SMA Negeri 1 Kasihan

Top PDF SMA Negeri 1 Kasihan:

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SMA NEGERI 1 KASIHAN, BANTUL.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SMA NEGERI 1 KASIHAN, BANTUL.

SMA Negeri 1 Kasihan pada awal berdirinya menerima 80 siswa dibagi dalam dua kelas, dengan guru tetap sebanyak 7 orang, dan dibantu dengan guru- guru dari SMA Negeri 1 Yogyakarta. Berhubung pada waktu itu sekolah ini belum memiliki gedung sendiri, maka untuk sementara waktu dititipkan di SMA Negeri 1 Yogyakarta. Pada tanggal 11 Maret 1979, SMA Negeri Tirtonirmolo menempati gedung sendiri, dengan alamat Jalan Bugisan Selatan Yogyakarta Pos Kasihan 55181. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 035/O/1997 tanggal 7 Maret 1997, terjadi perubahan nama menjadi SMA Negeri 1 Kasihan.
Baca lebih lanjut

206 Baca lebih lajut

PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP MANAJEMEN STRES PADA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 KASIHAN.

PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP MANAJEMEN STRES PADA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 KASIHAN.

Di sekolah tempat di mana peneliti ditugaskan untuk praktikum pengalaman lapangan atau PPL yaitu di SMA Negeri 1 Kasihan, peneliti melihat bahwa usia remaja kelas XII adalah usia di mana memiliki kecenderungan stress lebih besar. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor yaitu kekhawatiran dalam menghadapi ujian serta dilema dalam memilih karirnya setelah lulus SMA, apakah akan melanjutkan studi lanjut ke perguruan tinggi, atau bekerja, atau bahkan menikah. Umumnya permasalahan inilah yang menjadi penyebab siswa kelas XII mengalami stress, baik stress ringan maupun berat. Meskipun ada permasalahan lain yang juga membuat siswa mengalami stress misalnya keluarga, pertemenan maupun asmara.
Baca lebih lanjut

174 Baca lebih lajut

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DISMENORHEA TERHADAP UPAYA PENANGANAN DISMENORHEA PADA SISWI KELAS XI SMA NEGERI 1 KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DISMENORHEA TERHADAP UPAYA PENANGANAN DISMENORHEA PADA SISWI KELAS XI SMA NEGERI 1 KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan Non-Equivalent Control Group. Pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling dengan metode purposive sampling sejumlah 30 responden. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Kasihan Bantul Yogyakarta pada bulan Mei - Juni 2009. Pengujian hipotesis dilakukan dengan rumus t-test independent.

9 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PROFESI GURU DI SMA NEGERI 1 KASIHAN KABUPATEN BANTUL.

PENGEMBANGAN PROFESI GURU DI SMA NEGERI 1 KASIHAN KABUPATEN BANTUL.

Dari hasil penelitiaan dan wawancara dengan kepala sekolah di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat pengembangan profesi guru di SMA Negeri 1 Kasihan melalui kegiatan diklat ada pada kategori sedang, hasil analisis perolehan nilai sebesar 2,5 yang terletak pada rentang skala 1,76 - 2,5. Hal tersebut didukung oleh hasil wawancara peneliti dengan kepala sekolah yang mengungkapkan bahwa kepala sekolah selalu memberikan kesempatan guru untuk mengikuti diklat, namun kadang kesempatan diklat yang diberikan oleh lembaga penyelenggara kepada guru tidak rata artinya tidak semua guru berkesempatan ditunjuk untuk mengikuti diklat oleh lembaga penyelenggara yang menggunakan sistem by name. Kebanyakan guru yang ditunjuk secara by name sudah pernah mengikuti diklat tersebut sehingga guru lain tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti diklat. d. Pengembangan profesi yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

Perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua (studi kasus pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Kasihan Bantul)

Perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua (studi kasus pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Kasihan Bantul)

Pendidikan menengah adalah pendidikan yang diselenggarakan bagi lulusan pendidikan dasar yang mengutamakan perluasan dan peningkatan keterampilan siswa. Pengembangan pendidikan menengah sebagai lanjutan pendidikan dasar di sekolah ditingkatkan agar mampu membentuk pribadi manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur serta untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang memerlukan tenaga berkemampuan dan berketrampilan. Pendidikan menengah dapat berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta Madrasah Aliyah (MA), atau bentuk lainnya yang sederajat.
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

Perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua (studi kasus pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Kasihan Bantul).

Perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua (studi kasus pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Kasihan Bantul).

The result of this research shows that: (1) there is no difference of parenting style perceived from educational background of father (-1.96 < -0.002 < 1.96); (2) there is no difference of parenting style perceived from education background of mother (-1.96 < -1.474 < 1.96).

2 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI MATA PELAJARAN SENI BUDAYA (SENI TARI) DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SMA NEGERI 1 KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA.

KONTRIBUSI MATA PELAJARAN SENI BUDAYA (SENI TARI) DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SMA NEGERI 1 KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA.

Sarana prasarana pendukung lainnya berbentuk 2 lapangan basket dan parkir guru, karyawan, serta siswa. Sekolah juga memiliki taman yang ditumbuhi berbagai macam pohon buah-buahan, bunga dan terdapat pula hewan ternak di dalamnya. Taman dapat digunakan para siswa untuk belajar ataupun hanya sekedar duduk. Berhubungan dengan ruang yang digunakan untuk pembelajaran seni budaya (seni tari), dahulu tempat praktek seni tari hanya ada 1 ruangan. Setelah dilakukan perbaikan sarana dan prasarana gedung maka ditambah ruang praktek seni tari menjadi 2 ruangan. Ada beberapa fasilitas penunjang pembelajaran dalam ruang praktek seni budaya seperti tape , kipas angin, almari tempat menyimpan berbagai properti tari, kursi, serta kaca.
Baca lebih lanjut

171 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SMA NEGERI 1 KASIHAN.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SMA NEGERI 1 KASIHAN.

Pelaksanaan PPL dilaksanakan pada semester khusus dimulai dari tanggal 10 Agustus 2015 sampai 12 September 2015 dalam pelaksanaan PPL terdapat beberapa program kerja, antara lain 1) Layanan Dasar meliputi Bimbingan Klasikal, Layanan Orientasi, Layanan Informasi, Bimbingan Kelompok, Layanan Pengumpulan Data. 2) Layanan responsif meliputi, Konseling individual, Konseling Kelompok, Referal, Kolaborasi dengan Orang Tua, Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran/ Wali Kelas, Kolaborasi dengan pihak lain, Bimbingan Teman Sebaya, Layanan konsultasi, Konferensi Kasus, Kunjungan Rumah. 3) Perencanaan Individual meliputi Pelayanan Penempatan dan Penyaluran 4) Dukungan Sistem. Sebelum membuat program kerja mahasiswa melakukan kegiatan seperti observasi terlebih dahulu agar dapat menyesuaikan dengan sekolah masing-masing yang nantinya menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program kerja..
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMA NEGERI 1 KASIHAN BANTUL.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMA NEGERI 1 KASIHAN BANTUL.

Dina senin kuwi dadi dina wigati kanggoku amarga dadi weku sepisanan aku mlebu sekolah ing SMA Taruna Bakti, Ing tahun 2009 dadi taun sepisanan anggonku mlebu SMA sawise lulus saka SMP. Masa orientasi Siswa (MOS) sekolah Taruna Bakti Kawiwitan ing senin kuwi, diwiwiti dening upacara pembukaan MOS banjur ana weku leren sawetara. Sinambi ngenteni kagiyatan sabanjure, aku ndheleng akeh siswa kang mloka-mlaku sangarepku lan ora sethithik uga kang mung lungguhan ing ngarep kelas. Sinambi ngenteni wektu MOS diwiwiti, aku ndeleng jadwal kegiyatan dina kuwi ing buku catetanku. Siswa-siswa liyane ana sing padha ndeleng informasi ing papan informasi lan ana uga sing maca koran.
Baca lebih lanjut

137 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH RAMAH LINGKUNGAN DI SMA NEGERI 1 KASIHAN BANTUL.

IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH RAMAH LINGKUNGAN DI SMA NEGERI 1 KASIHAN BANTUL.

karunia-Nya sehingga penyusunan skripsi yang berjudul “Imlementasi Program Sekolah Ramah Lingkungan di SMA Negeri1 Kasihan Bantul” dapat diselesaikan dengan baik. Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada jurusan Filsafat dan Sosiologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta. Keberhasilan yang penulis capai dalam penyususnan skripsi tidak terlepas dari bantuan, bimbingan, saran dari berbagai pihak. Oleh karena itu perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada:
Baca lebih lanjut

275 Baca lebih lajut

PENGARUH TERAPI SEFT (SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE) TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN BAGI SISWA SMA DALAM MENGHADAPI UJIAN DI SMA NEGERI 1 KASIHAN

PENGARUH TERAPI SEFT (SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE) TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN BAGI SISWA SMA DALAM MENGHADAPI UJIAN DI SMA NEGERI 1 KASIHAN

Kecemasan merupakan sebuah masalah psikologis yang ditunjukan dengan sikap khawatir terhadap suatu hal yang dipersepsikan kurang baik oleh individu. Metode SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) merupakan metode baru dan masih dalam proses eksperimen yang berkelanjutan sebagai solusi untuk mengatasi berbagai masalah fisik dan emosi. Metode SEFT dapat diterapkan di berbagai bidang salah satunya dilingkungan sekolah yang dapat diterapkan oleh Guru kepada muridnya yang mengalami kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh metode SEFT terhadap penurunan tingkat kecemasan bagi siswa SMA yang akan menghadapi ujian.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Using contextual teaching and learning to improve speaking skills of XG students in SMA N 1 Kasihan Bantul - USD Repository

Using contextual teaching and learning to improve speaking skills of XG students in SMA N 1 Kasihan Bantul - USD Repository

Speaking is one of the language skills that is important because the objective of learning English is to use it in real communication. According to Lado (1962), “speaking ability is described as the ability to express oneself in life situations or the ability to report acts or situations in precise words, or the ability to converse, or to express the sequences of ideas fluently” (p. 240). Therefore, the learners were encouraged to be able use the language in the life situation. According to Bygate (2001), “Speaking is physically situated face to face interaction: usually speakers can see each other and so can refer to the physical context and use a number of physical signals to indicate, for instance, attention to interaction, their intention to contribute and their attitude towards what is being said” (p. 16). Hence, speaking is produced directly. The aim of this research is to improve speaking skills of XG students in SMA Negeri 1 Kasihan Bantul.
Baca lebih lanjut

168 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL).

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL).

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang selama ini didapatkan di bangku kuliah sesuai kompetensinya. Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah mata kuliah 3 SKS yang wajib ditempuh oleh mahasiswa S-1 kependidikan, termasuk mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan ini memberikan pengalaman bagi mahasiswa kependidikan yang nantinya akan menjalani profesi sebagai seorang pendidik dalam rangka melatih dan mengembangkan kompetensi, kepribadian, profesional, dan sosial. Selain itu, mahasiswa dapat merasakan lingkungan di dunia kependidikan secara langsung. Program Pengalaman Lapangan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kasihan yang terletak di Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul berlangsung selama 2 bulan, terhitung sejak tanggal 15 Juli 2016 sampai dengan 15 September 2016. Kegiatan ini meliputi praktik mengajar di kelas, kegiatan rutin non mengajar sekolah seperti membantu menjaga UKS, perpus, dan piket serta kegiatan insidental lainnya yang diselenggarakan oleh pihak SMA Negeri 1 Kasihan.
Baca lebih lanjut

180 Baca lebih lajut

Using contextual teaching and learning to improve speaking skills of XG students in SMA N 1 Kasihan Bantul.

