Sistem Pengendalian Manajemen

Top PDF Sistem Pengendalian Manajemen:

INTERAKSI BUDAYA ORGANISASI DENGAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN TERHADAP KINERJA UNIT BISNIS INDUSTRI MANUFAKTUR DAN JASA

INTERAKSI BUDAYA ORGANISASI DENGAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN TERHADAP KINERJA UNIT BISNIS INDUSTRI MANUFAKTUR DAN JASA

Sistem Pengendalian Manajemen dalam penelitian ini mengadaptasi penelitian Miller dan Friesen (1982) mengenai (1) alat-alat pengendalian, Kenji Yasukata dan Tetsuo Kobayashi (2001) tentang (2) Sistem umpan balik (bagaimana menggunakan ukuran kinerja aktual sebagai umpan balik?) serta adaptasi penelitian Govindarajan (1988) untuk (3) Mekanisme sistem evaluasi anggaran. Pada indikator alat-alat pengendalian responden diminta untuk menilai frekuensi penggunaan alat-alat pengendalian tersebut dalam operasional perusahaan sehari-hari dengan ukuran skala likert 7 poin, sedangkan untuk sistem umpan balik responden diminta memilih seberapa sering penggunaan ukuran kinerja aktual sebagai umpan balik dengan skala likert 7 poin (1 : tidak pernah menggunakan ukuran kinerja aktual; 4 : kadang-kadang; 7 selalu menggunakannya) dalam memenuhi 4 item tujuan. Dan untuk mekanisme sistem evaluasi anggaran menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Hopwood (1972) dalam Govindarajan (1988) dengan skala likert 7 point dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju pada empat item pernyataan seperti salah satunya “saya akan melakukan evaluasi terhadap unit saya berdasarkan kemampuan yang saya miliki untuk tetap sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan ”
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Demografi Responden - Pengaruh Sistem Pengendalian Manajemen dan Strategi Bisnis terhadap Kinerja Perusahaan Jasa Perhotelan di Semarang - Unika Repository

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Demografi Responden - Pengaruh Sistem Pengendalian Manajemen dan Strategi Bisnis terhadap Kinerja Perusahaan Jasa Perhotelan di Semarang - Unika Repository

Nilai r hitung untuk masing-masing item pertanyaan (SPMNON1 sampai dengan SPMNON8) > nilai r tabel (0,251) sehingga dapat disimpulkan bahwa semua item pertanyaan telah valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel sistem pengendalian manajemen non- keuangan (SPMNON).

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Sistem Pengendalian Manajemen dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Manajer pada PT. X.

Pengaruh Sistem Pengendalian Manajemen dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Manajer pada PT. X.

Objek penelitian ini adalah kememadaian sistem pengendalian manajemen sebagai variabel independen (variabel X) dan produktivitas manajer pada PT. X sebagai variabel dependen (variabel Y) respondennya adalah para manajer yang bekerja pada PT.X. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan survey. Sementara pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi. Pada penelitian ini penulis menggunakan tingkat signifikan 5% melalui uji t dua arah dihasilkan t-tabel sebesar 4,303 dan t-hitung sebesar 4,956 dan karena t-tabel yang diperoleh yaitu 4,303 lebih kecil daripada t-hitung yaitu 4,956 maka, artinya H 0 ditolak
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Sistem Pengendalian Manajemen - Silabus.doc

Sistem Pengendalian Manajemen - Silabus.doc

Mata kuliah ini mengkaji kerangka konseptual sistem pengendalian manajemen, lingkungan bisnis global dan perubahan paradigma manajemen, pembentukan mindset, perancangan struktur sistem pengendalian manajemen, jejaring informasi, sistem penghargaan berbasis kinerja, perancangan proses sistem pengendalian manajemen, dan reskilling manajer.

