SMA Taruna Bakti

Top PDF SMA Taruna Bakti:

Pemahaman Nilai-Nilai Multikultural Dalam Pembelajaran Sosiologi Untuk Meningkatkan Toleransi Siswa di SMA Taruna Bakti Bandung.

Pemahaman Nilai-Nilai Multikultural Dalam Pembelajaran Sosiologi Untuk Meningkatkan Toleransi Siswa di SMA Taruna Bakti Bandung.

Dalam menanamkan nilai-nilai multikultural sekolah hendaknya dapat berperan aktif untuk membuat program-program sekolah yang menunjang penanaman nilai-nilai multikultural, SMA Taruna Bakti adalah sekolah pelopor “Pembauran” untuk mewujukan cita -cita tersebut perlu diadakannya program pendidikan multikultural yang lebih kondusif, teratur dan terarah sehingga diperlukan koordinasi yang baik dengan seluruh administrasi sekolah baik pihak kurikulum, staf guru dan siswa. Untuk mendukung penanaman nilai-nilai multikultural di sekolah, pihak sekolah disarankan untuk membuat slogan-slogan yang berisikan nilai- nilai multikultural disetiap ruang terbuka yang dapat dilihat oleh siswa, hal ini akan memicu semangat siswa untuk menerapkan nilai-nilai multikultural dalam diri mereka.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

LAYANAN DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENGEMBANGKAN SELF-DISCLOSURE DALAM PERSAHABATAN: Studi Deskriptif tentang Self-disclosure dalam Persahabatan di SMA Taruna Bakti Bandung Tahun Ajaran 2015/2016.

LAYANAN DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENGEMBANGKAN SELF-DISCLOSURE DALAM PERSAHABATAN: Studi Deskriptif tentang Self-disclosure dalam Persahabatan di SMA Taruna Bakti Bandung Tahun Ajaran 2015/2016.

persahabatan peserta didik kelas XI SMA Taruna Bakti Bandung Tahun Ajaran 2015/2016 menggambarkan berada pada kategori tinggi. Artinya peserta didik sudah mampu terbuka lebih mendalam mengenai informasi pribadi dan sudah memiliki sikap percaya kepada sahabatnya mengenai aspek sikap dan opini, selera dan minat, sekolah, keuangan, kepribadian dan fisik. Berdasarkan hasil pencapaian aspek keterbukaan diri (self-disclosure) dalam persahabatan dari tertinggi sampai terendah yaitu selera dan minat, sekolah, kepribadian, sikap dan opini, fisik dan keuangan. Meskipun peserta didik mempunyai keterbukaan diri dalam kategori tinggi, akan tetapi perlu adanya pengembangan. Setelah dianalisis lebih dalam pada setiap peserta didik, terdapat 14 orang mempunyai keterbukaan diri (self-disclosure) dalam persahabatan tergolong pada kategori rendah. Peserta didik yang mempunyai keterbukaan diri rendah belum bisa secara mendalam dan percaya menginformasikan diri pribadinya mengenai sikap dan opini, selera dan minat, sekolah, keuangan, kepribadian dan fisik. Terdapat 2 aspek terendah yaitu mengenai informasi fisik dan keuangan, oleh karena itu harus adanya upaya bantuan untuk lebih meningkatkan keterbukaan diri.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMA TARUNA BAKTI :Studi Deskriptif di SMA Taruna Bakti Bandung.

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMA TARUNA BAKTI :Studi Deskriptif di SMA Taruna Bakti Bandung.

