sistem saraf simpatis

Top PDF sistem saraf simpatis:

PENDAHULUAN  EFEKTIFITAS BEKAM DALAM MENGURANGI HIPERREAKTIFITAS SISTEM SARAF SIMPATIS.

PENDAHULUAN EFEKTIFITAS BEKAM DALAM MENGURANGI HIPERREAKTIFITAS SISTEM SARAF SIMPATIS.

Peneliti menyimpulkan dari beberapa litelatur yang telah dikumpulkan, bahwa kerja dari sistem saraf simpatis sebenarnya sangat dibutuhkan oleh seseorang untuk beradaptasi pada perubahan tekanan fisik atau psikis. Dalam kondisi yang mengancam keselamatan atau kondisi beban fisik yang berat, sepert aktifitas berat, berlari, menghindari ancaman, bertarung dan sebagainya. Kerja sistem saraf simpatis sangat dibutuhkan untuk mencukupi asupan energi yang diperlukan oleh tubuh. Cara kerja sistem saraf simpatis untuk mencukupi kebutuhan energi tersebut adalah dengan cara meningkatkan proses metabolisme didalam tubuh, meningkatkan kecepatan denyut jantung dan pernafasan agar pertukaran oksigen dan karbon dioksida menjadi lebih cepat, kontraksi otot lebih kuat agar gerakan yang dihasilkan lebih gesit dan lebih cepat.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS BEKAM DALAM MENGURANGI HIPERREAKTIFITAS SISTEM SARAF SIMPATIS  EFEKTIFITAS BEKAM DALAM MENGURANGI HIPERREAKTIFITAS SISTEM SARAF SIMPATIS.

EFEKTIFITAS BEKAM DALAM MENGURANGI HIPERREAKTIFITAS SISTEM SARAF SIMPATIS EFEKTIFITAS BEKAM DALAM MENGURANGI HIPERREAKTIFITAS SISTEM SARAF SIMPATIS.

Bekam basah yang dilakukan melalui beberapa proses seperti penyedotan, penyayatan kulit dan evakuasi darah, dapat menimbulkan efek nyeri dan efek kimiawi pada tubuh seseorang. Efek nyeri akibat bekam basah akan merangsang serabut saraf A δ dan C, yang akan merangsang area-area di otak untuk mengaktifkan gelombang alfa, gating dan analgesia (endorfin dan enkepalin). Efek kimiawi akan meransang sekresi interleukin dan interferon sebagai upaya meningkatkan sistem imun. Semua proses tersebut mendukung kondisi jiwa dan raga seseorang menjadi sehat, tenang dan sejahtera. Dengan demikian dapat menurunkan hiperreaktifitas sistem saraf simpatis.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Nyeri 2.1.1. Teori Nyeri - Efektifitas Teknik Relaksasi Nafas Dalam dan Aromaterapi Mawar Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Kala I

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Nyeri 2.1.1. Teori Nyeri - Efektifitas Teknik Relaksasi Nafas Dalam dan Aromaterapi Mawar Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Kala I

Relaksasi merupakan kebebasan mental dan fisik dari ketegangan dan stress. Teknik relaksasi memberi individu control diri ketika terjadi rasa tidak nyaman atau nyeri, stres fisik dan emosi pada nyeri (Potter & Perry, 2005). Sejumlah teknik relaksasi dapat dilakukan untuk mengendalikan rasa nyeri ibu dengan meminimalkan aktivitas simpatik dalam system saraf otonom (Sherwood, 1995). Relaksasi pernafasan selama proses persalinan dapat mempertahankan komponen sistem saraf simpatis dalam keadaan homeostatis sehingga tidak terjadi peningkatan suplai darah, mengurangi kecemasan dan ketakutan agar ibu dapat beradaptasi dengan nyeri selama proses persalinan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Tanaman kejibling mudah berkumbang biak

