Siswa Pemantau Jentik

Top PDF Siswa Pemantau Jentik:

PEMBERDAYAAN SISWA PEMANTAU JENTIK

PEMBERDAYAAN SISWA PEMANTAU JENTIK

Wamantik merupakan siswa pemantau jentik yang memiliki peran melakukan kegiatan surveilans, preventif serta promotif. Peran surveilans yang dilakukan meliputi identifikasi tempat sarang nyamuk, menghitung jumlah jentik dan jumlah kontainer. Peran preventif yang dilakukan adalah siswa dilatih untuk memahami pentingnya gerakan 3M dan mampu mengaplikasikan di lingkungan rumah khususnya dan lingkungan sekolah pada umumnya. Peran selanjutnya adalah peran promotif yang sesuai dengan tujuan pendidikan kesehatan dimana diharapkan siswa mampu melakukan promosi baik di keluarga, masyarakat dan sekolah akan bahaya serta pencegahan DBD. Fokus dari kegiatan ini adalah menanamkan sejak dini kepada para siswa mengenai bahaya DBD. Oleh karena itu pendidikan kesehatan mengenai DBD diberikan sebagai upaya awal meningkatkan pengetahuan mereka akan penyakit berbahaya ini. Kegiatan ini ditindaklanjuti dengan kegiatan pencarian jentik dan identifikasi kontainer sehingga dapat dihitung angka kontainer indeks untuk menentukan angka bebas jentik (ABJ). Siswa juga dilatih untuk melakukan gerakan 3M yang baik dan benar sebagai upaya efektif mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti. Pada penelitian ini diukur tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan. Hasil uji t berpasangan menunjukkan nilai p= 0,000 sehingga didapatkan hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Angka bebas jentik yang semula 7% dapat ditingkatkan menjadi 96% pada akhir pelatihan. ABJ yang meningkat dapat memutus siklus hidup nyamuk sehingga kepadatan populasi serta regenerasi nyamuk akan berkurang. Dalam jangka panjang hal ini diharapkan mampu mencegah KLB DBD. Penerapan wamantik berbasis sekolah perlu diterapkan di Indonesia sebagai upaya mengurangi morbiditas dan mortalitas DBD.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN SISWA PEMANTAU JENTIK

PEMBERDAYAAN SISWA PEMANTAU JENTIK

Pada bab ini akan disajikan mengenai hasil pengumpulan data yang diperoleh sejak tanggal 24 Maret sampai 13 April 2006. Data diperoleh dari dua Sekolah Dasar yaitu Sekolah Dasar Pacar Kembang IV dan Sekolah Dasar Pacar Kembang VI. Penyajian dimulai dari gambaran umum lokasi penelitian, dan data khusus yang berkaitan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Data tersebut diperoleh dengan menyebarkan kuesioner pada 115 subyek penelitian untuk mengukur tingkat pengetahuan siswa mengenai penyakit DBD sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan siswa pemantau jentik. Data mengenai kepadatan jentik diperoleh dengan membagikan kartu siswa pemantau jentik yang diukur sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik parametrik uji t berpasangan menggunakan SPSS 13 dengan nilai kemaknaan p<0,05. Jika ada perbedaan yang bermakna antara variabel maka Ho ditolak dan H1 diterima.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENGARUH KEBERADAAN SISWA PEMANTAU JENTIK AKTIF DENGAN KEBERADAAN JENTIK DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN GAJAH MUNGKUR KOTA SEMARANG TAHUN 2013

PENGARUH KEBERADAAN SISWA PEMANTAU JENTIK AKTIF DENGAN KEBERADAAN JENTIK DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN GAJAH MUNGKUR KOTA SEMARANG TAHUN 2013

Birokrasi sekolah dasar merupakan pemegang kebijakan tertinggi di sekolah dasar. Segala bentuk kegiatan yang berlangsung di sekolah dasar harus mendapatkan persetujuan birokrasi sekolah, khususnya kepala sekolah dasar. Kegiatan siswa pemantau jentik yang menghasilkan data keberadaan jentik secara rutin di sekolah menimbulkan perhatian dari pihak birokrasi sekolah. Perhatian tersebut muncul dalam bentuk dukungan untuk meningkatkan kegiatan PSN 3M plus. Rachman dan Wiku (2009) menyebutkan bahwa dukungan dari birokrasi setempat sangat penting untuk menggerakan masyarakat. Dukungan tersebut menimbulkan motivasi eksternal pada pelaksana kegiatan PSN 3M plus di sekolah dasar pada kelompok eksperimen. Berbeda dengan kelompok eksperimen, evaluasi keberadaan jentik pada kelompok kontrol yang tidak berlangsung secara rutin menyebabkan tidak adanya perubahan keadaan maupun dalam pelaksanaan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk.
Baca lebih lanjut