3 Baca lebih lajut

silabus sistem pengendalian manajemen

silabus sistem pengendalian manajemen

Sistem Pengendalian Manajemen merupakan sistem yang digunakan oleh manajemen untuk menjamin bahwa organisasi telah melaksanakan strategi secara efisien dan efektif dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sistem pengendalian manajemen terdiri atas struktur dan proses pengendalian manajemen. Struktur pengendalian manajemen adalah elemen-elemen yang membentuk sistem pengendalian yang terdiri atas pusat-pusat pertanggungjawaban. Proses pengendalian manajemen adalah cara bekerjanya sistem pengendalian manajemen yang terdiri atas pemrograman, penganggaran, pengukuran, pelaporan dan analisis
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH SISTEM AKUNTANSI MANAJEMEN, SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN, DAN DESENTRALISASI TERHADAP  Pengaruh Sistem Akuntansi Manajemen, Sistem Pengendalian Manajemen, dan Desentralisasi terhadap Kinerja Manajerial (Studi Empiris pada Bank Perkreditan Rakyat

PENGARUH SISTEM AKUNTANSI MANAJEMEN, SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN, DAN DESENTRALISASI TERHADAP Pengaruh Sistem Akuntansi Manajemen, Sistem Pengendalian Manajemen, dan Desentralisasi terhadap Kinerja Manajerial (Studi Empiris pada Bank Perkreditan Rakyat

Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sripeni (2014) yang menunjukkan hasil sistem pengendalian manajemen berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Namun hasil ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Setiawan et,al (2016). Peningkatan sistem pengendalian manajemen mampu menyediakan informasi dalam struktur komunikasi yang memadai sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan yang ditunjang oleh informasi-informasi yang akurat menjadikan kinerja manajer mampu mengambil langkah antisipasi dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasionalnya sehingga kinerja manajer akan lebih unggul.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Sistem Pengendalian Manajemen Terhadap Kinerja Manajerial Pada Bank Perkreditan Rakyat Karangmalang Sragen.

PENDAHULUAN Pengaruh Sistem Pengendalian Manajemen Terhadap Kinerja Manajerial Pada Bank Perkreditan Rakyat Karangmalang Sragen.

Dalam penelitian ini akan lebih memfokuskan pada masalah pengaruh penerapan sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja manajer pada BPR Karangmalang Kabupaten Sragen. Topik ini dianggap penting untuk dikaji kembali karena untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja manajer pada BPR Karangmalang Kabupaten Sragen. Dalam pelaksanaan program–program pelayanan simpanan dan penyediaan permodalan usaha terdapat aktivitas– aktivitas seperti, perencanaan program, penganggaran, pelaksanaan program, dan pertanggung jawaban. Diperlukannya sistem pengendalian manajemen adalah untuk menuntun dan memotivasi usaha guna mencapai tujuan organisai maupun untuk mengetahui pengaruh penerapan sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja manajer pada BPR Karangmalang Kabupaten Sragen.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

3. Sistem Pengendalian Manajemen Sektor Publik

3. Sistem Pengendalian Manajemen Sektor Publik

Sistem pengendalian manajemen sektorpublik dirancang untuk mempengaruhi orang-orang dalam suatu organisasi, agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi. Sistem pengendalian manajemen harus didukung struktur organisasi yang baik, dan struktur organisasi termanifestasi dalam bentuk struktur pusat pertanggungjawaban (responsibity centres).

11 Baca lebih lajut

PENGARUH AKUNTABILITAS PUBLIK, KEJELASAN SASARAN ANGGARAN, DAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN  Effect Of Public Accountability, Clarity Targets Budget And Control System Of Management Skpd Managerial Performance In The District Sukoharjo.

PENGARUH AKUNTABILITAS PUBLIK, KEJELASAN SASARAN ANGGARAN, DAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN Effect Of Public Accountability, Clarity Targets Budget And Control System Of Management Skpd Managerial Performance In The District Sukoharjo.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akuntabilitas publik, kejelasan sasaran anggaran dan sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja manajerial SKPD. Teori yang digunakan penelitian ini adalah teori agensi. Penelitian ini dilakukan pada seluruh SKPD di Kabupaten Sukoharjo. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, dengan total respoden yang digunakan sebanyak 66 responden. Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan akuntabilitas publik, kejelasan sasaran anggaran, dan sitem pengendalian manajemen berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial SKPD Kabupaten Sukoharjo.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Analisis Persediaan Mesin Fotokopi Merek Xerox Dalam Kaitannya Dengan Sistem Pengendalian Manajemen Pada PT Astra Graphia, Tbk

Analisis Persediaan Mesin Fotokopi Merek Xerox Dalam Kaitannya Dengan Sistem Pengendalian Manajemen Pada PT Astra Graphia, Tbk

