SMK N 2 Depok

Top PDF SMK N 2 Depok:

EFEKTIVITAS MANAJEMEN BURSA KERJA KHUSUS DALAM MEMBANTU MENYALURKAN LULUSAN KE INDUSTRI DI SMK N 2 DEPOK.

EFEKTIVITAS MANAJEMEN BURSA KERJA KHUSUS DALAM MEMBANTU MENYALURKAN LULUSAN KE INDUSTRI DI SMK N 2 DEPOK.

Namun pada kenyataannya tidak semua BKK dapat menjalankan tugasnya dengan efektif. Berdasarkan data yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2013 terdapat 24.181 lulusan SMK yang masih belum bekerja (Pusdanaker.balitfo.depnakertrans.go.id). Selanjutnya dalam penelitian Nirmala Adhi Yoga Pambayun (2014) yang mengambil sampel di SMK N 2 Depok, SMK N 1 Seyegan dan SMK N 1 Cangkringan menunjukan bahwa kinerja BKK SMK di Kabupaten Sleman dalam hal input, proses dan output masuk kategori rendah. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan besar karena lulusan SMK yang sudah dibekali keterampilan tertentu dan di SMK sudah terdapat Bursa Kerja Khusus (BKK) yang berperan dalam menyalurkan lulusan ke industri tetapi masih banyak lulusan SMK yang masih menganggur. Maka dari itu peneliti tertarik melakukan penelitian seberapa tinggi Efektivitas manajemen Bursa Kerja Khusus dalam membantu menyalurkan lulusan ke industri di SMK N 2 Depok.
Baca lebih lanjut

137 Baca lebih lajut

A study on code switching used by the English teacher of SMK N 2 Depok Sleman.

A study on code switching used by the English teacher of SMK N 2 Depok Sleman.

The approach adopted in this research was a qualitative since it provided descriptive information about certain phenomenon. This research was case study type since the researcher conducted an empirical investigation of a contemporary phenomenon within its natural contexts using multiple sources of evidence. This research was also document analysis since it studied humans’ behavior in an indirect way through an analysis of their communication. The data were retrieved from the recordings made during the researcher’s observation to the teaching and learning activities in the classrooms. Besides, the researcher also interviewed the English teacher. The data gathered in this research were analyzed using several theories. The types of code switching were based on the Poplack’s theory. The functions of code switching were based on the theory of Mattson and Burenhult. Meanwhile, analysis of the effectiveess of code switching in teaching eleventh grade students of SMK N 2 Depok Sleman was based on the theory of Cole (1998) & Rose & Dulm (2006). The data were presented in the form of percentage and followed by narrative description.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

KESIAPAN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN SELAKU PROGRM KEAHLIAN BARU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI PERANGKAT PEMBELAJARAN DAN SARANA PRASARANA DI SMK N 2 DEPOK.

KESIAPAN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN SELAKU PROGRM KEAHLIAN BARU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI PERANGKAT PEMBELAJARAN DAN SARANA PRASARANA DI SMK N 2 DEPOK.

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah guru produktif Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK N 2 Depok yang berjumlah 10 (sepuluh) orang dan sarana prasarana yang di gunakan sebagai penunjang proses pembelajaran. pengumpulan data menggunakan metode angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji validitas instrumen dilakukan melalui penilaian para ahli (ExpertJudgement) dan di uji di SMK N 2 Yogyakarta dengan beberapa asumsi ditinjau dari perbandingan kualitas yang hampir sama dengan SMK N 2 Depok serta analisis butir instrumen menggunakan korelasi Product Moment dari Karl Pearson, sedangkan uji reliabilitas digunakan rumus Alpha Cronbach. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif.
Baca lebih lanjut

168 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN GAMBAR TEKNIK MESIN DENGAN BENDA NYATA DI SMK N 2 DEPOK.

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN GAMBAR TEKNIK MESIN DENGAN BENDA NYATA DI SMK N 2 DEPOK.

Berdasarkan identifikasi masalah di atas dan alasan bahwa benda nyata mampu membantu imajinasi siswa serta membantu siswa berkreasi untuk dapat memahami materi yang diajarkan yang pada akhirnya ini dabatasi meningkatkan prestasi siswa, maka permasalahan peneliti pada gambar teknik, dengan judul “Efektivitas Pembelajaran Gambar Teknik Mesin dengan Benda Nyata di SMK N 2 Depok “. Penggunaan media benda nyata di dalam pembelajaran gambar teknik dapat membantu imajinasi siswa untuk membayangkan ruang tiga dimensi menjadi dua dimensi. Sebagai metode yang mengaktifkan indera pandangan siswa, pembelajaran dengan media benda nyata akan lebih siswa dalam berkreasi untuk memahami dan membaca gambar proyeksi.   Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Teknik Pemesinan (TP) SMK Negeri 2 Depok, dengan kelas X TP A sebagai kelompok eksperimen dan kelas X TP B sebagai kelompok kontrol.
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA SISWA SMK N 2 DEPOK

