SMA Negeri 7 Surakarta

Top PDF SMA Negeri 7 Surakarta:

HUBUNGAN KECEMASAN AKADEMIS DENGAN PERILAKU MENYONTEK DI SMA NEGERI 7 SURAKARTA  Hubungan Kecemasan Akademis Dengan Perilaku Menyontek Di Sma Negeri 7 Surakarta.

HUBUNGAN KECEMASAN AKADEMIS DENGAN PERILAKU MENYONTEK DI SMA NEGERI 7 SURAKARTA Hubungan Kecemasan Akademis Dengan Perilaku Menyontek Di Sma Negeri 7 Surakarta.

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara kecemasan akademis, dan perilaku menyontek di SMA Negeri 7 Surakarta. Subyek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 7 Surakarta kelas XI IPS berjumlah 80 subyek. Metode pengumpulan data menggunakan skala perilaku menyontek dan skala kecemasan akademis. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan analisis product moment diperoleh koefisien korelasi (rxy) sebesar 0.268 dengan p = 0.016 (p < 0.05) artinya ada hubungan positif yang signifikan antara kecemasan akademis dengan perilaku menyontek siswa SMA Negeri 7 Surakarta. Sumbangan efektif kecemasan akademis terhadap perilaku menyontek sebesar 7,2%. Berdasarkan hasil analisis diketahui variabel perilaku menyontek mempunyai rerata empirik (RE) sebesar 58,50 dan rerata hipotetik(RH) sebesar 75 yang berarti perilaku menyontek pada subyek tergolong rendah. Variabel kecemasan akademis diketahui rerata empirik (RE) sebesar 63,93 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 62,5 yang berarti kecemasan akademis pada subjek tergolong sedang. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah ada hubungan positif yang signifikan antara perilaku menyontek dengan kecemasan akademis siswa SMA Negeri 7 Surakarta.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

EVALUASI KINERJA PADA SIMPANG TAK BERSINYAL SIMPANG SMA NEGERI 7 SURAKARTA.

EVALUASI KINERJA PADA SIMPANG TAK BERSINYAL SIMPANG SMA NEGERI 7 SURAKARTA.

Hasil perhitungan kinerja yang dilakukan pada Simpang SMA Negeri 7 Surakarta, pada jam sibuk pagi yaitu pukul 06.00-08.00 WIB terjadi sebesar 2082,1 smp/jam, kapasitas pada pendekat Selatan sebesar 980,3 smp/jam, pendekat Barat 17,75 smp/jam, pendekat Utara 827,05 smp/jam, pendekat Timur 257 smp/jam. Derajat kejenuhan sebesar 1,6, dan terjadi tundaan 17,83 det/smp, selain itu juga terjadi peluang antrian sebesar 42,83%-85%, pada jam sibuk siang pukul 12.00-14.00 WIB terjadi sebesar 2361 smp/jam, kapasitas pada pendekat Selatan sebesar 964 smp/jam, pendekat Barat 10,5 smp/jam, pendekat Utara 994,45 smp/jam, pendekat Timur 392,35 smp/jam. Derajat kejenuhan sebesar 1,96, dan terjadi tundaan 8,52 det/smp, selain itu juga terjadi peluang antrian sebesar 64,49%-100%, pada jam sibuk sore pukul 16.00-18.00 WIB terjadi sebesar 2451,6 smp/jam, kapasitas pada pendekat Selatan sebesar 1307,4 smp/jam, pendekat Barat 11,75 smp/jam, pendekat Utara 889,85 smp/jam, pendekat Timur 242,6 smp/jam. Derajat kejenuhan sebesar 1,77, selain itu juga terjadi tundaan 14,90 smp/det, selain itu juga terdapat peluang antrian sebesar 133,27%-65,62%. Sedangkan menurut MKJI 1997 derajat kejenuhan lebih dari 0,85 ( DS > 0,85 ), maka diperlu evaluasi Kinerja. Dari penelitian dapat diketahui kapasitas pemakai jalan sangat besar, dikarenakan simpang tersebut merupakan jalan menghubungkan antar kota dan pergerakan barang dan jasa.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR FLUENCY, FLEXIBILITY, DAN PARTISIPASI AKTIF MELALUI PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS XI MIPA SMA NEGERI 7 SURAKARTA

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR FLUENCY, FLEXIBILITY, DAN PARTISIPASI AKTIF MELALUI PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS XI MIPA SMA NEGERI 7 SURAKARTA

Adityaningrum. K4313003. THE IMPROVEMENT OF FLUENCY SKILL, FLEXIBILITY, AND ACTIVE PARTICIPATION THROUGH THE PROBLEM BASED LEARNING OF THE GRADE XI SMA NEGERI 7 SURAKARTA. Surakarta: Teacher Training and Education Faculty, Sebelas Maret University, February 2018.