Maraknya kerusuhan, bentrokan dan isu akhir-akhir ini yang dilatar belakangi unsur Agama, Adat, Suku, Ras menimbulkan keresahan keretakan persatuan dan keharmonisan antar bangsa Indonesia harus mendapatkan perhatian khusus dan pencegahan sejak dini. Melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang merupakan mata pelajaran bertujuan membentuk warga negara yang baik (Good Citizenship) dengan adanya pengembangan pembelajaran yakni Pendidikan Kewarganegaraan berbasis Pendidikan Multikultural di persekolahan merupakan langkah awal pencegahan sejak dini, dengan memberikan wawasan kepada siswa untuk dapat menghormati, empati dan toleransi serta hidup bersama (Living Together) di atas perbedaan. Pengembangan tersebut terdapat pada salah satu sekolah swasta di Kota Bandung yaitu SMA Taruna Bakti Bandung yang menerapkan ide pembauran dan melaksanakan pembelajaran berbasis multikultural. Tujuan penelitian ini untuk dapat menggali dan mengkaji informasi mengenai implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaran yang dilaksanakan sekolah SMA Taruna Bakti Bandung. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif, untuk mengungkapkan dan memahami kenyataan yang terjadi secara intensif di kehidupan sehari-hari yang berkenaan dengan fenomena di atas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi. Temuan penelitian ini adalah; 1) Penerapan dan proses berlangsungnya pembelajaran PKn berbasis multikultural terlaksana melalui langkah: memilih topik dan materi yang dapat di integrasikan dengan muatan pendidikan multikultural dengan menggunakan metode pembelajaran bersama (Cooperative Learning), sumber belajar yaitu buku dan kontekstual, siswa memulai belajar dengan berdoa melal ui 2 cara yakni ibadah pagi dan berdo’a menurut kepercayaan masing-masing. 2) Faktor pendukung dalam pembelajaran PKn berbasis multikultural adalah siswa yang berlatar belakang berbeda-beda, materi yang menekankan pada kerukunan, media berupa audio visual, sumber belajar berupa buku teks, film yang bernuansakan multikulturalisme, evaluasi pembelajaran yang menekankan pada aspek kerjasama dan perilaku siswa. 3) Kendala dalam penerapan pendidikan multikultural dalam pembelajaran PKn tidak terlihat signifikan akan tetapi perdebatan yang dilandasi oleh emosi sesaat dan faktor usia yang masih muda. 4) Upaya dalam mengatasi kendala yang dihadapi, guru berperan lebih banyak untuk mengatasi perdebatan dan permasalahn yang muncul dan pihak sekolah terus melakukan upaya pembinaan pembangunan karakter siswa yang saling menghormati dan sopan-santun kepada semua pihak.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

S SOS 1105885 Chapter5

S SOS 1105885 Chapter5

1. Muatan nilai-nilai multikultural yang terkandung dalam materi pembelajaran sosiologi di SMA Taruna Bakti Bandung adalah sikap saling menghargai, saling menghormati, toleransi, sikap adil dan tidak diskriminasi. Sebelum melaksanakan proses pembelajaran guru terlebih dahulu membuat dan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mencerminkan penanaman nilai-nilai multikultural. Salah satu model pembelajaran yang mendukung penanaman nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran sosiologi adalah dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Tujuan penanaman nilai-nilai
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI DUNIA KERJA TERHADAP PERENCANAAN KARIR PESERTA DIDIK KELAS XI SOSIAL SMA Aswin, Asrori, Indri Astuti Program Studi Pendidikan Bimbingan dan Konseling FKIP Untan Pontianak Email: aswin5996gmail.com Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk

PENGARUH PERSEPSI DUNIA KERJA TERHADAP PERENCANAAN KARIR PESERTA DIDIK KELAS XI SOSIAL SMA Aswin, Asrori, Indri Astuti Program Studi Pendidikan Bimbingan dan Konseling FKIP Untan Pontianak Email: aswin5996gmail.com Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk

Pada usia 17 – 25 tahun, individu mengalami masa transisi yaitu mereka mulai memerankan diri mereka terhadap berbagai suatu pekerjaan serta mulai menganalisis pekerjaan, serta mengumpulkan informasi sehingga mereka dapat merencanakannya secara matang demi pencapaian pekerjaan yang mereka inginkan. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Karyono pada tahun 2007 yang melakukan penelitian pada siswa kelas XII di SMAN 01 Seyegan Sleman Yogyakarta. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa Terdapat hubungan antara persepsi terhadap karir dengan minat wirausaha dengan hasil perhitungan r_x1y = 0,470 dan p = 0,005. Dengan demikian terdapat hubungan antara persepsi terhadap karir dengan minat wirausaha pada siswa kelas XII SMA 01 Seyegan sleman Yogyakarta tahun pelajaran 2006/2007.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERBEDAAN VO 2 MAX SISWA KELAS XI SMA TARUNA NUSANTARA DENGAN KELAS OLAHRAGA SMA NEGERI 5 KOTA MAGELANG.