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA SISWA SMK N 2 DEPOK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku agresif pada siswa SMK N 2 depok. Hipotesis yang diajukan yaitu ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku agresif pada siswa SMK N 2 depok. Subjek penelitian ini adalah siswa laki-laki dan perempuan SMK N 2 depok berjumlah 110 subjek. Pengambilan sampel menggunakan random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala perilaku agresif dan skala kecerdasan emosional. Metode Analisis data menggunakan teknik analisis kendalls. Hasil menunjukan ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara perilaku agresif dengan kecerdasan emosional pada siswa SMK N 2 depok. Dapat dilihat koefisien kolerasi = -0,284 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Maka hipotesis yang diajukan peneliti diterima, yaitu semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin rendah perilaku agresif pada siswa SMK N 2 depok. Tingkat perilaku agresif pada subjek tergolong sedang yang ditunjukan dari hasil mean hipotetik sebesar 112 dan mean empirik sebesar 105. Tingkat kecerdasan emosional pada subjek tergolong sedang yang ditunjukan dari hasil mean hipotetik sebesar 135 dan mean empirik 144.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN KELISTRIKAN MESIN & KONVERSI ENERGI DI SMK N 2 DEPOK.

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN KELISTRIKAN MESIN & KONVERSI ENERGI DI SMK N 2 DEPOK.

menurun. Pada penelitian tentang peningkatan kompetensi prinsip dasar kelistrikan dan konversi energi dengan model mind mapping berbasi multimedia yang dilakukan oleh Pratama Aji Susilo (2014) terjadi peningkatan pada aspek afektif sebesar 86,10%, peningkatan pada aspek psikomotorik sebesar 31,92%, dan peningkatan pada aspek kognitif sebesar 69,78%. Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar apabila proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran. Pada kelas X program keahlian Teknik Mesin SMK N 2 Depok, dalam mata pelajaran KMKE Kompetensi Dasar (KD) 3.7 tentang menjelaskan cara kerja turbin air sudah ada media pembelajaran berupa aplikasi berbasis android tetapi belum pernah diterapkan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, dengan diterapkannya media pembelajaran tentang turbin air yang berupa aplikasi android pada mata pelajaran KMKE, diharapkan terjadi peningkatan hasil belajar siswa terhadap pelajaran KMKE sehingga siswa dapat menguasai kompetensi- kompetensi yang diperlukan sebagai siswa SMK dan dapat meningkatkan kualitas lulusan SMK N 2 Depok.
Baca lebih lanjut

152 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PANTAUAN PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA JURUSAN TKJ DI SMK N 2 DEPOK SLEMAN.

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PANTAUAN PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA JURUSAN TKJ DI SMK N 2 DEPOK SLEMAN.

Berdasarkan masalah yang ada di SMK N 2 Depok Sleman dan kekurangan yang ditemukan dalam mekanisme penilaian sikap terutama proses pembinaan dan pantauan pembentukan karakter siswa, maka mahasiswa akan mengembangkan sebuah sistem informasi pantauan pembentukan karakter siswa yang disesuaikan dengan kebutuhan SMK N 2 Depok Sleman. Sistem informasi ini diharapkan dapat memaksimalkan proses pantauan pembentukan karakter siswa sehingga dapat meningkatkan kualitas dalam melaksanakan pembinaan terhadap siswa yang memiliki perilaku kurang baik. Serta memberikan kemudahan bagi guru mata pelajaran, guru BK dan wali kelas dalam melakukan koordinasi tanpa harus bertemu langsung atau tatap muka.
Baca lebih lanjut

157 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGELOLAAN KELAS DAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP KINERJA GURU DI SMK N 2 DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA.

HUBUNGAN PENGELOLAAN KELAS DAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP KINERJA GURU DI SMK N 2 DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA.

2. Membatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera seperti: (a) Objek yang terlalu besar dapat digantikan dengan realita, gambar, film, dan model; (b) Objek yang kecil dapat digantikan dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar; (c) Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high speed photography; (d) Peristiwa yang terjadi di masa lalu dapat ditampilkan kembali melalui rekaman video, film, foto maupun verbal; (e) Objek yang terlalu kompleks dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain sebagainya; (f) Konsep yang terlalu luas dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

171 Baca lebih lajut

Analisis Kelayakan Ruang Laboratorium Komputer Bangunan di Jurusan Teknik Gambar Bangunan SMK N 2 Depok, Yogyakarta.