19 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 7 SURAKARTA.

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 7 SURAKARTA.

Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui pandangan guru di SMA Negeri 7 Surakarta terhadap pendidikan karakter; 2) untuk mengetahui penerapan pendidikan karakter di SMA Negeri 7 Surakarta; 3) untuk mengetahui penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 7 Surakarta; 4) untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi guru dalam menerapkaan pendidikan karakter di SMA Negeri 7 Surakarta; dan 5) untuk mengetahui solusi yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan pendidikan karakter di SMA Negeri 7 Surakarta.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PERILAKU ORGANISASI DAN PENDIDIKAN KARAKTER (Simulasi Perilaku Berorganisasi OSIS SMA Negeri 7 Surakarta Pada Era Konsumerisme).

PERILAKU ORGANISASI DAN PENDIDIKAN KARAKTER (Simulasi Perilaku Berorganisasi OSIS SMA Negeri 7 Surakarta Pada Era Konsumerisme).

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan strategi fenomenologi. Sumber data berasal dari wawancara, dokumentasi dan observasi. Wawancara dilakukan dengan infoman kunci yaitu siswa yang terlibat dalam pengurus OSIS dan informan pendukung adalah pembina OSIS serta Wakasek Kesiswaan. Observasi berkaitan dengan gambaran perilaku berorganisasi di kalangan siswa dan strategi pendidikan karakter di SMA Negeri 7 Surakarta. Studi dokumentasi yang digunakan berkaitan dengan foto kegiatan dalam program kerja OSIS. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan informan dengan cara purposive. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Analisis Pembelajaran Sejarah berdasarkan Kurikulum 2013 (Studi Kasus di SMA Negeri 7 Surakarta).

Analisis Pembelajaran Sejarah berdasarkan Kurikulum 2013 (Studi Kasus di SMA Negeri 7 Surakarta).

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) perencanaan pembelajaran sejarah di SMA Negeri 7 Surakarta berdasarkan Kurikulum 2013, 2) pelaksanaan pembelajaran sejarah di SMA Negeri 7 Surakarta berdasarkan Kurikulum 2013, 3) penilaian pembelajaran sejarah di SMA Negeri 7 Surakarta berdasarkan Kurikulum 2013, 4) hambatan yang dihadapi guru mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 7 Surakarta dalam melaksanakan Kurikulum 2013, dan 5) upaya yang dilakukan guru mata pelajaran sejarah dalam mengatasi masalah- masalah yang dihadapi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KECEMASAN AKADEMIS DENGAN  Hubungan Kecemasan Akademis Dengan Perilaku Menyontek Di Sma Negeri 7 Surakarta.

HUBUNGAN KECEMASAN AKADEMIS DENGAN Hubungan Kecemasan Akademis Dengan Perilaku Menyontek Di Sma Negeri 7 Surakarta.

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara kecemasan akademis, dan perilaku menyontek di SMA Negeri 7 Surakarta. Subyek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 7 Surakarta kelas XI IPS berjumlah 80 subyek. Metode pengumpulan data menggunakan skala perilaku menyontek dan skala kecemasan akademis. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan analisis product moment diperoleh koefisien korelasi (rxy) sebesar 0.268 dengan p = 0.016 (p < 0.05) artinya ada hubungan positif yang signifikan antara kecemasan akademis dengan perilaku menyontek siswa SMA Negeri 7 Surakarta. Sumbangan efektif kecemasan akademis terhadap perilaku menyontek sebesar 7,2%. Berdasarkan hasil analisis diketahui variabel perilaku menyontek mempunyai rerata empirik (RE) sebesar 58,50 dan rerata hipotetik(RH) sebesar 75 yang berarti perilaku menyontek pada subyek tergolong rendah. Variabel kecemasan akademis diketahui rerata empirik (RE) sebesar 63,93 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 62,5 yang berarti kecemasan akademis pada subjek tergolong sedang. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah ada hubungan positif yang signifikan antara perilaku menyontek dengan kecemasan akademis siswa SMA Negeri 7 Surakarta.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN METAKOGNISI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS X-MIA 2 SMA NEGERI 7 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015.

