skala kecerdasan emosi

Top PDF skala kecerdasan emosi:

SKALA PENELITIAN A-1 SKALA KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA KARYAWAN SWASTA A-2 SKALA KECERDASAN EMOSI

SKALA PENELITIAN A-1 SKALA KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA KARYAWAN SWASTA A-2 SKALA KECERDASAN EMOSI

Disela-sela kesibukan Anda, perkenankanlah saya mohon kesediaan Anda untuk mengisi skala yang tersedia dengan sejujur-jujurnya dan sesuai dengan kondisi Anda sekarang. Skala ini dibuat untuk memenuhi kelengkapan penelitian skripsi yang menjadi tugas akhir saya mengenai hubungan antara kecerdasan emosional dengan kecemasan menghadapi pensiun. Semua jawaban dan identitas Anda saya jamin kerahasiaannya dan jawaban yang Anda berikan hanya digunakan untuk penelitian. Atas kesediaan dan kerjasama Anda, saya ucapkan terima kasih.

48 Baca lebih lajut

A-1 Skala Stres Kerja Karyawan A-2 Skala Kecerdasan Emosi

A-1 Skala Stres Kerja Karyawan A-2 Skala Kecerdasan Emosi

61 NO PERNYATAAN Pilihan SS S TS STS 1 Saya merasa bahagia ketika pendapat saya diterima dengan baik oleh atasan SS S TS STS 2 Ketika pendapat saya tidak diterima den[r]

40 Baca lebih lajut

LAMPIRAN A SKALA PENELITIAN A-1 SKALA TOLERANSI BERAGAMA A-2 SKALA KECERDASAN EMOSI

LAMPIRAN A SKALA PENELITIAN A-1 SKALA TOLERANSI BERAGAMA A-2 SKALA KECERDASAN EMOSI

No Pernyataan STS TS S SS 1 Saya merasa senang jika bias bersahabat baik dengan teman yang berbeda agama 2 Saya akan menolak jika dipasangkan dengan teman yang berbeda agama[r]

49 Baca lebih lajut

LAMPIRAN A SKALA PENELITIAN A-1 Skala Kecerdasan Emosi A-2 Skala Pola Asuh Demokratis

LAMPIRAN A SKALA PENELITIAN A-1 Skala Kecerdasan Emosi A-2 Skala Pola Asuh Demokratis

Saya kurang mendapatkan pengakuan dari orang tua tentang kemampuan yang saya 30.. Orang tua kurang memberikan kepercayaan kepada saya ketika saya berkegiatan di luar rumah..[r]

55 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN  PERILAKU PROSOSIAL MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI   Hubungan Antara Kecerdasan Emosi dengan Perilaku Prososial Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN PERILAKU PROSOSIAL MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI Hubungan Antara Kecerdasan Emosi dengan Perilaku Prososial Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecerdasan emosi dan skala perilaku prososial. Skala Kecerdasan Emosi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala yang disusun oleh penulis dengan mengacu pada aspek-aspek kecerdasan emosi dari Goleman (2005) meliputi meliputi yaitu mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, dan membina hubungan. Skala kecerdasan emosi ini terdiri 68 butir aitem yang terdiri dari 34 aitem pernyataan favorabel dan 34 aitem pernyataan unfavorable .
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian yang Digunakan - 12.40.0084 Bayu Suryana Putra   BAB III

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian yang Digunakan - 12.40.0084 Bayu Suryana Putra BAB III

Pada penelitian ini, untuk mendapatkan hasil koefisien korelasi antara skor item dengan skor total yang terdapat pada skala kecerdasan emosi dan skala pola asuh demokratis, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Karl Pearson seta dikoreksi dengan menggunakan partwholedan serta untuk proses perhitungan uji validitas alat ukur, penulis akan menggunakan program computer.