179 Baca lebih lajut

SOLUSI BIOLOGI MTs KABKOT KSM2014

SOLUSI BIOLOGI MTs KABKOT KSM2014

Apabila di sekeliling rumah banyak tempat air jernih tidak tertutup, maka akan banyak jentik-jentik nyamuk…Aedes aegypti…..Nyamuk tersebut merupakan penyebar penyakit ...demam berdarah[r]

3 Baca lebih lajut

Soal PTS II Tema elas 4 SD

Soal PTS II Tema elas 4 SD

Banyak sekali jenis tanaman di Indonesia, sebutkan 2 jenis tanaman langka yang ada di negara kita.. Hewan yang mengalami tahapan jentik-jentik dalam daur hidupnya adalah… 20.[r]

7 Baca lebih lajut

CV Prof. Sunaryo

CV Prof. Sunaryo

2001 - 2003 Principal Investigator: Pengembangan Perangkat Lunak Analisis Tugas Perkembangan Siswa dalam Peningkatan Mutu dan Manajemen Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. 1996 - 1999 Principal Investigator: Quality Improvement and

10 Baca lebih lajut

Peran Jumantik Terhadap Program Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Angka Bebas Jentik di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung Kota Adminstrasi Jakarta Timur Tahun 2017

Peran Jumantik Terhadap Program Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Angka Bebas Jentik di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung Kota Adminstrasi Jakarta Timur Tahun 2017

Telur menetas menjadi larva atau atau sering disebut dengan jentik. Larva nyamuk memiliki kepala yang cukup besar serta toraks dan abdomen yang cukup jelas. Untuk mendapatkan oksigen dari udara, larva nyamuk Aedes aegypti biasanya menggantungkan tubuhnya agar tegak lurus dengan permukaan air. Kebanyakan larva nyamuk menyaring mikroorganisme dan partikel – partikel lainnys dalam air. Larva biasanya melakukan pengantian kulit sebanyak empat kali dan berpupasi sesudah tujuh hari.

36 Baca lebih lajut

PreviousPosting  TEPUKPESANTREN.pptx

PreviousPosting TEPUKPESANTREN.pptx

Kalau kau sedang puasa jentik jari XX Kalau kau sedang puasa jentik jari XX Kalau kau sedang puasa mari kita lakukan Kalau kau sedang puasa jentik jari XX Kalau kau anak taqwa hentak kaki XX Kalau kau anak taqwa hentak kaki XX Kalau kau anak taqwa mari kita wujudkan

3 Baca lebih lajut

Deskripsi Penderita Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun dan Tinjauan Pelaksanaan Program Pemberantasannya Tahun 2011 – 2015

Deskripsi Penderita Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun dan Tinjauan Pelaksanaan Program Pemberantasannya Tahun 2011 – 2015

PERSENTASE RUMAH / BANGUNAN BEBAS JENTIK AEDES Sumber : Laporan Rumah Bebas Jentik Seksi Penyehatan Lingkungan 2015.[r]

26 Baca lebih lajut

Rancangan Quadcopter Untuk Sistem Pemantau Udara Berbasis Mikrokontroller ATmega 328

Rancangan Quadcopter Untuk Sistem Pemantau Udara Berbasis Mikrokontroller ATmega 328