PENINGKATAN KEMAMPUAN METAKOGNISI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS X-MIA 2 SMA NEGERI 7 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015.

Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pada masing-masing aspek kemampuan metakognisi (Mengembangkan perencanaan, Memonitor pelaksanaan, Mengevaluasi tindakan) yang dihitung dari Pra-Tindakan/Siklus I/Siklus II/Siklus III dengan rincian: 1) Mengembangkan perencanaan (23,45%/ 24,47%/50,59%/70,53%) terjadi peningkatan sebesar 41,10%; 2) Memonitor pelaksanaan (23,29%/48,19%/49,01%/68%) terjadi peningkatan sebesar 43,25%; 3) Mengevaluasi tindakan (34,14%/43,14%/67,79%/69,18%) terjadi peningkatan sebesar 35,04%. Simpulan penelitian adalah terjadi peningkatan aspek-aspek kemampuan metakognisi siswa melalui penerapan inkuiri terbimbing pada materi Ekosistem di kelas X-MIA 2 SMA Negeri 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PARTISIPASI PELAJAR SMA NEGERI 7 SURAKARTA DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN HIV AIDS

PARTISIPASI PELAJAR SMA NEGERI 7 SURAKARTA DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN HIV AIDS

Berusia 48 tahun, tinggal di daerah Makamhaji Pajang yang jaraknya cukup dekat dengan SMA N 7 Surakarta. Mempunyai 2 orang anak. Pak Edy menjadi kepala sekolah sejak tahun 2002 di SMA N Slogohimo Wonogiri kemudian pindah tugas menjadi kepala sekolah di SMA N 7 Surakarta. Sebelum menjadi kepala sekolah, Pak Edy menjadi guru matematika di berbagai sekolah. Pak Edy sudah menjadi guru selama 22 tahun mulai tahun 1985 setelah lulus dari perguruan tinggi jurusan Matematika. Di rumah, Pak Edy tidak hanya diam saja, beliau juga bekerja sambilan sebagai guru les matematika. Dengan mengajar les, dia dapat menularkan ilmu yang ada pada dirinya kepada siswa-siswa yang kesulitan pelajaran tersebut. Di sekolah, Pak Edy dikenal sebagai kepala sekolah yang tegas dan disiplin serta selalu menghargai siswanya. Dengan menghargai siswa dan guru lebih dulu, maka siswa dan guru juga akan menghargainya. Dengan saling menghargai, maka akan didapat kerjasama yang bagus untuk memajukan sekolah.
Baca lebih lanjut

164 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Kecemasan Akademis Dengan Perilaku Menyontek Di Sma Negeri 7 Surakarta.

PENDAHULUAN Hubungan Kecemasan Akademis Dengan Perilaku Menyontek Di Sma Negeri 7 Surakarta.

Data tersebut diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan seorang siswa SMA favorit di Surabaya terhadap teman sekolahnya dengan sampel 7 % dari seluruh siswa (lebih dari 1400 siswa). Penelitian tersebut menyebutkan bahwa, 80 % dari sampel pernah menyontek (52 % sering dan 28 % jarang), sedangkan medium yang paling banyak digunakan sebagai sarana menyontek adalah teman 38 % dan meja tulis 26 %. Uniknya ada 51 % dari siswa yang menyontek, ingin menghentikan kebiasaan buruknya tersebut (Widiawan, dalam Musslifah, 2012).

6 Baca lebih lajut

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN ANTARA SISWA KELAS XII IPA DENGAN SISWA KELAS XII IPS DI SMA NEGERI 7 SURAKARTA  Perbedaan Tingkat Kecemasan Antara Siswa Kelas XII IPA Dengan Siswa Kelas XII IPS Di SMA Negeri 7 Surakarta.

