sistem manajemen K3 (SMK3)

Top PDF sistem manajemen K3 (SMK3):

SISTEM MANAJEMEN K3 DAN PENERAPANNYA OLE

SISTEM MANAJEMEN K3 DAN PENERAPANNYA OLE

Pekerjaan konstruksi merupakan kegiatan yang kompleks melibatkan tenaga kerja, alat, dan bahan dalam jumlah besar, baik secara sendiri atau bersama-sama sehingga tingkat kecelakaan kerja pada bidang pekerjaan ini lebih besar dibandingkan bidang pekerjaan lain. Efek kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek konstruksi dapat menyebabkan rusaknya peralatan yang digunakan, rusaknya lingkungan sekitar proyek, serta hilangnya nyawa pekerja (fatality). Efek- efek tersebut akan mempengaruhi schedule penyelesaian proyek (project delay) dan pembengkakan biaya konstruksi secara keseluruhan . Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.5 tahun 1996 dan Peraturan Pemerintah No.50 tahun 2012 diaturlah suatu Sistem Manajemen K3 (SMK3) yang tujuan dari SMK3 ini adalah menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

EVALUASI PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) BERDASARKAN SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3) DI BENGKEL ELEKTRO DAN INFORMATIKA BALAI LATIHAN PENDIDIKAN TEKNIK (BLPT) YOGYAKARTA.

EVALUASI PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) BERDASARKAN SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3) DI BENGKEL ELEKTRO DAN INFORMATIKA BALAI LATIHAN PENDIDIKAN TEKNIK (BLPT) YOGYAKARTA.

Metode evaluasi merupakan salah satu penelitian terapan yang digunakan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan, program, dan projek untuk mengetahui keterlaksanaan kebijakan. Penelilian yang berjudul Evaluasi Penerapan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Berdasarkan Sistem Manajemen K3 (SMK3) di Bengkel Elektro dan Informatika BLPT Yogyakarta termasuk penelitian evaluasi. Model penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Countenance stake . Terdapat 3 tahapan yang dilakukan dalam penelitian yaitu Antecedants (masukan), Transaction (proses), Output (keluaran). Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan deskriptif, dikarenakan data yang diperoleh merupakan mendeskripsikan objek sehingga menghasilkan angka dan kata. Penelitian ini termasuk penelitian dengan data kuantitatif dan kualitatif berdasarkan jenis dan teknik analisis yang digunakan.
Baca lebih lanjut

179 Baca lebih lajut

Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen K3 Terhadap Perilaku Aman (Safety Behaviour) Pekerja PT FSC...

Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen K3 Terhadap Perilaku Aman (Safety Behaviour) Pekerja PT FSC...

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja menjadi perhatian yang sangat penting dewasa ini, karena harapan akan signifikansi yang bisa dihasilkannya untuk menurunkan tingginya angka kecelakaan kerja. Pencegahan kecelakaan kerja melalui SMK3 dilakukan pada 3 komponen penting dalam industri yaitu manajemen, tenaga kerja dan lingkungan kerja. Penerapan Sistem manajemen K3 melalui kebijakan, program, dan pengawasan K3 harus mampu memberikan perhatian terhadap perilaku aman tenaga kerja. Sehingga dapat tercipta tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

KAJIAN HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PEKERJA TERHADAP SISTEM MANAJEMEN K3 DAN FREKUENSI KECELAKAAN  KAJIAN HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PEKERJA TERHADAP SISTEM MANAJEMEN K3 DAN FREKUENSI KECELAKAAN.

KAJIAN HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PEKERJA TERHADAP SISTEM MANAJEMEN K3 DAN FREKUENSI KECELAKAAN KAJIAN HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PEKERJA TERHADAP SISTEM MANAJEMEN K3 DAN FREKUENSI KECELAKAAN.

KAJIAN HUBUNGAN ANATARA PERSEPSI PEKERJA TERHADAP SISTEM MANAJEMEN K3 DAN FREKUENSI KECELAKAAN Benar benar merupakan hasil karya saya sendiri dan bukan merupakan hasil plagiasi dari karya orang lain. Ide, data hasil penenlitian, maupun kutipan baik langsung maupun tidak langsung yang bersumber dri tulisan atau ide orang lain dinyatakan secara tertulis dalam Tugas Akhir ini. Apabila terbukti dikemudian hari bahwa Tugas Akhir ini merupakan hasil plagiasi, maka ijazah yang saya peroleh dinyatakan batal dan akan saya kembalikan kepada Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  KAJIAN HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PEKERJA TERHADAP SISTEM MANAJEMEN K3 DAN FREKUENSI KECELAKAAN.

