (14) Sangat ringan. Penggunaan sistem kontrol elektropneumatik untuk mengontrol mesin bor dapat dilakukan untuk memangkas biaya operasional terutama yang berkaitan dengan penggunaan tenaga manusia serta untuk meningkatkan kualitas produksi dan kapasitas produksi mesin bor serta mengurangi kerugian mekanik dalam sistem kontrol peumatik.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT dan baginda Nabi Muhammad SAW. Syukur Alhamdulillah, akhirnya penulis berhasil menyelesaikan skripsi yang ber berjudul ” Sistem Pemetaan Koperasi (Studi Kasus : Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus) ”.

16 Baca lebih lajut

SISTEM KONTROL OPTIMAL PADA KONTROL POSISI MOTOR DC

SISTEM KONTROL OPTIMAL PADA KONTROL POSISI MOTOR DC

Metode klasik, sistem kontrol mula- mula dirancang dan selanjutnya kestabilannya diuji. Sedangkan dalam metode yang akan dibahas ini, kondisi kestabilannya yang pertama dirumuskan, setelah itu sistemnya dirancang dalam keterbatasannya (Ogata,1997). Dengan menggunakan analisa ruang keadaan (state space) maka akan memungkinkan dilakukan sistem kontrol yang optimal terhadap indeks performans yang diberikan. Variabel keadaan suatu sistem dinamik dimaksudkan sebagai himpunan terkecil dari variabel-variabel yang menentukan keadaan sistem dinamik sedemikian rupa sehingga dengan mengetahui variabel ini dapat menentukan secara lengkap perilaku sistem untuk setiap waktu t ≥ t 0 dan dengan syarat awal pada t =
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

APLIKASI PENJUALAN BERBASIS YII FRAMEWOR

APLIKASI PENJUALAN BERBASIS YII FRAMEWOR

Salam Digital Image merupakan sebuah perusahaan jasa yang bergerak dibidang Fotografi dan Videografi. Selain itu Salam Digital Image juga menyediakan jasa cetak dan pembesaran foto. Dalam kegiatan bisnisnya perusahaan melibatkan beberapa bagian diantaranya bagian percetakan, bagian fotografi, bagian penjualan, bagian keuangan dan bagian gudang. Perusahaan ini pertama kali berdiri pada tanggal 8 Maret 1998 oleh H. Ahmad Sulaeman, S.Kom. Harapan berdirinya perusahaan ini dapat membantu masyarakat dalam mencetak foto, pemesanan paket foto dan video acara-acara seperti prewedding, wedding, ulang tahun, gathering dan acara lainya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...