Manusia merupakan aspek penting dari sistem pengendalian manajemen. Apabila staf memiliki kompetensi dan dapat dipercaya, maka pengendalian lain mungkin dapat dipercaya. Seorang pegawai yang memiliki integritas diharapkan akan mampu melaksanakan tingkat pekerjaan yang berat walau hanya ada beberapa pengendalian yang mendukungnya. Sebaliknya, seorang pegawai yang tidak dapat dipercaya cenderung akan berusaha untuk menghancurkan sistem pengendalian yang ada walaupun didukung dengan berbagai pengendalian. Namun demikian, seorang pegawai yang jujur dan dapat dipercaya sekalipun tidak luput dari kelemahan. Oleh karena itu, untuk menciptakan pengendalian yang efektif atas sumber daya manusia, harus diciptakan kebijakan dan metode rekruitmen, pelatihan, pengembangan, promosi, dan kompensasi yang sesuai. Titik perhatian atas kebijakan dan prosedur dari sumber daya manusia adalah:
Baca lebih lanjut

165 Baca lebih lajut

Evaluasi Struktur Sistem Pengendalian Manajemen, Proses Sistem Pengendalian Manajemen dan Kinerja Manajerial Pada Bank Jatim Cabang Jember dan Kantor Cabang Pembantu

Evaluasi Struktur Sistem Pengendalian Manajemen, Proses Sistem Pengendalian Manajemen dan Kinerja Manajerial Pada Bank Jatim Cabang Jember dan Kantor Cabang Pembantu

Sistem Pengendalian manajemen merupakan suatu sistem yang terdiri dari struktur dan proses. Struktur pengendalian manajemen meliputi pengendalian terhadap pendelegasian wewenang, pengambilan keputusan, penilaian prestasi dan pusat- pusat pertanggungjawaban, sedangkan proses pengendalian meliputi penyusunan program, penyusunan anggaran, pelaksanaan dan pengukuran, serta pelaporan dan analisa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevalusi pelaksanaan sistem pengendalian manajemen dan kinerja manajerial pada Bank Jatim cabang Jember dan kantor cabang pembantu. Penelitian ini dilakukan di Bank Jatim cabang Jember dan kantor cabang pembantu dengan populasi adalah semua manajer (supervisor) di cabang dan kantor cabang pembantu Bank Jatim, sedangkan sampel yang digunakan adalah manajer (supervisor) yang telah bekerja sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik kuesioner. Berdasarkan pada data yang ada dan hasil analisis data yang telah disusun, maka dapat disimpulkan struktur dan proses sistem pengendalian manajemen telah berjalan dengan efektif, begitu pula dengan kinerja manajerial di Bank Jatim Cabang Jember dan Kantor Cabang sudah sangat memuaskan.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Evaluasi Struktur Sistem Pengendalian Manajemen, Proses Sistem Pengendalian Manajemen dan Kinerja Manajerial Pada Bank Jatim Cabang Jember dan Kantor Cabang Pembantu

Evaluasi Struktur Sistem Pengendalian Manajemen, Proses Sistem Pengendalian Manajemen dan Kinerja Manajerial Pada Bank Jatim Cabang Jember dan Kantor Cabang Pembantu