PENDAHULUAN KAJIAN HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PEKERJA TERHADAP SISTEM MANAJEMEN K3 DAN FREKUENSI KECELAKAAN.

mereduksi laju kecelakaan kerja di proyek konstruksi. Koesmargono (1998) menemukan bahwa penelitian tentang keselamatan kerja di proyek konstruksi sudah melakukan kegagalan untuk fokus pada kajian terhadap peran para pekerja (tukang) di lapangan proyek konstruksi dalam peningkatan kinerja keselamatan kerja di proyek konstruksi. Pengaruh persepsi para pekerja proyek konstruksi terhadap sistem manajemen K3 dalam kaitannya dengan faktor-faktor sosial, psikologis, manajemen, dan demografis merupakan bahan kajian penting di dalam konteks keselamatan kerja di proyek konstruksi.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

EVALUASI SISTEM MANAJEMEN K3 TERHADAP METODE PEMANCANGAN JACK-IN PILE | . | Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil 1193 2173 1 SM

EVALUASI SISTEM MANAJEMEN K3 TERHADAP METODE PEMANCANGAN JACK-IN PILE | . | Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil 1193 2173 1 SM

ABSTRAK : Pekerjaan Pekerjaan pondasi menggunakan metode jack-in pile sering kali menjadi pilihan pada proyek-proyek konstruksi di Surabaya. Meskipun lebih praktis dibandingkan metode lain, metode ini tetap menggunakan banyak alat berat sehingga kontraktor perlu memperhatikan penerapan peraturan untuk keselamatan para pekerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sistem manajemen K3 yang telah diterapkan oleh perusahaan-perusahaan kontraktor pemancangan sudah sesuai dengan peraturan yang ada atau tidak, serta mengetahui faktor-faktor yang memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja. Dari hasil 2 metode penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil yang cukup berbeda. Hasil wawancara tidak sesuai dengan hasil observasi di lapangan. Persentase penerapan yang mencapai 87,5% pada saat wawancara ternyata berbeda jauh dengan kenyataannya yang hanya mencapai persentase 53,85%. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa belum semua sistem manajemen K3 yang direncanakan oleh perusahaan-perusahaan kontraktor pemancangan diaplikasikan dengan baik di lapangan. Perusahaan tidak pernah menyediakan rambu-rambu K3 yang menyebabkan kesadaran yang rendah dari para pekerjanya untuk mentaati peraturan-peraturan, sebagai contoh, pekerja yang menggunakan helm hanya 38%, operator yang menggunakan pelindung kepala hanya 25%, kebersihan dan ketertiban di proyek masih sangat buruk.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

SISTEM MANAJEMEN K3 KESELAMATAN DAN KESE

SISTEM MANAJEMEN K3 KESELAMATAN DAN KESE

NO.Per.05 / MEN / 1996 tentang sistem Manajemen K3. Pada pasal 3 ( 1dan 2 ) dinyatakan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan Tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengekibatkan kecelakaan kerja seperti peledekan, kebakaran, pencemaran lingkungan dan Penyakit Akibat Kerja WAJIB menerapkan Sistem Manajemen K3.

38 Baca lebih lajut

Pelaksanaan sistem manajemen K3

Pelaksanaan sistem manajemen K3

(2) Pemantauan dan evaluasi kinerja K3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melalui pemeriksaan, pengujian, pengukuran, dan audit internal SMK3 dilakukan oleh sumber daya manusia yang kompeten. (3) Dalam hal perusahaan tidak memiliki sumber daya untuk melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja K3 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat menggunakan jasa pihak lain.