PERBEDAAN VO 2 MAX SISWA KELAS XI SMA TARUNA NUSANTARA DENGAN KELAS OLAHRAGA SMA NEGERI 5 KOTA MAGELANG.

Sementara itu, berdasarkan survei yang telah dilakukan SMA Negeri 5 Kota Magelang merupakan satu-satunya sekolah di Magelang yang memiliki kelas olahraga. Secara kasat mata siswa kelas olahraga tidak terlalu berbeda dari siswa reguler, hanya saja intensitas olahraga mereka lebih banyak. Siswa reguler hanya wajib mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sebanyak satu kali dalam satu mingu sedangkan siswa kelas olahraga wajib mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan kecabangannya minimal tiga kali dalam satu minggu. Jadi siswa kelas olahraga hanya memfokuskan kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan kecabangannya, sehingga sebagian siswanya tidak semuannya mengalami hypertropy pada otot mereka. Hanya saja otot-otot mereka lebih kencang daripada siswa reguler. Dari sisi psikis dan kecerdasan siswa kelas olahraga juga hampir sama dengan siswa reguler.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

Gambaran Kekebalan Terhadap Stres Pada Siswa Kelas III Sekolah Menengah Atas Taruna Bakti Bandung Tahun Ajaran 2008/2009 Menjelang Ujian Nasional 2009.

Gambaran Kekebalan Terhadap Stres Pada Siswa Kelas III Sekolah Menengah Atas Taruna Bakti Bandung Tahun Ajaran 2008/2009 Menjelang Ujian Nasional 2009.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kekebalan terhadap stres pada siswa kelas III Sekolah Menengah Umum Taruna Bakti Bandung tahun ajaran 2008 / 2009 menjelang ujian nasional 2009 cukup rendah dengan gambaran kekebalan terhadap stres mayoritas berada pada siswa yang kurang kebal terhadap stres dan faktor yang rentan menjadi stresor adalah faktor yang berasal dari lingkungan pendidikan dan hubungan antara interpersonal, kesehatan, dan kebiasaan.

22 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN AKADEMI ANGKATAN UDARA.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN AKADEMI ANGKATAN UDARA.

Pembuatan ringkasan dari pelajaran merupakan salah satu dari metode belajar. Dengan rangkuman, seseorang lebih mengingat garis besar yang telah dipelajarinya. Membuat rangkuman bisa membantu untuk mengingat pelajaran yang telah didapatkan. Sekitar 87% Taruna sering membuat rangkuman dan 13% lagi kadang-kadang. Untuk cara pembuatan rangkuman, maka didapat hasil sebagai berikut

41 Baca lebih lajut

Kumpulan Soal soal UAS BN SD MI, SMP Mts, SMA SMK |  Berkas Kita UHprogramlinier

Kumpulan Soal soal UAS BN SD MI, SMP Mts, SMA SMK | Berkas Kita UHprogramlinier

5. Untuk dapat diterima di SMA Taruna, harus lulus tes Matematika dengan nilai tidak boleh kurang dari 7, dan tes Biologi dengan nilai tidak boleh kurang dari 5, sedangkan jumlah nilai Matematika dan Biologi tidak boleh kurang dari 13. Jika seorang calon dengan jumlah dua kali nilai Matematika dan tiga kali nilai Biologi sama dengan 30 apakah dapat diterima pada SMA taruna?