Tanaman kejibling mudah berkumbang biak

Sistem saraf otonom dibagi dua yaitu sistem saraf simpatis dan parasimpatis. Jantung secara langsung dirangsang oleh sistem saraf autonom, yang selanjutnya akan memperkuat pemompaan jantung. Pada sistem ini yang banyak berperan adalah sistem saraf simpatis. Sistem saraf simpatis juga menyebabkan pelepasan hormon norepinefrin dari ujung saraf simpatis sehingga terjadi peningkatan permeabilitas membran saraf terhadap natrium dan kalsium, yang pada akhirnya akan meningkatkan frekuensi denyut jantung. Sistem saraf simpatis juga memberi pengaruh langsung untuk meningkatkan kekuatan kontraktilitas otot jantung (Guyton and Hall, 1997).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HEART RATE VARIABILITY PADA MAHASISWA ANGGOTA DAN BUKAN ANGGOTA UKM BASKET DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PERBEDAAN HEART RATE VARIABILITY PADA MAHASISWA ANGGOTA DAN BUKAN ANGGOTA UKM BASKET DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

kematian, salah satunya adalah yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler (Jaspinder, 2015). Kesehatn jantung bisa dinilai melalui Heart Rate Variability (HRV). Heart Rate Variability (HRV) adalah waktu yang berlalu diantara dua gelombang R (gelombang dengan amplitude terbesar) yang berurutan. HRV mencerminkan status sistem kardiovaskular dan berfungsi sebagai indikator dari aktivitas sistem saraf otonom yaitu simpatis dan parasimpatis (Poirier, 2015).

10 Baca lebih lajut

ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM KARDIOVASKU (2)

ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM KARDIOVASKU (2)

Merupakan cabang paling ujung dari sistem arteri, berfungsi sebagai katup pengontrol untuk mengatur pengaliran darah ke kapiler. Arteriol mempunyai dinding yang kuat sehingga mampu kontriksi atau dilatasi beberapa kali ukuran normal, sehingga dapat mengatur aliran darah ke kapiler. Otot arteriol dipersarafi oleh serabut saraf kolinergik yang berfungsi vasodilatasi. Arteriol merupakan penentu utama resistensi/tahanan aliran darah, perubahan pada diameternya menyebabkan perubahan besar pada resistensi.

9 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Stres 2.1.1. Pengertian Stres - Hubungan Paparan Stresor Akut Cold Pressor Test dengan Frekuensi Napas pada Mahasiswa Semester tiga Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Tahun 2012

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Stres 2.1.1. Pengertian Stres - Hubungan Paparan Stresor Akut Cold Pressor Test dengan Frekuensi Napas pada Mahasiswa Semester tiga Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Tahun 2012

Perangsangan serabut simpatis pada berbagai organ tubuh akan menimbulkan suatu efek. Efek yang diperoleh organ tubuh tersebut ditimbulkan secara langsung oleh perangsangan serabut saraf simpatis dan secara tidak langsung oleh perangsangsangan hormon-hormon medula adrenal: epinefrin dan norepinefrin. Salah satu organ yang dapat dikenai efek perangsangan serabut simpatis dan hormon medula adrenal adalah jantung. Perangsangan simpatis pada umumnya akan meningkatkan kerja jantung. Keadaan ini tercapai dengan naiknya frekuensi dan kekuatan kontraksi jantung. Perangsangan simpatis akan meningkatkan keefektifan jantung sebagai pompa, yang diperlukan saat bekerja berat. Perangsangan epinefrin akan meningkatkan curah jantung ( Guyton, 2006 ).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

TRANQUILIZER EFFECT IN PREMATURE VENTRICULAR CONTRACTIONS

TRANQUILIZER EFFECT IN PREMATURE VENTRICULAR CONTRACTIONS

Kontraksi ventrikel prematur (KVP) adalah depo- larisasi awal yang mulai di ventrikel, bukan pada tempat yang seharusnya yaitu di nodus sinus. Kontraksi ventrikel prematur yang sering dan kompleks dapat terjadi pada individu yang tampak sehat, mereka juga memperlihatkan adanya hubungan dengan prognosis yang baik. Kontraksi ventrikel prematur dapat terjadi saat istirahat maupun saat aktivitas; atau dapat merupakan hasil dari konsumsi ka- fein berlebihan, merokok, minum alkohol, pernggunaan obat terlarang (cth. kokain, amfetamin) atau penggunaan obat bebas (cth. pil diet, antihistamin) yang mengandung bahan baku yang menyerupai efek stimulasi sistem saraf simpatis. Pada individu dengan atau tanpa gagal jantung, hipokalemia dan hipomagnesemia sering memberikan kontribusi pada perkembangan KVP. Gejala yang dapat terjadi berupa palpitasi, kepala terasa ringan, pingsan, nyeri dada, dan sesak1. Pada pasien tanpa penyakit jan- tung yang merasakan ketidaknyamanan, dapat diberikan tranquilizer minor seperti benzodiazepine.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Hubungan Merokok dengan Kejadian Hipertensi pada Laki- Laki Usia 35-65 Tahun di Kota Padang