Analisis Kelayakan Ruang Laboratorium Komputer Bangunan di Jurusan Teknik Gambar Bangunan SMK N 2 Depok, Yogyakarta.

Selain itu dalam keputusan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional No.4294/C5.3/KEP/KU/2009 Tentang Penetapan SMK Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional prihal ketiga (DEPDIKNAS, 2008:3) menerangkan bahwa dalam rangka pengembangan SMK- RSBI harus mengacu pada Pedoman Penjaminan Mutu Sekolah Bertaraf Internasional pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah yang diterbitkan pada tanggal 27 Juni 2007, yang salah satunya meliputi sarana dan prasarana. Pada pedoman penjaminan mutu tersebut dijelaskan sebagai berikut: (1) Setiap ruang kelas dilengkapi dengan sarana pembelajaran berbasis TIK; (2) Perpustakaan dilengkapi dengan sarana digital yang memberikan akses ke sumber pembelajaran berbasis TIK di seluruh dunia; dan (3) Dilengkapi dengan ruang multimedia, ruang unjuk seni budaya, fasilitas olahraga, klinik, dan lain sebagainya.
Baca lebih lanjut

129 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INVENTORI KEMATANGAN KARIR PESERTA DIDIK JURUSAN TEKNIK KOMPUTER JARINGAN SMK N 2 DEPOK.

PENGEMBANGAN INVENTORI KEMATANGAN KARIR PESERTA DIDIK JURUSAN TEKNIK KOMPUTER JARINGAN SMK N 2 DEPOK.

Pada penelitian ini, inventori yang digunakan adalah inventori yang berfungsi menaksir dan menilai sejauh mana kematangan karir peserta didik SMK jurusan teknik komputer jaringan tingkat akhir. Inventori ini berupa daftar pernyataan yang mencakup komponen kematangan karir, yaitu seperangkat kemampuan dan perilaku seseorang yang diperlukan pada setiap pekerjaan baik bagi orang yang sudah bekerja maupun yang belum bekerja, sehingga mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan ketentuan. Kematangan karir yang akan diteliti adalah kematangan karir dalam hal kesiapan dalam bekerja peserta didik jurusan teknik komputer dan jaringan tingkat akhir. Indikatornya adalah keterampilan, tanggung jawab, fleksibilitas, kesehatan dan keselamatan. Indikator keterampilan ini meliputi tentang keterampilan dalam merakit personal komputer, menginstalasi sistem operasi dasar, dan menguasai teknik elektronika analog dan digital dasar.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

KESIAPAN GURU PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK N 2 DEPOK DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013.

KESIAPAN GURU PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK N 2 DEPOK DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013.

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Tugas Akhir Skripsi ini dapat terselesaikan. Skripsi yang berjudul ” Kesiapan Guru Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK N 2 Depok dalam Mengimplementasikan Kurikulum 2013 ” dapat diselesaikan dengan baik dan lancar. Penulis menyadari bahwa keberhasilan menyelesaikan tugas akhir skripsi itu tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

157 Baca lebih lajut

PENGARUH BUKU ELEKTRONIK DENGAN KREATIVITAS DAN KEAKTIFAN SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO DAN TEKNIK KOMPUTER JARINGAN DALAM BELAJAR DI SMK N 2 DEPOK SLEMAN.

PENGARUH BUKU ELEKTRONIK DENGAN KREATIVITAS DAN KEAKTIFAN SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO DAN TEKNIK KOMPUTER JARINGAN DALAM BELAJAR DI SMK N 2 DEPOK SLEMAN.

Puji syukur penulis haturkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya, Tugas Akhir Skripsi dalam rangka untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana Pe ndidikan dengan judul “ Hubungan Pemanfaatan Buku Elektronik dengan Kreativitas dan Keaktifan Siswa dalam Belajar di Kelas XI Program Keahlian Teknik Audio Video dan Teknik Komputer Jaringan SMK N 2 Depok Sleman” dapat disusun sesuai dengan harapan. Tugas Akhir Skripsi ini dapat diselesaikan tidak lepas dari bantuan dan kerjasama dengan pihak lain. Berkenaan dengan hal tersebut, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat:
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN LAS DASAR PADA SISWA KELAS X SMK N 2 DEPOK MENGGUNAKAN MODUL MENGELAS DENGAN SMAW.

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN LAS DASAR PADA SISWA KELAS X SMK N 2 DEPOK MENGGUNAKAN MODUL MENGELAS DENGAN SMAW.