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN ANTARA SISWA KELAS XII IPA DENGAN SISWA KELAS XII IPS DI SMA NEGERI 7 SURAKARTA Perbedaan Tingkat Kecemasan Antara Siswa Kelas XII IPA Dengan Siswa Kelas XII IPS Di SMA Negeri 7 Surakarta.

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi dengan judul “Perbedaan Tingkat Kecemasan Antara Siswa Kelas XII IPA Dengan Siswa Kelas XII IPS di SMA N 7 Surakarta”. Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.

13 Baca lebih lajut

PENINGKATAN WRITING SKILLS PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI MIPA 4 SMA NEGERI 7 SURAKARTA.

PENINGKATAN WRITING SKILLS PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI MIPA 4 SMA NEGERI 7 SURAKARTA.

The results showed that during the observation prasiklus biology learning activities generated 11 writing to 11 from 30 students in class XI SMAN 7 MIPA 4 Surakarta, in the form of writing a diary. The results of the analysis of the quality of the writing of students is 100% at 0, for writing diaries can not be analyzed quality, thus the analysis of the quality of the writing of students is low. The quality of learners writing the low is expected to increase through the implementation model of Problem Based Learning (PBL). Target achievement level of quality of the writing is the writing quality content and context.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

POLA KONSUMSI PRODUK FASHION DI KALANGAN PELAJAR PUTRI ( Studi Deskriptif Kualitatif Di SMA NEGERI 7 Surakarta )

POLA KONSUMSI PRODUK FASHION DI KALANGAN PELAJAR PUTRI ( Studi Deskriptif Kualitatif Di SMA NEGERI 7 Surakarta )

Siswi kelas XII IPS2 SMA Negeri 7 Surakarta ini merupakan anak kedua dari pasangan Bapak Edi Achmad Djunaedi dan ibu Arie Pornawati. Sebagai anak bungsu, Nena memang agak dimanja oleh kedua orang tuanya. Kakak lelaki Nena, Catra, saat ini sedang kuliah di Lembaga Pendidikan Pratama Mulia. Bapak Edi merupakan seorang wiraswasta, dan ibu Ari merupukan seorang ibu rumah tangga. Sebagai seseorang yang tanggap fashion, Nena selalu mengikuti tren yang ada. Menurut Nena fashion merupakan gaya hidup, mencerminkan kepribadiannya. Fashion penting karena bikin suasana baru, menambah percaya diri dan terlihat lebih menarik. Penggemar merek QuickSilver ini mengaku mengetahui produk fashion terbaru dari tabloid langganannya.
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TEMAN SEBAYA PADA REMAJA PUTRI DI SMA  Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Komunikasi Interpersonal Teman Sebaya Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 7 Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TEMAN SEBAYA PADA REMAJA PUTRI DI SMA Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Komunikasi Interpersonal Teman Sebaya Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 7 Surakarta.

Rahmad (2004) berpendapat bahwa suksesnya hubungan interpersonal teman sebaya tergantung pada konsep diri atau citra tubuh seseorang. Interaksi dalam komunikasi interpersonal mengandalkan suatu inisiasi, responsif, pengungkapan diri, dukungan emosional, dan pengelolaan konflik. Maka berdasarkan hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa, telah mendapatkan hasil yang sangat signifikan antara citra tubuh dengan komunikasi interpersonal teman sebaya pada remaja putri di SMA Negeri 7 Surakarta. Yang artinya kedua variable tersebut saling berkaitan atau saling berhubungan satu sama lain. Hal ini memang menunjukkan bahwa memang ada korelasi antara citra tubuh dengan
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TEMAN SEBAYA PADA REMAJA PUTRI DI SMA  Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Komunikasi Interpersonal Teman Sebaya Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 7 Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TEMAN SEBAYA PADA REMAJA PUTRI DI SMA Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Komunikasi Interpersonal Teman Sebaya Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 7 Surakarta.

1. Susatyo Yuwono, S. Psi, M. Si selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Pembimbing Akademik yang telah bersedia meluangkan waktu untuk setiap ilmu, pembelajaran, dukungan, pengertian, kesabaran dan bimbingan yang telah diberikan.

18 Baca lebih lajut

Tingkat Pencapaian Tugas-Tugas Perkembangan Ditinjau dari Pembiasaan Belajar yang Dilakukan Orang Tua.