80 Baca lebih lajut

SISTEM MANAJEMEN K3 (PP No. 50 th 2012)

SISTEM MANAJEMEN K3 (PP No. 50 th 2012)

SISTEM MANAJEMEN KEESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SMK3 Adalah : Bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan ke[r]

78 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN UMUM TERHADAP KESELAMATAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN SISTEM MANAJEMEN K3

BAB II TINJAUAN UMUM TERHADAP KESELAMATAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN SISTEM MANAJEMEN K3

Audit SMK3 merupakan pemeriksaan secara sistematik dan independent untuk menetukan suatu kegiatan dan hasil-hasil yang berkaitan sesuai dengan pengaturan yang direncanakan dan dilaksanakan secara efektif dan sesuai untuk mencapai kebijakan dan tujuan perusahaan. 120 Tujuan dari audit SMK3 untuk mengukur keefektifan penerapan K3 di tempat kerja, pemenuhan persyaratan perundangan K3, kemudian untuk menentukan tindakan perbaikan system, pemenuhan persyaratan pihak eksternal (klien, pelanggan, dan lain-lain) sehingga mendapatkan pengakuan dalam rangka kegiatan sertifikasi. 121
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

MAGANG TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. PAMAPERSADA NUSANTARA JOBSITE ADARO KALIMANTAN SELATAN

MAGANG TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. PAMAPERSADA NUSANTARA JOBSITE ADARO KALIMANTAN SELATAN

Dengan sudah adanya organisasi keselamatan dan kesehatan kerja di PT. Pamapersada Nusantara berarti telah sesuai dengan Permenaker No. 05/MEN/1996 BAB I pasal 1 tentang SMK3 yang menjelaskan bahwa ”Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disebut Sistem Manajemen K3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruahan yang meliputi organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses, dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif”.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

TESIS  KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI PROYEK KONSTRUKSI : Kajian terhadap hubungan antara pengaruh persepsi pekerja pada sistem manajemen K3 dan kecelakaan kerja.

TESIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI PROYEK KONSTRUKSI : Kajian terhadap hubungan antara pengaruh persepsi pekerja pada sistem manajemen K3 dan kecelakaan kerja.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan kegiatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada pekerja proyek konstruksi, khususnya yang terdapat di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Topik ini dipilih karena kecelakaan kerja pada industri konstruksi menempati tempat teratas dalam statistic kecelakaan kerja.

14 Baca lebih lajut

Prastiwi Dyah Maharyuni R.0009079

Prastiwi Dyah Maharyuni R.0009079

Perbuatan dan keadaan yang tidak selamat berakar lebih dalam daripada kecelakaan yang terlihat atau teralami, dan untuk mengatasi hal ini diperlukan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disebut SMK3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 05/MEN/1996 Pasal 1 menyebutkan bahwa Sistem Manajemen K3 adalah bagian dari sistim manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Sistem Manajemen Kesetan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Bunut Rubber Factory PT. Bakrie Sumatera Plantations, Tbk Tahun 2016

Pelaksanaan Sistem Manajemen Kesetan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Bunut Rubber Factory PT. Bakrie Sumatera Plantations, Tbk Tahun 2016

2.3 Pelaksanaan Sistem Manajemen K3 Menurut PP No. 50 Tahun 2012 Penerapan sistem manajemen K3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, kegiatan perencanaan, tanggung jawab pelaksanaan, prosedur dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian pengkajian dan pemeliharaan kebijakan K3 dalam rangka pengendalaian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna tercapainya tempat kerja dan lingkungan kerja yang aman, efisien dan produktif.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

KESIMPULAN DAN SARAN  KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI PROYEK KONSTRUKSI : Kajian terhadap hubungan antara pengaruh persepsi pekerja pada sistem manajemen K3 dan kecelakaan kerja.

KESIMPULAN DAN SARAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI PROYEK KONSTRUKSI : Kajian terhadap hubungan antara pengaruh persepsi pekerja pada sistem manajemen K3 dan kecelakaan kerja.

1. Bagi manajemen perusahaan, disarankan untuk lebih meningkatkan perhatiannya terhadap pelaksanaan K3 pada tingkat pekerja, khususnya ketiga faktor yang masih masuk pada kategori rendah. Hal ini perlu diperhatikan karena pekerja merupakan tenaga kerja yang bersinggungan langsung dengan setiap pekerjaan yang terdapat pada proyek konstruksi.