Tujuan digunakannya modul dalam proses belajar mengajar menurut B. Suryosubroto (1983:18) via Aina Mulyana (ainamulyana.blogspot.com) adalah: 1) tujuan pendidikan dapat dicapai secara efisien dan efektif, 2) murid dapat mengikuti program pendidikan sesuai dengan kecepatan dan kemampuannya sendiri, 3) murid dapat sebanyak mungkin menghayati dan melakukan kegiatan belajar sendiri, baik di bawah bimbingan atau tanpa bimbingan guru, 4) murid dapat menilai dan mengetahui hasil belajarnya sendiri secara berkelanjutan, 5) murid benar-benar menjadi titik pusat kegiatan belajar mengajar, 6) kemajuan siswa dapat diikuti dengan frekuensi yang lebih tinggi melalui evaluasi yang dilakukan pada setiap modul berakhir dan 7) modul disusun dengan berdasar kepada konsep Mastery Learning suatu konsep yang menekankan bawa murid harus secara optimal menguasai bahan pelajaran yang disajikan dalam modul itu. Prinsip ini, mengandung konsekuensi bahwa seorang murid tidak diperbolehkan mengikuti program berikutnya sebelum ia menguasai paling sedikit 75% dari bahan tersebut.
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN SISTEM SCADA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK OTOMASI INDUSTRI SMK N 2 DEPOK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING.

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN SISTEM SCADA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK OTOMASI INDUSTRI SMK N 2 DEPOK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING.

Pendidikan menengah kejuruan merupakan pendidikan yang berada pada jenjang pendidikan menengah dan berorientasi pada pengembangan kemampuan siswa bekerja dalam bidang tertentu. Pendidikan kejuruan menuntut siswa memiliki kecakapan di dunia kerja, mampu melihat peluang kerja, dan mampu senantiasa mengembangkan diri. Bentuk dari satuan pendidikan ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang disiapkan sebagai salah satu lembaga pendidikan yang memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan agar siswa dapat beradaptasi dan bekerja sesuai dengan kompetensi masing-masing. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan diharapkan siswa SMK akan memiliki daya saing yang tinggi untuk berkarier di lapangan kerja.
Baca lebih lanjut

171 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN OPERASI DASAR PLC DAN PEMROGRAMAN PLC DENGAN TEKNIK SEQUENSIAL BERBASIS MASALAH DI SMK N 2 DEPOK.

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN OPERASI DASAR PLC DAN PEMROGRAMAN PLC DENGAN TEKNIK SEQUENSIAL BERBASIS MASALAH DI SMK N 2 DEPOK.

Hasil Penelitian Agus Wibowo (2103, viii) dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran Modul Perakitan Komputer Pada Mata Pelajaran TIK Untuk Siswa Kelas X di SMA N 1 Bantul. Metode penelitain yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan (Research & Development). Pengembangan produk dilakukan melalui beberapa tahap yaitu: studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk awal, revisi desain, uji coba lapangan awal, revisi I, uji coba lapangan utama, revisi II, uji coba lapangan operasional, revisi produk akhir dan penyempurnaan produk. Hasil uji lapangan memperoleh rata-rata skor keseluruhan sebesar 4,10. Standar kelayakan modul apabila skor rata-rata keseluruhan tidak kurang dari standar minimal yaitu baik.
Baca lebih lanjut

195 Baca lebih lajut

PERSEPSI GURU SMK N 2 DEPOK TERHADAP UJI KOMPETENSI AWAL (UKA).

PERSEPSI GURU SMK N 2 DEPOK TERHADAP UJI KOMPETENSI AWAL (UKA).

Dosen. Tahun 2012 merupakan tahun keenam pelaksanaan sertifikasi guru yang telah dilaksanakan sejak tahun 2007. Perbaikan penyelenggaraan sertifikasi guru terus dilakukan dari tahun ke tahun untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Penyelenggaraan sertifikasi guru tahun 2012 mengakomodasi beberapa perubahan, baik substansi akademik maupun proses penetapan peserta. Pada substansi akademik perubahan dilakukan dengan dilaksanakannya Uji Kompetensi Awal (UKA) sebelum mengikuti PLPG. Pada proses penetapan peserta perubahan dilakukan dengan: (1) sistem perangkingan yang terintegrasi dengan data base NUPTK dan dipublikasikan secara online, (2) usia menjadi kriteria utama dalam proses perangkingan, (3) perangkingan tidak lagi dikelompokkan menurut jenjang pendidikan dan status kepegawaian (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 5 tahun 2012 tentang sertifikasi bagi guru dalam jabatan).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengembangan Media Pembelajaran Kendali Terprogram Berbasis Android Pada Mata Pelajaran Merakit Sistem Kendali Mikrokontroller Di SMK Negeri 2 Depok.