Tingkat Pencapaian Tugas-Tugas Perkembangan Ditinjau dari Pembiasaan Belajar yang Dilakukan Orang Tua.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Tingkat Pencapaian Tugas Perkembangan ditinjau dari Pembiasaan Belajar yang Dilakukan Orang Tua pada Siswa Kelas XII SMA Negeri 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2016/2017.

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Persepsi Pola Asuh Demokratis Orang Tua Dengan Komunikasi Interpersonal Antara Remaja Dan Orang Tua.

PENDAHULUAN Hubungan Persepsi Pola Asuh Demokratis Orang Tua Dengan Komunikasi Interpersonal Antara Remaja Dan Orang Tua.

5. Bagi orangtua murid SMA Negeri 7 Surakarta dapat menjadikan sebagai bahan informasi tentang hubungan antara persepsi pola asuh demokratis orang tua dengan komunikasi interpersonal remaja, sehingga diharapkan pada orangtua dapat bersikap tepat dalam memberikan pola asuh dan masukan kepada anak-anak mereka tentang masalah remaja yang dialami.

6 Baca lebih lajut

KOMPARASI PENGARUH PENGGUNAAN METODE GROUP INVESTIGATION TERHADAP PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA N 2 SUKOHARJO DAN SMA N 2 SURAKARTA | Suludani | SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant 2458 5586 1 SM

KOMPARASI PENGARUH PENGGUNAAN METODE GROUP INVESTIGATION TERHADAP PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA N 2 SUKOHARJO DAN SMA N 2 SURAKARTA | Suludani | SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant 2458 5586 1 SM

Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengetahui Perbedaan hasil belajar sosiologi antara Siswa SMA N 2 Surakarta dan SMA N 2 Sukoharjo jurusan IPS kelas XI yang menggunakan metode pembelajaran Group Investigation. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Ada perbedaan penggunaan metode GI di SMA Negeri 2 Sukoharjo dan SMA Negeri 2 Surakarta secara bersama-sama terhadap prestasi belajar sosiologi kelas XI IPS?, (2) Ada pengaruh penggunaan metode GI di SMA Negeri 2 Sukoharjo dan SMA Negeri 2 Surakarta secara bersama-sama terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS?.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERSEPSI POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA  Hubungan Persepsi Pola Asuh Demokratis Orang Tua Dengan Komunikasi Interpersonal Antara Remaja Dan Orang Tua.

HUBUNGAN PERSEPSI POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA Hubungan Persepsi Pola Asuh Demokratis Orang Tua Dengan Komunikasi Interpersonal Antara Remaja Dan Orang Tua.

Berdasarkan pengambilan data yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 11 Juni 2012 setelah memperoleh ijin dari Kepala Sekolah dan telah di analisis dengan analisis product moment dengan bantuan program Seri Program Statistik (SPS) Edisi Sutrisno Hadi dan Yuni Pamardiningsih, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Versi 2005-BL, Hak Cipta © 2005, Dilindungi Undang- Undang, diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,860; p = 0,000 (p < 0,01). Hal ini berarti ada hubungan positif yang sangat signifikan antara persepsi pola asuh demokratis orang tua dengan komunikasi interpersonal remaja pada siswa SMA Negeri 7 Surakarta dengan kata lain variabel persepsi pola asuh demokratis orang tua
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERKELAHIAN ANTAR PELAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA SURAKARTA | Sari | SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant 9252 19678 1 SM

PERKELAHIAN ANTAR PELAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA SURAKARTA | Sari | SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant 9252 19678 1 SM

Para siswa SMA Negeri 8 Surakarta khususnya tahun ajaran 2015/2016 sebagian besar beranggapan bahwa mengatasi masalah dengan melakukan tawuran sudah tidak jamannya. Seperti yang diungkapkan Narasumber E Siswa angkatan Kelas XI IPS 1. Dia mengatakan bahwa konflik tawuran antara sekolahnya dengan SMA 6 memang pernah terjadi sebelumnya, namun sekarang dia tidak merasa ada konflik sama sekali, Bahkan dia sering berkunjung ke SMA Negeri 6 untuk melakukan kegiatan ekstrakurikuler seperti latihan PMR bersama.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...