Hubungan Merokok dengan Kejadian Hipertensi pada Laki- Laki Usia 35-65 Tahun di Kota Padang

Hipertensi primer merupakan yang terbanyak dari semua kasus hipertensi. Lebih dari 90% pasien hipertensi masuk ke dalamnya. Beberapa faktor yang berperan dalam kasus hipertensi, yaitu : (1) Faktor Keturunan, beberapa peneliti meyakini bahwa 30-60% kasus hipertensi diturunkan secara genetik. 5 Hal ini sering dihubungkan dengan kemampuan seseorang untuk mengeluarkan natrium dari tubuhnya (salt sensitivity). 6 (2) Usia, hipertensi umumnya berkembang pada usia 35-65 tahun. 5 Hal ini terutama akibat elastisitas pembuluh darah yang berkurang. 6 (3) Jenis Kelamin, hipertensi terjadi umumnya lebih tinggi pada laki-laki. 1 (4) Ras, kejadian hipertensi pada orang kulit hitam lebih tinggi dibandingkan orang kulit putih. (5) Kelebihan berat badan, sebesar 75% kasus hipertensi di Amerika berhubungan dengan obesitas. Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan curah jantung dan aktivitas saraf simpatis pada orang dengan berat badan berlebih. 7 (6) Resistensi Insulin. Peningkatan gula darah pada penderita resistensi insulin akan menyebabkan kerusakan organ, sehingga dapat terjadi aterosklerosis dan penyakit ginjal yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. 8 (7) Merokok, akibat zat-zat kimia yang terkandung dalam tembakau, dapat terjadi kerusakan pembuluh darah. 1 (8) Asupan Natrium-Kalium, peningkatan kadar natrium dan penurunan kadar kalium dapat meningkatkan cairan darah yang nantinya akan menyebabkan peningkatan tekanan darah. 6
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

M ARIFUL BASYAR G2A009054 BAB2KTI

M ARIFUL BASYAR G2A009054 BAB2KTI

Jantung diinervasi oleh dua divisi dari sistem saraf otonom, yang dapat mengubah kecepatan kontraksi, walaupun rangsangan saraf tidak dibutuhkan untuk memulai kontraksi. Saraf parasimpatis jantung, nervus vagus, mempersarafi atrium terutama SA node dan AV node. Persarafan parasimpatis untuk ventrikel hanya sedikit. Saraf simpatis jantung juga mempersarafi atrium termasuk SA node dan AV node dan juga secara dominan mempersarafi ventrikel.Error! Reference source not found.

24 Baca lebih lajut

Perbandingan Angka Keberhasilan Blokade Saraf Iskiadikus Pendekatan Parasakral dengan Labat Menggunakan Stimulator Saraf pada Operasi Daerah Kruris dan Pedis | Marlina | Jurnal Anestesi Perioperatif 613 2102 1 PB

Perbandingan Angka Keberhasilan Blokade Saraf Iskiadikus Pendekatan Parasakral dengan Labat Menggunakan Stimulator Saraf pada Operasi Daerah Kruris dan Pedis | Marlina | Jurnal Anestesi Perioperatif 613 2102 1 PB

Setelah tindakan asepsis dan antisepsis, dilakukan infiltrasi lokal memakai lidokain 1% sebanyak 1 mL sebelum penyuntikan jarum blokade. Jarum blokade disuntikkan secara tegak lurus terhadap bidang sagital. Stimulasi saraf iskiadikus terlihat dari respons motorik dengan arus inisial 1,5 mA pada kedalaman 5–8 cm. Respons motorik dipertahankan sampai arus stimulasi 0,3 mA. Anestestik lokal bupivakain 0,4% sebanyak 30 mL disuntikkan secara intermiten sebanyak 5 mL setelah tes aspirasi negatif, kemudian menunggu selama 30 detik sebelum penyuntikan berikutnya. 7