Telah dirancang sebuah sistem pemantau udara ( quadcopter ) untuk pemantau yang dapat mengendalikan objek terbang di udara. Sistem quadcopter tersebut memiliki ukuran 30 cm x 30 cm terdiri dari empat buah baling baling (panjang 20.32 cm). Dalam menjaga keseimbangan quadcopter selama bermanufare di udara, digunakan sensor accelerometer MMA7260Q. Remote control memberikan perintah dan ditangkap receiver pada quadcopter , perintah atau data yang diterima oleh receiver diproses oleh mikrokontroller ATmega 328. ATmega 328 membaca data yang diberikan dan memberikan sinyal pada setiap komponen untuk melaksanakan perintah. Quadcopter menggunakan cctv wireless yang dapat merekam objek dan dilengkapi dengan sistem pengiriman dengan pemancar Rf433. Kemudian data yang dikirim ditangkap oleh receiver pada PC. Untuk menghubungkan antara penerima ( receiver ) dengan Personal Computer (PC) dibutuhkan converter , hal ini dibutuhkan karena pada Personal Computer (PC) tidak mempunyai konektor AV (audio video), oleh sebab itu dibutuhkan easy capture . Dari hasil pengujian motor, quadcopter mendapatkan respon untuk terangkat dimulai dari pulsa 77 dengan rata-rata nilai Revolution Per Minute (RPM) 122.75 dan rata-rata Pulse Width Modulation (PWM) 13.47 Hz. Dari hasil pengujian kemiringan dapat diketahui bahwa kemiringan tergantung posisi quadcopter.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

STUDI ANGKA BEBAS JENTIK (ABJ) DAN INDEKS OVITRAP DI PERUM PONDOK BARU PERMAI DESA BULAKREJO KABUPATEN SUKOHARJO Tri Puji Kurniawan

STUDI ANGKA BEBAS JENTIK (ABJ) DAN INDEKS OVITRAP DI PERUM PONDOK BARU PERMAI DESA BULAKREJO KABUPATEN SUKOHARJO Tri Puji Kurniawan

Penelitian ini bersifat Survey Analitik dengan rancangan survei Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah Perum Pondok Baru Permai Desa Bulakrejo Kabupaten Sukoharjo. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling. Jadi setiap rumah dipantau untuk keberadaan jentik dan telur nyamuknya. Jumlah sampel yang diperlukan dalam penelitian ini sebanyak 100 rumah.

5 Baca lebih lajut

Contoh Materi Pesantren Kilat untuk SD/MI TEPUK PESANTREN

Contoh Materi Pesantren Kilat untuk SD/MI TEPUK PESANTREN

Kalau kau sedang puasa jentik jari XX Kalau kau sedang puasa jentik jari XX Kalau kau sedang puasa mari kita lakukan Kalau kau sedang puasa jentik jari XX Kalau kau anak taqwa he[r]

3 Baca lebih lajut

NTT Membangun 28

NTT Membangun 28

kepada pemkab Sikka yang telah berjuang meningkatkan derajad kesehatan masyarakat melalui pencegahan penyakit malaria dengan memasukannya dalam kurikulum muatan lokal di tingkat SD dan sederajad. Terimakasih juga kepada mantan Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang, yang telah memberikan perhatian serius dalam menurunkan tingkat endemik malaria di daerah ini”, kata Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, ketiika mengukuhkan Laskar Jentik, Patriot dan Laskar Srikandi, di Maumere, Kamis (17/7).

1 Baca lebih lajut

GAMBARAN PERASAN DAUN BELUNTAS TERHADAP KEMATIAN JENTIK NYAMUK Aedes Aegypti - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

GAMBARAN PERASAN DAUN BELUNTAS TERHADAP KEMATIAN JENTIK NYAMUK Aedes Aegypti - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

Penelitian dilakukan di Laboratorium Parasitologi Program Studi D3 Analis Kesehatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang. Berdasarkan gambaran umum lokasi pengambilan jentik desa Mojojejer RT 07 RW 02 dapat digambarkan sekilas tentang keadaan umum wilayah tersebut. Dari letak geografi desa Mojojejer berada di kecamatan Mojowarno kabupaten Jombang. Adapun batas wilayahnya adalah sebagai berikut : Sebelah Utara : Selorejo, Sebelah Selatan : Mojowangi, Sebelah Barat : Gedangan, Sebelah Timur : Mojoduwur

55 Baca lebih lajut

PERBEDAAN EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) BENTUK GRANUL DENGAN ABATE DALAM MENANGGULANGI JENTIK-JENTIK NYAMUK Aedes aegypti L.

PERBEDAAN EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) BENTUK GRANUL DENGAN ABATE DALAM MENANGGULANGI JENTIK-JENTIK NYAMUK Aedes aegypti L.