18 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan bandar

Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan bandar

saat pelaksanaan dan sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan, pengkajian, pencapaian, pemeliharaan dan pengembangan kebijakan K3 dalam upaya pengendalian risiko yang bersangkutan dengan kegiatan kerja agar terwujudnya kawasan kerja yang sejahtera, tepat dan inventif. Sistem Manajemen K3 memiliki fungsi yaitu sebagai alat manajemen, sebagai penyalur pemenuhan persyaratan, sebagai konsultan keselamatan, sebagai pengendali rugi. Tujuan SMK3 adalah meningkatkan daya guna perlindungan K3 yang tejadwal, terukur, tertata, dan terintegrasi; mencegah dan meminimalisir kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan kerja; terciptanya kawasan kerja yang aman, tentram, dan efisien untuk meningkatkan produktivitas. Beberapa manfaat SMK3 yaitu untuk mengayomi karyawan; menunjukkan kepatuhan terhadap peraturan dan UU; mengurangi biaya; menerapkan sistem manajemen yang efektif; meningkatkan kepercayaan dan kepuasaan pelanggan. Perlindungan karyawan dari kecelakaan dan gangguan kesehatan terhadap lingkungan pekerjaan sangat dibutuhkan supaya tenaga merasa aman dan sejahtera dalam mengerjakan pekerjaannya. Sosialisasi, pelatihan dan perhatian mengenai keselamatan kerja perlu diberikan kepada karyawan agar benar-benar paham tentang bahaya dan risiko yang ada di kawasan kerja. Jika para karyawan sudah memahami bahaya dan risikonya maka karyawan akan lebih berhati-hati dan tidak lalai dalam melakukan pekerjaannya, terlebih lagi jika itu pekerjaan yang memiliki ancaman kecelakaan yang tinggi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

OHSAS 18001 2007 pada Sistem Manajemen K

OHSAS 18001 2007 pada Sistem Manajemen K

1. Sistem Manajemen K3 adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharan kewajiban K3, dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan nyaman. 2. Penerapan SMK3 secara tepat memberikan manfaat baik bagi pemerintah maupun

19 Baca lebih lajut

Dalam penerapan sistem manajemen K3

Dalam penerapan sistem manajemen K3

Jenis bahaya, tingkat kemungkinan kecelakaan dan resikonya menentukan berbagai komponen lain dalam sistem seperti kebijakan, sasaran, kontrol operasional, sumber daya dan prosedur-prosed[r]

1 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN PROGRAM JAMSOSTEK (STUDI PERJANJIAN KERJA BERSAMA PT INDO ACIDATAMA TbK KEMIRI KEBAKRAMAT KARANGANYAR SURAKARTA).

PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN PROGRAM JAMSOSTEK (STUDI PERJANJIAN KERJA BERSAMA PT INDO ACIDATAMA TbK KEMIRI KEBAKRAMAT KARANGANYAR SURAKARTA).

Kemudian dalam ayat 2 disebutkan bahwa: “Setiap tenaga kerja berhak atas jaminan sosial tenaga kerja”. 2 Tenaga kerja sebagai warga Negara RI tidak dapat lepas dari tuntutan perkembangan negara dan bangsa yang dewasa ini tengah melaksanakan pembangunan di segala bidang kehidupan. Dan setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan mempunyai potensi bahaya atau dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Sistem Manajemen K3 wajib dilaksanakan oleh pengurus pengusaha dan seluruh tenaga kerja sebagai satu kesatuan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Tantangan Masalah Keselamatan dan Keseha

Tantangan Masalah Keselamatan dan Keseha

Kewajiban untuk menyelenggarakaan Sistem Manajemen K3 pada perusahaan- perusahaan besar melalui UU Ketenagakerjaan, baru menghasilkan 2,1% saja dari 15.000 lebih perusahaan berskala besar di Indonesia yang sudah menerapkan Sistem Manajemen K3. Minimnya jumlah itu sebagian besar disebabkan oleh masih adanya anggapan bahwa program K3 hanya akan menjadi tambahan beban biaya perusahaan. Padahal jika diperhitungkan besarnya dana kompensasi/santunan untuk korban kecelakaan kerja sebagai akibat diabaikannya Sistem Manajemen K3, yang besarnya mencapai lebih dari 190 milyar rupiah di tahun 2003, jelaslah bahwa masalah K3 tidak selayaknya diabaikan. Di samping itu, yang masih perlu menjadi catatan adalah standar keselamatan kerja di Indonesia ternyata paling buruk jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, termasuk dua negara lainnya, yakni Bangladesh dan Pakistan. Sebagai contoh, data terjadinya kecelakaan kerja yang berakibat fatal pada tahun 2001 di Indonesia sebanyak 16.931 kasus, sementara di Bangladesh 11.768 kasus.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...