Sedangkan proses pengendalian manajemen merupakan seperangkat tindakan yang dilakukan untuk memastikan bahwa organisasi bekerja untuk mencapai tujuannya melibatkan banyak komunikasi. Komunikasi ini dapat bersifat formal dan informal. Komunikasi informal dapat berupa percakapan, memo, pertemuan, dan lain-lain. Komunikasi formal meliputi tahap-tahap yang terstruktur yang saling terkait. Proses sistem pengendalian manajemen meliputi tahap-tahap sebagai berikut: a) Perencanaan Strategi (Pemrograman), adalah proses memutuskan program-program utama yang akan dilakukan suatu organisasi dalam rangka implementasi strategi dan menaksir jumlah sumber daya yang akan dialokasikan untuk tiap-tiap program jangka panjang beberapa tahun yang akan datang. b) Penyusunan Anggaran, adalah proses pengoperasionalan rencana dalam bentuk pengkuantifikasian, biasanya dalam unit moneter, untuk kurun waktu tertentu. Hasil dari penyusunan anggaran adalah anggaran. Anggaran merupakan rencana yang diungkapkan secara kuantitatif, biasanya dalam unit moneter, meliputi periode waktu tertentu, biasanya satu tahun. c) Pelaksanaan dan Pengukuran. Selama tahun anggaran manajer melakukan program atau bagian dari program yang menjadi tanggung jawabnya. Laporan yang dibuat hendaknya menunjukkan dapat menyediakan informasi tentang program dan pusat pertanggungjawaban. d) Evaluasi Kinerja. Kegiatan terakhir dari proses pengendalian manajemen adalah menilai kinerja manajer pusat pertanggungjawaban. Prestasi kerja pada intinya bisa dilihat dari efisien dan efektif tidaknya suatu pusat pertanggungjawaban menjalankan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Evaluasi dilakukan dengan cara membandingkan antara realisasi anggaran dengan anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.(Anthony, et al., 1996). Penerapan unsur-unsur pengendalian manajemen tersebut, ditujukan untuk mengetahui apakah kegiatan masing-masing unit bisnis telah dilakukan mengarah pada tujuan yang ditentukan. Oleh karena itu pengendalian manajemen perlu dirancang secara sistematis dan dijalankan secara periodik untuk dapat menghasilkan suatu penilaian yang obyektif dan adil. Karena penilaian kinerja tersebut akan bermanfaat bagi karyawan ataupun manajer yang dinilai prestasi kerjanya, maupun akan bermanfaat bagi organisasi atau lembaganya, berkaitan dengan kelangsungan hidup perbankan secara menyeluruh.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Sistem Pengendalian Manajemen dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak).

Pengaruh Sistem Pengendalian Manajemen dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak).

Dalam era globalisasi persaingan terjadi di segala bidang tanpa kecuali di bidang jasa. Setiap perusahaan harus memiliki keungggulan masing-masing baik dalam bidang sumber daya manusia, fasilitas, finansial maupun teknologi. Walaupun perusahaan telah memiliki faktor-faktor yang mendukung, namun bila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang memadai maka tidak akan tercapai tujuan perusahaan. Sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menjalankan sebuah perusahaan. Unsur terpenting dari perusahaan adalah manusia atau tenaga kerja. Tenaga kerja merupakan bagian yang integral dari suatu perkumpulan faktor-faktor produksi dan memegang peranan penting dibanding faktor-faktor lainnya. Oleh karena itu, kinerja karyawan merupakan faktor yang mendukung perusahaan dapat mencapai tujuannya (Sripeni, 2014). Baik buruknya kinerja karyawan dapat dilihat dari sisi sistem pengendalian manajemen serta gaya kepemimpinan yang diterapkan. Apabila kinerja karyawan baik maka perusahaan juga akan menjadi baik. Pemimpin harus dapat memberikan contoh yang baik kepada karyawannya.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA SEKTO

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA SEKTO

“Sistem pengendalian manajemen adalah struktur dan proses sistematis yang terorganisir yang digunakan oleh manajemen untuk memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan operasi organisasi sesu[r]

34 Baca lebih lajut

Sistem Pengendalian Manajemen (SPM)

Sistem Pengendalian Manajemen (SPM)

Konsekuensinya, salah satu hambatan terbesar untuk aktivitas-aktivitas ini adalah adanya unsur pengendalian yang dilakukan dari pihak atas terhadap kebijakan investasi permodalan yang baru. Oleh karena itu biasanya divisi-divisi tersebut harus saling berkompetisi dalam menggunakan dana bersama. Suatu divisi mungkin saja akan terhambat rencana perluasan pabriknya hanya oleh karena pihak manajemen berhasil diyakinkan oleh pihak divisi yang lain bahwa mereka lebih membutuhkan permodalan tersebut dibandingkan dengan divisi tadi. Sebagai tambahan, selain persoalan permodalan ini, sering kali pihak manajemen perusahaan juga melaksanakan kendala-kendala strategis lainnya, misalnya kendala pasar ataupun produk sering kali diterapkan. Juga usaha untuk tetap mempertahnkan citra perusahaan misalnya dapat merupakan penghambat bagi tingkat kualitas dan perekayasaan dari produk tersebut ataupun juga terhadap pengembangan dari pada aktivits-aktivitas kegiatan hubungan masyarakat.
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