3 Baca lebih lajut

peraturan bupati 2005 08

peraturan bupati 2005 08

1) Di tingkat Desa dapat dibentuk Karang Taruna Desa berdasarkan ketentuan yang berlaku bagi pembentukan Karang TAruna dan ditingkat Pedukuhan dapat dibentuk kelompok karang Taruna Pedukuhan berdasarkan ketentuan yang berlaku bagi Pembentukan Karang taruna;

1 Baca lebih lajut

ppl2_6101409075_R112_1349847432. 271.40KB 2013-07-11 22:15:56

ppl2_6101409075_R112_1349847432. 271.40KB 2013-07-11 22:15:56

Setelah melaksanakan kegiatan observasi dan orientasi di SMA Taruna Nusantara praktikan mendapat pengetahuan dan pengalaman mengenai banyak hal yang berkaitan dengan keadaan lingkungan sekolah, berinteraksi dengan warga sekolah , hubungan antar 14 personal, serta bagaimana seorang guru harus menempatkan diri dan mengambil peranan dalam kegiatan sekolah sebagai bekal praktikan untuk melaksanakan PPL 2.

23 Baca lebih lajut

Soal Matematika SMA  Ulangan Harian Program Linier

Soal Matematika SMA Ulangan Harian Program Linier

5. Untuk dapat diterima di SMA Taruna, harus lulus tes Matematika dengan nilai tidak boleh kurang dari 7, dan tes Biologi dengan nilai tidak boleh kurang dari 5, sedangkan jumlah nilai Matematika dan Biologi tidak boleh kurang dari 13. Jika seorang calon dengan jumlah dua kali nilai Matematika dan tiga kali nilai Biologi sama dengan 30 apakah dapat diterima pada SMA taruna? 6. Dalam satu minggu tiap orang membutuhkan paling sedikit 16 unit protein, 24 unit karbohidrat,

2 Baca lebih lajut

 SoalProgramLinier UH program linier

SoalProgramLinier UH program linier

5. Untuk dapat diterima di SMA Taruna, harus lulus tes Matematika dengan nilai tidak boleh kurang dari 7, dan tes Biologi dengan nilai tidak boleh kurang dari 5, sedangkan jumlah nilai Matematika dan Biologi tidak boleh kurang dari 13. Jika seorang calon dengan jumlah dua kali nilai Matematika dan tiga kali nilai Biologi sama dengan 30 apakah dapat diterima pada SMA taruna?

3 Baca lebih lajut

203545273.doc 53.65KB 2015-10-12 00:17:35

203545273.doc 53.65KB 2015-10-12 00:17:35

Pada gagasan ini akan disampaikan bahwa pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba ini akan melibatkan peran serta dari para komunitas pemuda yang biasa kita sebut sebagai pemuda Karang Taruna. Sebagai sebuah kelompok maupun kamunitas, Karang Taruna memegang peran penting dalam proses sosial yang dialami oleh pemuda itu sendiri. Dengan memberdayakan pemuda Karang Taruna ini maka kontrol yang dilakukan akan lebih efektif karena langsung menyentuh pada pemuda dan lingkungan pergaulannya itu sendiri. Pencegahan ini dilaksanakan dengan cara yang dibungkus dengan sebuah ajang atau kompetisi sehingga menimbulkan antusias dari pemuda Karang Taruna itu sendiri.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

MOTIF MEDIA PEMBELAJARAN BUKU TEKS BIOLOGI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KETERAMPILAN SISWA LEARNING MEDIA MOTIVE OF TEXT BOOK AND ITS RELATIONSHIP WITH STUDENT SKILL

MOTIF MEDIA PEMBELAJARAN BUKU TEKS BIOLOGI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KETERAMPILAN SISWA LEARNING MEDIA MOTIVE OF TEXT BOOK AND ITS RELATIONSHIP WITH STUDENT SKILL

This study focused on the relationship among learning media motive with student skill at SMA Taruna Andigha dan SMA Amaliah Bogor.The study porposed to: (1) To determine the motive of a Biology text book at SMA Taruna Andigha and SMA Amaliah Bogor, (2) to determine the student skill at SMA Taruna Andigha andSMA Amaliah Bogor, (3) To determine the relationship among learning media motive and student skill at SMA Taruna Andigha andSMA Amaliah Bogor. Type of research is associative method with a quantitative approach. The result showed that (1) Power of Learning media motive in motivate student, student could learn wherever and whenever, interative class, and demonstrationwas unfavourable. (2) Student skill problem solving ability, Flexibility to analyze problem, matter elaboration, and making new creation for themselves or enviroment was good, (3)learning media motive had no corelation with student skill.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Pendidikan Karakter di SMA Taruna Nusantara Magelang