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN STRES AKADEMIK MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS  Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Stres Akademik Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN STRES AKADEMIK MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Stres Akademik Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan tahun 2013 berjumlah 100 orang yang masih aktif mengikuti kegiatan perkuliahan. Teknik pengambilan subjek yang digunakan adalah metode quota sampling. Adapun skala yang digunakan adalah skala kecerdasan emosi, mengacu pada aspek yang dikemukakan oleh Goleman dan skala stres akademik yang mengacu pada aspek yang dikemukakan Sarafino (1998), skala kecerdasan emosi dan skala stres akademik peneliti memodifikasi dari skala sebelumnya. Berdasarkan analisis product moment diperoleh nilai koefisien korelasi yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara kecerdasan emosi dengan stres akademik. Artinya semakin tinggi kecerdasan emosi maka akan semakin rendah stres akademik mahasiswa dan sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosi mahasiswa maka akan semakin tinggi stres akademik mahasiswa. Kecerdasan emosi pada subjek penelitian tergolong tinggi dan stres akademik pada subjek penelitian tergolong sedang. Gejala yang mendominasi penyebab munculnya stres akademik mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta adalah gejala psikis (kognisi dan emosi).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN  Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB).

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB).

sebagai kajian dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang psikologi dan memberi kontribusi teoritis khususnya mengenai hubungan antara kecerdasan emosi dengan organization citizenship behavior (OCB) pada pegawai, tidak terbatas pada pegawai negeri saja, namun pada pegawai atau karyawan swasta juga. Bagi peneliti selanjutnya, pada uji validitas dan reliabilitas hendaknya menggunakan jumlah responden yang lebih besar dari penelitian ini sehingga kemungkinan item-item valid akan diperoleh lebih banyak; memperbaiki skala kecerdasan emosi dengan organization citizenship behavior (OCB) pada pegawai
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

The Correlation of Emotional Intelligence with Teacher Performance of SMA Negeri 2 Ngawi - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

The Correlation of Emotional Intelligence with Teacher Performance of SMA Negeri 2 Ngawi - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Goleman (2005, h. 45) menyatakan kecerdasan emosi merupakan kemampuan emosi yang meliputi kemampuan untuk mengendalikan diri, memiliki daya tahan ketika menghadapi suatu masalah, mampu mengendalikan impuls, memotivasi diri, mampu mengatur suasana hati, kemampuan berempati dan membina hubungan dengan orang lain. Kecerdasan emosi dalam penelitian ini adalah keterampilan individu untuk mengenali emosi diri dan orang lain, memahami emosi diri sendiri dan orang lain, menggunakan emosi yang digunakan dalam berfikir, serta mengatur dan mengontrol emosi positif maupun negatif dan menggunakan informasi untuk menuntun pikiran, tindakan dan pengembangan intelektual yang diungkap dengan Skala Kecerdasan Emosi yang disusun berdasarkan aspek-aspek yang disusun dengan aspek kecerdasan emosi menurut Salovey dan Mayer yaitu mengenali emosi diri senndiri dan orang lain, memahami emosi diri sendiri dan orang lain, menggunakan emosi secara efektif, mengatur dan mengendalikan emosi diri sendiri dan orang lain.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KECERDASAN EMOSI DENGAN INTENSI TURNOVER PADA KARYAWAN

KECERDASAN EMOSI DENGAN INTENSI TURNOVER PADA KARYAWAN

Intensi turnover merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari dalam sebuah lingkungan perusahaan. Fenomena ini mampu memberikan isu positif maupun negatif bagi perusahaan dan karyawan itu sendiri yang tentu saja dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Kecerdasan emosi merupakan salah satu prediktor terjadinya fenomena intensi turnover ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan intensi turnover pada karyawan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan negatif antara kecerdasan emosi dengan intensi turnover pada karyawan. Desain penelitian bersifat non-eksperimental kuantitatif dengan menggunakan skala kecerdasan emosi yang diadaptasi dari Schutte Emotional Intelligence Scale (SEIS, Schutte dkk., 1998) dan skala intensi turnover yang diadopsi dari Hanza (2014) sebagai instrumen penelitian. Subjek penelitian yang dilibatkan adalah karyawan yang berada di Kabupaten Lumajang sebanyak 348 orang dengan menggunakan metode nonprobabilty sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan intensi turnover, dengan nilai r sebesar 0,128 dan nilai p = 0,017 (p<0,05). Hal ini berarti hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hipotesis peneliti.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Kecerdasan Emosi dan Penyesuaian Diri pada Siswa SMA yang Tinggal di Tempat Kost

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Kecerdasan Emosi dan Penyesuaian Diri pada Siswa SMA yang Tinggal di Tempat Kost

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dan penyesuaian diri pada siswa SMA yang tinggal di tempat kost. Siswa sebanyak 50 orang diambil sebagai sampel yang dilakukan dengan menggunakan teknik sampel insidental. Metode penelitian yang dipakai dalam pengumpulan data yaitu skala kecerdasan emosi yang dilakukan dengan skala Emotional Intelligence oleh Schutte et al (1998), berdasarkan aspek-aspek kecerdasan emosi yang diungkapkan oleh Goleman (2002), untuk mengukur kecerdasan emosi siswa dan skala penyesuaian diri yang disusun oleh Baker & Siryk (1999), berdasarkan aspek-aspeknya yang kemudian penulis gunakan sebagai alat ukur untuk mengukur penyesuaian diri siswa. Teknik analisa data yang dipakai adalah teknik korelasi product moment. Dari hasil analisa data diperoleh koefisien korelasi (r) -0,065 dengan P < 0,05 yang berarti tidak ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dan penyesuaian diri siswa SMA yang tinggal di tempat kost. Hal ini bermakna bahwa kecerdasan emosi tidak berhubungan dengan penyesuaian diri siswa.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 15 YOGYAKARTA.

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 15 YOGYAKARTA.

yang mengungkapkan tentang hubungan antara kecerdasan emosi dengan keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Yogyakarta. Dalam penelitian ini menggunakan dua skala yaitu skala kecerdasan emosi dan skala keterampilan komunikasi interpersonal. Skala ini menggunakan pedoman skala Likert dengan menggunakan empat pilihan jawaban yaitu sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak sesuai (TS), sangat tidak sesuai (STS). Skala disajikan dalam pernyataan yang positif (favorable) dan negatif (unfavorable) dengan penskoran pertanyaan positif (favorable) SS dengan penilaian 4, S mendapatkan penilaian 3, TS dengan penilaian 2, STS mendapatkan penilaian 1 dan untuk pernyataan negatif (unfavorable) bobotnya adalah SS mendapatkan penilaian 1, S mendapatkan penilaian 2, TS mendapatkan penilaian 3, STS mendapatkan penilaian 4.Namun sebelum menyusun kisi-kisi instrumen penelitian, peneliti menyusun definisi operasional terlebih dahulu yang selanjutnya dijabarkan ke dalam butir-butir pernyataan.. Adapun definisi operasional sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Kecerdasan Emosi Siswa SMA Negeri 2 Salatiga Ditinjau dari Jenis Kelamin

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Kecerdasan Emosi Siswa SMA Negeri 2 Salatiga Ditinjau dari Jenis Kelamin

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyak terjadinya tawuran antar pelajar yang pada umumnya dilakukan oleh siswa laki-laki. Santrock (2003), menyatakan bahwa masyarakat pada umumnya wanita lebih dewasa dan lebih matang secara emosional dari pada laki-laki, dan seorang laki-laki cenderung melampiaskan kemarahannya dengan tindakan fisik seperti memukul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecerdasan emosi siswalaki-laki dan siswa perempuan SMA Negeri 2 Salatiga . Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 2 Salatiga. Sampel dalam penelitian ini adalah 99 siswa yang terdiri dari 45 siswa laki-laki dan 54 siswa perempuan. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel diperoleh dengan cluster random sampling . Metode yang digunakan dalam pengambilan data menggunakan skala kecerdasan emosi yang dimodifikasi dari skala kecerdasan emosi Wong (2000) berdasarkan teori Goleman (2001). Menganalisis hasil penelitian menggunakan uji-t. Variabel kecerdasan emosi diukur dengan menggunakan skala kecerdasan emosi yang terdiri dari 32 item pernyataan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis uji-t dan diperoleh nilai signifikasi 0,964 (p > 0,05). Dengan demikian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan kecerdasan emosi antara siswa laki-laki dan siswa perempuan, dan rata-rata kecerdasan emosi siswa laki-laki dan perempuan sama-sama tinggi.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Stimulasi Kecerdasan Emosi

Stimulasi Kecerdasan Emosi

UNTUK sukses dalam hidup, peran IQ ternyata hanya 20 persen. Selebihnya oleh kecerdasan emosi (Emotional Intelligence/EI). Marsha Sinetar (tahun 2000) menemukan pentingnya peran kecerdasan spiritual (Spiritual Intelligence). Selain IQ, kecerdasan sosial lainnya juga bisa ditingkatkan.

2 Baca lebih lajut

KECERDASAN EMOSI SISWA AKSELERASI(Studi Deskriptif pada Siswa Akselerasi SMA Negeri 3 Malang)

KECERDASAN EMOSI SISWA AKSELERASI(Studi Deskriptif pada Siswa Akselerasi SMA Negeri 3 Malang)

Emosi merupakan salah satu aspek yang mempunyai pengaruh besar terhadap sikap manusia. Tanpa emosi kehidupan akan menjadi tidak berwarna dan kurang hidup. Begitu pula dengan kecerdasan emosi, kecerdasan intelektual yang tidak diimbangi dengan kecerdasan emosi juga dapat berakibat buruk bagi kehidupan masyarakat. Suatu bangsa dapat melahirkan generasi- generasi yang cerdas secara intelektual tapi kurang peka dengan lingkungan sekitarnya. Terlebih budaya masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi kehidupan bermasyarakat dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran dan faktor penghambat kecerdasan emosi siswa yang mengikuti program akselerasi. Program kelas percepatan yang masih baru di dunia pendidikan Indonesia.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN  Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB).

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB).

0,425 dengan sig= 0,000; (p < 0,01) yang berarti terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kecerdasan emosi dengan organizational citizenship behavior pada pegawai di-10 kecamatan kabupaten Sukoharjo. Sumbangan efektif (SE) kecerdasan emosi dengan organization citizenship behavior (OCB) sebesar 18,1% ditunjukkan oleh koefisien determinasi (r²) atau nilai R square sebesar 0,181. Masih terdapat 81,9% faktor lain yang mempengaruhi organization citizenship behavior (OCB). Hasil analisis variabel kecerdasan emosi diketahui bahwa rerata empirik (RE) sebesar 122,19 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 102,5 yang berarti variabel kecerdasan emosi termasuk dalam kategori tinggi. Variabel organization citizenship behavior (OCB) mempunyai rerata empirik (RE) sebesar 78,5 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 62,5 yang berarti variabel organization citizenship behavior (OCB) termasuk dalam kategori tinggi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KECERDASAN EMOSI final

KECERDASAN EMOSI final

Apabila dikaitkan dengan prestasi belajar, maka kecerdasan emosi merupakan salah satu faktor yang juga turut menentukan prestasi. Individu yang memiliki IQ yang tinggi diharapkan akan menghasilkan prestasi belajar yang tinggi, karena IQ seringkali dianggap modal potensial yang memudahkan seseorang dalam belajar, maka seringkali muncul anggapan bahwa IQ merupakan faktor yang menunjang prestasi belajar yang baik. Bahkan ada sebagian masyarakat yang menempatkan IQ melebihi porsi yang seharusnya. Seseorang menganggap hasil tes IQ yang tinggi merupakan jaminian kesuksesan belajar seseorang sebaliknya IQ yang rendah merupakan vonis akhir bagi individu bahwa dirinya tidak mungkin mencapai prestasi belajar yang baik. Anggapan semacam ini tidaklah tepat, karena masih banyak faktor yang ikut menentukan prestasi, terutama EQ serta SQ (spiritual quotient). Anggapan yang tidak tepat tersebut bisa berdampak tidak baik bagi individu karena dapat melemahkan motivasi belajar yang justru dapat menjadi awal dari kegagalan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Untuk itu, perlu dipahami bahwa kesuksesan belajar tidak hanya ditentukan dengan kecerdasan yang dimiliki, tetapi juga bagaimana mengendalikan diri sendiri.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Kecerdasan Emosi dan Hubungannya Dengan

Kecerdasan Emosi dan Hubungannya Dengan

Sejak kebelakangan ini, media massa banyak menyiarkan tentang masalah cetusan emosi (emotional outburst) yang berlaku dalam kehidupan seharian seseorang (Berita Harian, 24 Ogos 2000; New Straits Times, 26 May 2003; & Utusan Malaysia, 4 Januari 2002). Cetusan emosi ini dilaporkan timbul dalam suasana pekerjaan dan juga kehidupan peribadi. Beberapa contoh peristiwa cetusan emosi yang berlaku dalam persekitaran pekerjaan yang telah dilaporkan oleh media massa, umpamanya, seorang guru besar didapati telah membaling komputer dari tingkat satu ke tingkat bawah bangunan sekolah akibat salah faham (Berita Harian, 24 Ogos 2000). Terdapat juga contoh yang melibatkan perhubungan guru-pelajar, di mana seorang guru telah didapati menampar pelajarnya yang dikatakan terlalu banyak bercakap dalam kelas. Perbuatan beliau telah menimbulkan rasa takut pelajar untuk datang ke sekolah (Berita Harian, 3 September 2003). Peristiwa sedemikian juga telah menimbulkan kemarahan ibubapa terhadap pihak sekolah yang kelihatan tidak dapat membendung tingkahlaku agresif guru-guru. Persoalannya ialah, kenapa cetusan emosi ini terjadi? Adakah ianya timbul daripada faktor persekitaran atau adakah ianya tercetus daripada faktor peribadi seperti kebolehan seseorang mengawal emosi?
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VII DI SMP N 1 SAMBONG  Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dengan Prestasi BElajar Pada Siswa Kelas VII Di SMP N 1 Sambong Kabupaten Blora.

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VII DI SMP N 1 SAMBONG Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dengan Prestasi BElajar Pada Siswa Kelas VII Di SMP N 1 Sambong Kabupaten Blora.

Suatu pendidikan, belajar menjadi cara untuk menunjukkan adanya suatu perubahan positif hingga nantinya didapatkan ketrampilan serta pengetahuan baru. Belajar merupakan kebutuhan semua orang, sebab dengan belajar seseorang dapat memahami atau menguasai sesuatu sehingga kemampuannya dapat ditingkatkan. Dalam mempelajari dan menyesuaikan suatu pelajaran yang ada di sekolah, banyak siswa SMP yang menghadapi segala persoalan pada dirinya yang menuntut waktu, tenaga dan pikiran siswa. Misalkan tentang kegiatan yang ada di dalam lingkup mata pelajaran sekolah, kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan umum lainnya serta siswa harus menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah maupun diluar sekolah. Hal tersebut harus seimbang agar siswa dapat meraih prestasi belajar yang baik. Prestasi belajar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor meliputi 1) jasmani yaitu faktor kesehatan tubuh, 2) psikologis yaitu intelegensi (EQ dan IQ), perhatian, minat, bakat motif, kematangan, kesiapan dan efikasi diri. Apabila intelegensi siswa tergolong tinggi maka prestasi belajar pun tinggi, begitu juga sebaliknya. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas VII SMP N 1 Sambong Kabupaten Blora. Hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar siswa kelas VII di SMP N 1 Sambong Kabupaten Blora.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...