Using contextual teaching and learning to improve speaking skills of XG students in SMA N 1 Kasihan Bantul.

Speaking is one of the language skills that is important because the objective of learning English is to use it in real communication. According to Lado (1962), “speaking ability is described as the ability to express oneself in life situations or the ability to report acts or situations in precise words, or the ability to converse, or to express the sequences of ideas fluently” (p. 240). Therefore, the learners were encouraged to be able use the language in the life situation. According to Bygate (2001), “Speaking is physically situated face to face interaction: usually speakers can see each other and so can refer to the physical context and use a number of physical signals to indicate, for instance, attention to interaction, their intention to contribute and their attitude towards what is being said” (p. 16). Hence, speaking is produced directly. The aim of this research is to improve speaking skills of XG students in SMA Negeri 1 Kasihan Bantul.
Baca lebih lanjut

170 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL).

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL).

Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Kalimat bijak yang tidak asing bagi dunia pendidikan, maka setiap sekolah selalu ada kegiatan ekstrakurikuler keolahragaan. Keolahragaan ekstrakurikuler di SMA N 1 Kasihan diantaranya bola basket, sepakbola, taekwondo dan lain-lain yang bertujuan memfasilitasi peserta didik dalam mengembangkan bakat di bidang olah raga. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin untuk memupuk prestasi siswa dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, dan diampu oleh pembimbing yeng berkompeten di bidangnya.
Baca lebih lanjut

155 Baca lebih lajut

SITUS SUNAN BAYAT SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X DI KABUPATEN KLATEN (SMA N 1 CAWAS DAN SMA N 1 BAYAT).

SITUS SUNAN BAYAT SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X DI KABUPATEN KLATEN (SMA N 1 CAWAS DAN SMA N 1 BAYAT).

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : (1) Situs Sunan Bayat dapat menjadi sumber pembelajaran sejarah di sekolah menengah atas (SMA). Sejarah Sunan Bayat dalam menyebarkan agama Islam di daerah Bayat dan bangunan yang terdapat di makam Sunan Bayat dapat dijadikan sumber pembelajaran, (2) Relevansi Situs Sunan Bayat sebagai sumber pembelajaran Sejarah dalam KTSP terdapat pada Kompetensi Dasar Menganalisis perkembangan Negara tradisional (Hindu, Budhadan Islam) di Indonesia. Dalam Kurikulum 2013 terdapat pada Kompetensi Dasar Menyajikan hasil analisis dalam bentuk tulisan tentang nilai-nilai dan unsure budaya yang berkembang pada masa kerajaan Islam dan masih berkelanjutan dalam kehidupan bangsa Indonesia pada masa kini, (3) Situs Sunan Bayat menjadi cagar budaya, dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA, pemanfaatan Situs Sunan Bayat dapat meningkatkan wawasan peserta didik dalam sumber sejarah lokal.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMK NEGERI 1 KASIHAN.

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMK NEGERI 1 KASIHAN.

Selanjutnya ditegaskan pula pada Bab VI Pasal 28 Ayat 1 yang berbunyi “pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional”. Penyelenggaraan mata kuliah PPL juga mengacu pada Undang-Undang Guru dan Dosen nomor 14 Tahun 2005, khususnya yang berkenaan dengan empat kompetensi guru, yakini : pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.

Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMK NEGERI 1 KASIHAN.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMK NEGERI 1 KASIHAN.