Pengembangan Media Pembelajaran Kendali Terprogram Berbasis Android Pada Mata Pelajaran Merakit Sistem Kendali Mikrokontroller Di SMK Negeri 2 Depok.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan dengan konsep ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate) dan The Linier Sequence Model. Penelitian dan pengembangan dilakukan di Laboratorium Robotika Pendidikan Teknik Elektro UNY dan SMK N 2 Depok Sleman. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada Mei-Juni 2015. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII Jurusan Teknik Otomasi Industri SMK N 2 Depok Sleman. Objek penelitian adalah media pembelajaran kendali terprogram berbasis android pada mikrokontroller. Instrumen berupa angket dengan skala likert 4 untuk memperoleh data kelayakan media pembelajaran. Validitas instrument dilakukan dengan expert judgement, sedangkan reliabilitas instrument menggunakan rumus alpha. Analisis data mengunakan rerata skor yang kemudian dikonversi menjadi nilai baku berupa persentase kelayakan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LAPORAN KEGIATAN PPL DI SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN Mrican Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta.

LAPORAN KEGIATAN PPL DI SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN Mrican Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta.

Pada kegiatan pelaksanaan praktik mengajar, mahasiswa praktikan mengampu mata pelajaran Jaringan Dasar di kelas X TKJ A dan X TKJ B dengan jadwal 8 jam/minggu. Masing-masing kelas terdiri dari 32 siswa. Materi yang telah diajarkan oleh mahasiswa praktikan yaitu KD 3.1 memahami konsep jaringan komputer, KD 4.1 menyajikan kebutuhan jaringan suatu organisasi, KD 3.2 memahami model OSI dalam jaringan komputer, KD. 4.2 menyajikan konsep dan fungsi setiap layer dalam lapisan OS, dan KD 3.3 memahami topologi jaringan. Kurikulum yang digunakan untu kelas X SMK N 2 Depok Sleman yaitu kurikulum 2013 dimana pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan Scientific. Model pembelajaran yang digunakan yaitu Discovery Learning yang berbasis pada teori belajar kognitif dan teori belajar sosial. Sedangkan metode yang sering digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kontribusi peran komite sekolah terhadap mutu layanan pendidikan di SMK N di Depok

Kontribusi peran komite sekolah terhadap mutu layanan pendidikan di SMK N di Depok

Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai koefisien korelasi 0,536 jika dikonsultasikan angka indeks korelasi “r” 0,536 yang berada antara 0,40 -0,70 termasuk dalam kategori adanya korelasi yang sedang atau cukup. Dengan demikian, secara sederhana dapat diberikan interpretasi terhadap rxy tersebut, yaitu bahwa terdapat korelasi positif antara variable X dan variable Y (hubungan di antara kedua variable itu sedang dan cukup). Dengan perhitungan diatas diperoleh KD sebesar 28,73% maka diketahui bahwa kontribusi yang diberikan peran komite sekolah terhadap peningkatan mutu pendidikan di SMK N 1 Depok sebesar (28,73%) ini berarti sebagian besarnya (71,27%) dipengaruhi oleh faktor lain selain Peran Komite Sekolah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Meningkatkan Kepercayaan Diri Menggunakan Bimbingan Kelompok Teknik Psikodrama Siswa Kelas X TMO C SMK N 2 Salatiga Tahun Ajaran 20162017 T1  Full text

T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Meningkatkan Kepercayaan Diri Menggunakan Bimbingan Kelompok Teknik Psikodrama Siswa Kelas X TMO C SMK N 2 Salatiga Tahun Ajaran 20162017 T1 Full text

Berdasarkan Dari hasil wawancara dengan Guru Bimbingan dan Konseling di SMK N 2 Salatiga dan skala sikap percaya diri yang disebar masih ditemui adanya siswa yang memiliki kepercayaan diri yang kurang. Masih ada siswa yang tidak berani mengungkapkan pendapat, grogi saat berbicara di depan kelas, sering mencontek saat menghadapi tes, cemas dalam menghadapi suatu masalah dan merasa dirinya buruk dibanding teman-temannya. Terkait dengan hal tersebut, di masa sekarang ini Guru bimbingan konseling mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas siswanya salah satunya yang berhubungan dengan kepercayaan diri. Sebab Guru bimbingan dan konseling mempunyai banyak layanan meliputi layanan informasi, orientasi, penempatan dan penyaluran, pembelajaran, bimbingan kelompok, konseling kelompok dan konseling individu. Layanan bimbingan kelompok dipandang tepat
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...