Latar Belakang: Abatisasi dianggap cukup efektif untuk menanggulangi larva Aedes aegypti L. yang merupakan vektor Demam Berdarah Dengue. Penggunaan abate yang tidak tepat dosis dapat mengganggu kesehatan manusia dan penggunaan yang berkepanjangan bisa menimbulkan resistensi larva sehingga diperlukan larvasida alternatif pengganti abate. Granul ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) berpotensi sebagai larvasida alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas ekstrak Daun Pandan Wangi bentuk granul dengan abate dalam menanggulangi jentik-jentik Aedes aegypti L.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Comparison of effectivity of abate usage models in Laboratory of Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin in 2011

Comparison of effectivity of abate usage models in Laboratory of Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin in 2011

pada kontainer abatisasi sistem membran, sistem tabur dan pada kontrol, melakukan abatisasi dengan sistem membran pada kontainer sistem A1 (sistem membran) dan melakukan abatisasi pada kontainer sistem A2 (sistem tabur) dan tidak melakukan abatisasi sistem apapun pada kontainer kontrol, setelah 3 jam, dilakukan uji coba dengan memasukkan jentik Ae. aegypti dengan ukuran dan tingkat kelincahan yang sama sebanyak 10 jentik pada tiap-tiap perlakuan abatisasi termasuk kontrol, pengamatan kematian jentik setelah 1 jam dan setelah 24 jam kontak dengan abate, pencatatan hasil pengamatan, melakukan pengurasan/penggantian air dengan jalan menguras dan mengganti air, dibiarkan selama satu bulan, pada bulan berikutnya dilakukan pengujian selanjutnya seperti pada poin a–e, untuk bulan kedua, ketiga, keempat, kelima dan sampai pada bulan ke enam.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

15. BAB II TINJAUAN PUSTAKA

15. BAB II TINJAUAN PUSTAKA

5 Metode predator/pemangsa jentik, yaitu dengan memberikan pemangsa jentik pada TPA, dengan keberadaan jentiknya adalah 40,0 % meskipun predator bukanlah faktor utama yang mempengaruhi keberadaan jentik di TPA 10 .

10 Baca lebih lajut

CHARACTERISTICS OF CONTINUITY TYPE SUPPORTED BY JENTIK Aedes aegypti IN REGIONAL WORKING PUSKESMAS BULILI

CHARACTERISTICS OF CONTINUITY TYPE SUPPORTED BY JENTIK Aedes aegypti IN REGIONAL WORKING PUSKESMAS BULILI

plastik, nyamuk betina lebih mudah menga- tur posisi tubuh pada waktu meletakkan te- lurnya karena bahan plastik tidak licin se- hingga tungkai(kaki) dari nyamuk dapat meleket pada kontainer. Telur diletakkan secara teratur di atas permukaan air. Pada TPA yang licin seperti keramik, nyamuk tid- ak dapat berpegangan erat dan tidak dapat mengatur posisi tubuhnya dengan baik se- hingga telur disebarkan dipermukaan air dan menyebabkan mati terendam sebelum menetas (Sungkar, 1994). Sementara pada kontainer berbahan dasar karet dan plastik disebabkan karena kondisi sekitar kontainer yang gelap dan lembab juga warna kontainer yang menunjang perkembangan jentik (Hasyimi & Soekirno, 2004).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PERANCANGAN PERANGKAT PROTOTYPE PEMANTAU  PEMANTAU

PERANCANGAN PERANGKAT PROTOTYPE PEMANTAU PEMANTAU

Pada penelitian prototype pemantauan interkoneksi kabel bawah laut dapat dirancang menggunakan pembungkus kedap air sehingga dapat digunakan di dalam air dengan kedalaman ± 1m.. Monitor[r]

11 Baca lebih lajut

Mengelola Sumber Daya Perikanan dengan Prinsip Ekoefisiensi

Mengelola Sumber Daya Perikanan dengan Prinsip Ekoefisiensi

Tambak dikembangkan dekat dengan batas darat yang biasanya berupa hutan bakau, dilakukan dengan pertama kali membuat saluran-saluran agar air payau yang membawa jentik-jentik, anak ikan, dan zat makanan alami dapat masuk ke dalam tambak. Selain itu, air pasang juga bisa masuk melalui saluran-saluran tersebut. Saluran juga berfungsi sebagai pembuangan, karena ikan dan udang memerlukan air laut yang segar. Nah, tambak dengan sistem ini merupakan tambak tradisional.

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...