7 Baca lebih lajut

BAHAN AJAR PATOFISIOANATOMI REVISI TERBARU

BAHAN AJAR PATOFISIOANATOMI REVISI TERBARU

Neuron juga disebut sel saraf, adalah unit fungsional sistem saraf dan merupakan sel yang sangat khusus. Pematangan sel saraf terjadi sebelum atau segera setelah lahir. Saat matang, neuron tidak menjalani reproduksi sel dan tidak dapat diganti. Setiap neuron berfungsi untuk menerima stimulus yang datang dari dan mengirim stimulus yang keluar ke saraf lain, otot, atau kelenjar. Neuron melewati dan menerima sinyal melalui perubahan aliran ion bermuatan listrik bolak-balik melintasi membran sel neuron.

13 Baca lebih lajut

makalah sistem saraf

makalah sistem saraf

Akson disebut neurit. Neurit adalah serabut sel saraf panjang yang merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Di dalam neurit terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Neurofibril dibungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yang banyak mengandung zat lemak dan berfungsi untuk mempercepat jalannya rangsangan. Selaput mielin tersebut dibungkus oleh sel- selsachwann yang akan membentuk suatu jaringan yang dapat menyediakan makanan untuk neurit dan membantu pembentukan neurit. Lapisan mielin sebelah luar disebut neurilemma yang melindungi akson dari kerusakan. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh lapisan mielin. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Bab 8 Sistem Regulasi Manusia

Bab 8 Sistem Regulasi Manusia

Obat yang dapat mempengaruhi sistem saraf yang seringkali menimbulkan perasaan yang menyenangkan seperti perasaan nikmat yang disebut melayang, rasa mengantuk atau tidur, bayangan yang memberi nikmat (halusinasi) disebut zat-zat psikoaktif yang dalam bidang kedokteran bermanfaat unutk mengobati penyakit mental dan saraf.

69 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian - TVI OMAN DWI CAYO BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian - TVI OMAN DWI CAYO BAB II

Frekuensi jantung dalam kurun waktu tertentu ditentukan melalui keseimbangan impuls akselerator dan inhibitor dari saraf simpatis dan parasimpatis,Impuls aferen (sensorik) yang menuju pusat kendali jantung berasal dari reseptor, yang terletak di berbagai bagian dalam sistem kardiovaskular.Presoreseptor dalam arteri karotis dan aorta sensitive terhadap perubahan tekanan darah,peningkatan tekanan darah akan mengakibatkan suatu refleks yang memperlambat frekuensi jantung, sedangkan penurunan tekanan darah akan mengakibatkan suatu refleks yang menstimulasi frekuensi jantung yang menjalar melalui pusat medular.Proreseptor dalam vena cava sensitif terhadap penurunan tekanan darah.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Perbedaan Tingkat Kebugaran Jasmani Antara Perokok dan Tidak Perokok

Perbedaan Tingkat Kebugaran Jasmani Antara Perokok dan Tidak Perokok

Gas CO adalah sejenis gas yang tidak memiliki bau. Unsur ini dihasilkan oleh pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat arang atau karbon. Bersifat toksis yang bertentangan dengan oksigen dalam transpor maupun penggunaannya. Gas CO yang dihasilkan sebatang rokok dapat mencapai 3-6%, sedangkan CO yang dihisap oleh perokok paling rendah sejumlah 400 ppm (parts per million) yang dapat meningkatkan kadar karboksi haemoglobin dalam darah sejumlah 2-16%. Bila terus menerus berlangsung akan mempengaruhi sistem saraf pusat (Sitepoe, 2000).

12 Baca lebih lajut

Gambaran Derajat Nyeri Pasca Bedah Pada Pasien Trauma Muskuloskeletal Dengan Menggunakan Alat Ukur Vas (Visual Analogue Scale) Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan

Gambaran Derajat Nyeri Pasca Bedah Pada Pasien Trauma Muskuloskeletal Dengan Menggunakan Alat Ukur Vas (Visual Analogue Scale) Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan

Modulasi adalah proses modifikasi terhadap rangsangan nyeri yang terjadi ditingkat medula spinalis. Modifikasi ini dapat terjadi pada sepanjang titik dari sejak transmisi pertama menuju korteks serebri.Modifikasi dapat berupa augmentasi (peningkatan) ataupun inhibisi (penghambatan). Impuls setelah mencapai kornu posterior medula spinalis akan mengalami penyaringan intensitas yang bisa diperbesar atau dihambat. Sistem pengendali modulasi ini adalah sistem gerbang kendali spinal atau the gate control theory of pain . Terdiri dari substansia gelatinosa sebagai penghambat sel transmisi T, serabut aferen diameter besar akan menutup gerbang, diameter kecil akan membuka gerbang. Cabang serabut decendens dari otak ke substansia gelatinosa akan menambah hambatan sel transmisi T. Apabila impuls melebihi ambang sel T maka akan melewati sistem kendali gerbang spinal dan diteruskan ke pusat supraspinal di korteks somatosensoris. Impuls akan dipersepsi sebagai pengalaman nyeri. Substansi yang bekerja sebagai modulator nyeri di medulla spinalis yaitu dinorfin, enkefalin, noradrenalin, dopamin 5 HT2, GABA (Gama Amino Butiric Acid) akan menghambat nyeri. Substansi yang meningkatkan nyeri yaitu substansi P, ATP (Adenosin Triposphat), asam amino eksitatori. (Setiabudi A.2005; Butterworth JF.2006)
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PERANAN SYARAF DAN HORMON NEUROENDOKRIN

PERANAN SYARAF DAN HORMON NEUROENDOKRIN

Persarafan parasimpatis ke usus dibagi menjadi divisi kranial dan sakral. Parasimpatis divisi kranial hampir seluruhnya berasal dari saraf vagus (lihat Gambar 3). Saraf-saraf ini memberi inervasi yang luas pada esofagus, lambung, pankreas, dan sedikit ke usus sampai separuh bagian pertama usus besar. Parasimpatis sakral berasal dari segmen sakral medula spinalis kedua, ketiga dan keempat, selanjutnya berjalan melalui saraf pelvis ke separuh bagian distal usus besar. Area sigmoid, rektum, dan anus dari usus besar diperkirakan mendapat persarafan parasimpatis yang lebih baik daripada bagian usus yang lain. Neuron- neuron postganglionik dari sistem parasimpatis terletak di pleksus meinterikus dan pleksus submukosa, dan perangsangan saraf parasimpatis menimbulkan peningkatkan umum dari seluruh aktivitas sistem saraf enterik. Hal tersebut kemudian akan memperkuat aktivitas sebagian besar fungsi gastrointestinal, tetapi tidak semuanya karena beberapa neuron enterik bersifat inhibitoris dan menghambat fungsi-fungsi tertentu.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Farmakologi dan Toksil (1)

Laporan Praktikum Farmakologi dan Toksil (1)

Sistem saraf otonom, juga disebut susunan saraf vegetatif, meliputi antara lain saraf-saraf dan ganglia (majemuk disebut ganglion=simpul saraf) yang merupakan persarafan ke otot polos dari berbagai organ (bronchia, lambung, usus, pembuluh darah, dan lain-lain). Termasuk kelompok ini pula adalah otot jantung (lurik) serta beberapa kelenjar ludah, keringat, dan pencernaan. Dengan demikian SSO tersebar di seluruh tubuh dan fungsinya adalah mengatur secara otomatis keadaan fisiologi yang konstan, seperti suhu badan, tekanan dan peredaran darah, serta pernapasan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Sensor saraf simpatis Tekanan MPX4100

Sensor saraf simpatis Tekanan MPX4100

Gambar diatas menunjukkan perubahan tekanan terhadap tegangan output dari sensor di mana perubahan bergerak linear setelah 20 kPa. Tampak 3 buah garis pada grafik tersebut yang menunjukkan batas maksimum dan minimum error dari hasil pengukuran sensor. Sensor tekanan pada aplikasi robotik seringkali digunakan sebagai feedback mechanic di mana sistem mikrokontroler dapat mendeteksi kondisi mekanik pada saat itu. Contohnya untuk mendeteksi kuat lemah cengkeraman robot atau menghitung beban yang diletakkan pada robot. Selain itu pengukuran tekanan kompresi pada manifold mesin (otomotif) sering menggunakan sensor tekanan MPX4100 ini karena tetap stabil dalam perubahan suhu yang tinggi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects