SMA N 1 SEYEGAN

Top PDF SMA N 1 SEYEGAN:

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI ORANG TUA DAN ANAK TENTANG SEKS DENGAN PERILAKU SEKS REMAJA DI SMA N 1 SEYEGAN SLEMAN YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Antara Komunikasi Orang Tua Dan Anak Tentang Seks Dengan Perilaku Seks Remaja Di SMA N 1 Seyegan Sleman

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI ORANG TUA DAN ANAK TENTANG SEKS DENGAN PERILAKU SEKS REMAJA DI SMA N 1 SEYEGAN SLEMAN YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Antara Komunikasi Orang Tua Dan Anak Tentang Seks Dengan Perilaku Seks Remaja Di SMA N 1 Seyegan Sleman

Latar belakang: Pembicaraan seputar seks masih dianggap tabu untuk dibicarakan antara orang tua dan anak remajanya. Remaja yang berharap mendapatkan informasi mengenai seks dari orangtuanya justru tidak mendapatkannya karena terbatasnya komunikasi antara orang tua dan anak tentang seks. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara komunikasi orang tua dan anak tentang seks dengan perilaku seks remaja di SMA N 1 Seyegan Sleman Yogyakarta Tahun 2011. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif dengan metode pendekatan waktu cross-sectional. Variabel bebas adalah komunikasi orang tua dan anak tentang seks. Dan variabel terikatnya adalah perilaku seks remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA N I Seyegan Sleman Yogyakarta Tahun 2011 yang tinggal bersama orangtuanya dan memiliki usia 15-18 tahun sebanyak 616 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 68 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling secara undian. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner tertutup. Analisis data menggunakan korelasi Kendall Tau. Hasil: Hasil pengujian korelasi Kendall Tau menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,023 yang berarti ada hubungan antara komunikasi orang tua dan anak tentang seks dengan perilaku seks remaja di SMA N 1 Seyegan Sleman Yogyakarta Tahun 2011. Kesimpulan: Komunikasi orang tua dan anak tentang seks dalam kategori kurang (87%), perilaku seks remaja dalam kategori cukup (57%), ada hubungan positif signifikansi antara komunikasi orang tua dan anak tentang seks dengan perilaku seks remaja di SMA N 1 Seyegan Sleman Yogyakarta tahun 2011.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMA N 1 SEYEGAN.

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMA N 1 SEYEGAN.

Situasi dan kondisi disekolah cukup nyaman dan kondusif untuk belajar, dengan areal tanah seluas 3,05 Hektar, dengan berbagai fasilitas yang cukup baik dan lengkap dalam mendukung proses pembelajaran. Situasi kondusif juga didukung oleh Pendidik dan tenaga kependidikan yang terkualifikasi. Pembangunan gedung Sekolah dimulai pada tahun 1983 dan selama gedung belum dapat ditempati untuk sementara rombongan belajar dititipkan, dan diampu oleh SMA N 4 Yogyakarta. Kemudian mulai bulan April tahun 1984 seluruh siswa sudah menempati gedung baru di SMA N 1 Seyegan yang beralamatkan di Tegal Gentan Margoagung Seyegan Sleman. Dengan jumlah kelas pertama sebanyak 3 Rombongan Belajar (Rombel) atau 3 kelas. Setiap Rombel terdiri dari 44 peserta/siswa dikalikan tiga menjadi 132 siswa.
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA N 1 SEYEGAN.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA N 1 SEYEGAN.

SMA N 1 Seyegan yang telah berusia 30 tahun ini menempati areal tanah seluas 3,5 hektar. Dari tingkat kepercayaan pemerintah/Akreditasi Sekolah, sejak tahun 2004 sampai sekarang SMA N 1 Seyegan berpredikat A. Bahkan dalam perkembangan berikutnya oleh lembaga penjaminan mutu / LPMP DIY pada awal tahun 2011 SMA N 1 Seyegan ditunjuk dan ditetapkan sebagai sekolah Model Penjaminan Mutu untuk tingkat SLTA bersama – sama dengan SMA N 1 Pleret. Selain itu masih banyak prestasi-prestasi yang dicapai oleh SMA Negeri 1 Seyegan. Daftar prestasi yang diraih selama tiga tahun terakhir terlampir.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMA N 1 SEYEGAN Tegal Gentan, Margoagung, Seyegan, Sleman.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMA N 1 SEYEGAN Tegal Gentan, Margoagung, Seyegan, Sleman.

Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Negeri Yogyakarta semester khusus tahun 2016 berlokasi di SMA N 1 Seyegan yang terletak di Tegal Gentan, Margoagung, Seyegan, Sleman. Program PPL di SMA N 1 Seyegan dilaksanakan pada tanggal 15 Juli sampai dengan 15 September 2016. Kegiatan PPL yang dilakukan meliputi tahap persiapan, praktik mengajar, dan pelaksanaan. Penulis telah melakukan kegiatan pembelajaran di kelas sebanyak 8 kali pertemuan di kelas X MIPA 2 dan 17 kali pertemuan di kelas XI IPS 1. Materi yang diajarkan adalah Bab Fisika dan Pengukuran pada Kelas X MIPA 2 dan Bab Hukum Gravitasi Newton pada Kelas XI IPS 1. Berbagai metode dan media pembelajaran digunakan selama proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

137 Baca lebih lajut

PENGARUH KONTROL DIRI TERHADAP NARCISSISTIC PERSONALITY DISORDER PADA PENGGUNA JEJARING SOSIAL INSTAGRAM DI SMA N 1 SEYEGAN.

PENGARUH KONTROL DIRI TERHADAP NARCISSISTIC PERSONALITY DISORDER PADA PENGGUNA JEJARING SOSIAL INSTAGRAM DI SMA N 1 SEYEGAN.

Berikut merupakan skala kontrol diri dan skala narcissistic personality disorder pada pengguna jejaring sosial instagram di SMA N 1 Seyegan. Skala ini disusun untuk memperoleh data tentang tingkat kontrol diri dan tingkat narcissistic personality disorder pada pengguna instagram, yang kemudian akan bermanfaat bagi pengembangan ilmu bimbingan dan konseling khususnya layanan bimbingan pribadi-sosial. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati mohon kesediaan rekan-rekan agar dapat meluangkan waktu untuk memberikan jawaban yang sejujur-jujurnya pada daftar pernyataan yang telah saya lampirkan. Jawaban yang diberikan tidak akan dinilai benar atau salah, serta tidak berpengaruh terhadap nilai akademik di sekolah. Semua data yang masuk akan dijamin kerahasiaannya, dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. Atas kesediaan rekan-rekan dalam menjawab skala ini, saya sampaikan terima kasih.
Baca lebih lanjut

207 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMA N 1 SEYEGAN.

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMA N 1 SEYEGAN.

SMA N 1 Seyegan merupakan lembaga pendidikan Sekolah Menengah Atas yang beralamat di Desa Margoagung, Seyegan, Sleman. Lokasi SMA N 1 Seyegan sangat strategis baik dilihat dari aspek transportasi maupun lingkungan. Lingkungan sekitar sekolah sangat tenang dan jauh dari kebisingan kota, sehingga sangat nyaman untuk belajar. Gedung sekolah SMA N 1 Seyegan ini juga masih sangat layak untuk kegiatan belajar mengajar. Secara keseluruhan luas SMA N 1 Seyegan kurang lebih 3 hektar, dengan 60 ruang, yang meliputi ruang kelas, ruang guru, laboratorium, lapangan dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMA N 1 SEYEGAN.

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMA N 1 SEYEGAN.

SMA N 1 Seyegan merupakan lembaga pendidikan Sekolah Menengah Atas yang beralamat di Desa Margoagung, Seyegan, Sleman. Lokasi SMA N 1 Seyegan sangat strategis baik dilihat dari aspek transportasi maupun lingkungan. Lingkungan sekitar sekolah sangat tenang dan jauh dari kebisingan kota, sehingga sangat nyaman untuk belajar. Gedung sekolah SMA N 1 Seyegan ini juga masih sangat layak untuk kegiatan belajar mengajar. Secara keseluruhan luas SMA N 1 Seyegan kurang lebih 3 hektar, dengan 60 ruang, yang meliputi ruang kelas, ruang guru, laboratorium, lapangan dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) LOKASI SMA N 1 SEYEGAN.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) LOKASI SMA N 1 SEYEGAN.

menimbulkan sikap emosional ketika bertemu dengan “x”. Konseli dalam proses konseling ini berjumlah 4 siswa dari kelas XI IIS 2, XI MIIA 4, XII IIS 1,XII IIS 2, yang berinisial BR, HA, DK, dan SS. Pendekatan yang digunakan adalah RET. Dimana keyakinan ini muncul karena ada Antesedence (penyebab) yang melatarbelakangi keyakinan tersebut, keyakinan itu menimbulkan konsekuensi yaitu sikap emosiona jika dihadapkan dengan si “X”. DK Mengungkapkan bahwa sampai sekarang dia masih belum dapat menyesuaikan diri dengan salah satu teman. Hal ini disebabkan karena temannya tersebut pernah membuat teman- teman yang lain marah dan menanggung malu karena tingkah lakunya. HA mengungkapkan bahwa si “x” sulit untuk dipahami. SS menyampaikan bahwa ketika dirinya berbicara dengan si “x” rasanya pengen marah. Dia mengungkapkan bahwa tidak hanya dirinya saja yang emosional ketika berhadapan dengan si “x” namun teman -temannya yang lain juga emosional ketika berhadapan dengan si “x”. Hal ini terbawa ke kehidupan sosialnya diaman masing-masing anak tersebut memiliki keyakinan bahwa si “x” itu menyebalkan dan mereka memilih untuk menjauhi si “x”. Pendekatan yang digunakan adalah RET dimana seseorang memiliki keyakinan yang irrasional karena terdapat hal yang melatarbelakangi keyakinannya tersebut. Dan setiap keyakinan yang dimiliki individu menimbulkan suatu konsekuensi.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) LOKASI SMA N 1 SEYEGAN Tegalgentan, Margoagung, Seyegan, Sleman, Yogyakarta.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) LOKASI SMA N 1 SEYEGAN Tegalgentan, Margoagung, Seyegan, Sleman, Yogyakarta.

Layanan referal dilakukan terhadap siswa kelas XII IPS 1 yang berinisial IR. Atas kemauannya sendiri siswa meminta untuk direferalkan ke psikolog. Siswa mengaku mengalami psikosomatis dan sangat sensitif dengan masalah- masalah baik yang kecil atau yang besar. Siswa menjadi sering sekali tidak berangkat ke sekolah karena alasan sakit. Orang tuanya juga sangat khawatir dengan keadaan anaknya. Psikolog didatangkan ke sekolah dari Puskesmas Seyegan. Menurut Psikolog yang menangani IR mengungkapkan bahwa IR harus belajar untuk tidak terlalu sensitif dan menjadikan beban masalah-masalah kecil. IR membutuhkan pengawasan dan pendampingan lanjutan dari guru BK.
Baca lebih lanjut

195 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) LOKASI SMA N 1 SEYEGAN Tegalgentan, Margoagung, Seyegan, Sleman, Yogyakarta.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) LOKASI SMA N 1 SEYEGAN Tegalgentan, Margoagung, Seyegan, Sleman, Yogyakarta.

Laporan ini merupakan gambaran dari kegiatan PPL yang telah dilakukan mahasiswa praktikan mulai tanggal 10 Agustus 2015 sampai 12 September 2015. Dalam kurun waktu tersebut penyusun telah melaksanakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan layanan Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 1 Seyegan. Saya menyadari bahwa PPL tidak akan berjalan dengan baik tanpa bantuan, bimbingan dan pengarahan serta kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini praktikan mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Rochmat Wahab, MA selaku rektor Universitas Negeri
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMA N 1 SEYEGAN Disusun Sebagai Pertanggungjawaban Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Akademik 2016/2017.

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMA N 1 SEYEGAN Disusun Sebagai Pertanggungjawaban Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Akademik 2016/2017.

Tujuan pembelajaran sebagaimana dinyatakan dalam kurikulum, berbentuk kompetensi yang terdiri atas (1) kompetensi sikap spiritual, (2) kompetensi sikap sosial, (3) kompetensi pengetahuan pengetahuan, dan (4) kompetensi keterampilan. Rumusan kompetensi sikap spiritual, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”; kompetensi sikap sosial, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yakni keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan digunakan sebagai dasar bagi guru dalam menumbuhkan dan mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.
Baca lebih lanjut

252 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMA N 1 SEYEGAN Tegal Gentan, Margoagung, Seyegan, Sleman.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMA N 1 SEYEGAN Tegal Gentan, Margoagung, Seyegan, Sleman.

SMA Negeri 1 Seyegan Sleman merupakan salah satu tempat tujuan diadakannya program PPL 2016. Observasi terhadap situasi dan kondisi sekolah dilakukan untuk memudahkan pembuatan perumusan program.Perancangan program disesuaikan dengan jadwal PPL selama kurang lebih tiga bulan. Program-program yang disusun tentunya juga diselaraskan dengan tujuan dari kegiatanPPL 2016.Berdasarkan hasil observasi dan analisis situasi yang telah dilaksanakan, dapat dirumuskan beberapa rancangan program kelompok maupun program individu. Rancangan program kelompok, diuraikan dalam laporan kelompok. Observasi yang penyusun lakukan memperlihatkan bahwa motivasi siswa terhadap mata pelajaran Biologi lumayan bagus, namun demikian kadang siswa merasa jenuh bila metode yang digunakan monoton dan tidak bervariasi.
Baca lebih lanjut

197 Baca lebih lajut

TINGKAT KONDISI FISIK PESERTA EKTRAKURIKULER FUTSAL KELAS KHUSUS OLAHRAGA DI SMA N 2 NGAGLIK DAN SMA N 1 SEYEGAN KABUPATEN SLEMAN DIY.

TINGKAT KONDISI FISIK PESERTA EKTRAKURIKULER FUTSAL KELAS KHUSUS OLAHRAGA DI SMA N 2 NGAGLIK DAN SMA N 1 SEYEGAN KABUPATEN SLEMAN DIY.

Futsal berasal dari bahasa spanyol atau portugis yaitu futbol dan sala. Kendatipun secara pengertian, futsal merupakan permainan bola yang dimainkan di ruangan tertutup, permainan ini dapat dilakukan di ruang terbuka tergantung situasi dan kondisi yang ada. Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani saat piala dunia di gelar di Uruguay (Asmar Jaya, 2008: 1). Futsal merupakan olahraga permainan yang cukup digemari hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun juga menyukai permainan futsal, bahkan tidak hanya laki – laki saja yang memainkannya, tapi permainan ini mulai diminati oleh para wanita. Permainan futsal berkembang dan masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 1998 – 1999 dan pada tahun 2000 an permainan futsal mulai dikenal dimasyarakat. Pada saat itulah permainan futsal mulai berkembang dengan maraknya klub futsal di Indonesia.
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMA N 1 SEYEGAN Tegal Gentan, Margoagung, Seyegan, Sleman.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMA N 1 SEYEGAN Tegal Gentan, Margoagung, Seyegan, Sleman.

Pengembangan kurikulum Biologi SMA tidak terlepas dari trend masa depan dalam lingkup Biologi, terutama kebutuhan kehidupan dari penerapan Biologi dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi yang didasarkan pada proses biologi menjadi salah satu ciri Abad 21 untuk menyelesaikan masalah kehidupan yang semakin rumit dan kompleks sehingga memerlukan solusi yang efektif dan efisien yang ramah lingkungan. Trens masa depan seperti: 1) Biomimetik: Peniruan mekanisme alam untuk menciptakan produk baru; 2) Photonics: Penggunaan cahaya untuk menciptakan produk baru; 3) Nanobiotech: Kombinasi nanoteknologi dengan bioteknologi; 4) Genomik terarah: Pemanfaatan informasi genetik untuk menghasilkan obat, makanan, dan alat-alat yang lebih aman; 5) Biodeteksi: Pemanfaatan informasi biologis untuk mengetahui risiko dan penyakit; 6) Alat-alat neuro: Penciptaan mesin-mesin mikro untuk meningkatkan atau memperbaiki kerja otak; 7) Nanoenergy: Kombinasi nanotech dan energi untuk menciptakan bahan bakar yang dapat diperbaharui; dan 8) Quantum Encryption: Penggunaan komputasi kuantum untuk melindungi jaringan, produk, dan manusia. Dari delapan trend masa depan empat hal berkaitan dengan biologi. Maka untuk menjawab kebutuhan jaman kurikuum BIologi dikembangkan dengan kompetensi yang menuntut kecakapan biologi yang berupa keterampilan proses dalam aspek kerja ilmiah.
Baca lebih lanjut

172 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN ( PPL ) SMA NEGERI 1 SEYEGAN.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN ( PPL ) SMA NEGERI 1 SEYEGAN.

Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai tujuan pembelajaran terutama untuk mencapai tujuan belajar berdasarkan Kurikulum Perpustakaan SMA N 1 Seyegan merupakan salah satu sumber pembelajaran serta sumber intelektual yang amat penting dalam fungsinya sebagai pusat layanan informasi yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Keberadaan Perpustakaan tersebut tidak lepas dari institusi induknya yaitu SMA Negeri 1 Seyegan. Perpustakaan terletak sebelah kanan ruang guru dan menghadap ke timur. Penulisan peminjaman buku masih dilakukan secara manual, namun saat ini sudah direncanakan untuk menggunakan sistem komputerisasi. Di perpustakaan terdapat fasilitas fotocopy sehingga sarana kegiatan belajar mengajar siswa dapat terpenuhi dengan baik.
Baca lebih lanjut

150 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMA NEGERI 1 SEYEGAN SEYEGAN Tegal Gentan, Margoagung, Seyegan, Sleman.

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMA NEGERI 1 SEYEGAN SEYEGAN Tegal Gentan, Margoagung, Seyegan, Sleman.

Praktik mengajar merupakan kegiatan inti dari pelaksanaan program PPL. Mahasiswa mempraktikan keterampilan mengajar yang selama ini telah mereka pelajari di bangku perkuliahan terhadap peserta didik di sekolah yang menjadi tempat praktik yaitu di SMA N 1 Seyegan. Dalam PPL ini praktikan mengampu mata diklat Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi untuk kelas XI IPS 1, XI IPS 2 dan XI KKO SMA N 1 Seyegan yang dilakukan secara team teaching.

Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMA NEGERI 1 SEYEGAN SEYEGAN Tegal Gentan, Margoagung, Seyegan, Sleman.

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMA NEGERI 1 SEYEGAN SEYEGAN Tegal Gentan, Margoagung, Seyegan, Sleman.

Praktik mengajar merupakan kegiatan inti dari pelaksanaan program PPL. Mahasiswa mempraktikan keterampilan mengajar yang selama ini telah mereka pelajari di bangku perkuliahan terhadap peserta didik di sekolah yang menjadi tempat praktik yaitu di SMA N 1 Seyegan. Dalam PPL ini praktikan mengampu mata diklat Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi untuk kelas XI IPS 1, XI IPS 2 dan XI KKO SMA N 1 Seyegan yang dilakukan secara team teaching.

31 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN METODE SNOWBALL THROWING DALAM PEMBELAJARAN GRAMATIK BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 SEYEGAN SLEMAN.

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN METODE SNOWBALL THROWING DALAM PEMBELAJARAN GRAMATIK BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 SEYEGAN SLEMAN.

Setelah dilakukan penelitian yang selanjutnya dilanjutkan dengan olah data yang didapatkan dari lapangan, metode konvensional dirasa kurang efektif dalam pembelajaran gramatik bahasa Jerman di SMA Negeri 1 Seyegan Sleman. Metode konvensional yang masih menjadikan guru sebagai pusat pembelajaran membuat peserta didik tidak aktif selama pembelajaran di kelas. Guru yang menerapkan metode konvensional hanya memberikan penjelasan tentang materi dan memberikan catatan pada peserta didik di papan tulis. Namun terkadang tidak semua peserta didik di kelas tersebut mau untuk mencatat. Kegiatan mendengarkan penjelasan dan menyalin catatan tersebut merupakan kegiatan yang pasif dan sangat minim dari kegiatan fisik para peserta didik. Hal ini jelas sangat berbeda dengan pembelajaran yang disampaikan dengan metode Snowball Throwing.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Persepsi guru terhadap sertifikasi ditinjau dari tingkat pendidikan, status, dan masa kerja guru : studi kasus guru-guru SMA N1 Bantul, SMA N1 Sedayu, SMA N1 Kasihan di Kabupaten Bantul.

Persepsi guru terhadap sertifikasi ditinjau dari tingkat pendidikan, status, dan masa kerja guru : studi kasus guru-guru SMA N1 Bantul, SMA N1 Sedayu, SMA N1 Kasihan di Kabupaten Bantul.

Sertifikasi merupakan proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dan dosen. Sertifikat ini diberikan kepada guru dan dosen sebagai bukti kualitas calon pendidik, sehingga setiap orang yang memiliki sertifikat pendidik telah dinilai dan diyakini mampu melaksanakan tugas mendidik, mengajar dan melatih peserta didik. Adapun alat yang digunakan untuk mengukur kualitas calon pendidik tersebut disebut uji sertifikasi. Sertifikat pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi yang disebut LPTK (Lembaga Pelatihan Tenaga Kependidikan) dan ditetapkan oleh Pemerintah. Sertifikasi ini akan menimbulkan dampak yang positif terhadap profesi guru di tanah air. Selain kualitasnya meningkat, guru juga mendapat pengakuan dari pemerintah atas profesinya sebagai guru. Sertifikasi mengajar ini sangat penting dimiliki oleh para pendidik, karena berdasarkan sertifikat ini guru dan dosen dinyatakan mampu melaksanakan tugas mendidik, mengajar dan melatih peserta didik. Namun kondisi nyata di lapangan menunjukkan, dari 1,6 juta guru di Indonesia tidak satupun yang memegang sertifikasi mengajar. Banjarmasin Post (1 Januari 2006). Upaya yang harus ditempuh guru untuk mendapatkan sertifikasi ini cukup sulit karena harus memenuhi beberapa persyaratan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN ( PPL ) SMA NEGERI 1 SEYEGAN.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN ( PPL ) SMA NEGERI 1 SEYEGAN.

Masjid SMA Negeri 1 Seyegan terdiri dari satu lantai. Tempat sholat akhwat di baris belakang, dan bagian depan merupakan daerah ikhwan. Pada bagian depan masjid terdapat batas suci, tempat meletakkan sesuatu. Didepan masjid terdapat serambi yang biasanya digunakan untuk area berkumpul atau rapat organisasi kerohanian islam. Fasilitas akhwat berupa mukena,sajadah, Al-Qur’an, buku tuntunan shalat, diletakkan di dalam etalase. Fasilitas lainnya berupa kipas angin, alat kebersihan (sapu dan kemoceng), kaca yang dipasang di dinding, serta karpet sajadah yang sudah tergelar di lantai. Fasilitas masjid sangat baik dan nyaman. Terdapat juga tempat wudhu dan 4 buah toilet (2 buah toilet putri, 2 buah toilet putra) yang bersih dan nyaman.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...