Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan

Top PDF Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan:

SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

PENGEMBANGAN PETA MUTU DAN RENCANA PEMENUHAN MUTU Pemelihara an Data Mutu Database Sistem Informasi Mutu Pengolahan Data Mutu Data MutuAnalisis Pelayanan informasi Mutu Desai[r]

26 Baca lebih lajut

Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Lebih lanjut perlu dikemukakan bahwa berbeda dengan langkah evaluasi, dalam pengendalian pelaksanaan Standar Dikti, Lembaga/Kantor/Unit Penjaminan Mutu tidak tepat jika harus melakukan pengendalian karena unit ini tidak memiliki kewenangan eksekutorial dan hanya berfungsi sebagai koordinator, fasilitator, dan supervisor. Jika hasil evaluasi atau audit internal yang dilakukannya menunjukkan perlu tindakan pengendalian, informasi itu dapat disampaikan ke pimpinan unit yang dievaluasi atau diaudit dan kepada pimpinan perguruan tinggi untuk ditindaklanjuti. Pengendalian pelaksanaan Standar Dikti dilakukan segera setelah hasil evaluasi diperoleh sebab jika ditunda maka penundaan itu justru dapat menghambat pemenuhan isi Standar Dikti. Durasi dan tingkat frekuensi pengendalian akan tergantung pada durasi dan frekuensi evaluasi dari setiap Standar Dikti dalam SPMI seperti diuraikan dalam tahap evaluasi di atas. Mengenai siapa, bilamana, dan bagaimana pelaksanaan pengendalian pelaksanaan Standar Dikti dirumuskan dalam Buku/Dokumen Manual SPMI, khususnya tahap pengendalian pelaksanaan Standar Dikti sebagaimana diuraikan di atas.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PANDUA

SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PANDUA

Upaya peningkatan mutu pembelajaran di tingkat sekolah mutlak perlu dilaksanakan, khususnya bagaimana membuat peserta didik belajar dengan baik. Hal ini dimulai dengan pelaksanaan EDS yang merupakan evaluasi internal yang dilakukan oleh dan untuk kepentingan sekolah sendiri dengan pelaku utamanya yaitu TPS dan dewan guru dibawah kepemimpinan Kepala sekolah dan bimbingan Pengawas. Melalui EDS akan diketahui kinerja sekolah dilihat dari SPM dan SNP sehingga sekolah dapat menyusun Rencana Pengembangan Sekolahnya berdasarkan kebutuhan nyata. Sekolah akan dapat menentukan prioritas perbaikan kinerjanya dari segi waktu dan SDM berdasarkan hasil EDS, khususnya RAKS tahunan akan benar-benar membantu sekolah memperbaiki dirinya.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI (SPM DIKTI) DAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI)

SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI (SPM DIKTI) DAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI)

Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Keluaran dan Dampak Tridharma Standar Kompetensi Lulusan Standar Hasil Penelitian Standar Hasil PKM Standar Isi Pembelajaran Standar Proses Pembelajara[r]

24 Baca lebih lajut

Modul Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal untuk Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan

Modul Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal untuk Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan

Sekolah beserta seluruh komponen didalamnya memiliki tanggungjawab dalam penjaminan mutu pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan di sekolah tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya budaya mutu pada seluruh komponen sekolah. Peningkatan mutu secara utuh dalam pelaksanaan penjamina mutu sekolah dibutuhkan pendekatan yang melibatkan seluruh komponen sekolah untuk bersama- sama memiliki budaya mutu. Agar penjaminan mutu dapat berjalan dengan baik di segala lapisan pengelolaan pendidikan telah dikembangkan sistem penjaminan mutu pendidikan yang terdiri dari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Sistem penjaminan mutu yang berjalan di dalam sekolah dan dijalankan oleh seluruh komponen dalam sekolah disebut sebagai SPMI. SPMI mencakup seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan. Sistem penjaminan mutu ini dievaluasi dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh sekolah dan juga ditetapkan oleh sekolah untuk dituangkan dalam pedoman pengelolaan sekolah serta disosialisasikan kepada pemangku kepentingan sekolah. Agar pelaksanaan SPMI dapat dilakukan oleh seluruh sekolah di Indonesia dengan optimal, dikembangkan sekolah yang akan menjadi model penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri, yang selanjutnya disebut sekolah model, sebagai gambaran langsung kepada sekolah lain yang akan menerapkan penjaminan mutu pendidikan sehingga terjadi pola pengimbasan pelaksanaan penjaminan mutu hingga ke seluruh sekolah di Indonesia.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

PENERAPAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PADA AKADEMI KEBIDANAN ISLAM AL HIKMAH JEPARA KABUPATEN JEPARA

PENERAPAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PADA AKADEMI KEBIDANAN ISLAM AL HIKMAH JEPARA KABUPATEN JEPARA

Sistem penjaminan Internal salah satu kebijakan mutu yang terdokumentasi secara tertulis berisi tentang penjelasan dalam memahami, merancang, dan melaksanakan sistem penjaminan mutu internal dalam pelayanan pendidikan di Akademi Kebidanan Islam Al Hikmah Jepara. Dalam hal ini Akademi Kebidanan Islam Al Hikmah Jepara membutuhkan berbagai aturan penyelenggaraan pendidikan untuk menuju kearah penjaminan kualitas. Berbagai aturan yang dibuat idealnya merupakan sesuatu yang disepakati bersama oleh semua unit kerja dilingkungan perguruan tinggi. Berdasarkan UU Dikti No.12 Tahun 2012 dan Permendikbud No.50 Tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, sekalipun setiap perguruan tinggi dapat mengembangkan SPMI secara otonom, namun terdapat hal mendasar yang harus ada di dalam SPMI setiap perguruan tinggi. Hal ini diatur dalam Pasal 52 ayat (2) UU Dikti yang menetapkan bahwa penjaminan mutu dilakukan melalui 5 (lima) langkah utama yang disingkat PPEPP, yaitu Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan Standar Pendidikan Tinggi (Standar Dikti).
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Kebijakan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Universitas Kristen Indoneisa

Kebijakan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Universitas Kristen Indoneisa

KEBIJAKAN SISTEM PENJAMIN MUTU INTERNAL (SPMI) DI UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA Pendahuluan Sistem penjaminan mutu internal (SPMI) bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan tingggi yang diselenggarakan oleh setiap perguruan tinggi, melalui Tridharma Perguruan Tinggi, dalam rangka mewujudkan visi serta memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan internal dan eksternal perguruan tinggi. Mutu perguruan tinggi merupakan kesesuaian antara penyelenggara perguruan tinggi dengan standar nasional pendidikan tinggi, maupun standar yang ditetapkan oleh perguruan tinggi sendiri berdasarkan visi dan kebutuhan dari stakeholders. Peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berkesinambungan di Universitas Kristen Indonesia telah menjadi komitmen bersama bagi segenap unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan Universitas Kristen Indonesia. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, peraturan pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan, undang-undang No.12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 49 tahun 2014 tentang standar nasional pendidikan tinggi, dan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 50 tahun 2014 tentang sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi, pelaksanaan penjaminan mutu di perguruan tinggi merupakan kegiatan yang wajib dilakukan, sehingga terjadi penjaminan mutu perguruan tinggi (qualiti
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Strategi Peningkatan Mutu Sekolah pada SMP Negeri 2 Tuntang Kabupaten Semarang T1 162011020 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Strategi Peningkatan Mutu Sekolah pada SMP Negeri 2 Tuntang Kabupaten Semarang T1 162011020 BAB II

satuan atau program pendidikan, penyelenggara atau satuan atau program pendidikan, pemerintah daearah, pemerintah pusat dan masyarakat untuk menaikan tingkat kecerdasan kehidupan ba ngsa melaui pendidikan” 4 . Agar sistem penjaminan mutu pendidikan berkembang secara efektif dibutuhkan suatu lembaga yaitu lembaga penjaminan mutu pendidikan (LPMP). Lembaga lain yang juga mendukung terselenggaranya sistem penjamin mutu pendiidkan adalah Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sistem penjaminan mutu pendidikan (SPMP) anatara lain harus memuat hal-hal sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Modul Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal untuk Fasilitator Penjaminan Mutu Pendidikan

Modul Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal untuk Fasilitator Penjaminan Mutu Pendidikan

Modul Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal untuk Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan ini adalah pegangan bagi fasilitator dalam melakukan fasilitasi dalam pelatihan maupun pendampingan terhadap satuan pendidikan yang akan mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan dalam pengelolaan sekolah baik untuk bidang akademik maupun managerial. Selain itu, modul ini sekaligus juga dipersiapkan untuk digunakan dalam pelatihan maupun pendampingan bagi pemerintah daerah yang akan memfasilitasi satuan pendidikan yang ada di bawah kendalinya dalam mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Mutu Pendidikan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan

Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Mutu Pendidikan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan

periode tertentu, dilakukan langkah keempat yaitu evaluasi/ audit secara internal untuk memastikan bahwa pelaksanaan peningkatan mutu berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Laporan dari hasil evaluasi adalah; (i) pemenuhan 8 SNP, dan (ii) hasil implementasi dari rencana aksi. Dari hasil evaluasi/audit kemudian dilakukan langkah kelima yaitu penetapan standar mutu baru yang lebih tinggi apabila capaian sekolah telah memenuhi minimal sesuai SNP. Dengan demikian penerapan sistem penjaminan mutu bukanlah hanya ditujukan untuk meningkatkan mutu sesuai pada SNP namun mendorong terciptanya budaya mutu pendidikan dimana semua komponen di sekolah memiliki jiwa pembelajar dan selalu mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan jaman. Siklus pemenuhan mutu pada setiap sekolah adalah seperti disajikan pada Gambar 2.3.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL DALAM PENGEMBANGAN MUTU PERGURUAN TINGGI

KONTRIBUSI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL DALAM PENGEMBANGAN MUTU PERGURUAN TINGGI

penyelenggaraan pendidikan. Dosen yang telah memenuhi kualifikasi akademik dan profesional akan diajukan sebagai dosen tetap, sedangkan jika dibutuhkan, Program Studi akan mendayagunakan dosen tidak tetap untuk memenuhi kebutuhan penjaminan mutu program akademik. Pendayagunaan tenaga kependidikan seperti pustakawan, laboran, analis, teknisi, operator dan staf pada masing- masing biro harus dilakukan untuk pengembangan Proram Studi. Dalam hal ini, SPMI akan memastikan bahwa Program Studi memiliki sistem seleksi, sistem pengembangan, sistem retensi serta pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan yang mengacu pada Permendikbud No. 49 Tahun 2014 mengenai Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

 159. LPMP GORONTALO

159. LPMP GORONTALO

PETA JABATAN LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI GORONTALO KEPALA SEKSI SISTEM INFORMASI Kelas = KEPALA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI GORONTALO Kelas = KEPALA S[r]

1 Baca lebih lajut

Laporan Audit Mutu Internal SDN CIWANGI

Laporan Audit Mutu Internal SDN CIWANGI

SD Negeri Ciwangi merupakan Sekolah Dasar yang terus berusaha untuk meningkatkan kualitas baik dalam segi mutu maupun pelayanan administrasi bagi siswa itu sendiri. Hal ini juga terkait dengan visi Sekolah yaitu Unggul dalam prestasi, beriman dan berbudi pekerti. Menyikapi kondisi ini, sudah seyogyanya sekolah mengembangkan sistem penjaminan mutu dan melakukan pengendalian internal dengan melaksanakan audit mutu internal. Terkait dengan peningkatan mutu input, proses dan output pendidikan serta pengembangan sistem penjaminan mutu, maka diperlukan suatu audit mutu internal. Kegiatan audit mutu internal merupakan salah satu bentuk monitoring dan evaluasi yang dilakukan terhadap capaian maupun target-target yang telah ditetapkan.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

BUKU 2-STANDAR DAN PROSEDUR AKREDITASI PS S3

BUKU 2-STANDAR DAN PROSEDUR AKREDITASI PS S3

Standar ini adalah acuan keunggulan mutu tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu program studi sebagai satu kesatuan yang terintegrasi sebagai kunci penting bagi keberhasilan program dalam menjalankan misi pokoknya: pendidikan, penelitian, dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat. Tata pamong program studi harus mencerminkan pelaksanaan good university governance dan mengakomodasi seluruh nilai, norma, struktur, peran, fungsi, dan aspirasi pemangku kepentingan program studi. Kepemimpinan program studi harus secara efektif memberi arah, motivasi dan inspirasi untuk mewujudkan visi, melaksanakan misi, mencapai tujuan dan sasaran melalui strategi yang dikembangkan. Sistem pengelolaan harus secara efektif dan efisien melaksanakan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengembangan staf, pengawasan, pengarahan, representasi, dan penganggaran. Sistem penjaminan mutu harus mencerminkan pelaksanaan peningkatan mutu yang berkesinambungan (continuous quality improvement) pada semua rangkaian sistem manajemen mutu (quality management system) dalam rangka pemuasan pelanggan (customer satisfaction).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - 02 Isi Standar Mutu

BAB I PENDAHULUAN - 02 Isi Standar Mutu

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan kewajiban bagi seluruh Perguruan Tinggi yang berada di wilayah Republik Indonesia sesuai dengan amanat PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Menurut Pasal 91 ayat (1) bahwa Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan dan Pasal 91 ayat (3) menyatakan bahwa Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Optimalisasi Evaluasi Mutu Melalui Sistem Informasi Manajemen Mutu (SIMUTU) di Universitas Muhammadiyah Malang