FD bercerita bahwa dirinya merasa tidak cocok masuk di jurusan seni tari. Awal kali dirinya masuk ke SMKI dulu adalah disuruh oleh ibunya. Ibu FD ingin FD masuk jurusan seni karena kakak-kakak FD masuk di jurusan kesehatan sehingga ibu FD ingin salah satu anaknya masuk di jurusan seni. Selain itu FD juga memiliki nilai pas-pasan tapi dari orangtua juga menyuruh FD untuk masuk negeri. Tujuan utama yaitu masuk SMM tetapi ibu FD menyuruh FD masuk SMKI karena kalau SMM biaya tentu akan lebih berat karena harus mempunyai alat music sendiri. Akhirnya FD masuk di jurusan tari SMKI. Dari awal mulai sekolah FD merasa kesulitan mengikuti pelajaran karena dirinya tidak ada basic seni tari sama sekali. Namun karena di kelas satu FD merasa nyaman dengan teman-teman kelasnya sehingga teman-teman kelasnya lah yang menjadi semangat FD untuk terus melanjutkan sekolah. Ketika kelas dua FD merasa tidak nyaman dengan teman-teman kelasnya karena bagi dia tidak ada teman yang peduli lagi seperti kelas satu dulu. Kelas sekarang lebih egois sehingga membuat FD malas mengikuti sekolah. Dirinya sering membolos karena sudah merasa jenuh dan ingin pindah sekolah. Ditambah lagi masalah di rumah bahwa ibu FD tidak suka kalau FD sering keluar malam. Padahal FD sudah bilang kalau dirinya keluar malam karena ingin menonton pentas tari yang nantiny akan dia jadikan referensi untuk koreo. Dengan begitu FD sudah merasa lelah untuk melanjutkan sekolah karena beberapa hal tersebut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) 2016.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) 2016.

Pembelajaran biologi di SMA N 1 Kasihan menggunakan Kurikulum 2013 dengan silabus yang digunakan adalah silabus terbaru dari Kementrian Pendidikan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang digunakan untuk pelaksanaan pembelajaran dalam mata pelajaran Biologi disusun secara jelas dan detail oleh guru mata pelajaran, dengan format yang sesuai dengan Kurikulum 2013 yaitu Permendikbud nomor 103 tahun 2014. Proses Pembelajaran yang diamati saat observasipun sesuai dengan kurikulum 2013. Kegiatan pendahuluan sesuai dengan yang ada di Kurikulum 2013. Guru membuka pelajaran dengan salam, menanyakan kondisi siswa, lalu melakukan apersepsi dan memberikan motivasi. Materi disajikan melalui power point dan LKS ataupun langsung dengan menggunakan buku paket pegangan siswa Kurikulum 2013 dengan metode ceramah, diskusi kelompok, juga tanya jawab maupun percobaan. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa formal yaitu menggunakan Bahasa Indonesia. Penggunaan waktu sangat efisien dan efektif, guru bisa memperkirakan waktu mengajar sesuai kemampuan siswa. Pada observasi kelas guru bergerak selama diperlukan khususnya pada saat diskusi, namun pada saat ceramah guru cenderung berada di depan kelas dan tidak bergerak ke samping maupun ke belakang. Cara memotivasi siswa dengan contoh nyata yang ada di kehidupan sehari- hari. Guru sangat menguasai kelas walaupun terkadang siswa kurang kondusif. Guru jarang menggunakan media powerpoint. Pada saat pelajaran usai guru memberikan pertanyaan evaluasi dan menutup pelajaran dengan salam sebelum kegiatan pembelajaran ditutup guru menjelaskan kegiatan selanjutnya yang akan dilakukan.
Baca lebih lanjut

310 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMK NEGERI 1 KASIHAN.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMK NEGERI 1 KASIHAN.

Praktik Pengalaman Lapangan merupakan mata kuliah yang wajib ditempuh oleh Mahasiswa semua jurusan kependidikan sebagai salah satu syarat menyelesaikan masa studinya. Ada beberapa syarat sebelum mahasiswa melaksanakan PPL yaitu lulus mata kuliah pembelajaran mikro, dan mengikuti pembekalan PPL. Pelaksanaan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Negeri Yogyakarta Tahun 2015 berlokasi di SMK NEGERI 1 KASIHAN dilaksanakan mulai dari proses penerjunan yaitu pada Februari 2015 kemudian dilanjutkan dengan obsrvasi di sekolah dan pelaksanaanya sendiri dimulai pada tanggal 10 Agustus sampai dengan 12 September 2015
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...