Sistem Pengendalian Manajemen pada Organ

Sistem Pengendalian Manajemen pada Organ

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, rencana strategi adalah bagian penting dalam mengimplementasikan strategi yang telah dibuat. Rencana strategis membuat manajemen dapat mengetahui pilihan-pilihan strategis yang dapat mewujudkan visi maupun tujuan dari perusahaan. Dan bagi organisasi nirlaba, rencana strategi ini menjadi penting karena keterbasan dana yang dimiliki oleh organisasi, sehingga mereka harus benar-benar memilih strategi yang paling efektif untuk dapat mewujudkan tujuan dari organisasi tersebut. Bryson (1988) menjelaskan bahwa untuk organisasi nirlaba, rencana strategi dapat dibuat dengan mengidentifikasi isu strategis. Isu strategis ini adalah pertanyaan kebijakan dasar organisasi yang akan berdampak kepada mandat, misi dan nilai, tingkat dan bauran produk/jasa, klien, pengguna produk/jasa, biaya, pendanaa, manajemen, maupun desain organisasi tersebut. Identifikasi isu strategis ini menjadi penting karena kegagalan dalam mengidentifikasi isu strategis akan menyebabkan organisasi tidak mampu untuk menghadapi ancaman yang muncul ataupun mengkapitalisasi peluang yang bisa didapat oleh organisasi.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Sistem Pengendalian Manajemen pada kasus

Sistem Pengendalian Manajemen pada kasus

David Kearns menjadi ketua pada tahun 1982, dia menyadari kehilangan yang signifikan dari pangsa pasar mereka.Kompetisi tersebut benar-benar sangat hebat,secara finansial mereka menguasai teknologi, dan mempunyai hubungan yang baik dengan konsumen. Xerox mengembangkan rencana revitalisasi “Kepemimpinan melalui Kualitas” (Leadership through Quality). Yang telah dibangun sebagai dasar awal untuk menandai usaha yang kompetitif dan adanya keterlibatan dengan karyawan. Pada Tampilan 2 juga telah memperlihatkan adanya bentuk-bentuk sentral dari program ini, yang menjadi dasar bagi budaya Xerox yang baru. Dan Xerox juga memperbaiki sistem informasi manajemen dengan menstandarisasikan format pelaporannya untuk mengatasi masalah.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Sistem Pengendalian Manajemen (SPM)

Sistem Pengendalian Manajemen (SPM)

Beberapa unit organisasi menghasilkan keluaran yang tidak dapat diukur dengan besaran nilai ung. Kebanyakan dari unit tersebut biasanya berupa unit staf administrasi (misalnya bagian akuntasni, bagian hukum ataupun bagian hubungan industrial), unit penelitian dan pengembangan prioduk serta beberapa ubit dalam kegiatan pemasaran. Per definisi, efisiensi atau efektivitas unit-unit organisasi diatas tidak dapat kita ukur dengan besaran nilai uang. Biasanya usaha proses pengendalian untuk unit-unit pembiayaan diskresioner ini dimulai dengan ditetapkannya suatu anggaran ataupun perencanaan tahunan yang telah disetujui oleh pihak manajemen. Pada tingkat ini sesungguhnya kita melakukan perbandingan antar besarnya tingkat masukan yang dianggarkan dengan besarnya tingkat masukan yang sebenarnya. Oleh karena pada proses pembandingan tersebut besarnya niali masukan itu tidak kita ukur dalam besaran nilai uang, maka pada dasarnya upaya ini tidak dapat kita katakana sebagai cara
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

Sistem Pengendalian Manajemen.

Sistem Pengendalian Manajemen.

Manajemen  Organisasi terdiri atas sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu  Tujuan organisasi bisnis adalah memperoleh laba yang memuaskan  Pimpinan organi[r]

16 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Sistem Pengendalian Manajemen (Preliminary StudypadaGerejaProtestan Maluku) T2 912011024 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Sistem Pengendalian Manajemen (Preliminary StudypadaGerejaProtestan Maluku) T2 912011024 BAB IV

gereja atas dasar persekutuan dan kasih (Filipi 2:1- 4),serta hubungan yang selaras, serasi, utuh, terpadu, dan dinamis penyelenggaraan pelayanan gereja, jenjang-jenjang kepemimpinan gereja, serta umat gereja secara menyeluruh. Sistem ini menekankan pada prinsip kebersamaan yang terwujud dalam tindakan yaitu berjalan, bergumul, bermusyawarah, bekerja, dan berbuat serta mempunyai pengalaman bersama dalam mengisi persekutuan untuk melayani dan bersaksi sebagai misi Kristus. Menjalankan organisasinya GPM memiliki pola organisasi yang tergambar berikut ini.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...