Pelaksanaan Pendidikan Karakter di SMA Taruna Nusantara Magelang

Kode kehormatan selalu diucapkan semua siswa pada waktu apel yang dilaksanakan tiga waktu dalam satu hari yaitu sebelum masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran, setelah selesai pelajaran, dan setelah selesai belajar malam. Apel dilaksanakan secara terpisah ditempat yang berbeda sesuai tingkatan kelasnya. Di dalam apel kode kehormatan diucapkan di akhir setelah pamong selesai memberikan amanat. Pengucapan kode kehormatan dipimpin oleh seorang pemimpin apel. Pemimpin apel mengucapkan butir demi butir dan ditirukan oleh semua siswa dengan nada bicara yang sangat lantang. Ketika terjadi kesalahan pengucapan salah satu butir saja, maka kode kehormatan harus diucapkan dengan mengulang dari awal. Kode kehormatan harus dijunjung tinggi oleh siswa SMA TN. Ketika siswa melanggar kode kehormatan hukumannya sangat berat seperti yang diungkapkan oleh Bapak Henang selaku Kepala Bagian Pengajaran yaitu sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

174 Baca lebih lajut

MUHAMMADIYAH SUMBAWA KIAN GIAT

MUHAMMADIYAH SUMBAWA KIAN GIAT

Setelah keberhasilan itu kini para siswa SMA Muhammadiyah Wonosobo bertambah yakin akan sukses dalam mengikuti Olimpiade lanjutan di SMA Taruna Nusantara Magelang, karena sebelumnya juga telah berhasil menyabet juara II untuk lomba Kimia dan Matematika dalam bidang IPA yang diselenggarakan oleh Kandepdikbud Wonosobo.

5 Baca lebih lajut

S PKN 1001478 Bibliography

S PKN 1001478 Bibliography

Anggraeni, L. (2009). Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Mltikultural Dalam Memupuk Nasionalisme Siswa (Studi Kasus di SMA Aloy Sius Bandang). Tesis Magister pada Prodi PKn SPS UPI Bandung: tidak diterbitkan.

5 Baca lebih lajut

S SOS 1105885 Bibliography

S SOS 1105885 Bibliography

Anggraini, L. (2009). Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Pendidikan Multikultural dalam Memupuk Nasionalisme Siswa (Studi Kasus Di SMA Aloysius Bandung ). Tesis magister pada prodi PKn SPS UPI Bandung : Tidak diterbitkan.

2 Baca lebih lajut

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN YAYASAN TARUNA BAKTI BANDUNG :Studi terhadap Persepsi Pegawai di Lingkungan Yayasan Taruna Bakti.

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN YAYASAN TARUNA BAKTI BANDUNG :Studi terhadap Persepsi Pegawai di Lingkungan Yayasan Taruna Bakti.

Kepuasan kerja pegawai yang ada di lingkungan Yayasan Taruna Bakti (YTB) belum optimal karena: a) Adanya kesenjangan antara pekerjaan yang diemban dengan kompetensi yang dimiliki sehingga para pegawai cenderung mengalami kesulitan dalam menghasilkan kinerja yang optimal; b) Belum adanya kesempatan untuk terlibat dalam setiap program yang dibuat oleh Yayasan Taruna Bakti (YTB) sehingga pegawai tidak bisa berpartisipasi dengan optimal untuk mengabdi kepada Yayasan Taruna Bakti (YTB); c) Kesempatan untuk maju dan berkembang dalam setiap jabatan yang ada di lingkungan Yayasan Taruna Bakti (YTB) masih terbatas, sehingga pegawai merasa kesulitan untuk mengembangkan karirnya; d) Belum optimalnya pemberian renumerasi yang proprosional dan profesional ; e) Belum berjalannya program penciptaan rekan kerja yang handal dan mampu bekerja sama; serta f) Belum optimalnya penciptaan kondisi kerja yang mendukung peningkatan kinerja pegawai.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...