Optimalisasi Evaluasi Mutu Melalui Sistem Informasi Manajemen Mutu (SIMUTU) di Universitas Muhammadiyah Malang

dilaksanakan oleh internal Perguruan Tinggi (audit mutu) ataupun oleh pihak eksternal (akreditasi). BKMA UMM sebagai bagian dari satuan penjaminan mutu di UMM memiliki salah satu fungsi yakni memantau, memfasilitasi dan melaksanakan evaluasi mutu sebagai bagian dari siklus SPMI terhadap pelaksanaan isi SN Dikti khususnya standar nasional pendidikan beserta standar turunannya. BKMA UMM sejak awal dibentuk telah konsisten melakukan serangkaian kegiatan evaluasi mutu. Beberapa kegiatan yang rutin dilaksanakan tersebut ialah:

4 Baca lebih lajut

Kuncoro Foe kemahasiswaan_kopertisviiyahoo.co.id <nama peserta> <nama institusi>.pdf

Kuncoro Foe kemahasiswaan_kopertisviiyahoo.co.id <nama peserta> <nama institusi>.pdf

Sistem Penjaminan Mutu I nternal SPMI  Kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelengg[r]

63 Baca lebih lajut

BUKU 2 STANDAR DAN PROSEDUR AKREDITASI PS S2

BUKU 2 STANDAR DAN PROSEDUR AKREDITASI PS S2

Standar ini adalah acuan keunggulan mutu tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu program studi sebagai satu kesatuan yang terintegrasi sebagai kunci penting bagi keberhasilan program dalam menjalankan misi pokoknya: pendidikan, penelitian, dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat. Tata pamong program studi harus mencerminkan pelaksanaan good university governance dan mengakomodasi seluruh nilai, norma, struktur, peran, fungsi, dan aspirasi pemangku kepentingan program studi. Kepemimpinan program studi harus secara efektif memberi arah, motivasi dan inspirasi untuk mewujudkan visi, melaksanakan misi, mencapai tujuan dan sasaran melalui strategi yang dikembangkan. Sistem pengelolaan harus secara efektif dan efisien melaksanakan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengembangan staf, pengawasan, pengarahan, representasi, dan penganggaran. Sistem penjaminan mutu harus mencerminkan pelaksanaan peningkatan mutu yang berkesinambungan (continuous quality improvement) pada semua rangkaian sistem manajemen mutu (quality management system) dalam rangka pemuasan pelanggan (customer satisfaction).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Buku 2 Standar dan Prosedur Akreditasi Sarjana

Buku 2 Standar dan Prosedur Akreditasi Sarjana

Standar ini adalah acuan keunggulan mutu tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu program studi sebagai satu kesatuan yang terintegrasi sebagai kunci penting bagi keberhasilan program dalam menjalankan misi pokoknya: pendidikan, penelitian, dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat. Tata pamong program studi harus mencerminkan pelaksanaan “good university governance” dan mengakomodasi seluruh nilai, norma, struktur, peran, fungsi, dan aspirasi pemangku kepentingan program studi. Kepemimpinan program studi harus secara efektif memberi arah, motivasi dan inspirasi untuk mewujudkan visi, melaksanakan misi, mencapai tujuan dan sasaran melalui strategi yang dikembangkan. Sistem pengelolaan harus secara efektif dan efisien melaksanakan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengembangan staf, pengarahan, dan pengawasan. Sistem penjaminan mutu harus mencerminkan pelaksanaan continuous quality improvement pada semua rangkaian sistem manajemen mutu (quality management system) dalam rangka pemuasan pelanggan (customer satisfaction).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

STRATEGI IMPLEMENTASI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI)

STRATEGI IMPLEMENTASI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI)

Pendahuluan Sejak dicanangkannya Standar Nasional Pendidikan pada tahun 2005 dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005, maka telah berkembang wacana tentang Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPM-PT). Sejak itu pula implementasi SPM-PT berkembang dan bervariasi di setiap perguruan tinggi, mengikuti perkembangan institusi masing- masing yang bervariatif. Oleh karena itu, UKI segera mempersiapkan dengan membentuk Badan Penjaminan Mutu (BPM) pada tahun 2008. BPM mempunyai tugas pokok mengembangkan SPMI untuk mendukung SPME baik akreditasi Prodi yang sudah berlangsung sebelumnya maupun akreditasi institusi. Tahun 2011 UKI menjadi relawan mengirimkan Borang Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) ke BAN-PT. Pada tanggal 9 Februari 2012 UKI memperoleh hasil Akreditasi Institusi peringkat B. Seiring dengan dinamika regulasi Dikti yakni UU nomor 12 tahun 2012,
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...